Friday, July 15, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 18

Huwaa, saya cuma tidur 3 jam semalam dan pagi ini udah nongkrong cantik dikantor sambil ngerjain kerjaan dan curi-curi waktu posting sinopsis ini wkk, 2 episode lagi nih Semangat!! huhuhu besuk malam udah Tamat TT, Happy Ending kah?, Sad Ending kah atau Open Ending?

Mirror of The Witch Episode 18


Hong joo dan anak buahnya sampai dikuil Chungbing, sementara Yoon hee yang sudah ganti baju biasa, lari bersama Joon ketengah hutan, nampak Yoon hee kelelahan sehingga berhenti, Joon yang menggenggam tangannya ikut berhenti dan menoleh cemas tapi Yoon hee berusaha tegar dan keduanya melanjutkan langkah kaki mereka lagi.


Para ninja dukun menggeledah seluruh Kuil tapi tak ada siapapun disana, sementara Hong joo pergi ke altar lilin dna melihat tinggal  5 lilin lagi yang belum menyala, seorang ninja dukun membisiki sesuatu ke Hong joo yang langsung membuatnya menghadap ke Raja, dan melapor kalau Yoon hee sudah pergi melarikan diri dengan Heo Joon.

Hong joo minta Raja meminjam para prajuritnya, tapi ditolak Raja awalnya, Hong joo tak menyerha begitu saja, ia terus menekan kalau Raja sudah memerintahkannya menangkap dan membunuh putri jadi Raja harus meminjamkan para prajuritnya. Raja tetap menolak, membuat Hong joo menggunakan keahliannya, yaitu lewat kata-kata manis, ia mengatakan kalau Raja ingin diakui rakyatnya, maka Raja hanya perlu menyalahkan putri atas semua bencana dan wabah yang melanda negeri ini.


Raja bertanya apa yang diinginkan Hong joo setelah menangkap putri, walau bagaimanapun Raja tak akan mengampuninya. Hong joo menjawab kalau dia hanya ingin melenyapkan putri itu saja, akhirnya Raja mengijinkan Hong joo membawa prajuritnya untuk menangkap putri. Ada satu permintaan lagi, yaitu setelah ia berhasil menangkap putri, ia ingin Raja memerintah Poong yeon menghukum mati putri dengan apai keramatnya, tentu ditolak Raja karena ia tahu kalau Poong yeon lebih memilih melindungi Yoon hee daripada mematuhi perintahnya.

Hong joo tersenyum meyakinkan kalau kali ini Poong yeon akan mematuhi perintahnya, membuat Raja heran dengan keyakinan Hong joo itu. Dikeramaian desa, Yo kwang ditemani Soon deok berusaha mencari Yoon hee dan Joon, satu persatu ia memeriksa orang yang kelihatan mirip dengan keduannya.


Ada seorang bapak yang murka karena anaknya mati karena wabah penyakit, ia menyalahkan putri sebagai penyebabnya. Dan mengajak warga lain keistana untuk menangkap sang putri, sementara warga lain mencaci maki putri sambil membakar lukisan wajah putri. Yo kwang dan Seon deok sedih melihatnya,Yo kwang lalu mengajak Soon deok segera pergi dari tempat itu.

Sementara, Yoon hee dan Joon terus melanjutkan langkah kaki mereka menyusuri hutan, sampai menyeberangi sungai, Joon setia menggandeng tangan Yoon hee agar tidak terjatuh (*uhuk-uhuk). Kembali ke Poong yeon, dengan langkah gontai keluar dari kediaman Raja yang langsung disambut Yo kwang yang mencarinya, poong yeon langsung bertanya tentang Yoon hee, Yo kwang menunduk sedih, tapi menurutnya lebih baik Yoon hee tidak kembali ke istana, karena ia melihat sendiri kemarahan rakyat yang sangat menakutkan.


Yo kwang mencemaskan tentang waktu mereka yang tinggal sedikit untuk menyalakan lilin tersisa. Poong yeon terdiam sesaat lalu memutuskan untuk menemukan Yoon hee terlebih dahulu sebelum Hong joo, jadi ia meminta Yo kwang berpencar untuk mencarinya, yang langsung disetujui Yo kwang dan keduanya lalu bergegas pergi. 

Tapi saat jalan, Poong yeon terhuyung akan jatuh dan tiba-tiba matanya berubah, Yo kwang langsung lari mendekat cemas. Tapi Poong yeon segera sadar, dan menenangkan Yo kwang kalau dirinya baik-baik saja, dan meminta Yo kwang bergegas pergi mencari Yoon hee.


Dan dua orang yang dicari, masih terus jalan sampai Yoon hee benar-benar lelah, Joon akhirnya jongkok didepan Yoon hee, tapi Yoon hee diam saja, membuat Joon langsung menarik tangan Yoon hee dan dipaksan naik kepunggungnya, dan akhirnya Yoon hee mau-mau malu digendong Joon. Beberapa langkah tiba-tiba perut Yoon hee bunyi, membuat keduanya hening sesaat, Joon menahan senyum lalu melanjutkan langkahnya kembali.

Akhirnya Joon menggulung celana dan lengan baju dan dengan sebuah batang kayu yang diruncingkan ujungnya, ia mencoba menangkap ikan di sungai, sementara Yoon hee duduk manis diatas batu didekat Joon sambil menonton kerja keras Joon mencari ikan yang sialnya enggak dapat-dapat *LoL. Bikin jengkel Joon langsung gondok, jadi asal menancap-nancap ujung batang kayu tadi, membuat Yoon hee tertawa melihatnya.


Yoon hee menggoda Joon kalau mungkin seharian mereka akan kelaparan, Joon manyun sambil menjawab kalau ia tak mungkin membiarkan Yoon hee kelaparan *ciee. Ia lalu meneruskan mencari ikannya, Yoon hee tersenyum saja melihatnya, tapi saat Joon sibuk mencari ikan, tiba-tiba Yoon hee merasa sakit lagi, ia mencoba menahannya tapi Joon sadar juga keadaan Yoon hee tapi ia mencoba tersenyum dan pura-pura kuat didepan Joon.

Malam hari, keduanya menyalakan api unggun didalam gua duduk berdua *hasyek. Joon membuka pembicaraan dengan berkata kalau ia senang bisa berduaan dengan Yoon hee yang dijawab senyuman Yoon hee. Joon lalu bertanya lagi, hal-hal apa yang disukai Yoon hee? Berfikir sejenak Yoon hee lalu menjawab, kalau ia suka berpegangan tangan dengan Joon tadi saat menyusuri hutan, menyeberangi sungai, dan juga saat ia digendong tadi, membuat Joon senyum-senyum.

Yoon hee berkata lagi, ia juga saat Joon berusaha menangkap ikan tapi tak berhasil, membuat Joon langsung manyun *hahaha. Yoon hee senyum, lalu berkata lagi kalau ia juga suka saat bersama Joon seperti sekarang ini.


Joon menghela nafas, lalu berkata kalau hal yang sangat ia sukai, saat ia melihat Yoon hee tersenyum. Membuat Yoon hee terhenyak lalu menatap Joon lekat-lekat, Joon ikut menoleh dan menatap Yoon hee lalu keduanya diam sesaat. Yoon hee menatap kedepan ke api didepannya begitu juga Joon, Yoon hee bertanya jika tidak ada kututkan ini apa mereka akan bertemu sekarang?

Membuat Joon menoleh menatap serius Yoon hee, lalu perlahan memori saat pertama mereka bertemu muncul, saat Joon diikat dipohon dan pertama kalinya ia melihat Yoon hee dari balik tutup periuk. Lalu kenangan seharian mereka bersama, dalam hati Joon berharap kalau suatu saat nanti mereka akan hidup normal.

Joon tersenyum mengingat kenangan itu, ia berkata penuh keyakinan kalau suatu saat nanti mereka akan bertemu dalam keadaan benar-benar normal. Lalu kenangan, saat mereka bertemu kedua kalinya setelah berpisah lima tahun, saat Yoon hee menolongnya yang terjatuh dari atas tebing. Lalu saat mereka tinggal bersama-sama dikuil chungbin, jalan berdua saat Joon menjadi jimat Yoon hee.

Joon berharap lagi suatu hari nanti akan menjadi hari-hari yang menyenangkan (*amin, ehh) kenangan demi kenangan saat mereka bersama-sama terus berlanjut, saat Yoon hee membuatkan nasi kepal yang keasinan menurut Joon. Saat Joon pertama kalinya mengajak Yoon hee jalan keluar dari kuil Chungbing, saat keduanya duduk ditepi sungai waktu Yoon hee tahu jati dirinya sesungguhnya.

Lalu saat Yoon hee memutuskan tinggal diistana, mereka bertemu lagi untuk ketiga kalinya, dan mereka banyak melakukan hal bersama-sama, seolah-olah wkatu untuk mereka berdua terasa sangat singkat. Seperti, membuat ramuan obat bersama, membaca buku bersama sampai Yoon ketiduran dipundak Joon. Dan dari semua hal yang terjadi, Joon berharap kalau mereka akan menghabiskan hidup bersama-sama selamanya.

Malam semakin larut, Yoon hee tertidur dipundak Joon sementara Joon masih terjaga, ia menoleh ke arah Yoon hee dan berkata kalau ia ingin seperti saat ini selamanya. Joon menyentuh kening Yoon hee, lalu perlahan mimik wajahnya menjadi sangat sedih.

Anak buah Hong joo dan prajurit kerajaan berpencar menyusuri hutan mencari keduanya. Yo kwang sampai di Kuil Chungbing langsung memanggil-manggil Joon dan Yoon hee, Soon deok yang aneh melihat Kuil Chungbin menjawab kalau mungkin keduanya tidak kesini, Yo kwang mengelaknya karena setau ia keduanya tak punya tempat lain untuk didatangi.

Yo kwang lalu memberitahu Soon deok kalau tempat ini sebenarnya tidak boleh dikunjungi orang biasa, tapi karena mendesak Yo kwang terpaksa membawa Soon deok. Sepertnya Soon deok mulai paham situasinya, walau masih merasa aneh tapi ia mengangguk menuruti perkataan Yo kwang yang nampak panik, setelah selesai bicara, Yo kwang langsung mengitari kuil sambil memanggil Joon atau Yoon hee, tapi tak ada siapapun disana membuat Yo kwang bertanya-tanya kemana pergianya mereka.


Dan kedua orang yang sedang dicari itu, kini sedang jalan berdua bergandengan tangan sesekali saling melemparkan senyum *ehem. Tapi, tiba-tiba Yoon hee merasakan sakit, ia memegangi dadanya dan langsung duduk, membuat Joon panik melihatnya. Dan pas saat itu para ninja dukun menemukan keberadaan mereka (*jadi ninja dukun ini punya kekuatan juga bisa merasakan keberadaan kekuatan Yoon hee? Terus ngapain Hong joo minta tambahan prajurit*pfft)

Joon langsung menarik Yoon hee untuk lari, Yoon hee lari sambil menahan sakit sampai keluar hutan, dari depan rombongan ninja duku lainnya datang menghadang sehingga mengepung keduanya, Joon langsung berdiri didepan Yoon hee untuk melindunginya. Para ninja ditambah prajurit langsung melawan Joon seorang diri yang sementara berhasil mengimbangi mereka, Yoon hee berusaha membantu dengan kekuatannya, tapi karena keadaanya yang melemah membuatnya malah semakin lemah dan terjatuh kesakitan.

Membuat konsentrasi Joon buyar, dan seorang ninja berhasil melukainya dengan pedang, dan membuat Joon semakin lemah, dan membuatnya terpojok kepinggir sungai dan karena kalah jumlah, Joon tarjatuh kebawah aliran sungai, membuat Yoon hee syok dan hanya bisa berteriak sambil menangis pilu meratapi tubuh Joon yang mengambang diatas air sungai.Ia tak perduli para ninja dukun yang menghunuskan pedang kearahnya.


Saat itu datang Poong yeon memakain baju hitam-hitam menghabisi para ninja dukun dan prajurit yang tersisa. Lalu ia segera menggendong Yoon hee yang masih syok pergi dari sana, sampai disebuah gua Poong yeon merebahkan Yoon hee yang tak sadarkan diri didekat perapian. Sesaat Yoon hee tersadar, ia langsung duduk dan bertanya tentang Joon? Poong yeon diam saja, membuat Yoon hee langsung akan berdiri tapi ditahan Poong yeon, Yoon hee memebrontak ia ingin pergi mencari Joon.

Poong yeon memberitahu kalau diluar sana para prajurit masih mencarinya, tapi Yoon hee tak perduli, ia ingin mencari Joon, karena Joon... Yoon hee tak sanggup menenangkan emosinya ia menangis, Poong yeon berteriak memanggilnya, dan memohon Yoon hee agar tenang, karena dia yang akan pergi dan mencari Joon.


Yoon hee tak terkendali, ia menangis sambil menyesal kalau semuanya adalah kesalahannya, karena tindakannya Joon menjadi ikut terlibat seperti ini, Yoon hee takut sekali kalau Joon mati. Yoon hee akhirnya menangis sejadi-jadinya, Poong yeon mengulurkan tangan kepunggng Yoon hee tapi sesaat tertahan, lalu ia hanya bisa menepuk-nepuk punggungnya mencoba menenangkan Yoon hee.

Poong yeon lalu pergi menyusuri aliran sungai tempat dimana Joon tadi jatuh, setelah melihat sekeliling sungai, Poong yeon menemukan sebelah sepatu yang diduga milik Joon. Sementara Yoon hee didalam gua, tertidur sambil mengigau, ia bermimpi mencari Joon dan saat bertemu dengannya, Joon malah berpaling pergi meninggalkannya. Dan saat tersadar, mata Yoon hee berubah dan nampak sorot kemarahan pada matanya itu.


Keesokan harinya, awan gelap menaungi langit terdengar bunyi petir sesekali. Yoon hee jalan ditengah desa menuju istana dengan langkah penuh kemarahan. Didepan pintu gerbang utama, dua pengawal menghadangnya (*dua, duaaa wkk bener-bener ini jTBC pelit amat :P), Yoon hee tak gentar dengans ekali sorotan matanya, dua pengawal tadi langsung kehempas jatuh katanah.

Didalam kediaman Raja sedang marah ke Hong joo yang tidak berhasil menangkap putri, Hong joo menenangkan Raja, kalau sebentar lagi ia akan berhasil menangkap putri. Ratu datang penuh amarah, ia bertanya apa Raja mengirim prajurit untuk menangkap putri. Raja membenarkannya, karena rakyat sudah sangat resah setelah mengetahui wujud asli putri.

Raja juga tidak akan membantu sekalipun Ratu memohon padanya. Ratu balik mengancam akan mengungkapkan penyakit Raja karena sihir hitam, dan berusaha menyembuhkannya dengan sihir hitam dan juga Raja selama ini sudah dimanfaatkan oleh seorang dukun. Raja tak takut, ia mempersilahkan Ratu mengungkapkan semuanya, jika Ratu ingin menghancurkan nama keluarga kerajaan.

Hong joo tersenyum mendengarnya, ia bertanya ke Ratu kenapa ia sangat menyayangi putri? Apa karena ia sunggung menyayanginya? Atau itu demi diri Ratu sendiri, karena takut rakyat tahu kalau Ratu pernah berusaha membunuh putri. Tiba-tiba, semua lampion bergoyang, membuat semuanya terkejut, lalu diluar terdengar keributan dan tiba-tiba para penjaga dan kasim terlempar jatuh ke lantai, akhirnya keheranan mereka terjawab saat Yoon hee masuk kedalam.


Membuat semuanya mundur ketakutan, Yoon hee langsung menatap Raja tajam matanya berubah-rubah sesaat. Yoon hee bertanya apa Raja takut padanya? Sebelum mendengar jawaban Raja, kita lihat keadaan si Ok yang yang diseret keluar dari penjara, sementara diluar anak buahnya Ok sudah bersiap-siap bersembunyi untuk menyelamatkannya.

Ok meronta-ronta sambil mengumpat, dan saat lengah, anak buah Ok menyerbu penjaga penjara yang kaget tak siap. Dan kekacauan itu dimanfat Ok untuk melarikan diri, sementara anak buahnya mencoba menghadang para penjaga penjara, sebelum akhirnya ikut lari mengikuti Ok pergi, dan segera dikejar para penjaga.


Sampai pagi Poong yeon tak menyerah mencari Joon, dan akhirnya ia melihat Joon tesangkut dibebatuan sungai. Ia langsung berlari mendekat, dan menggoyangkan tubuhnya sambil memanggil nama Joon yang akhirnya tersadar juga. Tapi ia hanya bertanya apa Yoon hee selamat, yang diangguki Poong yeon, setelah mendengar itu Joon pingsan lagi.

Setelah sadar kembali, Poong yeon memapah Joon menuju kegua, sampai digua sembari membantu membaringkan Joon diatas tikar, ia melihat sekeling dan sadar kalau Yoon hee menghilang. Ia lalu meminta Joon tetap tinggal di gua, sementara ia akan pergi mencari Yoon hee. Tapi Joon ingin ikut mencari juga, Poong yeon mencemaskan keadaan Joon, tapi Joon lebih mencemaskan keadaan Yoon hee sekarang, ia bertanya kemana kemungkinan Yoon hee pergi?


Apa mungkin Yoon hee pergi ke istana? Joon meminta Poong yeon pergi dahulu, ia akan pelan-pelan mengikuti Poong yeon dari belakang. Poong yeon mengiyakan, lalu jalan pergi tapi tiba-tiba ia berhenti, membuat Joon cemas lalu bergegas berdiri dan memanggil Poong yeon yang saat menoleh matanya sudah berubah seperti kerasukan.

Kembali keistana, Raja mundur ketakutan sambil bertanya apa Yoon hee akan membunuhnya? Yoon hee tak perduli lagi ia menjawab apa Raja berfikir ia tak berani melakukannya, walaupun ia tahu saat ini mereka semua kesal karena tak berhasil menangkapnya, membuat semuanya kaget mendengar jawaban Yoon hee.

Ratu memanggil Yoon hee yang langsung menatapnya dan berkata kalau tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan karena Joon sudah mati sekarang, dan mereka berdua yang membunuhnya sambil menatap Raja dan Hong joo bergantian, lampion bergerak lagi membuat Raja semakin ketakutan, ia berteriak apa Yoon hee bisa hidup tenang dengan mengancam Raja seperti itu?

Yoon hee berteriak murka, kenapa ia harus mati sesuai dengan apa yang mereka inginkan? Setannya (Hong joo) yang jawab, ia bertanya Yoon hee belum mengerti juga, kalau Yoon hee terlahir karena keangkuhan dan keserakahan mereka, dari awal Yoon hee ditakdirkan untuk mati.

Ratu berteriak meminta Hong joo tutup mulut, Hong joo menyeringai dan terus mempengaruhi Yoon hee yang bodoh berusaha menghancurkan kutukan demi mereka yang mengabaikan Yoon hee selama ini. seperti itulah sifat keluarga kerajaan, sama seperti ibu kandung Yoon hee yang setelah dimanfaatkan dibuang oleh mereka juga pada akhirnya.

Perkataan Hong joo, membuat Yoon hee bingung, Hong joo jalan mendekat lalu berkata kalau dirinya lah yang membuat Yoon hee terlahir didunia ini dengan sihir hitamnya, karena itulah ia juga mendapat kutukan itu. Ratu berteriak meminta Hong joo diam, sambil memohon agar Yoon hee segera sadar, Hong joo tak mematuhi ucapan Ratu, ia lalu bercerita sebenarnya Ratu Shim mandul karena itu ia menggunakan Ibu kandung Yoon hee yang seorang dayang untuk mengandung Yoon hee dan juga PM, lalu dengan kekuatan sihirnya ia memindahkannya ke rahim Ratu Shim sehingga Putri dan PM terlahir dari Ratu Shim.

Setelah itu, Ratu membunuh ibu kandung Yoon hee, membuat Yoon hee dan Raja terbelalak mendengarnya. Hong joo terus mempengaruhi Yoon hee agar mengembalikan kutukannya pada orang yang telah membuatnya. Yoon hee marah dia minta Hong joo diam, ia tahu kalau perkataan Hong joo hanya dendamnya sendiri kekeluarga kerajaan, dan tak ada hubungan dengannya, Yoon hee berteriak murka kenapa ia harus mati karena dendam Hong joo, seketika semua benda didalam sana berjatuhan, membuat semuanya semakin cemas ketakutan.


Yoon hee bertanya kenapa ia harus mengorbankan dirinya demi orang-orang serakah seperti mereka, tiba-tiba Yoon hee berubah menjadi Hae ran yang berapi-api marah menatap Hong joo, seharusnya mereka yang mati karena sudah berbuat dosa. Kembali lagi menjadi Yoon hee, yang sudah menyerah, lalu kembali menjadi Hae ran lagi yang berkata mengajak semuanya mati bersama-sama saja, lalu ia mendekati Hong joo dan langsung mencekik lehernya.

Didalam gua, Joon berusaha menyadarkan Poong yeon agar tidak lupa jati dirinya. Poong yeon mendekat, ia meminta Joon tidak sok tahu, karena ada Joon disisi Yoon hee sejak awal sudah membuatnya sangat kesal. Jika Joon tak muncul, maka dirinya kini yang sudah ada sisi Yoon hee. Joon berusah meyakinkan Poong yeon berhasil melawan semua ini, karena dulu ia juga berhasil.

Poong yeon masih belum sadar, dan masih menyalahkan Joon, tapi Joon tak menyerah dengan sedih ia memohon Poong yeon menyingkirkan bisikan iblis dari otaknya, Joon menyemangati Poong yeon agar memikirkan orang yang sangat ingin ia lindungi, pikirkan Yoon hee yang saat ini dalam bahaya. Perlahan Poong yeon bisa mengendalikan diri, ia meminta Joon segera pergi menyelamtkan Yoon hee, lalu ia jatuh pingsan.

Kembali ke Yoon hee yang dirasuki Hae ran masih mencekik Hong joo, Ratu mendekat mencoba menyadarkan Yoon hee tapi ia malah dihempaskan Yoon hee sampai jatuh kelantai, Raja langsung mengambil pedangnya tapi sekali tatapan mata, tubuh Raja terhempas juga kelantai.

Sambil menangis Yoon hee berkata kalau ia hanya ingin hidup normal seperti lainnya, ia ingin hidup bersama laki-laki yang ia cintai itu saja, Yoon hee berteriak meluapkan emosinya kenapa semua orang yang ia cintai harus mati? Hong joo sudah mulai kehabisan nafas, saat Joon datang memanggil namanya dan memohon Yoon hee berhenti melakukan hal itu.


Yoon hee langsung melepaskan cekikannya dan menoleh kebelakang, airmatanya menetes tak percaya melihat siapa yang berdiri didepannya. Joon menahan sedih yang teramat dalam, berjalan mendekati Yoon hee yang masih diam terpaku, ia lalu memeluk hangat Yoon hee yang menangis lega. Mereka tak perduli, saat para pengawal masuk dan mengarahkan pedang kekeduanya, sementara para kasim segera menolong Raja yang tergeletak dilantai.

Saat sadar, Poong yeon terbaring ditikar didalam gua didepannya api unggun menyala-nyala, ia bergegas bangun sambil menahan sakit didadanya. Sementara itu Yoon hee sudah masuk kedalam penjara lagi dengan tangan diikat dan kertas mantra mengelilinginya, dan terlihat tanda kutukan dibelakang telinganya membesar sampai keleher dan menyala merah.


Dikediamannya, Raja duduk ketakutan, didepannya Joon menatap penuh harap, Raja meminta Joon tidak berkata apapun. Joon berusaha meyakinkan kalau putri melakukan itu karena ia berfikir Joon sudah mati. Tapi, Raja tak perduli yang ia dengar tadi putri mengatakan sendiri akan membunuhnya (*pengecut loe Raja -_-)

Joon kesal, ia berteriak kenapa Raja berusaha membunuh putri? Padahal ia tahu wabah penyakit ini bukan karena kutukan putri? Joon sendiri akan berusaha mencari tahu penyebab wabah penyakit yang melanda, ia akan berbicara ke rakyat dan mencoba mencari ramuan penyembuhnya, ia akan melakukan apapun jadi mohon selamatkan putri.

Tapi Raja tak perduli penyebab wabah itu karena kutukan putri atau bukan, yang ia tahu putri terlahir karena sihir hitam, dan ia tak bisa menutupinya. Membuat airmata Joon menetes, ia lalu bertanya lagi, bukankah Raja ingin menjadi pemimpin yang hebat? Raja membuang muka, Joon berkata lagi kalau Raja malah takut terhadap mereka yang memprotesnya, dan memilih menghindari situasi, rakyat sudah cemas karena wabah penyakit dan menyalahkan putri, tapi Raja malah menutupinya.

Membuat Raja tertohok mendengarnya, Joon meminta Raja untuk mendengar penderitaan mereka dan mencari solusi yang tepat. Mendengar nasehat Joon membuat Raja kesal, berdiri sambil melempari Joon dengan apapun yang ada diatas mejanya, ia bertanya memangnya Joon siapa berani berkata begitu, memang yang ia lakukan hanya untuk melindungi dirinya sendiri, jadi mulai sekarang ia minta Joon untuk tidak mengganggunya lagi.


Membuat amarah dan kecewa mengumpul menjadi satu dalam raut wajah Joon, Raja berteriak meminat pengawal membawa Joon pergi, pengawal langsung membawa Joon keluar ruangan. Sepeninggal Joon, airmata kekecewaan mengambang dimata Raja sambil ia terduduk lemas ditempat duduknya.

Poong yeon datang tergesa-gesa kepenjara Yoon hee, dan bertanya kabar Yoon hee, ia menyesal meninggalkan Yoon hee sendirian di gua. Yoon hee menggeleng ia merasa ini bukan salah kakaknya, Poong yeon meminta Yoon hee jangan khawatir dan jangan berhenti berharap, Yoon hee mengangguk mengiyakan.

Poong yeon ingin sekali membawa Yoon hee kabur sekarang, tapi itu hal yang tak diinginkan Yoon hee. Jadi dia akan melakukan apapun demi melindungi Yoon hee, karena selain dirinya mereka tidak akan bisa melakukan apa-apa terhadap Yoon hee. Mata Poong yeon berkaca-kaca, dalam hatinya ia mengatakan kalau ia sungguh-sungguh menyukai Yoon hee.


Selesai bicara dengan lunglai Poong yeon keluar dari ruang penjara sesekali ia menoleh kebelakang. Dari jauh Seol gae mengawasi tuannya itu dengan tatap sedih. Sampai dikuil Taoist, Poong yeon mengeluarkan sebuah botol kecil. Tiba-tiba bekas lukanya sakit lagi, tapi ia berusah membuka tutup botol dan akan meminum ramuannya itu, sayang ninja dukun datang merantai kedua tangannya ketiang, membuat botol ramuan ditanganya itu jatuh dan isinya tumpah kelantai.


Hong joo datang melihat ramuan yang tumpah, dan mengatai Poong yeon pengecut? Karena mau menghilangkan naywanya sendiri (oh Poong yeon mau bunuh diri? Demi menyelematkan Yoon hee dari api keramatnya). Poong yeon menjawab kalau ia tak akan bisa dimanfaatkan Hong joo lagi, lalu Hong joo menyentuh luka Poong yeon yang langsung kesakitan.

Hong joo menbujuk Poong yeon memikirkan rasa sakit karena cinta yang tak terbalas, dan berkata kalau sebentar lagi Poong yeon akan menjadi orang yang berbeda. Lalu Hong joo pergi keluar dengan para ninjanya. Poong yeon mulai kerasukan lagi, ia berusaha sekuat tenaga mencoba mengalahkan bisikan setan itu.


Kembali ke Ok dan anak buahnya yang sudah menyamar berjalan ketakutan ditengah desa, Ok heran kenapa warga terlihat murung. Anak buahnya menjelaskan kalau wabah penyakit yang menimpa warga disebabkan oleh kutukan putri. Membuatnya bingung, padahal ia ditangkap karena ulah Joon dan putri, ia bertanya lagi kemana putri sekarang, anak buahnya menjawab kalau putri sudah melarikan diri, tiba-tiba ia punya ide untuk pergi mencari lalu menangkap putri dan menyerahkan keistana. Anak buahnya menakuti Ok, kalau putri punya kekuatan hanya sekali tatap bisa melempar tubuh seseorang, membuat Ok langsung diam bengong *wkk

Di Sungsunchung, Hong joo membaca salinan buku grimoire dan ia menyadari kalau masih ada halaman terakhir, ia bertanya ke Hyun seo saat ia datang menemuinya. Hong joo jalan mendekati Hyun seo, ia lalu berbisik kalau ia tahu kalau itu bukan halaman terakhirnya, ia lalu mengancam Hyun seo agar mau membawakan lembar terakhir buku grimoire. Hyun seo langsung pergi menjalankan perintah Hong joo.

Soon deok lari-lari kekuil Taoist, untuk memberitahu Yo kwang yang sedang duduk merenung, kalau Yoon hee sudah kembali ke istana, mendengarnya membuat Yo kwang kaget ia langsung berdiri, tapi langkahnya terhenti melihat Hyun seo datang.

Hyun seo meminta Yo kwang mengembalikan halaman terakhir buku Grimoire, yang langsung dijawab Yo kwang kalau ia sudah membakarnya. Hyun seo tak percaya ia menatap baju Yo kwang dan merasa Yo kwang masih menyembunyikannya, ia lalu jalan mendekat membuat Yo kwang mundur, Soon deok ikut mundur, Yo kwang langsung menarik Soon deok kebelakangnya.


Yo kwang meminta Soon deok lari menyelamatkan diri, sementara dia berhasil mengambil pedangnya dan melawan Hyun seo, saat Hyun seo terjatuh, ia segera menarik pedang dari sarungnya dan mengarahkan keleher Hyun seo. Soon deok lari bersembunyi, Hyun seo menantang Yo kwang membunuhnya jika ingin menyelamatkan putri, Yo kwang menjawab tantangan Hyun seo, ia menaikan pedangnya tapi tangannya gemetaran.

Yo kwang membanting pedangnya, ia tak bisa membunuh Hyun seo walau bagaimanapun keadaan Hyun seo saat ini. saat lengah, Hyun seo mengambil belati dari kantung lengan bajunya dan dengan cepat menusuk perut Yo kwang, membuat Yo kwang dan Soon deok kaget. Hyun seo langsung mengambil lembar terakhir buku Grimoire dari balik baju Yo kwang yang tenga sekarat.

Saat akan pergi, Yo kwang menahan tangannya sambil mengingatkan tentang Yoon hee, orang yang dilindungi Hyun seo segenap nyawanya selama ini, Yoon hee yang sudah dianggap putri sendiri oleh Hyun seo, tapi Hyun seo diam lalu tetap pergi meninggalkan Yo kwang yang langsung jatuh terkapar. Soon deok langsung berlari menolong Yo kwang yang jatuh pingsan.


Dikediaman Ratu Shim, Kasim park dengan beruraian airmata mengatakan kalau besuk Putri Yoon hee akan dihukum mati, membuat Ratu Shim syok, ia mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa melakukan apapun untuk putrinya itu. Ratu menangis sejadi-jadinya, sambil menepuk-nepuk dadanya yang sakit sambil memanggil-manggil putrinya yang malang.

Lalu kita lihat, satu persatu orang terdiam dengan pikirannya masing-masing, dimulai dari Hong joo berdiri didalam Sungsunchung, Yoon hee yang duduk didalam penjara, Poong yeon yang masih terantai didalam Kuil Taoist yang berusaha melepaskan diri sambil menahan sakit luka didadanya, sesekali api keluar dari kedua tangannya.


Soon deok sedang merawat luka Yo kwang yang belum sadarkan diri didalam kuil Chungbing. Joon duduk didalam penjaranya sendiri, ia kesal mencoba melepas rantai yang mengikat kedua tangannya tapi sia-sia. Airmata Joon menetes, ia bertanya kedirinya sendiri apa benar ini semua sudah berakhir, apa benar tak ada yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan Yoon hee?


Hari mulai pagi, terlihat didepan gerbang istana sudah dipersiapkan tempat ekesekusi Yoon hee. Seoarang ninja dukun memberitahu Hong joo kalau tempat upacara pembakaran sudah siap, Hong joo menarik nafas dalam-dalam, lalu jalan keluar diikuti anak buahnya tadi. Sementara dikuil Taoist, Seol gae masuk dengan menghabisi dua ninja dukun yang berjaga.

Sampai didalam, Seol gae mencoba menyadarkan Poong yeon yang masih terantai, Seol gae berhapa Poong yeon bisa melindungi orang yang disukai, agar tidak ada penyesalan dan hidup tanpa rasa bersalah lagi. Poong yeon mulai sadar, Seol gae sedih melihat luka didada Poong yeon, ia lalu berjalan ketiang akan melepas rantai, tapi ninja lain keburu datang dan akhirnya Seol gae sendirian melawan mereka semua.

Hong joo dan Joon hanya bisa melihat dari jauh peperangan itu, walau sehebat apapun Seol gae ia kalah karena sendirian, Poong yeon mulai gusar melihat Seol gae terus-terusan mendapat serangan. Dan seorang ninja menabur serbuk kewajahnya membuatnya lemah, dan Hong joo langsung menarik pedang dan menusukanya keperut Seol gae didepan mata Poong yeon yang hanya bisa syok melihatnya.


Hong joo berkata, kalau ia sudah mengingatkan Seol gae kalau perasaanya akan membawanya pada kematian. Hong joo menarik pedangnya, sehingga membuat Seol gae jatuh kelantai dan sekarat menahan sakit, Poong yeon menangis tak berdaya melihat semua itu, Seol gae ditengah-tengah rasa sakitnya berusaha melihat wajah tuannya itu.

~Flashback~
Saat pertama kali keduanya bertemu, Poong yeon berlari kesbuah rumah dan melihat Seol gae yang masih seorang gelandangan memakai baju lusuh dan rambutnya gembel. Poong yeon lalu mengajak Seol gae makan sambil bertanya, siapa dan darimana Seol gae, dengan makan lahap Seol gae menjawab ia tidak tahu apa-apa, hanya ia jalan terus lalu tiba-tiba sampai ditempat itu.


Poong yeon bertanya lagi apa Seol gae tak punya keluarga? Seol gae menggeleng sambil menjawab kalau ia hanya sendirian. Poong yeon melihat Seol gae makan dengan lahap, ia tersenyum lalu bertanya apa Seol gae mau ikut dengannya? Jika mau ia akan memastikan Seol gae tidak akan kelaparan lagi, membuat Seol gae menghentikan makanya dan menatap heran kearah Poong yeon.
~Endflash~

Poong yeon bercucuran airmata meratapi Seol gae yang terbaring sekarat didepannya, Seol gae menangis sambil meminta maaf sebelum akhirnya menutup mata. (*Ini drama tak kukira sesedih ini TT). Poong yeon berteriak bertanya kenapa ke Hong joo yang diam tanpa ekpresi, Poong yeon berteriak melupakan sakitnya, dan terlihat lukanya semakin parah, dan perlahan dirinya kembali dikuasai hasutan iblis.

Dipenjara, para pengawal kerajaan menyeret Yoon hee keluar dari penjara sebelumnya mereka menempel kertas mantra kepunggung Yoon hee yang sudah sangat lemah. Diluar para dayang-dayangnya menangisi kepergiannya sambil memanggil-manggil namanya. Yoon hee dimasukan ke kereta penjara yang ditarik kerbau, para dayangnya mengikutinya tapi ditahan para pengawal kerajaan.


Genderang ditabuh ditempat upacara, lalu Yoon hee datang yang segera dilempar rakyat sambil mengumpatinya. Sampai depan pembakaran, Yoon hee diseret keluar dan dipaksa sujud untuk menerima pembacaan hukuman. Ia menatap tajam Hong joo yang berdiri didepannya, sementara seorang pertugas membaca dakwaan kenapa Yoon hee harus menerima hukuman mati, karena ia kutukannya sudah menyebabkan wabah penyakit dan bencana dinegeri ini.

Selesai pembacaan genderang ditabuh lagi, Poong yeon dengan tatapan dingin jalan kedekat tempat pembakaran. Sementara Yoon hee dibawa para pengawal jalan mendekat, Yoon hee melihat kakaknya yang hanya diam dengan tatapan sedih.

Dikediamannya, Raja duduk termenung mendengar suara genderang yang terus ditabuh, Joon juga mendengar suara genderang tersebut, ia hanya bisa duduk berdiam diri. Diluar, Yoon hee pasrah, dirinya sudah diikat ditiang dan dibawahnya jerami sudah siap dibakar bersama dirinya, warga antusias menyaksikannya, akhirnya waktu pembakaran dimulai dengan ditabuh genderang lagi, membuat Joon tersadar ia bergegas berdiri kedekat sel penjaranya dengan wajah penuh ketakutan dan ketidak percayaan.

Raja menutup mata menundukan kepalanya, sementara Ratu melotot tak percaya hal ini terjadi airmatanya sudah berada disudut-sudut matanya. Hong joo mengangguk memberi kode, perlahan Poong yeon jalan mendekati Yoon hee sambil keduanya saling menatap dengan pikiran masing-masing.


Poong yeon mengangkat kedua tanganya didekat jerami, perlahan api muncul dan mulai membakar jerami. Akhirnya Hong joo bisa tersenyum puas, sementara rakyat menunduk tak bisa menyaksikan, begitu juga Poong yeon. Yoon hee yang sejak awal tenang, perlahan mulai gelisah melihat api semakin membesar dan perlahan mulai melahap tumpukan jerami dan naik kearah tubuhnya.


Komen :
Sikap Raja enggak berwibawa banget, padahal dia punya wewenang tertinggi, seharusnya ia berani mengambil resiko, kalau pengen diakui rakyat ya berbuat sesuatu entah hasilnya nanti gimana, enggak hanya tinggal berdiam diri dan mencari jalan pintas agar diakui rakyat *iuhh.

Hong joo tanpa ilmu hitamnya sekalipun bisa mengadu domba, ya kan ia sudah belajar caranya mengontrol emosinya, dan dia juga sudah terlalu pandai mencari celah sisi lemah setiap orang, ya jadi dia mudah saja mengadu domba satu sama lainnya.

Kalau flashback ke Episode 1, pas Ratu Shim melahirkan anak kembarnya, ia terlihat menyayangi keduanya, awalnya ia menolak untuk membunuh salah satu satu anaknya, tapi demi kelangsungan kerajaan akhirnya ia merelakan putrinya. Nah kalau dilihat dari sekarang, Ratu Shim tulus menyayangi Yoon hee apapun keadaanya, bukan demi kerajaan, dirinya sendiri atau kepentingan lainnya, tapi benar-benar kasih sayang seorang Ibu.

Ending episode 18 ini, aku tiba-tiba teringat Zeze (Journey to The West) yang dihukum bakar juga hahaha. Haish, penasaran gimana endingnya nanti, tapi kalau lihat kata-kata Joon tadi, kelihatannya sih Happy Ending, semoga ^^

2 comments:

  1. Semangat kak bntr lgi selese!
    Makasih yaa

    ReplyDelete
  2. iiiih greget nya capslock. parah semua nya. semangat lah buat jemari nya s. mbak. 💪

    ReplyDelete