Wednesday, July 20, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 20 Ending

Mirror of The Witch Episode 20

Akhirnya kita sampai dipengujung episode Mirror of The Witch, siapkan hati yang kuat !!!


Episode Terakhir

Kita mulai dari ending Episode 19 ya, bukan dari Epilognya ^^. Keesokan harinya, Yoon hee bangun tidur dan ia tersenyum melihat Joon tertidur sambil duduk disampingnya. Joon perlahan-lahan membuka matanya dan melihat Yoon hee menatapnya sambil senyum. *aduh belum apa-apa musik latarnya bikin baper TT.


Joon berkata lirih kalau rasanya seperti mimpi, Yoon hee tersenyum apa sekarang Joon rasanya masih bermimpi. Joon mengangguk mengiyakan, rasanya seperti mimpi yang dimana ia tidak ingin bangun, Yoon hee tersenyum saja menedengarnya. Tapi kemesraan dipagi hari itu terusik, dengan Soon deok yang datang sambil teriak-teriak memanggil Joon.

Joon dan Yoon hee langsung turun menemui Soon deok, Joon bertanya ada apa. Belum sempat Soon deok menjawab, Yo kwang datang sambil menggerutu karena Soon deok seenaknya keluar masuk Kuil Chungbing, padahal ia sudah memperingatkannya kalau ini tempat tidak sembarang boleh dikunjungi.


Joon mengulangi pertanyaan, membuat Soon deok grogi, ia menunjukan bungkusan yang ia bawa tapi ia gugup mau menjelaskannya. Membuat ketiga orang didepannya bingung, Joon menebak apa itu Yo kwang, ditambahi Yo kwang ikut menebak apa itu untuknya, membuat Soon deok semakin salah tingkah *LoL.

Soon deok langsung mengelakanya, ia berkata kalau itu makanan untuk ia makan *wkk. Joon tak percaya langsung merebut bungkusan itu sambil bertanya kenapa ia membawanya kalau mau dimakan sendiri *hahaa. Sementara Soon deok masih menyangkal, Joon mencium aroma ramuan tadi dan berkata kalau itu ramuan yang bagus untuk luka tikam *bwahaha.

Membuat Joon dan Yoon hee tertawa, Soon deok semakin malu dan ia malah menyalakah dukun yang memberi obat itu, ia merasa kalau ia tadi pesan obat mabuk. Joon dan Yoon hee menatapnya tak percaya sambil menahan senyum, membuat Soon deok tak bisa mengelak ia mengambil obat dari tangan Joon lalu memberikannya ke Yo kwang, lalu ia buru-buru jalan pergi.

Joon tertawa lalu mengajak Yoon hee pergi, tapi ia jalan duluan mengejar Soon deok, sementara Yoon hee masih ketawa-ketiwi melihat Yo kwang yang kelihatanya polos tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Joon mengejar Soon deok yang masih didepan pintu Kuil Chungbing.

Joon menggodanya, jika Soon deok cemas bisa tanya baik-baik bukan seperti itu, tentu dielak Soon deok. Membuat Joon tertawa melihatnya, ia bertanya apa Soon deok menyukai Yo kwang *plak. Langsung membuat Soon deok berteriak, ia menyangkalnya, ia menyukai pria yang lugu, baik tubuhnya dan pikirannya. Joon mengangguk-angguk sambil menasehati, tak apa wanita dan pria saling menyukai, yang masih dielak Soon deok kalau ia menyukai uang *LoL.


Lalu Joon punya ide, ia mulai sibuk meramu ramuan, Yoon hee datang dan heran ia bertanya Joon sedang apa. Dengn menahan senyum, Joon menjawab kalau ia harus membantu seseorang? Yoon hee tak mengerti siapa yang harus dibantu. Joon menjawab seseorang yang hanya bisa marah-marah karena ia pengecut, Yoon hee berfikir sebentar ia lalu tersenyum jail, lalu berkata apa Joon mau dibantunya, yang diiyakan Joon, lalu keduanya sibuk membuat ramuan sambil tersenyum.

Sementara itu, Soon deok jalan pulang sambil terus kepikiran kejadian saat Yo kwang melindunginya dari serang Hyun seo. Membuat Soon deok geleng-geleng kepala sendiri, ditengah-tengah orang yang sibuk berlalu-lalang, Soon deok melihat Ok yang jalan mengendap-endap sambil menutupu wajahnya dengan topi.


Soon deok langsung mengikutinya, Ok sampai disebuah tempat sesekali ia menoleh kekakan dan kekiri, ia sempat ragu akan melangkahkan kaki kesebuah tempat yang diluar sedang dijaga beberapa orang bertampang sangar. Soon deok mengintip dari kejauah, walau ragu-ragu dan cemas akhirnya Ok jalan menuju ketempat itu, didepan ia dihadang para penjaga, gemetaran Ok mengeluarkan sebuah tiket, lalu dia dipersilahkan masuk kedalam. (*oh akhirnya Ok memutuskan kabur ke China).

Joon dan Yoon hee pergi mencari Soon deok, tapi menurut orang dirrumah, Soon deok belum pulang. Saat keduanya akan pergi, mereka berpapasan dengan Soon deok yang baru pulang, ia heran melihat keduanya. Joon langsung memberikan botol ramuan keberanian ke Soon deok yang masih mengelaknya dan enggan menerima obat itu.


Joon memaksa memberikan botol itu ketangan Soon deok sambil berkata terserah Soon deok, tapi kalau Soon deok mau berjalan mulus antara dia dan Yo kwang ya minum saja, yang langsung membuat Soon deok mati kutu, Joon dan Yoon hee mengetawainya, lalu Joon mengajak Yoon hee pergi. Tapi Soon deok menahanya, dan berkata kalau ia tadi melihat Ok akan melarikan diri, ia bertanya apa Joon akan menangkapnya? Joon berdiam sesaat lalu berkata kalau saat ini ia tak perduli, lalu ia menarik Yoon hee jalan pergi. Sepeninggal keduanya, Soon deok menimang-nimang akan minum atau tidak obat tadi.

Sampai dikuil Chungbing, keduanya sibuk membuat ramuan, tapi nampak Joon melamun, membuat Yoon hee harus berulang kali memanggilnya, baru Joon sadar dari lamunannya. Joon malah balik bertanya apa Yoon hee butuh sesuatu membuat Yoon hee menghela nafas, lalu duduk didekatnya, Yoon hee meminta pergi dan melihatnya sendiri jika cemas maksudnya Heo Ok.

Joon mengelakanya, ia merasa lebih baik jika tidak melihatnya. Yoon hee menasehati, bagaimana nanti kalau Joon menyesal, dan hal itu hanya akan membebani hatinya, Joon terdiam berfikir. Sementara didalam rumah penampungan, Ok duduk dengan tidak tenang menanti waktunya pergi. Dan setelah menunggu cukup lama, seorang masuk dan mengatakan sekarang waktunya mereka pergi, yang lansung disambut ceria semua orang didalam termasuk Ok.

Ia mencari teman tapi disingkir-singkirkan orang-orang tadi, sehingga ia menjadi terakhir yang keluar. Sementara yang lain sudah jalan duluan, dan tepat waktu Ok akan pergi menyusul, Joon dan Yoon hee datang menghadangnya membuat terkejut. Joon jalan mendekatinya, membuat Ok melangkah mundur cemas, Joon bertanya apa kakaknya itu akan melarikan diri ke China? Saat statusnya buronan, padahal kakaknya mantan pengawal istana, jadi ia tahu dengan past bagaimana nasib buronan yang melarikan diri jika tertangkap.


Ok menjawab apa Joon akan melaporkannya, sambil melihat sekeliling takut Joon membawa pasukan. Joon menahan emosi, menjawab untuk apa ia melakukan hal itu? Joon menasehati Ok, jika Ok melarikan diri sebagai buronan maka seumur hidupnya akan menderita. Tapi, namanya juga Ok, ia malah mengira Joon sedang mengolok-oloknya, membuat Joon emosional, ia menaikan suaranya sambil meminta kakanya untuk menyadari semua kesalahannya dan membayar semua kejahatannya, karena itu kesempatan terakhir untuk hidup secara terhormat.

Membuat Ok kaku tak bisa menjawab, Joon menata emosinya lalu lari pergi meninggalkan Ok yang masih mengomel. Yoon hee jalan mendekati Ok yang membuatnya ketakutan dan bertanya apa yang Yoon hee akan lakukan. Yoon hee menjawab, mungkin akan sulit bagi Ok untuk mengakui kesalahannya, tapi ia memohon agar Ok mau menerima kesempatan terakhir yang Joon berikan, sambil memberikan botol ramuan obat ke Ok.

Kita lihat pasangan galau lainnya, Soon deok kembali ke Kuil Chungbing dengan langkah mantab sambil salah satu tangannya menggenggam erat botol ramuan yang sudah kosong. Yo kwang mengomel, melihat Soon deok keluar masuk Kuil seenaknya sendiri. Soon deok, datang karena da hal yang ia tanyakan, Yo kwang heran apa itu, Soon deok lalu bertanya kenapa waktu itu menggengam tangannya? Yo kwang berfikir tapi tidak ingat kapan ia menggenggam tangannya *bwahaha.


Soon deok emosi menjelaskan saat Yo kwang ditikam Hyun seo waktu itu ia menggengam tangannya, Yo kwang bingung dan menjawab kalau ia hanya ingin menolong Soon deok, membuat Soon deok semakin emosi, kenapa Yo kwang menolongnya kenapa juga ia curhat dan bertengkar dengannya? Yo kwang lelah, kenapa Soon deok mengeluh padahal ia sudah menolongnya.

Yo kwang lalu bertanya apa yang diinginkan Soon deok, apa ia harus minta maaf? Lalu Yo kwang minta maaf berulang kali lalu jalan pergi. Tapi malah dimarahi Soon deok, membuat Yo kwang jengkel merasa serba salah, lalu ia bertanya kenapa? Dan dengan terbata-bata akhirnya Soon deok mengakui perasaannya, membuat Yo kwang melongo.

Membuat Soon deok salting, lalu ia berkata kalau ia tak mau membebani orang lain, jadi Yo kwang tak perlu khawatir perkataannya, dan ia tidak akan datang menggangu Yo kwang lagi, lalu ia bergegas pergi. Yo kwang bertanya, siapa bilang ia merasa terbebani, jadi Soon deok tak perlu seenaknya sendiri mengatakan tidak akan menemuinya lagi, Yo kwang juga mempersilahkan Soon deok melakukan sesuka hatinya, dan mempersilahkan Soon deok menganggap kuilnya sebagai rumah sambil tersenyum manis ke Soon deok yang bengong *ciee


Akhirnya Ok enggak jadi melarikan diri, ia sudah sampai digerbang dekat istana, tapi ia masih ketakutan mau menyerahkan diri. Ia sesekali menoleh ke pintu gerbang, lalu melihat botol ramuan pemberian Yoon hee tadi, ia lalu meminumnya. Sesaat setelah minum, tubuhnya berhenti gemetar, ia lalu berdiri jalan tegap kearah pintu gerbang, sampai disana ia dihadang para pengawal. Ok langsung berkata kalau ia datang untuk menyerahkan diri sambil memperlihatkan wajahnya.


Dan, mereka bertiga berkumpul di altar lilin, dan tinggal satu lilin yang belum menyala, Yoon hee tersenyum senang, ia menoleh ke Yo kwang yang memaksakan diri tersenyum sambil berkata waktunya tinggal sehari lagi.  Yoon hee mengangguk sambil meneruskan senyum bahagianya, Joon tersenyum melihatnya walau hatinya sedih. Ia lalu memanggil Yoon hee, dan mengajaknya pergi ke suatu tempat.


Lalu keduanya pergi kesuatu tempat sepi, disana ada sebuah rumah kosong, Joon bertanya apa Yoon hee menyukainya, Yoon hee tersenyum dan menyukainya. Lalu keduanya sampai di beranda depan rumah, Joon langsung duduk dan meminta Yoon hee ikut duduk saja, Yoon hee heran kenapa tiba-tiba Joon mengajaknya kesini, Joon tersenyum nakal mengajak Yoon hee untuk tinggal semalam (hayoo Joon, nakal loh :D). Yoon hee tersenyum, ia bertanya bagaimana dengan lilin terakhirnya? Joon menarik Yoon hee agar duduk, lalu ia tersenyum sambil berkata kalau ia sudah menemukan orang yang bisa menyalakan lilin terakhirnya.

Joon menari nafas, lalu meminta agar hari ini tidak membicarakan tentang kutukan ataupun lilin. Dan hanya memikirkan satu sama lain saja, apa Yoon hee mau melakukannya demi Joon? Yoon hee tersenyum manis sambil mengangguk setuju.

Lalu keduanya jalan-jalan kepasar, Yoon hee masih menutupi wajahnya dengan jubah, tapi Joon memaksanya untuk melepas, akhirnya Yoon hee mau melepasnya. Joon langsung mengambil sebuah topi pink ala-ala mongolia dan memakaikannya ke Yoon hee, yang malu-malu meong melepaskannya lalu keduanya jalan lagi, melihat-lihat isi pasar.


Keduanya lalu membeli beras, lalu saat melihat perlengkapan membuat layangan, Yoon hee langsung antusias dan keduanya langsung membeli alat-alat membuat layangan tadi. Lalu mereka, melihat adu ayam, Yoon hee ketakutan dan mengajak Joon pergi. Lalu, mereka melihat pernak-pernik hiasan rambut, Yoon hee jail memakaikan kerambut Joon membuat keduanya tertawa bersama (*ceritanya kencan ala joseon :D).

Saat Joon asyik memilih hiasan rambut, Yoon hee melihat Hong joo berdiri menatap mereka dari jauh. Joon memanggilnya membuat Yoon hee menoleh, tapi saat kembali melihat ke arah Hong joo tadi, Hong joo sudah menghilang. Lalu keduanya memutuskan pulang, Joon bertanya apa Yoon hee lapar? Ia lalu mengajak Yoon hee bergegas pulang dan memasak bersama-sama.


Ditengah perjalanan, ada sesuatu yang menarik perhatiannya, ia memutuskan kembali dan melihat hal itu, Joon terpaksa mengikuti Yoon hee yang ternyata ia melihat upacara pernikahan disebuah rumah warga. Yoon hee antusias menyaksikan jalannya prosesi adat upacara pernikahan kedua mempelai tadi, Joon menatapa Yoon hee dengan sedih.

Dan, akhirnya mereka sampai dirumah dan mulai sibuk memasak, Yoon hee mencuci beras sedangkan Joon menyiapkan periuk dan api. Selesai mencuci, Yoon hee akan memasukan beras tadi kedalam periuk, tapi ditahan Joon karena merasa airnya kurang, tapi Yoon hee yakin airnya cukup dan langsung memasukannya *hahaa.


Yoon hee lalu memerintahkan Joon mengipasi apinya supaya besar, Joon langsung mengiyakan sambil semangat mengipasi api, sementara Yoon hee menyiapkan lauk. Sesekali Joon bersembunyi dibalik Yoon hee karena terkena asap, Yoon hee mendorong-dorongnya dan meminta agar apinya jangan sampai mati, (*oh so sweet), akhirnya Yoon hee yang ambil alih mengipasi api, Joon ikut duduk disamping Yoon hee jadi penonton saja, hahaha.


Anggap saja masakan tadi matang dan mereka sudah makan *LoL, keduanya kini sedang asyik membuat layangan, dan sepertinya layangan mereka sudah jadi, dan mereka asyik menghias dengan menggambar wajah satu sama lain bergantian. Setelah jadi, mereka mulai menerbangkan layangannya, Joon yang lari sementara Yoon hee yang menaikan layangannya, tapi berulang kali layangan enggak terbang-terbang juga *bwahaha, akhirnya Yoon hee yang lari dan Joon yang menaikan layangan, dan akhirnya layangannya terbang *yeee.


Malam hari, Yo kwang ditemani Soon deok *ciee kencan ciee :P, minum-minuman dirumah makan didesa. Disana tidak hanya mereka berdua, ada seseorang memakai baju hitam dan topi duduk membelakangi keduanya. Yo kwang terus minum untuk menghilangkan kesedihannya, ia teringat permintaan Joon kemarin yang memintanya mencarikan sebuah rumah, untuk ia tinggali bersama Yoon hee, karena ia ingin menghabiskan waktu yang tersisa berdua saja dengan Yoon hee.

Tapi, Yo kwang terbata-bata bertanya tentang lilin terakhir, dengan tersenyum Joon menjawab kalau ia sudah mendengar dari Tuan choi, jadi Yo kwang tenang saja, karena ia akan menyalakan lilin terakhir untuk Yoon hee. Mengingat itu membuat Yo kwang semakin sedih, ia meneruskan minumnya sampai habis banyak sekali, membuat Soon deok bingung, ia meminta Yo kwang minum pelan-pelan.


Tapi Soon deok malah diusir pergi Yo kwang, membuatnya penasaran sebenarnya apa yang sudah terjadi? Yo kwang pilu, meraung mengutuk surga yang menurutnya tidak adil (*salahkan SW-nimnya Wkkabur #larikenceng), Yo kwang berteriak frustasi merasa bersalah terhadap Yoon hee dan Joon. Soon deok mengingatkan tentang luka Yo kwang yang belum kering, Yo kwang malah semakin marah, ia tak perduli lukanya, ia sudah sering hampir mati.

Ia lalu menuang araknya lagi tapi habis membuat ia semakin kesal melempar-lempar benda didekatnya, membuat Soon deok bingung ia meminta Yo kwang tenang lalu ia pergi mengambil arak lagi. Sepeninggal Soon deok, Yo kwang merebahkan diri, orang yang memakain baju hitam dan topi tadi menasehati Yo kwang agar menghargai hidupnya jika ia sudah sering terhindar dari kematian. (*ini mungkin yang membantu Yo kwang hidup kembali saat pertama kali Hong joo mengetahui keberadaan Yoon hee dirumah hutan terkutuk waktu episode awal-awal)

Yo kwang berdiri sambil bertanya apa yang dimaksud orang itu dirinya, orang itu diam sambil menuang arak, dan terlihat sebuah tanda dilengan bajunya, dan didekatnya duduk ada sebuah buku yang mirip buku grimoire. Orang tadi berkata dengan raut sedih, kalau takdir memang menyedihkan karena ada yang harus mati diantara keduanya. TT *ambil tissu siap-siap


Yo kwang menjawab kalau semua orang pasti akan mati, orang tadi menghela nafas berat sambil mengeluarkan sebuah botol ramuan obat pengorbanan, ia meminta Yo kwang memberikan obat pengorbanan itu ke laki-laki itu, agar ia mati tanpa merasakan rasa sakit. Ia juga berpesan, agar tidak terlalu putus asa, karena pengorbananya menyelamatkan banyak nyawa, setelah berkata seperti itu orang tadi langsung pergi. Yo kwang yang masih bingung segera mengambil obat tadi dan mengejarnya, tapi orang itu sudah hilang tanpa jejak.

Kita kembali ke Joon dan Yoon hee yang keduanya ketiduran diluar rumah sepertinya mereka habis membaca buku bersama. Tiba-tiba Yoon hee terbangung merasakan sesuatu, ia melihat Joon yang masih terlelap, ia perlahan-lahan menyingkirkan selimut lalu jalan pergi sendirian. Didekat pagar, ia melihat sebuah surat, ia menoleh sekitar yang sepi tidak ada orang, ia lalu membaca surat itu dan langsung bergegas pergi.


Sampai didekat sungai, ia sudah ditunggui Hong joo yang ternyata dia yang mengirim surat tadi. Ya sudah bisa ditebak Hong joo datang untuk memberitahu isi halaman terakhir buku grimoire, yaitu hanya pengorbanan cintalah yang bisa menyalakan lilin terakhir. Dan Hong joo menebak orang itu apsti Heo Joon, dan Joon pasti tanpa berfikir lagi mau mengorbankan dirinya demi Yoon hee. Membuat Yoon hee terhenyak matanya berkaca-kaca, tapi sekuat hatinya ia berkata kalau ia tak akan mempercayai perkataan Hong joo, lalu ia bergegas pergi.

Sepanjang perjalanan, Yoon hee memikirkan perkataan Hong joo tadi, sambil mengingat perkataan Joon tadi dan sepertinya perkataan Hong joo benar adanya. Sampai dirumah, ia melihat Joon sedang duduk dengan cemas, saat Joon menoleh dan melihat Yoon hee berjalan kearahnya. Joon langsung jalan mendekati Yoon hee sambil bertanya darimana Yoon hee, ia sangat cemas karena tiba-tiba Yoon hee menghilang.

Sae ron 15 tahun udah maen peluk2 cium2 oppa2 ganteng, lah gue dulu 15 tahun masih ingusan wkk boro-boro tau cinta-cintaan :D
Yoon hee malah langsung memeluk erat Joon sambil menangis, membuat Joon semakin cemas, ia bertanya apa yang terjadi? Apa Yoon hee sakit? Tapi Yoon hee tetap diam dan mengeratkan pelukannya. Joon bertanya lagi apa karena Yoon hee mengkhawatirkan lilin terakhirnya? Tetap saja Yoon hee diam, Joon lalu menarik Yoon hee dari pelukannya dan menatap Yoon hee yang sudah bercucuran airmata.

Joon mencoba tersenyum, meminta Yoon hee agar tidak terlalu mencemaskan tentang lilinnya, Yoon hee balik bertanya bagaimana caranya? Apa Joon harus mati demi dirinya? Membuat senyum Joon memudar. Yoon hee meminta Joon pergi, tidak seharusnya Joon mati karenanya, Joon terhenyak ia berusaha menenangkan Yoon hee, tapi Yoon hee terlanjur tidak bisa mengontrol emosinya.

Yoon hee menangis terisak-isak, apa yang harus ia lakukan setelah kehilangan Joon, lalu ia menyingkirkan kedua lengan Joon dari lengannya. Ia meminta Joon untuk pergi darinya, tapi Joon menolak ia tak akan pergi. Yoon hee berkata lagi, setelah bertemu dengan Joon, dan berpergian bersama-sama Joon, hal yang paling ia takutkan adalah, kalau Joon mati karena dirinya. Jadi dengan sangat Yoon hee meminta Joon pergi darinya, setelah berkata begitu Yoon hee pergi meninggalkan Joon yang masih diam bingung mau berkata apa.


Sementara Poong yeon yang sampai rumahnya, tiba-tiba ayahnya muncul dan memanggilnya. Lalu keduanya duduk berbicara didalam ruangan. Hyun seo berkata, jika kutukan Yoon hee hilang ia minta bantuan Poong yeon untuk membakar Hong joo dengan api keramatanya. Poong yeon bertanya apa yang akan ayah lakukan jika Hong joo mati nanti? Hyun seo menghela nafas, ia menjawab kalau ia ingin memikirkannya nanti setelah semuanya sudah terjadi. Sambil tersenyum keputranya, Hyun seo memintanya untuk tidak terlalu mencemaskannya.

Yoon hee sudah kembali ke Kuil Chungbing, ia merenung didalam kamarnya sesaat, lalu ia berdiri pergi kekamar Joon yang sedang duduk diam sedang berfikir juga. Lalu Yoon hee mengajak Joon untuk melakukan sesuatu hal bersamanya. Dan ternyata mereka melakukan upacara pernikahan, dan Yo kwang jadi pemandu acaranya.


Yo kwang memberi aba-aba, agar keduanya memberi hormat satu sama lain, walau kikuk, tapi keduanya menurut memberi hormat tapi yang terjadi keduanya malah saling menggoda satu sama lain dibawah dan tertawa. Membuat Yo kwang manyun, dan meminta keduanya cepat berdiri, lalu memberi aba-aba lagi, agar keduanya minum bersama-sama.

Selesai minum, Yo kwang mengesahkan keduanya menjadi suami istri (*ini beneran ceritanya atau pura-pura?) tapi ketiganya malah nampak sedih. Yo kwang akan melanjutkan acara selanjutnya, tapi Joon memotong ia merasa ada sesuatu yang kurang, ia lalu pergi kesuatu tempat untuk mengambil rangkai bunga yang dibentuk menjadi tiara.

Yoon hee sudah berkaca-kaca, ia menunggu Joon sambil berkata ke Yo kwang, Ia berharap ia bisa menghabiskan satu hari yang tersisa bersama Joon, sambil tak kuasa menahan isak tangisnya, membuat Yo kwang terdiam menutupi sedihnya juga. Sementara Joon memegangi rangkaian bunga tadi sambil menangis juga, ia berusaha menenangkan diri sebelum kembali kedepan.

Setelah tenang, Joon kembali dengan ceria, ia lalu memakaian tiara bunga itu ke kepala Yoon hee yang mencoba tersenyum juga. Joon berkata kalau sekarang mereka sudah menikah, jadi Yoon hee harus selalu bersamanya. Yoon hee mengangguk, Joon lalu berkata kalau ia sangat menyukai Yoon hee, yang dijawab Yoon hee kalau ia juga sangat menyukaia Joon. (*akhirnya aku mendengar kata pengakuan dari keduanya, tapi kenapa udah mau tamat begini? TT *eh, Yo kwang maap yee jadi obat nyamuk :P)


Joon lalu mengajak Yoon hee keluar, tapi sebelum pergi Joon mengajak Yo kwang kesuatu tempat. Dengan cemas, Joon berkata kalau waktu Yoon hee tinggal sedikit lagi, dengan sedih dan keraguan Yo kwang mengulurkan ramuan pengorbanan yang langsung diraih Joon. Yo kwang meminta maaf ke Joon, lalu memalingkan wajahnya jalan pergi tak sanggup menyembunyikan kesedihannya.


Yoon hee dan Joon keluar pergi melihat bintang seperti hari sebelumnya ditempat sama pula. Satu bintang terakhir jatuh, tanda kutukan Yoon hee menyala membuatnya merintih kesakitan dan jatuh lemas kepundak Joon yang berusaha tegar sambil menggenggam erat tangan Yoon hee. Dan perlahan Yoon hee jatuh tak sadarkan diri, Joon menatapnya sambil beruraian airmata, ia mengambil obat pengorbanan sambil didalam hatinya berkata, kalau waktu yang ia habiskan bersama-sama Yoon hee untuk menghancurkan kutukannya, itulah saat ia semata-mata mengorbankan seluruh hidupnya untuk Yoon hee.


Dan Joon ingin menjadi seseorang yang bisa melindungi orang yang ia cintai. Perlahan Joon membuka tutup botol, lalu meminum ramuan tersebut. Masih didalam hati Joon berkata, kalau yang ia miliki hanya ketulusan untuk tidak ingin membuat Yoon hee mati. Joon berharap ketulusannya tidak berkurang untuk Yoon hee. Lalu Joon berbaring disisi Yoon hee, dan terlihata keduanya nampak memejamkan mata.

Yo kwang juga melihat langit dan melihat bintang jatuh, membuat tertunduk sedih, dengan langkah lemas ia kembali kedalam kuil dan melihat altar lilin. Tapi, lilin terakhirnya tidak menyala langsung membuat Yo kwang berfikir sesuatu, ia segera lari pergi.

Ditempat Hong joo, sedang duduk manis menunggu ajal juga, Hyun seo datang dan melihatnya. Yo kwang berlari-lari sambil memanggil Seo ri atau Joon secara bergantian, sampai ia menemukan Joon tertidur sendirian diatas batu. Yo kwang panic, langsung membangunkan Joon yang kaget kenapa dia masih hidup, ia tambah kaget saat Yoon hee tak ada disampingnya.


Joon melihat botolnya kembali, dan ia berfikir sesuatu langsung ia lari mencari Yoon hee sambil teriak memanggil namanya. Sementara, Yoon hee sudah jauh jalan kesuatu tempat, didalam hatinya ia berharap Joon hanya sedikit terluka dan sedikit merindukannya. Yoon hee akan menikmati hari-hari saat bersamanya, hari yang tidak mungkin mereka miliki lagi.

Joon frustasi berteriak-teriak memanggil Yoon hee dengan airmata yang tak sanggup ia bendung lagi. Yoon hee masih terus berjalan, dan masih terus berharap, kenangan yang dimiliki Joon akan menjadi kerinduan yang akan menyemangati hidup Joon, sampai keduanya bisa bertemu lagi. Yoon hee lalu melihat ramuan pengorbanan ditangannya, ternyata ia tadi menukar botol ramuan pengorbanan dengan ramuan lainnya tanpa sepengatuan Joon. Yoon hee lalu meminum ramuan pengorbanan itu, sambil berterimakasih ke Joon dan mengatakana kalau ia mencintainya.


Dan akhirnya lilin terakhir menyala, Hong joo berdiri jalan mendekati Hyun seo tapi belum sampai, ia terjatuh sambil merintih kesakitan, ia berguling-guling menahan sakit dan sesekali ia muntah darah. Hyun seo hanya berdiri mematung menyaksikan hal itu, ditengah sekaratnya Hong joo bertanya apa Hyun seo senang melihatanya diujung ajalnya? Hyun seo diam saja menahan sedih.

Hong joo masih saja mengumpat menyalahkan semuanya, bahkan ia tetap pada akhirnya tidak mau mengakui kesalahannya. Menurutnya, selama surga sudah berkehendak siapa yang menjadi pemimpin negeri ini, dan selama masih ada orang yang membabi buta mengikutinya seperti peliharaan, maka rakyat akan terus menderita sampai akhir hayat.

Hong joo muntah darah lagi, dan benar-benar sekarat diujung tanduk, ia masih berusaha mematap Hyun seo yang menatapnya sedih sambil geleng-geleng kepala ia berkata kalau sepertinya hidup mereka sudah dikutuk. Hyun seo lalu jalan mendekati Hong joo dan membantunya berdiri, ia lalu menggendongnya pergi jalan keluar.


Sampai ditengah padang, didepan keduanya sudah berkobar-kobar api keramat yang sedang melahap kayu. Hyun seo jalan mendekat dan melihat anak tangga ditengah kobaran api. Hyun seo bertanya apa Hong joo merasakan sakit, Hong joo hanya bisa diam mengangguk, Hyun seo berkata lagi kalau rasa sakit yang diderita Hong joo sekarang adalah rasa sakitnya juga, dan juga rasa sakit semua orang.

Hyun seo sedih sambil berkata terlepas dari semua dosa-dosa Hong joo yang tak terampuni, ia memohon Hong joo mati dengan membawa semua kutukan itu, dan ia akan menemani Hong joo. Hong joo mengangguk lalu menundukan kepala dan mengeratkan pegangannya ke Hyun seo yang perlahan jalan kearah anak tangga tadi.


Sebelum naik, Hyun seo menoleh menatap putranya Poong yeon yang berdiri jauh dibelakangnya dengan senyuman. Lalu ia mulai menapaki anak tangga, membuat Poong yeon mulai curiga, tapi terlambat api keramat langsung menyambar tubuh Hyun seo dan juga Hong joo. Poong yeon berlari panic, sambil memanggil ayahnya sampai ia terjatuh, sayang ayahnya dan juga Hong joo sudah pergi kelangit tubuh keduanya berubah menjadi asap hitam yang langsung menghilang.


Keesokan harinya, langit yang semulai dinaungi awan gelap, perlahan berubah menjadi awan putih, dan langit menjadi cerah. Ratu Shim yang menatap langit seakan mengerti apa yang terjadi, matanya berkaca-kaca dan raut wajahnya sedih.


Joon jalan lunglai kembali ke kuil ia melihat lilin terakhirnya menyala membuat matanya berkaca-kaca. Yo kwang dan Poong yeon lari melihat altar, lalu keduanya ikut berkaca-kaca, Yo kwang memilih pergi karena tak sanggup menahan sedih. (*ya aku bisa memahami Yo kwang ini setia menjaga Yoon hee sedari bayi sampai dewasa, sudah seperti bibi pengasuh eh paman pengasuh, terus gimana perasaanya melihat anak yang ia lindungi mati-matian selama ini, toh pada akhirnya pergi dengan cara seperti itu) *emang SW-nim terlalu *hahaha


Joon menatap lilin itu sampai akhirnya tak kuasa menahan pilunya, ia menangis terisak-isak. Poong yeon juga menitikan airmatanya, ia memilih jalan pergi dari altar membiarkan Joon menangis. (kasihan Joon dua kali dia kehilangan orang yang dikasihinya tanpa bisa melakukan apa-apa, pertama ibunya sekarang Yoon hee, SW-nim TT hahahaa) (*Poong yeon juga menderita ini, kehilangan adiknya sekaligus orang yang ia sayangi, ayahnya bahkan teman satu-satunya Seol gae TT)

Dan waktu tetap berjalan dengan sombongnya tanpa perduli perasaan kami yang masih sakit *wkk. Didepan gerbang istana orang-orang berkerumun, ternyata sedang diadakan ujian masuk untuk mahasiswa ataupun siapapun yang merasa mampu mengerjakan ujian yang diselenggarakan istana.

Dan dari barisan pendaftar, kita bisa lihat Heo Joon, saat mendaftar, petugas bertanya ujian apa yang akan diambil Joon? Lalu dijawab Joon, kalau ia ingin mengambil semua ujian yang ada. Dan akhirnya mereka yang sudah terdaftar masuk kehalaman istanan ketempat yang sudah disediakan. Mereka mulai duduk ditempat mereka masing-masing. Setelah semuanya masuk, petugas membuka soal ujian, dan semuanya mulai menulis jawaban dikertas masing-masing yang sudah disediakan.


Dan Joon orang pertama yang menyelesaikan ujian itu dan langsung berdiri menyerahkan lembar jawaban ke panitia, membuat semua peserta lain menatapnya heran. Dan panitia juga ikut heran mereka berbicara satu sama lain melihat jawaban Joon. Sementara Joon dengan keyakinan penuh, pergi meninggalkan halaman ujian.

Sampai diluar ia sudah ditunggu, Yo kwang dan Soon deok yang sudah berpakian seperti orang yang sudah menikah (*eh mereka dah nikah ya? Lah kok mereka yang Happy Ending *LoL). Keduanya heran kenapa Joon cepat sekali keluarnya, Yo kwang bertanya apa ujian terlalu sulit jadi Joon menyerah dan keluar. Soon deok menyemangati Joon tidak apa-apa, masih ada tahu depan Joon masih bisa mengikuti ujiannya lagi. (wow teman-teman yang setia :D)


Soon deok juga akan mentraktir Joon makan sepuasnya jadi Joon tak perlu sedih lagi, Yo kwang langsung melirik tajam ke Soon deok, membuat Joon tertawa melihatanya. Tapi, Joon minta maaf ia sudah punya janji dengan seseorang. Sepeninggal Joon, Yo kwang mengomeli Soon deok kenapa ia berbaik hati bukannya menghemat uang, Soon deok manyun dan merasa kedai itu miliknya bukan milik Yo kwang, lalu keduanya jalan pergi pakai rangkulan segala *ciee.


Ternyata Joon pergi menemui Poong yeon yang sudah bersiap-siap didepan gerbang bersama beberapa orang yang menunggu keluar juga. Poong yeon bertanya apa Joon mengikuti ujian untuk menjadi tabib istana. Joon membenarkan, karena ia ingin menepati janjinya ke Yoon hee. Dan seorang berteriak mengatakan waktunya pergi sudah tiba, Joon bertanya apa Poong yeon benar-benar harus pergi? Poong yeon mengiyakan karena ia ingin pergi mempelajari banyak hal dan membantu banyak orang. Dan pada akhirnya Poong yeon berangkat juga, Joon hanya bisa menatap sambil tersenyum mengantar kepergiannya.

Dan kita lihat Raja dulu yang sekarang sudah ditumbuhi jambang (*gak penting amat sih hahaha) sedang senyam-senyum sendiri dihalam istananya. Saat Joon datang, mimik wajah Raja jadi sok cool, ia berbalik dan melihat Joon ia bercanda kalau Pakaian Joon tidak cocok untuknya. Joon hanya bisa tersenyum saja, Raja usil bertanya lagi kenapa orang seperti Joon akhirnya menjadi tabib?


Joon menjawab kalau ada buku yang harus ia tulis sebelum ia mati, buku yang bisa menyembuhkan mereka yang sakit dan juga bisa menyentuh hati mereka. Karena Joon merasa tidak akan bisa membantu seluruh orang didunia ini, tapi kalau buku akan selamanya bisa membantu mereka yang sakit. Seperti saat Joon membantu Raja, membuat Raja tersipu-sipu, ia langsung pergi jalan, tapi ia berhenti dan berbalik memanggil Joon dengan panggilan tabibku *hahha, Joon menoleh. Raja berteriak, kalau ia pasti akan membaca buku Joon sebelum ia mati. Joon tersenyum senang lalu menunduk memberi hormat, Rajapun tersenyum lalu jalan pergi.


Suatu hari, Joon pergi ke kuil Chungbing yang sunyi, ia melihat sekeliling kuil penuh kenangan itu, sampai dialtar lilin yang ternyata semuanya lilinya telah padam. Ia melihat barisan lilin terakhir yang ia bantu menyalakan secara mati-matian, membuatnya tersenyum tipis.

~ 40 Tahun Kemudian ~

Disebuah padepokan, seorang kakek sedang mengajar anak-anak didiknya, ia sedang bercerita tentang kisah seseorang yang bernama Im Keok Jung yang penuh keberanian selalu membela rakyat kecil yang kelaparan dan juga mendapatkan perlakuan tidak adil.


Selesai bercerita, anak-anak berseru takjub mendengar kisahnya, seorang anak mengangkat tangan bertanya, bagaimana caranya kalau ia ingin menjadi orang seperti Im Keok Jung agar bisa membela rakyat kecil, ia juga memperagakan jurus bela diri membuat teman-temannya, dan kakek itu tertawa.
Seorang anak lain mengangkat tangan dan bertanya, bagaimana caranya ia bisa menjadi tabib hebat seperti kakek itu? Kakek itu berfikir lalu menjawab kalau untuk menjadi tabib yang hebat, pertama-tama mereka harus bisa melihat isi hati mereka yang sakit terlebih dahulu sebelum melihat tubuh mereka. Anak itu heran, kakek mengangguk kalau untuk menjadi tabib yang hebat mereka harus pintar membaca hati seseorang dahulu, dan mereka semua mengangguk memahami perkataannya.

Lalu datang seorang anak laki-laki memanggilnya guru , kakek itu mengangguk lalu keduanya pergi kesebuah ruangan lain. Kakek tadi menulis sesuatu disebuah buku, lalu menutup buku setelah selesai menulis disampulnya tertulis jenis obat-obatan korea, anak laki-laki tadi tersenyum sambil bertanya apa buku gurunya itu akhirnya selesai juga? Kakek itu mengangguk membenarkan .

*Aih dedek Dareum
Tapi anak itu bertanya sesuatu yang ada dibuku tadi, karena ia merasa ada yang janggal tentang ramuan melihat hantu atau ramuan jatuh cinta? (*yah dari pertanyaan anak tadi, kita bisa tahu kalau kakek itu adalah Heo Joon) yang menurut anak tadi semua itu tidak termasuk dalam ilmu pengobatan. Kakek itu tersenyum sambil berkata kalau ramuan itu dibuat temannya, memang tidak termasuk dalam ilmu pengobatan.

Kakek itu lalu bertanya, apa sudah saatnya mereka pergi ke kota? Anak tadi yang masih belum paham, mengangguk mengiyakan. Lalu keduanya jalan pergi kekota melewati padang bungan (*cantik). Setelah jauh melangkah, Kakek Joon kelelahan ia minta untuk beristirahat dulu, anak laki-laki tadi mengiyakan sambil meminta gurunya untuk duduk dulu sementara dia akan pergi mencari sungai terdekat untuk mengambil air.


Kakek Joon duduk disebuah batang kayu, ia melihat sekitar menikmati udara sejuk sambil menghilangkan lelah. Tapi, saat melihat kelangit ia tersentak karena melihat layang-layang yang saat ia kenal sedang mengudara. Membuat rasa lelahnya mendadak sirna, ia langsung berdiri dan lari mencari sumber darimana layangan itu berasala. Sampai pada akhirnya ia sampai disuatu tempat, dan disana ada sebuah rumah dan didepanya ada gerbang dari kayu dan disekitarnya terdapat banyak lilin.
Dan kakek Joon jalan perlahan kesana, sampai ia melewati gerbang tadi, kakek Joon berubah menjadi Joon mudah lagi, dengan tatapan tak percaya ia terus jalan mendekati rumah yang sepi. Dirumah itu terdapat banyak kain warna-warni, dan airmatanya menetes saat ia melihat alat-alat untuk membuat layangan ada disalah satu sudut rumah tersebut.


Joon menangis sambil tertawa melihat apa yang ia lihat, ia lalu berbalik dan terhenyak saat didepannya berdiri seseorang yang sangat ia rindukan. Yoon hee yang berdiri menatap penuh rasa haru dan perlahan Yoon hee tersenyum hangat, membuat tangisan Joon perlahan berubah menjadi senyuman.

TAMAT

Komen :

Masih bingung endingnya enggak jelas blas? hahaha, memang dari dulu drama Saeguk dicampur Fantasy hasilnya selalu Open Ending, contoh lainnya Gu Family Book dan Shcolar Wo Walks in The Night. Apalagi jTBC ini suka sekali ngasih Open Ending disetiap drama mereka :D

Open Ending itu penonton bisa mengira-ngira atau membuat cerita versi mereka sendiri :P

Dan menurut pikiranku atau menurutku versiku ^^ maksud Endingnya yaitu :

"Mungkin obat yang dikira Joon Ramuan Pengorbanan itu ramuan harapan atau ramuan kekuatan atau ramuan lainnya yang dibuat Yoon hee sambil ia berharap Joon tetap kuat menjalankan hidupnya, setelah ia pergi. Dan aku kira Yoon hee enggak mati, kan tidak ada scene Yoon hee memejamkan mata/ meninggal bahkan mereka juga tidak menemukan jenazah Yoon hee, lagipula kata-kata Yoon hee saat ia meminum ramuan pengorbanan yaitu, ia berharap Joon kuat sampai waktunya mereka bertemu kembali? jadi Yoon hee tetap hidup setelah menghancurkan kutukannya, tapi dia mungkin masih menjadi penyihir dan masih mempunyai kekuatan supranatural jadi Yoon hee memilih menyembunyikan diri sambil menunggu waktu ia bertemu Joon kembali.

Dan setelah 40 tahun, Joon yang sudah menjadi kakek-kakek, dengan secara supranatural menemukan tempat tinggal Yoon hee dari ia melihat layangan yang ia yakini milik Yoon hee. dan secara supranatural ia melewati gerbang lorong waktu yang merubah dirinya kembali Joon yang muda, dan bertemu Yoon hee yang masih awet muda." End


Hahaa terserah kalian masing-masing mau menebak maksud endingnya gimana? mau Happy Ending, Open Ending atau Sad Ending, toh dramanya udah tamat seperti itu :P

Dan kesimpulan dan petuah yang bisa diambil, Toh sekuat dan sepintar apapun kita, tak bisa merubah takdir Tuhan yang sudah ditetapkan. Seperti Ratu Shim yang mandul, ingin sekali punya anak sampai bersekutu dengan ilmu hitam dan menghasilkan anak juga, tapi pada akhirnya kedua anaknya tak ada yang selamat kan, PM yang ia lindungi akhirnya mati dan Putri yang melindunginya juga tak bisa hidup normal seperti manusia pada umumnya.

Oke, akhirnya kita sampai di Episode terakhir, akhir kata terimakasih semuanya yang sudah mengikutinya selama ini, terimakasih yang sudah menyemangatiku, Terimakasih, Thankyou, Gomawo ^^ see you 

8 comments:

  1. Huwaaa ternyata itu bukan anaknya toh .

    Aduh mbak minta kejelasan dong akhirnya mereka kayak mana sama sutradaranya hahahahahahaha

    Banyak yang suka banget dengan drama ini hanya saja endingnya nyesek banget baca deh di comenant instagram jtbc lucu2 komennya
    ... Harapannya semoga dedek saeron dapet projek drama saeguk lagi barengan sama joon dan sama yokwang sama lee ji hoon jugak syka banget karakter mereka di drama ini

    Huhuhu selalu suka dram saeguk

    ReplyDelete
    Replies
    1. siapa yg anaknya siapa? Da reum toh? itu muridnya kakek Joon manggilnya aja sasaem (guru)
      Maksudnya kek mana sama sutradaranya? *gagalpaham :D
      Belum sempet kepoin istragamnya :D, ya mungkin suatu waktu nanti dpt project bareng lgi, si Sae Ron biar dewasa dulu, jd boleh ad kiss scenenya *hahaha

      Delete
  2. Gomawo unnie^^...jujur aja sedih sama ending yg gantung kyk gini..tp aku tetep salut sama aktingnya sae ron yg top bngt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yak bener sy jg nonton episode endingnya nyesek gk bisa tidur semalem *LoL kepikiran terus, kan SW-nimnya bisa bikin gak harus pengorbanan cinta utk nyalain lilin terakhirnya atw gpp pengorbanan cinta tp ada keajaiban keduanya sama2 hidup gitu :D.
      Sae ron emang kalu acting total dr kecil, q suka drama2nya sama filmnya juga :)

      Delete
  3. Haduuuuh, akhirnya end juga. kapan lagi liat akting Yoon Shi Yoon. Thankyou menenkyou mbak. Semoga hadir lagi sinopsis " keren lainnya. TERIMA KASIH

    ReplyDelete
  4. huhuu padahal pengen banget lihat endingnya si poong yong sama seol gae, jadi si soel gaenya dihidupin lagi gitu.. ala ala sinetron indonesia wkwkk
    kalo ending main castnya sih udah cukup puas lah wkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang SW-nimnya kejam hahaha, lah nanti enggak cukup 20 epi kalau ala2 Sinetron :P

      Delete