Monday, July 18, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 19

Mirror of the Witch Episode 19

Petugas menabuh genderang tanda dimulainya upacara pembakaran Yoon hee, didalam penjaran Joon yang mendengar suara itu mulai panik , ia langsung memanggil Yoon hee sambil berdiri menggedor-gedor pintu penjara dan berusaha membukanya.


Raja menundukan kepalanya berfikir didalam kediamannya, Yoon hee sudah diikat ditiang diatas jerami pembakaran. Rakyat harap-harap cemas menyaksikan upacara itu, sementara Poong yeon jalan kedekat tumpukan jerami membuat Yoon hee semakin gelisah. Mungkin Hong joo satu-satunya orang yang menanti dengan perasaan bahagia.


Poong yeon mulai menyalakan api dengan tatapan dingin, saat api menyala Yoon hee berusaha melepaskan diri sambil menatap kakaknya dengan tatapan tak percaya kakaknya melakukan ini. Sementara rakyat menundukan kepala tak tega melihat putri, dan senyum Hong joo mengembang menyaksikan suatu hal yang dari dulu ia impi-impikan.

Joon terus berusaha membuka pintu penjara, membuat penjaga penjara memarahinya dan memintanya diam. Raja yang gusar, lalu memilih jalan keluar sampai depan kediamannya dia berdiri menatap langit dan diam sambil berfikir sesuatu.

Api perlahan mulai membesar, membuat Yoon hee mulai merasa kepanasan ia meronta sekuat tenaga untuk melepaskan diri sambil menahan sakit. Tiba-tiba, langit mendung dan terdengar suara petir, sementara dikediaman Ratu park yang sedang melihat-lihat baju bayi terhenyak mendengar suara petir dan gemuruh dilangit.

Sesaat ia tak begitu memperdulikannya, ia kembali tersenyum sambil melihat-lihat baju bayi kembali, tapi bejana dibelakang ia duduk, mengeluarkan asap sihir hitam yang perlahan terbang kearah Ratu lalu menyelinap kebawah dan merasuki tubuh Ratu Park.


Tiba-tiba Ratu Park merasa perutnya sakit, ia lalu menjerit dan jatuh sambil memegangi perutnya, tiba-tiba tubuhnya terangkat keudara membuat Ratu Park terhenyak sesaaat bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya, ia kembali menjerit dan meronta-ronta diudara menahan rasa sakit. Raja yang melihat kelangit suara petir dan awan mendung hanya mengarah kesuatu tempat saja, membuat Raja tersadar sesuatu, ia langsung lari kearah awan itu berada.

Dan ternyata awan itu menaungi kediaman Ratu Park, Raja langsung berlari masuk kedalam dan syok melihat keadaan Ratu, ia termenung mengingat ucapan Ratu Shim yang mengatakan kalau Raja membunuh putri maka kutukan itu akan menyebar kekeluarga kerajaan. Raja juga ingat perkataan Hong joo, jika Yoon hee ingin terbebas dari kutukan itu, yang perlu ia lakukan adalah mengembalikan kutukan itu keasalnya.


Sementara diluar, Yoon hee terus berusaha meronta, tapi perlahan tubuhnya merasakan sesuatu, kertas mantra ditubuhnya terbakar, dan matanya berubah-ubah, ia lalu memandang tajam Hong joo kemudian berteriak sekencang-kencangnya, membuat api langsung membesar dan membuat Rakyat kebingungan, Hong joo juga mulai cemas karena api tak kunjung juga membakar Yoon hee, tapi malah api itu menjauhi Yoon hee yang perlahan lemas, dan jimat dikeningnya menyala membuat rambutnya perlahan berubah putih.

Joon akhirnya jatuh lemas setelah usaha kerasnya tidak membuahkan hasil, tiba-tiba Raja datang kearahnya dan bertanya apa tujuan Hong joo membakar Putri, apa ia ingin menyebar kutukan kekeluarga kerajaan lain? Joon langsung mengiyakan dan memohon Raja menyelamatkan Yoon hee, dan melepaskan Joon karena sudah tak ada waktu lagi.

Yoon hee perlahan rambutnya menjadi putih dan tubuhnya menyala putih, Hong joo dan Poong yeon terngangan melihatnya, sementara rakyat berbisik-bisik menyaksikan apa yang terjadi. Poong yeon teringat saat pertama kali melihat wujud asli Yoon hee, membuatnya tersadar lalu membuat kepalanya sakit, suara Hong joo terngiang dikepalanya, saat ia meminta membakar Yoon hee yang terkutuk agar menjadi Yoon hee yang seperti dulu.


Perlahan rambut Yoon hee kembali hitam dan ia lalu jatuh pingsan, membuat Poong yeon syok menatap kedua tangannya yang gemetar tak percaya ia melakukan hal itu. Joon berteriak-teriak memanggil Yoon hee sambil lari menerobos para pengawal yang berjaga, Yoon hee tersadar ia melihat kearah Joon sambil menitikan airmata.

Poong yeon merebut pedang salah satu pengawal dan membantu Joon melawan para pengawal, membuat Hong joo geram ikut-ikutan merebut pedang dan jalan hendak menghentikan Joon. Poong yeon yang melihat langsung mengayunkan pedangnya dan mengenai lengan atas Hong joo yang langsung terkapar.

Merasa ada bantuan, Joon langsung berlari ketengah api untuk menolong Yoon hee, ia menggunakan pedangnya untuk melepas tali tapi sepertinya sulit sekali. Sementara Poong yeon dibawah berjaga-jaga, Yoon hee menggunakan kekuatan tersisanya untuk menyingkirkan api, membuat rakyat yang menonton heboh sendiri.

Setelah api menjauh, Joon berusaha keras melepas tali, dan berhasil ia langsung menggendong Yoon hee pergi dari tempat itu. Hong joo hanya bisa melotot melihat Yoon hee dibawa pergi Joon tanpa bisa berbuat apa-apa.


Sementara tubuh Ratu Park masih melayang diudara, para dayangnya hanya bisa melihatnya dengan rasa takut. Setelah kejang-kejang tiba-tiba tubuh Ratu Park kaku, lalu keluar asap sihir hitam dari tubuhnya, membuat para dayang semakin histeris melihatnya. Setelah itu tubuh Ratu Park terjatuh ketempat tidur dan tak sadarkan diri, kepala dayang lalu menyuruh dayang lain segera memanggil tabib.

Dikuil Chungbing, Joon merawat Yoon hee yang perlahan mengulurkan tangan menyentuh pipi Joon yang merah karena terbakar api waktu menyelamatkanya tadi, sembari bertanya kenapa Joon menempatkan dirinya dalam bahaya? Joon mengambil tangan Yoon hee lalu menggenggamnya, sambil menunduk sedih ia bercerita kalau ia tak bisa menyelamatkan ibunya, karena ia terlalu takut waktu itu. Jadi sekarang ia juga takut kalau ia tak bisa melakukan apapun untuk Yoon hee, Joon berkata begitu sambil menitikan airmata.


Yoon hee perlahan bangun duduk disamping Joon sembari mengusap airmata Joon dan tersenyum mengangguk mengguatkan. Di kuil Taoist, Poong yeon melepas jubah Taoist dengan sedih, ia melipat rapi dan menatap jubah itu. Setelah itu, ia jalan kepakaian biasanya, tapi ia meringis kesakitan, dan saat membuka baju, lukanya semakin parah, tapi ia mencoba menahan dan segera mengenakan pakaian biasanya.

Kembali ke kuil Chungbing, Joon sedang menanyai Soon deok tentang keadaan Yo kwang. Soon deok menjawab kalau Yo kwang sudah baikan, ia kesal dengan Tuan Choi yang kelihatan aneh, tapi segera di hentikan Joon dan meminta Soon deok tidak menyebut nama Tuan Choi didepan Yoon hee, yang diangguki Soon deok.


Yo kwang tertatih-tatih jalan keluar menggunakan tongkat, ia cemas menanyakan keadaan Yoon hee ke Joon. Yang dijawab Joon kalau Yoon hee selamat dan sedang tidur sekarang, Yo kwang menghela nafas merasa lega. Joon lalu bertanya kenapa Hyun seo menyerangnya? Yo kwang langsung melirik tajam ke Soon deok yang ember *wkk. Yo kwang berat menjelaskan apa yang terjadi, membuat Soon deok gemas ikut ngomong, kalau Hyun seo mengambil sesuatu? Tapi mulutnya langsung didekap Yo kwang dan menariknya pergi sambil meminta Soon deok mengobati lukanya lagi *LoL.

Saat kebingungan, Joon melihat Yoon hee yang sudah ganti baju biasa jalan turun, membuat Joon heran mau kemana Yoon hee pergi. Yoon hee menjawab kalau ia akan ke istana, karena ia merasa yakin terjadi sesuatu diistana, karena ia sudah mendapat peringat sebelumnya tentang bayi Ratu Park. Joon tidak bisa berbuata apa-apa, kalau dilarangpun Yoon hee tak akan mematuhinya, akhirnya keduanya pergi keistana, Yoon hee menutupi wajahnya dengan jubah melewati kerumunan warga yang masih sibuk bergunjing didepan gerbang istana.


Ternyata didepan istana, kasim park sudah menunggu mereka, dan mempersilahkan penjaga gerbang membuka pintu. Sampai dalam istana, Yoon hee melepas jubahnya sambil mendengar keterangan kasim park, kalau keluarga kerajaan memintanya menunggu diluar gerbang istana, kalau Putri Yoon hee ingin kembali ke istana, mereka mempersilahkannya. Yoon hee ingin bertemu Ratu Shim, tapi kasim Park menjawab kalau Ratu Shim sedang sakit dan mungkin tidak bisa ditemui.

Dikediaman Ratu Park, sedang dirawat perawat istana, Raja datang dan melihat apa yang terjadi? Ia bertanya ke perawat yang dengan sedih menjawab kalau Ratu Park keguguran, membuat Raja memejamkan mata sebentar merasa sedih dan merasa bersalah, sementara Ratu Park nampak sangat sedih.

Raja jalan keluar kediaman Ratu dengan lunglai dan menghela nafas berkali-kali, dari Jauh Yoon hee dan Joon bisa menebak apa yang terjadi dengan sedih, keduanya saling menatap lalu tersenyum jalan pergi. Sampai dikediamannya sendiri, Yoon hee berdiri mematung, tiba-tiba Joon menariknya sambil memakaikan celemek *LoL adegan ini mirip dengan Hi School Love On.


Selesai pakai celemek, Joon dengan senyum mengajak Yoon hee membuat sesuatu, keduanya lalu sibuk meramu ramuan, Yoon hee tinggal menunjuk-nunjuk bahan yang diangguki Joon yang cekatan mengambil dan meramu bahan-bahan herbal tersebut. Keduanya kompak membuat ramuan obat sesuai ingatan mereka, sesekali mereka nampak bercanda membuat senyum mengembang.

Selesai, mereka langsung menghadap Raja dan menyerahkan obat itu agar beliau memberikan ke Ratu Park. Mungkin, satu-satunya orang yang merasa bingung dengan keadaan ini adalah Ratu Park, jadi Yoon hee membuat obat tenang, dan berharap Ratu Park segera merasa lebih baik. Raja bertanya apa Yoon hee tidak membencinya, Yoon hee menjawab kalau ia masih marah dan membencinya, tapi ia merasa sedih tentang bayi Ratu Park, jadi ia membuat ramuan itu.


Raja berkata lagi, kalau selama wabah itu belum menghilang rakyat akan terus menyalahkan Yoon hee. Joon menjawab, kalau dilihat wabah yang sudah terjadi puluhan tahun, mungkin wabah itu ilmu hitam yang dijalankan Hong joo. Jika dugaannya benar, maka dengan menghancurkan kutukan putri merupakan satu-satunya jawaban dari cara menghilangkan wabah yang terjadi selama ini.

Raja tersenyum getir, ia bertanya apa kutukan itu bisa dihilangkan? Ia merasa lemah selama ini mempercayai Hong joo. Karena itu ia kehilangan anaknya, Raja berharap kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi nanti, jadi ia meminta Yoon hee dan Joon untuk menangkap dan membunuh Hong joo, ia juga akan memberikan apapun yang dibutuhkan keduanya jika diperlukan. Joon bersyukur, jika Raja benar-benar sudah berubah pikiran. Lalu keduanya akan berdiri pergi, tapi ditahan Raja dengan mengatakan tentang Poong yeon yang berhenti menjadi ketua kuil Taoist dan akan pergi.


Yoon hee dan Joon langsung bergegas pergi ke Kuil Taoist, tapi sampai disana  pintu kuil terkunci, Yoon hee mengetuk-ngetuk pintu minta Poong yeon keluar dan menemuinya, ia sudah merasa baik-baik saja jadi tidak apa untuk bertemu dengannya. Tapi didalam Poong yeon hanya duduk dengan pandangan kosong, dan rasa bersalah. Yoon hee masih berusaha meyakinkan kakaknya kalau semua ini bukan kesalahannya, tapi Poong yeon tidak bergeming dalam hatinya ia berkata kalau ia tak akan menemuia Yoon hee lagi.

Keduanya lalu jalan pergi dengan perasaan sedih, sampai diluar Yoon hee berhenti melamun, Joon menoleh dan melihat dari jauh Ratu Shim melihat kearah mereka. Tapi saat Yoon hee tersadar dan menoleh kearah Joon melihat, Ratu Shim sudah berpaling dan jalan pergi. Akhirnya, Yoon hee memutuskan pergi menemui Ratu dikediamannya.


Ratu Shim hanya bisa menunduk tak mampu melihat putrinya, Yoon hee memulai pembicaraan dengan berkata, kalau ia tidak bisa memahami Ratu Shim, tapi ia berusaha memahami kenapa Ratu harus melangkah sejauh itu hanya untuk bisa mendapatkan anak. Dan Yoon hee berharap Ratu Shim sehat selalu, ia lalu akan berdiri pergi tapi dipanggil Ratu Shim yang sudah tak kuasa menahan tangisnya.

Ratu berkata kalau Yoon hee harus menghancurkan kutukannya dan hidup seperti apa yang ia inginkan. Hanya itu yang diinginkan Ratu Shim saat ini, Yoon hee mengiyakan, walau berat akhirnya Yoon hee memanggilnya Ibunda, membuat airmata Ratu Shim semakin deras keluar, Yoon hee berdiri memberi hormat lalu pergi keluar.

Kita lihat keadaan mpok sihir, ternyata Hong joo melarikan diri kesebuah rumah dipinggir hutan, ia mengobati luka ditangannya yang terus mengeluarkan darah. Hong joo lalu berkata sendiri “semuanya sudah berakhir, jadi hentikan semua ini Hong joo” ternyata ia menebak perkataan Hyun seo yang berdiri didepannya.


Tapi Hong joo tak akan berhenti, ia lalu berdiri mendekati Hyun seo dan menanyakan tentang halaman terakhir buku Grimoire, Hyun seo yang mencoba tidak menuruti perkataan Hong joo, tapi tetap saja tubuhnya menurut dan akhirnya memberikan halama terakhir tapi sesaat tubuhnya ambruk, tapi Hong joo tak perduli ia segera mengambil kertas ditangan Hyun seo dan segera membacanya.


Dikuil Chungbing, Yoon hee duduk merenung didalam kamarnya, Joon melihatnya dari jauh lalu ia memutuskan membuat sebuah ramuan. (*alat-alatnya keliatan modern *LoL). Setelah jadi, ia lalu memberikan obat itu ke Poong yeon, yang kini sedang merenung menatap botol obat ditangannya.

Ia teringat perbincangannya dengan Joon saat memberikan obat tadi, Joon mendengar Poong yeon keluar dari Kuil Taoist dan akan pergi. Poong yeon membenarkan, ia takut kalau ia akan menyakiti Yoon hee lagi, jika ia ada disisinya. Joon menyemangati Poong yeon, kalau Yoon hee pasti memahami apa yang Poong yeon lakukan. Tapi, Poong yeon tetap tak bisa, ia takut tak bisa mengontrol sebagain dirinya yang selalu berusaha menyakiti Yoon hee.


Joon lalu memberikannya obat yang bisa melihat apa yang sebenarnya hati Poong yeon inginkan. Kembali saat ini, Poong yeon menatap botol itu lalu dengan yakin meminumnya, setelah meminum sebuah tanda muncul dibelakang telinganya.

Tiba-tiba kepalanya sakit, ia memeganginya sambil memejamkan mata, bayangan demi bayangan muncul, saat ia selalu mengatakan ke Yoon hee kalau dia akan selalu melindunginya, sampai ia teringat saat kecil, saat ia menggendong Yoon hee didalam tandu saat ia dan ayahnya beserta para biarawan taoist pergi ke suatu tempat. 


Ayahnya bertanya apa ia menggendong Yoon hee dengan erat, Poong yeon mengiyakan sambil mengeratkan pegangannya ke Yoon hee. Ayahnya meminta Poong yeon untuk melindungi Yoon hee, yang diiyakan Poong yeon kalau ia akan selalu berada disisi Yoon hee, ia akan melindungi Yoon hee seumur hidup.

Kembali saat ini, tiba-tiba ayahnya muncul dihadapanya dan bertanya apa permintaannya untuk melindungi Yoon hee, membebaninya? Poong yeon menjawab kalaua ayahnya yang menyuruhnya melindungi Yoon hee sampai mati, tapi disangakal ayahnya, ia tidak minta putranya melindungi Yoon hee seumur hidup. Membuat Poong yeon terhenyak, ia selama ini berfikir kalau ia harus melindunginya. Hyun seo bertanya lagi, apa Poong yeon bingung membedakan tanggung jawab dan cinta?

Poong yeon menjawab kalau perasaannya pada Yoon hee tulus, ia melindunginya karena ia mencintainya. Tapi, dijawab Hyun seo kalau pada akhirnya Poong yeon tak bisa melindunginya, karena caranya melindungi Yoon hee bukan cinta melainkan obsesi. Hyun seo bertanya lagi apa sekarang Poong yeon bisa melepaskannya? Membuat Poong yeon berderai airmata, tersadar ia melihat sekeliling sosok ayahnya tadi sudah tidak ada.


Yoon hee yang sedang ditempat altar lilin, keluar begitu Joon datang saat menoleh keduanya melihat Poong yeon datang. Akhirnya, Yoon hee berbicara berdua dengan Poong yeon, Yoon hee bersyukur kalau kakaknya masih mau menemuinya. Poong yeon minta maaf, ia sudah berjanji akan melindunginya tapi malah melukainya.

Poong yeon selama ini berfikir kalau ia harus selalu ada disisi Yoon hee agar bisa melindunginya, dan ia juga berfikir kalau mereka ditakdirkan untuk bersama. Dan karena ia sudah salah mengartikan bertanggung jawab ke Yoon hee, jadi ia malah membahayakan Yoon hee. Dan yang diharapkan Poong yeon sekarang, kebahagian yoon hee. Ia mengakhiri perkataannya dengan senyum tulus, yang disambut senyuman Yoon hee sambil menggulurkan tangan menggenggam tangan kakaknya itu, yang dibalas hangat Poong yeon.


Dalam hati Yoon hee berharap, kalau saat ini bukan dirinya yang harus bertahan hidup, tapi kakaknya yang harus bertahan hidup. Dan saat keduanya senyum bersama-sama, satu lagi lilin menyala. Joon yang berada dialtar lilin menoleh dan menyadari satu lilin menyala lagi, dan si Hong joo jatuh kesakitan memegangi dadanya, ia sadar kalau Yoon hee berhasil menyalakan lilin lagi.

Tertatih-tatih, Hong joo jalan mendekati Hyun seo yang terbaring tak sadarkan diri. Hong joo bertanya kenapa Hyun seo memberitahu mereka tentang belati ilmu hitam kemereka, karena sekarang ia tak bisa menyelamatkan Hyun seo dengan ilmu hitamnya lagi. Ditengah deru nafasnya yang tak beraturan, Hyun seo menjawab karena itu satu-satunya cara untuk mengalahkan Hong joo. Lalu, Hong joo mendekatkan wajahnya ke wajah Hyun seo, lalu berkata kalau ia sekarang tak lagi membutuhkan Hyun seo.


Ia lalu memberi kode ke anak buahnya, yang langsung menarik Hyun seo pergi dari tempat itu. Didesa Poong yeon sedang jalan seorang diri, saat sebuah suriken mengarah kearahnya, untung ia berhasil menghindari, ia langsung menoleh mencari tahu siapa yang melemparnya, dan terlihat para ninja dukun yang langsung berlari, Poong yeon segera berlari mengejar mereka.

Sampai ditengah hutan, Poong yeon kehilangan mereka, dan saat melihat sekeliling ia malah melihat ayahnya terbaring tak sadarkan diri, ia langsung berlari mendekati ayahnya. Poong yeon segera menggendong ayahnya dan membawanya pergi, nun jauh Hong joo melihat keduanya tanpa Poong yeon sadari. (*bisa saja Hong joo membunuh atau membiarkan Hyun seo begitu saja sampai mati, tapi ia masih punya hati membiarkan Hyun seo kembali ke keluarganya).


Poong yeon membawanya ayahnya ke kuil Taoist, ia membaringkan ayahnya yang belum sadar. Yo kwang datang tergesa-gesa masih memegangi luka diperutnya, ia langsung tertunduk sedih melihat keadaan tuanya. Poong yeon bertanya tentang keadaan ayahnya, dengan sedih Yo kwang menjelaskan kalau saat ini kekuatan ilmu hitam yang menggerakan Hyun seo melemah dan membuat nyawanya dalam bahaya sekarang.

Poong yeon tersentak, ia bertanya jika mereka memiliki sihir hitam apa ayahnya bisa bergerak kembali? Tapi ditolak Yo kwang karena jika sihir hitam masuk kedalam tubuh Hyun seo sekali lagi, maka ia hanya mampu bergerak beberapa bulan tapi tubuhnya tak mampu menahan lagi, dan akhirnya membuat Hyun seo lebih menderita dan akhirnya mati.


Poong yeon lemas mendengarnya, ia lalu duduk didekat ayahnya sambil menggenggam erat lengannya. Yo kwang tak kuasa menahan airmatanya, ia memilih untuk jalan keluar. Tinggal Poong yeon dan ayahnya, Poong yeon bertanya ke ayahnya? Apa ini balasan dari Tuhan, setelah Hyun seo mengabdikan seluruh hidupnya, dengan mengabaikan dirinya dan juga ibunya. Lalu, apa artinya dirinya baginya, kenapa ia tidak meminta bantuanya, dan kenapa ayahnya itu tak percaya padanya?

Tiba-tiba, Poong yeon mengerang kesakitan sambil memegangi dadanya, mendengar itu Hyun seo membuka matanya, sambil mengulurkan tangannya ke arah dada Poong yeon, membuat Poong yeon kaget, tanpa berbicara Hyun seo menyingkirkan tangan Poong yeon agar ia bisa menyerap sihir hitam, membuat Poong yeon mengerang kesakitan lagi.

Selesai sihir hitam berpindah ke Hyun seo, membuat Poong yeon terjatuh ia segera membuka bajunya dan lukanya tiba-tiba sembuh total, dan ia melihat ayahnya yang bangkit lalu duduk, ia melihat telapak tangannya yang menyala setelah semua sihir hitam itu masuk kedalam tubuhnya, tapi tiba-tiba ia muntah daraha, membuat Poong yeon terkejut.

Hyun seo terengah-engah sambil minta maaf ke Poong yeon, hanya ini yang bisa ia lakukan untuknya. Poong yeon menggeleng sambil matanya berkaca-kaca, ia bertanya apa yang harus ia lakukan jika ayahnya tidak ada? Hyun seo hanya bisa minta maaf berulang kali, sambil berusaha berdiri dan perlahan-lahan jalan, Poong yeon yang masih belum bisa bergerak, hanya bisa menangis sambil menjerit memanggil ayahnya yang tak menoleh sedikitpun.

Hyun seo berjalan kesuatu tempat, dan Hong joo masih membaca halaman terakhir buku grimoire, ia lalu menyiapkan sebuah belati untuk suatu rencananya. Terdengar suara teriakan dari anak buahnya, membuat Hong joo menoleh, tapi saat muncul Hyun seo ia syok kenapa Hyun seo masih hidup, apa Hyun seo menyerap ilmu hitam pada tubuh Poong yeon?


Tapi Hyun seo tak menghiraukannya, ia malah fokus ke halaman terakhir buku grimoire, lalu bertanya apa rencana Hong joo dengan itu, membuat Hong joo langsung menyembunyikan kertas itu sambil berkata kalau Joon pasti akan rela mengorbankan diri demi Yoon hee, Hong joo yakin kalau Joon adalah orang terakhir yang bisa menyalakan lilin terakhir Yoon hee.

Hyun seo meminta Hong joo memberikannya, tentu ditolak Hong joo, akhirnya Hyun seo memaksa Hong joo dengan menarik tangannya. Sekuat tenaga Hong joo melawan, tetap saja kekuatan Hyun seo lebih besar darinya, dan membuatnya jatuh sendiri. Bukan Hong joo namanya kalau mengalah, ia memohon ke Hyun seo agar menolongnya untuk terakhir kalinya, Hong joo merengek memohon Hyun seo menyelamtkannya, bukan demi ilmu hitam tapi karena dirinya selalu percaya Hyun seo sejak usianya 18 tahun.

Hong joo terisak-isak, ia bertanya kenapa Hyun seo selalu menghalanginya, ia memohon sekali lagi agar Hyun seo mengijinkannya melakukannya sekali lagi, ia memohon sambil menangis. Hyun seo menjawab, sekalipun Hong joo menyelamatkannya berulang kali, ia tak bisa membiarkan Hong joo melakukan semua hal yang diinginkannya. Hyun seo lalu mengambil kertas dari tangan Hong joo lalu pergi meninggalkan Hong joo yang masih menangis.


Sementara itu, Joon dan Yoon hee sedang duduk berdua menatap langit yang cerah *uhuk batuk ^^. Satu buah bintang jatuh dari langit, membuat Yoon hee merasa sakit kembali, ia mencoba menutupi rasa sakitnya itu, padahal Joon menyadarinya. Yoon hee berkata kalau waktunya tinggal dua hari lagi, Joon tak bisa berkata, ia memilih menarik tubuh Yoon hee kearahnya agar bisa menyender kepundaknya.

Joon lalu berkata, kalau mereka akan menjalani banyak hari dimasa depan setelah menghancurkan kutukannya. Yoon hee manyun lalu bertanya apa arti banyak itu sama dengan 30 tahun bersama-sama? Joon tersenyum lalu menggoda Yoon hee dengan bertanya lamaran apa itu? Yoon hee langsung bangun dan menjawab kalau itu bukan lamaran? Sambil manyun*Hahha

Joon tertawa, lalu menggoda Yoon hee sambil menyenggol-nyenggol lengannya *Lucu, lalu ia harus hidup dengan Yoon hee lain, atau ia harus hidup dengan siapa, atau ia harus hidup dengan Yo kwang, yang langsung membuat Joon merinding *LoL. Lalu keduanya tertawa bersama, Joon menarik Yoon hee lagi agar bersandar lagi, lalu keduanya kembali menatap langit malam.


Joon berkata lagi, kalau semuanya akan baik-baik saja, mereka akan menyalakan semua lilin, lalu akan hidup normal seperti yang diinginkan Yoon hee selama ini. Joon percaya pada Yoon hee, seperti Yoon hee percaya padanya, lalu keduanya diam sambil menikmati suasana malam yang indah *envy.


Kita lihat keadaan Ok, yang mengendap-endap jalan diperkampungan bersama anak buahnya, ternyata ia pergi ke tempat dimana dulu Joon pergi untuk melarikan diri ke negeri China. Dan dialog pembicaran keduanya sama persis dengan Joon waktu itu, bedanya kalau Joon nekad setelah diperingatkan tapi kali Ok memilih mundur karena takut kalau ia gagal pergi ke china dan akhirnya tertangkap para pasukan keamanan, ia akan lebih disiksa lagi. Ok bertanya ke anak buahnya apa yang harus ia lakukan? Anak buahnya memberi saran kalau Ok tak mau melarikan diri ya menyerahkan diri *haha. Membuat Ok jengkel, ia bertanya kenapa ia bisa berakhir seperti ini, ia tak tahu juga kesalahan apa yang ia lakukan? (*lah, ok, ok gak nyadar2  nih orang ckckck)

Joon pergi ke desa menemui Soon deok, ia masih penasaran tentang perkataan Soon deok mengenai Tuan Choi. Soon deok kebingungan menjawab, membuat Joon mengeluarkan uang dan memberikan padanya. Soon deok menghela nafas sambil mengembalikan uang Joon, ia berkata kalau ia juga orang yang setia *ciee.


Joon menghela nafas sedih, ia berkata kalau ia yakin itu suatu hal yang penting, ia merasa tidak bisa membantu Yo kwang, kalau ia sendiri tidak tahu masalahnya. Membuat Soon deok jadi bimbang, akhirnya Soon deok berbicara juga tentang halaman terakhir buku grimoire, membuat Joon terhenyak berfikir.

Sepanjang perjalanan pulang, Joon masih memikirkan tentang halaman terakhir buku grimoire, ia teringat saat dulu menyalin isi buku grimoire, ia merasa masih ada halaman terakhir dari buku grimoire. Ia bertanya-tanya, sebenarnya apa isi halaman terakhir buku grimoire itu? Tiba-tiba seseorang memanggilnya menyadarkanya dari lamunan, dan orang itu ternyata Hyun seo.


Didalam kuil Chungbing, Yoon hee sedang menunggu Joon pulang didekat pintu keluar kuil, ia menunggu sambil menatap satu persatu lilin yang selama ini sudah ia nyalakan. Kembali ke Joon yang heran, saat diberi sebuah kertas, Hyun seo menjelaskan kalau lilin terakhir tidak bisa menyala sekalipun harapan sudah dibuat. Joon ragu-ragu, ia bertanya apa yang berbicara dengannya, Tuan Choi yang asli.

Tapi Hyun seo tak mengiyakan, ia terus berkata kalau ada tindakan khusus untuk lilin terakhir, yaitu dengan pengorbanan cinta. Joon tak mengerti apa maksudnya? Hyun seo menjawab kalau Joon harus berkorban demi Yoon hee, hanya itu caranya menghancurkan kutukannya. Membuat Joon terhenyak, Hyun seo bertanya lagi apa Joon mau mengorbankan dirinya demi Yoon hee? Joon bertanya apa maksud pengorbanan itu, ia harus mati? Hyun seo mengangguk dengan sedih.


Joon membuka kertas pemberian Hyun seo tadi, yang ternyata halaman terakhir buku grimoire yang isinya sama dengan yang dikatakan hyun seo tadi. Hyun seo berkata lagi, kalau ia akan mendukun apapun keputusan Joon, membuat Joon semakain dilema. Hyun seo minta maaf, karena yang ia lakukan hanya menyiksa Joon dan Yoon hee, tapi ia akan menunggu sampai Joon mengambil keputusan. Perlahan Hyun seo jalan pergi, Joon berkata lagi kalau Hyun seo adalah satu-satuanya ayah bagi Yoon hee, jadi ia memohon agar Hyun seo tidak merasa terbebani perasaan bersalah.

Joon pulang dengan perasaan dilema, sampai didalam kuil Chungbing ia terhenyak melihat Yoon hee ternyata menungguinya. Joon berkata kalau ia sudah menyuruh Yoon hee untuk tidur, kenapa ia malah menunggunya. Yoon hee tersenyum sambil menjawab ia sudah terlanjur menunggunya, membuat Joon semakin berat. Yoon hee lalu bertanya darimana Joon pergi? Membuat Joon terpaksa berbohong, kalau ia pergi untuk mencari orang-orang yang ingin membuat harapan.


Membuat Yoon hee terhenyak sedih, ia lalu berkata kalau ia akan bersabar, dan tak akan membiarkan dirinya gelisah lagi dan akan percaya seperti yang dikatakan Joon kalau semuanya akan baik-baik saja. Sambil tersenyum, membuat Joon ikut tersenyum walau hatinya sedang kacau.


Joon pergi ke altar lilin, tinggal 3 buah lagi yang belum menyala, Joon menatap lilin terakhir, ia teringat perkataan Hyun seo tadi. Ia lalu mengeluarkan kertas halaman terakhir buku grimoire, ia membuka dan membacanya sesaat. Lalu, ia melipatnya kembali dan mengulurkannya ketas lilin dan membakarnya, setelah itu dengan wajah yakin ia menatap keatas kesuatu tempat.


~Epilogue~


Joon pergi kekamar Yoon hee, ia melihat Yoon hee yang sudah terlelap tidur dengan tatapan sedih. Dengan mata berkaca-kaca, Joon mengusap kening Yoon hee dengan lembut, membuat Yoon hee tersenyum dalam tidurnya. Joon berkata dalam hati, kalau ia sekarang sudah tahu kenapa ia dilahirkan didunia ini, itu karena Yoon hee sudah menjadi tujuannya untuk hidup selama ini.


Joon menggenggam tangan Yoon hee, sambil berkata dalam hatinya, Dan Yoon hee sudah membuatnya hidup bersama-sama secara maksimal selama ini, pelan-pelan Joon mengecup kening Yoon hee (*jangan harap kiss scene lebih dari itu *LoL). Joon akan menggunakan hari-hari dimana ia harus meninggalkan Yoon hee seperti ini. Joon lalu berdiri dan masih ragu meninggalkan Yoon hee yang masih tidur terlelap tanpa terusik sedikitpun.


Ia akhirnya jalan pergi perlahan-lahan, sampai dibawah ia berhenti dan menoleh keatas lagi, sambil berkata jika yang ia lakukan ini semua demi Yoon hee, ia berharap Yoon hee tidak akan pernah mengetahuinya.

Komen :
Hong joo enggak sadar-sadar, ia sampai segitunya demi memuaskan keinginannya sendiri. Hyun seo dan Poong yeon ini mirip-mirip, mereka merasa bertanggung jawab terhadap seseorang sampai-sampai mengorbankan semuanya dan salah jalan. Hyun seo merasa bertanggung jawab membawa Hong joo kembali kejalan yang benar, sedangkan Poong yeon merasa bertanggung jawab melindungi Yoon hee. Tapi, pada akhirnya keduanya tidak bisa melakukan apa-apa ke orang yang seharusnya mereka lindungi.

Di akhir-akhir Episode ini, tiba-tiba dayang dan penjaga pengawalnya jadi banyak, kenapa enggak dari awal bang jTBC, kan enak yang nonton jadinya berasa beneran istana :P

Dan kita sebentar lagi sampai diujung episode ini drama, belum berani nonton masih menyiapkan hati menerima keadanan *apaanahhaha, aku juga enggak cari-cari spoiler biarkanlah nanti mau Sad Ending, Happy Ending, atau Open Ending, yang penting masih nyambung enggak terlalu menggantung apalagi dibuat-buat ya kan?

Oke sampai jumpa diepisode terakhir, huhuhu *Sad

5 comments:

  1. Episode terakhir nya emang kapan? Terus sinopsis nya kapan? he XD. Good job teteh penulis, selalu post'an nya yang pertama. Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren sabtu dh tamat sih, tapi baru nonton semalam, insyaalah besuk sinopsinya yaa ^^ thks

      Delete
  2. Huaaaaaaaaa ending sedih bercampur bahagia masih gk ngerti saat joon yg udah tua hahahaha dan uda punya anak ... Mamak nya siapa jon huhuhuhuhu

    Aq rasa masih ada epilog nya deh soalnya masih blok jelas keadaan yeon hee kayak mana setelah minum ramuan itu dan joon yang tiba2 jumpa yeon hee di akhir

    ReplyDelete
  3. O iya mbak buat sinopsis the flower of prison dong mbak denger2 seru ceritanya mbak kan itu drama saeguk juga yak ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Flower in the prison 50 episode enggak kukuat saya nulis sinopsisnya *hahaa

      Delete