Thursday, June 2, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 6


Mirror of The Witch Episode 6


Digua Kuil Chungbin, Seo ri sibuk meracik ramuan herbal sesuai isi plakat harapan yang diambil dari pohon harapan, ia meracik ramuan herbal dari resep yang ia dapat dari Buku Groimoire. Yo kwang yang baru bangun tidur, heran melihatnya, tanpa menoleh Seo ri meminta Yo kwang untuk mengambilkan lebih banyak tumbuhan herbal lagi, karena mereka tak punya cukup waktu lagi, sebelum bulan purnama hilang.


Ditempat persembunyian Hong joo, sedang mempraktekan ilmu barunya dengan kelinci percobaan tiga ekor ikan mati, ia lalu memberikan nyawa dengan asap hitam dan seketika ikan itu hidup kembali.

Dirumah gisaeng, gadis yang ada ditempat perjudian sedang menemui seorang gadis gisaeng yang punya cacat diwajahnya. Si gisaeng sepertinya sedang gelisah, dan minta masukan dari gadis tadi bagaimana caranya untuk mendapatkan hati orang yang ia sukai.

Diluar, Ok (yang ternyata petugas keamanan kemarin yang berkerja sama dengan Joon) sedang menerima suap dari pejabat lainnya, dan dari jauh Joon mengawasinya. Sampai diruangan yang ia pesan, seorang mengirimkan sepeti perhiasan mahal dan meminta Ok menandatangi sebuah dokumen agar bisa meloloskan perdagangan gingseng ilegal, tanpa berfikir Ok menandatanganinya, lalu orang itu pergi saat para gisaeng datang untuk menghibur Ok.


Tanpa disadari gerak-geriknya diawasi gadis yang ada ditempat perjudian, dan ternyata orang yang membawa dokumen yang ditandatangani Ok itu orang suruhan Joon yang langsung meminta orang itu pergi sebelum Ok menyadarinya.

Joon buru-buru pergi dari rumah gisaeng sambil membawa dokumen tersebut menuju ke pemakaman ibunya dan menyembunyikannya di bawah pohon dibelakang makam ibunya, dari jauh si gadis perjudian mengendap-endap mengikuti dan mengawasi gerak-gerik Joon.


Ternyata Joon menyadari kalau dia diikuti, dan memergoki si gadis yang kebingungan dan mencoba untuk kabur dan pura-pura tidak tahu apa-apa. joon bertanya apa keahlian si gadis adalah mencari tahu urusan orang lain, dan sepertinya Joon punya ide lain.

Sementara Ok minum-minum dengan para gisaeng, ia melihat cap jempol warna merah yang ia gunakan mencap dokumen tadi menempel digelas minumnya. Ia jadi sadar dan segera memanggil anak buahnya untuk menyelidiki orang tadi.


Orang suruhan Joon tadi mengendap-endap hendak kabur, tapi sayang keburu ketahuan Ok bersama anak buahnya, lalu ia meminta dokumennya kembali, tapi orang tadi malah kabur dan menambah kecurigaan Joon dan terpaksa meringkusnya dan mengintrogasi dimana dokumennya tadi, orang suruhan itu jujur kalau ia tak membawanya karena ia hanya disuruh, dan ia tidak tahu siapa yang menyuruhnya. Dan saat itu, si gadis perjudian datang dan berkata kalau ia tahu dimana dokumen yang dicari Ok tadi.

Joon sudah berganti baju dan pergi ke rumah gisaeng, diluar ia bertemu Man Weol (Gisaeng yang cacat wajahnya) sedang duduk sedih didepan, saat disapa Joon, Man Weol langsung tersenyum senang.

Digua, Seo ri selesai membuat ramuan herbal ia lalu meletakan celemek ke tempat bambu yang dibawahnya terdapat layangan, melihat layangan membuat ingatan Seo ri tentang Joon yang menyelamtkan dirinya dari anak panah ninja dukun waktu itu muncul kembali. Membuat Seo ri semakin sedih, ia bertanya sendiri apakah Joon masih hidup?


Dirumah gisaeng, Joon memesan ruangan ditemani Man Weol yang bermain gayageum untuknya. Saat minum, Joon melihat buah kesemek diatas meja, membuat ia ingat saat Yoon hee memintanya memetikan kesemek waktu pertama kali mereka bertemu. (yang aku pikir waktu itu buah jambu *LoL, ternyata kesemek toh, di Klaten keknya kesemek keras kek mangga enggak lembek gitu :P)

Tanpa sadar Joon melamun memandangi kesemek, dan Kesempatan itu, Man Weol gunakan untuk mempraktekan cara-cara yang diberitahu gadis perjudian tadi, membuat Joon merasa aneh, dan tahu kalau ada seseorang yang mengajari Man Weol lagi, Joon lalu berkata kalau Man Weol cantik kalau jadi diri sendiri, membuatnya terharu.

Man weol, lalu cerita kalau dia akan pergi ke pohon harapan yang ada dihutan, kata orang pohon itu pemebri harapan. Membuat Joon heran, tapi dari cara ia senyum sepertinya Joon sudah tak percaya lagi tentang harapan.


Dan akhirnya, Man Weol pergi ke pohon itu sendirian, ialalu memanjatkan doa, agar ia cantik dan bisa layak bersanding dengan orang yang ia kasihi. Selesai berdoa ia memasangkan plakat harapannya ke tali yang mengikat pohon harapan tersebut.  Dari jauh Yo kwang mengawasinya, dan setelah Man Weol pergi, ia segera mengambil plakat harapan dan memberikannya ke Seo ri yang langsung meracik ramuan, setelah jadi ia memasukannya kedalam guci botol kecil, dan berharap kali ini ramuannya berhasil.

Dirumah, Ok mondar-mandir memikirkan perkataan sigadis perjudian yang mengatakan kalau pria yang membawa dokumen tadi adalah orang yang dikenal Ok. Tapi kalau Ok ingin ia memberitahu, ia akan melakukannya tapi tidak gratis, alias Ok harus membayarnya.

Pagi-pagi, petugas keamanan berkerumun dipinggiran sungai, sepertinya ada mayat tanpa jantung lagi, tak hanya petugas keamanan disana juga ada Poong yeon dan tangan kanannya juga ikut memeriksa mayat tersebut, dan sama seperti mayat sebelumnya selalu ada botol obat disamping tubuh mayat tersebut, membuat Poong yeon berfikir.


Saat semuanya fokus ke mayat, tiba-tiba dari beberapa ninja dukun menembakan anak panah ke arah mereka, membuat semuanya kaget. Setelah itu mereka langsung kabur, Poong yeon mengambil anak panah yang ternyata ada selembar surat, yang langsung dibaca Poong yeon (enggak diceritakan isinya apa?).

Diruangannya, Man Weol sudah memegang botol obat ramuan Seo ri, ternyata Yo kwang yang mengirimnya, ia memberitahu kalau ini jawaban dari harapan Man weol untuk jadi cantik, sebagai gantinya, Man weol hanya perlu menyalakan lilin yang dibawa Yo kwang dengan setulus hati. Awalnya ragu, tapi karena ingin sekali cantik, akhirnya Man weol meminum ramuan itu, setelah minum tubuh Man weol kejang, lalu pingsan.


Didalam gua, Seo ri sedang berdoa didepan lilin-lilin, dan hasilnya Man weol berubah jadi cantik, cacat pada wajahnyapun hilang, membuat teman-teman gisaengnya kaget.

Yo kwang sampai dengan lilin dari Man weol, yang langsung diambil Seo ri dan segera memindahkan nyala api lilin ke lilin yang ada digua itu, setelah menyala ia lalu berdoa setulus hati, begitu juga Yo kwang, sampai doanya selesai, dan perlahan ia membuka mata dan lilin tersebut tetap menyala, membuat Seo ri terhenyak, dan Yo kwang sudah lari kesenangan.


Dan lilin yang nyala, membuat Hong joo muntah darah, dan tangannya kembali menghitam. Sementara ditengah hutan, Poong yeon berkuda sendirian ketempat yang ada dipeta yang ternyata isi dari surat yang ditembak pake anak panah tadi, dan tempat itu adalah persembunyian Hong joo selama ini.

Keduanya lantas berbincang, Poong yeon langsung bertanya apa Hong joo berada dihutan terkutuk saat, kelima biarawan taoist terbunuh dan ayahnya menghilang. Dengan senyum, Hong joo menjawab kalau apapun yang ia katakan, Poong yeon tidak akan percaya.


Tapi, Hong joo berjanji akan membantu Poong yeon menemukan ayahnya, dengan syarat Poong yeon harus menemukanya dengan Raja, karena ia tahu kalau Raja saat ini terjangkit penyakit, tapi Poong yeon tidak mau, ia tak percaya dengan perkataan Hong joo, dan ia juga merasa bisa mencari ayahnya sendiri, dan beranjak pergi.

Tapi langkahnya tertahan, saat Hong joo berkata kalau ia menerima pesan terakhir ayahnya, agar Poong yeon mencari Yoon hee. Tapi perkataannya tak dihiraukan Poong yeon, yang terus pergi tapi tiba-tiba lehernya merasa sesuatu, lalu muncul *tanda aneh dibelakang telinganya (*bukan tanda kutukan, tapi berbentuk lingkaran) dan ia seperti dirasuki sesaat, sampai ia jalan keluar dari tempat Hong joo.

Sepeninggal poong yeon, Hong joo pergi ke Hyun seo ia melihat luka dileher Hyun seo, yang membuatnya ingat kejadian masa lalu (*kejadian 5 tahun yang disebut diepisode 1). Saat Hong joo masih muda, ia diminta Ibu Suri untuk mengurus Raja yang sekarat diatas tempat tidur, Raja itu ketakutan saat Hong jo datang dan meletakan kertas mantra diatas dadanya.


Hyun seo dan Yo kwang masuk dan mencoba menghentikannya, tapi pengawal istana menghadangnya, mereka kalah karena kalah jumlah. Dan hanya bisa melihat Hong joo melakukan ritual, dan saat keduanya berhasil mengalahkan para pengawal, Hong joo sudah selesai dan membuat Raja mati, melihat hal itu membuat Hyun seo terhenyak dan Yo kwang yang marah langsung mengayunkan pedangnya ke arah Hong joo, tapi Hyun seo malah melindunginya, sehingga pedang itu mengenai lehernya, Hyun seo meminta Hong jo pergi dan jangan kembali lagi.

Kembali ke saat ini, Hong joo melakukan ritualnya lagi, dengan memindahkan asap hitam sihir hitam ketubuh Hyun seo yang terbaring. Sembari berkata, kalau Hong joo akan menempatkan Raja baru, karena itu Hyun seo seharusnya membunuh putri yang bersembunyi dipegunungan.

Keesokan harinya, semua orang nampak sibuk dirumah gisaeng, seorang kurir datang membawa dan mengambil barang-barang yang perlu diantar, malu-malu Man weol menitipkan surat untuk Joon, yang langsung diantar kurir tersebut.

Tapi sampai dirumah, yang keluar malah Ok dan saat tahu surat itu untuk Joon ia langsung menyitanya, dengan alasan ia kakaknya dan dia yang akan memberikannya. Dan saat membacanya, membuat Ok berfikir kalau Joon akan menikah diam-diam dengan gisaeng Man weol, makanya ia menyembunyikan surat tersebut.

Setelah itu, Ok pergi dengan gadis perjudian kebelakang makam Ibu Joon untuk mencari dokumen yang disembunyikan Joon, gadis itu terhenyak mengetahui kalau makam itu ternyata makam Ibunya Joon, tapi ia tetap meneruskan menggali tanah sampai akhirnya ia menemukan sebuah peti dan segera mengangkatnya, sebelum dibuka, sigadis minta bayaran terlebih dahulu.


Setelah Ok memberi uang, anak buah Ok segera membuka peti yang isinya ternyata batu, membuatnya marah, tapi sebelum marah, Joon datang sambil membawa petugas keamanan dan atasan Ok, hal itu membuat Ok ketakutan. Apalagi atasannya tahu kalau Ok menerima suap, dengan bukti sepeti dokumen yang ditandatangani Ok, dan membuat Ok tak bisa mengelak dan akhirnya diseret oleh para petugas keamanan untuk diadili.

Akhirnya Ok dipenjara, membuat Ny Soh cemas bercampur kesal, ia mengunjungi anaknya itu sambil mengomel-omel karena sudah mempermalukan nama keluarga Heo. Tapi dengan bujuk rayuan dan mulut manis Ok, akhirnya Ibunya mau melakukan hal yang disuruh Ok, agar ia bisa dilepaskan.

Malam hari, Man weol pergi ketempat penggilingan padi sendirian, seperti yang ia tulis disurat yang ia kirimkan ke Joon. Setelah didalam ruang penggilingan, tiba-tiba seseorang masuk, dan saat Man weol menoleh, ternyata itu si jubah merah. Yo kwang buru-buru lari, dan sampai disana ia terlambat, terlihat Man weol sudah tewas dengan jantung yang sudah hilang.


Membuat Yo kwang geram lalu mengejar si jubah merah sampai ketengah hutan,dan digua lilin yang tadi menyala tiba-tiba padam membuat Seo ri emosional, dan saat Yo kwang berhasil mengejar Si Jubah Merah perkelahian pedang antara keduanya tak terelakan lagi. Yo kwang kesal, kenapa si jubah merah terus mengikutinya, dan membunuh mereka yang mendapat ramuan herbal dari Seo ri.

Dan Si jubah merah sepertinya kalah melawan Yo kwang, ia memilih untuk kabur dengan menyiram pasir kewajah Yo kwang. Si jubah merah, segera memberikan jantung tersebut ke Hong joo, yang langsung melempar jantung ke api ritual dan merubahnya menjadi pasir hitam untuk membuat asap hitam sihir hitamnya.

Dengan lesu dan menyembunyikan luka dari peperangan dengan si jubah merah, Yo kwang pulang dan bertambah sedih saat melihat lilinya mati. Seo ri sedih, dan heran melihat ekpresi Yo kwang, ia bertanya apa yang sebenarnya terjadi diluar sana? Tapi Yo kwang mencoba menyembunyikannya, membuat Seo ri semakin curiga, dan akhirnya Seo ri dengan kesal pergi keatas ia akan pergi keluar mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi, tapi tentu Yo kwang menahannya.


Sampai dibatas kertas mantra terakhir, Yo kwang berhasil menahan Seo ri, ia memohon Seo ri untuk menahan kemarahannya, karena hal itu akan membuat apa yang mereka lakukan selama ini akan sia-sia.

Seo ri sudah frustasi, karena waktunya tinggal 49 hari tapi sudah 6 bulan, ia belum bisa menyalakan lilin satupun, jadi ia tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. Yo kwang memohon Seo ri harus bisa melakukannya, tapi Seo ri sudah tak tahan lagi, ia takut kalau yang ia lakukan sia-sia dan akhirnya ia mati, bukan takut mati tepatnya ia hanya takut tidak bisa bertemu lagi, dengan orang-orang yang sangat ingin ia temui, dan akhirnya Seo ri menangis tersedu-sedu.


Dikedai makan tengah kota, Joon sedang minum-minuman walaupun akhirnya ia berhasil menangkap Ok tapi sepertinya ia tak merasa senang. Datang si gadis perjudian yang meminta bayarannya, ternyata Joon berkerjasama dengannya untuk menangkap Ok.

Dan trala, tiba-tiba petugas keamanan atasanya Ok datang bersama pasukannya untuk menangkap Joon dengan tuduhan menipu berpura-pura jadi bangsawan. Membuat Joon kebingungan, belum selesai bingungnya munculah Ok sudah rapi memakai seragamnya jalan mendekatinya. (*yah selalu begitu yang kaya selalu kebal dengan hukum :P).


Joon berteriak-teriak kenapa Ok bisa tak bersalah pada buktinya sudah jelas, Ok datang mendekat dan menasehati Joon tentang perbedaan kaum bangsawan dan kaum budak, dan kaum budaklah yang selalu pantas untuk disalahkan, membuat Joon semakin emosi. Belum selesai disitu, Ok menunjukan surat dari Man weol, dan memberitahu semua orang kalau Joon adalah si Jubah merah, karena pagi tadi Man weol ditemukan tewas tanpa jantung, dan orang terakhir yang ditemuinya adalah Joon.

Mendengar hal itu, Joon langsung meronta dan melarikan diri, para pasukan segera mengejarnya, begitu juga masyrakat yang langsung percaya Joon si Jubah merah, melempari Joon dengana apa saja, membuat Joon terdesak, dan akhirnya ia menggunakan ketrampilan bela dirinya untuk melawan mereka semua.

Dari jauh, Poong yeon dan tangan kanannya yang sedang naik kuda melihat keramaian didesa, keduanya segera memakirkan kuda mereka dan melihat apa yang terjadi. Ternyata petugas keamanan sedang membawa mayat siapa lagi kalau bukan Man weol, melihat hal itu membuat Poong yeon geram.


Dan saat itu, dari arah desa Joon lari dikejar para pasukan kemanaan, dan berkelahi melawan mereka sendirian, dan Joon melihat kuda yang terparkir, ia segera berusaha untuk kabur dari tengah-tengah kepungan pasukan keamanan, dan ia berhasil kabur lalu ia naik kesalah satu kuda dan lekas pergi, Poong yeon langsung naik ke kuda lain dan mengejar Joon sampai ketengah hutan.


Sementara itu Seo ri tengah bermain layangan dari dalam gua, dan tiba-tiba ia merasakan kehadiran kakaknya. Joon berhasil melarikan diri dari Poong yeon, Seo ri langsung mengenakan jubah putihnya, walau ragu saat sampai dibatas mantra terakhir, tapi ia tetap nekad keluar dan membuat mantra itu hancur terbakar dengan sendirinya.

Saat menoleh kebelakang, tanpa Joon sadari didepannya ada dahan besar dan membuatnya bertubrukan dan membuatnya jatuh dari kuda dan langsung berguling-guling ketanah yang miring dan langsung jatuh ke dalam jurang. Didasar jurang, batu-batuan besar sudah siap menantinya, tapi sebelum menyentuh dasar tubuhnya terhenti, membuat Joon kebingungan dan melihat sekelilingnya, dan ia melihat seseorang memakai jubah putih.

ayolah JTBC itu tali slinknya kentara banget :P
Joon mengulurkan tangannya memohon bantuan, Seo ri mengangkat tangannya dan tiba-tiba tubuh Joon terangkat tapi hal itu malah membuat Joon pingsan. Ditempat Hong joo, ia sedang menunggui Hyun seo, tapi ia pergi karena suatu hal, sepeninggal Hong joo jari-jemari Hyun seo bergerak.

Dan ternyata, guci putih yang berisi nyawa PM kembaran Yoon hee bergemuruh, membuat Hong joo tahu kalau Yoon hee keluar sendiri dari tempat persembunyiannya.


Note : Aku beberapa hari ini sibuk banget, belum Ramadhan ajah udah kek gini sibuknya sampai begadang, sebenarnya mata udah enggak sanggup nulis sinopsis tapi inget yang baca pasti nungguin, jadi aku paksain bikin sinopsis sampai malam banget, selesai buru-buru tidur, eh perasaan baru merem sebentar alarm udah bunyi *wkk, rasanya malas bangun tapi takut telat ngantor :D, jadi silahkan nikmati ceritanya, FYI Jum'at besuk "Mirror of the Witch" enggak tayang karena ada "Baeksang Awards", jadi didouble hari sabtu 2 episode sekaligus, dan karena hari minggu aku off internetan jadi kemungkinan hari senin baru bisa download dan kemungkinan bikin sinopsisnya mundur-mundur cantik :D, terimakasih ^^

Komen :
Jadi, Hong joo ini terhubung dengan Seo ri/Yoon hee, kalau Seo ri Hidup berarti Hong joo mati, karena itu Hong joo ini berusaha keras menghalangi usaha Seo ri untuk menghilangkan kutukannya, saat satu lilin berhasil dinyalakan membuat tubuh Hong joo langsung bereaksi.

Dan dari dulu nonton drama Saeguk yang pasti tentang kerajaan, entah era Goryeo atau Joseon, pasti Keluarga kerajaan itu kek boneka, yang dijadikan alat sama para mentri, bangsawan, atau orang-orang yang memiliki kepentingan.

Dan para dayangpun/dukun berkuasa menentukan siapa dan darimana Raja mereka selanjutnya dengan berbagai alasan, entah di MOTW ini apa motivasi Hong joo ingin mengatur siapa yang jadi Raja selanjutnya, diepisode awal-awal, Hyun seo berkata kalau tujuan Hong joo bukan menguasai kerajaan tapi ingin menghancurkan kerajaan.

Dan rahasia umum lainnya adalah, kalau Keluarga bangsawan (ber uang) pasti kebal hukum walau jelas didepan mata kesalahan mereka bahkan bukti hanya sekedar bukti tanpa arti, dan mereka yang tak punya uang alias kaum budak/rendahan yang selalu disalahkan bahkan saat mereka tak melakukan kesalahanpun, sebenarnya bukan di drama saja, di dunia nyata juga begitu *eaa, padahal uang hanya bisa menyelamatkan siksa dunia, tapi tak bisa menyelamatkan siksa neraka :D hahaa

Dari episode 1-6 ini, aku malah suka cemistry antara Seo ri sama Yo kwang (*wkkabur takut dikeplak SW-nim) apalagi pas epsiode 6 ini ngena banget saat Seo ri putus asa dan akhirnya nangis bareng. Aku pribadi malah belum ngena cemistry antara Yoon hee dengan Joon, bahkan dengan Poong yeon sekalipun hahaa, oke sekian dulu komen saya kita tunggu episode selanjutnya yang kelihatan menarik :D

No comments:

Post a Comment