Wednesday, July 13, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 17

Mirror of The Witch Episode 17


Bulan purnama masih terlihat dilangit yang perlahan tertutup awan mendung yang berarak, lalu keesokan harinya burung-burung berterbangan mengitari langit, terbang bergerombol masuk kedalam hutan yang lebat dengan pepohonan.

Episode 17


Didalam markas Hong joo, para prajurit istana menggeledah seluruh markas untuk mencari dimana Hong joo berada, atas perintah Raja untuk menangkapnya kembali setelah kabur dari penjara. Kepala prajurit melihat belati ditungku pembangkaran ia segera mengambilnya untuk bukti, sementara prajurit lain mengobrak-abrik isi markas untuk mencari bukti lain.

Sementara Raja dan rombongan jalan dengan wajah serius ke aula persidangan kerajaan, terdengar suara dakwaan untuk Hong joo yang telah mempermainkan keluarga kerajaan, dan juga melakukan tindak kejahatan dengan mengutus Si jubah merah dan ia harus menangung dosa-dosanya.

Sampai diaula, disana sudah ada Hong joo yang terikat kedua tangannya duduk dengan pakaian putih-putih. Raja lalu duduk didepan Hong joo yang nampak tak ada ekpresi apapun diwajahnya. Raja menghina Hong joo yang ia pikir punya tempat persembunyian hebat, tapi kenyataannya sekarang Hong joo tertangkap.


Raja geram kenapa Hong joo masih bisa tenang, apa dia memikirkan dosanya? Hong joo mengiyakan saja, Raja tak tahan lagi ia lalu berdiri dan mengatakan hukumannya, kalau Hong joo akan dieksekusi dengan dibakar. Mendengar itu, Hong joo malah tersenyum sambil berterimakasih, membuat yang hadir diaula terkejut, begitu juga dengan Raja yang hanya bisa menghela nafas melihat tak ada sedikitpun ketakutan diwajah Hong joo.

Sementara itu, Yoon hee sampai kekediamannya ditemani Joon, Yoon hee duduk dengan raut wajah sedih. Joon menghela nafas sedih, ia memutuskan untuk berbalik jalan pergi, Yoon hee bertanya apa ayahnya (Hyun seo) akan baik-baik saja? Joon berbalik lagi, lalu berkata kalau mungkin ayahnya sekarang ingin Yoon hee memikirkan keadaan dirinya sendiri. Joon cemas, kalau waktu sebelum purnamanya menghilang tinggal sebentar lagi.


Tiba-tiba, Yo kwang datang tergopoh-gopoh, membuat keduanya penasaran apa yang terjadi. Yo kwang menerangkan kalau Hong joo akan dijatuhi hukuman dibakar diatas tiang, membuat Yoon hee terkejut mendengarnya. Sementara itu, Hong joo dibawa para prajurit kedalam selnya kembali.

Joon bingung, bukankah hal bagus kalau Hong joo dihukum mati, Yo kwang menggeleng ia berkata kalau Hong joo tidak boleh mati, penjelasannya karena saat Yoon hee berhasil menghancurkan kutukannya, kutukan itu akan kembali ke Hong joo, yang akan merasakan kutukan itu sampai mati, dengan begitu Yoon hee baru bisa terbebas dari kutukan.

Raja sudah diatas tempat tidur bersiap-siap untuk tidur, saat Joon nyelonong masuk walau sudah dihadang para kasim. Raja berdiri dan meminta para kasim keluar, Raja heran kenapa Joon berani masuk dan bersikap tidak sopan padanya? Joon langsung bersujud minta maaf, ia tergesa-gesa karena harus mengatakan sesuatu.


Raja bertanya apa itu? Joon memohon agar Raja menarik kembali perintah hukuman untuk Hong joo? Membuat Raja bingung kenapa Joon meminta hal itu? Joon menjelaskan kalau Hong joo mati, maka putri tidak akan bisa menghancurkan kutukannya, membuat Raja semakin bingung, Joon memohon agar Raja menghukum mati Hong joo, saat kutukan putri sudah berpindah kedalam tubuh Hong joo, jika tidak ada tempat saat kutukan putri terlepas, maka putri akan mati.

Raja merasa gondok sendiri mendengarnya, ia sangat ingin menghabisi Hong joo, tapi saat ia sudah berhasil menangkapnya ia tak bisa menghukumnya mati. Joon berjanji akan membuat Hong joo membayar dosa-dosanya, setelah ia bisa membantu putri menghancurkan kutukannya, membuat Raja semakin dilema.

Sementara itu, terdengar tangisan bayi saat Yoon hee sedang tidur, membuat Yoon hee gelisah dalam tidurnya sampai keluar keringat dingin, ia seperti mendengar bisikan gaib dari Hae ran yang duduk disampingnya, Hae ran memberitahu Yoon hee kalau sebentar lagi bayinya dalam bahaya, akhirnya Yoon hee tersadar dan saat menoleh ada Ratu Shim disampingnya.


Ratu cemas, ia bertanya apa Yoon hee sakit, Yoon hee diam saja, membuat Ratu semakin cemas dan terus mendesak agar Yoon hee mau cerita. Dengan hati-hati, Yoon hee cerita kalau waktunya semakin sedikit sampai bulan purnama menghilang. Membuat Ratu tersentak medengarnya, Ratu tidak bisa melepaskan Yoon hee, karena ia merassa bertanggung jawab karena dirinya Yoon hee terkena kutukan ini.

Yoon hee, lalu memohon kepada Ratu, agar waktu yang tersisa ini, ia diijinkan bersama Joon untuk menyalakan lilin yang tersisa dan menghancurkan kutukan bersama-sama. Ratu berfikir, lalu mengiyakan perkataan Yoon hee, sambil ia meraih tangan Yoon hee lalu menggenggam erat tangannya.

Pagi hari di Kuil Chungbin, Joon masih tertidur, ia merasa Yoon hee datang untuk membanggunkannya. Tapi Joon enggan-engganan bangun malah memalingkan badannya kesmaping, membuat Yoon hee manyun ia semakin mendekatkan diri ke Joon dan terus berusaha memanggil namanya, tapi Joon malah menariknya sampai ia jatuh kesamping Joon.


Joon membuka matanya, dilihatnya Yoon hee menatapnya dengan manis, Joon lalu menyentuh pipi Yoon hee dengan lembut, lalu perlahan menggenggam tangannya lalu tertidur lagi, Yoon hee tersenyum lalu ikutan memejamkan mata untuk tidur. (*dek sae ron gantian bentar donk dek keknya enak tuh :P)

Tapi.. pada kenyataannya itu semua hanya mimpi, yang tidur disamping Joon bukan Yoon hee melainkan Yo kwang (*bwahaha perutku sampai sakit melihatnya :D) tangan Joon menggerayangi tubuh Yo kwang yang kebingunan *LoL. Merasa aneh dengan tangan yang ia pegang, perlahan Joon membuka mata keduanya saling menatap sebentar, sampai Joon bener-benar sadar, ia lalu berdiri menjauh sambil berteriak, diiringi senyum menggoda dari Yo kwang *Wkkkonyol


Yo kwang terus menggoda Joon, ia bertanya Joon mimpi apa sampai senyum lebar, Joon mengelaknya malah marah kenapa Yo kwang tak membangunkannya? Yo kwang tak mau kalah ia merasa sudah membangunkannya tapi Joon malah memperlakukannya begitu *hahaa, Yo kwang jail ia menebak kalau Joon kesal karena dirinya bukan Seo ri, Joon masih mengelak bukan, Yo kwang menebak lagi, kalau begitu Yoon hee? Atau buah kesemek atau Tuan Putri *LoL semuanya sama aja. Joon salah tingkah dan melempari Joon dengan benda yang ada disekitar sambil manyun. Yo kwang meminta Joon segera sadar, karena Ratu sedang mencarinya.

Joon menemui Ratu dikediamannya, Ratu berterimakasih atas bantuan Joon selama ini, dan juga minta maaf atas ucapannya yang menyakitkan. Dia berkata begitu karena Yoon hee ingin bersama Joon, tapi Ratu sendiri tidak ingin Joon ada disisi Yoon hee.

Joon minta maaf, tapi ia masih ada hal yang harus ia lakukan bersama Yoon hee, ia tahu caranya menyalakan lilin dan juga ia ingin membantu Yoon hee menghancurkan kutukannya. Lalu, Ratu bertanya jika kutukan Yoon hee sudah dihancurkan, apa yang akan Joon lakukan? Ratu berharap Joon sudah tak berada disisi Yoon hee saat itu, Joon menjadi sedih mendengar pernyataan Ratu, tapi ia tak bisa berkata apa-apa lagi.

Didalam Kuil Taoist, Poong yeon yang mengenakan seragam Ketua Taoist berdiri didepan altar sambil berfikir sesuatu. Ternyata ia mengingat pembicaraanya dengan Raja yang merasa kecewa karena dulu Poong Yeon menolak tawarannya sebagai Ketua Taoist dan pada akhirnya sekarang ia menerimanya.


Poong yeon menjawab, kalau saat ini mungkin Hong joo sudah kehilangan kekuatannya, tapi ia tak akan menyerah semudah itu, jadi ia menerima tawaran ini karena ia ingin melindungi keluarga Kerajaan dengan kekuatan yang ia miliki. Raja tak percaya, apa sungguh Pong yeon melakukan itu demi keluarga kerajaan? Poong yeon mengangguk, Raja berkata lagi kalau ia mengangkat Poong yeon hanya karena persahabatanya, jadi ia ingin Poong yeon untuk menghentikan Hong joo agar tidak menyerang keluarga kerajaan dan juga mengkhianatinya lagi, Poong yeon hanya bisa menghela nafas.

Eh yg Jadi Ratu Parknya cakep amet yak wkk salah fokus
Keesokan harinya, Ratu Shim tersenyum bahagia saat menerima tamu Raja dan Ratu Park, senyumannya itu karena ia mendengar Ratu Park sedang mengandung. Tapi kelihatannya yang bahagia hanya Ratu Shim dan Ratu Park, Raja masih saja nampak tak senang, Ratu menyadarinya ia meminta maaf karena akhir-akhir ini banyak hal yang ia pikirkan, tapi saat mendengar berita kehamilan ia menjadi bisa tersenyum bahagia.

Ditengah-tengah pembicaraan, Kasim datang memberitahu kalau Putri Yoon hee datang, Ratu Shim mempersilahkannya masuk. Yoon hee masuk, lalu memberi hormat ke Ratu Shim, dan juga Raja dan Ratu park, tapi kelihatan Raja masih tidak menyukainya, ia lalu pamit undur diri, diikuti Ratu Park. Sepeninggal keduanya, Yoon hee melihat wajah Ratu Shim bahagia, ia bertanya apa ada kabar baik? Ratu cerita kalau Ratu Park sedang hamil, Yoon hee ikut berbahagia mendengarnya.

Tiba-tiba Yoon hee teringat dengan bisikan ghaib tentang bayi yang dalam bahaya, membuat Ratu Shim cemas apa ada suatu hal yang dipikirkan Yoon hee, tapi Yoon hee buru-buru mengelaknya. Diluar, Joon duduk merenungi ucapan Ratu Shim tadi, sementara Yoon hee jalan melamun dengan para dayangnya, sedih Joon berubah senyum saat melihat Yoon hee, ia langsung memanggilnya Putri tapi Yoon hee sepertinya tidak mendengar ia terus jalan, membuat Joon berlari kearahnya dan memanggil buah kesemek, akhirnya Yoon hee sadar dari lamunannya dan menoleh kearah Joon.


Joon heran apa yang sedang dipikirkan Yoon hee, tapi Yoon hee tersenyum sambil berkata bukan apa-apa. Joon tak tanya lagi, ia mengalihkan topik pembicaraan dengan berkata kalau akhir-akhir suasana lebih membahagiakan, yang diiyakan Yoon hee, kalau Raja sudah sembuh dari penyakitnya dan ditambah sekarang Ratu park sedang hamil. Joon ikut tersenyum senang, lalu ia berkata tinggal tugas mereka menyalakan lilin yang tersisa, Joon usul bagaimana kalau mulai mencari harapan disekitar mereka.

Dan target mereka adalah Soon deok, dan saat ditanya harapannya, ia bingung dan menjawab kalau harapannya selama ini menjadi orang yang kaya raya di Joseon dan bisa main tiap hari *LoL, membuat ketiganya saling menatap satu sama lain, dan hanya bisa menghela nafas pasrah *wkk.

Yo kwang mengeluh ke Joon kalau sudah ia duga kalau ini tak akan berhasil, membuat Soon deok bingung apa maksudnya, tapi Yo kwang memintanya diam saja dan lanjut makan *hahaha. Yoon hee menatap Joon, lalu Joon punya ide, ia lalu bertanya apa harapan Yo kwang, yang langsung berfikir lalu berkata kalau harapannya semua orang bahagia dan berakhir dengan baik.


Ditengah pembicaraan serius, datang bibi pemilik kedai membawa daging sapi panggang, semuanya senang melihatanya. Yo kwang antusias, ia sengaja pesan agar kesehatan Yoon hee pulih, saat akan menyumpitnya, bibi pemilik warung menariknya kembali, sebelum makan mereka harus membayarnya dulu.

Soon deok langsung berdehem-dehem pura-pura tidak tahu, begitu juga Yo kwang langsung membalikan badan. Bibi pemilik warung bingung dan langsung menatap Joon, yang merasa akhirnya merogoh bajunya, Yoon hee menahan senyum ia mengeluarkan uang dari kantung uangnya dan mengulurkan ke bibi yang langsung mengambilnya dan mempersilahkan Yoon hee memakannya, sepeninggal bibi Yo kwang rebutan daging itu dengan Soon deok membuat Yoon hee terhibur melihat mereka.


Malam harinya, bulan purnama masih terlihat dilangit, dan disebuah kediaman, seseorang berjalan mengendap-endap kedalam sambil membawa bejana ritual. Dan orang yang memakai cadar itu masuk kekediaman Ratu park, perlahan ia berjalan mendekat lalu meletakan bejana ritual yang mengeluarkan asap hitam.

Untung Yoon hee datang dan dengan kekuatannya menahan asap hitam itu keluar dari dalam bejana, orang itu segera berdiri dan melarikan diri. Yoon hee lari mengejarnya, sampai diluar bangunan, seorang dayang melihat mereka dari jauh. Orang itu yang tak lain Hyun seo, berhenti dan menoleh menatap Yoon hee tajam lalu jalan mendekat, Yoon hee mundur dan merasa terdesak ia menggunakan kekuatannya, dan menghempaskan Hyun seo ketembok samping, membuat dayang syok melihatnya.


Hyun seo langsung berdiri dan lari menaiki tebing dan keluar lewat pintu diatas, Yoon hee mengatur nafas dan memutuskan tidak mengejarnya. Yoon hee geram, ia lalu pergi kepenjaran menemui Hong joo yang langsung berdiri dan bertanya ada apa Yoon hee menemuinya, Yoon hee mengulurkan tangannya, tapi ia menoleh kebelakanga da para dayangnya dan juga para penjaga, membuatnya mengurungkan niatnya.

Yoon hee bertanya kenapa Hong joo masih memanfaat ayahnya? Dengan tenang Hong joo mengelaknya karena ia sudah tak bisa melakukan apa-apa, karena kekuatannya sudah hilang. Yoon hee tak percaya karena ia melihat sendiri ayahnya akan menyakiti Ratu park, tapi Hong joo tetap kekeh tak mempengaruhi Hyun seo, ia malah menantang kalau Yoon hee mau membunuhnya silahkan.


Yoon hee jalan mendekat tapi ia tak terpengaruh ucapan Hong joo, dengan dalam Yoon hee menjawab kalau Hong joo bertingkah karena merasa mereka tak bisa membunuhnya, tapi Yoon hee memastikan setelah ia berhasil menghancurkan kutukannya, ia akan melihat Hong joo merasakan penderitaan melebihi kematian itu sendiri. Hong joo tersenyum, dan menantang balik, ia akan melihat siapa nanti yang akan mati membawa kutukan itu.


Didesa, para ninja dukun menempel sebuah kertas bertulis sesuatu dipapan pengumunan. Keesokan harinya, rakyat heboh membaca tulisan yang isinya mengenai kelahiran putri yang membawa kutukan, yang menyebabkan wabah penyakit di negeri ini.

Didalam istana, para dayang bergosip tentang rumor yang sedang beredar, kalau negeri mereka dihukum karena putri yang terkutuk. Seorang dayang yang semalam melihat Yoon hee ketakutan bercerita kalau semalam ia melihat mata putri berubah warna lalu tiba-tiba menghempaskan seseorang kesebuah dinding.


Saat heboh bercerita, Ratu dan Yoon hee berserta dayangnya lewat, membuat mereka langsung tutup mulut dan menunduk memberi hormat. Ratu dan Yoon hee jalan saja walau mereka mendengar apa yang mereka katakan. Sementara dibalai persidangan, para menteri dan Raja sedang membahas rumor yang beredar di masyrakat luas.

Ratu Shim datang tergesa-gesa kebalai, ia langsung mendekati Raja sambil menyangkal rumor yang tidak benar, ia juga memohon Raja mengatasi rumor agar hati rakyat menjadi tenang. Raja bingung bagaimana cara mengatasinya, Seorang menteri berkata kalau banyaknya kertas pengumuman yang beredar keseluruh negeri jadi sangat sulit untuk mengatasinya sekarang.


Raja menjawab kalau selama wabah ini tidak menghilang, semua orang tetap akan menyalahkan putri. Ratu Shim emosi, ia menjawab kalau semua ini bukan salah putri, jadi sebagai keluarga kerajaan, Ratu memohon Raja membantunya. Raja menggebrak meja murka, dan menyalahkan Ratu Shim yang tak seharusnya membawa putri ke istana, karena semenjak putri diistana tak ada satu haripun tenang karena ulahnya.

Membuat Ratu murka berteriak ke Raja, dan Raja tak mau kalah ikut berteriak. Raja berdiri lalu meminta Ratu diam saja sampai rumornya menghilang sendiri, membuat Ratu menahan emosinya, Raja tahu itu, lalu ia mempersilahkan Ratu melakukan sesuatu ia tak akan menghentikannya. Tapi, Ratu harus bertanggung jawab sepenuhnya atas konsekuensinya nanti.


Poong yeon menatap selebaran rumor yang beredar, tiba-tiba datang Ratu Shim menemuinya. Keduanya lalu berbicara, Poong yeon bertanya ada perlu apa Ratu menemuinya? Ratu ingin meminta tolong Poong yeon melakukan persembahan untuk rakyat dan juga putri, agar wabah penyakit dinegeri ini segera menghilang.

Jika, wabah ini sedikit saja menghilang mereka tidak akan menyalahkan putri lagi. Ratu juga berencana membawa putri ke acara tersebut, agar rakyat tahu tentang putri dan tidak berfikiran negatif tentang putri lagi. Tapi, Poong yeon ragu, karena ia merasa ilmunya masih belum cukup, Tapi Ratu mendesaknya akhirnya Poong yeon menerima permintaan Ratu.

Malam hari Yoon hee jalan dengan dayangnya kembali kekediamannya, saat Poong yeon datang ingin menemuinya. Ia datang untuk menghibur Yoon hee karena rumor tersebut, tapi ketakutan nampak jelas diwajah Yoon hee. Poong yeon menenangkan Yoon hee, kalau dia akan melindungi Yoon hee sebagai kakaknya, jadi Yoon hee tidak perlu takut lagi.

Tapi, saat akan jalan pergi tiba-tiab Poong yeon terhuyung jatuh, membuat Yoon hee berlari kerahanya dengan cemas. Lalu, Yoon hee membawa Poong yeon kekediamannya, Yoon hee cemas dengan luka dari belati Hong joo waktu itu yang menyebabkan Poong yeon kesakitan sekarang.

Yoon hee begitu cemas, dan ingin melihat lukanya, tapi Poong yeon menahannya, sambil tersenyum kalau dirinya baik-baik saja. Tapi Yoon hee tetap ngeyel dan membuka baju (*Eh lu dek sae ron jangan asal buka-buka yaa masih kecil tau wkk) dan terlihat luka Poong yeon sudah diselimuti sihir hitam.


Poong yeon menenangkan Yoon hee kalau nanti lukanya akan sembuh sendiri, Yoon hee hanya bisa menahan tangis, lalu mengambil handuk untuk menyeka luka didada Poong yeon (*aku juga mau donk, ayo dek gantian wkkabur), dan saat itu Joon datang dan terhenti melihat pemandangan didalam dari celah pintu. (*sabar Joon sabar :D)

Poong yeon menahan sakit, sambil berkata kalau ia menyesal waktu itu membawa Yoon hee keluar melihat dunia luar pertama kalinya, ia meminta maaf karena dia berjanji melindunginya tapi tak bisa melakukan apa-apa. Yoon hee menjawab, kalau hal yang paling bahagia dihidupnya, yaitu saat pertama kali ia melihat dunia luar bersama kakaknya itu.

Poong yeoon tersenyum, ia juga menyesal waktu akan membunuh Yoon hee, sekarang ia sadar, ia tak bisa mendapatkan hati seseorang dengan sihir hitam. Poong yeon menyemangati Yoon hee agar segera menghancurkan kutukannya, dan memperlihatkan betapa bodohnya Poong yeon dulu. Dengan begitu, ia bisa melepaskan Yoon hee, tapi untuk sekarang ia masih belum bisa, karena selama ini ia mencintai Yoon hee selama yang ia ingat, jadi perlu waktu untuk melupakannya. (*bentar, aku kok belum liat Joon nyatakan cinta ke Yoon hee?)

Sampai diluar, Joon menghadangnya dengan cemas, ia bertanya keadaan Poong yeon. Tapi Poong yeon mengira kalau Joon mengawasinya, takut kalau dia akan jahat lagi. Joon menjadi sedih, Poong yeon lalu bertanya, apa yang akan Joon lakukan saat Yoon hee berhasil menghanucrkan kutukannya? Apakah Joon akan tetap disisinya? Joon menunduk terdiam, Poong yeon menasehati, jika memang Joon berniat berada disisi Yoon hee, maka mereka berdua akan terluka. Joon tersenyum pahit, dan hanya bisa mendoakan Poong yeon cepat sembuh.

Poong yeon menghela nafas, lalu bercerita kalau besuk ia akan mengadakan persembahan, dia meminta Joon untuk selalu ada disisi Yoon hee. Sementara itu, dipenjaran Hyun seo menghabisi para penjaga, lalu pergi ketempat Hong joo yang sudah menunggunya. Hyun seo melepas cadarnya, lalu Hong joo menaikan tangannya yang diikat, dan Hyun seo memegangnya (*eke eneg lama-lama liat loveline mereka uhuk).


Hong joo, berkata kalau dia tidak akan hancur hanya karena kehilangan ilmu hitamnya. Hong joo merasa kalau kelemahan ada pada diri mereka (musuh-musuhnya) tapi mereka malah menyalahkan ilmu hitam. Sekarang Hong joo penasaran, mereka akan menyalahkan apa? setelah ia tak memiliki ilmu hitam lagi?

Keesokan harinya, rakyat berkumpul didepan papa pengumuman, yang berisi bahwa keluarga kerajaan akan melakukan persembahan didepan istana, persembahan dilakukan oleh putri Yoon hee. Soon deok yang baru datang, kaget mendengar kalau Yoon hee itu putri, tapi ia tak begitu memikirkannya, ia malah memikirkan bagaimana caranya menghasilkan uang dengan kerumunan rakyat yang pasti akan menonton. *wkk otaknya bisnis sekali.


Dikediamannya, Yoon hee didandani dayang-dayangnya disaksikan Ratu Shim, yang sebelum pergi. Ia menasehati Yoon hee agar tidak melakukan hal-hal aneh, karena akan disaksikan oleh rakyat, Yoon hee mengangguk mengerti. Lalu mereka pergi dengan tandu menuju tempat persembahan.

Ditempat yang sudah dipersiapkan, tak hanya Ratu Shin dan Yoon hee tapi Raja juga datang, saat mereka datang semua orang menunduk memberi hormat pada Raja mereka. Dialtar persembahan, Poong yeon dan juga Yo kwang yang sudah rapi mengenakan seragam bersiap melakukan ritual persembahan.


Setelah diijinkan berdiri, rakyat langsung mendekat melihat putri, mereka mulai ragu dengan rumor yang beredar, ia melihat rambut putri hitam tak sesuai dengan rumor yang mengatakan rambutnya putih. Soon deok, heran melihat Yoon hee, Joon dan juga Yo kwang ada disana. Yoon hee tak tega melihat penderitaan rakyat yang ikut berdoa memohon wabah penyakit segera hilang.

Sementara, dari dalam hutan, rombongan ninja dukun dipimpin Hyun seo (*kalau jahat gini, eke jadi inget perannya dia jadi jahat di Gu Family Book Huft). Poong yeon mulai membaca permohonan, saat Seol gae datang berdiri diantara rakyat lainnya. Tiba-tiba anak panah meluncur menjatuhkan sebuah altar, membuat kepanikan semuanya.


Para ninja dukun langsung menghadang mereka, dan merangsek masuk mengancam keluarga kerajaan, seorang berhasil mengulurkan pedangnya ke leher Raja. (*LoL ini kerajaan pengawalnya sedikit amat), membuat Raja meminta pengawalnya mundur, dan ninja dukun lain langsung berjajar didepan keluarga kerajaan dan mengarahkan anak panahnya ke rakyat yang langsung panik.

Joon yang berdiri didepan Yoon hee ikut bingung, begitu juga Poong yeon dan Yo kwang. Yoon hee akan menggunakan kekuatannya, tapi ditahan Ratu membuat Yoon hee dilema. Saat kacau seperti itu, Hyun seo datang sambil mengancam jika mereka menyerang, maka ia akan membuat tempat ini menjadi lautan darah, membuat rakyat semakin panik.

Hyun seo berkata lagi kalau ia datang untuk menemui Joon, membuat semua pandangan mengarah ke Joon yang berkata tak apa dan meminta Yoon hee membiarkannya saja, Ratu memegangi Yoon hee agar tidak melakukan apa-apa. Hyun seo tersenyum, sambil mengangkat tangan memberi aba-aba ke para ninja untuk mengarahkan panahnya ke Joon.


Hyun seo lalu memerintah mereka menembak, Yoon hee tak tahan lagi langsung menggunakan kekuatannya menghempaskan mereka. Membuat semuanya syok, terutama rakyat yang langsung meneriakinya penyihir, membuat Yoon hee semakin tak perduli lagi, ia menggunakan kekuatannya untuk membuat para ninja dukun tak berkutik lagi.

Tapi imbasnya, rakyat menjadi ketakutan dan marah, mereka langsung berteriak mengumpat dan meminta mereka menyerahkan putri yang ternyata benar seorang penyihir, agar mereka bisa mengorbankan putri agar mereka terlepas dari wabah panyakit. Raja dan Ratu Shim pasrah melihat apa yang terjadi, Joon langsung menarik Yoon hee pergi dari sana.

Hyun seo mencoba mengejar keduanya yang sudah sampai dihutan, Yoon hee tiba-tiba berhenti lari dan menarik tangannya membuat Joon kaget. Ia memaksa Yoon hee lari, tapi Yoon hee menolaknya, bahkan mengusir Joon dan ia pergi sendiri, Joon kekeh menahan Yoon hee sampai Yoon hee kehilangan kendali menggunakan kekuatannya menghempaskan Joon sampai menabrak pohon dan membuat pelipisnya berdarah.


Yoon hee sadar ia lalu lari pergi meninggalkan Joon, sementara rakyat menggunakan alat seadanya menyerbu istana yang tentu dihadang pengawal kerajaan. Poong yeon geram langsung menemui Hong joo dan mencekik lehernya.

Poong yeon menyesal tidak membunuh Hong joo yang mempersilahkannya jika Poong yeon berani menanggung resiko. Poong yeon bertanya apa yang Hong joo lakukan pada ayahnya? Hong joo menjawab kalau ayahnya sudah berkerja bagus demi keluarga kerajaan. Membuat Poong yeon geram, ia tak akan tertipu perkataan Hong joo lagi, tapi tiba-tiba lukanya sakit lagi. Saat kesakitan, Hong joo menghasutnya agar tidak mempertaruhkan nyawa bagi mereka, Poong yeon memilih pergi daripada menanggapinya.

Yoon hee kembali ke Kuil Chungbing, ia berdiri merenung didepan altar lilinya, dibawah Joon mengawasi dengan tatap sedih. Yoon hee keluar dan melihat Joon dengan sedih, ia lalu memalingkan wajahnya, membuat Joon memilih pergi dan membiarkan Yoon hee tenang dulu.


Diistana, Raja pusing melihat petisi dan teriakan rakyat yang meminta menangkap sang putri. Akhirnya ia memilih kembali kejalan yang sesat yaitu menemui Hong joo, yang tentu memberi saran untuk menyingkirkan putri jika Raja sudah tak membutuhkannya, karena memang sifat keluarga kerajaan memang seperti itu. Hong joo bahkan mengancam tentang anak Raja yang akan segera lahir, membuat Raja murka, Hong joo tak pantang mundur, ia menyarankan Raja menyerahkan putri, dan ia yang akan mengurus putri karena hanya dia yang tahu cara membunuh putri.

Membuat Raja menjadi dilema, Hong joo meminta Raja berfikir untuk menyerahkan putri atau meneyrahkan tahtanya? Raja tak menjawab lagi, langsung pergi dari penjara. Di kuil Taoist Poong yeon mondar-mandir berfikir, saat Yo kwang datang tergesa-gesa, Poong yeon meminta Yo kwang mencari kemana perginya Yoon hee dan juga Joon.

Ratu Shim jalan tergesa-gesa kekediaman Raja, ia langsung bersimpuh memohon agar Raja membantunya sambil berlinangan airmata. Kasim menjawab kalau siswa kerajaan juga sudah menentang putri ini akan semakin sulit. Ratu Shim memohon agar ia saja yang diusir bukan putri, membuat Raja memutuskan sesuatu.

Poong yeon datang tergesa-gesa menghadang langkah Raja, ia memohon agar Raja tidak melakukan hal itu. Raja frustasi ia menjawab kalau ia tak ingin kehilangan semuanya, karena itu ia pergi kepenjara, dan akhirnya memilih Hong joo lagi, ia memerintahkan Hong joo menangkap dan membunuh putri.


Joon sampai didepan pintu keluar Kuil Chungbing, saat Yo kwang datang dan memberitahu kalau keluarga kerajaan sudah mengusir Yoon hee, membuat Joon berbalik arah kembali kedalam kuil lagi. Yoon hee duduk terdiam, Joon berjalan mendekatinya dan sedih melihat keadaannya. Yoon hee tertunduk sambil berkata kalau ia ingin lari, pergi kesuatu tempat yang tak seorangpun bisa melihatnya.

Joon sedih sekali mendengarnya, ia mengiyakan permintaan Yoon hee, ia akan pergi dengan Yoon hee ketempat yang tak seorangpu bisa menemukan mereka sambil mengulurkan tangan, yang disambut Yoon hee, lalu dengan keyakinan keduanya lalu jalan pergi. Sepeninggal mereka, Hong joo dan anak buahnya datang kekuil Chungbing dan tak terlihat siapapun disana.

Hong joo langsung kembali ke istana, dan meminta Raja meminjamkannya para prajurit istanan untuk membantu menangkap Putri, awalnya Raja menolak tapi karena pintarnya mulut Hong joo yang membujuk kalau selama ini rakyat menyalahkan Raja, tapi setelah muncul putri mereka menjadi menyalahkan putri, jadi jika Raja berhasil menangkap ptri, maka rakyat akan kembali percaya padanya, akhirnya Raja mengijinkan Hong joo membawa para prajuritnya.


Hong joo juga meminta agar Raja memerintah Poong yeon untuk menghukum mati Putri setelah ia berhasil menangkapnya. Raja langsung memberi perintah ke Poong yeon yang jelas-jelas menolaknya, Raja sebenarnya juga berat melakukan hal ini, tapi ia tak bisa melakukan apa-apa, ia ingin sekali diakui sebagai Raja oleh rakyatnya, jadi ia memaksa Poong yeon mau melakukan perintahnya, jika tidak ia sendiri yang akan membunuh Poong yeon. Membuat Poong yeon menitikan airmatanya mendengar perkataan Raja itu.

Di Sungsunchung, Hong joo membaca salinan buku grimoire dan ia menyadari kalau masih ada halaman terakhir, ia bertanya ke Hyun seo saat ia datang menemuinya. Hong joo jalan mendekati Hyun seo, ia lalu berbisik mengancam Hyun seo agar mau membawakan lembar terakhir buku grimoire. Hyun seo langsung pergi menjalankan perintah Hong joo yang tersenyum puas melihatnya.



Komen :
Sebenarnya tanpa sihir ilmu hitamnya sekalipun Hong joo mampu membuat keributan, hanya bermodalkan mulut manis, dan mencoba melihat celah diantara mereka untuk bisa dimanfaatkan. Kesel juga ini Rajanya mentalnya tempe wkk, mudah banget dibujuk rayu, plin plan padahal udah lihat kenyataan dan tahu siapa yang jahat sebenarnya huft.

Lihat episode 17-18 kek nonton High School Love On versi Joseon, secara garis besarnya hampir mirip, dimana peran Sae ron dibenci banyak orang karena dia bukan manusia biasa :D, semoga next project dapat peran yang beda ya dek Sae ron, jadi manusia normal lah hahaa

1 comment:

  1. Makin penasaran sm kelanjutannya.
    Semangat sampai akhir nulis nya....

    ReplyDelete