Friday, June 10, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 8

Mirror of The Witch 8

Meneruskan episode 7 akhir, Joon membuka mata sembari menatap Seo ri sembari berkata kalau ia yakin kalau Seo ri itu buah kesemek alias Yoon hee. Hal itu langsung disangkal Seo ri, dengan dingin menjawab kalau Joon pasti salah orang, dan mengira dirinya sama dengan seseorang yang Joon kenal.


Tapi Joon kekeh, kalau Seo ri itu Yoon hee, Seo ri langsung menanyakan tentang buku, ia hanya ingin tahu apa Joon sudah selesai, jika sudah ia ingin mengambilnya. Jawaban Seo ri membuat Joon sedih, mengapa Seo ri bersikap seperti itu padanya? Ataukah Seo ri dalam posisi menyembunyikan diri? Apa dia bisa membantu?, Seo ri langsung menjawab kalau Joon seharusnya mengkhawatirkan dirinya sendiri, bukan menawarkan bantuan ke orang lain. Jawaban Seo ri membuat Joon kecewa, dan melepaskan lengan Seo ri yang langsung membetulkan posisi duduk dan memalingkan mukanya.

Joon ikuta duduk, dan minta maaf mungkin ia salah mengenali orang, Seo ri dingin berkata kalau ia ingin Joon segera menyelesaikan bukunya, dan pergi dari tempat ini. Setelah itu Seo ri langsung pergi meninggalkan Joon yang hanya bisa menatap sedih.

Episode 8

Nun jauh, Yo kwang melihat keduanya dan mengira-ngira sendiri apa hubungan antara keduanya. Sampai diatas Seo ri langsung membuka cadar, nampak kesedihan menaunginya, ingatannya tentang kutukan yang ada pada dirinya yang membuatnya harus bersikap seperti itu.

Yo kwang datang melapor kalau Joon sudah menyelesaikan bukunya, ia lalu meminta ramuan pelupa dan akan mengantar Joon pergi besuk. Tapi Seo ri berdiam diri, nampak keraguan didalam dirinya, Yo kwang menasehati Seo ri bukan saatnya ia memikirkan perasaan pribadi, dan pada akhirnya Seo ri memberikan ramuan itu ke Yo kwang.


Esok harinya, pagi-pagi Joon sudah bersiap-siap, walau nampak tidak kerelaan, Joon berhati-hati mendekati Seo ri berniat memberikan salinan buku grimoire, tapi tepat dibelakang Seo ri, Joon ragu memberikan langsung dan hanya meletakan buku itu, lalu pergi tanpa pamit ke Seo ri yang tetap diam tak juga menoleh ke arah Joon sedikitpun.

Dan akhirnya Joon pergi diantar Yo kwang, dan Seo ri hanya bisa melihat dari jauh kepergiannya. Setelah jalan jauh meninggalkan Kuil chungbin, keduanya berniat untuk beristirahat sebentar, tanpa sepengetahuan Joon, Yo kwang menuangkan ramuan pelupa tadi kedalam botol minum dan memberikan ke Joon yang awalnya menolak, tapi akhirnya mau, dan saat akan meminumnya, Joon mencium aroma dari dalam botol, dan ia langsung sedih menyadari kalau ada ramuan pelupa didalam air itu berarti Seo ri memang sungguh-sungguh ingin melupakannya.


Yo kwang hanya bisa mengangguk membenarkan kalau semua itu keinginan Seo ri, Joon menatap puncak gunung dimana layangan milik Seo ri menari-nari dipermainkan angin. (*kalau Seo ri setiap hari memasang layangannya, seharusnya Poong yeon bisa menemukan dimana Seo ri berada, yakan?), dan dengan senyum getir, Joon meminum ramuan itu, dan meminta Yo kwang menyampaikan pesannya ke Seo ri kalau ia minumnya dengan senang hati.

Saat kembali, Yo kwang melaporkan ke Seo ri yang nampak sedikit sedih mendengarnya, ia langsung berlalu, membuat Yo kwang tidak yakin apa Seo ri baik-baik saja, dengan dingin Seo ri menjawab kalau semua itu hanya takdir yang sudah berlalu, dan ia tidak ada urusan untuk bertemu dengannya lagi.

Sementara itu, Raja sudah kembali ke istana dan sedang merenung tentang pembicaraannya dengan Hong joo yang bisa menyembuhkan penyakitnya dengan syarat, dia dipanggil kembali ke istana. Dan dikediaman Ibu suri, Kasim park melapor kalau dayang yang ia kirim tiba-tiba menghilang dan tak kembali.


Di ruang pertemuan Raja dan menteri, Raja mengatakan keputusannya yaitu membangun kembali dukun sungsunchung dan memanggil kembali Hong joo sebagai ketuanya. Tentu hal itu membuat semua menteri menolak, tapi keputusan Raja sudah bulat, dan sama seperti di episode awal, Hong joo datang dengan tenang, memasuki ruang pertemuan dan memberi salam ke Raja, dan tanpa mendengarkan usulan para menteri Raja memberi titah ke Hong joo untuk membangun kembali Sungsunchung.

Diluar balai persidangan, Hong joo berpapasan dengan Poong yeon yang nampak kesal, ia bertanya apa yang dilakukan Hong joo, sehingga ia dipanggil Raja?, dengan santai Hong joo menjawab kalau dia diperintahkan untuk membangun Sungsunchun kembali untuk mengobati penyakit Raja, jawaban itu langsung membuat Poong yeon kaget, dan langsung mengancam Hong joo yang nampaknya tak terpancing dengan ancaman Pong yeon.


Sementara, Joon sudah sampai dikeramaian desa, ia diam-diam mengambil topi yang menutupi wajahnya, ia jalan sambil berusaha menyembunyikan identitasnya. Sampai ia ditdepan gerbang istana dimana mayat yang dianggap si jubah merah tak lain dirinya sedang digantung untuk dipertontonkan kepada rakyat, melihat itu membuatnya geram menahan amarah.

Joon bergegas pergi, sampai dimakam ibunya, ia syok melihat banyak papan umpatan mencancap memenuhi makam ibunya, Joon langsung mencabut satu persatu papan itu dengan emosional. Setelah selesai, Joon mencoba menenangkan diri dan berfikir sejenak, setelah itu ia bergegas lari ke suatu tempat.

Dan akhirnya ia sudah duduk dimeja perjudian (seperti di episode 5 awal), dan nampak mereka sedang bermain judi kartu, dan ada gadis perjudian sama memberi kode, tapi tetap saja Joon yang menenangkan permainan, membuat semuanya terperangah heran, saat kacau Joon tanpa banyak kata langsung mengambil uang taruhan, sigadis mengelak kalau ia benar memberi kode, tiba-tiba Joon memberikan semua uang yang ia menangkan ke peti kayu yang dibawa gadis itu.


Joon langsung pergi dan dikejar gadis tadi, dan saat Joon memperlihatkan wajahnya, membuat gadis itu marah dan memanggil Joon pembunuh, karena Joon telah membunuh Man weol, Joon menjawab kalau ia dijebak, karena ia tak mungkin membunuh Man weol yang merupakan teman satu-satunya. Joon meminta bantuan gadis itu, dan uang tadi sebagai uang muka, sigadis menolak tapi Joon terus memohon bantuannya, setelah selesai Joon janji tidak akan berurusan dengannya lagi.

Seperti biasa, kerjaan Ok hanya mabuk-mabukan dirumah gisaeng, pulang malam dengan kondisi mabuk, Ok marah-marah dan ingin pakai tandu yang biasanya dipake wanita. Dan mereka mengiyakan, takut Ok marah. Ditengah jalan, sigadis perjudian dan beberapa orang mengambil alih tandu, ia memberi uang ke pembawa tandu yang asli dan meminta mereka segera pergi.

Tersadar, Ok yang ada didalam tandu sudah berada ditepi jurang, ia langsung histeris dan meronta, membuat tandu semakin condong kejurang, saat itu seorang laki-laki memakai cadar menariknya keluar, sehingga yang jatuh hanya tandunya.


Ok terus mengumpat dan berterimakasih ke laki-laki yang menolongnya, tapi saat tahu itu Joon membuatnya terkejut, Joon mengancam kalau ia akan sesekali melihat keadaan Ok sambil ia akan menangkap siapa si jubah merah sebenarnya dan membersihkan namanya sendiri.


Dan didepan kediaman Raja, Ibu suri berlutut memohon Raja menarik kembali perintahnya membangun Sungsunchun, para dayang, kasim dan penjaga istana ada disana. Malam semakin dingin, Ibu suri masih kekeh dengan kemauannya, dan mengusir para dayang, kasim dan juga pengawal istana, dan tinggal dirinya sendiri berteriak-teriak memohon ke Raja.

Ternyata didalam, Hong joo sedang mengobati raja yang terbaring sekarat ditempat tidurnya, Hong joo mengambil guci berisi Roh PM, dan dengan kekuatannya ia memasukan Roh itu kedalam tubuh Raja. Ibu suri sudah kelelahan, tapi ia masih terus memohon, sampai Hong joo keluar menyapanya membuat Ibu suri geram dan mengumpatnya.

Tiba-tiba Raja keluar linglung berjalan mendekati Ibu suri yang berlutut didepannya, ia duduk didepanya sambil terus memanggil Ibu suri, “ibu” membuat Ibu suri bingung, tapi Raja terus meyakinkan ibunya kalau ia PM Soonhwe dan ia mengatakan kalau ia sangat lapar, dan tiba-tiba wajah Raja berubah menjadi PM, membuat Ibu suri syok perasaannya seperti dicampur aduk, Ibu suri langsung memeluk putranya penuh haru, dibelakang mereka Hong joo tersenyum melihatnya.


Tapi kebahagiaan itu hanya sesaat, Raja kembali kedirinya dan merasa aneh dipeluk Ibu suri seperti itu, setelah itu Raja pingsan, para kasim lalu membawanya masuk kedala. Ibu suri masih syok, Hong joo mendekati dan berbisik kalau ia akan mengembalikan PM ke ibusuri.

Keesokan harinya, Ibu suri menghadap ke Raja mengatakan kalau ia setuju dengan keputusan Raja membangun kembali Sungsunchun, hal itu membuat Raja heran. Raja bertanya apa Ibu suri kenal dengan Hong joo, yang disangkal Ibu suri, dan sebelum pergi Ibu suri menasehati Raja agar berhati-hati.

Sampai diluar kediaman Raja, Ibu suri bertemu Hong joo, dan mereka mengadakan kesepakatan, yaitu untuk mengembalikan PM Soonhwe, tapi karena PM hanya punya jiwa tapi tak punya tubuh, jadi satu-satunya cara yaitu menggunakan tubuh Raja. Flashback saat, Raja (suami Ratu Shim) sekarat, dan saat para pangeran, keluarga kerajaan dan juga para mentri berkumpul, Raja yang dikendalikan Hong joo dari jauh menunjuk Raja sekarang (yang dulu masih kecil) sebagai pewarisnya.

Choi Hyun seo menyelinap masuk kedalam rumahnya, dia mengambil lembar terakhir buku grimoire yang dulu ia sobek dan ia letakan kedalam peti. Dan Hong joo berjalan kemarkasnya di Sungsuchun dulu, dia berujar kalau ini awal baru baginya.

Sementar Joon pergi mengendap-endap ke penggilingan padi dimana Man weol terbunuh, saat berada didalam ia masih bisa melihat bekas darah disana. Dan tiba-tiba ia mendapat penglihatan, saat sijubah merah datang dan mengayunkan pedang membunuh Man weol, membuat Joon terperanjat.


Dikuil Chungbin, Seo ri sedang sibuk mempersiapkan diri untuk membuat ramuan, dan tanpa sengaja ia menjatuhkan salinan buku grimoire, dan membuatnya ia menyadari satu hal dan perlahan membuka buku itu, ternyata dipojok kanan atas buku itu jika dibuka perlahan membentuk animasi bergerak saat pertama kali dirinya bertemu Joon, dan membuatnya tersenyum (*ciee :D). Dan Joon memilih tidur didalam gua dengan api unggun sebagai penghangatnya.

Keesokan harinya, Poong yeon jalan kesuatu tempat dengan Seol gae, yaitu mencari tahu tentang korban terakhir si jubah merah, sampai didepan tempat itu, Seol gae merasa tidak yakin tuannya itu mampu, tapi Poong yeon tetap berserikeras dan ternyata tempat itu adalah rumah gisaeng. Yang langsung mengerubungi Poong yeon yang merasa risih *LoL.


Poong yeon berusaha bertahan sembari bertanya tentang Man weol, tapi mereka tetap merayu dan meminta Poong yeon minum. Seol gae yang berdiri diujung tak tahan melihatnya, ia langsung mengambil gelas yang disodorkan ketuannya dan meminumanya, dan meminta agar para gisaeng cepat menjawab pertanyaannya.

Gisaeng-gisaeng itu terkejut dengan wajah kesal, terpaksa menjawab pertanyaan. Mereka cerita kalau Man weol itu jelek, jadi jarang orang mencarinya, hanya seorang yang sering mencarinya yaitu Heo Joon, dan sebelum ia ditemukan tewas, ada yang aneh pada diri Man weol, yang tiba-tiba berubah cantik setelah pergi ke pohon 100 tahun yang ada ditengah hutan.

Joon juga menyelinap ke kamar Man weol, sesaat ia menghela nafas sedih melihat barang-barang milik Man weol, tapi ia menepis kesedihannya itu dan bergegas mencari petunjuk. Sementara Poong yeon dan Seol gae juga berjalan kearah kamar Man weol. Dan saat membuka pintu, Joon sudah menyamar memakai Hanbook milik Man weol dan bergegas keluar sambil menutupi wajahnya dengan topi para gisaeng.


Tapi Poong yeon merasa aneh saat melihat sepatu gisaeng tadi, diluar Joon bergegas pergi tapi sial ia tertahan dengan serombongan gisaeng lain, yang menanyainya merasa tidak kenal Joon. Poong yeon datang dan memaksa Joon memeprlihatkan wajahnya, dan membuat semuanya terkejut. Joon langsung mendorong Poong yeon dan langsung melarikan diri.

Joon lari sambil berusaha mencopot topi, dan juga hanbok yang ia pakai, tapi Poong yeon keburu diam-diam dari belakang menangkap Joon, dan langsung memojokan Joon kedinding pagar tembok. Sembari menginterogasi apakah Joon si jubah merah, tentu Joon menyangkalnya karena ia juga ingin menangkap si jubah merah.

Joon meminta Poong yeon melepaskannya, tapi Poong yeon kekeh akan menginterogasi Joon dikantor pengadilan, ia lalu mencoba menggeledah Joon mencari lonceng emasnya, tapi Joon menjawab kalau ia tidak tahu apa yang dimaksud Poong yeon, dan membuat Poong yeon lengah, Joon berhasil kabur, tapi sayangnya Seol gae sudah siap dengan pedangnya. Dan akhirnya, Joon dijebloaskan ke dalam penjara, dan akan diinterogasi keesokan harinya.

Di kuil chungbin, Yo kwang kebingungan karena batas mantranya terbakar lagi, ia bingung kenapa bisa rusak lagi. Saat itu Seo ri datang, membuat Yo kwang langsung panic dan berusaha menyembunyikannya dari Seo ri dan meminta Seo ri kembali kebawah untuk bersiap-siap membuat ramuan obat, dan ia pamit akan pergi mencari plakat harapan.

Tapi, sepertinya yo kwang pergi kesebuah kuilnya dulu, sampai didalam sebuah perpustakaan, ia segera mengambil semua buku dan membuka halaman satu persatu mencari sesuatu tentang batas, tapi ia tak kunjung menemukannya dan membuatnya frustasi melempar semua buku, sampai ia melihat kaca perisai yang ada gambar pohon mirip dengan tanda yang ada didada Joon.


Ia langsung teringat sesuatu, dan langsung mengambil sebuah buku dan membacanya, pada halaman terakhir ada keterangan dan juga gambar pohon yang sama, setelah membaca semuanya, ia baru tahu kalau yang punya tanda pohon itu adalah batas manusia. Dan langsung membuatnya teriak histeris membodohi sendiri kenapa dia malah mengusir Joon dan memberi ramuan penghilang ingatan.


Choi Hyun seo sudah sampai di depan Kuil Chungbin dan melihat kertas mantra segel didepan batu besar. Dan ditempat Joon, ia berusaha melarikan diri tapi sia-sia, dan akhirnya ia hanya bisa duduk pasrah, sampai seorang petugas keamanan membuka pintu sel penjara, yang ternyata itu Yo kwang yang menyamar.

Yo kwang berusaha menjelaskan pada Joon tentang siapa dirinya dan juga tentang Kuil Chungbin, tapi Joon diam saja seolah-olah ia tidak mengerti ucapan Yo kwang. Sementara, Hyun seo yang berusaha masuk kedalam kuil, tapi ia malah menghancurkan kertas segel tersebut, dan hal itu langsung mempengaruhi ketenangan didalam Kuil Chungbin yang tiba-tiba bergerumuh, bergoncang seperti gempa, membuatnya mengurungkan niat untuk masuk kedalam.


Sementara Seo ri, sedang bersiap-siap membuat ramuan, dan ia melihat cawan berisi ramuan obat, dan ternyata itu ramuan pelupa yang akan diberikan Joon. Seo ri waktu itu ragu, dan memilih mengganti isi botol ramuannya dengan air putih biasa.

Saat tersadar dari lamunnya, Seo ri kebingungan dan ketakutan, melihata kuil chungbin bergetar, disisi lain Hong joo juga merasakan kekuatan Seo ri dan langsung memerintahkan anak buahnya. Semua benda didalam kuil chungbin berjatuhan, Seo ri berusah memperbaiki keadaan tapi kutukannya keburu aktif dan langsung menguasai dirinya, begitu kutukan Seo ri aktif, kutukan yang ada dalam Poong yeon juga aktif dan membuatnya yang sedang jalan dengan Seol gae jatuh pingsan.


Seo ri menjerit kesurupan seperti ada sesuatu yang mencekiknya dan rambutnya berubah putih kembali, dan tubuhnya terlempar ke udara, dan perlahan membuatnya tak sadarkan diri. Yo kwang yang sampai dikuil chungbin langsung panic melihat apa yang terjadi, ia langsung berlari memanggil-manggil Seo ri, dan sampai dibawah ia melihat tubuh Seo ri yang jatuh dari udara, ia langsung berlari akan menolong, tapi Joon sudah sampai duluan dan berhasil menangkap tubuh Seo ri.

Dan seketika, keadaan kembali tenang, Seo ri perlahan membuka matanya, Joon yang masih kebingungan, menyapa Seo ri yang langsung kembali tak sadarkan diri, dan saat itu perlahan rambut Seo ri kembali menjadi hitam.


2 comments:

  1. gomawo untuk sinopsisnya
    saran aja kali ini terlalu pendek untuk sinopsisnya
    tolong dilengkapin seperti sebelumnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaa sama2, iya maaf ya soalnya q kekurangan waktu (sambil ngerjain raport anak2 PAUD soalnya) episode selanjutnya akan normal kembali kok terimakasih sarannya ^^

      Delete