Thursday, March 10, 2016

Jenis-jenis Ending di Drama Korea

Kembali ke pelajaran bahasa Indonesia tentang pementasan sebuah drama, atau pelajaran Seni Budaya waktu SMK, pasti semua tahu tentang macam-macam plot, alur, ending, latar belakang dll. Di drama enggak hanya di Korea, di drama negara lain juga punya Ending yang hampir sama, aku kenal sih 3 jenis Ending yang bisa jadi pilihan, dan mungkin jadi pilihan paling sulit disebuah drama/film.

Nah dari 3 macam jenis Ending, aku paling suka kalau sad ending (antimainstream) paling enggak suka gantung ending atau open ending, dan yang paling biasa ya Happy Ending.

Happy Ending
Ending ini paling umum, paling disukai hampir semua orang, dan paling enggak bikin baper dan pikiran bersalah si pihak produksi sebuah film. Banyak banget drama yang Happy Ending, apalagi yang bergenre Romcom pasti endingnya happy.

Happy ending, enggak hanya si tokoh utama sama pasangannya saja, bahkan second lead bahkan tokoh antagonisnya juga berakhir bahagia.


Contoh : Full House, Sassygirl Chun Hyang, Baker King Kim Tak Goo, Cheondamdong Alice, Cheer Up, High School Love On, Playfull Kiss, Moorim School, Oh My Ghost dll

Open Ending (menggantung)
Ini nih Ending paling nyebelin bagiku, bikin penasaran sih antara seneng enggak sedih enggak hah gak berani ngambil keputusan hahaa, tapi kalau akhirnya emang sulit dibuat happy tetapi terlalu sadis dibuat sad jadilah dibikin Open Ending menjadi pilihan utama.
Atau tidak bisa memilih antara si tokoh utama harus berakhir dengan siapa? hahaa


Contoh: Goddes Fire Jung Yi, Marry Him If You Dare, Gu Family Book, Remember, Cheese in the Trap, dll

Sad Ending
Ini nih, ending yang sering kontroversi hati *eaaa:v, yah tapi aku lebih suka kalau Sad ending, kalau ceritanya emang nggak bisa dibawa bahagia toh sad ending jadi pilihan paling bijaksana dan berani ketimbang dibawa ke open ending.


Contoh: Enddless Love, 49 Days, dll

Nah itu pendaapataku pribadi, mungkin pemikiran orang berbeda-beda.

No comments:

Post a Comment