Wednesday, May 28, 2014

[Mengenang] 8 Tahun Gempa DIY & Lumpur Lapindo

Kenapa pengen nulis hal ini, iseng gak mungkinlah, karena aku pribadi ngerasain sendiri salah satu kejadian itu yang terjadi selang satu hari. Aku tinggal di klaten jateng dekat sekali dengan DIY jadi aku ngerasain yang Gempa DIY yang mungkin dampaknya sudah perlahan memudar tidak seperti dampak Lumpu Lapindo yang mungkin sampai nanti terlihat jelas.

Kemarin 27 Mei 2014 tepat delapan tahun lalu ditanggal sama pukul 6 kurang pagi hari, guncangan hebat terjadi aku yang baru selesai mandi mau berangkat sekolah (masih smp waktu itu :D ) langsung keluar dari kamar mandi berpegangan pintu kamar mandi gak bisa jalan gak bisa teriak suara terasa tercekik, terdengar suara gemuruh hebat sekaligus suara guncangan air didalam bak kamar mandi.

Tak berani menatap tembok didepanku yang seakan mau runtuh menimpaku, hari itu aku melihat keMaha Dahsyatan kekuatan Sang Pencipta, tembok didepanku yang miring ke kiri dan kekanan saat gempa terjadi dengan kuasaNYA kembali berdiri kokoh, yang keluar dari mulutku waktu itu hanya NAMAMU.

Terdengar diluar Jeritan mamiku meneriaki kami Putra-Putrinya, kakaku pertama dan kedua yang masih tidur buru-buru bangun dan keluar bersama mamiku, dan mamiku menangis memanggil adikku yang masih tidur dan gak keluar-keluar, sedang mami, kakak-kakaku enggak bisa masuk buat menolong adikku.

Sedangkan bapak nolong Nenekku yang gak bisa jalan, dengan kesabaran bapak menuntun sembari terus berdoa dan Menyebut NamaNYA dan akhirnya bisa keluar dari rumah dengan selamat beserta nenekku, setelah guncangan berhenti mami buru-buru masuk mencari adikku yang meringkuk dibawah selimut diatasnya tumpukan semen dari tembok kamar berjatuhan, Alhamdulilah adikku selamat cuma badannya sakit-sakit terkena serpihan tembok.

Dan mereka keluar baru sadar aku ada dimana (hahha) sementara aku dengan wajah masih gak bisa mengerti apa yang terjadi jalan keluar menemui mereka yang diluar, dan mereka baru sadar aku belum keluar tadi, dan karena waktu itu masih awam sekali yang namanya Gempa jadi kami semua tidak tahu kalau tadi itu Gempa *hahaa, dan warga sedesa malah bilang itu Gunung Merapi meletus *doeng wkk, maklum desa kami berjarak kurnag lebih 30 km dari puncak Merapi.

Dan saat itu aku sempet berangkat sekolah bareng temenku, dijalan menuju sekolahku yang berada dikota kami melihat banyak sekali ambulans dan mobil membawa orang-orang aku dan temenku cuma bisa merinding enggak tahu kalau disalah satu desa dekat desaku terdampak parah dan banyak korban jiwa.

Kata Kepala Sekolahku dulu waktu SMP katanya juga Gunung Merapi *wuaduh dan seklah diliburkan karena hari itu hari sabtu. Sampai dirumah kakaku kedua yang pulang dari sekolah juga yang sekolahnya di Kota juga panik bilang kalau itu tadi Gempa dan ada Tsunami *wkk kalau ingat pengen ketawa malahan.

Katanya dikota polisi udah pake pelampung, didesaku juga menyebar isu tersebut katanya airnya udah sampai desa sebelah tanpa kami Logika langsung yang punya mobil dan Truk mengangkut kami semua kedaerah yang lebih tinggi *wkk padahal desaku jauh pake banget dengan Laut.

Tapi karena melihat kondisi neneku yang enggak bisa jalan, akhirnya kami sekeluarga mending pasrah dirumah, dan pukul 11.00 siang seluruh penghuni desa pergi entah kemana dan desa sepi sekali, tinggal kami sekeluarga yang hanya bisa pasrah. 

Dan malam hari hujan turun dengan deras, dan rumah kami semua gentingnya berlarian dan bocor disana-sini terpakasa kami tidur dengan air *coba kalian bayangkan tidur ditengah kepanikan dan ketidakpastian, beserta suara petir menyambar beserta angin kencang dan semua air masuk kerumah, bersyukur kami selamat sekeluarga dan bisa merasakan semua itu dan dapat pengalaman sangat berharga.

Mungkin sekarang bekas-bekas kejadian itu perlahan memudar, tetapi memori itu dan rasa trauma itu akan membekas selamanya dalam hidup. Tak dapat dipungkiri kalau ada gempa walaupun itu sangat pelan kami selalu panik dan berlari keluar, dan orang-orang yang enggak merasakan selalu bilang terlalu heboh, coba kalau mereka merasakan mungkin lain yang dikata.

Dan banyak yang bilang dampak Gempa itu yang besar dan sampai sekarang adalah Lumpur Lapindo, entah benar atau tidak mungkin itu serangkaian dari Teguran Tuhan untuk kita semua. Sedih juga kalau melihat keadaan terdampak Lumpur Lapindo dan sampai sekarang proses ganti ruginya juga belum kelar.

Semoga kita semua baik yang mengalami pada khususnya dan yang enggak ngalami pada umumnya dapat mengambil semua hikmah dari semua yang terjadi. Semoga kita semua selalu dalam perlindungan-Nya Amin.


Gambar dari Yahoo

No comments:

Post a Comment