Monday, July 11, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 16

Motw belum tamat yak, mereka memperpanjang menjadi 20 episode jadi masih ada 4 episode lagi ^^ 

Mirror of the Witch Episode 16

Diulang, saat Yoon hee masuk kedalam kamarnya, tiba-tiba seseorang mendekap mulutnya lalu menculiknya, Joon yang jalan pelan-pelan tiba-tiba berbalik karena mendengar keributan dari kediaman Yoon hee, saat Joon menoleh ia melihat seorang memakai pakaian hitam-hitam membawa kabur Yoon hee yang sudah terikat, sekuat tenaga Joon mengejarnya tapi sayang orang itu menaiki kuda sementara Joon hanya lari.


Episode 16
Saat mengejar, tiba-tiba orang itu melempar suriken kearah Joon yang berhasil menghindar, saat akan lanjut mengejar Joon melihat ada kertas diikat suriken tadi, ia memutuskan berhenti mengejar dan melihat isi kertas tersebut dan Joon nampak terkejut melihat isinya.


Sementara ditengah hutan, penculik itu membawa Yoon hee kesuatu tempat, sementara dibelakangnya ia dibuntuti para ninja dukun. Dan kita semua tahu yang menculik Yoon hee itu Poong yeon, merasa diikuti, Poong yeon melepas penutup wajahnya lalu berbalik sambil berkata kalau mereka (para ninja dukun) untuk pergi memanggil tuan mereka setelah mereka memastikan yang dilakukan Poong yeon sudah benar, dan para ninja dukun itu sepertinya percaya lalu mereka pergi.

Setelah itu, Poong yeon melanjutkan langkahnya tapi tiba-tiba terhenti ia berfikir sesuatu sebelum melanjutkan langkahnya lagi. Sampai disuatu rumah kosong, Poong yeon meletakan Yoon hee yang tersadar, ia kaget dan segera meronta sambil menatap orang yang menculiknya, tapi alangkah terkejutnya saat mengetahui siapa yang menculiknya. Poong yeon melepas penutup wajahnya menatap Yoon hee sesaat lalu pergi keluar, Yoon hee berusaha mengejarnya tapi sia-sia tangan kakinya terikat, akhirnya ia hanya bisa menangis.

Sementara itu, Joon mencari Yoon hee sampai ditengah hutan, Poong yeon dengan langkah gontai keluar dari sebuah rumah yang sudah dikelilingi kertas mantra, ia mengunci pintu rumah itu sembari ingatannya melayang saat ia keluar pertama kali dengan Yoon hee untuk melihat festival lampion waktu itu.


Saat lampion-lampion cantik terbang membumbung tinggi keangkasa, nampak Yoon hee menikmati suasana tersebut, Poong yeon menatap wajah Yoon hee sembari dalam hatinya mengatakan harapanannya untuk Yoon hee, yaitu ia bahagian saat melihat Yoon hee menjalani hidupnya penuh semangat tanpa rasa khawatir, dan ia juga berharap agar Yoon hee terhindar dari hal-hal buruk dan kehidupan Yoon hee selalu menyenangkan dan bahagia.

Kembali saat ini, memgingat hal itu membuat Poong yeon merasa sakit dari raut wajahnya, saat bimbang seperti itu, setannya muncul *Lol alias Hong joo yang meminta Poong yeon segera menyalakan api keramat, nampak Poong yeon ragu-ragu, Hong joo lalu membujuknya dengan mengatakan kalau ia akan bertemu dengan Yoon hee yang dulu jika ia membakarnya sekarang.


Dan perlahan Poong yeon terpengaruh, ia mengangkat tangannya lalu munculah api yang langsung membakar rumah kayu tersebut. Melihat api yang membesar, senyum Hong joo ikut mengembang sorot matanya puas, Poong yeon melirik kearah Hong joo untuk memastikan sesuatu.


Sementara Yoon hee terus meronta berusaha melepaskan diri sambil menangis, sementara itu diluar, Hong joo senyum bahagia tapi perlahan ia merasakan sesuatu hal yang janggal, saat ia mengangkat tangannya, duri-duri disana tak kunjung hilang, ia lalu jalan mendekat tapi ia segera menjerit dan mundur kembali, kedua telapak tangannya terbakar sampai menghitam. Hong joo langsung menatap tajam Poong yeon yang pura-pura tidak tahu.

Yoon hee yang kelelahan akhirnya tak sadarkan diri, sampai Joon datang, ia segera melepas ikatan tangan, kaki dan mulut Yoon hee. Lalu ia membantu Yoon hee yang perlahan tersadar untuk duduk, Joon cemas memanggil nama Yoon hee, sementara Yoon hee hanya bisa menatap Joon dengan sedih, Joon tak berkata lagi langsung memeluk Yoon hee yang langsung mendekap erat Joon sambil menangis terisak-isak, Joon menepuk-nepuk punggung Yoon hee mencoba menenangkan.


Api mulai padam, dan rumah kayu tersebut sudah hancur gosong disana-sini, Hong joo langsung mendekat dan melongok berusaha mencari sisa-sisa tubuh Yoon hee, tapi sayang tak terlihatnya tanda-tanda Yoon hee disana. Ia langsung berbalik dan menatap marah Poong yeon, ia bertanya apa yang terjadi, apa Poong yeon tidak memasukan Yoon hee kedalam rumah.


Dengan tenang Poong yeon menjawab, kalau ia sudah memasukannya dan kalau tidak percaya Hong joo bisa ke anak buahnya yang melihatnya sendiri. Hong joo tak percaya lalu kemana Yoon hee pergi, Poong yeon menjawab tidak tahu. Hong joo murka, seharusnya Poong yeon membakar putri dengan api keramat lalu kenapa Putri menghilang, Poong yeon santai berbalik bertanya kalau ia tidak tahu lalu kenapa Hong joo semarah itu? (*ya jelas kesalah si Hong joo, dia jadi korban PHP ayah anak didepan matanya sendiri Wkk, waktu bayi ia pikir Hyun seo membakar putri yang masih bayi, eh sekarang udah besar ia juga berfikir Poong yeon membakar putri, pada kenyataan nol :P_)

Hong joo meminta Poong yeon mencari Yoon hee lalu membakarnya, sebelum Yoon hee tahu kalau kakaknya berusaha membunuhnya. Setelah berkata begitu, Hong joo langsung pergi diikuti para anak buahnya, tinggal Poong yeon yang masih berdiam diri, dia teringat perbincangan terakhirnya dengan ayahnya, yang memintanya untuk membantu Hong joo dan membunuh Yoon hee. Diingatan lain, ia teringat perbincangannya dengan ayahnya yang memintanya untuk tidak mempercayai semua yang ayahnya katakan.

Ditempat Yoon hee, mereka berdua jalan keluar dari rumah kayu lain ditengah hutan, sampai diluar Yoon hee bertanya apa yang terjadi? Joon lalu mengeluarkan kertas tadi dan memberikannya ke Yoon hee, yang ternyata isi kertas itu addalah peta lokasi dimana Yoon hee berada, Joon menjelaskan kalau ia dapat itu dari kakaknya Yoon hee agar ia bisa menyelamatkannya.


Tiba-tiba Poong yeon datang, Yoon hee langsung mundur, Joon maju menghadang Poong yeon, dengan kesal Joon bertanya apa yang Poong yeon lakukan pada Yoon hee? Poong yeon menatap Yoon hee cemas sambil bertanya apa Yoon hee baik-baik saja? Ia hanya ingin memastikan apa tujuan sebenarnya Hong joo, membuat Yoon hee dan Joon bingung mendengarnya.

Poong yeon hanya ingin tahu mengapa Hong joo ingin membunuh Yoon hee dengan api keramatanya. Yoon hee kaget, ia bertanya lagi jadi ada cara lain untuk membunuhnya? Poong yeon meminta maaf karena membuat Yoon hee kaget dengab tidak memberitahu sebelumnya, Joon tak percaya mendengarnya, ia kesal kenapa ada api keramat segala sekarang yang bisa membunuh Yoon hee.

Poong yeon menenangkan keduanya, ia menjelaskan kalau hanya dirinya seorang yang punya api itu, jadi Hong joo tak akan bisa membunuh Yoon hee lagi. Yoon hee bertanya apa karena itu, Hong joo mendekati Poong yeon selaman ini? Poong yeon diam saja, Yoon hee berkata lagi kalau Hong joo waktu itu datang menemuinya dipenjaran dengan Hyun seo, apa karena itu tujuannya? Joon tak tahan lagi, ia ingin menemui Hong joo dan menangkapnya agar tak bisa mengganggu Yoon hee lagi, saat akan pergi, Poong yeon berkata kalau ia tahu Hong joo dimana membuat Joon menghentikan langkahnya sambil berbalik menatap Poong yeon.


Hong joo pulang kemarkasnya dengan langkah kesal, sampai ditempat Hyun seo berada, ia langsung mengomel kenapa Hyun seo harus membuat jimat untuk Yoon hee. Sementara Hyun seo sedang sekarat menahan rasa sakit, tapi Hong joo terus mengomel karena itu Hyun seo jadi kehilangan kekuatannya dan tak bisa membunuh putri.

Hyun seo menoleh, Hong joo langsung menatapnya tajam sambil berkata kalau semua ini salah Hyun seo, bukan maksudnya membuat Hyun seo seperti ini. Hyun seo berjalan mendekati Hong joo sambil memohon untuk membunuhnya saja, Hong joo langsung mengambil serbuk hitamnya lalu menaburnya kedalam bejana yang kemudian mengeluarkan asap yang merasuk ke tubuh Hyun seo yang langsung menjadi Zombie lagi, lalau Hong joo meminta Hyun seo untuk menghancurkan jimat yang ia buat, karena hanya dia yang bisa melakukannya. Agar, Heo joon lemah karena kutukannya, sehingga rambut putri menjadi putih agar seluruh dunia tahu siapa Yoon hee sebenarnya.


Kita tengok keadaan Heo Ok dulu yuk :P, didalam penjaran para petugas sedang memberi makan para tahanan. Sementara Ok berteriak-teriak minta dilepaskan atau dipanggilkan Raja :*pfftt. Tapi para petugas tak menghiraukan umpatan Ok dan tetap melanjutkan langkah mereka, membuat Ok merubah perkataannya, ia menahan para petugas dan meminta mereka memanggilkan ibunya, karena ibunya punya banyak uang dan akan memberi mereka uang jika mereka melepaskannya, membuat para petugas tertawa, lalu mereka memberi Ok nasi kepal lalu pergi meninggalkannya. Awalnya Ok gengsi mau makan, tapi karena ia kelaparan akhirnya mau juga makan nasi kepalnya hahaha.

Sementara dijalanan, Yo kwang jalan sambil melamun, ia tak sadar dipanggil-panggil Soon deok, karena merasa tidak didengar, Soon deok langsung muncul didepannya, membuat Yo kwang kaget lalu mengomel. Soon deok, langsung bertanya apa yang terjadi dengan Joon ssepertinya sedang dikejar-kejar seseorang, Yo kwang menjawab kalau Joon baik-baik saja sambil menghela nafas.


Yo kwang lanjut jalan, tapi Soon deok masih mengikutinya, Yo kwang bergumam kalau selama ini hanya hal buruk saja yang terus terjadi kepada orang yang seharusnya terjadi, merasa dicurhati Soon deok langsung belok arah, membuat Yo kwang heran dan menahannya *wkk. Yo kwang merasa diabaikan, padahal Soon dook yang awalnya memanggilnya, Yo kwang melanjutkan curhatannya, apa yang harus ia lakukan padahal waktu untuk menyalakan lililnya semakin habis, dan Yoon hee setiap hari semakin melemah, dan ia tak tahu kemana perginya Hyun seo, Soon deok hanya mengangguk-angguk berusaha mendengarkan curhatan Yo kwang *LoL.


Saat tersadar kepada siapa ia cerita Yo kwang langsung menghentikan curhatannya *hahaha, ia langsung mengguruh Soon deok pergi. Membuat Soon deok kesal merasa dipermainkan, padahal baru saja Yo kwang curhat padanya. Soon deok bertanya, apa Yo kwang menyukainya, yang langsung dijawab tidak *wkkovlok. Soon deok tersenyum sambil berkata kalau Yo kwang menyukainya jangan setengah-setengah, lalu ia jalan pergi. Yo kwang langsung salting dan berkata kalau bukan begitu maksudnya, lagipula ia menyukai wanita yang tinggi. *hahahaa


Dikuil Chungbin, Joon menatap sisa lilin yang belum menyala, Yo kwang memanggilnya Joon menoleh nampak wajahnya gusar sambil berkata kalau Hong joo berusaha membunuh Yoon hee lagi, Yo kwang mengangguk sedih ia juga sudah mendengarnya sebelum jalan ke Kuil Chungbin. Yo kwang berfikir kalau Poong yeon yang mewarisi Api keramat Hyun seo, ia yakin kalau Yoon hee akan selamat.

Joon tetap tidak tenang, ia tak bisa membirkan Hong joo begitu saja, ia pasti mempunyai cara untuk membunuh Yoon hee. Joon bertanya kalau Hong joo tidak menggunakan sihir hitamnya, maka ia tak akan berbahaya bukan? Jadi apa ada cara menghilangkan sihir hitam Hong joo? Yo kwang menggeleng tidak tahu, tapi Joon yakin pasti ada cara ia lalu bergegas pergi.

Sementara itu, Poong yeon masuk kemarkas Hong joo yang kelihatannya sepi, ia mengendap-endap masuk kedalam markas tersebut. Sampai sebuah ruangan, Poong yeon melihat sekitar lalu melangkahkan kaki masuk kedalam, yang didalam ruangan tersebut terdapat sebuah peti, saat ia mengulurkan tangannya terdengar suara sihir hitam membuatnya mengurungkan niat, dan saat itu dibelakangnya muncul Hong joo yang bertanya sedang apa Poong yeon ditempat itu.


Poong yeon santai menjawab kalau ia mencarinya, keduanya lalu kembali keruang depan untuk mengobrol. Poong yeon bertanya, apa yang akan Hong joo lakukan? Yang dijawab Hong joo tentu menangkap sang putri tujuannya, lalu Poong yeoon bertanya lagi apa Hong joo punya rencana. Dengan tersenyum Hong joo menjawab kalau Hyun seo akan membantunya, membuat Poong yeon kaget, Hong joo menjelaskan kalau Hyun seo sekarang berada dipihaknya, Poong yeon menahan emosi bertanya lagi, apa yang Hong joo lakukan pada ayahnya? Hong joo menjawab kalau ia menyelamatkan Hyun seo dengan sihir hitamnya karena membuat jimat untuk sang putri? Poong yeo mulai kesal, ia bertanya dimana ayahnya sekarang, dengan senyum Hong joo menjawab kalau Hyun seo pergi untuk menemui putri, tanpa berkata Poong yeon langsung pergi.

Yoon hee bertemu dengan Hyun seo yang menyapanya dengan senyuman, sementara itu Poong yeon sekuat tenaga lari kembali ke istana, dilain pihak Joon dan Yo kwang juga sedang berlari kearah istana.


Didalam Kuil Taoist, Yoon hee duduk berhadapan dengan Hyun seo, ia bertanya apa Hyun seo baik-baik saja, yang diiyakan Hyun seo kalau dirinya sudah sembuh. Hyun seo balik bertanya, apa Yoon hee baik-baik saja? Kelihatannya Yoon hee lemah, apa karena bulan purnamanya akan berakhir. Tapi Yoon hee tak menjawab, ia masih merasa bersalah, karena ia menerima jimat dari Hyun seo. Dengan senyum Hyun seo menenangkan Yoon hee kalau semuanya sudah berlalu.

Yoon hee sepertinya percaya kalau itu Hyun seo yang asli, karena itu ia bertanya saat dipenjara apakah ia bermaksud membunuhnya, tentuh Hyun seo menjawab tidak. Yoon hee waktu itu merasa yakin kalau Hyun seo sedang dibawah mantra Hong joo, jadi Yoon hee sekarang meminta dengan tulus agar Hyun seo kembali berpihak padanya, tapi tiba-tiba mata Hyun seo menyala.

Joon dan Yo kwang jalan cepat didalam istana, sementara Poong yeon sampai dikediaman Yoon hee, ia langsung masuk tapi kamar itu kosong tak berpenghuni. (*bener-bener dech ini istana lebih sepi dari kuburan, ya kalau saja jTBC mau bermodal dikit buat istana ini lebih hidup, mungkin bisa sedikit membantu menaikan ratingnya :D). Poong yeon langsung lari keluar, sementara Yoon hee menyadari ketidakberesan pada Hyun seo langsung berdiri, Hyun seo perlahan jalan mendekati Yoon hee yang cemas dan berusaha menghindari dengan jalan mundur, (*kalau eke jadi Yoon hee, gak jalan mundur, lari melewatinya terus keluar istana, atau teriak-teriak diluar istana pasti banyak orang, eh namanya juga drama :P)


Yoon hee terpojok sampai dimeja altar, Hyun seo berjalan mendekat semakin mendekat Yoon hee menggunakan kekuatannya, membuat Hyun seo terhempar beberapa langkah dan membuatnya marah langsung menatap tajam Yoon hee dan jalan mendekat lagi, dan saat akan menggunakan kekuatannya lagi Yoon hee tidak bisa terburu terintimidasi kekuatan Hyun seo dan akhirnya membuat Yoon hee hanya bisa pasrah, saat Hyun seo mengeluarkan kekuatannya untuk menarik kembali jimat yang ia pasangkan kedahi Yoon hee.

Dijalan, tiba-tiba Joon merasa kesakitan dan terhuyung jatuh, Yo kwang kaget dan ia melihat tanda kutukan Joon menyala-nyala lalu ia langsung terpikir tentang Yoon hee. Saat itu Poong yeon datang dan melihat kondisi Joon tanpa babibu Poong yeon langsung lari. Joon meminta Yo kwang segera pergi menyelamatkan Yoon hee, yang diangguki Yo kwang langsung lari menyusul Poong yeon.

Didalam Kuil Taoist, perlahan rambut Yoon hee memutih, Poong yeon datang memanggil ayahnya menghentikan sebentar Hyun seo yang menoleh kearahnya, tapi ia melanjutkan kembali aksinya mengambil jimat. Membuat Poong yeon langsung menarik ayahnya, menjauh dari Yoon hee pas waktu itu Yo kwang juga sampai disana.


Poong yeon mencoba menyadarkan ayahnya, tapi sia-sia ayahnya malah melemparnya kesamping dan langsung melihat ke arah Yoon hee yang sudah dilindungi Yo kwang. Joon yang sudah pulih juga sudah sampai disana, ia langsung menahan Hyun seo, tapi kekuatan Hyun seo lebih besar, dan akhirnya Joon juga dilempar Hyun seo.

Yo kwang dan Yoon hee tersudut dirak-rak buku dekat Poong yeon yang masih terduduk, Hyun seo semakin mendekati mereka, membuat Poong yeon akhirnya menggunakan api keramatnya untuk menghempaskan Hyun seo yang terpelanting dan akhirnya pingsan. Ditempat Hong joo merasakan juga apa yang dirasakan, ia melihat tanda ditelapak tangannya menyala.


Yo kwang lalu mengikat Hyun seo yang belum sadar dikursi, Yoon hee duduk sambil sedih memanggl ayahnya itu, sementara ketiga orang lainnya menatap Hyun seo dengan sedih dan tak tega juga. Joon tak tahan lagi, ia bertanya ke Yo kwang kalau Hyun seo tahu caranya Hong joo agar tidak bisa menggunakan sihir hitamnya lagi, jika itu berhasil maka Hong joo tak bisa mengendalikan Hyun seo lagi bukan? Jadi sekarang mereka harus membuat Hyun seo sedikit sadar, Joon lalu bertanya dimana Hong joo berada ke Poong yeon, tapi ditahan Poong yeon kalau dia sendiri yang akan kesana, karena ia yakin Hong joo merada dirinya berada dipihaknya.

Sepeninggal Poong yeon, Yoon hee bertanya apa yang terjadi pada Hyun seo jika ilmu hitamnya menghilang, bukankah selama ini ia bergerak karena dikendalikan sihir hitam? Tapi Joon menunduk tak bisa memberi jawaban, saat menoleh ke Yo kwang pun begitu ia hanya bisa diam tak bisa memberi penjelasan pasti.


Ratu Shim pergi kekamar putrinya tapi kosong tak ada siapapun disana. Dan Hong joo melakukan ritualnya, perlahan membuat Hyun seo tersadar, ia menatap Yoon hee sambil bertanya, apa Yoon hee yakin melakukan ini padanya? Membuat semuanya menoleh, Yo kwang memohon agar Hyun seo sadar, ia bertanya apa yang harus ia lakukan agar Hyun seo mau mendengarkannya? Hyun seo menyeringai sambil berkata kalau mereka yang berpihak pada putri akan mati juga, Yoon hee tersadar kalau yang berbicara itu Hong joo, bukan Hyun seo.

Joon meminta Yoon hee mundur, ia lalu maju dan duduk didepan Hyun seo, sambil menatap Hyun seo ia berbicara kalau sebenarnya ia enggan berbicara dengan (Hong joo) yang sudah seperti bukan manusia lagi, Hong joo bertanya apa yang sedang berbicara dengannya itu orang yang membuat Si jubah merah berkhianat padanya? Hong joo lalu bertanya bagaimana caranya mengobati penyakit Raja? Joon menyeringai sambil menjawab kalau yang ia tahu sihir hitam masuk lewat sisi gelap hati manusia, jadi ia cari tahu apa yang ada dalam hati beliau (Raja).

Joon lalu bertanya, bagian mana titik lemah Hyun seo yang dimanfaatkan Hong joo untuk merasukinya? Hong joo menyeringai kalau sihir hitam dalam tubuh Hyun seo tidak bisa dihilangkan, karena jika sihir hitamnya hilang makan Hyun seo akan mati, jadi artinya Joon tak bisa menyelamatkannya dan juga tidak bisa membunuhnya. Dan yang bisa mereka lakukan hanya melihat Choi Hyun seo mati secara perlahan.

Joon tersenyum mengejek, dan berkata kalau menebak dari cara Hong joo memperlakukan Hyun seo, pasti Hong joo juga tidak ingin melihat Hyun seo mati juga? Membuat Hong joo terhenyak, dan dari belakang Poong yeon sudah berada didekatnya membuatnya kaget, Poong yeon menaikan tangannya hendak mencekik, Hong joo langsung terbirit-birit lari mengambil belatinya.


Dan pertarungan diantaranya dimulai, Hong joo berhasil melukai dada sebelah kiri Poong yeon sementara Poong yeon berhasil membakar tangan Hong joo dengan api keramatnya, tapi sesaat Poong yeon ambruk dan pingsan dan api dilengan Hong joo pun ikut lenyap. Dan mata Hyun seo menyala, membuat semuanya langsung terhenyak.

Hyun seo sadar lalu memanggil Yoon hee yang menangis melihatnya, Yo kwang menduga Poong yeon sudah sampai dan melukai Hong joo sekarang. Kesempatan itu langsung digunakan Joon untuk bertanya, apa ada cara agar Hong joo tidak bisa menggunakan sihir hitamnya lagi? Hyun seo menjawab kalau Joon  harus menemukan belati sihir hitamnya, Joon masih tak mengerti, Hyun seo menerangkan kalau belati itu, benda pertama yang Hong joo dapatkan saat menerima sihir hitam. Joon harus menemukan belati itu karena menjadi sumber utama kekuatan hitamnya, ia harus membakarnya dengan api keramat.


Joon lalu mengingat-ingat sesuatu, lalu ia teringat saat Hong joo menusuk dadanya dengan belati untuk menghancurkan tanda jimat didadanya waktu itu. Tapi sayang saat Joon mengingatnya, Hyun seo sudah kembali dikuasai Hong joo, ia bertanya apa mereka mengutus seekor tikus untuk menyusup. Yoon hee emosi, ia bertanya apa yang Hong joo lakukan pada kakaknya? Hong joo menjawab kalau kakaknya belum mati, dan jika ia ingin menyelamatkannya, Yoon hee harus datang menemuinya dihutan Seoyang.

Ratu Shim datang dan heran melihat apa yang terjadi, Yoon hee menerangkan semuanya sambil jalan keluar dari dalam Kuil Taoist. Ratu Shim cemas, karena merasa kehilangan Hyun seo yang ia anggap setimpal melawan Hong joo. Yoon hee menenangkan Ratu kalau ia akan berusaha mengembalikan Hyun seo seperti semula.

Ratu cemas, ia bertanya apa Yoon hee punya rencana? Yoon hee menjawab kalau ia sudah tahu sumber kekuatan Hong joo, dia akan melakukan sesuatu agar Hong joo tak bisa menggunakan kekuatannya lagi. Ratu menghela nafas, apa karena itu  Joon kembali ke istana? Saat itu Joon datang dan tak sengaja mendengar pembicaraan keduanya.

Ratu berterimakasih pada Joon karena sudah menyelamatkanya, tapi apa Yoon hee harus turun tangan sendiri mengenai masalah ini? banyak mata yang memandang Yoon hee sekarang, jadi Ratu akan mengirim prajurit, jadi biarkan Joon pergi secara diam-diam dari istana.

Yoon hee langsung menolaknya, ia kekeh akan menyelesaikan sendiri masalah ini, Yoon hee merasa Joon sudah menaruhkan nyawanya walaupun itu bukan masalahnya sendiri, dan Yoon hee juga ingin melindungi Joon juga. Ratu menghela nafas, dan meminta agar Joon tidak keluar masuk istana seenaknya sendiri, dari jauh Joon terhenyak mendengarnya.


Karena sudah beredar gosip, kalau ada laki-laki rendahan yang sering keluar masuk kediamannya, Ratu memeringatkan Yoon hee kalau sekarang adalah seorang putri, terserah diluar sana Yoon hee bersikap seperti apa, tapi didalam istana Yoon hee harus bersikap pantas sebagai seorang putri, dengan menjauhi Joon. Yoon hee diam dilema, sementara Joon menjadi sedih dan memilih pergi.

Selesai berbicara, Ratu dan rombongan dayangnya pergi jalan, Ratu terdiam ia berfikir sesuatu lalu memutar jalan pergi kekediaman Raja. Ia menghadap Raja mengutarkan pemikirannya, Raja kaget mendenar Ratu ingin mengganti kepala pemimpin Kuil Taoist, Ratu menjelaskan kalau kondisi Choi Hyun seo sekarang tidak memungkinkan.

Raja cemas, ia langsung bertanya apa Hong joo dibalik semua ini? Ratu mengiyakan dengan pelan, membuat Raja tak habis pikir, bagaimana bisa seorang dukun seperti Hong joo bisa mengacaukan sebuah negeri. Ratu menjaawab, kalau putri dan negeri ini menjadi prioritas utamanya, jadi ia ingin memilih kepala kuil taoist yang bisa melindungi putri dan juga mereka.


Raja bertanya siapa calon yang akan diajukan? Ratu menjawab kalau Raja lebih tahu dari siapapun? Raja menoleh heran, Ratu menjelaskan kalau ia ingin mencalonkan Choi Poong yeon sebagai kepala Kuil Taoist. Raja ragu apa Poong yeon mau menerimanya? Ratu menjawab kalau Hyun seo sedang sakit, pasti Poong yeon mau menerimanya.

Raja menghela nafas, dan meminta Ratu saja yang memintanya karena kelihatannya belakang ini Ratu lebih dekat dengan Poong yeon. Ratu menasehati Raja, kalau Poong yeon mirip dengan ayahnya yang setia dengan negara ini, karena itu Raja juga menempatkannya sebagai kepala pengawal pribadi, Raja masih bimbang dan malu karena ia dulu mengusir Poong yeon, Ratu terus membujuknya karena hanya Poong yeon saat ini yang bisa melindungi putri, Raja meminta Ratu pergi, karena dia akan memikirkannya.

Didalam kuil Taoist, Hyun seo duduk tak sadarkan diri, Joon dan Yo kwang mengawasinya, sementara Yoon hee jalan mondar-mandir sambil berfikir. Lalu ia membulatkan tekad lalu pergi keluar, Joon langsung mengejarnya dan menahannya pergi, Joon tahu apa yang dipikirkan Yoon hee, tapi ia memohon Yoon hee untuk tidak melakukannya.

Yoon hee kekeh akan pergi, Joon menahannya, Yoon hee kesal ia ingin pergi karena Hong joo memintanya pergi. Joon ikut berteriak kesal, dan meminta untuk Yoon hee diam saja, karena ia yang akan pergi. Yoon hee menahannya dan berkata kalau akan sulit jika Joon pergi sendirian, Joon berbalik lagi menatap Yoon hee yang melanjutkan perkataannya, ia akan pergi mengalihkan perhatian Hong joo, jadi Joon bisa pergi mencari belati sihir hitam.

Joon emosional, bagaimana ia bisa tenang melihat Yoon hee pergi ketempat berbahaya, Joon tidak ingin melihat Yoon hee terluka, Joon tahu kalau kutukan Yoon hee saja sudah sangat menyulitkan hidup Yoon hee, melihat itu membuat Joon berusaha keras selama ini untuk menyelamatkan Yoon hee. Lalu apa yang harus ia lakukan, kalau hal buruk terjadi pada Yoon hee?

~aku suka musik latarnya, sedih-sedih gimana gitu? Arrgh enggak sabar nunggu Ost yang full album~


Yoon hee terharu mendengar Joon begitu mencemaskannya, dengan menguatkan hati Yoon hee berkata kalau ia tak akan terluka, karena Hong joo tak bisa melakukan apa-apa padanya, dan ia meyakinkan Joon kalau tidak akan ada yang melukainya. Joon tetap tak bisa, ia membuang muka menahan kesedihannya, Yoon hee Lalu mengambil tangan Joon dan menggenggamnya erat untuk meyakinkan Joon.

Yoon hee berkata, kalau ia pergi ketempat Hong joo karena ia percaya dengan Joon, jadi Joon juga harus percaya padanya dan pergi mencari belatinya. Joon menoleh menatap Yoon hee masih penuh ketidakrelaan, Yoon hee menatap dalam Joon penuh pengharapan, tetap Joon tak bisa tapi ia juga tak bisa menahan Yoon hee lagi dan akhirnya perlahan Yoon hee jalan melewatinya, Yo kwang berlari mengejar Yoon hee sesaat ia berhenti dan memandang Joon lalu segera pergi keburu Yoon hee pergi jauh.

Dimarkas Hong joo sedang menawan Poong yeon yang belum sadarkan diri, ia membaringkan Poong yeon diatas tempat tidur dan meletakan bejana ritual sihirnya diatasnya. Hong joo senyum senang, karena merasa punya kunci untuk menangkap Putri Yoon hee sekarang.

Hong joo berkata kalau Poong yeon yang tertusuk belatinya akan segera sembuh, dan akan bangun lalu menggunakan api keramatnya untuk membakar sang putri. Didalam Kuil Taoist Joon membaca sebuah peta lalu membulatkan tekad, ia memasukan peta itu kedalam bajunya, lalu jalan pergi, tapi tiba-tiba Hyun seo memanggilnya.

Joon berbalik lagi dan duduk didepan Hyun seo, ia bertanya apa Hyun seo sudah sadar, Hyun seo langsung memeringatkan Joon untuk berhati-hati terhadap belati sihir hitam. Jika Joon tak berhati-hati saat memegangnya, ia bisa dirasuki sihir hitam. Karena cara kerja sihir hitam memanfaatkan kelemahan yang ada dalam hatinya. Jadi Joon harus benar-benar menguatkan hati, jika goyah  maka sihir hitam akan segera merasuki hati Joon.

Joon mengingat lekat-lekat nasehat Hyun seo, ia lalu berdiri dan membungkuk menghormat sebelum pergi. Didalam markas, Hong joo diberitahu sesuatu oleh seorang ninja dukun, dan ternyata ditengah hutan Yoon hee sudah menunggunya dengan Yo kwang yang selalu siap-siap menjaga Yoon hee saat melihat rombongan Hong joo datang.


Sementara itu, didalam markas Joon mengendap-endap masuk kedalam. Alangkah kaget saat Joon melihat Poong yeon terbaring tak sadarkan diri, ia langsung mendekat dan menggoyangkan badannya mencoba membangunkannya. Tapi Poong yeon tak kunjung sadar, ia lalu melihat sekeliling dan pandangannya tertuju pada peti hitam, perlahan ia mendekatinya, sempat ragu beberapa kali, Joon memantabkan hatinya mengulurkan tangan hendak membuka tapi, tutup peti tersebut terbuka sendiri, membuat Joon kaget.

Ia sekali lagi memantabkan hati, lalu mengulurkan tangannya, tapi tiba-tiba terdengar sebuah suara ghaib, yang mengatakan kalau Joon tak bisa lari dari kodratnya sejak lahir. Mendengarnya membuat Joon ketakutan, suara itu berkata lagi kalau pada akhirnya Joon tidak akan memiliki apa-apa karena mereka memandang rendah Joon. Dan pada akhirnya gadis yang Joon cintai juga akan pergi meninggalkannya.


Tapi pada akhirnya Joon tetap mengambil belati tersebut, yang langsung membuat tangannya gemetar menahan sakit. Joon teringat nasehat Hyun seo jika ia tak berhati-hati makan sihir hitam akan merasukinya. Joon berusaha menahannya, tapi perlahan saat ia bisa menguasainya, tiba-tiba matanya berubah seperti kerasukan.

Tapi Joon berusaha melawannya, dan kembali sadar ia teringat pesan Hyun seo tadi baik-baik. Joon berusaha menghindar dengan tubuh gemetaran, ia berusa menutup telinganya agar tak mendengar suara-suara ghaib tadi, tapi kenangan buruk kini yang muncul, kenangan saat semua orang meremehkannya, mulai dari kakaknya Ok, lalu ibunya Ok, bahkan ibunya sendiri dan terakhir Ratu Shim, semua kenangan buruk berputar didalam angannya.

Joon sampai jatuh ketanah, mencoba menahan semua kenangan buruk itu dengan tubuh gemetaran, tapi ia tetap mencoba memeluk erat belati sihir hitam itu. Joon melepas belati itu sesaat, lalu ia menundukan kepala menguatkan hatinya, sesaat dengan yakin ia mengambil kembali belati itu, dan saat mendongakan kepalanya, terlihat sorotan matanya yang tajam, dan perlahan berubah tapi berubah lagi.


Sementara di Kuil Taoist, Hyun seo berusaha melepaskan diri, dan akhirnya dengan kekuatannya ia bisa melepaskan tali yang mengikat dirinya,setelah lepas ia langsung pergi kesuatu tempat. Kembali kedalam hutan, Yoon hee sedang berbicara dengan Hong joo. Terlihat Yo kwang siap-siap menarik pedangnya, Hong joo yang melihatnya memperingatkan Yoon hee jika ia gegabah, maka ia akan langsung membunuh Poong yeon.

Hong joo meminta Yoon hee diam dan mengikutinya, Yoon hee dengan tenang mengiyakan saja. Hong joo bertanya lagi, apa Yoon hee bersenang-senang dengan ayahnya (Hyun seo). Yoon hee menjawab, kalau berkat Hong joo, ia tidak tahu kalau Hong joo menyelamatkannya dengan sihir hitam.

Hong joo mengejek Yoon hee kalau bukan karena Yoon hee, Hyun seo tidak akan mati. Yoon hee mengejek balik Hong joo dengan memuji sihir hitam Hong joo yang sangat menakutkan, karena bisa menyelamatkan orang. Hong joo tersenyum lalu menambahi kalau sihir hitamnya juga bisa membunuh orang.


Yoon hee bertanya lagi, apa Hong joo bisa mengembalikan nyawa ayahnya? Hong joo mengiyakan dengan syarat menggantinya dengan nyawa Yoon hee. Hong joo berkata kalau Hyun seo tidak ragu-ragu mengorbankan nyawanya, bagaimana dengan Yoon hee. Dengan tenang Yoon hee menjawab, karena alasan itu ia datang, membuat Hong joo curiga melihat kesungguhan Yoon hee, ia lalu melihat sekeliling dan menyadari sesuatu.

Ia lalu bertanya tentang Joon, dengan tenang Yoon hee menjawab kalau ia datang untuk mati lalu untuk apa ia datang bersama Joon. Hong joo merasakan sesuatu, ia lalu berbalik jalan pergi, sementara para ninja dukun menghadang Yo kwang dan Yoon hee, Yo kwang kewalahan dan akhirnya Yoon hee menggunakan kekuatanya melawan para ninja dukun yang sekali hempasan mereka semua terkapar.

Yoon hee langsung mengejar Hong joo diikuti Yo kwang dibelakangnya, sampai dimarkasnya Hong joo langsung masuk dan melihat Joon duduk memeluk belatinya, membuat senyum mengembang dibibirnya. Dia membodohi Joon yang menggunakan belati hitamnya, Yoon hee dan Yo kwang datang dengan cemas sambil terus memanggil Joon agar tersadar.


Joon berdiri sambil memeluk belati dan jalan mendekati Hong joo, perlahan Joon menatap Yoon hee yang menatapnya cemas, Yo kwang menahan Yoon hee agar tidak mendekat, perlahan airmata Yoon hee menetes, Joon memalingkan wajahnya lalu menatap Hong joo yang sudah senyum penuh kemenangan.


Tapi saat menatap Hong joo, Joon lalu menyeringai sambil mengejek Hong joo, memangnya dirinya sama dengannya, tangis Yoon hee memudar menjadi kelegaan, Joon lalu memanggil seseorang yang keluar dari dalam dan saat semua menoleh ternyata itu Poong yeon yang sudah sadar. Belum menerima apa yang terjadi, tiba-tiba Poong yeon menyalakan tungku dengan api keramatnya, membuat Hong joo melongo.


Joon dengan senyum lalu melempar belati itu kedalam tungku, membuat Hong joo langsung menjerit histeris (*eke juga ikut menjerit senang LoL), ia langsung lari mengejar tapi saat didekat api itu tubuhnya terasa terbakar, ia langsung menghindari dan menbrak apapun yang ia lewati, sambil histeris menahan sakit, tiba-tiba ia muntah darah membuat semuanya terkejut melihatnya.

Dari dalam tubuh Hong joo, sihir hitamnya menguap lalu terbang kearah api dan menghilang, lalu tinggalah Hong joo yang terduduk dengan lemas, dengan matanya melotot menatap kearah mereka semua.

Hallo berjumpa lagi ^^ gimana liburannya? menyenangkan, me? melelahkan hahaha siapa yang kejebak macet? kurang afdol kalu mudik enggak macet yaa :wkkabur

Semakin menarik, dan tinggal 2 episode lagi artinya minggu ini kita harus merelakan drama kesayangan ini huhuhu waktu cepat berlalu TT. 

Penasaran, gimana selanjutnya sama si nenek sihir Hong joo setelah kehilangan belatinya, tapi ya namanya sudah jahat ya tetap saja punya banyak akal walau sumber ilmunya udah musnah sekalipun. Apalagi selama ini dia pinter menghasut orang dengan kata-kata manisnya.

Cemas pas Joon megang belati, aku pikir dia kerasukan juga, tapi Joon ini terlatih sejak kecil menderita jadi penderitaan itu sudah seperti makanan sehari-harinya mungkin, karena itu hatinya lebih kuat dari Hong joo yang penuh dendam dan kebencian.

4 comments:

  1. Ya ampun uda bolak balik liat blog eh ternyata blok update juga 😄😆😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, kemaren gk update kn liburan lebaran dulu :D

      Delete