Monday, June 27, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 13

Eh aku ralat, ada yang bilang episodenya jadi 20? weh kapan berubahnya? kok q g tahu ya? setauku dari awal mereka bilang cuma 16 Episode?


Mirror of The Witch Episode 13


Yoon hee bertanya apakah Hong joo senang bertemu dengannya? Tentu dijawab Hong joo dengan senyuman, lalu Hong joo bertanya apa Yoon hee sudah bertemu dengan kakaknya? Sambil menoleh ke Guci dibelakang Yoon hee yang perlahan ikut menoleh juga sambil bertanya apa didalam sana kakaknya? Yang diangguki Hong joo, Yoon hee lalu mengangkat tangannya dan dengan kekuatannya, membuat Guci itu terbang sendiri ketangannya, tentu membuat Hong joo terbelalak melihatnya.

Dengan dingin Yoon hee berkata kalau ia tak mungkin membiarkan perbuatan Hong joo lagi, ia lalu mengangkat tangannya berniat menjatuhkan guci tersebut, Hong joo berkata kalau begitu Yoon hee membunuh kakaknya, dan akan membuat Ratu Shim sedih melihatnya, Yoon hee tak takut, ia menjawab kalau diantara mereka salah satunya hidup, seharunya dirinya hidup karena pada kenyataannya Yoon hee yang hidup sekarang.


Hong joo emosi, dan meminta Yoon hee mengembalikan Guci tersebut, karena ia yang berhak menentukan siapa yang mati dan siapa yang hidup, lalu ia jalan mendekat, mata Yoon hee menyala membuat tubuh Hong joo terangkat keatas, para ninja dukun langsung menarik pedang, tapi dengan sekali tatapan mata Yoon hee membuat mereka semua terpental dan jatuh tak berdaya.

Yoon hee memegang Guci lalu terbang melewati kolam diantara keduanya, ia mendekati Hong joo sambil menahan amarah, ia berkata kalau Hong joo pasti akan memanfaatkan kakaknya lagi untuk membunuhnya, jadi ia lalu mengangkat Guci dan akan menjatuhkannya, Hong joo menantang tak apa kalau Yoon hee mau menghancurkan Guci tersebut, toh ia masih bisa membunuhnya tanpa menggunakan arwah PM.

Yoon hee mengurungkan niatnya, sambil berfikir ia akan melihat sendiri apakah hanya dengan arwah PM yang bisa membunuhnya. Yoon hee lalu jalan melewati Hong joo sambil tersenyum puas, setelah jauh, Hong joo baru bisa terlepas dari sihir Yoon hee lalu jatuh kebawah, ia lalu menoleh kearah Yoon hee sambil tersenyum.


Sementara itu, Yo kwang yang tersudut merasa syok melihat keadaan Hyun seo yang terus bertanya dimana Putri sambil mengayunkan pedangnya, ia tak bisa melawan dan hanya bisa terus menghindar, sampai ia terpojok dan Hyun seo yang mencekik lehernya, Yo kwang terus memanggilnya dan meminta Hyun seo untuk sadar, kemudian Hyun seo melempar tubuh Yo kwang, ia lalu melarikan diri entah kemana, Yo kwang berusaha berdiri lalu mengejarnya.


Dikediaman Ratu Shim, Hong joo menghadap, ia bertanya apa Ratu memanggil Putri keistana, dengan santai Ratu berbalik tanya, kalau iya kenapa? Hong joo memeringatkan Ratu agar menyembunyikannya dengan baik, karena ia sudah mencarinya keseluruh Joseon, jadi hanya Istana tentu tidak membuatnya terlalu sulit, setelah berkata seperti itu Hong joo pamit dari hadapan Ratu.


Sepeninggal Hong joo, Ratu berdiri dengan hati-hati, ia membuka tabir dibalik tempat duduknya, yang ternyata dibalik tabir itu ada sebuah ruangan rahasia. Dengan sesekali menoleh kebelakang perlahan-lahan Ratu masuk kedalam ruangan tersebut, sampai disebuah ruangan lain yang didalamnya ada Yoon hee disana.


Sementara itu, Hong joo mengadu ke Raja tentang putri yang ternyata sudah disembunyikan Ratu Shim diistana, membuat Raja geram mendengarnya. Hong joo terus menghasut Raja, kalau Ratu pasti tahu putri akan dijadikan persembahan untuk kesembuhan Raja, jadi ia menyembunyikannya. Karena itu mereka harus bergerak menncari putri sebelum Ratu mencampuri urusan mereka. Raja langsung meminta Hong joo membawakan putri dihadapnnya, Hong joo menggeleng karena Ratu pasti tidak akan mudah memberikannya pada mereka, jadi Hong joo punya ide kalau mereka harus memburu Putri sendiri. Jadi Hong joo meminta sarana dan prasaran untuk menangkapnya, Raja punya ide lain, kalau ia sendiri yang akn turun tangan berburu sang putri, keduanya lalu tersenyum penuh kelicikan.


Diruang rahasia, Yoon hee memberikan Guci kedepan Ratu Shim yang langsung menatap sedih Guci itu, Yoon hee menyarankan segera mengadakan upcara pemakaman untuk arwah PM. Yoon hee akan meminta ayahnya tapi langsung ia ralat maksudnya Tuan Choi untuk membantunya melakukan ritual.
Ratu tertahan dan meminta Yoon hee untuk tidak terburu-buru melakukannya, Yoon hee terhenyek mendengarnya, Ratu beralasan kalau ia ingin bersama PM sebentar, Yoon hee mencoba paham dan meminta Ratu memberitahunya begitu ia siap melepas PM. Ratu lalu memandang Yoon hee, ia cemas pasti saat ini Hong joo sudah menyiapkan rencana, jadi kemungkinan ritual tidak akan berjalan lancar, Yoon hee dengan tenang, meminta Ratu untuk melakukan sesuatu.

Hong joo kembali ke Sungsuchun, dilihatnya ada Hyun seo yang membelakanginya, ia sudah senang dan bertanya dimana putri, tapi tak ada jawaban. Hong joo langsung mendekati Hyun seo yang ternyata sedang mencoba bunuh diri dengan menusuk pedang kedadanya. Tapi sepertinya tidak bisa, Hong joo lalu menjelaskan kalau saat ini tubuh dan jiwa Hyun seo miliknya, jadi Hyun seo tak bisa melakukan apapun tanpa kehendaknya.


Hong joo langsung menarik pedang dan membuangnya, Hyun seo hanya bisa diam tertunduk putus asa, Hong joo memalingkan wajah Hyun seo agar menatapnya dan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja, selama ia bersamanya, Hyun seo menjawab kalau ia hanya ingin menjadi manusia, tapi setelah itu matanya berubah zombie lagi, Hong joo menjawab kalau ada banyak hal yang harus Hyun seo lakukan padanya, sambil mengulurkan tangannya yang disambut uluran tangan Hyun seo, membuat Hong joo tersenyum senang.


Dikediaman Poong yeon, sedang duduk berhadapan dengan Joon dengan suasana canggung *wkk. Joon membuka pembicaraan, tentang di Banchon tapi dipotong Poong yeon kalau Joon tak perlu berterimakasih karena ia melakukannya demi Yoon hee. Joon menghela nafas walau bagaimanapun ia tetap berterimakasih untuk itu, Poong yeon mengiyakan lalu meminta Joon segera pergi.

Tapi Joon masih ingin bicara sesuatu, ia lalu bertanya waktu di Banchon Poong yeo pergi dengan pengawalnya yaitu Seol gae? Membuat Poong yeon menatap Joon tak mengerti dan bertanya kenapa emangnya?, Joon hanya ingin tahu apa mereka selalu pergi bersama? dan apa Seol gae pengawal yang setia? Dan sejak kapan mereka bersama?  

Poong yeon kelihatan tak suka, ia lalu tanya sebenarnya apa yang ingin Joon ketahui? Joon menjawab kalau ia hanya ingin tahu sesetia apa Seol gae padanya, dan sepercaya apa Poong yeon padanya. Dengan nada tinggi Poong yeon menjawab kalau baginya Seol gae adalah wanita tangan kanan kepercayaannya sekaligus pedangnya, jadi kenapa Joon bertanya?

Joon menjawab kalau Raj sedang mencari Si jubah merah, jika ia berhasil menangkapnya Poong yeon mau apa? Poong yeon menjawab kalau itu demi Raja dan Yoon hee ia akan membantu menangkapnya. Joon menyeringai, ia berkata lagi kalau ada seseorang yang ia curigai, tapi ia masih ragu, jika ia sudah yakin ia akan memberitahu Poong yeon, setelah berkata seperti itu Joon pamit pergi.

Sampai diluar kamar Poong yeon, dari arah depan datang Seol gae, yang langsung bertatapan dengan Joon. Seol gae langsung jalan mendekati Poong yeon melewati Joon yang menyeringai padanya. Poong yeon bertanya kenapa Seol gae datang, ia meminta Seol gae untuk istirahat dirumah saja, sampai ia memanggilnya.


Poong yeon menatap Seol gae, sambil mengulurkan tangannya ke kening dan berkata kalau sepertinya Seol gae demam, membuat Seol gae terhenyak ia mengelak kalau diluar panas, dan ia kekeh akan mengikuti Poong yeon walaupun tak ada hal yang harus ia kerjakan. Joon sengaja memanggilnya Si jubah merah, membuat kedua orang itu menoleh, Joon tersenyum merasa pancingannya berhasil, ia lalu berkata kalau ia akan menangkap Si jubah merah dan akan membawa ke Poong yeon, setelah itu Joon pergi dengan senyum.

Kembali ke Raja yang memegangi kepalanya mendengar laporan Heo Ok yang tidak bisa menangkap adik Poong yeon karena naik tandu lalu menghilang, begitu juga Poong yeon. Raja bertanya apa Ok melihat sendiri wajah adik Poong yeon, Ok langsung mengiyakan, ia lalu menceritakan dengan detail tentang wajah adik Poong yeon yang dingin walaupun ia cantik, membuat Raja berfikir suatu rencana.

Ratu Shim sedang berfikir diruangannya, saar kasim datang dan melaporkan kalau Choi Poong yeon datang ingin menghadap. Ratu mempersilahkannya, dan bertanya ada apa Poong yeon menemuinya? Poong yeon menjawab kalau ia tahu Yoon hee ada diistana jadi ia datang membawakan pakaian untuk diberikan padanya. Ratu menghela nafas dan mencoba mengerti, tapi ia tidak bisa membiarkan mereka bertemu, jadi ia akan memberika pakaian itu ke Yoon hee.

Poong yeon langsung berkata, kalau diistana banyak yang mengincar nyawa Yoon hee, jadi sampai kapan Ratu akan menyembunyikannya, karena itu ia datang untuk membawa Yoon hee pergi. Ratu kesal, dan berkata kalau Yoon hee adalah Putri jadi ia punya kewajiban untuk melakukan sesuatu terhadap keluarga kerjaan, jadi Poong yeon tak perlu mencemaskannya, Poong yeon menaikan nada bicaranya dan berkata kalau Ratu sebenarnya tak mencemaskan keadaan Yoon hee, membuat Ratu geram lalu menggebrak meja didepannya.


Tapi saat itu terdengar keributan diluar, dan tiba-tiba para pengawal istana masuk kekediamanya, membuat Ratu, Kasim dan juga Poong yeon bingung. Dan perlahan Raja masuk, Poong yeon segera berdiri dan minggir memberi jalan Raja. Saat Raja jalan kearahnya, Poong yeon menunduk memberi hormat, membuat Raja menyindirnya bagaimana Poong yeon mengkhianatinya dan memilih berpihak ke Ratu, tapi Poong yeon diam.

Ratu berteriak kenapa Raja datang membawa pengawalnya, Raja dengan santai sambil melihat kediaman Ratu, kalau ada yang melaporkan tentang sesuatu yang mengancam Ratu, lalu ia memberi kode ke Ok yang langsung bersujud sambil mengarang cerita kalau dia melihat ada seorang penyihir yang masuk kedalam kediaman Ratu, jadi ia mencemaskannya.

Membuat Ratu tertawa, kenapa Raja harus mengarang ceritanya menyedihkan demi menyingkirkan dirinya, Raja lalu duduk didepan Ratu dan menjawab untuk apa dirinya menyingkirkan Ratu, karena Ratu akan turun dari posisinya saat ia sembuh. Jadi ia datang hanya karena ia mencemaskan keadaan Ratu. Membuat Ratu marah dan meminta Raja cepat pergi dengan para pengawalnya, Raja santai menjawab kalau Ratu tak perlu marah, ia hanya ingin melihat sendiri keadaan Ratu.

Setelah itu ia memerintahkan para prajuritnya untuk mengecek ruangan Ratu, membuat Ratu hanya bisa menahan amarah dan rasa cemas, begitu juga dengan Poong yeon yang hanya bisa berdiri diam. Mereka langsung berkeliling melihat kamar Ratu, sementara Ok melihat sesuatu dibalik tabir Ratu, walau ragu-ragu, tapi si Ok memberanikan diri membukanya dan semua terhenyak saat melihat ada pintu dibalik Tabir itu, Raja langsung berdiri dan tersenyum mengejek.


Ia lalu jalan masuk kedalam ruangan tersebut diikuti Ok dan para pengawal lain, meninggalkan Ratu yang hanya bisa duduk dengan cemas. Sampai diruangan rahasia, disana tak ada siapapun, membuat Raja kesal lalu memukul lilin diatas meja sampai terjatuh. Dengan emosional, Raja bergegas kembali kedepan, dengan emosi ia menatap tajam Ratu yang duduk tenang.

Belum sempat berkata, seorang kasim datang melapor ke Raja kalau para menteri sudah berkumpul dibalai sidang menunggu kedatangan Raja. Yang langsung membuat Raja menatap tajam  Ratu yang tersenyum menang padanya.

Raja datang sambil bertanya ada apa, tapi sebelum para menteri menjawab, Raja terhenyak melihat seorang gadis berdiri disana, Raja langsung mengerti, ia jalan mendekati gadis tersebut. Sampai didepannya, ia melihat dari bawah sampai atas lalu bertanya siapa gadis itu. Ratu datang dan menjawab kalau itu Putri Yoon hee adik dari PM, Yoon hee lalu menunduk memberi hormat sambil memperkenalkan diri.


Membuat Raja menyeringai, dan minta penjelasan, Ratu lalu menjelaskan kalau putri yang dikira meninggal waktu dilahirkan, ternyata masih hidup dan Ratu selama ini mencarinya dan akhirnya ia berhasil menemukannya. Dan Ratu juga mengumumkan kesemuanya kalau mulai saat ini, Yoon hee resmi sebagai Putri.

Membuat semua yang hadir terhenyak lalu berkasak-kusuk, Raja lalu bertanya jadi rumor yang beredar kalau Ratu memiliki anak kembar itu benar? Seorang menteri berkata kalau mempunyai anak kembar itu tidak bagus, tapi malah menyembunyikannya, mereka minta penjelasan lebih. Ratu menjawab mereka tak bisa mencampuri keluagar kerajaan, jadi tak ada yang bisa ia ceritakan lebih lanjut.

Raja geram dan berkata kalau ada rumor yang mengatakan kalau Putri menjadi penyebab kutukan negeri ini dan penyebab penyakitnya, membuat Yoon hee marah tapi ia hanya bisa diam menahan diri sambil menoleh Ratu yang sepertinya tertekan. Ratu lalu maju sambil berkata kalau rumor itu benar dia akan bertanggung jawab, jadi Raja harus membuktikannya terlebih dahulu baru dia akan mundur dari posisinya saat ini.

Ratu lalu jalan keluar bersama Yoon hee yang mencemaskan keadaannya, Ratu mengatakan dia tak apa, karena keselamatan Yoon hee sekarang yang paling penting. Saat itu Hong joo datang, ia lalu menunduk sambil menyapa Yoon hee sebagai putri. Ratu menegaskan lagi, agar Hong joo selalu menghormat seperti itu pada Yoon hee.


Ratu dan Yoon hee lalu berlalu, tapi Ratu menoleh dan memeringatkan Hong joo sekali lagi, jika terjadi sesuatu pada Yoon hee maka ia yang akan disalahkan. Yoon hee menambahi kalau mereka akan mengadakan upacara pemakaman PM Soon hwe dikuil Taoist, jadi mereka mengundang Hong joo untuk datang, yang diiyakan Hong joo dengan sopan.

Sampai diSungsunchung, Hong joo bertanya kesalah satu anak buahnya, apa ia sudah menyampaikan pesanya ke Si jubah merah. Yang diiyakan anak buahnya itu, kalau Si jubah merah sudah menyembunyikan Guci PM dan akan membawanya kembali jam 9 malam nanti. (*Oh jadi yang dibawa Yoon hee Guci palsu)

Ditengah Hutan, Si jubah merah jalan tergesa-gesa sambil melihat sekitar sambil membawa bungkusan, dan ternyata Joon sudah mengawasi gerak-gerikanya sampi ia muncul dan menghadangnya, dan akhirnya pertarungan tak terhindarkan dikeduanya.


Yang tentu pertarungan itu dimenangkan Joon, karena kita tahu kalau Seol gae alias Si jubah merah sedang sakit, Si jubah merah jatuh terduduk, Joon langsung mengacungkan ujung pedangnya kelehernya sambil melepas topeng dan terlihat itu Seol gae yang pucat, tapi ia masih mencoba berdiri. Joon bertanya siapa yang memberi nama Seol gae orang yang menjualnya atau Hong joo, tapi ditengah nafasnya yang terengah-engah, Seol gae mengancam Joon kalau ia akan membunuhnya jika ia memberitahu Poong yeon, tapi ia langsung jatuh pingsan, Joon sigap menangkapnya, dan saat menyentuh bungkusan itu terdengar gemercik Guci membuat Joon berfikir sesuatu.


Diistana, Yoon hee jalan dengan dayangnya, jalan sambil membawa Guci pergi ke kuil Taoist, dari jauh terlihat Hong joo datang juga, ia menatap Yoon hee sambil tersenyum mengejek, dan berujar betapa bodohnya Yoon hee, dan yakin sebentar lagi Yoon hee dipermalukan karena kebodohannya.

Didalam kuil Taoist, Guci PM diletakan didepan altar, disana juga ada Ratu Shim. Hong joo jalan masuk lalu memberi hormat kepada mereka. Ratu lalu meminta Hong joo mengucapkan salam perpisahan, karena Hong joo juga pasti punya ikatan dan menyayangi PM. Hong joo menahan senyum dan menjawab kalau duka citanya tak sebanding kesedihan Ratu, tapi sesungguhnya ia juga sedih melepaskannya.


Yoon hee menyeringai, apa itu benar? Yang diiyakan Hong joo, lalu Yoon hee bertanya lagi, lalu kenapa Hong joo menukar Gucinya, membuat Hong joo terperanjat, Yoon hee lalu memanggil PM Soonhwe, perlahan Guci PM bergejolak membuat Hong joo terbelalak tak percaya. Yoon hee jalan mendekat dan meletakan telapak tanganya diatas Guci Pm yang langsung tenang, membuat bathin Ratu bergejolak melihatnya, Yoon hee menatap Hong joo yang masih terdiam, ia meminta Hong joo cepat mengucapkan salam perpisahan.

Hong joo perlahan berkata, kalau ia berharap PM damai disurga sana, Ratu menjawab kalau ini bukan akhir segalanya, ia akan memastikan bukan hanya dirinya yang membayar kesalahan tapi Hong joo juga. Membuat Hong joo tak bisa berkata apa-apa lalu ia jalan keluar, sepeninggal Hong joo, Ratu hampir jatuh Yoon hee langsung mendekat menolong dan bertanya apa Ratu baik-baik saja, Ratu menjawab ia ingin mencari udara segar sebentar, lalu ia pergi keluar.

Sepeninggal Ratu, dari belakang Yoon hee muncul seseorang yang tak lain Joon yang sedih mendengar perbincangan mereka, tapi ia mencoba tersenyum yang dibalas senyuman Yoon hee. Mundur kebelakang, ternyata waktu Yoon hee masuk tadi, didalam sudah ada Joon yang meletakan Guci PM yang asli, Yoon hee heran, tapi saat Joon mendekat dan memperlihatkan wajahnya, dan Yoon hee melihat Guci PM yang asli, membuat Yoon mengerti apa yang dilakukan Joon.

Hong joo kembali ke Sungsuncung untuk merencanakan sesuatu, sementara didalam kuil Taoist Joon bertanya jika arwa PM lepas maka ia tak akan bisa membunuh Yoon hee lagi? Yoon hee mengangguk mengiyakan. Yo kwang datang, ia berlari mendekati Yoon hee dan bertanya apa dia baik-baik saja, yang diangguki Yoon hee sambil bertanya dimana Hyun seo berada? Membuat Yo kwang kebingungan menjawabnya.


Saat itu, datang Hyun seo yang normal, ia menghadap Yoon hee dan menghormat, membuat Yo kwang merasa bingung, ia sampai bertanya apa Hyun seo baik-baik saja untuk meyakinkannya, yang diangguk Hyun seo yang langsung jalan melihat Guci PM. Dia lalu meminta Yoon hee membawa Ratu pergi keluar, yang diiyakan Yoon hee , Yo kwang berdiri didepan Yoon hee berjaga-jaga sambil membawa pedangnya, ia meminta Joon menemani Yoon hee keluar, lalu keduanya jalan keluar, sepeninggal keduanya, Yo kwang bertanya sekali lagi apa Hyun seo benar-benar baik-baik saja, yang diiyakan Hyun seo dengan senyum tapi saat berbalik senyum itu memudar.

Keduanya jalan keluar nampak canggung, Joon lalu bertanya apa dia harus memanggil Yoon hee “putri?”, Yoon hee menjawab tak perlu karena gelarnya hanya sebagai alat pelindung baginya, jadi Joon tak perlu khawatir, Joon tersenyum ia tak khawatir hanya takut. Membuat Yoon hee berhenti jalan dan menatap tak mengerti, Joon hanya takut kalau dia berpisah lagi dengan Yoon hee (minta dikeplak ini Joon gombal mele *wkk), membuat Yoon hee tersenyum dan keduanya saling menatap dan tralala saat itu Poong yeon datang langsung manyun-manyun. (*panas-panas hati ini panas hahaha)


Poong yeon langsung datang dan menarik tangan Yoon hee, membuat keduanya kaget, Joon bertanya ada apa? Poong yeon minta Joon tak ikut campur, karena ia ingin bicara berdua saja dengan Yoon hee, Joon tak bisa ia menghalangi jalan Poong yeon, tapi yoon mengangguk menandakan tak apa, akhirnya Joon minggir, dan membiarkan keduanya pergi.

Sampai ditempat sepi, Poong yeon langsung memberikan bungkusan berisi baju tadi ke Yoon hee, dan memintanya cepat ganti baju dan menemuinya digerbang belakang. Yoon hee tahu kalau kakaknya mencemaskannya, tapi ia tak mau pergi, Poong yeon menegaskan kalau bukan hanya Hong joo yang akan membunuhnya tapi Raja juga. Yoon hee menjawab karena itu, ia harus ada diistana, agar ia bisa tahu apa yang mereka rencanakan padanya.

Hanya dengan cara itu, Yoon hee berfikir bisa melawan dan menghentikan mereka, dan ia tak mau kakaknya mengkhawatirkan hubungan diantara mereka. Poong yeon emosional, ia sudah mencoba bertahan ada disisi Yoon hee saat ia berubah, dan berusaha melawan rasa takutnya, ia juga ingin melindungi Yoon hee sebagai seorang pria, kenapa Yoon hee tak mau memberinya kesempatan?


Yoon hee berfikir sesaat, lalu ia mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya (kenapa kau menaruhnya disitu nak :P) dan memberikan benda itu ke Poong yeon yang ternyata itu lonceng emas milik Poong yeon.

Setelah memberikan lonceng itu, Yoon hee lalu berbalik jalan pergi, tapi tangannya ditahan Poong yeon yang memintanya untuk tidak mengabaikannya. Tiba-tiba Joon datang dan menarik tangan Poong yeon dan mengajaknya pergi, Poong yeon kesal dan minta Joon tak ikut campur (envy sama dede Sae Ron nih, jadi rebutan oppa-oppa caem :v)


Poong yeon menarik lengan Yoon hee, tapi ditahan Joon dan meminta Poong yeon melepaskannya, keduanya adu mata, membuat Yoon hee melihat keduanya bergantian. Lalu Yoon hee meminta Joon melepaskannya, Joon terhenyak tapi ia menurut melepaskan tangan Poong yeon. Lalu Yoon hee meminta Poong yeon melepaskannya tangannya juga karena ia akan pergi dengan Joon, kali ini membuat Poong yeon sungguh terluka, Poong yeon mengancam jika ia melepaskan tangannya, maka Yoon hee tak akan melihat kakaknya itu lagi, tapi Yoon hee tak perduli, ia sendiri yang menarik tangannya hingga terlepas, lalu ia jalan pergi diikuti Joon.

Yoon hee jalan tertunduk ke arah Ratu Shim yang berdiri sambil diam diikuti para dayangnya, Joon melihatnya saja dari jauh. Yoon hee mendekati Ratu lalu memanggilnya, perlahan Ratu menoleh terlihat airmata disudut-sudut mata Ratu, tapi ia mencoba tersenyum menatap putrinya, yang dibalas senyuman oleh Yoon hee.

Didalam Kuil Taoist, Hyun seo sibuk menulis sesuatu, sementara Yo kwang sibuk membantu mempersiapkan untuk upacara pemakaman PM. Dan di Sungsunchung, Hong joo sedang melakukan ritual sambil membaca mantra. Dan mantra itu ia tujukan ke Hyun seo, yang kembali menjadi Zombie, dan langsung menyerang Yo kwang.


Joon masuk diikuti Yoon hee dan Ratu dibelakang mereka, tapi sesampainya didalam keduanya terkejut melihat Yo kwang tergeletak dibawah dengan darah dipelipisnya. Keduanya bertanya apa yang terjadi? Dan dimana Hyun seo? Yo kwang menjawab kalau mereka datang dan untung Hyun seo sedang pergi keluar saat ini. (*jadi Yo kwang memilih merahasiakan keadaan Hyun seo yang sebenarnya), Joon langsung menoleh ke altar, dan benar guci PM hilang.

Hyun seo dengan tatapan kosong jalan ke Sungsunchung sambil membawa Guci PM, yang disambut senyum manis Hong joo yang dengan senang hati menerima Guci tersebut. Ketiganya terhentak melihat altar kosong, Ratu langsung geram dan pergi tanpa sepatah katapun.

Ratu jalan penuh amarah ke Sungsunchung yang sudah ditunggu Hong joo dengan Guci PM ditangannya. Ratu langsung memaki-maki Hong joo, yang tak takut sedikitpun sambil berkata sekeras apapun usaha Ratu, ia tak bisa melawan takdir. Karena Ratu ditakdirkan memiliha siapa yang hidup diantar bayi kembar, dan Ratu memilih PM, jadi ia akan melakukan keinginannya pada PM.


Yoon hee dan Joon datang, dan Hong joo melihatnya tapi Ratu tidak yang terlanjur terbawa emosi, ia tanya apa yang akan Hong joo lakukan padanya, Hong joo menjawab kalau itu bukan urusan Ratu, entah Hong joo akan membiarkan PM membusuk dineraka, atau menjadikannya Raja, lagi pula PM bukan anaknya Ratu.

Membuat Ratu semakin marah, bagaimanapun PM adalah anaknya, Hong joo lalu bertanya kalau begitu kenapa Ratu membawa putri untuk menantangnya. Ratu emosi kalau PM masih hidup dan anda saja Hong joo membunuh putri dengan benar waktu itu, semua ini tak akan terjadi. Hong joo tersenyum melihat Ratu terpancing ucapannya, Joon menoleh ke Yoon hee yang terpukul mendengar ucapan Ratu.

Hong joo bertanya apa Yoon hee paham sekarang nyawa PM lebih berharga daripada nyawanya, membuat Ratu syok dan menoleh ke arah Yoon hee yang hanya bisa diam sambil menangis. Joon tak tahan melihat situasi itu, ia lalu mengambil tempat lilin dan melemparkannya ke arah Hong joo dan mengenai tangannya, membuat Guci itu terlepas darinya, membuat semua berteriak.


Tapi Guci itu tak jatuh dan tetap menggantung di udara, tentu saja Yoon hee yang menahan dengan kekuatannya. Yoon hee lalu mengulurkan tangannya, dan Guci PM melayang kearahnya, membuat Ratu terhenyak melihatnya. Yoon hee menoleh kearah Joon yang mengangguk padanya, dengan uraian airmata dan sesak dihatinya, Yoon hee memandang Guci PM, lalu perlahan jalan mendekat ke Ratu yang hanya bisa menatap Yoon hee, setelah mengembalikan Guci itu ke Ratu, Yoon hee menatap penuh kekecewaan lalu jalan pergi, sebelum pergi Joon berkata kalau Ratu sudah menyingkirkan Yoon hee yang padahal melindunginya.

Membuat Ratu bimbang, dan akhirnya ia mengumpulkan kekuatan untuk membanting Guci PM kelantai, membuat Hong joo langsung syok, sementara Yoon hee dan Joon yang sudah jalan menoleh kembali. Dari Guci itu muncul arwah PM yang berwarna hitam berubah menjadi cahaya putih kebiru-biruan yang perlahan terbang keangkasa.


Walau bercucuran airmata, Ratu mencoba menguatkan airmata sambil memeringatkan Hong joo untuk tidak lagi bermain-main dengan anak-anaknya, membuat airmata Yoon hee menitik lagi. Perlahan Ratu jalan pergi, sampai berpapasan dengan Yoon hee ia berhenti sebentar lalu jalan tanpa mengucapkan kata, akhirnya Joon dan Yoon hee ikut pergi juga meninggalkan Hong joo yang kesal sendirian.

Bulan purnama bersinar dilangit, dibawah sinar bula, Yoon hee jalan dalam diam, Joon menemaninya berjalan dibelakang. Joon bertanya apa Yoon hee baik-baik saja, Yoon hee berhenti jalan lalu menoleh dan menatap Joon penuh arti.


Lalu keduanya didalam sebuah ruangan, sedang sibuk meracik ramuan (*darimana mereka dapat alat-alatnya? *garuk kepala, eh namanya juga drama), selesai meracik mereka tinggal menunggu ramuan itu menetes kedalam botol dengan penuh harap. Selesai, Yoon hee langsung membawa obatnya kekediaman Ratu Shim.

Didalam Ratu shim sudah bersiap tidur, ia membelakangi Yoon hee yang baru datang, Yon hee meletakan botol obat didalam sebuah peti. Yoon hee menjelaskan kalau ia membawa obat mimpi, kalau Ratu meminumnya, ia akan bertemu orang yang sangat ia ingin temui didalam mimpi.


Dan Ratu sudah berbaring untuk tidur, disampingnya botol obat mimpi terbuka, sepertinya Ratu meminumnya. Dan didalam tidur, ratu bermimpi, saat ia masih bersama-sama dengan PM Soonhwe tertawa bersama menonton pertunjukan boneka, keduanya saling menggoda dan akhirnya tertawa bersama. Lalu mimpi berlanjut saat Ratu jadi model lukisan PM, yang perlahan-lahan senyum diwajah Ratu menjadi haru, airmatanya perlahan menetes.

Terdengar suara PM, jika ia harus memilih salah satu kenangan bersama ibunya, ia akan memilih kenangan saat seperti ini, saat dimana mereka berdua tertawa bersama tanpa alasan. Dan akan ia jadikan harapan sampai suatu saat mereka akan bersatu lagi, dan ia berdoa hari itu akan segera tiba.


Kembali ke raga Ratu shim, yang menitikan airmata dalam tidurnya, dan membuat satu lilin menyala di dalam Kuil Chungbin (Mungkin sisa lilin lainnya nyala dari harapan orang-orang disekitar Yoon hee). Dan efeknya terasa pada Hong joo yang langsung ambruk, ia berusaha bangkit sambil memegangi baju Hyun seo yang berdiri mematung. Hong joo berkata kalau ia hanya punya Hyun seo sekarang, yang bisa membunuhu putri dengan api keramat miliknya. (*Oh Hong joo ini menyelamatkan Hyun seo antara ia memang menyukainya, atau karena ia punya tujuan lain?)


Yoon hee sedang kusuk berdoa didepan altar didalam Kuil Taois, saat Hyun seo jalan perlahan-lahan mendekatinya dari belakang, tepat dibelakang Yoon hee, Hyun seo mengulurkan tangannya hendak mencekik Yoon hee dari belakang, tapi tubuhnya antara Zombie dan dirinya asli bergejolak, dan membuat Hyun seo mengurungkan niatnya, saat menoleh ia melihat Yo kwang menatapnya sedih.

Hyun seo jalan lunglai keluar kuil, diikuti Yo kwang dibelakangnya, langkah Hyun seo terhenti lalu ia merogoh kelengan bajunya mengambil selembar kertas dan memberikannya ke Yo kwang. Ia berkata kalau itu halaman terakhir Buku Grimoire, ia takut Hong joo mengetahuinya dan bisa membahayakan Joon.

Hyun seo juga berpesan, jika ia melihat dirinya jadi jahat lagi, ia memohon agar Yo kwang tak ragu membunuhnya, tentau ditolak Yo kwang. Hyun seo memohon dengan saat karena semua ini demi melindungi Yoon hee dan ia juga tak ingin Poong yeon dan Yoon hee melihatnya dalam keadaan Jahat, tentu membuat Yo kwang dilema.


Poong yeon jalan dengan langkah gontai dan penuh rasa putus asa, ia lalu melihat bungkusan ditangannya, dan membuat emosinya naik lagi, ia lalu melempar bungkusan tersebut. Saat akan jalan, ia menyesal lalu berbalik lagi dan saat akan mengambil bungkusan itu, tangannya tertahan dan akhirnya ia pergi meninggalkan bungkusan, yang secara ajaib bungkusan itu terbakar sendiri.

Disungsunchung, Hong joo sedang melakukan ritual untuk mengobati dirinya sendiri, diluar terdengar suara kegaduhan, ternyata Joon masuk menyelinap kedalam (*cara larinya Si Yoon oppa lucu hahaha), dan langsung menodongkan pedangnya keleher Hong joo (*emang hobi ini sih mereka ngancem pake pedang).


Para ninja langsung datang mengepungnya, tapi Hong joo meminta anak buahnya membiarkannya. Joon lalu menarik pedangnya, Hong joo menoleh ke Joon dan bertanya, orang-orang yang datang padanya kalau tidak mengancamnya pasti minta tolong padanya, dan Joon termasuk yang mana? Joon tersenyum, sambil berkata kalau ia penasaran dengan gadis yang selalu ada disamping Poong yeon, apa ia bisa menemukan Yoon hee sekarang?

Hong joo menebak kalau Joon mengambil Guci PM dari tangannya, Joon menyeringai, ia bertanya apa yang harus ia lakukan pada kartu yang sedang ia pegang. Hong joo bertanya Joon mau apa? Joon ingin Hong joo berhenti mengganggu Yoon hee dan juga membunuh orang lain. (*tak semudah itu Joon >_<) Hong joo dengan tenang akan mempertimbangkan tawaran Joon itu, dan Joon menjawab ia akan memberi waktu, lalu jalan pergi.

Sepeninggal Joon, Hong joo meminta anak buahnya untuk membuntuti Joon yang menyekap Seol gae. Joon jalan mengenda-endap didesa, ia sadar kalau para ninja dukun mengikutinya. Disebuah rumah makan, Soon deok sedang menikmati makan malamnya, pake teriak-teriak kalau Sup buatanya bibi pemilik rumah makan itu enak.


Tiba-tiba Joon datang langsung duduk dan mengambil mangkuk sup daging milik Soon deok yang bengong sesaat. Soon deok bertanya apa yang sedang Joon lakukan? Joon santai berkata kalau supnya enak, jadi ia langsung makan, dan meminta Soon deok untuk makan juga, sambil ia melirik kebelakang ke para ninja dukun yang mengikutinya, Soon deok langsung paham yang dimaksud Joon.

Diistana, Raja putus asa karena kepintaran Ratu yang memperkenalkan putri secara resmi, jadi sangat sulit untuk menangkapnya sekarang. Hong joo membujuk Raja, jika ia tak menangkapnya maka duri akan terus tumbuh di tubuh Raja. Hong joo menyarankan kalau mereka harus menyingkirkan Ratu yang melindungi putri terlebih dahulu.


Mendengar itu membuat Raja mempunyai pikiran jahat, ia jalan mendekat sedikit berbisik kalau ia tak bisa mengijinkannya, tapi anggap saja ia pura-pura tak mendengarnya, dan jika sesuatu terjadi pada Ratu, Raja tak mau disalhkan, perkataanya membuat senyum Hong joo mengembang. Ia lalu pergi kekediaman Ratu sambil membawa alat ritualnya dan meletakannya didekat Ratu yang masih tertidur. (kemana para pengawal istana? Apa disihir Hong joo *LoL)


Sambil berkata, kalau mungkin saat ini Ratu sulit melupakan PM jadi, ia akan membantu Ratu dengan mengirim Ratu bertemu dengan PM, dan dari alat ritual tersebut mengeluarkan asap hitam. Hong joo lalu kembali ke Sungsunchung dengan para ninjanya, langkahnya terhenti melihat seseorang didalam, ia meminta para ninja dukun keluar.

Dan ternyata orang itu Poong yeon dengan tatapan kosong tak punya harapan lagi, Poong yeon lalu bertanya pada Hong joo, apa ia bisa menggunakan sihir hitam untuk mendapatkan hati seseorang, sambil menoleh menatap Hong joo yang berdiri dibelakangnya, sambil menatap kasihan ke Poong yeon. (*kata orang ini yang dinamakan cinta ditolak dukun bertindak *LoL, kasihan Kwak Shi Yang ini spesialis Second lead yang hatinya selalu disakiti, didrama terbarunya nanti ia juga dapat second lead, semoga cepat dapat Role lead ya biar enggak pake dukun lagi :P)  



Komen :
Liat preview Episode 14 bikin enggak fokus >_< aku sampai saat ini belum sempet nonton Episode 14 sih, huft enggak kerasa minggu depan drama kesayanganku ini bakalan Tamat, walau minggu depan Uncontrolably Fond udah mulai tayang, tapi bakalan susah Move On sama drama ini TT, dan besuk sabtu aku pasti udah sibuk ngurusin keperluan lebaran (belum belanja pakaian, sama kue lebaran hahaha karena minggu-minggu kemaren aku diam dirumah milih nulis sinopsis MOTW *LoL, sampai yang ngajakin aku belanja jengkel sendiri :P)

Itu berarti waktuku semakin sempit buat nulis episode terakhir hah jadi galau, enggak janji tepat waktu sih tapi kalau tubuhku mampu, akan aku usahakan nulis dan posting Episode terakhir hari selasanya, hari Rabu tgl 6 sampai hari minggu tgl 10 juli aku off ngeblog :D


Bakalan kangen sama mereka berdua, aku suka kemistri keduanya, enggak perlu harus romantis pelukan, gandengan tangan, atau kiss scene, cukup mereka bersama saja, duduk bersama atau melakukan hal bersama sudah cukup manis dan bikin senyum sendiri, dan aku acungi jempol untuk gap usia diantara mereke, karena mereka berhasil menanganinya, walau wajah mereka enggak bisa dibohongi, apalagi pas Sae Ron jadi putri rambutnya dikepang gitu keliatan bocahnya :P, tapi tak apalah, jalan ceritanya sudah sampai puncak jadi deg-degan endingnya bagaimana ya? :D

No comments:

Post a Comment