Wednesday, June 8, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 7

Mirror of The Witch Episode 7

Yo kwang mencari-cari Seo ri didalam kuil chungbin, tapi ia tak menemukannya sampai di pintu keluar ia kaget melihat mantra batas terakhir terbakar. Sementara Seo ri berhasil menolong Joon yang masih tergeletak pingsan. Seo ri lega melihat Joon ternyata masih hidup setelah menolongnya lima tahun lalu.


Seo ri melihat bungkusan hitam disamping tubuh Joon, dan tanpa sengaja melihat lonceng emas, ia langsung mengambilnya dan teringat Poong yeon, tanp berfikir ia memainkan lonceng tersebut, sampai suaranya menggema terdengar para ninja dukun yang langsung bergerak mencarinya, begitu juga Yo kwang yang langsung bergegas lari.

Seo ri tersadar, ia segera berhenti memainkan lonceng dan bergegas membawa Joon pergi, tapi ia keberatan *Lol kenapa enggak pake kekuatan sihirnya :P, Yo kwang datang tepat waktu, dan akhirnya mereka pergi dengan membawa serta Joon sampai ke kuil Chungbin.


Sementara, Guci arwah PM terus bergejolak, membuat Hong joo kesenangan, karena ia bisa merasakan kekuatan Seo ri, tapi para ninja tak berhasil menemukan Seo ri, dan mereka segera melapor ke Hong joo, yang geram ia langsung memerintahkan anak buahnya berjaga-jag aditempat itu, dan saat menemukannya, ia ingin membawa Seo ri hidup-hidup.

Sampai di kuil chungbin, Yo kwang langsung menggeletakan Joon yang belum sadar, ia cemas dan kebingungan mengapa Seo ri membawa Joon, atau Seo ri kenal dengan pria itu? Tapi Seo ri mengelaknya, ia mengaku hanya ingin bertanya sesuatu setelah itu ia akan membawanya pergi, antara percaya dan tidak percaya, tapi Yo kwang menuruti saja keinginan Seo ri, tapi tiba-tiba ia teringat dengan jimat mantranya, saat melihat kembali ternyata jimat yang terbakar tadi kembali utuh.


Sementara itu, didasar jurang dimana Joon jatuh, pasukan keamanan dipimpin Ok sedang mencari tubuh Joon, disana juga ada Poong yeon dan tangan kanannya Seol gee, (Ok mulai sekarang panggil namanya aja ya :D), Poong yeon mencoba mengingat-inga pria yang ia kejar tadi, ingatan masa lalunya muncul kembali saat ia pertama kali bertemu Joon yang menyelamatkan Yoon hee waktu itu.

Poong yeon ragu, apa yang ia kejar tadi si jubah merah, karena itu ia bertanya ke Ok, tapi Ok menjawabnya dengan ketus, tapi Poong yeon dengan santai menunjukan plakat pangkatnya, membuat Ok langsung menunduk ketakutan, dan menjawab semua pertanyaan Poong yeon dengan sopan.

Lalu, Poong yeon dan Seol gae pergi menyusuri hutan dan anak sungai, sampai mereka menemukan kantung tas hitam milik Poong yeon yang langsung berlari memeriksa isinya, dan hanya lonceng emasnya saja yang hilang.

Joon bermimpi saat terjatu tadi, dan membuatnya terperanjat dan bangun, tapi saat bangun dan melihat sekitarnya bertambah kekagetannya. Ia bergegas berdiri dan melihat keadaan sekitar, kenapa dan dimana dia berada sekarang. Saat masih jalan kebingungan, kepalanya teratuk batang kayu, membuatnya tersadar kalau ia belum mati *Lol.


Ia lalu jalan mengitari tempat itu, membuatnya tambah keheranan melihat semua tumbuhan herbal yang tergantung disana, dan ia menciumi satu-persatu tumbuhan herbal yang membuatnya ingin muntah *Lol, sampai ia melihat botol dengan label obat pengingat, dan membaca buku grimoire, membuatnya tertawa sendiri, ia merasa semua ramuan yang tertulis dibuku itu lebih konyol dari ramuan yang ia buat.


Ia meletakan kembali botol itu, tapi karena rasa penasarannya ia kembali dan mengambil botol tadi dan meminumnya. Tiba-tiba ia merasa pusing sesaat, lalu ia merasa ada yang aneh dengan buku groimoire yang seakan-akan menyala-nyala, membuat ia langsung membaca semua isi buku, ia lalu merasa ia mudah sekali menghapal semua isi buku tersebut.

Karena keasyikan membaca, tanpa sadar lengan bajunya terkena api lilin dan langsung terbakar, membuat Joon panik dan menjatuhkan buku grimoire tersebut tepat diatas lilin yang langsung menyambar dan membakar semua buku, saat Joon berusaha memadamkan buku, Yo kwang datang dan langsung ikutan panik teriak-teriak mencari air, dan seketika itu Joon langsung melempar buku itu ke dalam sungai dekat mereka *pea wkk.

Membuat Yo kwang melongo lemas, sementara Joon merasa lega tertawa-tawa sendiri tak bersalah, setelah itu dengan santai Joon mengambil buku dari dalam sungai yang kondisinya sudah ancur, membuat Yo kwang tambah geram dan langsung menghunuskan pedangnya ke Joon yang seketika gemetaran. Saat itu, Seo ri yang memakai cadar datang karena mendengar keributan, Yo kwang langsung melindungi Joon yang pengertian langsung mengambil buku dan menyembunyikannya.


Seo ri tambah curiga, apalagi saat dekat mencium aroma terbakar, Joon langsung menunjukkan lengannya bajunya yang terbakar, tapi Seo ri tak langsung percaya dan menyingkirkan Yo kwang sampai terjatuh (*ini Yo kwang lemah amat sama Seo ri wkk), dan langsung mendekati Joon yang ketakutan dan berusaha menyembunyikan buku tapi sial buku yang udah ancur plus lembek jatuh ketanah, membuat Seo ri marah melihatnya.


Dan Joon berakhir digantung, dengan wajah pucat pasi dan keringat bercucuran, Joon diinterogasi Yo kwang dan Seo ri, Yo kwang mengatakan kalau buku itu sangat berharga. Joon memohon agar mereka mau bicara baik-baik, tapi sepertinya mereka terlanjur marah, dan Seo ri berbalik pergi, Yo kwang menandang tempat berpijak Joon yang langsung membuat tali dilehernya mencekiknya, Joon berusaha keras bertahan, sambil teriak-teriak mengeluarkan semua isi buku grimoire, membuat keduanya menoleh, Joon mengatakan kalau dirinya telah minum ramuan pengingat, jika keduanya butuh buku itu kembali, mereka harus menyelamatkan dirinya.

Akhirnya Seo ri menyetujuinya, dengan syarat Joon harus menulis kembali semua buku itu dalam satu hari. Dirumah gisaeng, atasan Ok mengamuk karena Ok tak berhasil menemukan tubuh Joon, padahal ia sudah melaporkan ke Raja kalau mereka berhasil. Atasanya itu tidak mau tahu pokoknya Ok harus membawakan apapun untuk dihadapkan ke kerajaan.

Wkk saia keburu-buru jadi belum ke crop semuanya ternyata, ok credit aku download videonya dari Kshowsubindo :D gomawo
Ok frustasi, mengadu ke ibunya (*hadeuh anak mami ini), dan dengan santai ibunya mengatakan kalau, atasannya sudah memberi petunjuk, yang penting Ok membawakan apapun untuk dilaporkan ke pihak kerajaan, tak harus tubuh Joon yang sebenarnya.


Kembali ke keadaan Joon, yang diberi tempat tidur dan selimut oleh Yo kwang, Joon menurut saja karena ketakutan. Sebelum Yo kwang pergi, Joon bertanya tentang Seo ri ia merasa kenal dengannya, dan ia juga bertanya tentang isi buku yang baginya aneh. Yo kwang dengan tatapan mengerikan, memperingatkan agar Joon tidak penasaran tentang apapun yang ia lihat ditempat itu, Joon mengangguk menurut saja. Setelah Yo kwang pergi, Seo ri datang untuk memberikan buku kosong, Joon menatap wajah Seo ri terus, ia teringat pertama kali bertemu Yoon hee yang menutupi wajahnya dengan tutup panci, saat tersadar dari lamunannya,  Joon segera menerimanya tanpa sadar kedua tangan mereka bersentuhan, Seo ri langsung menarik tangannya.

Dan berbalik akan pergi, Joon menahannya dan bertanya apa ia bisa melihat wajah Seo ri, karena ia merasa ia ingin berterima kasih karena Seo ri sudah menyelamatkannya, tapi bukan jawab hanya tatapan mata dingin yang membuat Joon langsung memilih diam, Seo ri mendekat membuat Joon mundur ketakutan. Seo ri mengeluarkan lonceng dan bertanya apa itu miliknya, Joon malah keheranan dan tak tahu apapun tentang lonceng itu.

Poong yeon bergegas pergi melihat mayat yang dibawa Ok dan atasanya, tapi saat Poong yeon membukanya, terlihat wajah mayat itu sudah rusak, atasan Ok tak tahan langsung lari keluar. Tinggal mereka berdua, Poong yeon memeriksa mayat itu dan dibahunya tidak ada bekas luka, seingatnya ia sudah melukai bahu Joon.


Selesai memeriksa, Poong yeon langsung pergi melapor ke Raja, kalau mayat yang Ok bawa bukan Joon yang mereka kira si Jubah Merah. Ternyata Raja punya pemikiran lain, ia mengakui mayat itu sebagai si jubah merah, dan memerintahakan memotong-motong mayat itu dan dipertontonkan ke rakyat, selain itu Ok diangkat menjadi pengawal keluarga kerajaan.


Dan langsung mayat itu dipotong-potong dan dipajang di alun-alun, dan rakyat langsung menlihatnya, disamping mayat itu juga ada gambaran diri Joon. (Please dech JTBC itu potongan mayatnya kek boneka, *mian aku kebanyakan kritik :D). Selain rakyat, ada Ninja dukun yang melihatnya dari jauh, dan juga gadis yang ada diperjudian, (*aku belum tahu namanya), ia merasa mayat itu bukan Joon.

Sementara, Poong yeon menghadap Raja, mencoba memprotes keputusan Raja, tapi Raja menjelaskan kalau ia terpaksa mengambil keputusan itu demi mengembalikan ketenangan dan membuat rakyat kembali percaya ke keluarga kerajaan. Walau begitu, Poong yeon tetap akan mencari si jubah merah yang asli.

Saat berbicara, tiba-tiba Raja kesakitan dan dari lengan tangannya darah mengucur dan membuat Raja ambruk. Poong yeon langsung mendekat dan syok melihat kondisi Raja, ia langsung teriak-teriak memanggil orang, tapi dihentikan Raja dan meminta Poong yeon diam agar tidak ada yang tahu kondisinya, saat seperti itu Ibu suri datang.


Poong yeon langsung menutupi tetesan darah dengan berlutut dan memegangi lengan Raja agar tak terlihat Ibu suri yang sudah masuk kekediaman Raja. Ibu suri marah melihat Poong yeon begitu dekat dengan Raja, dengan tenang Raja mengatakan kalau ia hanya bicara sebagai teman dekat dengan Poong yeon.

Ibu suri tak percaya dan meminta Poong yeon segera turun, Poong yeon akan pergi tapi ditahan Raja yang langsung meminta Ibu suri untuk tidak cemas, Raja juga sedikit kesal karena merasa didikte karena itu ia akan pergi tamasya beberapa hari.

Hong joo seperti biasa melakukan ritual, memasukan sihir hitam kedalam tubuh Hyun seo. Di kuil Chungbin, Hong joo sudah menyelesaikan menulis buku dan ia merebahkan tubuhnya, dan ia teringat kembali saat Seo ri memberikan buku. Membuatnya terjaga kembali, dan rasa penasarannya membawanya pergi menaiki tangga ketempat Seo ri berada, tapi diatas rupanya tidak ada siapapun dan ia hanya melihat sesuatu yang menjawab rasa penasarannya itu.

Dipasar, Si gadis perjudian berfikir apa yang ia lihat tadi dan ia merasa yakin kalau itu bukan si Joon, dan saat itu dengan seragam barunya Ok jalan sombong dengan para pelayannya membuka jalan. Saat itu Ok melihat si gadis yang langsung kabur, tapi berhasil ditangkap Ok dan langsung diinterogasi, karena gadis itu ia jadi dipenjara, dan Ok juga penasaran apa hubungannya dengan Joon, dan Ok curiga kalau gadis itu tangan kanannya Joon yang ia kira si jubah merah.


Merasa terpojok, si gadis langsung kabur dan berhasil melarikan diri sementara dari kejaran Ok dan para pelayannya. Dikediaman Ibu suri, memerintahkan kasim Park mencari dayang yang melayani Raja untuk dijadikan mata-mata, saat Raja pergi tamasya.


Keesokan harinya, dengan tandu dan iring-iringan Raja pergi liburan, Poong yeon dan juga Seol gae juga mengiringi kepergiannya, dan diantara para dayang ada dayang suruhan ibu suri juga. Sampai ditempat tuju, Raja langsung bersitirahat sembari berendam disalah satu tenda yang disiapkan, dayang suruhan Ibu suri berniat membawakan minuman, tapi dihalangi masuk Poong yeon, akhirnya membuat si dayang pergi mengurungkan niatnya.

Pagi-pagi, Joon terbangun dan melihat Seo ri sibuk menyiapkan ramuan herbal, ia lalu jalan mendekatinya. Dan mencoba membantu, tapi Seo ri dingin menanggapinya malah pergi, Joon mengikutinya sampai ke anak tangga, Seo ri menoleh bertanya kenapa Joon mengikutinya, dengan wajah santai Joon hanya ingin tahu dimana letak kamar mandi.


Seo ri lalu bertanya apa Joon sudah menyelesaikan bukunya, Joon berbohong kalau ada yang ia lupa, membuat Seo ri kesal, Joon santai sepertinya suka menggoda Seo ri, dan berkata kalau ia hanya lapar, mungkin kalau ia makan ingatannya akan kembali. Seo ri langsung melemparkan bungkusan yang berisi nasi ke Joon yang langsung makan, Seo ri bertanya apa ingatan Joon sudah kembali, Joon malah menjawab kalau nasinya keasinan *LoL

Joon juga minta ia dibelikan daging untuk lauk, tentu hal itu membuat Seo ri semakin kesal, Joon santai berkata kalau ini semua demi isi buku, kalau Seo ri tak mau membelikan daging, ia bisa tinggal lama untuk menulis buku. Membuat Seo ri menahan emosinya, lalu pergi memerintah Yo kwang untuk beli makanan yang langsung jadi kesal, tapi menurut juga pada akhirnya *hahaa

Selama Yo kwang pergi cari makanan, Seo ri meminta Joon membantunya membuat ramuan penghilang ingatan. Joon dengan senang hati membantu, ia mengatakan bahan-bahannya sementara Seo ri mengambil bahan yang disebutkan itu. Saat Seo ri sibuk memilih bahan yang dimaksud, Joon terus menatap wajah Seo ri sembari mengingat pertemuannya dengan Yoon hee (dilatarbelakangi Ost Part 1, prikitew :D)

Setelah semuanya diambil, Seo ri bertanya langkah selanjutnya, membuat Joon tersadar dari lamunanya dan langsung kikuk ditatap Seo ri begitu, ia malah pura-pura tidak ingat langkah selanjutnya, membuat Seo ri jengkel dan berteriak memanggil Yo kwang, membuat Joon langsung ketakutan dan langsung memberitahu langkah selanjutnya.


Seo ri langsung pergi mengambil sebuah kotak yang letaknya dirak paling atas, dan membuatnya kesulitan mengambilnya. Dan tadaa, Joon inisiatif membantu mengambilkannya, membuat jarak keduanya begitu dekat, dan membuat Seo ri tak nyaman, ia langsung mengambil kotak dari tangan Joon lalu pergi, membuat Joon hanya bisa menghela nafas.

Dan akhirnya, ramuan itu sudah selesai dan dikemas dalam botol dan diberi label juga. Saat menatap ramuan itu, Seo ri teringat perbincangannya dengan Yo kwang, yang meminta Seo ri melakukannya, karena ia cemas Joon tahu isi buku dan juga kuil chungbin, dan terlihat Seo ri ragu-ragu, karena itu Yo kwang memohon agar Seo ri mengesampingkan perasaan demi keberhasilan misi mereka.

Joon tiduran dan langsung pura-pura menulis saat Yo kwang datang dengan sepiring daging, membuat Joon kaget tidak menyangkan candaannya diseriusi, Yo kwang dengan senyum menakutkan menyuapi dagaing kemulut Joon.

Setelah itu, Yo kwang juga memberikan baju baru untuk Joon, yang langsung ganti baju saat membuka bajunya, Yo kwang melihat tanda aneh didada Joon, membuatnya penasaran dan syok ia seperti tahu lambang yanga da di dada Joon, karena penasaran ia sampai tak sadar meraba lambang itu *LoL, membuat Joon menatapnya aneh, Yo kwang tersadar dan canggung sembari berkata kalau dirinya normal dan masih suka wanita *wkk.

Raja sudah tertidur pulas, Poong yeon keluar tenda untuk berjaga-jaga, nun jauh diujung para ninja dukun meletakan sebuah bejana, dan membuat tanda dileher Poong yeon bereaksi (bukan tanda kutukan) dan saat menoleh, ia seperti melihat Yoon hee dan membuatnya tak sadar berlari mengejarnya.

Sampai ketengah hutan, Seol gae mengejar tuannya itu yang kelihatan aneh, sampai jauh kedalam hutan, bayangan Yoon hee berhenti dan langsung ditarik Poong yeon kedalam pelukannya tapi saat tersadar yang dipeluknya itu Seol gae yang memanggilnya mencoba menyadarkannya.

Setelah sadar, Poong yeon segara lari ketenda Raja dan benar sang Raja sudah menghilang. Raja dibawa para ninja dukun untuk menemui Hong joo, awalnya Raja memaki-makinya, tapi Hong joo dengan sabar mengatakan keinginannya, dengan jaminan ia bisa menyembuhkan penyakit Raja, walau ragu diawal tapi Raja menyingsingkan lengannya yang penuh duri, dengan kekuatannya Hong joo mampu melenyapkan duri-duri tersebut.


Setelah lama mencari, akhirnya Poong yeon bertemu Raja berjalan sendirian, dan dengan santai ia berkata kalau ia hanya ingin jalan-jalan melihat alam sekitar. Dan dayang yang mengikuti Raja, berakhir tragis ditangan para dukun ninja yang memergokinya.

Dan, seorang ninja melapor ke Hong joo, kalau Choi Hyun seo menghilang, langsung Hong joo tergesa-gesa kembali ke markasnya, dan benar ditempat tidur Hyun seo sudah tak ada hanya tinggal kertas mantranya yang terbakar, Hong joo langsung memerintahkan anak buahnya untuk pergi mencari Hyun Seo.

Dan dikuil chungbin, Joon enak-enakan tiduran dikamarnya, Seo ri melihat dari atas, lalu ia segera turun dan mendekati Joon. Ia mendekatkan tangannya ingin membangunkannya tapi ragu, akhirnya ia menarik kembali tangannya, saat itu tangan Joon langsung menahannya refleks membuat Seo ri kaget, Joon ternyata tidak tidur, ia menarik Seo ri sampai hampir jatuh dan membuat keduanya berdekatan, Joon membuka matanya, dan dengan penuh keyakinan ia berkata kalau Seo ri itu si buah kesemek alias Yoon hee.



Komen:
Jadi si Joon pintar dan jadi ahli obat-obatan karena ramuan kecerdasan *Lol, ini namanya juga cerita fiktif. Dan salud sama team make-upnya pinter Sae ron kelihatan dewasa pas jadi Seo ri, beda banget jadi Yoon hee kelihatan bocah hahaha

Ya sebenarnya sejauh ini banyak yang gak sreg dari propertisnya yang masih kentara banget animasi dan alat pendukungnya yang keliatan, ya memang susah sich bikin Drama genre fantasy pasti membutuhkan dana berlipat dan takutnya modal yang dikeluarkan tidak sebanding penghasilan, apalagi ini drama saeguk terpendek yang pernah aku liat, hanya 16 episode biasanya aku paling sedikit nonton drama saeguk itu 24 episode, sebenarnya cerita bisa dikembangkan lagi dan terlihat lebih tertata kalau punya episode lebih panjang hahaha, ya sudahlah kita nikmati saja, toh dari segi rating juga ini drama standar enggak bagus-bagus amat dan enggak jelek-jelek amat juga :D

No comments:

Post a Comment