Tuesday, September 27, 2016

[Rekap] On the Way to the Airport Episode 1 & 2

Kita semua tahu, kalau minggu kemarin ada 3 Drama Korea terbaru, Shopping King Louie dari MBC genre Romcom, On The Way to the Airport dari KBS genre Melodrama, dan terakhir K2 dari tvN genre Action. Aku bilang kalau pengen berhenti nonton melodrama, dan aku sendiri memutuskan untuk tidak mencoba nonton drama melodrama apapun yang terjadi, tapi tapi itu hanya bertahan beberapa hari dan akhirnya sabtu kemarin memutuskan download juga *LoL.

Mungkin aku bener-bener bosan dan lelah dengan Romcom jadi aku memutuskan download OTW Airport dan K2 saja, SK Louienya aku enggak ada minat sedikitpun untuk nonton *mian :D. Setelah nonton Cinderella yang mulai boring menurutku tapi tetap aku paksaain nonton nanggung juga, terus aku lanjut nonton K2 yang paling banyak diomongin, ya aku bisa nonton sampai akhir dan menurutku yah lumayanlah.


Dan terakhir drama yang menemani malam mingguku kemarin OTW Airport emang kamvret ini KBS, emang selera emak-emak aku ternyata, dari 3 drama yang aku tonton kemarin malah kecantol sama OTW to the Airport ini, episode pertama ajah bikin nyesek gituh, bikin hati yang belum sembuh sama UFO kembali tersakiti halah lebay, belum ditambah BGMnya, aku tertarik gara-gara banyak yang bilang BGMnya bagus dan ternyata bener TT, bener-bener bagus bikin melelehkan airmata

Emang ceritanya berat, kalau latar pekerjaannya kita disuguhin dua 2 lingkup pekerjaan, pertama pekerjaan di Bandara dan kedua di Arsitektur. Dan di bandara 2 pekerjaan yang ditonjolkan, yaitu pekerjaan seorang pilot, kedua Pramugari/Pramugara. 

Seperti oase *hahaa, dipadang pasir, setelah kita sepanjang tahun ini disuguhi profesi Dokter yang tidak jauh-jauh, kekerasan, meja operasi plus darah-darah, dan profesi menjengkelkan *menurutku, yaitu profesi tentang hukum yang bikin emosi dengan permainan kata-katanya dimeja hijau, dan juga profesi Tentara, polisi dan aksi heroik lainnya yang tak jauh beda dengan pistol, perkelahian dan darah again? akhirnya kita melihat profesi baru yaitu Pilot dan Pramugari jadi lebih tahu pekerjaan mereka itu sebenarnya bagaimana.


Terus, untuk pemainnya ini ada 2 keluarga yang menjadi fokus cerita, Keluarga pertama keluarganya Pak Kapten Park Jin Suk (Shin Sung Rok), Pilot Air Asia :D, sama istrinya Pramugari AirAsia Choi Soo A, mereka berdua punya anak perempuan namanya Park Hyo Eun, dan ibu mertuanya Soo A, Kim Young Sook (Lee Young Ran) yang ogah mengurus cucunya lebih memilih hidup melajang *LoL.

Lanjut keluarga kedua yang rada ribet, njlimet aku sampai ngulang-ngulang agar mudeng tapi tetep belum ngeh. Ini keluarga Arsitek, Seo Do Woo (Lee Sang Yoon) seorang arsitek menikah dengan Kim Hye Won (Jang Hee Jin) seorang seniman pembuat Norigae/Simpul benang hiasan baju. Dan Hye Won ini punya anak sebelum menikah dengan Do Woo nama panggilannya Annie tapi nama Koreanya Seo Eun Woo yang memilih tinggal di Malaysia. Selain itu, masih ada Nenek Annie yang merupakan pembuat simpul benang terkenal bernama Go Eun Hee dan Paman Annie, Son Jang Hak.

Episode 1 :

Dibandara kita lihat barisan para Pilot, Co Pilot, Pramugari/a yang berjajar rapi siap menjalankan tugasnya atau kembali dari tugasnya. Tiba-tiba Soo A mendapat SMS dari Kapten Park yang menyuruhnya dan Anaknya pergi ke Malaysia.

Ternyata, Kapten Park ingin menyekolahkan Hyo Eun ke sekolah diMalaysia yang mengajarkan bahasa asing, walau berat dan kaget tapi Soo A menyetujui rencana suaminya itu, demi masa depan putrinya dan juga mengingat pekerjaan keduanya yang jarang ada dirumah, apalagi Nenek Hyo Eun enggan membantu menjaga Hyo Eun.

Lanjut kekeluarganya Do Woo, ia merupakan arsitek yang ternyata sangat sayang ke Annie daripada ibunya sendiri. Terlihat ia sering menelphone, video call, bahkan merekam keadaan korea lalu mengirimnya ke Annie, ia juga lebih sering mengunjungi Annie di Malaysia.

Sedangkan emaknya Annie lebih terlihat obsesi dengan karya seninya, dan sepertinya ia punya masa lalu buruk dengan mantan suaminya sehingga ia bersikap begitu ke Annie (*hey Jang Hee Jin, di MOTW loe kejem sama anak lo sendiri, disini juga gitu -_-). Pas Do Woo membicarakan kedatang Annie ke korea untuk menghadiri ulang tahun Ibunya, malah ditanggapi dingin Hye Won dan meminta suaminya itu tidak terlalu berharap.

Akhirnya Soo A dan Hyo Eun pergi ke Malaysia juga, walau Hyo Eun berusaha keras menangis dan menolak. Didalam pesawat ternyata mereka berdua sepesawat dengan Do Woon yang ternyata akan ke Malaysia juga. 

Diasrama, Soo A dan Hyo Eun disambut Ibu Asrama bernama Marrie dengan ramah, ia juga mencertakan kalau teman sekamar Hyo Eun yaitu Annie sudah tidak sabar menunggunya. Bahkan ia membereskan kamar untuk Hyo Eun dan juga menghias seluruh rumah dengan balon-balon, hal itu membuat perasaan Hyo Eun lebih senang, dan akhirnya dengan berat Soo A pamit pergi untuk pulang sekaligus kerja *enaknya hahaa.


Sementara Do Woo mengajak Annie jalan-jalan mengitari Malaysia, Annie lebih jadi pemandu ia menceritakan semua yang dilihatnya dan mengatakan kalau itu semua mirip dengan apapun yang ada di Korea. Do Woo merasa Annie merindukan Korea, ia lalu mengajak anaknya itu pulang, tapi ditolak Annie dengan alasan kalau mempunyai sesuatu yang dirindukan akan membuat ia lebih kuat menjalani hidup. TT

Sampai di Korea, Soo A diajak sahabatnya Choi Yeo Jin untuk bersenang-senang karena sekarang ia bebas, walau ragu-ragu akhirnya Soo A mau ikut juga pakai baju ketat ala lajang walau ia agak risih. Ternyata pesta itu digelar oleh temannya Yeo Jin, bernama Ji Eun yang berkerja di tempatnya Ibu Do Woo, dari sana juga akhirnya Soo A tahu kalau Ji Eun yang merekomendasikan Annie menjadi teman sekamar Hyo Eun di Malaysia, karena ia bekerja ditempat sama dengan Ayah Annie.

Yeo Jin membujuk agar Soo A lebih lama tinggal dipesta dan juga berterimakasih ke Ayah Annie, tapi akhirnya Soo A memutuskan untuk Yeo Jin yang mewakilinya berterimakasih karena ia merasa risih dengan baju yang ia pake. Tapi, ternyata Yeo Jin memberi nomor kontaknya ke Do Woon yang langsung menelphonenya dan akhirnya mereka berbicara sebatas anak mereka masing-masing dan perasaan orangtua yang anaknya sama-sama tinggal jauh dari mereka.


Dan waktu berlalu, Annie dan Hyo Eun sudah sangat akrab, bahkan dia sudah tidak kepikiran ingin pulang ke Korea lagi. Soo A sering mengunjungi Hyo Eun kalau ia ada jadwal terbang ke Malaysia (*enaknya jadi pramugari, bisa kerja sekaligus jalan-jalan gratis eaa). Suatu hari ia pergi jalan-jalan ke pameran seni keluarga Annie dengan Hyo Eun tapi Hyo Eun kelihatan gelisah takut kalau Annie pergi ke Korea sendirian.

Sampai Soo A menelphone Marie agar Hyo Eun tenang, Marie mengira Annie tidak pergi ke Korea tapi nyatanya Annie sudah ada di Bandara, dia berniat pulang karena neneknya sudah sangat menunggunya, tapi harapan neneknya hancur, saat Ibu Annie menephonenya dan meminta Annie untuk tidak kembali ke Korea, ia mengatakan tentang ayah kandung Annie dan entahlah *suaranya dihilangkan hanya kelihatan ia bicara sesuatu yang membuat Annie sedih dan memutuskan untuk tidak jadi pergi.


Annie langsung menutup telphonenya dan berlari keluar sambil menangis, dilain tempat Soo A juga sudah jalan kembali ke bandara dengan seragamnya dan sedang memasang Earphone ditelinga, dan keduanya yang tidak begitu memperhatikan jalan bertabrakana, Annie langsung lari saja dan tak sadar menjatuhkan lonceng pemberian neneknya, Soo A mengambil Lonceng itu dan akan memanggil Annie tapi anak itu sudah lari keluar, dan tiba-tiba sebuah mobil menabrak Annie dan membuat semua orang yang melihatnya spontan menjerit, dan kita bisa lihat tangan Annie yang langsung terkulai *its melodrama time TT

Soo A tak berfikiran macam-macam dan melanjutkan pekerjaannya, teman sekrunya yang tadi melihat kejadian Annie masih merasa syok, dan Soo A ini yang menghiburnya. Setibanya di Korea, Hyo Eun menelphone ibunya, yang merasa ada yang aneh, ia melihat ada polisi mendatangi Marie dan sedang bicara sesuatu, dan sampai saat itu Annie juga belum pulang.

Walau Soo A mengatakan tak apa-apa untuk menenangkan Hyo Eun dan mengira kalau Annie sudah kembali ke Korea. Setelah menutup telphonenya, Soo A sendiri merasa cemas lalu menelphone marie tapi tidak diangkat, ia lalu menelphone Ayah Annie tapi juga tidak diangkat, tiba-tiba ia ingat ada penumpang anak bernama Seo Eun Woo yang tidak datang, ia lalu menyamakan nama marga dengan Seo Do Woo, tapi ia lalu mencoba menghapus bayangan buruknya.

Dan memutuskan untuk memutar balik arah jalannya kembali kedalam, ia lalu bertanya kebagian tiket tentang jadwal penerbangan ke Malaysia. Ditempat tiketing juga, Seo Do Woo datang dengan raut wajah cemas, ia menanyakan tentang tiket ke Malaysia juga yang didengar Soo A, dan ternyata tiket terdekat hari ini tinggal 1.


Tiba-tiba Seo Do Woo mendapat telephone, dan membuatnya langsung lemas dan tangannya gemetar. Melihat itu membuat Soo A teringat lonceng, ia mengambil lonceng itu dan juga paspornya dan akhirnya ia memutuskan memberikan tiketnya itu ke Seo Do Woo yang langsung menoleh, tapi belum sempat berterimakasih Soo A langsung memutuskan untuk pergi.

Sampai diluar Soo A kepikiran lagi, dan akhirnya memutas putar jalan lagi dan kembali ketiketing untuk memesan tiket selanjutnya. Sementara Do Woo sampai dikamar Annie yang sepi, ia membaringkan badan ditempat tidur Annie dan dilangit-langit ia melihat photo dirinya, membuat ia menjulurkan tangan meraih kelangit-langit, tapi ia tak kuasa lalu menangis sejadi-jadinya.

Sementara dikorea Soo A sedang bersih-bersih kamarnya, dan tak sengaja mendengar suara tangis, setelah mencari ternyata suara itu dari Laptop yang tersambung ke kamar Hyo Eun, tapi pas dilihat dan ingin tahu siapa yang menangis tiba-tiba Laptop lowbat dan mati.

Sampai di Malaysia Soo A langsung bergegas kekamar Hyo Eun dan saat melihat sekitar ia melihat Photo dilangit-langit, ia segera mengambil photo itu dan memandanginya, tiba-tiba Hyo Eun masuk kekamar membuatnya menyembunyikan photo itu disaku bajunya. Dan saat itu juga ia mendapat SMA dari Do Woo dan membuatnya langsung meminta Hyo Eun mengemasi barangnya dan mengajaknya pulang ke Korea.

Sampai diluar, Marie bingung apa yang terjadi, Soo A sudah sangat cemas dan emosinya tak terkonrol ia menyalahkan Marie kenapa tidak memberitahunya kalau Annie meninggal, mendengar itu langsung membuat Hyo Eun sok dan menangis, Marie langsung memelu Hyo Eun untuk menenangkanya sambil berkata kalau alasanya tidak memberitahu karena takut Hyo Eun akan seperti ini, tapi tetap pada keputusannya Soo A membawa Hyo Eun kembali ke Korea.

Soo A sudah kembali bekerja, ia menjadi penyambut penumpang seperti biasanya, dan saat itu Do Woo naik ke pesawat itu juga dan ia langsung mengenali wajah Soo A sebagai orang yang memberinya tiket, tapi karena peraturan keduanya tidak bisa bicara bebas. Didalam penerbangan, Do Woo memperhatikan Soo A yang berkerja sepenuh hati, bahkan ia membantu menggendong bayi yang terus-terusan menangis.

Sampai ia keletihan dan rambutnya acak-acakan, Do Woo mengejar Soo A sampai diruang khusus pramugari untuk memberinya karet untuk mengucir rambut Soo A yang heran tapi ia mencoba sopan dan berterima kasih.

Selesai tugasnya dibadan pesawat, Soo A pergi ke ruang kopit pesawat, ia membawakan minuman untuk kapten dan co-kapten dan meminta ijin keduanya untuk tinggal melihat pemandangan langit sebentar. Pilot mengatakan kalau sebentar lagi terjadi gerhana matahari yang sayang untuk dilewatkan, Soo A antusias sekali untuk melihatnya, sampai wkatu gerhana tiba *eh bukannya gak boleh dilihat ya?. Soo A menjerit seru kaget tapi tiba-tiba pikirannya berputar cepat dan ia teringat wajah di photo langit-langit kamar Annie.

Menyadari kalau pria yang ia beri tiket pesawat dan juga karet gelang tadi adalah Ayah Annie, ia perlahan-lahan jalan mencari Do Woo yang terlelap tidur. Ia memutuskan untuk duduk didepannya dikursi darurat sambil memakai sabuk karena pesawat sebentar lagi turun.


Perlahan Do Woo terbangun, Soo A memberanikan dirinya bertanya apa Do Woo ayah Annie? membuat Do Woo yang heran kini, lalu Soo A memutuskan untuk mengulangi perkenalannya karena waktu pertama mereka hanya bicara lewat telphone, Soo A memperkenalkan diri kalau ia ibunya Hyo Eun.

Episode 2 :

Mereka akhirnya mendarat dengan selamat, Soo A menjalankan tugasnya menyambut penumpang keluar pesawat, dan ia berpapasan dengan Do Woo yang keduanya hanya menunduk memberi sapa. Do Woo pulang dijemput paman Annie yang mengomel, kenapa Annie harus dimakamkan diluar negeri.


Dan setibanya dirumah, trala ternyata istrinya sedang membuka kelas seni, dia dengan gaun putih cantik dan senyum dibibirnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dengan tekun mengajari para peserta pelatihan yang mayoritas istri-istri dubes negara.

Ji Eun juga tak habis pikir menatap Hye Won, Do Woo datang dan memandang istrinya dikejauhan. Waktu Istirahat, Hye Won kebelakang lalu menelphone Do Woo dan memintanya untuk tidak memandangnya aneh seperti itu, ia juga memohon agar suaminya tidak bercerita apapun tentang Annie *Heol

Selesai berbicara, Nenek Annie keluar membuat semua yang hadir tepuk tangan senang, karena sebelumnya Nenek Annie enggan menghadiri acara itu, sebelum melanjutkan acara ia dengan sedih bercerita tentang kematian cucunya yang pintar membuat simpul tali, dan meminta kesedian yang hadir untuk sejenak mendoakan cucunya itu.

Selesai acara, Hye Won berusaha keras menata emosinya, ia bersih-bersih peralatan sendiri tapi seseorang memintanya untuk istirahat, dan memancing emosinya Do Woo mendekat untuk menenangkannya tapi malah semakin membuat marah, ia berusaha keras terlihat baik-baik saja dan terus menjalani hidupnya, ia memohon agar mereka tidak mengasihianinya, membaut semuanya terdiam tak bisa berkata lagi.

Sementara itu, Kapten Park selesai menjalankan tugasnya dan sedang jalan dengan kru terbangnya, ada seorang pramugari yang diam-diam mengawasinya. Ternyata si Kapten ini suka TPTP, dia dikenal dengan Kapten yang ramah dan suka tebar senyuman *iyuh. Saat itu Yeo Jin melihat gelagat mungkin senior jadi dia paham, dan langsung memperingatkan si Pramugari yang ada main dengan Kapten Park.

Kapten Park yang baru membaca sms istrinya setelah membaca sms dari pramugari itu *heol, memutuskan memutar balik arah kembali kedalam. Dan ternyata Soo A dan Hyo Eun sudah menunggunya, dan ketiganya menjadi pusat perhatian banyak orang terutama kru maskapai Air Asia, Kapten Park mencoba ramah berbicara ke anaknya, sesekali ia tersenyum ke orang-orang yang menyapanya *eaa.


Tapi sikpanya berubah saat perjalan pulang didalam mobil, ia memperingatkan istrinya untuk tidak menggunakan perasaan dalam mendidik anak, ia tetap pada pendiriannya menyekolahkan anaknya di malaysia, Soo A berusaha keras menjelaskan dan meminta suaminya mengerti, perdebatan pelan-pelan keduanya agar tidak membuat Hyo Eun bangun.

Sampai rumah, Soo A mencoba mengeratkan keluarga mereka yang hampir seperti bukan keluarga karena jarang ketemu, ia mencari hari dimana keduanya tidak bertugas, dan mengajak suaminya liburan bareng, tapi tentu ditolaj Kapten Park, dan tetap meminta Hyo Eun sekolah diluar negeri atau di asrama demi masa depan dan persaingan kedepannya dan juga demi keadaan keluarganya yang tak mungkin bisa mengawasi Hyo Eun kalau tetap tinggal bersama mereka.

Kembali kekeluarga aneh satunya, Do Woo mendekati istrinya yang duduk termenung dikamar, ia membiarkan sitrinya menyender dibahunya, tapi perkataan Hye Won yang meminta agar ia tak membawa Annie pulang membuatnya galau berkepanjangan.


Keesokan harinya, Hye Won menelphone Marie meminta membuang semua barang milik Annie dan jangan mengirimnya ke Korea. Selesai lari pagi menghilangkan stres, Do Woo sarapan bareng Hye won yang membuatkan jus dan juga roti panggang. Saat itu paman Annie datang dan menyinggung tentang Annie, membuat Hye Won emosi, Do Woo mengulurkan tangannya akan menyentuh tangan istrinya tapi tertahan dan memutuskan menarik kembali tangannya.

Kembali ke Soo A yang sedang bermain kerumah baru Yeo Jin sekarang mereka tinggal sekomplek lagi. Soo A lalu pergi ke kantor tempatnya berkerja bertanya ke petugas apa bisa dia posisinya menjadi Instruktur Pramugari, tapi ternyata itu sulit dilakukan.

Akhirnya Soo A pergi ke rumah mertuanya dengan Hyo Eun dengan maksud menitipkan Hyo Eun tapi belum sempat bicara, si Ibu mertua sudah tahu tujuannya, dan dengan tegas mengatakan kalau ia ingin menikmati hidupnya sebagai wanita lajang *heol ada ya nenek enggan dititipi cucunya -_-

Dan akhirnya Soo A pasrah, ia harus meninggalkan anaknya tinggal sendirian sementara ia pergi bertugas dan suaminya belum pulang juga. Do Woo sedang mengajar sebuah kelas arsitek sepertinya, sementara Soo A jalan menuju bandara, ia lalu memutuskan sms Do Woo mengenai cara pemindahan siswa walau ragu, tapi ternyata Do Woo mau membalas smsnya bahkan dengan ramah menanggapinya.

Sementara Soo A sudah berkerja, Kapten Park selesai bertugas dan pulang kerumah, dan diapartemen tanpa sepengathuannya Yeo Jin melihat Kapten park dari jauh (*eh jangan-jangan ada apa-apa ini mereka berdua -_-). 

Sampai dirumah, Hyo Eun menyiapkan makan untuk ayahnya yang malas-malasan melihat putrinya itu, Hyo Eun berusaha semanis dan sebaik mungkin agar ayahnya tidak mengirimnya kembali ke luar negeri, tapi tetap saja ayahnya berserikeras ingin anaknya punya latar belakang pendidikan yang bagus, karena serajin dan sebaik apapun Hyo Eun tidak ada gunanya untuk persaingan kerja dimasa depan *ya ada benernya juga sih.


Tapi, tetap saja Kapten Park mau menemani anaknya main, dan si Hyo Eun ini mengajak main bola dan taruhan kalau ia bisa menangkap bola yang ditendang ayahnya, ia akan tetap tinggal dan sekolah di Korea, ayahnya menyetujuinya dan keduanya mulai bermain, tapi sayang Hyo Eun gagal, ia sampai jatuh berulang kali bahkan kepalanya kena bola *LoL malah diketawai ayahnya pula

Soo A sampai di Malaysia, ia memutuskan untuk mengurus kepindahan Hyo Eun sekaligus mengemasi barang-barangnya. Ia ditemani Marie yang masih kehilangan Annie sambil bercerita kebingannya terhadap barang-barang Annie, ayah Annie ingin membawanya sedang Ibunya ingin membuangnya.


Akhirnya, Soo A memutuskan untuk membawa beberapa barang Annie bersamanya, terutama setrika yang baru-baru ini dibeli Hyo Eun agar ia bisa menyetrika seragamnya sendiri bahkan menurut Marie, seragam Hyo Eun juga disetrika Annie.

Dan Do Woo juga sedang berada di Malaysia untuk mengambil Abu Annie dari Gereja, ia memutuskan untuk membawa Annie pulang ke Korea. Kita lihat jajaran pesawat Air Asia *LoL, eh jangan laporin saya loh saya enggak ngiklan :P. Soo A kembali bertugas membantu penumpang difable, dan ia berusaha mencarikan tempat yang enak untuk Difable tersebut, dan akhirnya ada seorang penumpang yang bersedia bertukar tempat dan jeng-jeng penumpang itu Do Woo.

Sembari mengucapkan terimakasih, Soo A juga meminta Do Woo menunggunya setelah mereka sampai di Korea nanti, karena ada sesuatu yang ingin ia berikan, walau bingung Do Woo mengangguk mengiyakan.

Dan setibanya dikorea, ternyata bagasi Soo A ketukar *klasik, dan membuatnya harus menunggu penerbangan selanjutnya. Ia memutuskan menghubungi Do Woo yang ternyata masih menunggunya, ia memilih menemui Do Woo langsung dan menjelaskan hal tersebut, dan akhirnya keduanya memilih menunggu bersama-sama sambil mengobrol.

Soo A awalnya dengan ceria menceritakan kenangan Hyo Eun saat bersama Annie, tapi ia sadar saat melihat ekpresi Do Woo, ia lalu memilih berdiam diri. Tapi ternyata Do Woo suka mendengar Soo A bercerita tentang Annie, karena dirumah ia tak bisa membicarakannya karena nama Annie dilarang dirumahnya *heol sampai segitunya emang masalahnya apaan? kepo ih


Dan ternyata setelah cukup lama menunggu, pesawat yang membawa bagasi Soo A mengalami delay *eaaa, dan akhirnya keduanya lebih lama menunggu lagi. Saat mengobrol, Do Woo meminta Soo A untuk mengucapkan selamat datang dan hal-hal baik lainnya. Soo A walau ragu, ia mengiyakan dan sambil menata emosinya ia menangkup tangan untuk berdoa, tapi ditahan Do Woo sambil meletakan tas ransel yang dibawanya dan mengatakan kalau Annie ada disini.

Membuat mata Soo A semakin berkaca-kaca, ia menarik nafas menenangkan diri lalu meletakan kedua tangannya diatas tas ransel lalu menutup mata dan dalam hatinya berkata apa yang diucapkan Do Woo tadi, sementara diluar hujan turun dengan deras menambah syahdu *eaa. Dan akhirnya pesawat itu datang, Soo A bergegas mengambil koper yang berisi barang milik Annie lalu menyerahkan ke Do Woo.

Dan akhirnya keduanya sadar saat akan pulang, kalau mereka seharian menghabiskan waktu bersama *eh dan enggak terasa matahari mau terbit. Saat keduanya jalan keluar, hujan masih turun dengan deras, Do Woo meminta Soo A pulang bersamanya karena ia membawa mobil, walau sempat Soo A menolak akhirnya ia setuju juga.

Do Woo meletkan tas ransel dilantai sementara ia berlari ketempat mobilnya diparkir, Soo A memandang ransel berisi abu Annie, naluri keibuannya muncul dan bergegas mengambi tas dan mendekapnya sembari menunggu. Saat Do Woo datang dengan mobilnya, ia terhenyak melihat Soo A begitu peduli dengan Annie dengan tak membiarkan tas itu tergeletak begitu saja dilantai.

Do Woo bergegas keluar dengan payung, dan mengajak Soo A masuk mobil duluan, nanti koper dia yang ambil. Lalu keduanya bergegas jalan dibawah guyuran hujan, Do Woo refleks menarik pundak Soo A agar tidak kehujanan, tapi membuat Soo A terkejut, Do Woo sadar diri ia lalu merenggangkan pegangannya itu.

Lalu keduanya sudah dalam perjalan didalam mobil, awalnya keduanya agak canggung, tapi Soo A mencoba berbicara, Ia merasa tidak enak hati karena membuat Do Woo memutar arah, tapi Do Woo santai menjawab kalau ia punya studio yang searah dan mengajak Soo A kapan-kapan mampir, ia ingin bertemu dengan Hyo Eun awalnya Soo A bingung tapi akhirnya ia mengiyakan.

Keduanya lalu menceritakan kedua anak mereka masing-masing, dilanjut Soo A cerita tentang pengalamannya selama menjadi pramugari. Dan tak terasa akhirnya mereka sampai, ternyata Soo A pergi kerumah mertuanya karena ia mengira Hyo Eun dititipkan disana, tapi saat ia ditelpon suaminya yang sedang siap-siap untuk kerja, ternyata Hyo Eun tinggal sendirian dirumahnya, membuat Soo A langsung putar arah kembali, untung Do Woo masih disana, dan akhirnya mereka pergi bersama lagi.

Soo A tidak enak ia ingin naik taxi saja, tapi dipaksa Do Woo dengan alasan pengalaman Soo A  menjadi pramugari yang sudah berkeliling kebanyak tempat, Do Woo ingin mengajak Soo A ke manapun bahkan ke sungai Han. Tiba-tiba Do Woo ingat sesuatu, ia lalu meminta waktu Soo A lima menit saja, lalu ia bergegas ke suatu tempat, ternyata ia teringat ucapan Hyo Eun.


Hari mulai terang, semburat warna jingga menandakan matahari akan terbit, keduanya sampai di tepi sungai Han. Do Woo bergegas turun lalu berpindah ke sisi Soo A yang kebingungan, ia membuka ransel dan membuka bungkusan berisi Guci Abu Annie, ia mengambil senggenggam abu lalu perlahan jalan mendekati tepi sungai lalu menabur abu itu disana sambil berkata kalau itu adalah sungai Han.

Ia menabur sambil menahan sedih, Soo A menatap laki-laki didepannya itu dengan perasaan mengerti, selesai Do Woo jalan kembali ke mobil dan berhenti saat melihat Soo A menatap kearah dirinya.

Next : Sinopsis On The Way to the Airpot Episode 3

Komen :
Temanya perselingkuhan yak ini? hembt sebenarnya agak gimana gitu untuk bisa membenarkan jalan ceritanya. Tapi kok ya, kalau dilihat episode 1 & 2 bisa seindah gitu pertemuan keduanya *LoL.

Masih kepo tentang alasan emaknya Annie sebegitu bencinya sama anaknya, bahkan namanya diganti dan terlarang dirumahnya sendiri. Aku nebak sih masalahnya enggak jauh-jauh dari mantan suaminya Hye Won alias bapak kandungnya Annie, kepo juga kenapa Do Woo begitu sayang sama Annie yang notabene Anak tirinya?

Kepo juga sama Kapten Park yang sepertinya ada sesuatu sama Yeo Jin, ia saja suka main mata sama pramugari-pramugari lainnya walaupun sebatas bersenang-senang *iyuh.

Yak, kalau dilihat dari pasangan masing-masing sih, bisa ngedukung si tokoh utama bersatu *LoL, tauh ah gelap, selain cerita penasaran juga sama OStnya hahaha belum keluar tapi TT 

No comments:

Post a Comment