Monday, May 30, 2016

[Sinopsis] Mirror of The Witch Episode 5

Dibuka dengan adegan terakhir di Episode 4, saat Yoon hee terjatuh kedalam kolam air di bawah jurang.

Mirror of The Witch Episode 5


Para ninja dukun, melapor ke Hong joo yang sedang berada di tempat ritualnya, kalau mereka sudah mencari Yoon hee didalam kolam air, tetapi tidak menemukannya. Sepeninggal ninja dukun, Hong joo mulai melakukan ritual, sembari bertanya apa yang harus ia lakukan, tiba-tiba nyala lilin tidak stabil, dan ia langsung melihat pergelangan tangannya yang perlahan berubah menghitam, ia teringat dengan perkataan Hae Ran, kalau sihir hitamnya akan membunuhnya.

Rambut PM perlahan berubah kembali ke hitam dan mulai tersadar, membuat Ratu Shim yang selalu disampingnya langsung menanyainya, dengan suara lemah PM menjawab kalau dirinya lapar. Ratu Shim langsung memerintahkan para dayangnya menyiapkan makanan.


Begitu juga terjadi pada Poong yeon, yang perlahan tanda kutukan dibelakang telinganya menghilang, dan ia mulai tersadar. Membuat ibunya yang tidur kelelahan terbangun dan merasa lega melihat Poong yeon akhirnya sadar dan baik-baik saja.


Sementara di halaman rumah Yoon hee, mayat-mayat dari Biarawan taoist maupun dukun ninja masih tergeletak disana. Sampai seorang memakai baju hitam datang ke tubuh Yo kwang, lalu menempelkan sebuah mantra ke dadanya dan langsung membawa tubuh Yo kwang kesuatu tempat.


Ditempat lain, Dong rae diikat dan disiksa teman-teman Ok agar dia mau memberitahu kemana Joon dan ibunya pergi. Sampai datang Ok, Dong rae tetap tak mau mengatakan dimana Joon dan ibunya pergi, membuat Ok jengkel, dan segera mengambil sabit dan meminta teman-temannya memegangi telinga Dong rae, membuat Dong rae ketakutan dan akhirnya membuka mulut.


Sementara dihutan, perlahan Joon tersadar, sembari meringis menahan sakit, ia melihat pecahan kaca menyala dan membuatnya berani menarik anak panah yang tertancap. Saat anak panah itu terlepas, kaca itu jatuh dan pecah lalu berubah menjadi asap dan menghilang. Joon merasakan sesuatu, ia bergegas membuka lukanya yang dengan ajaib sembuh sendiri. Saat masih kebingungan, ia melihat karcis yang tergeletak ditanah, ia langsung teringat ibunya.

Ditempat penampungan, para algojo memerintahkan mereka segera masuk kekapal, Ibu Joon berdiri kebingungan karena Joon belum datang, akhirnya ia kembali ketempat duduknya, tiba-tiba seorang memanggilnya, dan saat menoleh ternyata Ok, membuat Ibu Joon ketakutan.

Ibu Joon berlutut memohon ampunan, Ok menarik rambut dan baju Ibu Joon dan menyiksanya, sampai ia tidak sadar menyenggol lilin yang langsung membakar jerami perlahan. Ia masih terus menyiksa Ibu Joon sampai api membesar dan menutup pintu keluar, membuat keduanya panik. Ok langsung kebingungan mencari jalan keluar, akhirnya ia membongkar ventilasi dengan kursi, dan menarik Ibu Joon untuk panjatan ia naik ke ventilasi, sebelum keluar Ibu Joon mencoba menahannya tapi Ok mendorong Ibu Joon dan ia segera kabur.


Joon berlari sekuat tenaga, dan langsung panic melihat rumah itu terbakar, ia semakin panic melihat ibunya tertimpa kayu yang terbakar, tanpa berfikir ia langsung masuk dan membopong ibunya keluar. Diluar, Joon meraung-raung mencoba membangunkan ibunya yang sudah tak berdaya, perlahan ibunya sadar, dan dengan suara lirih ia meminta maaf, karena membuat Joon menderita karena terlahir dari Ibu seperti dirinya, setelah itu ia perlahan menghembuskan nafas terakhir, membuat Joon menangis menyesal dan meminta maaf ke ibunya.


Sementara itu, Ok lari ketakutan kerumah memanggil-manggil ibunya, dengan ketakutan Ok menceritakan semuanya. Ibunya dengan tenang, mengatakan kalau itu bukan kesalahan Ok, karena mereka sendiri yang berniat melarikan diri.

Dikediaman PM, nampak kelaparan dengan melahap semua makanan yang disiapkan untuknya, Ibu Suri merasa senang, dan berjanji akan menghadiahi dukun Hong joo yang sudah bekerja keras menyelamatkan PM. Hong joo hanya diam sembari mengangguk, dan menatap PM yang sedang makan lahap, lalu pamit pergi, dikoridor, Ratu Shim mengejarnya dan bertanya apa Hong joo baik-baik saja.

Hong joo, meyakinkan Ratu kalau putri (Yoon hee) sudah mati, karena dirinya masih baik-baik saja. Tapi Ratu sepertinya tidak percaya dan bertanya apa karena ulah sihir hitam Hong Joo membuat PM sakit dan punya rencana sendiri, hal itu disadari Hong joo yang merasa dikhianati Ratu, sebelum Ratu bertindak, ia punya rencana sendiri.

Malam hari, seorang ninja menyusup ketempat ritual Hong joo, tapi ruangan itu kosong. Ia segera melapor ke Ratu Shim, kalau duku Hong joo berserta anak buahnya sudah menghilang semua, membuat Ratun Shim heran, dan tiba-tiba seorang dayang datang dan melapor tentang PM, membuat Ratu langsung bergegas pergi.


Dan ternyata sampai dikediaman PM  para dayang dan tabib menangis meratapi memanggil-manggil PM yang sudah tergeletak  tak bernyawa, membuat Ratu Shim syok dan perlahan duduk memeluk putranya itu menahan semua kemarahan. Ibu suri datang dan kaget, ia histeris meminta orang segera memanggil Hong joo, tapi mereka menjawab kalau Hong joo sudah pergi, membuat Ibu suri langsung pingsan.

Diatap, seorang kasim memohon ke langit untuk mengembalikan jiwa PM, semua orang berdatangan dan segera bersujud dihadapan kediaman PM. Sementara dari jauh, Hong joo mengawasi mereka, dengan sebuah guci ditangannya.

Ternyata, sebelum ia pergi, ia datang kekediaman PM saat ia tertidur, ia lalu melakukan sesuatu dengan mengambil nyawa yang seperti asap hitam dari tubuh PM dan memasukannya ke dalam guci yang ia bawa.


Kembali ke Hong joo yang berdiri jauh diatas bukit menatap kekerajaan, ia sengaja melakukan ini karena ia merasa dikhianati Ratu Shim, dan ia sepertinya memiliki suatu rencana sampai ia kembali bertemu Ratu lagi nanti.

Joon memakai pakaian bergabung dan melakukan upacara pemakaman untuk ibunya seorang diri.  Dirumah, ternyata mereka sedang mengadakan sebuah perayaan, dengan mengundang orang-orang, Ibu Ok beramah-tamah dengan tamu yang datang. Joon dengan lesu berjalan masuk kerumah, diujung rumah terdengar suara ceria Ok dan juga teman-temannya tak ketinggalan juga para gisaeng sedang asyik minum-minuman.


Joon hanya bisa geleng kepala dan akan pergi, tapi Ok dengan jalan sempoyongan memanggilnya sembari menuangkan segelas arak untuknya. Ok kesal melihat Joon masih meratapi kepergian ibunya, di hari ulang tahunya.

Ok terus-terusan menghina Ibu Joon, membuat Joon naik darah, Ok menantangnya apa Joon akan memukul ia lagi? Joon hanya berdiam diri, membuat Ok berbalik jalan pergi, tapi Joon tiba-tiba memanggil dan menahan lengannya, membuat semua orang melihat keduanya. Ternyata Joon hanya mengambil mangkuk arak dari tangan Ok dan meminumnya, dengan kelu Joon mengucapkan selamat ulang tahun untuk Ok, yang diangguki Ok dengan heran.

Sebelum pergi, Joon menunjukkan cincin kuning milik Ok, masih dengan sempoyongan Ok mengiyakan cincin itu miliknya. Membuat Joon yakin kalau yang membakar rumah dan menyebabkan kematian Ibunya adalah Ok, karena Joon menemukan cincin itu disamping tubuh Ibunya semalam.

~ 5 Tahun Kemudian ~


Diatas gunung konon ada seorang wanita yang bersembunyi, kulitnya putih salju dan bibirnya merah darah, dan matanya penuh kesedihan. Dia bisa memindahkan benda tanpa menyentuhnya, dan bisa menyabut semua nyawa, karena itu semua orang memanggilnya penyihir. Dan saat bulan penuh, penyihir itu berubah menjadi monster.

Dan yang dimaksud itu adalah Yoon hee, yang sudah sampai di kuil chungbin, ia menjadi gadis dingin yang saat ia berubah menjadi sirambut putih, apapun yang disentuh dan dilewatinya berubah menjadi es (mirip Elsa Frozen), dan sepertinya ia sudah bisa menguasai kekuatan yang ada dalam tubuhnya.


Dan ternyata yang bercerita tadi orang-orang yang sedang bermain judi dirumah gisaeng, Orang tadi meneruskan cerita kalau penyihir itu memakan jantung orang, membuat semuanya ketakutan, dan penyihir itu memiliki wajah yang cantik.

Tiba-tiba seseorang menyelanya, ia heran kenapa cerita tentang hantu yang memakan jantung masih beredar padahal waktu sudah berlalu. Ternyata yang menyela itu si Joon yang sedang asyik-asyik bermain dengan para gisaeng, ia lalu bertanya tentang “Si jubah merah” yang akhir-akhir ini dibicarakan orang.

Orang itu ingat, ia lalu bercerita kalau akhir-akhir ini ada seseorang yang membunuh dan mengambil jantungnya dengan menggunakan jubah merah, karena itu dijuluki si jubah merah. Dan yang sudah melihat Si jubah merah ini gesit membuat tak seorangpun bisa melihat wajahnya apalagi menangkapnya.

Ternyata orang-orang disana pun memperhatikan cerita orang tadi sambil minum-minuman, seorang bertanya kalau orang itu memakai jubah berarti orang itu pria bukan wanita, membuat orang yang cerita tadi kebingungan.

Joon memotong pertengkaran mereka, dan meminta mereka segera bermain, dan akhirnya mereka mulai berjudi kartu. setelah kartu dibagikan, seorang gadis yang sedari tadi mondar-mandir dibelakang Joon melirik kartu milik Joon dan segera memberi tanda dengan menunjuk-nunjuk hidungnya. 


Membuat tuannya (orang yang bercerita tadi) ikut memberi kode keteman-temannya supaya bisa menjebak Joon. Lalu mereka mulai meletakan uang taruhan, dimulai Joon yang menaruhkan semua uangnya, membuat semua orang kesenangan merasa yakin menang, mereka ikut-ikutan menaruhkan semua uangnya, dan mulai membuka kartu masing-masing, merasa menang seorang segera mengambil uang taruhan tadi, tapi Joon menahannya dan membuka kartunya, membuat semuanya terkejut, terutama si gadis yang merasa yakin melihat kartu Joon tadi.

Joon dengan tersenyum, bertanya apa ia memenangkan suatu yang seharusnya tidak ia menangkan? Membuat semuanya terdiam. Joon lalu berdiri sembari mengeluarkan kertas buronan, yang ternyata mereka adalah buronan judi ilegal. Membuat mereka was-was dan bertanya siapa Joon sebenarnya?
Dan suasana menjadi kacau, perkelahian tak terelakan, mereka menyerang Joon yang ahli bela diri, walau dikeroyok bahkan dipukul gadis yang berdiri dibelakangnya, ia berhasil meringkus orang-orang tadi. Lalu datang pasukan keamanan dan segera menangkap mereka, Joon bergegas kabur dengan lompat kesebuah jendela, si gadis yang bersembunyi dikolong meja, ikut-ikutan Joon kabur lompat dari jendela, Kepala pasukan melihatnya tapi ia membiarkannya saja.


Dijalan, kepala pasukan bertemu dengan atasnnya, yang merasa kagum dengan kerjanya, yang sepertinya ia tak hanya sekali ini saja menangkap para buronan. Sementara Joon keluar dari rumah, sudah berganti baju, saat akan keluar ia dipanggil kepala pasukan tadi sambil melempar uang, ia berterima kasih karena Joon selalu membantunya.

Joon merasa ia harus berbalas budi karena selama ini sudah ditampung dan diberi makan kepala pasukan itu, (*itu Ok bukan sih? Yang jadi kepala pasukan keamanan Hahaa aku jadi bingung). Setelah itu, Joon sepertinya menikmati hidup dengan pergi bersenang-senang dengan para gisaeng, sambil menawarkan obat ramuannya.

Dan sepertinya para gisaeng itu termakan mulut manis rayuannya, ada seorang gisaeng yang asngat tertarik ingin membelinya. Tapi saat melihat Joon ia ingin Joon membuktikannya sebelum ia beli, jika ia cocok ia akan beli 10 botol langsung. Joon yang sedang enak-enakan dipangkuan gisaeng lain (*eh Joon inget Seo ri wkk ape hubungannya:P), bergegas berdiri dan mendekati gisaeng tadi dan langsung menubruknya membuat keduanya jatuh bersamaan, gisaeng lainya menatap keduanya penasaran.


Joon perlahan menarik tali baju gisaeng tadi, tapi ia hanya bercanda, membuat semua orang tertawa, Joon berdiri sembari berujar kalau semuanya membosankan.

Sementara ditengah hutan, seorang memakai jubah hitam dan pedang besar dipunggungnya, siapa lagi kalau bukan Yo kwang yang mengendap-endap jalan kegunung sembari membawa sebuah lilin. Merasa yakin tak ada yang mengikutinya, ia segera masuk kedalam kuil chungbin.

Didalam, Yoon hee sudah menunggunya dipinggiran kolam dengan tatapan dingin, dan tiba-tiba sebuah sabit melayang sendiri keleher Yo kwang yang seketika syok. Yoon hee bertanya darimana Yo kwang kenapa pulang telat? (*bwahaha kek istri yang ngomel suaminya pulang terlambat :D)

Yo kwang menunjukan kalau ia membawa satu buah lilin untuknya, Yoon hee tak percaya dan berjalan mengelilingi Yo kwang untuk memastikan. Setelah yakin Yoon hee mengambil lilin dari tangan Yo kwang dan melepas sabit itu dari leher Yo kwang.


Yo kwang lalu jalan, tapi dari dalam bajunya berjatuhan kartu-kartu judi, yang langsung ditutupi pakai kaki, tapi Yoon hee terlanjur tahu dan langsung menaikan sabit itu kembali ke leher Yo kwang *pfft.

Yo kwang bercerita kalau ia mendengar gosip aneh tentang Yoon hee, dan juga bermain satu kali permainan saja, orang-orang mengatakan kalau Yoon hee itu penyihir, membuat Yoon hee marah dan membuat Yo kwang ketakutan karena sabit semakin menekan lehernya, Yo kwang terus berkata kalau ia hanya ingin mendengar cerita dan mencari tahu apa yang bisa Yoon hee gunakan.

Sabit itu terlepas tepat diujung sepatunya, membuat Yo kwang lemas dan segera menarik kakinya. Sementara Yoon hee meletakan lilin yang dibawa Yo kwang tadi, lalu mengambil api dari lilin tadi dan memindahkannya ke lilin yang ada digua, dan ia segera menakupkan kedua tangannya untuk berdoa, Yo kwang pun ikut berdoa.


Yang ternyata, sudah lima tahun terakhir Yoon hee menyalakan 100 lilin dan sekarang tinggal 8 lilin lagi, Yoon hee memohon agar lilin yang ia nyalakan tidak mati, karena ia ingin menghilangkan kutukan dan ingin tidak ada lagi yang mati karena dirinya.

Ditempat lain, si jubah merah datang ke Hong joo sambil memberi sebuah kotak, yang ternyata isinya jantung. Hong joo langsung melakukan ritual dengan jantung tersebut yang ternyata dijadikannya makanan dengan merubah jantung itu menjadi asap hitam dan segera menyerapnya.


Dan seketika membuat api dililin yang dinyalakan Yoon hee padam, Hong joo bertanya ke ninja dukun apa mereka sudah menemukan putri yang dijawab dengan gelengan kepala. Sementara Yoon hee jalan kesal, ia sudah 6 bulan berturut-turut tak bisa menyalakan satupun lilin.

~flashback~
Saat ia terjatuh kedalam kolam, ternyata Yo kwang menyelamatkannya dan segera membawanya ke dalam gua kuil chungbin. Yo kwang mancabut anak panah yang menancap, dan memohon Yoon hee untuk menahannya, sembari menyobek kain untuk menahan darah yang keluar.


Yoon hee menahan sakit dan juga pedih hatinya, bertanya apa yang dikatakan Hong joo benar? Apa semua yang ia sayangi, dan yang menyayanginya akan mati? Yo kwang menjawab kalau ia bisa menghancurkan kutukan tersebut semuanya akan kembali normal.

Yo kwang mengambil buku groimoere (aku lupa tulisannya *mian) dan menyemangati Yoon hee, kalau Yoon hee mulai sekarang harus bersemangat menghilangkan kutukan dan mengganti namanya menjadi Seo ri. (oke dari sekarang kita panggil Yoon hee dengan Seo ri). Setelah berhasil menyalakan 108 lilin dan menghancurkan kutukan, Seo ri bisa memakai nama Yoon hee kembali.
~Endflash~

Kembali kegunung, Yo kwang memanggil Seo ri lirih, Seo ri menoleh dan meminta Yo kwang mengambilkan plakat harapan agar ia bisa menyalakan lilin kembali, walau ragu Yo kwang mengiyakan. Seo ri berharap, harapannya yang tulus akan bisa menyalakan lilin kembali.


Didesa, setelah puas bermain-main dengan para gisaeng, Joon jalan keluar dan melihat kerumunan orang-orang sedang melihat mayat yang tergantung dipohon yang ternyata dada mayat itu berlubang. Orang-orang ketakutan, dan meminta mereka untuk melarang anak-anak bermain saat malam hari.

Dan ditangan mayat itu masih terdapat botol obat (*mungkin botol obat ini yang jadi penyebab, diepisode selanjutnya, Joon dituduh sebagai si jubah merah). Diantara kerumunan orang-orang itu selain Joon, ada Yo kwang dan ada gadis di tempat perjudian juga yang ketakutan saat melihat Joon. Membuat Joon aneh lalu bergegas pergi, saat Joon pergi dari jauh datang Poong yeon yang sepertinya sudah menjadi prajurit kerajaan sekarang.


Setelah melihat mayat tadi, Yo kwang bergegas pergi kepohon harapan untuk mengambil beberapa plakat harapan yang tergantung disana. Setelah merasa cukup, ia bergegas pergi tapi ternyata ia diikuti si jubah merah. Dijalan Yo kwang sadar dirinya diikuti, ia segera lari dan bersembunyi, membuat si jubah merah kebingungan, saat itu tiba-tiba anak panah meluncur kearahnya, yang ternyata itu dari Poong yeon.

Merasa tertolong, Yo kwang langsung segera pergi dari tempat itu. Sementara si jubah merah berhasil dan Poong yeon kejar-kejaran, sampai keduanya akhirnya beradu pedang, dan pedang Poong yeon berhasil mengenai si jubah merah, yang merasa tersudut ia segera menyiram tanah ke wajah Poong yeon dan langsung kabur.


Diistana, Poong yeon sedang melapor ke Raja (ini PM yang mati itu ya? sepertinya bukan?) dan otomatis Raja murka, kenapa mereka tidak berhasil menangkap satu orang pembunuh. Dikediaman pribadi, Raja berbincang berdua saja dengan Poong yeon untuk memberika rincian tentang Si jubah merah.

Poong yeon, memberi laporan secara detail tentang si jubah merah, dan ia juga meminta maaf karena belum bisa menangkapnya. Raja memujinya, karena setidaknya Poong yeon berhasil melihat detail si jubah merah. Dan menyemangatinya kalau Poong yeon nanti akan berhasil membunuh si jubah merah.


Setelah itu, Poong yeon pamit, tapi saat berbalik, Raja bertanya apa Poong yeon belum menemukan ayahnya, Poong yeon meniyakan. Raja meminta Poong yeon membantunya mendirikan taoist kerjaan kembali, tapi ditolak karena Poong yeon merasa ayahnya masih hidup dan ia tidak bisa melakukannya, dan alasan itu bisa diterima Raja.

Sepeninggal Poong yeon, Raja menuangkan air dari teko, tapi tiba-tiba ia seperti mendapat serangan dan membuat teko terjatuh, Raja mengerang kesakitan menahan dadanya, dan saat itu dari lengan bajunya terlihat darah mengucur.

Sementara diluar istana, penjaga gerbang sedang meributkan tangan kanan Poong yeon itu wanita atau pria, membuat tangan kanan Poong yeon itu kesal, lalu menghajar keduanya, untung Poong yeon keluar dan segera menghentikannya.


Keduanya lalu jalan pergi, tangan kanannya itu memberi laporan tentang ayah Poong yeon dan juga tentang dukun, tapi laporan itu hasilnya nihil, dan membuatnya merasa menyesal, tapi Poong yeon tak mempermasalahkannya karena ia tahu tangan kanannya itu juga sudah berusaha mencari kabar berita tentang ayahnya.


Malam hari saat bulan penuh, dikediaman pribadi raja sedang diobati dokter, dari dalam tubuh Raja keluar duri-duri yang membuat tubuhnya mengeluarkan banyak darah. Raja mengerang menahan sakit, saat satu-persatu duri itu dicabut dari tubuhnya, sampai Raja tak tahan lagi dan murka, kenapa sampai sekarang dokter kerajaan tidak bisa mengobati, sehingga dirinya menderita sakit seperti ini.

Saat seperti itu, Ratu Shim datang, membuat Raja bergegas berpakaian menutupi sakitnya. Ratu Shim datang (sekarang jadi Ibu suri) bertanya tentang mayat-mayat dari sijubah merah. Raja enggan-enggan menjawab, membuat Ratu Shim sadar kalau kedatangannya mengganggu. Raja berterima kasih karena Ratu mencemaskannya, tapi Raja meminta Ratu untuk tidak menganggapnya sebagai pengganti PM yang mati (*aku bener-bener bingung, ok kita tunggu pencerahan di episode selanjutnya) dan meminta ratu tak perlu mengkhawatirkannya.


Ratu Shim pergi dengan kesal, diluar ia bertanya kepara kasim tentang kondisi Raja, dan mereka melapor tentang desas-desus yang beredar, kalau setiap pagi kasur dan selimut yang dipakai Raja dibuang, karena mereka selalu mendapati darah dan nanah. Mendengar hal itu membuat Ratu Shim berfikir, apa kutukannya masih belum berakhir? Lalu Ratu bertanya apa kasim itu sudah menemukan dukun (Hong Joo) tapi mereka belum bisa menemukan Hong joo.

Dipinggiran hutan, Joon jalan menuju ke makam ibunya, disana Joon ingat saat ibunya meninggal, dan saat ia memberikan cincin kembali ke Ok. Dan saat ia berniat membunuh Ok saat ia terlelap tidur, tapi ia tidak bisa membunuh Ok. Kembali ke makam, Joon berlutut dan meminta ibunya bersabar sedikit lagi, karena ia pasti akan membalaskan dendam ibunya.


Sementara di gua kuil chungbin, Seo ri yang sedang tertidur, bermimpi saat semua orang yang ia sayangi satu-persatu jatuh terbunuh karena ingin menyelamatkan dirinya. Membuat Seo ri segera terbangun dari tidurnya, ia bertekad akan menghancurkan kutukannya, agar ia bisa melindungi orang-orang yang ia sayangi.

Dan ditempat Hong joo, ternyata tubuh Choi Hyun Seo (ayah Poong yeon) berada disana, disekelilingi tubuh itu diberi kertas mantra diatas dadanya.


Komen :
Ini episode terakhir Choi Sung Won sebagai Dong Rae, sebelumnya sudah diberitakan kalau dia drop outs dari Mirror of the Witch dikarenakan dia mengidap penyakit leukima, mari kita doakan semoga lekas sembuh ya, tetap semangat! terimakasih untuk penampilanmu sebagai Dong rae yang menghibur :D

Si jubah merah ternyata anak buahnya Hong joo, yang sepertinya terkena akibat kutukan itu juga dan harus bertahan hidup dengan memakan jantung manusia.

Mungkin di episode ini banyak yang membuatku bertanya-tanya, dan aku belum nonton episode 6, tapi aku sudah cari informasi kalau Raja sekarang itu bukan PM, berarti jelas PM benar-benar mati, dan Raja itu anak adopsi Raja sebelumnya, tapi ternyata tetap terkena kutukan ya? berarti kita benar-benar tidak bisa merubah ketetapan Tuhan, walaupun bisa bersekutu dengan setan sekalipun, hasilnya tetap tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.  

No comments:

Post a Comment