Monday, June 20, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 11

Mirror of The Witch Episode 11

(Sing a song of the day : Kubutuh tissue 4 lembar, 4 lembar♪♫)


Dibuka dengan ringkasan dari episode 2 sampai episode 10, yang intinya menceritakan pertemuan pertama Yoon hee dengan Joon, lalu saat pertama kalinya Yoon hee keluar dari Hutan hitam bersama Poong Yeon,dan berakibat kutukannya itu aktif, membuat orang yang terkena kutukan itu menderita sakit selama dua minggu sebelum mati. Dan akhirnya Yoon hee tahu tentang kutukan itu dari Hong joo, dan dihadapannya semua orang satu persatu mati, sehingga membuatnya berfikir untuk mati.

Tapi kenyataannya ia tetap hidup atas kehendak surga, ia bersembunyi untuk menyalakan lilin yang bisa menghancurkan kutukanya. Dilain sisi Hong joo pun merubah rencana awalnya, dan berfokus untuk membunuh putri dengan menghalangi jalannya terlebih dahulu, dan pada akhirnya Yoon hee tahu usahanyapun menyebabkan banyak orang mati karenanya.

Di lain pihak Joon yang berusaha membalas dendamnya pun tak berhasil, akhirnya takdir mempertemukan mereka yang sama-sama putus asa tentang hidup mereka. Sementara Hong joo dan juga Choi Hyun seo berusaha keras saling menjatuhkan untuk mendapatkan tujuan mereka masing-masing, dan harapan terakhir Hyun Seo adalah cinta sejati yang bisa mematahan kutukan sang Putri, yang ia pikir dari putranya? Tapi pada kenyataannya?

Episode 11


Joon berlari mengejar Si jubah merah yang membawa Yoon hee, tapi ia kehilangan jejak membuatnya kesal berbalik lalu menatap tajam Yo kwang yang merasa bersalah. Joon langsung mendekat dan menarik kerah baju Yo kwang, ia bertanya kenapa Yo kwang melakukan semua ini? sebelum dijawab, Poong yeon yang sudah terbebas dari kutukan sampai ditempat keduanya lalu bertanya dimana Yoon hee berada?

Yoon hee yang tak sadarkan diri berada diatas tempat tidur kotak, dan Si Jubah merah sedang mengikatnya dengan tali, selesai mengikat Si jubah merah itu melepas topengnya, dan kita semua tahu itu Seol gae menatap kearah Seo ri sesaat sebelum ia pergi meninggalakannya.

Didalam kuil Taoist, Yo kwang datang langsung ditanya Hyun seo, tapi belum sempat Yo kwang menjelaskan muncul Poong yeon dan juga Heo Joon yang langsung membuatnya cemas dan bertanya dimana Yoon hee? Dan apa yang terjadi?


Seo ri perlahan sadar, ia bingung dan takut dimana dia berada apalagi kedua tangan dan kakinya terikat, ia berusaha melepaskan diri. Seseorang berjalan kearahnya, dan saat dekat ternyata orang itu Hong joo yang tersenyum menyapanya.

Seo ri langsung bertanya kenapa Hong joo membunuh mereka yang menulis harapan dipohon 100 tahun. Dengan senyum Hong joo pergi mengambil pedang pendek, terdengar suara gemuruh Guci PM disana. Hong joo menjawab kalau seharusnya Seo ri mati saja waktu itu, sehingga semua orang itu akan baik-baik saja.


Saat Hong joo kembali mendekat, Seo ri berusaha menggunakan kekuatannya tapi sia-sia, karena ditempat itu Hong joo sudah memberinya segel mantra. Hong joo menarik pedang itu, lalu mengarahkan ke leher Yoon hee, yang masih belum mengerti kenapa Hong joo melakukan ini padanya, apa hubungan kutukannya dengan Hong joo?

Hong joo, menjawab kalau kenapa Yoon hee bisa lahir itu karena kesalahannya, maka ia sendiri yang akan mengambil nyawanya. Setelah itu, Hong joo menarik kembali pedangnya, lalu ia dan Si jubah merah pergi kekediaman Raja yang tertidur dibawah pengaruh sihir hitamnya.

Sebelum melakukan ritualnya, Hong joo bergumam ke Raja kalau bukan karenanya Raja sekarang tak mungkin naik tahta. Hong joo lalu mengambil kertas mantra dan akan diletakan diatas dada Raja, tapi tiba-tiba tangan Raja menahannya dan Raja tersadar sambil berkata untuk meninggalkannya sendiri, membuat Hong joo membelalakan matanya.


Dilain tempat, Hyun seo sedang meditasi melakukan ritualnya sendiri. Hong joo perlahan sadar, kalau Raja didalam pengaruh Hyun seo, Raja langsung berdiri mengambil pedang lalu menghunuskannya keleher Hong joo dan mengusirnya dari istana.

Hong joo bertanya apa yang akan dilakukan Hyun seo, apa dia akan tinggal ditubuh Raja sampai jam 9 malam (batas waktunya antara jam 7 sampai 9). Hong joo juga mengungkit-ungkit, sihir hitamnya yang telah membantu Hyun seo tetap hidup sampai saat ini, jika gegabah maka tubuh Hyun seo bisa membusuk.

Hyun seo tak perduli tentang itu, membuat Hong joo sepertinya tahu kelemahan Hyun seo ia mendesak Hyun seo lewat tubuh Raja membunuhnya tapi Hyun seo mundur tak sanggup, sampai luka ditubunya kambuh lagi dan memperlemah pengaruhnya terhadap tubuh Raja yang perlahan jatuh, kesempatan itu Hong joo gunakan untuk mengambil serbuk hitam dan memasukannya kedalam api menjadikan asap hitam yang langsung merasuk ketubuh Raja.


Membuat Hyun seo langsung muntah darah, dan urat-urat dilehernya menghitam, Yo kwang yang ada disana langsung membantu tuannya yang semakin melemah. Tubuh Raja perlahan melemah, Hong joo lalu membuka tutup Guci PM dan membiarkan arwah PM itu keluar.

Sementara Poong yeon dan Joon berkerjasama menolong Yoon he yang disekap di Sungsunchung, sementara Poong yeon mengalihkan perhatian para dukun ninja. Joon menyelinap masuk kedalam, karena Joon jimat hidup yang bisa menolong Yoon hee.


Pertama-tama, Poong yeon sendirian melawan para ninja duku, saat terjadi pertarungan, Joon perlahan-perlahan lewat belakang mereka menyelinap masuk. Dan pelan-pelan mengalahkan satu-persatu ninja dukun yang ada didalam Sungsunchung.

Hong joo jalan kembali ke Sungsunchung bersama Raja yang sudah dibawa kendalinya dan juga Si jubah merah. Ditengah perjalan, dari jauh Kasim Park melihat ketiganya, ia langsung lari melapor ke Ibu suri yang langsung cemas, ia berharap Hyun seo berhasil dengan rencananya.

Saat tiba, ia melihat pertarungan Poong yeon melawan para ninja dukunnya, membuat Hong joo melotot tajam ke arah Si jubah merah, saat itu Poong yeon kaget melihat Raja, ia segera mendekat berusaha menolongnya, tapi dihalangi Si jubah merah, dan akhirnya Poong yeon bertarung tak hanya melawan para dukuk ninja tapi juga Si jubah merah.

Saat hampir dekat dengan Seo ri, Joon sadar ada seseorang masuk, ia memutuskan untuk bersembunyi terlebih dahulu. Hong joo dan juga Raja perlahan masuk kedalam, sampai didalam Hong joo meletakan Guci terlebih dahulu lalu mengambil pedang dan memberikannya ke Raja yang sudah dirasuki PM.

Seo ri hanya bisa melihat dikejauhan dengan airmata dan ketakutan disudut-sudut matanya, Joon masih menunggu waktu yang tepat. Sementara diluar, Poong yeon mulai kelelahan satu melawan beberapa orang sekaligus. Akhirnya membuatnya perlahan tak fokus, sehingga ia berhasil dilukai dan jatuh, saat seperti itu seorang ninja akan menebasnya tapi ditahan Si jubah merah, dan meminta ninja lainnya untuk pergi dan dia sendiri yang akan melawan.

Poong yeon gunakan kelengahan itu untuk mengumpulkan tenaga, saat Si jubah merah akan mengayunkan pedangnya, ia siap menghadang dan memukul balik dan melukai lengannya sehingga topeng Si jubah merah terjatuh, sayang saat jatuh ia membelakangi Poong yeon, Si jubah merah langsung lari pergi sebelum Poong yeon melihat identitasnya.

Didalam, Raja/PM yang membawa pedang sampai didepan Seo ri yang masih berusaha meronta. Hong joo membujuk Raja/PM untuk membunuh Seo ri dengan menikam jantungnya, PM segera menganyunkan pedangnya tapi sampai diatas dada Seo ri pedangnya tertahan, terlihat wajah PM yang tak tega membunuh adiknya sendiri.

Membuat Hong joo kesal, ia terus menghasut PM dengan mengatakan kalau yang seharusnya mati itu Seo ri bukan PM, dan karena Seo ri pula PM jadi menderita (*pinter memutar balikan fakta nih Hong joo -_-), membuat keraguan PM berubah ia menaikan pedangnya lagi dan siap menusuk jantung Seo ri, tepat saat itu Joon muncul menahan pedang PM dan menjatuhkannya, ia segera mengarahkan pedangnya ke leher Hong joo yang kaget melihat Joon muncul tiba-tiba.


Joon yang gemeteran, langsung berlari ke depat Seo ri dan menggenggam tangannya, perlahan tanda Ok Choo Kyung didadanya bercaha, membuat arwah PM kembali kedalam Guci, dan rambut Seo ri kembali hitam semakin membuat Hong Joo syok tak percaya melihat apa yang terjadi.

Membuat Hong joo mundur, dan tepat waktu para ninja dukun tadi masuk kedalam dan langsung melawan Joon yang akhirnya jatuh, lalu dikepung pedang para ninja dukun. Hong joo sadar kalau Joon jimat hidupnya Seo ri, ia lalu meminta anak buahnya membunuhnya, mendengar itu Seo ri lalu berteriak jangan dan tepat waktu Poong yeon masuk.

Dan tepat didepannya Hong joo ia langsung mengarahkan pedangnya ke leher Hong joo, ia menyuruh Joon segera melepaskan Yoon hee dan membawanya pergi. Joon menurut, ia langsung berlari ke arah Yoon hee yang perlahan tak sadarkan diri, Joon segera membawanya pergi dari tempat itu. Membuat hong joo tak bisa berkutik melihat Yoon hee dibawa pergi, Joon langsung menggendong Yoon hee dan segera lari menjauh, ditengah jalan ia berpapasan dengan Ibu suri tapi Joon tak melihatnya ia terus lari. (etdah ini istana sepi amat, kemana dayang ma para pengawalnya, Heol?)


Sementara didalam Sungsuchun, Poong yeon dengan wajah berlumuran darah, ia masih mengarahkan pedangnya keleher Hong joo dan berusaha melawan para ninja dukun yang mengerumuninya. Hong joo menahan anak buahnya, ia menggunakan kata-kata manis untuk melawan Poong yeon.

Hong joo heran Poong yeon baik-baik saja padahal kutukan Yoon hee aktif, Hong joo menenbak kalau Poong yeon sudah berubah pikiran melihat apa yang terjadi, ia juga yakin kalau Poong yeon tahu kalau Yoon hee putri yang dikutuk itu, dan juga kutukan itu adalah siapa yang dicintai dan mencintainya akan mati.

Membuat Poong yeon terhenyak mendengarnya, Hong joo senyum merasa kata-katanya menang, ia membujuk Poong yeon untuk membunuh Yoon hee demi negeri dan juga yang mulia Raja. Poong yeon menoleh ke Raja yang masih tersungkur ketanah, membuat Poong yeon dilema saat akan menganyunkan pedangnya, Hong joo memperingatkanya kalau satu-satunya yang bisa menolong Raja hanya dia, membuat Poong yeon menurunkan pedangnya.


Diluar gerbang istana, Joon menurunkan Yoon hee yang sudah sadar (beneran deh ini istana sepi amat, masak gak ada yang jaga pintu gerbang *LoL), Joon menanyai apa Yoon hee baik-baik saja? Yoon hee yang masih syok langsung memeluk Joon dan menangis, ia ketakutan dan bertanya kenapa Joon meninggalkanya, membuat Joon sedih, ia membalas pelukan Yoon hee mencoba menenangkan sambil minta maaf, dan ia juga berjanji mulai saat ini ia tidak akan meninggalkan Yoon hee apapun yang terjadi, dan dibelakang telinga Joon muncul tanda kutukan tapi berwarna biru. (Joon mulai punya perasaan suka ke Yoon hee, sepertinya)


Dikuil Taoist, Hyun seo dibantu Yo kwang duduk dikursi dan cemas dengan keadannya, Hyun seo menenangkan Yo kwang dan berkata kalau ia akan segera sembuh. Hyun seo mencemaskan Poong yeon yang tidak terpengaruh dengan kutukan Seo ri lagi, saat berfikir ia merasa tubunya sakit lagi, Yo kwang melihat urat dileher Hyun seo menghitam. Hyun seo lalu bercerita, kalau ia bisa bertahan sampai sekarang karena tubuhnya dimasuki sihir hitam.

Dan sepertinya tinggal menunggu waktu sampai seluruh tubuhnya diambil alih sihir hitam, membuat Yo kwang terhenyak. Hyun seo meminta bantuan ke Yo kwang, sebelum waktunya habis, ada banyak hal yang harus ia katakan ke Yoon hee.


Tiba-tiba datang Ibu suri, Hyun seo akan berdiri, tapi Ibu suri mengerti keadaanya dan memintanya duduk saja, ia datang untuk berterimakasih karena sementara ini, mereka bisa menghentikan rencana Hong joo. Walau ragu tapi perasaan seorang Ibu, membuat Ibu suri bertanya tentang Yoon hee yang ia lihat tadi.

Seol gae alias Si jubah merah masuk kedalam Sungsunchung dengan langkah tertatih-tatih memegangi tangannya yang terluka. Didalam teman-teman dukun ninjanya bergeletakan tak bernyawa, ia terus jalan masuk sampai ketempat Hong joo berada.


Keesokan harinya, Hong joo sudah berada dikediaman Raja yang masih terlelap ditempat tidurnya, Hong joo memanggil Raja yang perlahan membuka matanya, perlahan ia duduk sembari menyikap lengan bajunya, tapi lukanya masih ada disana. Membuatnya menatap tajam Hong joo, dan bertanya kenapa ia belum sembuh juga, Hong joo minta maaf sembari berkata kalau Poong yeon yang menghalangi ritualnya, samar-samar Raja ingat kejadian semalam, ia ingat saat Poong yeon mengarahkan pedangnya ke Hong joo.

Keraguan Raja, dimanfaatkan Hong joo dengan bertanya seberapa besar Raja mempercayainya? Membuat Raja tambah kesal apa Hong joo bermaksud mengadu dombanya, dengan licik Hong joo menjawab kalau dirinya hanya ingin tahu saja seberap besar kepercayaan Raja terhadap Poong yeon.
Menurut yang ia ketahui, Choi Hyun seo membesarkan putri yang bernama Yoon hee itu, seperti putrinya sendiri, sehingga mungkin Poong yeon juga tidak tahu dan tidak melaporkan hal itu pada Raja, dan sepertinya Raja terpengaruh ucapan Hong joo.


Sementara, Yoon hee ditemani Yo kwang dan Joon pergi ke suatu tempat yang ada pengawalnya dan sebuah tandu disana. Sampai didepan bangunan, Yo kwang meminta Yoon hee masuk kedalam karena ada seseorang yang ingin menemuinya, membuat Yoon hee ragu, ia menoleh ke arah Joon sesaat sebelum masuk kedalam rumah itu.

Yoon hee masuk kedalam dengan rasa penasaran, suara pintu membuat seorang yang ternyata Ibu suri sadar kalau Yoon hee sudah tiba, ia menata mimik wajah dan perasaanya terlebih dahulu sebelum berbalik menatap Yoon hee.


Ibu suri bertanya apa itu Yoon hee, yang diiyakan Yoon hee sambil bertanya siapa nyonya ini, membuat batin Ibu suri berperang ia hanya bisa berkata aku tertabata-bata, lalu ia mencoba menenangkan diri lalu meminta Yoon hee untuk mendengarkan ceritanya.

Sementara diluar, Joon bertanya sebenarnya ada apa, Yo kwang berkata kalau ia juga tidak tahu, ia bergumam apa harus seperti ini cara mengakhirinya, membuat Joon semakin tak mengerti, Yo kwang sendiri kebingungan *Lol, saat itu ia menoleh dan melihat tanda kutukan dibelakang telinga Joon, membuat Joon semakin penasaran, Yo kwang menghela nafas sambil memegangi kepalanya tambah pusing, Hyun seo datang dan bertanya apa Yoon hee sudah menemui yang mulia, yang diiyakan Yo kwang.


Joon memberi salam sambil memperkenalkan diri ke Hyun seo, ia lalu bertanya tentang apa yang didengarnya semalam, saat Raja mencoba membunuh Yoon hee, tapi Hong joo memanggil Raja dengan PM, Joon bingung apa hubungan kutukan Yoon hee dengan Raja?

Didalam, Ibu suri bercerita kalau dulu dirinya dibantu Hong joo untuk mendapatkan anak kembar, tapi anak-anaknya terkena kutukan. Dan ia hanya bisa menyelamatkan seorang, karena demi kelangsungan keluarga Raja, ia memilih menyelamatkan PM dan membuang Yoon hee anaknya sendiri, tapi pada kenyataanya sekarang Yoon hee masih hidup.

Membuat Yoon hee berfikir tapi hatinya berusah menyangkal, dan menjawab kalau Ibu suri pasti salah orang. Membuat Ibu suri tersentak ia mencoba jalan mendekat tapi Yoon hee mundur, Ibu suri berkata lagi kalau mungkin ia tak pantas dimaafkan, tak apa Yoon hee tak mengakuinya sebagai Ibu, tapi ia memohon ke Yoon hee untuk menghancurkan kutukannya.

Ibu suri tak mampu mengontrol emosinya lagi, ia akhirnya menangis sambil menyesal karena kesalahannya menggunakan sihir hitam, menyebabkan anak-anaknya yang harus menanggung penderitaan. Yoon hee masih berfikir tapi ia terlalu syok mendengarnya secara tiba-tiba, airmatanya perlahan ikut menetes tak percaya apa yang ia dengar.

Yoon hee berusaha keras menyangkal, tapi semalam ia mendengar kalau kesalahan Hong joo membuatnya terlahir. Ibu suri takut, ia lalu memeringatkan Yoon hee, kalau Hong joo akan mencoba membunuh Yoon hee lagi, Ibu suri lalu menggenggam tangan Yoon hee dan memohon sepenuh hati agar Yoon hee mampu mematahkan kutukan demi menyelamatkan keluarga kerajaan, ia sendiri yang akan membantu sekuat tenaganya.

Yoon hee geleng kepala, dan menarik tangannya berbalik pergi, Ibu suri memanggilnya anakku membuat emosi Yoon hee tak stabil, ia berbalik menatap Ibu suri dengan penuh emosi sambil meminta Ibu suri tidak memanggilnya seperti itu, Yoon hee lalu jalan keluar, meninggalkan Ibu suri yang hanya bisa menangis.


Diluar, Yoon hee jalan penuh emosi, membuat semua orang diluar menoleh kearahnya, saat menatap kedepan Yoon hee terhenyak melihat Hyun seo, tanpa berkata lagi Yoon hee langsung lari memeluk Hyun seo, Ia menangis sambil berkata kalau ia sangat merindukan ayahnya itu, membuat Hyun seo terhenyak, ia akan menaikan tangan akan memeluk Yoon hee, tapi ia mengurungkan niatnya. (Musiknya enggak usah sedih gituh napa TT)

Yoon hee melepaskan pelukannya, lalu bertanya kenapa orang didalam mengaku sebagai Ibunya, lalu kenapa ia dipanggil putri, dan kenapa dia juga mengaku semua ini kesalahannya, Yoon hee penuh harap bertanya sebenarnya dirinya itu siapa?, Hyun seo mundur beberapa langkah lalu menunduk memberi hormat dan memanggil Yoon hee putri,membuat Yoon hee terpaku.

Hyun seo lalu menceritakan semuanya, kalau ia mengurung Yoon hee dihutam hitam karena demi melindunginya dari kutukan. Yoon hee sudah tak bisa mengendalikan airmatanya yang terus menetes, ia menggeleng kepala mencoba keras tidak memeprcayainya. Hyun seo berkata lagi, walau berat Yoon hee haru bisa menerima kenyataan ini, membuat Yoon hee tak tahu lagi, ia langsung lari pergi, dan Joon segera mengejarnya.


Sementara, Poong yeon sedang menghadap Raja, Poong yeon melaporkan kalau Hong joo dibalik semua pembunuhan yang dilakukan Si jubah merah dan ia meminta Raja segera mengadili. Tapi Raja diam saja, dan menjawab kalau Hong joo memintanya untuk tidak mempercayai Poong yeon.

Membuat Poong yeon terhenyak, tapi Raja tersenyum dan berkata kalau ia percaya ke Poonh yeon dan tak akan terpengaruh Hong joo lagi. Karena itu, Raja meminta Poong yeon untuk membawa Yoon hee kehadapannya, membuat Poong yeon dilema jadinya.


Sementara Yoon hee dan Joon duduk ditepi sungai untuk menunggu Poong yeon, Joon bertanya jika Poong yeon membenarkan perkataan wanita itu dan ayahnya, apa Yoon hee akan percaya, Yoon hee sedih sambil menggeleng kepala, ia lebih suka kalau kakaknya berbohong.

Yoon hee lalu bertanya lagi apa itu seorang ibu, ia tak bisa mempercayainya, tentu membuat Joon tersentak. Ia lalu mengambil tangan Yoon hee dan menggenggamnya sambil menghela nafas sedih, Yoon hee heran menatap Joon. Lalu Joon bercerita waktu ia kecil, saat teman-temannya mengejeknya, ibunya selalu menggenggam tangannya dan membuatnya merasa baik, tangan Ibu yang selalu hangat, begitulah arti Ibu menurut Joon.


Joon berfikir kalau mungkin semua Ibu didunia ini mirip seperti itu, jadi Yoon hee tak perlu terlalu sedih. Tapi Yoon hee masih tidak terima kenyataan, kalau dirinya dibuang hanya karena ia dikutuk, lalu untuk apa ia bisa menemuinya bahkan saat ini ia tidak tahu siapa dirinya sesungguhnya.

Joon menatap serius Yoon hee, sambil berkata kalau Yoon hee yang ia temui pertama kali dihutan hitam, lalu saat ia bertemu kembali dan juga Yoon hee yang ada didepannya, entah rambutnya yang hitam atau putih, atau seorang putri atau bukan, bagi Joon ia tetap Yoon hee yang ia kenal, membuat perlahan airmata Yoon hee menetes mendengarnya.

Poong yeo keluar gerbang kerajaan dan Seol gae sudah menunggu dengan wajah cemas, Poong yeon bertanya kemana Seol gae pergi kemarin? Seol gae ragu menjawab kalau dia pergi mencari Poong yeon yang tiba-tiba menghilang. Poong yeon tak mempermasalahkan lagi, ia lalu mengajak Seol gae pergi menemui Yoon hee, membuat Seol gae takut.


Ia teringat semalam, saat diobati Hong joo, ia dinasehati Hong joo agar tidak menggunakan perasaanya, Seol gae menyangkal, tapi Hong joo terlanjur tak percaya, karena Seol gae tak bisa membunuh Poong yeon semalam dan membuat rencananya gagal. Hong joo yang ternyata meminta Seol gae mendekati Poong yeon untuk mencari tahu dimana Yoon hee berada, tapi sepertinya Seol gae berubah pikiran, Seol gae lalu mengelak dan meminta kepercayaan lagi ke Hong joo, kali ini ia akan berhasil menemukan dimana sang putri.

Tersadar dari lamunanya, Seol gae segera lari dan menahan Poong yeon agar tidak pergi menemuia Yoon hee. Tentu membuat Poong yeon aneh, Seol gae beralasan kalau sepertinya Poong yeon kurang sehat, membuat Poong yeon tersenyum dan mengatakan kalau dirinya baik-baik saja dan tetap pergi.
Dikuil Taoist, Yo kwang membantu Hyun seo jalan dan duduk dikursi, setelah duduk Hyun seo bertanya tentang kedekatan Joon dan Yoon hee, Yo kwang menghela nafas sambil bercerita kalau tanda kutukan juga muncul dibelakang telinga Joon, membuat Hyun seo tersentak mendengarnya. Ia lalu berfikir karena Joon jimat manusia, jadi ia bisa melindunginya sendiri juga.


Sementara setelah ganti pakaian, Poong yeon pergi ke tepi sungai, dari kejauhan ia melihat Yoon hee duduk berdua dengan Joon pake pegangan tangan (*panas-panas euy). Yoon hee yang masih sedih tersadar kedatangan kakaknya, lalu keduanya memilih berbicara berdua, jauh dari Joon yang curiga ia terus jalan mengelilingi Seol gae sambil menatapnya aneh.

Joon lalu bertanya tentang Si jubah merah ke Seol gae yang langsung membuatnya tak bisa menjawab. Joon langsung merubah wajah seriusnya menjadi humor, ia bertanya begitu karena ia juga mengejarnya jadi ia ingin tahu saja. Seol gae memalingkan wajahnya, saat itu joon melihat darah mengalir dari tangan Seol gae, membuatnya langsung panik dan menyentuh tangan Seol gae yang langsung ditarik kesal dan meminta Joon diam saja.

Sementara Poong yeon bertanya keadaan Yoon hee yang kelihatanya baik-baik saja. Yoon hee lalu bertanya apa kakaknya tahu siapa dirinya sesungguhnya selama ini, Poong yeon menjawab kalau ia juga baru tahu. Yoon hee bertanya lagi apa yang harus ia lakukan? Poong yeon menjawab kalau tak ada yang berubah diantara mereka.

Ia akan tetap tinggal bersama Yoon hee, tapi Yoon hee mengingatkan tentang kutukannya, Poong yeon menggenggam tangan Yoon hee, ia tak perduli dengan kutukannya dan meminta Yoon hee pergi dengannya, ia akan mencari tempat yang sama seperti dihutan hitam dan tinggal disana sementara ia akan melindunginya.


Yoon hee lalu mengajak Poong yeon ketempatnya tinggal, mereka berempat lalu pergi ke Kuil Chungbin, dijalan Joon agak ragu ia sesekali menoleh ke arah Seol gae. Sampai didalam Kuil Chungbin, Yoon hee terus jalan mengajak Poong yeon yang bingung melihat isi Kuil Chungbin, sementara Joon masih curiga dengan Seol gae.

Sampai dialtar lilin, Yoon hee menceritakan semuanya, kalau selama ini ia tinggal disini untuk menyalakan lilin yang bisa menghancurkan kutukannya, agar ia bisa hidup bersama Poong yeon dan ayahnya. Poong yeon menjawab kalau ia akan membantu Yoon hee menghancurkan kutukannya, sehingga Yoon hee tak lagi berubah wujud mengerikan.

Mendengar itu membuat Yoon hee terluka, ia berkata dirinya yang saat ini dan yang berwujud mengerikan itu tetap dirinya. Poong yeon menyembunyikan perasaanya, sambil berbalik pamit pergi, Yoon hee menahan kakaknya tapi Poong yeon minta maaf kalau ia tak bisa menerima kalau Yoon hee yang berubah itu adalah Yoon hee, membuat Yoon hee semakin terluka.


Sampai didesa, Poong yeon minum-minum, dengan Seol gae yang sedih mencoba menahan mangkuk araknya, ia tak pernah melihat tuanya minum selama ini. Poong yeon sedih  cerita kalau dia menyakiti Yoon hee lagi, ia bilang akan melindunginya tapi yang dilakukannya hanya diam. Ia juga bercerita kalau Raja memintanya membawa Yoon hee kehadapannya, ia sedih mengapa takdir kejam padanya, mana mungkin ia bisa membunuh Yoon hee dengan kedua tangannya sendiri? Dan membuatnya jadi dilema antara Yoon hee atau Raja.

Malam hari si jubah merah, walau ragu tapi ia teringat kegalauan Poong yeon membuatnya yakin masuk kedalam Sungsuncgung untuk melapor apa yang ia lihat tadi. Sebentar kita jangan lupakan Heo Ok sama emaknya *hahaha. Si Ok ternyata mengurung dirinya dikamar selama ini, Ibunya sabar membawakan makanan dan memarahi putranya agar bersemangat ia juga menyuapi anaknya dengan daging sapi mahal.


Ok masih merajuk dan menyalahkan ibunya yang tidak cantik dan membuat dirinya terlahir jelek dan otaknya dangkal *LoL, bahkan daging yang disuapkan kemulutnya ia semburkan, membuat ibunya tambah geram. Dan meminta anaknya segera naik pangkat agar Joon tak berani semena-menanya padanya, sementara Ibunya akan mengurus semua jalan anaknya itu, jadi Ok tak perlu cemas lagi *hadeh.

Saat Hyun seo sedang berada dikuil Taoist, Poong yeon datang dalam keadaan setengah mabuk membuat ayahnya heran. Poong yeon bertanya kenapa ayahnya tak menceritakan semuanya sejak awal, jadi ia tak membawa Yoon hee pergi dari hutan hitam waktu itu.


Poong yeon menyesal dan bertanya apa yang harus ia lakukan? Hyun seo berkata semuanya akan baik-baik saja, asal perasaan Poong yeon tak berubah. Poong yeon menangis, ia mengaku masih mencintai Yoon hee, hanya saja ia tak siap menerima perubahan wujud Yoon hee. Hyun seo jalan mendekati, dan berkata kalau Yoon hee belum berubah, dan Poong yeon hanya perlu melindunginya sebagai kakak.

Membuat Poong yeon marah, ia tak mau jadi kakaknya Yoon hee, Ayahnya ikut emosi, bagaimana bisa Poong yeon menerima kenyataan sebelumnya jika sekarangpun Poong yeon sulit menerimanya? Jadi Hyun seo memohon Poong yeon untuk melindungi negeri ini, dengan cara melindungi Yoon hee, entah sebagai seorang pria atau kakaknya.

Tentu ditolak Poong yeon, ia tak mau perduli Yoon hee sebagai Putri atau monster yang ia perdulikan hanya Yoon hee yang ia kenal selama ini, dan ia akan berusaha mendapatkan kembali Yoon hee yang ia cintai.

Dikuil Chungbin, Seo ri dan Joon sudah berbaring siap tidur, tapi keduanya kembali terjaga mendengar sesuatu. Seo ri bergegas bangun dan keluar, dibawah ternyata para ninja dukun sudah menyekap Yo kwang yang meminta Yoon hee pergi, Joon langsung lari kearah Yoon he dan berdiri didepan untuk melindunginya.

Para ninja dukun mengelilingi mereka, lalu muncul Hong joo jalan mendekat ia melihat Buku salinan grimoire dan membacanya, ia tersenyum mengejek sambil berkata kalau Yoon hee selama ini mencoba menghancurkan kutukannya, tanpa tahu kalau semua orang mati demi ia bisa menyalakan lilin itu.


Hong joo lalu memberikan buku itu ke salah satu ninja dukun dan meminta sebuah pedang kecil dan berjalan kearah Yoon hee. Sambil mengingatkan kembali kutukan Yoon hee, yang membuat semua orang yang ia cintai dan mencintainya akan mati. Ia lalu menancapkan pedang yang ia bawa ke dada Joon yang langsung tersentak, tanda Ok Choo Kyung menyala, membuat tangan Hong joo berubah menjadi merah dan ia teriak kesakitan.

Membuat Hong joo melepas pedang yang perlahan jatuh ketanah, begitu juga Joon saat tanda didadanya hilang dan perlahan merubah tanda kutukannya menjadi merah, perlahan tubuh Joon ambruk tak sadarkan diri membuat Seo ri syok melihatnya.


Yo kwang ikut histeris melihat Joon, airmata Seo ri jatuh perlahan, dan perlahan ia berubah menjadi mode kutukan, Seo ri menjerit meluapkan amarahnya, membuat para ninja dukun menjatuhkan pedangnya dan merasa leher mereka tercekik.


Seo ri langsung menggunakan kekuatannya, membuat tubuh Hong joo yang syok terangkat keudara, Seo ri yang dikuasi amarah berteriak akan membunuh Hong joo. Ia menaikan tangannya lalu menarik tubuh Hong joo kearahnya dan langsung mencekik leher Hong joo. Tatapan Seo ri itu mengingatkanya tentang Hae ran, yang mencoba membunuhnya juga waktu itu.


Komen :
Menurutku ini episode paling sedih karena itu diawal aku tulis butuh 4 lembar tissue :P *LoL, di episode ini akhirnya Yoon hee/Seo ri tahu siapa dirinya sebenarnya, sedih rasanya harus menerima beberapa hal kenyataan langsung, siapa dirinya sebenarnya dan kenapa dirinya bisa terkena kutukan dan harus hidup menderita itu karena ternyata perbuatan ibunya.

Yang sebenarnya menurutku Ratu Shim bukan ibunya PM atau Yoon hee, toh dia cuma melahirkan mereka, Ibu sesungguhnya ya Hae Ran yang tak tahu apa-apa. Salut juga terhadap Ratu Shim, walau ia sebenarnya cuma melahirkan mereka, tapi dia tulus menyayangi anak-anak yang ia lahirkan, walaupun ia lebih berat ke PM karena masalah kerajaan, tapi toh hati seorang Ibu tetap sayang kepada siapapun dan apapun yang terjadi pada anak-anaknya. 

1 comment:

  1. Akhirnya datang juga eps 11. Gemes pisan. TERIMA KASIH (BOLD) selalu yang pertama ngpost eps nya......😆😆😆

    ReplyDelete