Wednesday, June 15, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 9

Mirror of The Witch Episode 9

Haloo mba kunti bukan ya? pfftt :P
Diulang episode 8 terakhir, saat Choi Hyun seo sampai didepan kuil Chungbin ia meletakan tanganya diatas kertas mantra depan pintu. Dan membuat mantra itu terbakar, dan membuat mantra batas didalam kuil Chungbin ikut terbakar juga.


Dan hal itu membuat kekuatan Seo ri keluar dan menyebabkan gemuruh didalam kuil Chungbin, Seo ri yang sedang melamun tentang obat pelupa yang ia ganti air biasa, tersadar dengan kondisi disekitarnya. Ditempat Hong joo, ia merasakan kekuatan putri dan langsung memerintahkan para ninja dukun bergerak mencari Seo ri.

Saat kebingungan, kutukan Seo ri aktif, dan hal itu juga dirasakan Poong yeon yang sedang jalan dengan Seol gae yang tiba-tiba jatuh pingsan. Yo kwang sampai dikuil Chungbin langusng cemas melihat batas mantranya terbakar, ia langsung panic memanggil-manggil Seo ri. Sementara Seo ri menjerit merasakan tubuhnya tercekik dan terlempar keudara lagi dan membuat rambutnya berubah putih, sementara Guci PM juga bergejolak, dan perlahan Seo ri mulai kehilangan kesadarannya dan tubuhnya jatuh, Yo kwang langsung lari, tapi Joon sudah sampai disana dan berhasil menangkap Seo ri dengan wajah keheranan tak mengerti apa yang terjadi sesungguhnya.

Saat itu juga, semua kegaduhan berhenti, Seo ri membuka matanya dan melihat kearah Joon yang kebingungan dengan apa yang baru saja ia lihat, tapi ia mencoba tersenyum dan menyapa Seo ri yang perlahan kembali tak sadarkan diri. Dan perlahan rambut Seo ri kembali menghitam dan tanda kutukan dibelakang telinganyapun padam, membuat Joon semakin kebingungan.


Hong joo terperanjat sembari berfikir saat tiba-tiba Guci PM berhenti bergejolak. Mantra batas yang terbakar, perlahan  kembali utuh lagi. Joon membaringkan Seo ri ketempat tidurnya, dengan wajah sedih sembari bertanya jadi isi buku grimoire tentang kutukan yang ada dalam diri seo ri. Yo kwang membenarkan, sambil menjelaskan kalau tanda yang ada dalam tubuh Joon bisa melindungi Seo ri dari kutukan tersebut.

Episode 9


Saat tersadar, Seo ri langsung bangun dan melihat rambutnya yang ternyata kembali normal, ia lalu berfikir apa yang terjadi. Sementara Joon dan Yo kwang memebreskan benda-benda yang jatuh berantakan kembali ketempatnya. Dan Yo kwang masih penasaran dengan tanda Ok Choo Kyung yang ada pada Joon, ia curi-curi kesempatan untuk melihat tanda itu, dengan modus bantu bersih-bersih *Lol.

Ia menggunakan tongkat kecil untuk membuka baju Joon dan mencoba mengintip, dan langsung dipandang risih Joon. Sadar diamati, Yo kwang tertawa sembari berkata kalau tanda yang dimiliki Joon itu sangat berharga untuk hidup semua orang, karena itu harus dijaga, Joon menyeringai sambil mengiyakan.

Dan keduanya kembali beres-beres, Yo kwang lalu bertanya kenapa Joon ditahan disel? Joon menjawab karena semua itu karena kakak Yoon hee, dan Joon tiba-tiba ingat dan bertanya apa keluargan Seo ri tak tahu kalau ia tinggal disini, Yo kwang menjawab kalau sebaiknya tidak tahu. Yo kwang kesal kenapa Joon mengalihkan pembicaraan, ia takut kalau Joon melakukan kejahatan dan ia membantu melepaskan tahanan dan membuatnya harus berurusan dengan pasukan kemananan nantinya.

Joon mengelak, dan berkata kalau semua itu salah paham, dan sebabnya karena ia dituduh sebagai Si jubah merah. Mendengar itu membuat Yo kwang terperanjat, ia bertanya apa Joon tahu siapa dan dimana Si jubah merah, Joon heran kenapa Yo kwang ingin tahu, Yo kwang menghela nafas, sambil menjelaskan kalau semua yang dibunuh Si jubah merah adalah mereka yang berharap pada Seo ri dan membuat Seo ri tak bisa menghancurkan kutukannya.


Yo kwang menoleh kebelakang takut Seo ri mendengar, ia lalu berbisik ke Joon kalau Seo ri tidak tahu jadi Joon harus mengrahasiakannya. Saat itu Seo ri jalan turun, dan membuat keduanya langsung menoleh sementara Joon langsung ceria dan melambaikan tangannya menyapa Seo ri *Lol.

Seo ri jalan mendekat dengan wajah bingung, dan bertanya kenapa Joon ada disini, Yo kwang bingung mau menjawab apa. Seo ri marah langsung jalan kearah pintu keluar, Yo kwang mengejarnya dan menahan sambil menjelaskan kalau karena Joo batasnya kembali normal, Seo ri melihat sekeling dan batasnya baik-baik saja. Yo kwang menjawab kalau itu semua karena Joon yang sebagai batas manusia.

Seo ri menatap Joon dan bertanya apa Joon yang menyelamatkannya semalam, Joon serba salah menjawab iya karena menurut Yo kwang begitu. Seo ri bertanya lagi apa Joon melihat semuanya, Joon mengangguk. Membuat Seo ri tidak nyaman, dan ia pergi sambil meminta Joon pergi, Yo kwang mengejar Seo ri, tapi sebelumnya ia memohon Joon agar tetap disitu dulu.

Sampai dibawah, Yo kwang memohon agar Joon tetap tinggal bersama Seo ri karena itu satu-satunya harapan mereka. Seo ri tak menanggapinya dan meminta Yo kwang mencari plakat harapan, agar ia bisa segera menghilangkan kutukannya, karena ia cemas dengan keadaan kakaknya. Yo kwang lelah dan setenagh berteriak memohon ke Seo ri, kalau dia harus tetap bersama Joon sampai semua lilin itu menyala karena itu satu-satunya pilihan terakhir mereka.


Sementara, Poong yeon sudah siap-siap merapikan pakaiannya, Ibunya datang membawa ramuan obat, walau cemas ia mencoba menutupinya dan bertanya apa Poong yeon baik-baik saja. Poong yeon senyum menenangkan Ibunya kalau dirinya mungkin hanya kelelahan, Ibunya memberikan mangkuk obat sambil melirik kebelakang telinga Poong yeon yang sadar lalu mencoba menghindar. Ibunya senyum lalu bertanya apa Poong yeon sudah menemukan Yoon hee, Poong yeo menggeleng dan bertanya kenapa ibunya bertanya? Ibunya hanya tiba-tiba ingat itu saja (*ya iyalah ibunya takut kalau anaknnya kena dampak kutukan Yoon hee lagi)

Selesai berbicara dengan Ibunya, Poong yeon pergi keluar yang ternyata didepan gerbang Seol gae sudah menunggunya, dan cemas bertanya apa Poong yeon baik-baik saja. Poong yeon jalan saja sambil menjawab kalau gejalanya sama dengan saat Yoon hee menghilang, ia malah mencemaskan sesuatu terjadi pada Yoon hee, mendengar jawaban itu terlihat Seol gae tidak begitu suka.


Keduanya pergi ke penjara, tapi sesampainya disana para penjaga berkerumun didepan sel dimana Joon berada. Tapi sel tahanan itu sudah kosong dan gembok pintunya terbuka, Poong yeon kesal dan menuduh ada orang dalam yang melepaskannya. Seol gae menduga kalau ada orang dalam pasti Joon juga lolos dari penyelidikan dan mungkin sudah kabur keluar kota, Poong yeon ingat pembicaran saat Joon juga ingin menangkap Si Jubah Merah, dan membuatn Poong yeon yakin kalau Joon masih ada didalam ibukota, lalu Poong yeon memutuskan pergi kepohon 100 tahun.

Didalam kuil Chungbin, Seo ri sibuk menumbuk ramuan, Joon pelan-pelan mendekatinya tapi Seo ri tak menghiraukannya. Joon berkata kalau dirinya sesungguhnya belum mengetri tentang jimat yang dimaksud, tapi hal buruk tidak akan terjadi jika ia didekat Seo ri bukan. Seo ri masih tak menoleh sambil menjawab kalau dirinya juga tak percaya karena itu, Joon tak perlu cemas dan pergi saja.


Membuat Joon menyeringai mencoba sabar, ia berkata lagi kalau waktu dulu Seo ri hanya tinggal dirumah ditengah hutan, dan sekarang juga hanya bisa tinggal ditempat ini apa itu tidak membosankan. Masih cuek, Seo ri menjawab kalau Joon tak perlu mengurusinya dan menyarankan untuk urus hidupnya sendiri. Joon belum menyerah, dia berkata lagi kalau ada tempat yang Seo ri inginkan, ia bisa menemaninya pergi, perkataannya kali ini menggerakan Seo ri untuk menoleh, Joon melanjutkan katanya, kalau yang dibutuhkan Seo ri hanya didekat Joon, dan saat itu Seo ri juga bisa memetik buah kesemek sendiri.

Seo ri kembali menumbuk lagi, Joon bertanya apa Seo ri masih pura-pura tidak mengenalnya, dengan lirih Seo ri menjawab kalau ia sudah bukan dirinya yang dulu, jadi sebaiknya Joon tak perlu ikut campur, Joon dengan tegas menjawab kalau seharusnya Seo ri memberikan ramuan pelupanya. Membuat Seo ri terhenyak, ia lalu buru-buru mengambil ramuan yang ia tumbuk dan ia masukan kdelam alat penyuling.

Joon kembali mengikuti kemana Seo ri pergi sambil terus berbicara, kalau Seo ri membuat ramuan berdasarkan buku grimoire, ia membantu mengabulkan permohonan sekaligus membantu dirinya. Seo ri kesal dan meminta Joon tidak ikut campur, tapi Joon sudah terlanjut hapal tentang buku dan juga ramuan yang ada didalamnya, karena itu dengan tulus Joon ingin menolong Seo ri.


Diistana, saat jalan dikoridor Kasim park melihat lentera hitam yang dibawahnya terdpat surat, ia segera mengambilnya sambil berfikir dan melihat sekeliling sebelum ia pergi membawanya, dari balik tiang ternyata Hyun seo yang meletakan surat itu. (huwee ini istana sepi amat yak?)

Dan surat itu sampai ditangan Ibu suri, yang kelihatan berfikir serius sambil membaca surat tadi. Sementara diruang persidangan, Raja sakit kepala mendengar laporan para menterinya yang mendengar berita di masyarakat kalau Si Jubah Merah masih hidup. Raja murka lalu turun dari tahtanya sambil berteriak-teriak emosi merasa ia dituduh salah tangkap orang, kekesalannya bertambah saat tiba-tiba Ibu suri datang ke balai persidangan.

Ibu suri langsung menasehati Raja kalau ia seharusnya memerintah kerajaan tidak dengan emosi, tapi dengan kepentingan rakyat. Raja membelakangi Ibu suri sambil mengiyakan dan meminta Ibu suri segera pergi, tapi Ibu suri masih kekeh disana sambil terus berkata kalau Raja tidak bisa memerintah dengan benar maka Ia yang akan bertanggung jawab, membuat Raja langsung berbalik menoleh dan menatap tajam Ibu suri.


Raja menyeringai apa itu berarti Ibu suri memintanya turun tahta, yang langsung diiyakan Ibu suri, dan membuatnya semuanya terperangah dan mulai berkasak-kusuk. Menteri berkata kalau hal itu diperlukan kalau Raja sakit dan sekarang terlihat Raja sehat, Ibu suri tersenyum sambil memanggil Kasim park yang datang sambil membawa seorang dokter yang langsung sujud ketakutan.

Membuat Raja gemetaran menahan amarah, para menteri semakin bingung, Ibu suri langsung meminta penjelasan tentang kondisi Raja pada dokter itu, yang gemetaran takut langsung menjawab kalau tubuh raja mengidap penyakit aneh, disetiap bagian tubuhnya muncul duri-duri. Mendengar itu membuat Raja mengamuk marah dan mengelak sekuat tenaga, tapi tubuhnya tiba-tiba lunglai dan dan dari lengan tangannya keluar darah yang bercucuran jatuh ke lantai, yang langsung membuat semuanya syok.


Akhirnya Raja pasrah kekuasaannya diambil Ibu suri, dan akhirnya ia hanya bisa berbaring tak berdaya dengan lengan yang terus mengeluarkan darah. Dikediaman pribadinya Hong joo melakukan ritual penyembuhan, Raja marah mengapa Hong joo tak bisa segera menyembuhkannya, dengan tenang Hong joo meminta Raja untuk bersabar, karena semua itu butuh waktu. Hong joo juga berjanji akan membantu Raja melawan mereka yang mencoba melawan Raja, membuat Raja bertanya-tanya sebenarnya apa tujuan Hong joo yang sesungguhnya?.

Kembali ke kuil Chungbin, Joon masih ngerecohin Seo ri yang masih sibuk membuat ramuan, Joon bertanya kenapa Seo ri membuat ramuan obat melihat hantu, padahal belum ada permohonan yang datang. Seo ri merasa terganggu, ia meminta Joon untuk diam saja kalau ingin membantunya sambil menunggu ramuannya jadi ia pergi sebentar, Joon juga akan pergi tapi saat melihat ramuan itu menetes masuk kedalam botol, ia tiba-tiba berfikir sesuatu, walau ragu tapi akhirnya ia meyakinkan diri mengambil ramuan tersebut dan meminumnya.


Saat datang kembali Seo ri kaget, melihat Joon sedang minum ramuannya dan muncul tanda dileher belakang telinganya, Seo ri mendekat sambil mengomel kenapa Joon meminumnya. Tapi Joon malah mengambil mantel milik Seo ri dan jalan keluar, Seo ri bingung mengikuti Joon dari belakang sambil terus bertanya apa yang sebenarnya Joon lakukan.

Joon menjawab kalau dirinya ingin pergi berbicara dengan orang mati, membuat Seo ri tambah tak mengerti, Joon menjelaskan kalau ada orang mati yang ingin ia temui dan ingin ia tanyai. Karena itu, ia mengajak Seo ri ikut bersamanya, sambil memakaikan mantel ketubuh Seo ri dan menggoda Seo ri tambah cantik *pfftt. Seo ri malu langsung balik pergi tapi ditahan Joon, dan membujuk Seo ri pakai pegang tangan pula *huwee, untuk pergi ikut dengannya, itu juga untuk membuktikan apakah benar, dirinya sebagai jimat batas pelindung Seo ri atau bukan.


Dirumah gisaeng, Ok mengamuk para pembawa tandu, ia bertanya siapa yang menyuruh mereka, awalnya mereka tidak mau menjawab. Tapi saat para pelayan Ok mengancam dengan senjata tajam keleher mereka, akhirnya mereka mau membuka mulut kalau gadis yang ada diperjudiannya yang bernama Soon deok (*ok akhirnya kita tahu namanya Soon deok, beuh saia jadi ingat Moorim School) Yang menyuruh mereka melakukannya.

Dan akhirnya, Soon deok yang akan pergi kerumah perjudian, ditangkap para pelayan Ok lalu dibawa ke sebuah rumah, dan diinterogasi disana. Ok langsung bertanya dimana Joon berada, tapi Soon deok kekeh menjawab tidak tahu, Ok mengancam akan membunuhnya. Tapi ia malah menendang Ok dan berusaha kabur, membuat Ok kesal dan memukul Soon deok sambil mengancam akan membuat Soon deok sebagai umpan.


Sementara itu orangnya sedang jalan berdua ditengah keramaian pasar, sambil sibuk menyembunyikan wajahnya dibalik topi, begitu juga Seo ri yang jalan menunduk sambil menyembunyikan kepalanya dengan mantel yang ia kenakan *bwahaa.

Joon berusaha menunjukan benda-benda yang dijual dipasar, tapi Seo ri tak perduli terus jalan tanpa melihat jalan, dan membuatnya hampir menabrak orang, untung Joon langsung menolong. Sepanjang jalan Joon menuntu Seo ri sambil mengomel kalau Seo ri malah kelihatan aneh, dan orang-orang malah semakian penasaran kalau Seo ri menutupi dirinya berlebihan seperti itu, Seo ri takut karena terlalu banyak orang disini.

Joon menahan langkah Seo ri, sambil membuka mantel yang dipakai Seo ri, membuat Seo ri kaget dan berusaha menahanya, tapi Joon lebih kuat menahan dan memutar badan Seo ri memintanya melihat sekitar. Joon berujar kalau tak seorangpun perduli, mereka sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing, dan mereka hanya menganggap mereka berdua orang yang melintas sama dengan mereka pada umumnya.

Seo ri terdiam sambil melihat sekitar yang benar tak seorangpun yang perduli padanya, Joon tersenyum dan meyakinkan Seo ri kalau semuanya baik-baik saja, kalaupun ada yang memperhatikan dirinya, itupun karena Seo ri cantik *bwahaha. Mendengar pujian itu membuat Seo ri tersipu malu, dan langsung jalan cepat-cepat, membuat Joon menahan senyum geli.


Joon lalu jalan dibelakang Seo ri tapi tiba-tiba dia menjerit kaget sampai hampir jatuh ketempat orang berjualan, membuat semua orang menoleh begitu juga Seo ri yang keheranan. Merasa jadi pusat perhatian, Joon buru-buru berdiri menutupi wajahnya dan lari kebelakang Seo ri, ia mengintip dari belakang Seo ri yang ternyata ada hantu anak kecil disana dan saat dilihat Joon sekali lagi hantu itu malah menyeringai dan memutar kepala membuat Joon semakin ketakutan dan bersembunyi dibelakang Seo ri yang merasa risih dan sebal, Seo ri langsung menyingkirkan Joon dan jalan sambil mengomel kalau begini siapa yang jadi pelindung siapa *wkk.

Ihh lucu dede hantunya :D
Poong yeon dan seol gae sampai dipohon 100 tahun yang sepi plakat permohonan dan ada papan umpatan tertancap disana. Seol gae bertanya siapa yang akan ditangkap Poong yeon, Si jubah merah atau Heo Joon, Poong yeon menjawab kalau ia ingin menangkap keduanya, dan terlihat mimik wajah Seol gae yang merasa sedikit cemas.

Dan orangnya sedang mengendap-endap akan masuk kerumah gisaeng, bersembunyi dibalik tembok gerbang menunggu suasana sepi. Saat sepi, keduanya langsung buru-buru jalan masuk dan langsung bersembunyi lagi saat ada seorang lewat, dan tanpa sadar, keduanya berhadapan, dan membuat Seo ri deg-degan berada sedekat itu, Seo ri gugup bertanya kenapa? Tapi Joon menyuruh Seo ri diam tak sadar posisi *Lol, membuat Seo ri semakin grogi terlihat ia memainkan jari-jemarinya untuk mengurangi groginya.


Joon mengintip lagi melihat situasi dibalik dinding, tapi *ciluk baa?, bukannya manusia yang ia lihat malah sesosok hantu gisaeng yang ia lihat, dan langsung membuat Joon jatuh kaget sambil menutup mata. Membuat Seo ri heran, ia langsung ikut menengok tapi tak nampak siapapun disana membuat Seo ri kesal memukul topi Joon dan menatapnya aneh, Joon senyum lalu berdiri dan mengajak Seo ri pergi, tapi saat melangkah Seo ri berhenti sambil melotot tajam tangan Joon yang memeganginya erat, Joon langsung melepasnya sambil senyum *wkk

Sampai dikamar Man weol, Joon langsung masuk sambil mengibas-ngibaskan tangannya, tenryata ruangan itu kosong membuat Joon sedikit lega, tapiiii bwa dari atas jatuh hantu gisaeng lain yang langsung membuat Joon jatuh bangun langsung merangkak keluar sambil menutup pintu kamar tapi ia penasaran dan mengintip lagi, dan dilihat hantu itu meringis padanya *hihihi.


Seo ri menatapnya lelah, sambil berkata bagaimana Joon bisa bertanya ke hantu kalau ketakutan seperti ini terus. Dan akhirnya Joon memberanikan diri bertanya ke seorng hantu yang sedang duduk sambil meringkukan keduanya dengan wajah sedih, Joon bertanya apa hantu itu mengenal Man weol, si hantu langsung menatapnya kesal, Joon tak berani melanjutkannya dan langsung pamitan dan mengajakan Seo ri pergi saja *hihihi

Antara penyihir dan hantu mana yang kau pilih Joon :D
Seo ri ingin tahu apa kata hantu itu, tapi Joon enggan menjawab dan mengajak Seo ri pergi, lalu keduanya jalan pergi, saat Joon menoleh ke Seo ri *bwa, banyak hantu mengelilingi Seo ri membuat Joon tertawa lemas rasanya sudah muak seharian melihat hantu *Lol, Seo ri bingung ia melihat sekelilingnya yang sepi tak ada siapapun, Joon tak berani menoleh langsung menarik tangan Seo ri dan mengajak segera pergi dari tempat itu. *hahahaa


Joon mengajak Seo ri pergi ketempat Man weol meninggal yaitu tempat penggilingan, sampai disana keduanya segera masuk kedala, Joon melihat sekeliling, Seo ri bertanya apa Man weol ada disana, Joon menggeleng sambil bersyukur mungkin Man Weol sudah menemukan tempat yang baik. Seo ri lalu berbalik jalan pergi duluan, Joon masih berharap sambil perlahan berbalik, tapi ia menoleh lagi dan melihat Man weol sedang menatapnya sedih.


Joon berbalik dengan pandangan sedih, ia bertanya siapa yang membuat Man weol seperti ini, Man weol hanya bisa diam sambil mengarahkan pandanganya kebawah tanah, Seo ri kembali lagi dan hanya bisa diam melihat, Joon langsung jongkok untuk melihat apa yang ingin Man weol tunjukan, ternyata sebuah simbol yang masih membekas ditanah, saat mendongak Joon tak melihat Man weol membuat Joon sedih, Seo ri mencoba tersenyum menguatkan Joon yang membalas senyuman, lalu mengajaknya pergi, saat akan menutup pintu, Man weol kembali lagi memberi hormat pada Joon lalu berdiri dan tersenyum padanya.

Seharian, Poong yeon dan Seol gae menunggui pohon 100 tahun tapi kelihatan tak ada seorangpun yang datang. Poong yeon mengajak Seol gae pergi, sebelum pergi Poong yeon menggantung sebuah harapan, sama seperti orang-orang yang mati setelah menggantungkan harapan disana. Sementara, Joon dan Seo ri sedang jalan ditengah hutan, Seo ri bertanya apa yang terjadi dengan teman Joon itu, Joon menjawab kalau temannya mati dibunuh saat menunggunya dirumah penggilingan.

Lalu Seo ri diam tak bertanya lagi, membuat Joon penasaran kenapa Seo ri tidak penasaran tentang dirinya? Seo ri berbalik tanya Joon juga tidak penasaran tentang dirinya setelah kejadian malam itu, Joon terhenyak lalu diam menunduk, Seo ri menatap Joon sedih, Lalu Joon menjawab kalau ia memang terkejut tapi hatinya juga sedih melihatnya, keduanya saling menatap satu sama lain dan membuat suasana jadi canggung, membuat Joon segera mengalihkan pembicaraan sambil menoleh sekitar ia bertanya sebenarnya mereka mau pergi kemana? Sepertinya bukan jalan kekuil Chungbin.


Seo ri menjawab, ada tempat yang ingin ia kunjungi yaitu pohon 100 tahun, sampai didekat pohon itu nun jauh dilawanan arah terlihat Poong yeon dan Seol gae nampaknya baru saja pergi dan mereka saling tidak menyadari kehadiran masing-masing. Sampai tepat didepan pohon itu, Joon melihat sebuah plangkat permohonan ia langsung mengambilnya, tapi saat mendongak ia kaget melihat papan umpatan, Seo ri terhenyak tak mengerti kenapa mereka mengatakan pohon itu pohon pembawa mau, Joon langsung mengajak Seo ri pulang mungkin Yo kwang sedang menunggunya.

Sampai dikuil, Yo kwang emosi memarahi Joon kenapa mengajak Seo ri keluar, ia meminta Joon tetap berada disisi Seo ri, tapi bukan seenaknya mengajaknya pergi keluar. Sebelum Joon menjawab, Seo ri bertanya tentang pohon 100 tahun, membuat Yo kwang kaget. Seo ri bertanya lagi, apa semua orang yang menggantungkan harapan dipohon itu mati? Membuat Yo kwang dan Joon tersentak bingung mau menjawab apa? melihat ekspresi Yo kwang, membuat Seo ri yakin dugaannya.

Seo ri emosi, ia berteriak lilinya sudah mati 12 kali itu berarti semua orang itu juga mati karena dirinya, toh pada akhirnya orang lain mati karena dirinya bukan karena kutukannya. Seo ri emosional, kenapa dukun itu melakukan hal itu pada dirinya, ia selama ini sudah menurut saat ia diminta tinggal dirumah ditengah hutan itu, lalu tinggal disini menyalakan lilin untuk mematahkan kutukan, tapi pada akhirnya apa ia mampu melakukannya? Emosinya membuat Seo ri hampir terjatuh, untung Joon sigap menangkapnya, dan menenangkan Seo ri.

Joon menenangkan Seo ri kalau sekilas ia paham apa yang dikatakan Seo ri baru saja, tapi menurutnya itu semua bukan kesalahan Seo ri. Tapi sepertinya Seo ri terlalu sedih, ia meminta Joon melepasnnya sambil menangis dan memohon membuat Joon akhirnya melepaskan pegangannya, dan membiarkan Seo ri pergi sendirian.

Diistana, Hong joo dipanggil menghadap Ibu suri, keduanya berbincang tentang kesehatan Raja, Hong joo menyindir apa yang sebenarnya Ibu suri ingin tahu, kesehatan Raja atau kapan Raja mati? Ibu suri tenang menjawab kalau ia pantas khawatir karena tubuh Raja dan juga tahta tersebut akan ditempati putra kesayangannya. Selain itu, Ibu suri juga meminta Hong joo melakukan ritual kesembuhan Raja, dan memintanya menghadiri persidangan besuk.

Seo ri sudah ganti baju, dan kelihatan masih terpukul, ia jalan kealtar dimana masih ada 8 lilin yang belum menyala. Ia lalu jongkok dan meringkukan kepalanya sambil menangis. Joon datang pelan-pelan sambil membawa plangkat yang ia ambil tadi, tapi saat berdiri dibelakang Seo ri dan melihat keadannya membuatnya mengurungkan niat dan memilih jalan kesamping.


Ia lalu duduk, bercerita kalau karena dirinya Ibunya meninggal, dan karena dirinya pula temannya itu mati. Seo ri mendengar cerita Joon dan mau menaikan sedikit kepalanya, Joon terus becerita kalau karena dia terus menyalahkan dirinya sendiri ia tidak bisa melakukan apapun untuk hidupnya. Tapi apa semuanya salah dirinya, ia juga ingin hidup seperti orang lain juga dan apa salahnya jika ia memperjuangakn hidupnya sampai mati, jika ia bisa memperjuangkan hidupnya ia juga akan bisa menolong orang lain, dengan begitu mungkin ia bisa menemukan alasan untuk hidup. Kata-kata Joon mengegrakan hati Seo ri, ia menegakan kepalanya menatap lilin-lilin yang menunggunya.


Keesokan harinya diruang sidang istana, Raja boneka dengan Ibu suri dibalik layar, dan para menteri pejabat yang bergunjing karena ada dukun Hong joo juga ikut menghadirinya persidangan. Ibu suri mulai berbicara, ia memanggil Hong joo karena akan diadakan upacara doa untuk Raja, tapi selain dari Hong joo, Ibu suri juga ingin mendoakan dari tempat lain yaitu dari kuil Taoist kerajaan, membuat suasana semakain ramai, Hong joo langsung terperanjat mendengar apalagi saat Ibu suri memanggil Choi Hyun Seo sebagai ketua Kuil Taoist kerajaan, dan Hyun seo yang sudah mengenakan seragamnya jalan masuk menghadap, membuat semuanya terperangah melihatnya.


Selesai sidang, Ibu suri berbicara dengan Hyun seo tentang maksud suratnya waktu itu, Hyun seo menerangkan kalau tujuan sebenarnya Hong joo adalah mengahncurkan Joseon dengan menunjuk Raja sesuka hatinya dan mencegah adanya keturunan langsung Raja. Membuat Ibu suri syok, kenapa Hong joo melakukan itu padahal ia berjanji akan menghilangkan kutukan, Hyun seo menjawabnya kalau kutukan itu terikat juga dengan diri Hong joo jadi tidak mungkin Hong joo bisa menghilangkannya, hanya ada seorang yang bisa menghilangkan kutukan tersebut yaitu Saudari kembar PM yaitu sang Putri, membuat Ibu suri semakin syok mendengarnya.

Sementara Hyun seo meyakinkan Ibu suri, Hong joo pergi menghasut Raja, dengan memutar balikan fakta, bahwa yang membuat kutukan ini ada dan menimpa Raja adalah karena ulah Hyun seo yang menyelamatkan putri terkutuk yang seharusnya ia bunuh. Dan sepertinya Raja terpengaruh dan bertanya dimana sang putri berada?

Ibu suri tak percara mendengar putrinya masih hidup, Hyun seo lalu bercerita kalau semua itu perintah Raja sebelumnya untuk menyelamatkan putri, membuat Ibu suri semakin dalam menyesal, ia tidak tahu kalau ternyata Raja sebelumnya tahu semua yang ia lakukan. Membuat Ibu suri mneyalahi dirinya sendiri, Hyun seo menenangkan Ibu suri dan mengatakan kalau ia merawat dan menyembunyikan putri selama ini tanpa memberitahu apapun, tapi mungkin saat ini putri tahu tentang kutukannya.


Saat itu terlihat, Seo ri sudah ganti pakaian untuk keluar dan dengan wajah penuh keyakinan ia berjalan kelatar kembali. Terdengar suara Hyun seo yang mengatakan kalau Seo ri gadis yang kuat dan tahu apa yang harus ia lakukan untuk menghadapi Hong joo disaat ia tak bisa bersembunyi lagi. Seo ri berdoa sebelum ia mengambil satu lilin dengan penuh keyakinan lalu jalan keluar.

Seo ri meinta bantuan Joon menemaninya, tapi Yo kwang menghalanginya ia ragu tentang apa yang akan Seo ri lakukan. Tapi tekad Seo ri sudah bulat, ia harus melakukan sesuatu, yang diincar adalah dirinya, jadi nyawa yang membuat harapan akan selamat. Yo kwang tetap tidak bisa, karena ia juga tidak akan mampu mengalahkan si jubah merah, tapi Seo ri sudah yakin tentang keputusannya itu, membuat Yo kwang kehabisan kata-kata, apalagi Joon mendukung Seo ri melakukannya, labih baik maju daripada terus bersembunyi.

Sampai dikuil Taoistnya dulu, Hyun seo jalan terhuyung-huyung sambil melepas jubahnya dan meringis memegangi sisi perutnya bekas tusukan pedang dulu. Ia tak kuat lagi, dan melihat bekas lukanya yang penuh belatung dan mengeluarkan asap hitam. Hong joo datang dan melihat Hyun seo kesakitan, ia dengan sengaja memegang luka itu membuat Hyun seo semakin sakit.


Hong joo memeringatkan Hyun seo agar diam saja, tapi kenapa malah ikut campur urusannya? Hyun seo menahan sakit dan amarah, ia menjawab tak ingin dikendalikan Hong joo lagi, membuat Hong joo marah dan meminta Hyun seo mati saja kecuali ia ingin hidup ia bisa memegang tangannya, tapi Hyun seo tak bergeming dan memeringatkan Hong joo akan menyesal karena telah menyelamtkannya.

Sementara ketiganya jalan ketempat yang sudah ditentukan, sambil mebawa lilin, plakat harapan dan ramuan obat. Joon bertanya ramuan apa yang akan Seo ri berikan, Seo ri menjawab ramuan mimpi indah, sehingga orang itu bisa bertemu dengan orang yang ia rindukan didalam mimpi.


Ketiganya sampai disebuah rumah yang kelihatanya sepi tak berpenghuni, sampai didalam Yo kwang berpisah, sementara Joon pergi dengan Seo ri mencari apa ada orang. Sampai kedalam tiba-tiba mereka melihat seklebat bayangan orang dibalik dinding. Keduanya lalu perlahan mendekat, sembari Seo ri hati-hatinya bertanya, apa mereka yang menggantungkan harapan dipohon 100 tahun?

Tak ada jawaban, membuat Seo ri melangkah lebih maju, tapi langkahnya tertahan saat sebuah pedang yang keluar mengarah padanya, Joon tersentak tapi langkahnya terhenti karena seorang juga muncul mengarahkan pedang padanya. Dan ternyata mereka itu Poong yeon dan Seol gae, perlahan Poong yeon keluar dari balik dinding, Seo ri melihat pedangnya perlahan bergantian melihat orang yang muncul, dan saat pandangany mereka beradu, membuat Poong yeon langsung menurunkan pedangnya, dan memanggil Yoon hee, begitu juga Seo ri yang tak percaya apa yang ia lihat dan memanggil kakak yang lama tak ia jumpai, dan membuat Joon dan Seol gae hanya bisa menatap mereka berdua.



Komen :
Bwa, dari episode 1-10, episode 9 ini yang paling lucu (loh kok lucu mba?, serem tahu -_-) tapi menurutku ini lucu aku bisa sampai ketawa-ketiwi malah kagak ada serem-seremnya loh :P, bisa menjadi sedikit hiburan karena sejak episode pertama ini ceritanya sedih gitu. Okey kita tinggalkan para hantu yang bermigrasi ke Korea karena di Indonesia sedang berpuasa *LoL, terimakasih mba-mba hantu yang sudah mau menghiburku dikala aku sakit :D

Jadi Joon ini jadi jimat berjalannya Seo ri, senang liat interaksi keduanya kelihatan lucu-lucu ngegemesin :P, aku gak perduli jarak usia mereka, kalau dilihat tak ada masalah sebenarnya, interaksi mereka juga terlihat natural, seperti di prescon kalau Yoon Shi Yoon menjaga Sae Ron, didrama juga kelihatan Shi Yoon menjaga Seo ri, bahkan aku pikir mereka bisa menangani jarak usia mereka ketimbang pasangan sebelah yang mau tamat dan belum jelas ituh hahaha

Episode selanjutnya banyak penjelasan tentang semua pertanyaan2 yang ada selama ini, gak mau spoiler jadi dibahas besuk saja pas Episode 10, ok? pasti juga semua sudah tahu siapa sebenarnya si Jubah Merah? terus alasan kenapa Hong Joo mengambil dan menyimpan arwah PM Soonhwe akan terkuak di episode 10 nanti.

No comments:

Post a Comment