Monday, July 4, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 15

Mirror of The Witch Episode 15

Melanjutkan pembicaraan Joon dengan Raja dikediaman pribadinya, Raja tak percaya ucapan Joon yang akan mengobati penyakitnya, sedangkan dokter terbaik Joseon sekalipun tak bisa mengobatinya. Joon menjawab kalau penyakit Raja disebabkan sihir hitam, jadi dokter manapun tak akan mampu mengobatinya.


Raja tak percaya, dulu ia tak mempercayai Hong joo sekarang begitu juga dengan Joon, jadi dia menyuruh Joon pergi. Tapi joon kekeh, dia bertanya apa yang akan Raja lakukan? Jika mengorbankan putri, dan penyakitnya tak sembuh juga, apa Raja akan menanggung rasa sakit itu sampai mati? Membuat Raja terdiam, Joon berusaha meyakinkan Raja kalau ini adalah kesempatan Raja untuk menyembuhkan penyakitnya, bukankah Raja bersedia menemui dirinya, berarti Raja mempercayainya. Raja mulai terpengaruh ucapan Joon, dan akhirnya ia memberikan waktu satu hari ke Joon untuk membuktikan perkataannya.

Jika tidak berhasil maka Joon akan mendapat hukuman mati, Joon menyetujuinya dengan syarat ia meminta bantuan Raja untuk membantu usahanya, Raja heran bantuan apa yang diinginkan Joon? Joon meminta Raja mengurung Hong joo satu haru saja, agar ia tak bisa menggunakan kekuatan sihirnya.


Sementara, Poong yeon masih tak percaya dengan kekuatannya, tubuhnya terhuyung dan hampir jatuh. Hong joo mendekat dan cemas apa Poong yeoon baik-baik saja? Poong yeon marah, ia bertanya apa yang Hong joo lakukan padanya. Hong joo hanya ingin mencoba kekuatan Poong yeon, yang sepertinya menurun dari Hyun seo, membuat Poong yeon semakin tak mengerti.

Hong joo menjelaskan kalau kekuatan menyalakan api keramat yang dimiliki Hyun seo menurun pada Poong yeon, dengan kata lain Poong yeon mempunyai kesempatan untuk menghancurkan kutukan Yoon hee, dan mengembalikan Yoon hee seperti awal. Membuat Poong yeon bingung, Hong joo dengan manis berkata lagi, kalau Poong yeon tak mempercayainya, ia bisa bertanya ke ayahnya sendiri. (*hadeh Poong yeon ini karena cinta, bisa jadi bodoh?)

Poong yeon menurut, pergi kekuil Taoist menemui ayahnya, ia langsung bertanya tentang kekuatannya yang bisa menggunakan api keramat, ia masih ragu apakah api keramat itu bisa menghancurkan kutukan. Hyun seo dengan tatapan kosong, membenarkan pertanyaan Poong yeon yang masih bimbang, ia bertanya lagi apa hanya kutukannya saja yang akan hancur?


Hyun seo mengangguk, dulu ia ditugaskan membunuh putri yang terkutuk dengan api keramat tapi ia tak bisa melakukannya. Tapi sekarang, mereka bisa menghancurkan kutukan itu dengan api keramat tanpa membunuhnya. Poong yeon berfikir keras, ia bertanya berarti dulu ayahnya juga berusaha membunuh Yoon hee? Hyun seo menjawab kalau kutukan itu memberikan kekuatan pada Yoon hee, tapi Poong yeon segera memotong perkataannya, dan bertanya dulu waktu ayahnya membawa Yoon hee kehutan hitam... tapi kata-kata Poong yeon juga tertahan, ia tak meneruskan perkataannya, hanya dari sorot matanya ia menyimpukan sendiri apa yang baru saja ia dengar.

Setelah yakin, Poong yeon menatap ayahnya? Lalu bertanya apa yang harus ia lakukan? Hyun seo menjawab kalau Poong yeon harus membantu Hong joo menghancurkan kutukannya. Poong yeon meyakinkan ayahnya apa ia harus membantu Hong joo, ayahnya mengangguk tapi segera memalingkan pandangan matanya, membuat Poong yeon terus menatap tingkah ayahnya itu. (*hanya aku merasa yakin, Poong yeon mulai menyadari keadaan ayahnya yang tak seperti biasanya)

Keesokan harinya, Hong joo pergi dengan anak buahnya kekediaman Raja untuk mengobatinya seperti biasanya. Tapi sampai didepan, kasim menghadangnya membuatnya heran, sebelum dijawab kasim, Raja keluar dan mendekatinya sambil berkata kalau hari ini ia tak bisa diobati Hong joo. Sambil jalan mendekat Raja melirik kekediamanya, membuat Hong joo ikut melirik heran. Raja meminta Hong joo untuk masuk penjara sehari saja, membuat Hong joo semakin ingin tahu alasannya, Raja berkata kalau Hong joo akan tahu alasannya setelah hari ini.


Akhirnya, Hong joo menurut, para pengawal lalu membawanya dan juga anak buahnya kedalam penjara. Seorang ninja dukun berkata, kalau ia melihat Heo joon masuk kekediaman Raja, Hong joo meminta anak buahnya diam saja, karena ini bukan masalah besar.

Didalam kediaman Raja, Joon yang memakai baju serba hitam duduk menunduk dihadapannya, dengan mengumpulkan keberanian, Joon dengan sopan meminta ijin memeriksa keadaan tubuh Raja, yang diangguki Raja. Perlahan Joon mendekat dan meminta ijin Raja membuka jubahnya, Raja menurut dan saat terbuka, terlihat luka-luka ditubuh Raja, Joon memeriksa dengan seksama luka  itu, saat menyentuh luka itu Raja merasa kesakitan, Joon sesegera meminta maaf.

Raja bertanya apa Joon sudah menemukan bukti kalau penyakitnya karena sihir, Joon ragu menjawab kalau ia tak menemukan buktinya. Membuat raja marah, dan merasa Joon sudah mempermainkannya, Joon berfikir keras, lalu ia berkata kalau pasien yang tak percaya dokternya akan mustahil untuk sembuh, jadi Joon memohon agar Raja mempercayainya, karena untuk sehari ini Joon adalah dokternya.

Raja marah, ia mempercayai Joon karena Joon berkata penyakitnya karena sihir hitam dan ia bisa menyembuhkannya, jadi sekarang Joon tak usah banyak bicara dan segera mengobatinya, jika tidak ia akan membunuhnya.


Didalam penjara, Hong joo menggunakan sihirnya, untuk mengendalikan Hyun seo yang kini sedang mencekik Yo kwang didalam kuil Taoist, Hyun seo menginterogasi, apa yang sesungguhnya Heo joon lakukan terhadap Raja sekarang ini. Yo kwang berusaha menahan cekikan, sambil terus berusaha menyadarkan Hyun seo dari sihir Hong joo.

Yo kwang berkata kalau saat ini Yoon hee bisa mati, mendengar nama Yoon hee, kesadaran Hyun seo kembali ia merenggangkan cekikannya, lalu berbalik dan hampir jatuh untung ia memegangi meja. Saat itu Joon masuk kedalam kuil Taoist, dan kaget melihat apa yang terjadi, Yo kwang mencemaskan keadaan Hyun seo yang berusaha melawan sihir hitam dalam tubuhnya.


Dan ia kaget saat melihat Joon menatap mereka berdua, Yo kwang lalu mengajak Joon keluar dan menjelaskan keadaan Hyun seo yang sesungguhnya, membuat Joon kaget, ia bertanya apa ada yang bisa ia bantu, Yo kwang menggeleng lalu ia teringat dengan keadaan Raja, Joon kembali sedih, kalau ia tak bisa menemukan tanda sihir didalam tubuh Raja, sebenarnya Joon ingin bertanya ke Hyun seo tapi itu tidak memungkinkan saat ini, membuat keduanya menarik nafas bingung, tiba-tiba Joon punya ide, ia ingin pergi kekediaman Yoon hee untuk membaca buku mantra.


Sampai keruangan Yoon hee, keduanya langsung duduk sambil membaca buku satu persatu, dan Yo kwang menemukannya, ia berkata kalau Hong joo menggunakan sihir jenis jampi-jampi karena itu tak akan ada tanda yang muncul. Joon bertanya apa maksudnya? Sambil menjelaskan kita lihat waktu Raja kecil, Hong joo memakain kerudung merah *eh biru tua mendatanginya yang sedang terlelap tidur, ia perlahan mendekati telinga Raja lalu membisikinya.

Isi jampi-jampi itu, kalau nanti semua orang ingin membunuh Raja, dan semua orang merendahkannya dan mengutuk dibelakang Raja. Sekeras apapun usaha Raja, penyakitnya tak akan hilang. Jampi-jampi itu masuk melalui telinga Raja dan membuat Raja rasanya tercekik.

Kembali saat ini, Joon bertanya bagaimana cara menghancurkan mantra jenis itu, setahu Yo kwang hanya menghancurkan mantra yang ada sumbernya, tapi jenis jampi-jampi ini tak ada sumbernya, jadi ia tak tahu bagaimana cara menghancurkannya, Yo kwang menghela nafas, sambil berkata mungkin Hyun seo tahu. Joon lalu berdiri, membuat Yo kwang heran, Joon berkata kalau dia sendiri yang akan memeriksanya, lalu jalan pergi.


Joon menemui Hyun seo, ia langsung tanya tentang menghancurkan mantra jampi-jampi yang Hong joo lakukan terhadap penyakit Raja. Hyun seo menjawab kalau ia tak ada caranya, jika ia tahu ia sudah menghancurkannya sejak dulu. Joon kekeh kalau nyawa Yoon hee dalam bahaya, jadi Joon memohon agar Hyun seo memberi tahunya.

Hyun seo tetap menjawab kalau tak ada caranya, dan meminta Joon menerima nasib saja. Joon menyeringai menatap pandangan kosong Hyun seo, lalu ia berkata kalau Hyun seo tak akan berkata seperti itu, membuat Hong joo yang mengendalikan dari jauh tertawa mendengarnya, ia berkata sekalipun Joon tahu caranya, tak ada yang bisa Joon lakukan, sementara Raja menahan sakit yang menyerang seluruh tubuhnya.

Hyun seo yang dikendalikan menjawab kalau bukan dirinya siapa yang berkata sambil memalingkan wajahnya, Joon menekan Hyun seo sambil terus menyebut Yoon hee, membuat Hyun seo berusaha melawan Hong joo, matanya berubah-ubah, Joon cemas melihat keadaan Hyun seo ia langsung mendekat, saat seperti Hyun seo yang asli berkata agar Joon memeriksa buku Grimoire, setelah berkata itu tubuhnya dikuasai Hong joo lagi.

Dipenjara, Seorang pengawal datang untuk mengganti pengawal lain yang sedang berjaga, setelah pengawal itu pergi, ternyata pengawal yang datang itu Yo kwang yang menyamar, ia lalu masuk kedalam sampai ke penjara Yoon hee bersama Joon, Yoon hee langsung berdiri mendekat begitu juga Joon yang langsung mendekati Yoon hee dengan haru dan sedih.


Yo kwang memberitahu Joon kalau waktu mereka sedikit, ia lalu pergi untuk berjaga-jaga diluar, meninggalkan keduanya melepas rindu *plak :P. Joon dengan cemas bertanya keadaan Yoon hee, apa dia terlukan, Yoon hee menggeleng sambil berkata kalau dirinya baik-baik saja. Joon langsung menjelaskan kalau dirinya hampir berhasil membuktikan penyakit Raja karena sihir, dan menurut Hyun seo solusinya ada dalam buku kutukan Grimoire.

Membuat Yoon hee terhenyak, ia bertanya apa ayahnya sungguh-sungguh mengatakan hal itu? Joon mengangguk, sambil menjelaskan kalau sihir itu masuk kedalam sisi gelap hati manusia, jadi apa ada solusi didalam buku grimoire. Yoon hee berfikir, lalu berkata kalau mereka harus membuat orang jujur pada perasaannya, jadi mereka harus membuat obat kebenaran. Joon langsung mengingat semua bahan ramuan dan cara membuatnya. Saat mengingat ramuannya, Yoon hee berkata lagi kalau obat itu tak ada gunanya, jika si peminum enggan mengatakan yang sebenarnya. Joon tak mempermasalahkannya, yang penting mereka mencobanya dulu.

Yo kwang datang, sambil mengajak Joon segera pergi, tapi Joon diam saja tak rela meninggalkan Yoon hee, Yo kwang menatap Yoon hee lalu ia usul untuk membawa Yoon hee pergi juga dan lari dari kerajaan. Tapi Yoon hee menolaknya, ia sudah lelah melarikan diri, ia akan tetap disini dan membuktikan kalau dirinya tak bersalah.


Joon senyum menguatkan, sambil menggenggam tangan Yoon hee, Joon meminta Yoon hee percaya dan menunggunya, Yoon hee bertanya lagi, apa sungguh Hyun seo membantu mereka, karena tadi Hong joo datang dengan ayahnya yang bersikap aneh. Joon meminta Yoon hee untuk tak khawatir dan meyakinkan Yoon hee untuk menunggunya, Yoon hee tersenyum sambil mengangguk percaya *sweat.  Setelah itu, keduanya bergegas pergi dari sana.

Joon bergegas membuat ramuan obat kebenaran, dengan Yo kwang sebagai asistennya, yang kebingungan dengan maksud perintah Joon, saat Joon memintanya suatu bahan ia malah mengambil alat memotong, membuat Joon geleng kepala, sampai Joon memonyong-monyongkan mulutnya agar Yo kwang mengerti maksudnya *LoL


Setelah mengerti, Yo kwang mengambil bahan yang dimaksud tapi malah menyenggol guci lain menimbulkan keributan, membuat Joon kesal dan meminta Yo kwang tidak berisik, Yo kwang merasa bersalah dan mengangguk menurut, Joon memintanya menggiling ramuan tadi, tapi Yo kwang menggilingnya kuat sampai berbunyi, yang langsung diambil Joon dan ia menggilingnya sendiri dengan pelan-pelan.

Setelah lembut, Joon segera memasukan semua bahannya kedalam bejana penyulingan menimbulkan banyak asap, membuat Yo kwang terbatuk-batuk, Joon panic takut ketahuan orang ia langsung mendekap mulut Yo kwang *bwahaha. Setelah Yo kwang berhenti batuk, keduanya kembali fokus ke ramuan, tapi sayang ramuan itu tak menetes, Joon berkata kalau ia baru pertama kali membuatnya mungkin ada yang salah, membuat Yo kwang menghela nafas. Joon berusaha mencari letak kesalahannya, tapi tiba-tiba air ramuan itu menetes masuk kedalam botol, membuat keduanya senyum senang.

Sementara itu Hyun seo zombie aktif lagi siap menjalankan tugas, dilain tempat Joon dan Yo kwang menghadap Ibu suri, mereka melaporkan apa yang terjadi. Ibu suri tak percaya Joon akan menyembuhkan penyakit Raja, ia meminta Joon tidak menbahayakan Yoon hee, dan meminta mereka diam saja tak perlu melakukan apa-apa.


Joon mencoba meyakinkan Ratu kalau hanya ini satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan, Ratu tidak bisa mempercayakan nyawa putri ke Joon, tapi Joon berkata kalau ia bisa menyelamatkan nyawa putri dengan ilmu pengetahuannya. Ratu menjawab, kalau sampai perbuatannya membahayakan nyawa putri, ia tak akan memaafkannya, Joon mengangguk mengerti.


Dan dikediaman Yoon hee, Hyun seo masuk mendekati Ramuan yang dibuat Joon yang masih menetes kedalam botol, ia lalu memasukan sihir hitam kedalam ramuan obat sehingga masuk menjadi satu kedalam botol. Malam semakin larut, Joon datang kekediaman Raja sambil membawa nampan berisi botol ramuan tadi.

Raja sudah menunggunya, ia lelah karena waktu yang ia beri ke Joon hampir selesai, ia mengancap jika terjadi sesuatu pada tubuhnya, ia akan menghukum Joon. Kasim lalu memanggil pasukan pengawal untuk masuk dan berdiri dibelakang Joon.


Joon tak gentar, ia langsung menuangkan ramuan itu kedalam mangkuk lalu meletakan diatas meja depan Raja. Raja bertanya apa itu? Joon menjawab kalau itu ramuan obat yang bisa menyembuhkan penyakitnya, Raja bertanya lagi siapa yang membuatnya, dengan yakin Joon menjawab kalau itu buatannya sendiri.

Raja menyeringai, ia tak percaya Joon menyuruhnya meminum obat ramuannya padahal Joon bukan seorang dokter. Joon menjawab kalau Raja sudah percayakan tubuh Raja padanya, Raja mulai kesal, ia hanya meminta Joon mencari penyebabnya bukan menyuruhnya mencarikan obat aneh yang mungkin bisa saja racun untuk membunuhnya.

Joon dengan tulus menjawab, kalau ia tahu Raja pasti ragu, tapi sesungguhnya dirinya dan juga putri sangat mengkhawatirkan keadaan Raja, perasaan itulah yang ia tuangkan saat membuat ramuan itu. Dan sepertinya Raja terpengaruh ucapan Joon, kasim yang melihat Raja akan meminum ramuan itu memohon Raja untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.

Akhirnya Raja meminumnya sampai habis, perlahan muncul tanda dibelakang leher Raja, tanda yang menyala merah tiba-tiba menghitam, lalu terdengar suara jeritan sihir membuat Raja berteriak dan memegangi lehernya yang rasanya tercekik, Kasim panic langsung mendekati Raja bertanya keadaannya. Joon yang melihatnya ikut panic dan juga cemas keadaan Raja.


Raja meminta mereka membunuh Joon disela-sela menahan rasa sakitnya, kasim segera memerintah petugas menangkap Joon, mereka langsung membawa Joon yang masih meronta memanggil-manggil Raja. Sampai diluar, Yo kwang lari tergopoh-gopoh melihat Joon ia bertanya apa yang terjadi, Joon dengan cemas menjawab kalau Raja jatuh pingsan, para pengawal lalu menarik Joon dan membawanya pergi, sambil menyingkirkan Yo kwang, dan mereka menjebloskan Joon kedalam penjara.

Keesokan harinya, Raja masih terbaring dikediamannya, perlahan ia membuka matanya dan memeriksa lehernya yang masih terasa sakit, ia lalu bangun dan melihat botol obat itu masih ada disampingnya, langsung membuatnya kesal dan melempar botol itu hingga terpelanting jauh. Dipenjara, para ninja dukun tiba-tiba datang membuat Yoon hee kebingungan, mereka lalu membawa Yoon hee keluar dari penjara.


Hong joo datang dengan wajah sumringah sambil menghina Yoon hee, kalau kali ini Yoon hee benar-benar kalah, tapi Yoon hee yakin kalau tidak akan terjadi apa-apa, membuat Hong joo tertawa mendengarnya. Yoon hee marah, apa yang sebenarnya Hong joo lakukan pada ayahnya (Hyun seo), sambil senyum Hong joo bercerita pada waktu Hyun seo membuat Jimat untuk Yoon hee membuat Hyun seo kehilangan nyawanya, dan saat itu Hong joo datang dan menyelamatkannya, jadi saat ini Hyun seo dan dirinya satu tubuh satu jiwa, jika ia mati maka Hyun seo juga akan mati.

Mendengar ceritanya, membuat Yoon hee marah tapi tak ada yang bisa ia lakukan, Hong joo memperingatkan Yoon hee untuk tidak menyalakan lililnya, jika hal itu terjadi makan Hyun seo juga akan perlahan ikut mati, membuat Yoon hee semakin marah ia berkata akan menyelamatkan ayahnya apapun caranya, Hong joo tersenyum mendengar keyakinkan Yoon hee.

Para ninja dukun lalu menyerangkan Yoon hee ke para pengawal kerajaan dan membanya ke suatu tempat. Dikediaman Raja, sudah ada Joon yang duduk terdiam didepan Raja yang marah, dan berkata kalau kali ini waktunya Joon menerima hukuman. Joon hanya bisa duduk pasrah, tapi dari belakang datang para pengawal membawa Yoon hee lalu mendorong Yoon hee jatuh duduk didekat Joon yang mulai cemas melihat Yoon hee.

Raja bertanya apa belum cukup putri menyerangnya, sehingga Joon juga berencana meracuninya, jadi Raja memutuskan menghukum mati mereka dengan cara ditenggelamkan. Tiba-tiba Ratu shim datang dan langsung berlutut memohon Raja mengampuni putri, jika Raja membunuh putri maka kutukan keluarga kerajaan akan semakin parah.


Raja murka dan meminta Ratu kembali kekediamannya, karena setelah mereka, Raja juga bermaksud mengesekusi Ratu, membuat Joon dan Yoon hee tersentak mendengarnya, Raj berteriak meminta Ratu keluar.

Joon menelan ludah, lalu bertanya apa Raja takut pada putri, atau takut pada Hong joo? Membuat Raja semakin emosi, tapi Joon tak kalah emosi ia malah berteriak atau Raja takut kehilangan tahta, jadi karena takut Raja menjadi seperti ini? padahal Raja punya kekuatan dan wewenang paling tinggi diantara mereka, Raja berteriak meminta Joon diam.

Membuat ketiganya serentak menatap Raja yang sudah kehilangan kesabarannya, dia lalu berkata kalau ia tahu Joon menyalahkan dirinya karena menjadi Raja yang kejam. Karena itu sebabnya putri mencoba membunuhnya, membuat ketiganya tersentak, Yoon hee langsung menjawab kalau ia tidak berniat membunuh Raja negeri ini. ia hanya ingin melindungi Raja, dari sihir hitam Hong joo.

Joon mencoba meyakinkan Raja yang mulai bimbang, dengan berkata kalau banyak yang ingin melindungi Raja, tapi Raja masih tak percaya, yang ia percayai banyak orang yang mencoba membunuhnya. Dan banyak orang-orang yang mencoba menurunkan posisinya, dan begitu juga mereka bertiga sama saja dengan mereka.

Joon lalu berdiri dan bertanya kenapa Raja percaya padanya waktu? Kenapa Raja mengijinkannya masuk keistana, dan mendengarkan perkataannya, dan juga meminum obat ramuannya? Raja terdiam berfikir, Joon emosional ia berteriak kenapa Raja mati-matian percaya padanya? Bukankah semua itu karena Raja ingin melindungi Tahta? Atau Raja ingin melepaskan Tahta?


Membuat Raja murka, ia langsung jalan kedekat Joon lalu menarik kerah lehernya, dan menyuruh Joon diam atau ia akan membunuhnya. Tapi Joon tak gentar, ia masih berkata kalau bukankah Raja hanya ingin menjadikannya contoh agar mereka yang meragukan Raja mengakui Raja sebagai pemimpin sah negeri ini?

Tiba-tiba tanda dibelakang lehernya menyala merah, perlahan Raja mulai sadar ia melepas tangannya dari kerah leher Joon, dengan rasa putus asa, Raja membenarkan perkataan Joon, ia ingin diakui orang lain, apa Joon berfikir ia menjadi Raja karena keinginannya? Ia menunjuk tahtanya, kalau ia merasa takut duduk diposisi itu, orang-orang merendahkannya karena bukan pewaris asli keluarga kerajaan, sambil menatap ke arah Ratu shim yang terdiam.

Semua orang merendahkannya, dan memperolokanya dan mereka juga mencoba membunuhnya, airmata Raja menetes, dari dalam hatinya terdalam ia ingin juga berusaha terbaik untuk negeri ini. Dan juga diakui, dan juga menjadi Raja baik bagi pengikutnya, tapi sekeras apapu  usahanya tidak ada yang berhasil. Jadi apa yang harus ia lakukan, Raja merentangkan kedua tangannya, ia semakin frustasi karena penyakitnya itu, membuatnya semakin tidak berdaya.


Raja semakin terisak, ia berteriak tak ada lagi yang bisa ialakukan, lalu ia berbalik jalan lemas, tapi tiba-tiba ia terjatuh dan terbatuk-batuk, lalu ia muntah sesuatu bewarna hitam dan berasap, membuat semuanya kaget melihatnya. Tanda dibelakang telinganya menyala lalu menghilang, Raja mengangkat lengan jubahnya dan terlihat luka ditangannya tiba-tiba menghilang.


Raja langsung menatap Joon, yang langsung menduga kalau selama ini penyebab penyakit Raja adalah sihir hitam. Raja ternganga tak percaya melihat apa yang baru saja terjadi, dan dikuil Chungbin, satu lilin menyala lagi (Selamat Yoon hee, tinggal sedikit lagi lilinnya^^) dan satu lilin menyala itu berarti Hong joo ketimpa bagian tidak enaknya, ia merasa kesakitan disekujur tubuhnya dan terjatuh, dan dilengannya mulai bermunculan luka yang sama diidap Raja sebelumnya.

Tapi, para pengawal kerjaaan datang dan langsung memerintahkan menangkapnya, lalu mereka membawa Hong joo menghadap ke Raja. Hong joo yang masih menahan rasa sakit, heran melihat diruangan itu selain Raja, ada juga Ratu Shim dan juga Putri Yoon hee yang menatap tajam kearahnya. Raja bertanya, apa menurutnya ia akan tetap hidup setelah Hong joo melakukan ini padanya?


Hong joo tak mengerti maksudnya, Ratu Shim tak tahan ia menjawab apa Hong joo pura-pura tidak tahu, kalau dirinya berani memantrai keluarga kerajaan?  Hong joo mengelak kalau ia tak mungkin berani melakukan itu, ia hanya melakuka perintah yang diinginkan keluarga kerajaan. Membuat mereka tak percaya, Hong joo bersekukuh dia merasa tak bersalah. Hong joo mengingatkan Ratu kalau ia sendiri yang menginginkan punya keturunan apapun resikonya. Lalu Raja yang menyuruhnya menyembuhkan penyakitkanya, walaupun harus membunuh putri.

Membuat mereka semua menyeringai tak percaya mendengar Hong joo tidak sadar kesalahannya. Raja lalu meminta seseorang masuk, dan ternyata itu Joon yang membawa siJubah merah, membuat Hong joo semakin terkejut apalagi saat topeng dibuka, ternyata itu Seol gae yang ia kira sudah mati terbunuh anak buahnya waktu itu.  


Seol gae duduk didekat Hong joo, lalu Raja memintanya berkata apa kesalahan yang ia perbuatan, Seol gae menatap tajam ke Hong joo, kalau ia diperintah ketua dukun Sungsunchung untuk membunuh dan membawakan jantung mereka padanya, untuk digunakan keperluan sihir hitam. Raja lalu bertanya ke Hong joo, apa ia masih kekeh merasa tak bersalah, Hong joo dengan santai bertanya, lalu apa yang akan Raja lakukan, apa ia akan membunuhnya? Padahal Raja sendiri yang meminta bantuannya, tapi sekarang Raja berbalik arah menyerangnya.

Hong joo kecewa, ia merasa keluarga kerajaan selalu tidak melakukan ini padanya, ia lalu memakin mereka semua dengan mengatakan kalau mereka semua lemah, menyedihkan dan juga pengecut, membuat semuanya terpancing emosi dikatai seperti itu. Hong joo lalu memeringatkan Joon untuk berhati-hati, mereka baik padanya karena mereka membutuhkan Joon, tapi pada akhirnya mereka juga akan menyingkirkan Joon.


Raja marah, lalu ia memanggil para pengawalnya yang segera masuk, ia tak mengerti padahal Raja sudah berusaha menunjukan semua kesalahan Hong joo tapi Hong joo tak sadar juga, akhirnya mereka membawa Hong joo keluar begitu juga dengan Seol gae. Sampai dipintu gerbang, Poong yeon tergesa-gesa berlari kearah keduaman Raja, tapi terhenti saat melihat mereka, ia semakin terhenyak saat melihat Seol gae yang berpakaian Si jubah merah lengkap dengan topeng ditangannya.

Kita refreshing dulu dari urusana kerajaan hahaa, jangan lupakan si anak mami Heo Ok yang bersenang-senang dirumah gisaeng disiang bolong dengan teman-temannya. Ia membanggakan diri kalau Heo Joon sekarang sedang terkurung dipenjara. Teman-temannya kaget, mereka bertanya kenapa Joon bisa dipenjara, Ok menjawab kalau Joon tertangkap karena berusaha meracuni Raja, membuat teman-teman yang mendengarnya merasa kasihan terhadap nasib Joon.


Ok sok prihatin, ia berkata kalau Joon menurut padanya, mungkin ia bisa menyelamatkannya dari hukuman mati *prett. Saat menikmati minumannya, tiba-tiba datang para pasukan istana kearahnya, seorang berteriak untuk menangkap Ok karena telah berani menipu Raja, membuat semuanya kaget, terutama Ok ia meronta-ronta saat mereka menyeretnya, Ok memaki-maki mereka dan berkata kalau jabatannya lebih tinggi dari mereka.

Kembali ke istana, Yoon hee tergesa-gesa pergi ke Kuil Taoist diikuti Joon dan juga Yo kwang, sampai disana mereka tak menemukan Hyun seo. Yoon hee cemas sambil menahan tangisnya, ia berkata kalau Hong joo berkata kalau saat ini Hyun seo sudah mati. Membuat keduanya sedih, Yo kwang lalu menjawab kalau saat ini, Hyun seo tidak bisa menggerakan tubuhnya sesuai keinginannya.


Jika mereka menyingkirkan sihir hitam dari tubuh Hyun seo yang sudah mati saat ini, itu berarti Hyun seo akan langsung mati. Mata Yoon hee berkaca-kaca, ia bertanya lagi tentang maksud mereka memiliki satu tubuh dan satu jiwa, dengan sedih Yo kwang menjawab kalau saat dukun itu mati maka Hyun seo juga akan ikut mati. Mendengarnya membuat airmata Yoon hee mengalir, Joon ikut sedih tapi ia juga tak tahu harus bagaimana.

Sementara malam hari, Seorang memakain pakaian hitam dan penutup wajah mengenda-endap kedalam penjara, ia mengalahkan para penjaga penjara, dan akhirnya bisa masuk kedalam penjara, dimana Seol gae berada, orang itu tak lain adalah Poong yeon. Seol gae terkejut ia langsung berdiri, Poong yeon langsung bertanya apa selama ini Si jubah merah itu dirinya, Seol gae tertunduk dan hanya bisa minta maaf. Poong yeon menyeringai tak percaya, ia merasa dibodohi selama ini Seol gae membantunya mencari Si jubah merah, padahal Seol gae Si jubah merah itu.


Seol gae mengelak ia tidak berniat seperti itu, tapi perkataan Seol gae dipotong Poong yeon, dulu Poong yeon menganggap Seol gae sebagai teman dekatnya, ia sangat berterimakasih usaha Seol gae yang selalu membantunya. Tapi,.. kata-kata Poong yeon tertahan menahan sedih dan kecewa, Seol gae terdiam matanya berkaca-kaca. Poong yeon bertanya apa karena suatu alasan itu, selama ini Seol gae berusaha mendekatinya?.

Seol gae menangis sambil menggelengkan kepala, Poong yeon semakin terpuruk dalam keputus asaan, ia bertanya sendiri jadi siapa yang harus ia percayai sekarang? Seol gae meminta Poong yeon untuk tidak memaafkannya, Poong yeon langsung menatap tajam Seol gae, tapi Seol gae langsung membalikan badan.

Poong yeon lalu membuka kunci penjara Seol gae membuat Seol gae berbalik heran, Poong yeon menyenderkan badannya didepan jeruji penjara sambil berkata, walau bagaimanapun ia masih menganggap Seol gae sebagai temannya, jadi ini hadiah terakhir persahabatannya, lalu ia pergi, meninggalkan Seol gae yang tak kuasa lagi, akhirnya menangis terisak-isak sendiri.


Setelah dari penjara Seol gae, Poong yeon pergi ke penjara Hong joo (*Poong yeon andwe!), Hong joo berbalik menatap Poong yeon lalu tersenyum senang. Keesokan harinya, dikediaman pribadinya, Raja sedang diperiksa Joon (*ciee :P), Joon memeriksa seluruh tubuh Raja, dan memastikan semua penyakitnya sudah sembuh, dan terlihat keduanya agak canggung (*Lol, ini drama kebanyak bromancenya daripada romancenya :wkk)


Merasa yakin, Joon lalu berjalan menjauh dari Raja kembali kedepan, sementara Raja sibuk membenarkan jubahnya dan mengelap bekas tangan Joon pada leher dan dagunya *bwahaa. Joon sampai dihadapan Raja lalu melaporkan kalau semua duri didalam tubuh Raja sudah hilang, Raja sok cool berterimakasih pada Joon.

Joon lalu menatap Raja yang canggung sendiri malah memalingkan pandanganya pura-pura menatap tempat lain *wkk. Joon melirik kekanan-kekiri lalu jalan mendekati Raja yang langsung mencodongkan badannya menjauhi Joon (ngapain sih Raja? Hahaha) Joon berkata kalau ia sudah menyembuhkan penyakit Raja, jadi apakah ia boleh minta satau keinginan, Raja mengangguk-anggguk setuju, tapi ia ingat kalau ia sudah melepaskan putri sesuai keinginan Joon, sambil senyum.


Joon ikut tersenyum, dan menjawab kalau itu memang harus dilakukan Raja karena mereka terbukti tidak bersalah, Raja mengangguk-angguk mengiyakan, tapi tiba-tiba Raja berlari mengambil pedang membuat Joon mundur ketakutan :P, tapi Raja meletakan kembali pedangnya, sambil mengingat perkataan Joon kemarin yang dirasa-rasa sangat menghina dirinya, rasanya ia ingin memotong kepala Joon, membuat Joon melongo.

Raja meminta Joon pergi, Joon mengangguk lalu berbalik jalan pergi sambil berkomat-kamit, tiba-tiba Raja bertanya apa mau Joon, membuat Joon bingung ia berbalik lagi, Raja sok jaim membuang muka *beuh, Joon tersenyum sambil menjawab kalau saat ini ia tak memikirkan apa-apa, nanti saja saat ia menginginkan sesuatu ia akan bilang ke Raja *wkk ini Joon juga suka menggoda Raja.

Joon kelur dari kediaman Raja dengan hati lega, saat menoleh ia melihat Yoon hee menungguinya, membuat senyumnya semakin merekah *ciee. Joon langsung berlari mendekati Yoon hee, ia bertanya apa Yoon hee menunggunya, Yoon hee mengangguk ia menunggunya karena ia tidak tahu harus mulai dari mana mencari ayahnya *bwahaha puk-puk Joon, Yoon hee nyemasin bokapnya :P


Yo kwang lari tergesa-gesa kearah keduanya yang langsung menoleh, Yo kwang terbata-bata memberitahu mereka, kalau Hong joo melarikan diri, tapi mereka tak begitu terkejut, mereka sudah paham pasti Hong joo tak akan tinggal diam menerima hukuman.

Disuatu tempat, Hong joo berterimakasih ke Poong yeon yang sudah menyelamatkannya. Poong yeon meminta Hong joo tak senang dulu, ia melakukan semua ini demi mengembalikan Yoon hee seperti mula, setelah itu ia sendiri yang akan membuat Hong joo menebus dosa-dosanya, lalu Poong yeon bertanya apa yang harus ia lakukan.


Hong joo meminta Poong yeon menyalakan api keramatnya saat perisapannya sudah selesai. Poong yeon bertanya sekali lagi, apa Yoon hee akan kembali seperti mula, Hong joo tersenyum sambil meyakinkan Poong yeon akan percaya setelah semuanya selesai. Poong yeon bertanya, apa pertemuan pertamanya dengan Seol gae, Hong joo yang mengatur? Hong joo mengiyakan, sambil menasehati Poong yeon yang harus memperhatikan fakta untuk membuat perubahan besar. Dan perubahan itu harus dilaksanakan tanpa harus melibatkan perasaan. Hong joo meminta Poong yeoon memastikan hanya Seol gae yang tahu kelemahannya.


Yoon hee menghadap Ratu, yang cemas mendengar kabar hilangnya Hong joo yang pasti sedang merencakan sesuatu, Ratu akan menempatkan beberapa pengawal kerajaan disisi Yoon hee demi keselamatannya. Yoon hee menolak, tapi Ratu memperingatkan posisi Yoon hee yang seorang putri, akhirnya Yoon hee mengangguk setuju.

Ratu lalu menyinggung soal Joon, ia meminta Yoon hee menjaga jarak dengannya, membuat Yoon hee terhenyak. Ratu sadar kalau Joon banyak membantu, tapi Yoon hee adalah putri, ia tak bisa membiarkan rakyat biasa berada disamping Yoon hee. Ratu berjanji akan mencarikan posisi tepat untuk Joon. Tapi Yoon hee terlihat keberatan, ia jujur pada Ratu kalau ia menyukai Joon, membuat Ratu tersentak, tapi ia mencoba memahami Yoon hee, dan memberikan waktu ke Yoon hee.


Malam hari, Yoon hee jalan-jalan dengan Joon, dibelakang dua pengawal menemani mereka, keduanya jalan agak canggung, Joon mencoba menghilangkan kecanggungan itu dengan bercanda, kalau ia senang Ratu memerintahkan pengawal untuk menjaga mereka. Yoon hee hanya bisa tersenyum sambil mengangguk, Joon lalu berkata lagi kalau ia akan pergi cari pekerjaan karena itu ia tak akan bisa sesering mungkin menemani Yoon hee.

Membuat Yoon hee tehenyak, ia berhenti jalan, Joon menenangkan Yoon hee kalau ia akan mengawasi Yoon hee dari jauh sampai semua lilin menyala dan Yoon hee benar-benar dalam keadaan aman. (*sepertinya Joon tahu posisi, atau ia juga sudah diberitahu Ratu?) walau berat Yoon hee hanya bisa mengangguk sambil senyum lagi.

Yoon hee menatap Joon sedih, begitu juga Joon tapi ia masih berusaha tersenyum dan meminta Yoon hee beristirahat karena kelihatan Yoon hee kurang sehat, sekali lagi Yoon hee hanya bisa mengangguk sambil tersenyum. Lalu ia bergegas jalan pergi diikuti kedua pengawalnya, sepeninggal Yoon hee Joon mulai menampakan kesedihannya, ia terus menatap Yoon hee sampai kedalam kediamannya, setelah itu ia perlahan berbalik lalu jalan.


Sampai didalam, tiba-tiba seseorang menyekap Yoon hee lalu membawanya pergi, dipintu luar orang itu menghajar para pengawal Yoon hee menimbulkan suara keributan, membuat Joon yang belum jauh langsung menoleh dan kaget melihat apa yang terjadi, ia langsung berlari mengejar orang yang membawa kabur Yoon hee.

Tapi orang itu langsung menaikan Yoon hee yang sudah diikat dan disumpal mulutnya keatas kuda, Joon yang berlari akhirnya tak bisa mengejarnya. Sampai disebuah bangunan, orang itu menurunkan Yoon hee yang mencoba meronta, tapi saat orang itu membuka penutup wajahnya, membuat Yoon hee tersentak, ternyata orang itu adalah Poong yeon.

Poong yeon walau tak tega, akhirnya meninggalkan Yoon hee yang meronta-ronta berusaha mendekatinya. Sementara Joon masih mengejar Yoon hee sampai ketengah hutan, Poong yeon mengunci pintunya walau keraguan menyelimutinya, perlahan ia mengangkat tangannya dan menyalakan api keramat, Yoon hee menangis sambil berusaha melepaskan diri.


Api menyala segera melahap bangunan itu, Poong yeon berbalik dengan pandangan kosong, didepannya sudah menunguu Hong joo dengan senyum puas. Sementara Joon yang masih terus mencari Yoon hee, tiba-tiba terhenti saat melihat sesuatu menyala-nyala dikejauhan. 



NB :
Rabu sudah lebaran, aku enggak janji bisa posting sinopsis Ep 16 tepat waktu, karena saudara-saudaraku dari kota besar udah mudik malah sudah sampai dirumahku. Jadi lucu aja kalau aku duduk didepan lappy buat nulis sinopsis, kasihan mereka aku anggurin padahal setahun sekali baru bisa berkumpul :D, jadi kemungkinan EP 16nya senin depan yaa :D

Oke, aku pamit liburan dulu off ngeblog sementara waktu
Dan..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H, 
Mohon Maaf Lahir dan Bathin 
bagi semua yang merayakannya ^^ Selamat Liburan

6 comments:

  1. Makasih bngt dibikinin sinopsisnya, semangat terus kak^^

    ReplyDelete
  2. Ayo lanjut terus ya...
    Semangat

    ReplyDelete
  3. Kapan nih kak posting episod terakhir?
    Semangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak jadi tamat 16 ep, jadinya 20 episode jd belum ep terakhir yaa ^^

      Delete