Wednesday, June 22, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 12

Mirror of the Witch Episode 12

Lanjut adegan terakhir di Episode 11, saat Seo ri yang kutukannya aktif menggunakan kekuatannya untuk melawan Hong joo, dengan wajah murka ia mencekik Hong joo sambil berkata “Matilah kau..” mengingatkan Hong joo tentang Hae ran. Saat terakhir Hae ran yang penu murka juga mencekik Hong joo sambil mengutuk Hong joo akan mati karena sihir hitamnya, dan tubuhnya terkoyak-koyak sampai tak tersisa.


Kembali ke saat ini, Hong joo berkata kalau Seo ri membunuhnya ia tak akan bisa mengahancurkan kutukannya, tapi Seo ri sudah tak perduli lagi tentang kutukan yang penting ia ingin membunuh Hong joo yang menghalangi jalannya, ia semakin mengeratkan cekikannya membuat Hong joo semakin kesulitan bernafas.

Yo kwang berusaha menghentikan Seo ri, kalau sampai ia membunuh Hong joo maka semua lilin yang sudah menyala akan mati, dan semua yang mereka lakukan selama ini akan sia-sia. Tapi Seo ri tak perduli, ia sudah sangat muak dan terus menekan Hong joo, Yo kwang terus memohon ke Seo ri, ia lalu memgingatkan tentang Joon yang masih terkulai, Seo ri melirik ke arah Joon membuat hatinya berperang, dan akhirnya ia memilih melempar Hong joo sampai membentur dahan ranting sebelum jatuh ke tanah.

Yo kwang lalu menggendong Joon dan mengajak Seo ri pergi dari Kuil Chungbin, Hong joo langsung memerintahkan para ninja dukun mengejar mereka, sedangkan ia sendiri kepayahan berdiri, Si jubah merah tidak ikut mengejar ia membantu Hong joo berdiri.

Episode 12


Keesokan harinya, Ibu suri pergi tergesa-gesa dengan beberapa kasim dan pengawal istana, sampai di Kuil Taoist, ia segera masuk menemui Hyun seo yang bingung melihat kedatangannya. Ibu suri langsung memerintahkan Hyun seo untuk pergi menemui putri, membuat Hyun seo bingung, Ibu suri menjelaskan kalau semalam Hong joo pergi bersama anak buahnya, pasti ia pergi menemui putri.

Sebelum dijawab Hyun seo, Raja tiba-tiba datang dan bertanya putri siapa yang dimaksud? Ibu suri langsung mengelak dan mengatakan kalau mereka membutuhkan seorang putri sebagai penerus kerajaan, karena Raja belum memiliki keturunan, tentu jawaban itu membuat sang Raja menyeringai merasa dibodohi.


Karena itu Ibu suri ingin memanggil seorang kerabat, membuat Raja menghela nafas karena merasa kalah kalau sudah menanyakan tentang ahli waris. Hyun seo menenangkan Raja dengan mengatakan kalau Raja ditakdirkan memiliki banyak ahli waris, jadi yang diperlukan sekarang hanya kesembuhan Raja, mendengarnya membuat Raja tersenyum kelu, ia merasa beruntung karena didoakan dari Sungsunchung dan juga Kuil Taoist, tapi kenapa kesehatanya tetap memburuk?

Ibu suri menjawab kalau tabib saja tidak bisa menyembuhkan bagaimana bisa mereka menyembuhkan dalam semalam. Raja menarik nafas panjang, lalu bertanya ke Hyun seo kenapa ia belum sembuh padahal sudah didoakan Sungsunchung apa kekurangan mereka? Hyun seo menjawab sesuai petunjuk surga yang ia dapat, semua kesengsaraan Raja ini karena ulah Hong joo, dan karena ia juga Raja akan kehilangan pengikut setianya, jadi Hyun seo memohon Raja untuk menghukum Hong joo.

Jawaban Hyun seo membuat Raja marah mendekat dan memegang pundak Hyun seo sambil tersenyum menahan marah, mengiyakan jawab Hyun seo karena Poong yeon bagaimanapun akan patuh terhadap perintah ayahnya. Raja juga memeringatkan Hyun seo jika ia berani menusuknya dari belakang, maka tidak hanya Hyun seo yang akan menanggung akibatnya, tapi Ratu shim/Ibu suri juga akan ikut terkena dampaknya, setelah itu Raja pergi membuat keduanya orang itu was-was.


Sementara itu, Seo ri sedang mengobati Joon yang terluka dan belum sadarkan diri disebuah gua, saat melihat luka Joon, membuat Seo ri teringat perkataan Hong joo tentang kutukannya, membuat Seo ri semakin sedih. Yo kwang datang dari memeriksa keadaan, ia mengatakan kalau pasukan Hong joo sepertinya sudah tidak mengejar mereka lagi.

Yo kwang bertanya tentang keadaan Joon, Seo ri sedih menjawab kalau Joon belum sadar, Yo kwang menenangkan Seo ri dan mengatakan kalau Hong joo hanya melukai tanda Ok Choo kyung jadi sebentar lagi Joon pasti sadar. Seo ri geleng kepala sambil menangis, ia menyalahkan dirinya sendiri, karena kutukannya menyebabkan Joon seperti ini.

Seo ri menyesal karena ia sudah memberikan hatinya untuk Joon, karena itu jadi ikut terkena kutukannya. (*Oh jadi Yoon hee juga suka sama Joon?), Seo ri memohon Yo kwang untuk pergi menemui ayahnya untuk meminta Jimat pelindung baru, Yo kwang tentu cemas dengan keadaan Seo ri yang tanpa Jimat pelindung, tapi Seo ri meyakinkan Yo kwang kalau dirinya baik-baik saja, akhirnya dengan berat Yo kwang akhirnya pergi juga.



Si jubah merah/Seol gae memapah Hong joo sampai ke Sungsunchung, setelah membantu duduk, Si jubah merah membuka topengnya, nampak Seol gae mencemaskan keadaan Hong joo. Tapi yang dicemaskannya malah marah, karena Seol gae malah mengurusinya dan tidak pergi menangkap Sang Putri.

Seol gae lebih mencemaskan keadaan Hong joo dan enggan pergi, membuat Hong joo memilih berdiri dan hendak pergi sendiri, tapi baru beberapa langkah Hong joo ambruk, membuat Seol gae semakin cemas, dan perlahan Hong joo tak sadarkan diri. Walau Seol gae kebingungan, tapi ia juga tidak bisa meminta bantuan siapapun.


Didepan Kuil Taoist, Ibu suri menduga kalau Raja sudah tahu tentang putri, Hyun seo segera menasehati Ibu suri untuk tidak mengirim pasukan, karena seluruh negeri akan tahu keberadaan putri dan semakin membuatnya bahaya. Ibu suri cemas, kalau Raja sampai menangkapnya, ia akan gunakan putri untuk menekannya. Hyun seo berjanji akan menangani hal ini jadi meminta Ibu suri untuk kembali ke kediamannya, Ibu suri berharap ke Hyun seo bisa menanganinya demi kebaikan Raja dan juga kebaikan negeri.

Setelah Ibu suri pergi, Yo kwang datang lalu melaporkan semuanya, tentang Hong joo yang tiba-tiba tahu tentang kuil Chungbin, dan juga tentang Joon yang terluka dan tanda jimatnya hilang, lalu Hong joo pasti akan kembali mencari Seo ri lagi, karena itu Yo kwang meminta Hyun seo mencarikan Jimat pelindung yang baru, Hyun seo diam berfikir lalu ia mengambil sebuah buku, lalu duduk dan membacanya, membuat Yo kwang tersentak lalu menutup buku dengan ketakutan.


Yo kwang emosi, kalau Hyun seo tidak boleh melakukan hal itu karena keadaan Hyun seo saat ini yang tengah sekarat. Tapi Hyun seo tak punya pilihan lain tinggal itu satu-satunya cara, Hyun seo meminat Yo kwang pergi dengan Seo ri dan juga meminta bantuan Poong yeon, membuat Yo kwang kesal sendiri, tak bisa punya pilihan lain. Yo kwang berfikir, lalu ia ingat teman Joon yang ada di Bangchon, ia akan membawa Joon dan Yoon hee kesana terlebih dahulu, ia lantas pamit pergi tapi ditahan Hyun seo dengan meminta Yo kwang membawakan ramuan pelupan, membuat Yo kwang heran mendengarnya.

Enggak pd takut kan? menurut saia hantu2 luar negeri itu gak serem sama sekali, masih sereman hantu lokal yg modal kain 2 lembar plus tali dan jalanya loncat2 itu huhuhu :P
Sementara digua, Joon sudah sadar dan bersandar didinding gua, dan Yo kwang memacu kudanya bersama dengan Poong yeon menuju ketempat Seo ri berada. Perlahan Joon membuka mata dan menatap Yoon hee yang memeganginya, sesaat Joon batuk dan mengeluarkan darah. Membuat Yoon hee panic, tapi samar-samar Joon melihat disamping Yoon hee muncul sesosok menyeramkan, membuat Joon menutup telinga, sambil berteriak-teriak sendiri dan seluruh tubuhnya gemetar ketakutan, ia juga tidak berani menatap Yoon hee, yang sakit hatinya melihat keadaan Joon.

Yoon hee tak kuat ia lalu berdiri dan akan pergi, tapi tangan Yoon hee ditahan Joon, membuat Yoon hee menoleh, walau masih takut dan gemetaran Joon berani menatap Yoon hee dan memohon padanya untuk tidak meninggalkannya, Yoon hee berderai airmatanya ia langsung duduk kembali dan memeluk Joon erat, yang dibalas pelukan Joon erat juga.


Poong yeon setibanya disana langsung lari kedalam gua tapi sayang ia melihat pemandangan yang tidak mengenakan baginya, langkahnya terhenti lalu ia membalikan badan tak mau melihat *Poor Poong Yeon. Yo kwang datang langsung lari kearah mereka mencemaskan keadaan Joon, Yoon hee melepas pelukannya, dan Yo kwang langsung membantu Joon berdiri, tapi Joon malah meronta-tonta dan tak mau dipegang oleh keduanya, membuat Poong yeon geram, ia langsung mendekat dan menggendong Joon lalu membawanya pergi. Yo kwang langsung memakaikan mantel ke Seo ri dan segera mengajaknya pergi juga.


Sementara itu, Hyun seo sedang mempelajari jurus yang ada didalam buku tadi, setelah selesai membacanya. Hyun seo mengambil lembar terakhir buku Grimoire dan teringat kembali percakapannya dengan Yo kwang tentang kedekatan Joon dan Yoon hee, sepertinya Hyun seo berfikir sesuatu tentang mereka.

Dan di bangchon, Soon deok lari-lari setelah mendengar ada yang mencarinya, seorang bibi memberitahu kamar tamu Soon deok, tapi bibi itu memeringatkan tentang tamu Soon deok yang aneh dan memintanya untuk tidak membawa masuk mereka.

Soon deok mengerti, langsung masuk ke kamar yang dimaksud, sampai didalam ia bertanya apa yang membuatnya datang, tapi saat menoleh ia kebingngan melihat keadaan Joon, saat bertanya apa yang terjadi, ia tambah terkejut saat Seo ri menatapnya dan jubanya terlepas, terlihat rambut putih Seo ri.
Diluar Yo kwang sedang berbicara tenag kutukan Yoon hee yang bisa menyebabkan Joon mati, seperti yang pernah dialami Poong yeon waktu dulu. Karena Yoon hee dilundungi jimat didalam kuil Chungbing waktu itu, sehingga Poong yeon bisa selamat. Tapi saat ini jimat dikuil Chungbing sudah rusak, dan tak ada tempat seperti kuil Chungbing lagi.

Poong yeon usul kalau sebaiknya mereka pergi dan meninggalkan Joon, membuat Yo kwang tidak enak harus meninggalkan Joon dalam keadaan sakit seperti itu, tapi Poong yeon berserikeras untuk meninggalkan Joon demi kebaikan Yoon hee, Yo kwang sepertinya setuju usulnya, tapi saat itu Seo ri muncul dan mendengar pembicaraan keduanya, dan kelihatanya tidak suka.


Didalam, Joon sudah berbaring masih seperti orang kesurupuan, Soon deok yang menungguinya ketakutan juga sampai-sampai bawa tasbih budha besar dan manca mantra *LoL. Dan perlahan Joon mengingau membuat Soon deok semakin ketakutan, Joon mengulurkan tangan tapi Soon deok langsung berdiri menjauh, Joon mengambil secarik kertas dari balik baju dan mengulurkanya ke Soon deok yang takut-takut mengambilnya, dan saat dibuka ternyata itu gambar simbol yang ada dipundak Seol gae. Joon meminta Soon deok mencari tahu tentang gambar yang ada dikertas itu.

Diluar, Yoon hee tidak butuh bantuan kakaknya dan meminta kakaknya pergi saja, Poong yeon menahan emosi dan bertanya apa karena ia meminta meninggalkan Joon, jadi Yoon hee bersikap seperti itu padanya? Yoon hee menjawab jika semua itu demi kebaiknya ia tak mau, Poong yeon bertanya lagi apa Joon penting bagi Yoon hee, lalu Yoon hee menganggapnya apa sekarang?


Seorang kakak yang dirindukan, dan seorang yang mengerti dia saat sedih dan juga seorang yang mengatakan kalau semua orang punya alasan untuk dilahirkan, jawab Yoon hee. Poong yeon kesal, ia menarik tangan Yoon hee, sambil berkata kalau Yoon hee yang ia cari selama lima tahun adalah Yoon hee yang selalu patuh padanya, Yoon hee menarik tangannya dan mengatakan kalau gadis bodoh yang tak tahu dunia luar, dan selalu percaya apa yang Poong yeon katakan itu sudah tidak ada.

Poong yeon tetap tak mau percaya perkataan Yoon hee, ia memegang kedua pundak Yoon hee dan mengatakan akan mengembalikan Yoon hee yang ia kenal, dan membantu Yoon hee mematahkan kutukannya, walaupun ia harus membunuh semua yang membuat Yoon hee seperti ini tak apa baginya, perkataan Poong yeoon membuat Yoon hee sedih, ia lalu berpaling dan pergi meninggalkan Poong yeon yang terhenyak tak percaya apa yang baru saja ia dengar.

Di sungsunchung Seol gae menunggui Hong joo yang belum sadarkan diri, sesaat Hong joo sadar dan langsung bangun, membuat Seol gae cemas. Belum sempat berkata, terdengar suara adu pedang diluar, ternyata itu Poong yeon yang masuk dengan penuh amarah melawan para ninja dukun, Seol gae yang belum memakai topeng memilih bersembunyi, sampai depan Hong joo, Poong yeon langsung mengarahkan pucuk pedangnya ke leher Hong joo.


Hong joo tidak takut sama sekali, malah nampak mencemaskan Poong yeon dan bertanya kenapa ia datang mencarinya. Poong yeon yang diliputi rasa marah, memerintahkan Hong joo untuk menghilangkan kutukan Yoon hee dan mengembalikan Yoon hee seperti dulu.

Hong joo sepertinya tahu apa yang terjadi pada Poong yeon hanya melihat tatapan mata Poong yeon, ia mengatakan kalau seseorang yang menimbulkan rasa sakit pada orang lain tak akan tahu bagaimana rasa sakitnya itu. Membuat Poong yeon semakin kesal merasa ditertawai, Hong joo semakin menambahi kekesalan dan bertanya apa jika ia mati hati Yoon hee akan tetap bersamanya? Mungkin saja sejak awal hatinya tidak ditakdirkan untuk Poong yeon.

Membuat Poong yeon semakin emosi, ia tetap menyalahkan ilmu hitam Hong joo yang pada kenyataanya telah menyebabkan Yoon hee seperti itu, dan juga membuat Raja sekarat. Hong joo tersenyum sambil berkata kalau ia mempelajari ilmu hitam dari ayah Poong yeon, tentu langsung tidak dipercayai Poong yeon, dan akhirnya Hong joo menceritakan masa lalunya ....

~Flashback~
Dulu Hong joo seorang dayang istana, suatu hati ia datang ke tempat Hyun seo dalam keadaan terluka baik fisik maupun psikis. Hyun seo langsung membantunya dan juga mengobatinya, dan bertanya siapa yang membuat Hong joo seperti ini, dengan tatapan penuh kemarahan Hong joo bercerita kalau dirinya telah dijadikan alat keluarga kerajaan untuk mendapatkan keturunan, tapi saat rencana mereka tak berhasil, mereka lalu mengejar dan hendak membunuh Hong joo.


Membuat Hong joo tidak bisa memaafkan perbuatan mereka, Hyun seo mencoba menasehati Hong joo untuk melupakan kebencian agar bisa hidup tenang. Tapi Hong joo tidak bisa hidup layak lagi setelah merasa dilecehkan keluarga kerajaa, Hyun seo menyemangatinya dan berkata akan membantunya.

Dan setelah pulih, akhirnya Hyun seo mengajari Hong joo mempelajari ilmu hitam dengan syarat semua itu demi kebaikan, jadi dia harus mau meninggalkan semuanya demi kebaikan juga. Hong joo menoleh kesebuah peti diujung rak, Hyun seo marah dan meminta Hong joo mengulangi perkataan terakhirnya. Hong joo tak mengerti kenapa dia harus meninggalkan semuanya demi kebaikan, toh ia berniat mempelajari ilmu hitam demi melindungi dirinya sendiri.


Hyun seo marah, dan meminta Hong joo melupakan egonya seperti rasa marah, benci dan kecemburuan untuk bisa mempelajari ilmu hitam dan menjadi seorang dukun. Hong joo bertanya lagi, jika ia bisa menghilangkan perasaan ego seperti disebut diatas, apa ia bisa merebut hati seseorang, Hyun seo menjawab kalaupun bisa itu tidak bisa dibilang perasaan sejati.


Saat Hong joo mengembalikan buku ke jajaran rak buku, langkahnya terhenti dan berbalik menatap peti kayu yang ia lihat pertama tadi. Ia menggelengkan kepala dan akan pergi, tapi seperti ada yang membisiki dirinya, dan membuatnya kembali duduk didepan peti yang tiba-tiba dengan sendirinya kunci peti terlepas dan tutup peti itu terbuka dengan sendirinya. Yang didalamnya ada sebuah pedang pendek, ia langsung mengambilnya dan membuat matanya berubah hitam.
~EndFlash~

Hong joo mengatakan kalau memang ia tak mempelahari ilmu hitam dari Hyun seo, tapi karena ia mantan muridnya karena itu Hyun seo ingin sekali menghentikannya. Mendengar cerita Hong joo, membuat Poong yeon menurunkan pedangnya, Hong joo jalan mendekatinya dan berkata kalau keputus asaan Poong yeon yang lebih dalam dari kesedihannya itu bukan kesalahanya, melainkan sebagai balasan dari perbuatan ayahnya. Dan juga kesalahan orang yang mengabaikan cinta Poong yeon, jadi yang perlu dilakukan Poong yeon hanya membalas perbuatan mereka.

Poong yeon menjawab jika memang kesalahan Ayahnya, maka ia sendiri yang akan meluruskannya atas nama ayahnya. Lalu ia bergegas pergi, Hong joo berujar kalau cepat atau lambat Poong yeon pasti meminta bantuan padanya, tapi Poong yeon tak menanggapinya dan langsung pergi. Setelah Poong yeon pergi, perlahan Seol gae berani menampakan dirinya.

Dikuil Taoist, Hyun seo berfikir sambil jalan melihat sebuah tempat semedi dikeliling kertas jimat. Datang Poong yeon, yang langsung bertanya ke ayahnya bukan sebagai putranya melainkan sebagai kepala pengawal kerajaan. Mengapa ayahnya menyelamatkan sang putri, Hyun seo terhenyak ia lalu duduk dan bertanya apa yang sudah Poong yeon dengar?


Poong yeon duduk didepan ayahnya, ia ganti pertanyaan sebagai anaknya, kenapa ayahnya tak menghentikan Hong joo dulu? Hyun seo menjawab kalau ia merasa mampu menyadarkan Hong joo dan meninggalkan perbuatan dosa, karena dia muridnya.

Membuat Poong yeon bertanya apa yang harus ia lakukan, jika benar semua kesalahan ini berasal dari ayahnya, karena ayahnya tak bisa menghentikan Hong joo, dan membuat Yoon hee jadi terkena kutukan, apa Poong yeon harus masih percaya dengan ayahnya?

Hyun seo membenarkan, Poong yeon tak perlu mempercayainya, karena ia mengusir Hong joo waktu itu sehingga menyebabkan Yoon hee terkutuk, dan juga karena dirinya Poong yeon tak bisa menerima Yoon hee sekarang ini. Jadi Poong yeon tak perlu mempercayainya, Poong yeon menggenggam erat sarung pedangnya sambil berdiri ia berujar akan mematahkan kutukan Yoon hee, lalu ia pergi meninggalkan Hyun seo yang semakin cemas.


Raja syok mendengar keputusan Poong yeon yang tidak bisa menyerahkan sang putri padanya, dan ia sendiri yang akan menanggung kesalahan ayahnya karena sudah menyelamatkan sang putri. Membuat Raja langsung mengambil pedang dan mengancam Poong yeon yang merasa telah mengkhianati kepercayaannya.

Tapi Poong yeon tak bergeming dengan ancaman itu, membuat Raja semakin gondok dan melempar pedang kelantai. Raja memecat Poong yeon, dan juga tidak menganggapnya sebagai teman dekatnya lagi, dan meminta Poong yeon untuk tidak muncul dihadapnnya lagi. Poong yeon sebelum pergi, ia memberi hormat keRaja terlebih dulu, membuat Raja sedih dan frustasi jadi satu.

Di bangchon, Soon deok komat-kamit membaca mantra sambil menaburi beras didepan kamar Joon. Yo kwang datang dan bertanya kenapa ia melakukan itu, bukan jawaba malah tubuh Yo kwang ikut diciprati beras *wkk. Yo kwang tentu kesal, Soon deok bertanya kenapa Yo kwang sehat sendiri padahal dua orang didalam kerasukan arwah *LoL. Yo kwang mengelak kalau mereka tidak kerasukan roh, tapi katanya terhenti tak bisa menjelaskan lebih lanjut.


Soon deok bertanya apa masalah mereka berdua, karena ia hanya tahu masalah Joon. Yo kwang memohon Soon deok untuk membantunya, karena saat ini mereka sedang dikejar-kejar orang, tapi Soon deok masih tak percaya dan tetap menaburinya beras, dan akhirnya keduanya berkelahi lucu. Soon deok berhasil kabur dari kejaran Yo kwang, tapi saat itu Hyun seo datang menghentikan langkah Yo kwang. Hyun seo sebelum masuk kekamar Joon ia meminta obat pelupa yang ia minta sebelumnya ke Yo kwang.

Sampai dikamar Joon yang keadaanya tak juga membaik tapi berusaha duduk didepan Hyun seo  yang menatap tanda kutukan pada Joon membuat ia semakin sedih, lalu ia segera mengeluarkan obat pelupa, membuat Joon terhenyak melihatnya.  Hyun seo mengatakan kalau itu obat pelupa, dan ia yakin Joon paham maksudnya, jika obat ini dapat menghilangkan kenanganya bersama Yoon hee dan juga bisa menyelamatkan nyawa Joon.


Tentu Joon tidak terima, itu berarti dia meminta Joon jadi seorang pengecut dan lari dari kenyataan. Hyun seo tak punya cara lain lagi, dan itu juga bukan demi Joon semata, tapi juga demi kebaikan Yoon hee, jika Joon mati maka membuat Yoon hee akan sengsara selamanya, jadi demi kebaikan semuanya, Hyun seo memohon Joon mau meminum obat itu.

Joon bimbang, perlahan ia mengambil obat itu, lalu membuka tutup botol dan akan meminumnya, tapi ia membulatkan tekadnya, membuang isi obat itu kedalam tempat air kompres, dan dengan penuh keyakinan ia menjawab, entah bagaimana caranya nanti tapi ia yakin bisa sembuh dan melindungi Yoon hee, karena itu ia tak mau melupakan kenangan bersama Yoon hee, karena baginya itu hadiah terindah yang pernah Yoon hee berikan untuknya.

Membuat Hyun seo terdiam, didalam hatinya berkata kalau perasaan Joon pasti sangat kuat, sehingga ia mau mengorbankan nyawanya, Hyun seo yakin kalau Joon pasti orang terakhir yang akan menyalakan lilin ke 108.

Diluar, Hyun seo bertemu dengan Yoon hee yang menunduk memberi hormat, membuat Yoon hee sebal ia tak mau ayahnya melakukan hal itu. Hyun seo terus berkata kalau Hong joo akan segera bertindak, jadi ia meminta Yoon hee untuk segera pergi ketempat lain. Yoon hee bertanya tentang Jimat pelindungnya, Hyun seo akan membuatnya saat Yoon hee jauh dari jangkauan Hong joo. Yoon hee bertanya apakaha ada tempat yang aman untuknya pergi? Hyun seo terdiam, Yoon hee lalu berkata ia akan menulis surat untuk Ratu shim dan meminta Hyun seo menyampaikannya.

Sampai diistana, Ratu Shim membaca surat dari Yoon hee, nampak ia berfikir keras tentang isi surat itu. Ratu bertanya apa itu yang diinginkan putri? Hyun seo mengiyakan, Ratu cemas apa ini tidak berbahaya? Hyun seo juga cemas tapi ia percaya mungkin ini jalan terbaik untuknya, walau berat akhirnya Ratu menyetujui permintaan putrinya, dan meminta Hyun seo ikut membantu sisanya.


Sementara, Yoon hee duduk didekat Joon yang masih gemetaran, Yoon hee menggenggam tangan Joon, membuat Joon menatapnya dan bercanda kalau hal itu tak pantas dilakukan seorang wanita. Yoon hee tersenyum dan menjawab kalau Joon benar-benar baik karena bisa menahan sikapnya. Joon tersenyum dan meminta Yoon hee segera menghancurkan kutukannya dan menyelamatkannya.

Ia juga meminta Yoon hee untuk tidak melepas tangannya, karena ia juga tidak akan pernah melepasnya. Yoon hee sedih, dan berkata kalau besok ia akan pergi, dan mungkin tak ada tempat baginya untuk kembali. Joon sedih apa karena dirinya? Yoon hee tersenyum lalu menggeleng karena dia harus hidup, jadi ia bisa memikirkan siapa dirinya dan kemana ia harus pergi? Joon mencoba berfikir sejenak, lalu berkata kalau ia sekarang disisi yang sama dengan Yoon hee, ia ingin menangkap Si jubah merah, sedangkan Yoon hee ingin menangkap yang mengendalikan Si jubah merah, jadi Joon akan menganggap Yoon hee sebagai ketuanya.

Joon mencoba tersenyum dan merelakan Yoon hee pergi, dan tak perlu menkhawatirkannya, Joon juga meminta Yoon hee menjaga kesehatannya, karena setelaha sembuh ia akan pergi mencari Yoon hee dan ia yakin mereka akan bertemu lagi, Yoon hee menatap Joon lalu mengangguk dan mencoba tersenyum juga.

Diistana, Raja kesal ia melempar gulungan kertas laporan, ia lalu berteriak memanggil Kasim Kim yang tergopoh-ggopoh jalan masuk. Raja lalu memerintahkannya memanggil orang yang ia angkat pangkat jabatannya karena sudah menangkap sijubah merah palsu.

Ok sudah memakai seragam lengkap, gemetaran bersujud tak berani menaikan kepalanya dihadapan Raja. Lalu raja mengambil pedang dan mengarahkan ke leher Ok yang ketakutan (*hobi banget ngancem pake pedang yee?) Raja marah karena Ok membawa Si jubah merah palsu dihadapannya waktu itu. Ok ketakutan dan berkata kalau ia tidak tahu kalau mayat itu palsu, karena itu ia meminta maaf dan silahkan kalau Raja mau membunuhnya *yang bener ok :P, Raja mengiyakan permintaan Ok dan menganyunkan pedang membuat Ok kaget, tapi Raja Cuma menggertak semata, ia menancapkan pedangnya didekat tangan Ok yang langsung ditariknya.

Raja mau memaafkan Ok jika ia mau mengabdi dan melakukan semua perintahnya, tentu langsung diiyakan Ok. Sebagai tugas pertama, Raja memerintahkannya menangkap Poong yeon dan juga membawakan adik Poong yeon kehadapannya.


Sementara, Poong yeon yang sudah bukan pengawal kerajaan, jalan kesuatu tempat bersama Seol gae yang bertanya apa yang akan Poong yeon lakukan? Poong yeon menjawab kalau ia sudah kehilangan kepercayaan Raja demi Yoon hee jadi ia tak akan menghindarinya lagi. Dibelakang mereka, Ok dan anak buahnya diam-diam membuntuti Poong yeon.

Di Sungsunchung, Hong joo mengawasi Guci PM yang terus bergejolak, Seorang dukun ninja datang lalu membisikan sesuatu ke Hong joo, lalu Hong joo mengambil pedang pendeknya dan pergi diikuti para ninja dukunnya.

Poong yeon dan Seol gae sampai didepan Bangchon, ia melihat tandu lengkap dengan pembawa tandu. Poong yeon heran darimana Yo kwang dapat tandu, saat akan menjawab Yo kwang melihat Seol gae yang langsung tahu diri pergi dengan alasan akan melihat keadaan sekitar.

Sementara Yoon hee yang mengenakan jubah untuk menutupi rambutnya, masih ragu akan pamitan ke Joon yang ada dibalik dinding kamar. Joon juga bimbang akan keluar atau tidak, tapi saat itu ia mendengar suara ribut, Joon kepayahan mencoba berdiri dan keluar, ia kaget melihat Si jubah merah menyeret Yoon hee, sekuat tenaga Joon menarik Si jubah merah dan melepaskan Yoon hee.


Jatuh bangun Joon dan Yoon hee mencoba melepaskan diri dari tangan Si jubah merah, sampai Poong yeon datang, Si jubah merah langsung kabur dan dikejar Poong yeon, tangan Joon gemetaran sambil melihat ada darah ditangannya, Yoon hee dan Yo kwang yang menolongnya cemas melihat darah itu, tapi Joon mengatakan kalau itu bukan darahanya, sambil berfikir Joon meyakini kecurigaannya selama ini terhadap siapa sebenarnya Si Jubah merah itu?

Poong yeon datang melapor kalau ia kehilangannya, dan meminta Yoon hee segera pergi karena kemungkinan Hong joo mengetahui tempat tinggal mereka sekarang ini. Yo kwang langsung mengajak Yoon hee pergi walau ia belum rela meninggalkan Joon, begitu Joon yang hanya bisa diam menatap kepergian Yoon hee.


Sementara dari jauh, Ok yang mengawasi mereka langsung pura-pura duduk dan meminta anak buahnya bersembunyi, saat Yo kwang dan Yoon hee jalan kearahnya. Yoon hee segera masuk kedalam tandu, dan Yo kwang meminta para pembawa segera membawa Yoon hee pergi. Dari jauh Ok mengamatinya dibalik dinding ia melihat Poong yeon memapah Joon kembali kekamarnya, dan saat melihat wajah Yoon hee, Ok teringat gadis yang menghentikan Joon membunuhnya waktu itu, membuat Ok berfikir keras apa arti semuanya ini.

Sementara Hong joo beserta para ninja dukuknya bergegas pergi ketempat yang dibisikan salah sat ninjanya tadi. Ditengah jalan, Hong joo melihata tandu Yoon hee, ia langsung memerintahkan anak buahnya mengejar tandu tersebut. Dan saat mereka berhasil menghentikan rombongan, dan membuka tandu ternyata isinya kosong. Membuat Hong joo kesal, ia lalu melihat sekitar dan melihat tandu lain, ia langsung memerintahkan anak buahnya pergi mengejar, tapi saat itu juga rombongan tandu yang membawa Ratu Shim lewat jalan yang sama, dan menghalangi jalan Hong joo dan anak buahnya.


Pengawal kerajaan meminta semua orang minggi memberi jalan, dan dipatuhi semuanya, kecuali Hong joo yang malah jalan mendekat, membuat para pengawal bersiap siaga. Ratu Shim menghentikan para pengawalnya dan membiarkan Hong joo mendekatinya.

Hong joo kesal dan bertanya apa Ratu mencoba menyembunyikan Putri, dengan santai Ratu bertanya putri yang mana? Bukankah putrinya sudah mati. Hong joo semakin kesal dan bertanya apa Ratu menantangnya? Ratu tersenyum dan menjawab kalau apa pernah dia menentang Hong joo, bahkan ia mengampuni Hong joo yang membohongin tentang kematian putrinya, Hong joo memutuskan untuk menghentikan pembicaraan dan meminta Ratu lewat, Ratu dengan santai mengaka Hong joo pergi bersamanya melihat makam suaminya, tapi tentu Hong joo menolaknya.


Sementara tandu yang membawa Yoon hee selamat dan melanjutkan perjalanan, didalam tandu Yoon hee teringat pembicaraan dengan Hyun seo, yang meminta membawanya ke istana. Tentu membuat kaget Hyun seo, tapi Yoon hee yakin tempat paling berbahaya baginya mungkin akan menjadi tempat paling aman. Ia juga tidak ingin jadi pelarian terus menerus dan ia harus menghadapi musuhnya.

Hyun seo lalu bercerita kalau ia akan menaruhkan nyawanya demi membuat jimat pelindung, dan ia meminta Yoon hee tidak merasa bersalah, karena ia melakukan hal itu karena pekerjaanya untuk melindungi negeri ini, mendengar itu membuat Yoon hee sedih, Hyun seo meminta Yoon hee segera menemui Ratu setelah menerima jimat darinya, Yoon hee terus memanggilnya ayah, membuat Hyun seo tersenyum lega melihat betapa kuatnya Yoon hee selama ini.

Dijalan, Hong joo mencoba merasakan keberadaan Yoon hee dari kekuatannya yang terpancar, daan saat yakin ia langsung bergegas kembali kedalam istana. Diluar kuil Taoist Yo kwang mengawasi keduanya, yang sudah berada ditempat yang dikelilingi jimat.


Perlahan Hyun seo mempraktekan jurus yang ia pelajari dibuku waktu itu, ia menggerakan tangannya dan menyalurkan energi ke tubuh Yoon hee, perlahan-lahan terbentu tanda jimat Ok Choo Kyung didahi Yoon hee yang meresap masuk kedalam tubuh Yoon hee.

Sementara Poong yeon menunggui Joon yang terbaring tak sadarkan diri, perlahan Poong yeon melihat tanda kutukan dibelakang telinganya Joon perlahan menghilang. Hong joo langsung masuk kedalam kuil Taoist, dan hanya menemukan Hyun seo yang duduk sekarat, Hong joo marah kenapa Hyun seo melakukan hal ini yang bisa membahayakan nyawanya? Hong joo mengaka Hyun seo segera mengobati luka dengan bantuannya, tapi bantuan Hong joo disingkirkan Hyun seo dan memilih Hong joo membunuhnya saja.

Hong joo antara marah dan sedih berkata kalau ia memang ditakdirkan untuk melihat Hyun seo mati, dan dijawab Hyun seo kalau ia menyesal membiarkan Hong joo hidup. Lalu Hyun seo muntah darah dan ambruk, Hong joo langsung menangkapnya dan membiarkan Hyun seo mati dipangkuannya.


Hong joo menangis, sambil mengambil pedang pendeknya dan mengatakan tentang terikatan darah, ia lalu mengiris telapak tangan Hyun seo dan juga dirinya, lalu menangkapkan kedua tangannya, yang menimbulkan asap hitam, Hong joo berkata kalau mereka sekarang satu sampai mati, dan perlahan Hyun seo yang sudah mati, membuka mata tapi matanya berubah menjadi hitam.

Joon yang sudah sehat, pergi kekuil Chungbing untuk membuat ramuan, selesai membungkus ramuan, Hong joo segera pergi menemui Soon deok yang melapor tentang tanda yang ditanya Joon itu, adalah tanda Amsagol alias tanda wanita tuna wisma. Mereka akan ditangkap dan disiksa lalu dijual dirumah gisaeng.

Soon deok bertanya apa yang akan Joon lakukan, Joon merasa yakin setelah mendengarnya, ia akan pergi ke seorang yang ia curigai selama ini. Joon pergi menemui Seol gae yang enggan menemuinya, tapi Joon menahan pundaknya, dan menunjukan obat yang ia bawa untuk mengobati luka dibahu Seol gae sebagai ucapan terimakasih.


Seol gae menolak dan jalan pergi, Joon mengejar dan menahannya sambil menatap tajam, ia berkata kalau ia tahu Seol gae terluka jadi ia tak akan diam saja membiarkan lukanya parah, tapi seperti Seol gae tahu maksud sebenarnya dari perkataan Joon.

Yo kwang lari masuk kedalam Kuil Taoist, disana dilihat Hyun seo berdiri membelakanginya, tapi waktu menoleh Hyun seo yang sudah jadi zombie dengan mata hitamnya mengulurkan pedang dan bertanya dimana sang putri berada, membuat Yo kwang syok melihatnya.


Hong joo sampai disungsunchung sambil memerintahkan anak buahnya pergi mencari putri yang kemungkinan sudah lari dari istana, tapi langkahnya terhenti saat didalam Sungsunchung ternyata seseorang sudah menunggunya. Dan ternyata orang itu adalah Yoon hee, membuat Hong joo tersenyum senang melihatnya, sementara Yoon hee menatap tajam  Hong joo dan senyuman tidak takut kepadanya.



Komen :
Huft sedih tinggal 4 episode lagi, kenapa enggak 20 episode gitu sich :(, Di episode ini semuanya semakin jelas ya, tentang tanda yang ada dibahu Seol gae juga, itu tanda para wanita tuna wisma, memang ada sekelompok orang yang memang suka menangkap para gadis tuna wisma dan dijadikan budak dan dijual jadi gisaeng. Mungkin Hong joo menolong para gadis ini dan dijadikan anak buahnya, maka mereka para ninja dukun termasuk Seol gae setia padanya.

Di episode ini aku jadi teringat Dong Yi (*hahaa ketahuan saia emang lebih suka drama bertema Sae guk *jadi inget umur TT) akhirnya Yoon hee memutuskan untuk pergi ke Istana yang mungkin tempat paling berbahaya baginya, tapi mungkin bisa jadi tempat paling aman baginya. Dan di drama Dong Yi juga, waktu Dong yi kecil pas dikejar-kejar pengawal kerajaan sebagai anak penjahat, ia memilih bersembunyi di Istana yang notabene sarang orang yang mengejarnya, tapi di Istanalah Dong Yi menemukan kehidupan yang Indah pada akhirnya.

Kembali ke MOTW, Yoon hee akhirnya berani menghadapi Hong joo, entah aku juga belum tahu bagaimana caranya, dan Joon akhirnya memanfaatkan ingatannya untuk membuat ramuan obat dan mungkin ia bisa jadi dokter hebat era Joseon.

Dan sedih untuk Hyun seo yang hidup seperti mati, dan mati seperti hidup karena terikat sihir hitam Hong joo, mungkin saat Hong joo mati, Hyun seo akan terlepas dari sihir itu dan pergi dengan damai. Dari flashbacknya Hong joo, bisa kurasakan kalau Hong joo ini punya hati ke Hyun seo, tapi ia terlanjur dikuasai Ilmu hitam dan akhirnya jalan terlalu jauh dari ajaran Hyun seo.

No comments:

Post a Comment