Thursday, June 30, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 14

Mirror of The Witch Episode 14


Dibuka dengan adegan, saat Yoon hee pertama kali mengenakan baju putri, ia dibantu dua dayangnya berpakaian, menyisir rambut, memakai hiasan rambut dan juga menghias wajahnya, dan setelah selesai Yoon hee duduk ditempat duduknya dengan dandanan khas putri kerajaan, dan menatap tajam kedepan.

Episode 14


Poong yeon yang putus asa datang menemui Hong joo di Sungsunchung, ia bertanya apa sihir hitam Hong joo bisa mengambil hati seseorang? Bukankah kesedihan dan keputusasaan yang ia rasakan bukan karena kesalahnnya? Jika ia melepas kebencian dan amarah pada mereka, maka ia akan terlepas dari rasa sakit keputus asaannya itu? Tanya Poong yeon sambil menepuk dadanya yang sakit.

Hong joo mendekat, dan menebak apakah Poong yeon ingin ia mengembalikan Yoon hee padanya? Jika Poong yeon bisa membunuh anak yang telah dikutuk, maka ia bisa mendapatkan Yoon hee yang polos dan baik hati lagi, tapi Poong yeon tak percaya, Hong joo lalu akan membuat Poong yeon percaya perkatannya, Poong yeon menatap Hong joo yang senyum meyakinkan.


Lalu, Hong joo mulai melakukan ritualnya, membuat bejana ritual yang ia letakan didekat Ratu mengeluarkan asap hitam, yang langsung terbang kearah Ratu dan membuatnya terasa tercekik. Ratu tersadar dari tidurnya, lalu menoleh keseluruh ruangannya, ia tersentak melihat bejana ritual, ia segera mengambil air dan menyiramnya.

Sesaat asap itu mati, Ratu lalu berteriak memanggil seseorang diluar, tapi tak ada jawaban, saat berbalik, bejana itu mengeluarkan asap lagi dan langsung menyerang Ratu membuatnya jatuh kelantai dengan tangan memegangi lehernya yang rasanya tercekik, lalu ia jatuh pingsan.

Keesokan harinya, para perawat dan dokter istana sedang merawat Ratu yang tak sadarkan diri. Yoon hee datang tergesa-gesa, ia langsung melihat Ratu yang terbaring tak sadarkan diri, Yoon hee cemas melihat keadaan Ratu, tapi saat ia melihat tangan Ratu yang menghitam membuat Yoon hee menduga siapa dalang dibalik semua ini.


Raja diruangannya, bertanya berapa lama waktu dibutuhkan untuk membuat Ratu tiada, Hong joo menjawab kalau mantranya tidak hancur, makan besuk malam Ratu tak akan bertahan dan semuanya akan selesai, jawabannya membuat senyum puas terlukis diwajah Raja. Tapi, Hong joo belum selesai berkata, tapi ia cemas terhadap putri, walau bagaimanapun putri akan perduli pada keadaan Ratu, dan jika putri tahu Ratu dibawah sihir hitam maka ia akan bertindak.

Putri memiliki kekuatan sihir karena kutukan itu juga, membuat Raja terhenyak, ia bertanya apa putri akan menyakitinya? Hong joo balik bertanya apa Raja punya seseorang yang ia percaya bisa melindunginya? Raja terdiam, Hong joo merasa Raja akan aman jika Poong yeon masih berada disisinya, perkataannya membuat Raja marah, Hong joo meminta maaf, sambil tersenyum melihat Raja sepertinya sedang memikirkan perkataannya.


Sementara, dikediaman Ratu, Hyun seo normal sedang memeriksa keadaan Ratu, dibelakangnya duduk Yoon hee, Joon dan juga Yo kwang yang terlihat cemas. Hyun seo melihat tangan Ratu, tapi dirinya yang kerasukan kembali, dan nun jauh di Sungsunchun Hong joo sedang mengendalikan Hyun seo, ia berkata lalu perkataannya diulang Hyun seo, yang ia memberitahukan kalau semua ini sihir hitam, dan ada mantra pengendali yang diletakan disuatu tempat, dan jika mereka tidak bisa menemukan mantra itu maka nyawa Ratu tak akan selamat sampai besuk malam.

Yoon hee langsung menebak kalau ini pasti perbuatan Hong joo, Joon bertanya apa jika mereka berhasil menemukan mantra itu, Ratu pasti akan selamat? Hyun seo menjawab kalaua mantra itu pasti ada didalam istana, jadi pikirkan cara untuk menemukannya. Yo kwang mengangguk dan mengiyakan perkataan Hyun seo.

Selesai berkata, Hyun seo berdiri tapi tiba-tiba tubuhnya roboh, Yoon hee langsung memapahnya dan bertanya apa dia baik-baik saja, tapi Hyun seo menatapnya dingin, membuat Yoon hee mundur beberapa langkah, Hyun seo kembali berdiri normal ia lalu membungkuk menghormat lalu jalan pergi, Yo kwang hanya bisa menatap sedih tuannya itu.

Hyun seo jalan seperti robot tanpa pikiran kembali Sungsunchung, Hong joo menyambutnya dan berkata kalau tugas yang dilakukannya sangat baik. Sementara Yoon hee jalan dengan Joon akan kembali kekediamannya, Joon menenangkan Yoon hee kalau mereka pasti akan menemukan mantra itu dimanapun tempatnya, jadi Yoon tak perlu khawatir, Yoon hee menatap Joon lalu tersenyum sambil mengangguk.

Tapi, tiba-tiba Yoon hee merasa dadanya sakit, ia hampir jatuh sambil memegangi dadanya, membuat Joon cemas, Yoon hee menatap ke langit, sebuah bintang jatuh. Membuat Yoon hee teringat dengan waktunya yang tinggal 20 hari lagi sebelum bulan purnama hilang, selama itu perlahan-lahan tubuh Yoon hee akan melemah dan ia akan mati, Yoon hee menenangkan Yo kwang kalau ia tak akan mati karena tinggal beberapa lilin yang harus ia nyalah, ia juga meminta Yo kwang merahasiakan keadannya itu baik Joon maupun Poong yeon. (*kasihan Yo kwang ini, terlalu menyimpan banyak rahasia berbahaya sendirian)

Yoon hee semakin kesakitan, membuat Joon semakin panic, apalagi Yoon hee jatuh pingsan, dan tanda kutukan dibelakang telinganya menyala. Akhirnya Joon merawat Yoon hee yang terbaring tak sadarkan diri dikediamannya. Joon sedih melihat keadaan Yoon hee, ia teirngat isi buku Grimoire yang harus menyalakan semua lilinnya sebelum bulan purnama hilang, dan menghancurkan kutukannya.


Perlaan Yoon hee sadar, menyadarkan Joon dari lamunannya, ia dengan lembut bertanya apa Yoon hee baik-baik saja. Yoon hee mencoba tersenyum sambil mengangguk, ia berkata kalau mungkin ia terlalu cemas memikirkan keadaan Ratu, Joon mengangguk pura-pura percaya apa yang dikatakan Yoon hee. Joon lalu meminta Yoon hee tak khawatir, jadi ia akan menemani Yoon hee sampai tertidur. Yoon hee mengangguk lalu menutup matanya untuk tidur, Joon lalu membetulkan selimut Yoon hee sambil menyeka keringat dikening Yoon hee, tapi saat melihat tanda kutukan Yoon hee yang terus menyala, membuat Joon tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya lagi.

Dikediaman Raja, si Ok sedang bersujud didepan Raja sambil berkata kalau ia baru tahu tentang pemberhentian kepala pengawal Choi Poong Yeon, karena itu ia bersedia melindungi Raja mulai saat ini. Raja lalu bertanya apa Ok sanggung mengorbankan nyawanya untuk Raj, langsung membuatnya ketakutan *LoL. Ia terbata-bata menjawab kalau ia akan mengabdi dan setia pada Raja.

Raja berkata lagi kalau pasti banyak orang yang ingin membunuhnya, jadi Ok harus selalu berada disisinya untuk melindunginya. Membuat Ok ragu-ragu lagi, dengan terbata-bata ia mengiyakan perkataan Raja. Membuat Raja menghela nafas, dan meminta Ok melupakan perkataanya, yang langsung diiyakan Ok tanpa berfikir, membuat Raja menyeringai.


Sampai dirumah, Ibunya menyambut dengan bangga, tapi saat mendengar cerita putera kesayangannya itu, membuat Ibunya memakinya anak bodoh sambil memukulinya *wkk. Ok kesal kenapa emangnya kalau ia menolaknya, ia tak ingin mati *hohoho. Tentu membuat ibunya semakin mengomel, ia meminta puteranya menerima permintaan Raja saat ada kesempatan lagi, yang diiyakan Ok dengan kesal.

Sementara Raja keluar dari ruangannya, ia akan berjalan-jalan diikuti para kasim, dayang dan pengawalnya. Dari jauh Poong yeon melihat kearah Raja, ia teirngat perbincangannya dengan Hong joo, yang memintanya tetap berada disisi Raja agar ia yakin dengan perkataannya, Poong yeon bertanya apa ada seseorang yang akan menyakiti Raja? Hong joo membenarkan dan ia juga meminta Poong yeon mempercayai apa yang akan ia lihat nanti, agar ia percaya dengan perkataannya.

Dijalan Raja berpapasan Yoon hee yang sedang jalan kesuatu tempat, Yoon hee menunduk memberinya hormat, Raja jalan mendekat dan bertanya apa Yoon hee akan pergi menemui Ratu. Yang diiyakan Yoon hee, Raja dengan dingin berkata kalau menurut rumor yang ebredar semua ini terjadi karena putri ada disini.


Dengan tak kalah dingin, Yoon hee menjawab kalau semua ini karena Hong joo, ia berharap Raja tak terpengaruh perkataannya, karena Raja adalah Ayah dari ribuan orang dinegeri ini, yang melihat Raja sebagai pimpinannya. Bagaimana gelisahnya mereka nanti, saat tahu kalau hati Raja goyah, Raja terdiam mendengar perkataan Yoon hee yang menasehatinya.

Raja lalu tersenyum dan berkata kalau Yoon hee mirip sekali dengan ibunya dalam hal menasehati. Ia lalu jalan mendekat dan menasehati Yoon hee agar bersikap seperti putri, berpakaian bagus lalu melakukan suatu hal, berkebun atau apalah, setelah berkata begitu Raja pergi, Yoon hee juga bergegas pergi, Poong yeon hanya bisa melihat keduanya dari jauh.

Malam hari, bulan purnama masih terlihat diantara awan-awan gelap yang berarak dilangit malam. didalam kediaman Ratu, Yo kwang sedang serius membuat mantra, Joon bertanya apa itu? Yo kwang menjelaskan kalau itu mantra pelacak keberadaan mantra sihir hitam yang menyebabkan Ratu sakit. Ia pertama kalinya membuat jadi ia juga tak tahu ini akan berhasil atau tidak.


Selesai membuat, Yo kwang mengambil sebuah jarum, lalu bergegas pergi kedekat Ratu, ia menusukan jarum itu kesalah satu tangan Ratu, lalu dengan darah yang keluar ia menggambar kembali tulisan diatas kertas mantra tadi. Selesai, Yo kwang mengajak Joon pergi membantunya mencari mantra diistana, yang diangguki Yoon hee yang memilih tinggal disana menemani Ratu.

Yo kwang dan Joon lalu mengendap-endap kedalam istana memakai kain hitam untuk menutupi sebagian wajah mereka. Mereka sesekali bersembunyi, saat melihat para pengawal istana yang sedang berpatroli ataupun sedang bertugas jaga.


Sampai ditempat aman, Yo kwang meminta Joon menyalakan api, dan membakar kertas mantra yang ia buat tadi lalu melemparkannya kelangit, kertas mantra tersebut berubah menjadi bola kecil berwarna kuning, lalu melayang-layang pergi ke suatu tempat, keduanya langsung pergi mengikuti kemana bola mantra itu pergi.

Sementara, Yoon hee yang sedang menjaga Ratu, tiba-tiba terhenyak melihat Ratu meronta, dan memegangi lehernya yang terasa tercekik. Yoon hee tak tahan lagi, ia lalu pergi ke Sungsunchung dan langsung menuduh Hong joo dibalik semua ini, Yoon hee juga meminta Hong joo langsung menyerangnya daripada melakukan hal itu ke Ratu Shim.


Dengan tenang, Hong joo menjawab kalau Ratu berusaha menghalanginya, jadi ia melakukan hal ini, lagipula bukan dia yang menyebabkan sihir hitam itu, karena sihir hitam yang menyerang Ratu akibat rasa benci seseorang, dan diistana itu ada yang lebih membenci Ratu Shim daripada Hong joo.

Kembali kedua orang yang mengikuti bola mantra yang ternyata mengarah kekediaman Raja.Yoon he menebak apa Raja yang bermaksud membunuh Ratu, yang diiyakan Hong joo, karena itu ia membuat mantra pengendalinya ketubuh orang yang membenci Ratu. Karena itu, jika Yoon hee ingin menyelamatkan Ratu, maka ia harus membunuh Raja, tapi tentu saja itu akan membuat Yoon hee mendapatkan hukuman mati. Tapi, kalau Yoon hee tak membunuh Raja, maka Ratu Shim yang akan mati, sungguh membuat dilema.

Yoon hee menjawab, kalau sebenarnya ini perangkap yang Hong joo buat untuk dirinya bukan? Hong joo menjawab kalau tak ada yang lebih berharga dari nyawa kedua orang itu, jadi apa Yoon hee berfikir dia akan tinggal diam saja.

Kembali ke Joon dan Yo kwang yang sudah sampai kekediaman Raja, yo kwang melempar bola asap berisi obat tidur, yang perlahan membuat para pengawal satu persatu jatuh tertidur. Keduanya bergegas masuk kekediaman Raja yang kosong, mereka segera mencari dimana letak mantra pengendali itu.


Sedangkan Raja sedang pergi keluar bersama rombongannya, ia jalan mondar-mandir disebuah paviliun sambil galau memikirkan perkataan Yoon hee tadi siang, tentang dirinya yang seorang Ayah dari ribuan warga yang menganggapnya seorang pemimpin. Tiba-tiba Raja merasakan penyakitnya lagi, Kasim cemas bertanya apa Rajanya itu baik-baik saja, Raja menjawab ia baik-baik saja, dan ingin kembali kekediamannya saja.

Dikediaman Raja, keduanya mulai resah karena tak kunjung menemukan mantra pengendali, saat seperti itu, keduanya mendengar suara langkah kaki mendekat. Ternyata Raja jalan sempoyongan sambil menahan sakit ditubuhnya, sampai didalam ia langsung jalan ketempat duduknya, sambil membuka pakaiannya, dari balik tabir dibelakang tempat duduknya Joon dan Yo kwang berusah melihat situasi, Joon tersentak melihat tubuh Raja yang penuh luka, dan terlihat ada mantra pengendali tergambar didada Raja.

Poong yeon jalan kekediaman Raja, dan langsung cemas melihat para pengawal tergeletak dilantai, ia segera masuk kekediaman Raja, yang langsung membetulkan pakaiannya menutupi lukanya. Raja bertanya kenapa Poong yeon datang, Poong yeon yang sedari masuk matanya sudah melihat sekitar kediaman Raja menjawab kalau ia ingin datang berbicara sebagai teman, sambil tangannya siap menarik pedang, Raja yang sudah hapal dengan sikap Poong yeon mengerti maksud ucapan Poong yeoon.

Raja perlahan berdiri, dan minggir dari tempat duduknya, Poong yeon langsung menyibak tabir dibelakang Raja, dan buru-buru Joon dan Yo kwang pergi menghindar, tapi pedang Poong yeon berhasil menahan mereka. Raja kaget dan bertanya siapa mereka berdua, Poong yeon lebih kaget saat melihat Yo kwang.


Raja tanya apa Poong yeon mengenal mereka berdua? Raja marah melihat mereka berani menyelinap kekediamannya, ia bertanya apa mereka hendak membunuhnya. Joon memohon agar Raja tak salah paham, ia hanya ingin menyelamatkan Ratu Shim, tapi pedang Poong yeon menghalanginya mendekat Raja.

Membuat Raja semakin salah paham, ia mengira Ratu yang menyuruh mereka melakukan ini, Joon menggeleng bukan begitu maksudnya, keduanya melihat jelas mantra pengendali sihir hitam Ratu shim tergambar didada Raja. Poong yeon bertanya, apa alasana mereka datang, saat Joon akan menjelaskan, dan Yo kwang sudah siap mengambil pisau dibali punggungnya, Raja berteriak dia tak percaya apapun yang akan mereka katakan, jadi ia meminta Poong yeon segera membunuh mereka.

Poong yeon dilema, dan saat ia menganyunkan pedangnya, Yoon hee datang dan meminta kakaknya berhenti, Joon akan mendekati Yoon hee tapi dihalangi pedang Poong yeon. Sehingga Raja datang mendekati Yoon hee sambil berkata kalau Yoon hee pasti akan membunuhnya, saat dekat Yoon hee melihat jelas gambar mantra itu. Raja kembali ke Poong yeon dan memintanya segera membunuh Yoon hee, membuat Poong yeon ragu tentunya kelengahan Poong yeon dimanfaat Joon dan Yo kwang kabur dan langsung berdiri didepan Yoon hee untuk melindunginya.

Dan sidalang kerusuhan alias Hong joo sedang melakukan ritualnya, membuat Ratu Shim meronta kesakitan menahan lehernya yang rasanya tercekik. Poong yeon dilema, ia ingat perkataan Hong joo tentang membunuh anak yang terkutuk, jadi Yoon hee yang baik hati akan kembali. Membuat Poong yeon melangakah maju, membuat Yoon hee tak percaya melihatnya, sementara Raja terus membujuknya agar membunuh putri yang akan membunuhnya.

Poong yeon menaikan pedangnya, walau setengah hatinya masih ragu, melihat itu Raja tak sabaran dan langsung mengambil pedang Poong yeon sambil berkata kalau ia sendiri yang akan membunuhu Yoon hee, dan saat itu Yoon hee mengambil pisau Yo kwang dan saat Raja maju, ia juga maju dan langsung menancapkan pisau itu kebagian mantra yang ada didada Raja, membuat semuanya syok melihatnya.


Disungsunchung Hong joo ambruk lagi, karena mantra yang ia buat berhasil digagalkan, dan Ratu Shim akhirnya tersadar, dan ia syok melihat tangannya menghitam, tapi tiba-tiba tangannya kembali normal, Kasim masuk dan kaget melihat Ratu shim sudah sadar.

Yoon hee menarik pisau yang menancap didada Raja, membuat Raja ambruk dan darah keluar, semuanya syok melihatnya, Raja sendiri tak percaya ia lalu berteriak-teriak memanggil para pengawal yang datang bersama para ninja dukun, dan segera menangkap ketiganya. Poong yeon berdiri mematung seolah tak percaya apa yang dilihatnya, Hong joo datang langsung mendekati Poong yeon sambil menghasutnya kalau Yoon hee yang asli tak akan berani membunuh Raja, jadi yang dilihat Poong yeon tadi Yoon hee yang terpengaruh kutukan. Poong yeon diam tak menjawab, ia mengambil pedangnya lalu jalan keluar.


Sementara diluar, Joon meronta sambil berteriak-teriak memanggil Yoon hee yang ditangkap terpisah dari keduanya, ia dikawal para ninja dukun yang memasangi kertas mantra ketubuh Yoon hee kesebuah tempat. Poong yeon berdiri dalam keadaan nam, melihat saja apa yang terjadi.

Diluar gerbang bangunan Raja, Yo kwang yang membawa pisau kecil, berhasil memotong tali pengikatnya dan melepaskan diri, sedang Joon menggunakan kakinya untuk melawan para pengawal kerajaan. Yo kwang segera membantu memotong tali pengikat tangan Joon, dan segera melawan para pengawal yang tak sanggup melawan keduanya.


Joon yang terbawa emosi langsung mengambil pedang hendak pergi menyelamatkan Yoon hee, tapi datang Poong yeon yang menghalanginya, Joo melawan tapi Poong yeon berhasil menahannya dan memojokannya sampai ketembok. Joon marah Poong yeon mau apa, Poong yeon tak kalah sengit menjawab apa yang bisa Joon lakukan, Yo kwang datang menengahi keduanya, Poong yeon melepas Joon dan meminta keduanya segera pergi, Yo kwang menarik Joon dan memaksanya pergi.

Sampai ditempat sepi, Joon emosional dan berusaha akan pergi menyelamatkan Yoon hee. Yo kwang menahannya jika mereka gegabah maka Yoon hee bisa dibunuh atau diasingkan, Joon tak perduli ia tahu pasti ini perbuatan Hong joo. Kenapa Raja bisa tahu kalau ia akan dibunuh? Yo kwang menjelaskan kalau Raja pasti percaya kalau kutukannya disebabkan kutukan Yoon hee.

Joon teringat tentang luka yang ia lihat ditubuh Raja tadi, Joon tak mengerti kenapa penyakitnya bisa ada hubungannya dengan kutukan Yoon hee, Yo kwang menjawab kalau mungkin Hong joo ada dibalikan semua ini. Membuat Joon menyeringai kesal, ia tanya apa mungkin ilmu hitam bisa membuat orang lain sakit, Yo kwang mengiyakan karena sihir hitam akan masuk kesisi gelap yang ada didalam hati manusia, dan mengendalikan tubuh lainnya menjadi penyakit.

Joon tak percaya, ia kekeh akan pergi, Yo kwang berusaha menahannya, Joon bertekad akan meyakinkan Raja, jika Raja percaya dengannya makan Yoon hee bisa selamat. Yo kwang menasehatinya, kalau itu percuma saja karena Raja percaya Hong joo saat ini, Joon tak perduli kalau tidak bisa pakai kata-kata ia akan menggunakan cara lain.

Sementara Ok datang tergopoh-gopoh, merangkak kekediaman Raja yang sedang berbaring ditempat tidur. Ok merasa bersalah karena telah meninggalkan Raja, karena itu ia bersedia mengemban tugas yang pernah Raja tawarkan padanya, ia berusaha meyakinkan Raja, tapi sepertinya Raja tak tertarik sedikitpun padanya.


Sementara Yoon hee sampai dipenjara khusus, para ninja dukun segera memasukannya kedalam, dan penjaga penjara menguncinya, lalu ninja dukun lain memasang kertas mantra lainnya didepan pintu penjara, Yoon hee tak bisa bergerak karena tangannya terikat tali. Hong joo dengan senyum senang merasa rencananya lancar, ia segera kembali ke Sungsunchung datang ke Hyun seo yang duduk seperti robot, ia berkata kalau saat ini adalah waktu dimana Hyun seo menggunakan kekuatan untuknya.

Keduanya lalu jalan ketempat Yoon hee dikurung, Yoon hee berdiri memanggil Hyun seo, Hong joo dengan senyum meminta Hyun seo membakar tempat itu dengan kekuatannya. Membuat Yoon hee syok melihatnya, Hong joo jalan mendekat, matanya berubah antara jadi zombie dan jadi manusia, saat menaikan tangannya, ia teringat waktu dulu ia akan membakar Yoon hee waktu masih bayi dan si bayi hanya bisa menangis pasrah begitu juga saat ini, Yoon hee hanya bisa menangis pasrah.


Hyun seo menaikan kekuatannya, dan mencoba mengeluarkan api suci, tapi beberapa kali ia mencoba, api itu tak kunjung muncul. Membuat Hong joo emosi, ia jalan mendekat dan melihat telapak tangan Hyun seo yang ada garis merahnya, Hong joo kembali ke Sungsunchung sambil berfikir apa yang sebenarnya terjadi, apa mungkin Hyun seo kehilangan kekuatannya? Tiba-tiba ia berfikir sesuatu, apakah mungkin Hyun seo melakukan hal itu?

Pagi hari, Raja masih terbari ditempat tidurnya, dan ia terbangun saat Ratu Shim datang, Raja murka kenapa mereka yang diluar tidak mendengarkan perintahnya untuk tidak mengijinkan siapapun masuk. Ratu lalu duduk dan membungkuk sambil memohon agar Raja melepaskan putri, karena semua ini kesalahannya, putri hanya ingin menyelamatkan dirinya dari sihir Hong joo.


Raja marah, jelas-jelas putri menikamnya dan hendak membunuhnya bagaimana itu bisa dikatakan kesalahan. Ratu menjawab kalau dia akan bertanggung jawab dan akan mundur dari posisinya sekarang, tapi Raja tak perduli toh buat apa posisi itu jika ia mati, ia masih percaya kalau Ratu dibalik tindakan putri, Ratu mencoba meyakinkan Raja, tapi seperinya sia-sia akhirnya ia pergi keluar dengan lemas, diluar Hong joo sudah menunggunya.

Ratu bertanya kenapa Hong joo tidak membunuhnya saja, dengan tenang Hong joo menjawab kalau itu bukan tujuannya. Ratu juga berkata kalau ia sampai kapanpun tak akan melepas putri, dan karena ia sudah sehat ia akan menyaksikan saat Hong joo menerima semua balasan atas perbuatan Hong joo selama ini.

Malam hari, Raja yang sudah sehat jalan dengan penuh emosi kepaviliuannya, sampai disana ia langsung mencoba mengurangi kekesalannya. Ia teringat, saat Hong joo datang saat ia sakit, ia mengamuk dan memaki Hong joo karena merasa ia dimanfaatkan Hong joo (baru nyadar nak *pukpuk)


Hong joo santai menjawab karena itu semua demi kesembuhannya, tapi Raja tak percaya ia merasa dibodohi Hong joo, toh selama ini penyakitnya tak sembuh-sembuh, ia memukul-mukul Hong joo, sambil bertanya apa dia sungguh-sungguh menyembuhkan penyakitnya. Hong joo marah, ia menarik tangan Raja, dan dengan sihir hitamnya tangan Raja yang dulu ia sembuhkan, ditumbuhi penyakit itu kembali. Sambil mengancam Raja, karena sesungguhnya dirinya yang membuat Raja naik tahta, karena Raja sejatinya seorang pengecut dan lemah, jadi kalau ia masih ingin berada ditahta, ia harus menurut semua perinta Hong joo.

Kembali dipaviliun, Raja merasakan sakit lagi dan tangannya tadi mengeluarkan darah, dan saat itu sebuah anak panah meluncur tepat tertancap ditiang samping Raja, membuat para kasim dan para pengawal sibuk mencari sumber anak panah itu. Sementara Raja mengambil surat yang ada di ekor anak panah dan membacanya, ternyata itu dari Joon.


Isi surat itu, kalau sipengirim surat mengetahui siapa sebenarnya sijubah hitam, ia memohon Raja untuk datang ke hutan seoyang besuk. Jika Raja tidak datang, maka ia sendiri yang akan mengungkapkan siapa Si jubah merah dimuka umum, Raja meremas kertas itu sambil berfikir. Joon yang memakai jubah hitam-hitam mengintip dari jauh, dan dari jauh juga para ninja dukun mengikutinya. Sampai disebuah anak tangga perbukitan, Joon melepas penutup wajahnya dan menoleh kebelakang, setelah merasa yakin ia melanjutkan perjalannya, dari jauh para ninja dukun mengawasinya.


Joon sampai dikuil chungbin dimana Seol gae ada disana, Joon mendekati sambil berkata kalau ia akan membawa Seol gae menghadap Raja besuk, sekaligus menunjukan kebenaran dibalik orang yang ia percayai selama ini. Ninja dukun melapor apa yang mereka lihat ke Hong joo yang langsung berfikir sesuatu.


Keesokan harinya, Joon membawa Si jubah hitam yang lengkap memakai topeng dan kedua tangannya diikat, jalan menyusuri hutan. Dari jauh para ninja dukun yang sudah mengawasinya, segera melancarkan serangan anak panah kearah keduanya, Joon berusaha menghadang anak panah, tapi sebuah anak panah berhasil mengenai dada Si jubah merah yang langsung ambruk ketanah, melihat hal itu para ninja dukun menghentikan aksinya lalu pergi melarikan diri.

Para ninja dukun itu melapor ke Hong joo, yang kelihatan sedikit sedih tapi ia berkata kalau mereka bagus mengerjakan perintahnya, sungguh disayangkan karena Seol gae anak berbakat, setelah itu ia buru-buru pergi diikuti anak buahnya. Dari jauh Joon mengawasinya, seorang datang dari belakang ternyata itu Raja, yang menatap Hong joo dengan tatapan tajam.


Joon lalu membantu Si jubah merah yang ambruk ketanah jalan menepi, dia bertanya apa Si jubah merah baik-baik saja, Si jubah merah lalu duduk lalu membuka topengnya yang ternyata itu Yo kwang, dan keduanya segera melepas anak panah yang ternyata hanya menancap ke kardus yang sudah dipasang didada Yo kwang.


Lalu Seol gae yang memakai baju hitam-hitam dan topi datang dengan wajah sedih melihat semuanya, ia teringat percakapan semalam dengan Joon. Kalau Hong joo memerintahkan anak buahnya untuk mengikutinya, dia sudah mengirimkan surat untuk Raja, pasti Hong joo akan mengikutinya, jadi Joon bertanya apa yang akan Hong joo lakukan padanya?

Kembali ke saat ini, Joon menunjukan anak panah itu ke Seol gae, sambil menasehatinya, itulah sifat asli tuan Seol gae yang membuatnya membunuh banyak orang. Joon berkata lagi untuk tidak lagi mengikuti tuanya dan hiduplah dengan damai, dan hiduplah seolah-olah mati, airmata Seol gae menetes menerima semua kenyataan itu.


Malam hari, Joon memakai baju serba hitam jalan mengendap-endap kekediaman Raja, para pengawal sepertinya sudah tahu, jadi mereka membukakan pintu untuk Joon agar bisa masuk kedalam. Sampai dalam Raja sudah menunggunya, sampai hadapannya Joon langsung berlutut.

Poong yeon yang masih bimbang, jalan ketempat dimana Yoon hee dikurung, didepan pintu masuk Hong joo sudah ada disana dan meminta Poong yeon untuk menganggap Yoon hee sebagai Roh jahat. Jadi wajar saja seseorang menghalau roh jahat, dan jika Yoon hee terbebas dari kutukannya maka ia akan kembali menjadi Yoon hee yang seperti dulu, dan dia akan menjadi milik Poong yeon. Membuat Poong yeon sedikit terpengaruh, ia bertanya apa itu bisa terjadi, Hong joo menjawab jika ia mematahui perkataannya dan membantunya, semua itu akan terjadi.

Didalam penjara, Yoon hee duduk merenung, ia melihat keluar ventilasi yang langsung terlihat langit, sebuah bintang jatuh. Dan Yoon hee merasakan sakit ditubuhnya, ia mencoba menahan rasa sakitnya itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki, Yoon hee mendongakan kepalanya ternyata itu Poong yeon, yang hanya menatap Yoon hee lalu melempar selimut didekat sel penjara, lalu ia jalan berbali pergi keluar kembali.

Sampai diluar, Poong yeon yang masih galau tak menyadari dirinya diikuti para ninja dukun, dan saat ia menoleh tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Dan ia sudah tergeletak tak sadarkan diri disebuah ruangan, dan saat terbangun ia mendengar sosok menyeramkan dan jeritan memekakan telinga lagi, ia berusah menghindar sambil menutupi telinganya.

Setelah suara itu hilang, Poong yeon berani menurunkan tangannya dari telinganya dan melihat sekeliling, tapi sosok menyeramkan itu masih ada, membuatnya langsung berdiri dan mengusir sosok itu secara acak, tapi tiba-tiba lilin yang mengitarinya menyala dengan sendirinya, membuatnya semakin syok, perlahan ia menaikan kedua tangannya melihat telapak tangannya sendiri. Perlahan ia jalan mendekati sebuah lilin yang masih mati, ia menaikan telapak tangan diatasnya, tiba-tiba lilin itu menyala sendiri membuatnya semakin keheranan.


Dari balik tirai ruangan itu, si dalang kerusuhan mengintipnya, Poong yeon untuk meyakinkan dirinya sendiri, ia mencoba lagi menyalakan satu lilin dan ternyata menyala lagi membuatnya terpana sendiri melihat kekuatannya, dan hal itu membuat Hong joo tersenyum puas.

Kembali kekediaman Raja, Joon melaporkan kalau penyakit Raja bukan disebabkan kutukan Yoon hee, tapi karena sihir hitam Hong joo. Joon sudah menunjukan sendiri kalau Hong joo dalang dibalik pembunuhan yang dilakukan Si jubah merah. Dan kali ini, Joon akan membuktikan kalau Hong joo lah yang membuat Raja sakit, Raja menghela nafas dan bertanya apa yang diinginkan Joon.

Joon ingin, Raja membebaskan Yoon hee, membuat Raja tertawa kelu, ia bertanya jadi intinya ia ingin Raja percaya pada Joon dan membebaskan Yoon hee? Raja tak percaya lalu berbalik jalan pergi, Joon menahannya sambil berkata kalau ia sendiri yang akan mencoba menyembuhkan penyakit Raja, membuat Raja menoleh kembali.

~Tambahan~ Backsound : Mirror of The Witch Part 3


Yoon hee dan Joon sedang membaca buku dikediaman Yoon hee, saat serius membaca, perlahan-lahan Yoon hee merasa mengantuk dan akhirnya jatuh tertidur dipundak Joon. Perlahan Joon meletakan buku yang ia pegang diatas meja, dan membiarkan Yoon hee tidur dengan nyaman dipundaknya. (*manisnya)



Komen :
Jadi waktunya Yoon hee kurang 20 hari lagi ya, ini cara ngitungnya gimana ya padahal setiap bulan kan ada bulan purnama, padahal Yoon hee sudah menyalakan lilin selama 5 tahun jadi sudah sering kali melewati bulan purnama donk ya? tau ah gelap hahaa *saia ga fokus ngikuti jalan ceritanya karena belum gajian sama THRan, pak bos eke galau berat pak wkk malah curhat :P

Hong joo makin kesini makin pengen tak becek-becek *LoL, mulutnya manis banget bisa ngendaliin perasaan orang dengan memanfaatkan kekecewaan dan rasa putus asa, mungkin dia wujud nyata setan didunia ini hahaa

Salut sama Yo kwang, dia itu setia banget sama tuanya, sama tugasnya juga waktu tahu tuannya sudah berubah dia tak gentar sedikitpun dan dia juga selalu siap siaga menjalankan tugasnya yaitu melindungi Yoon hee, sedih juga ia harus menyimpan rahasia besar dari dua orang yang ia percaya dan yang harus ia lindungi.

Ini drama jadi 20 episode kah? okeh jadi masih ada 6 episode lagi, Semangat!!!

2 comments:

  1. Kpan kluar episod 15 nya kak? Penasaran nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru tayang tadi malam yg EP 15 sista, q juga belum nonton :D, besuk senin mungkin baru bisa posting sinopsisnya ^^

      Delete