Thursday, July 4, 2013

Recap Sinopsis When A Man Loves Episode 2

Sebelumnya: When A Man Loves Episode 1


Tae sang selesai berolahraga ia menyeka keringatnya dengan handuk, sambil menyalakan tv. Acara tv saat itu adalah berita, kebetulan berita tentang perusahaan peminjam uang milik tae sang golden tree berhasil membeli lembaga keuangan na-bi capital. Semua orang memperhatikan efek  terhadap industri perbankan.
Tae sang mendengarkan berita itu sambil minum jus, sementara berita berlanjut. Tae sang lalu bersiap diri, ia memakai pakaian, dasi, jam tangan lalu minum coffe, dan berjalan sambil memakain jas, didepan pintu sudah siap kopernya, ia menarik kopernya lalu pergi keluar.

Disebuah acara yang sedang diliput media, orang-orang sudah berkumpul. Pembawa acara datang meminta maaf karena seharusnya presdir mereka datang, tapi karena ada bisnis penting ia ahrus pergi ke hongkong. 
Peserta yang hadir kelihatan kecewa, pembaca acara melanjutkan bicaranya kalau tim PR akan memberitahu detailnya. Seung jo datang membawa seikat bunga, pembawa acara langsung datang menghampirinya. Seung jo bertanya diman Tn.Han, pembawa acara memberitahunya kalau Tn.Han pergi ke hongkong.
Seung jo heran karena ia tak diberitahu, ia bertanya lagi apa acaranya mendadak. Pembawa acara menjawab kalau ini sudah direncanakan sebulan lalu. Seung jo kelihatan kesal, ia lalu pergi dan membuang bunganya ke tempat sampah.
Di hongkong, tae sang sedang rapat dengan perusahaan disana, mereka membicarakan tentang berita yang beredar akhir-akhir ini mengenai golden tree. Dan mereka sudah positif akan membuka cabang disini, kata jae hee sebagai penerjemah.Tae sang berbicara, kalau perusahaannya akan mengembangkan dibidang budaya dan juga meningkatkan dibidang pariwisata. Jae hee sebagai penerjemah menjelaskan dengan baik kepada mereka.
Dikorea, mido sedang mengikuti seleksi sebagia pembawa berita di tv, saat gilirannya mencoba membaca teks berita, sepertinya tim juri tidak puas, bahkan mido sempat berhenti sejenak membuat peserta lain menertawainya.
Mido tak menyerah ia melamar pekerjaan lain, tapi pewawancara memberi syarat kalau perusahaannya meneriam orang yang mempunyai pengalaman belajar diluar negeri. Mido menjawab walau ia tak memiliki pengalaman itu tapi ia menguasai dibidang perusahaan ini karena ayahnya sering mengimpor buku dari luar negeri.

Tapi si pewawancara memotong dan meminta maaf, akhirnya mido bekerja sebagai pelayan restaurant. Ia melayani pelanggan dengan baik, tak jauh darinya ada empat anak-anak orang kaya sedang makan sambil memamerkan makeup mereka.

Keempat wanita tadi pergi, dan salah seorang tak sengaja bersenggolan dengan mido. Mido menunduk minta maaf, ia lalu berjalan dan menyenderkan badannya ke tembok dan meregangkan badannya yang lelah.

Tiba-tiba temannya memanggil dari balik pintu, ia menoleh lalu masuk mendekati mido. Ia meminta mido pergi kepesta, karena ia sudah menyelinapkan guan untuknya. Mido heran apa temannya itu tak takut dimarahi bos desainernya. Temannya menjawab kalau bosnya akan sibuk jadi tidak apa-apa.

Mido mengeluh kenapa ia harus melakukannya, temannya menyemangati siapa tahu mido bertemu dengan pria kaya. Mido mengeluh lagi, ia ada wawancara mengajar malam ini, temannya mendesak meminta mido menganggap ini juga wawancara.
Temannya memberitahu mido kalau pewaris gwanghee grup akan datang ia sedang mengerjakan proyek budaya, dan ini kesempatan bagus untuk berkenalan dengannya, sepertinya mido tertarik dengan perkataan temannya.

Malam hari, akhirnya mido datang ke pesta itu ia menggunakan gaun merah. Sampai tempat pesat ternyata sudah banyak orang, mido mencoba tenang ia mengambil segelas minuman dan terus berjalan mencari seseorang.
Sementara pemilik pesta madam choi, sedang beramah tamah dengan tamu-tamunya. Madam choi terlihat senang saat melihat seung jo datang, ia langsung menghampirinya. Ia beterimakasih karena seung jo datang, seung jo menjawab ini bukan pesta biasa, bukankah ini pesat untuk pelanggan butik beserta anak-anak mereka.

Mido yang ada didekat sana tersentak mendengarnya, madam choi menjawab kalau ini pesat perjodohan kecil-kecilan, karena ia tak bisa fokus kerja karena permintaan perjodohan. Teman mido memanggilnya, mido menoleh dan berjalan mendekatinya tapi ia tak sengaja menghalangi seung jo yang akan mengambil gelas minuman.
Mido minta maaf, lalu berjalan kearah temannya. Temannya itu langsung menjelaskan latar belakang seorang pria yang sedang berbincang dengan seseorang. Ia meminta mido mendekatinya dan mengajaknya bebricara. Tapi mido tak tertarik ia bertanya siapa pewaris gwang hee, temannya langsung memberitahu, seorang gadis yang sedang berjalan dengan madam choi.
Mido perlahan jalan mendekatinya, pertama ia meletakkan gelas yang dibawanya. Lalu berjalan mendekati pewaris gwanghee, tapi saat ia sudah dekat. Gadis itu mengenali mido, ia heran kenapa mido bisa ada dipesta ini, bukankah mido pelayan di italy kitchen.

Mido tersentak, ia akan pergi tapi ditahan gadis tadi, Ia bertanya siapa yang memberi undangan. madam choi tak mengerti apa yang terjadi,gadis gwanghee bertanya kenapa madam choi bisa mengundang orang yang bukan siapa-siapa.

Percakapan mereka terdengar seung jo, madam choi bertanya darimana mido mendapatkan undangan, teman mido langsung bersembunyi. Mido menjawab apa itu penting, apa pesta ini begitu eksklusif, mido menjelaskan kalau ia sedang mencari pekerjaan sampai ia mendengar ada pesta aneh, apa perlu ia mengirimkan berita kekoran dan menuliskan ke blog tentang pesta ini.

Membuat madam choi marah ia mengusir mido, tapi mido tak takut ia balik bertanya apa madam choi itu biro jodoh untuk orang-orang kaya? (*jadi ingat tomy hong di cheongdamdong alice :D ). Mido lalu bertanya kegadis gwanghee, bukankah ayahnya sedang diselidiki karena memanipulasi stok, karena itu gadis itu perlu mendapatkan pria kaya.
Gadis itu tertawa kesal, ia mengambil gelas minum yang dibawa teman prianya dan menyiramkan kewajah mido. Gadis itu meremehkan mido dan meminta mido segera pergi, mido berbalik tapi bukan pergi ia mengambil semangkuk minuman dan menyiramkannya ke gadis gwanghee, semua orang langsung melihati mereka. Madam choi berteriak-teriak meminta seseorang memanggil polisi. Seung jo tertawa melihat kejadian itu, mido meletakkan mangkuk kembali kemeja, lalu pergi dengan kesal.

Diruangan latihan, mi joon sedang berlatih dance, mido datang ia sudah ganti pakaian melihat adiknya latihan. Mi joon selesai, ia menoleh kekakaknya dan tersenyum, mido membalas senyum sambil menunjukan sekantung penuh makanan dan minuman.

Lalu keduanya duduk dipinggir sambil minum, mido bertanya kenapa adiknya berlatih selarut ini. Mi joon menjawab kalau ia ingin lebih baik karena ia ingin menjadi leader. Mido bertanya apa adiknya sungguh-sungguh akan debut, mi joon menjawab kalau ia akan menunjukan kalau hidup akan berubah dalam sekejap.
Mido tersenyum, ia berkata kalau ia iri dengan adiknya yang memiliki impian. Mi joon tersenyum dan bertanya apa kakaknya tak punya impian, mido menjawab jujur ia tak tahu apa yang ia inginkan, karena mereka miskin yang dalam pikirannya hanya mencari uang banyak dan bertemu orang kaya. Mi joon berkata kalau ia ingat impian lama kakaknya, mido menjawab tidak ada masalah uang lagi. Mi joon tersenyum bukan itu maksudnya, apa kakaknya benar-benar tidak ingat, jika tidak ia akan mengingatkannya.

Mido berkata kalau ia sangat tertekan, mi joon tersenyum lalu berdiri ia mengajak kakaknya dance. Lalu keduanya berdiri, musik mulai ~yeaa 2pm put you’r hands up~ mi joon mulai mengajari kakaknya dance. Mido awalnya ragu-ragu, mijoon memaksanya menggerakan tangannya. Dan akhirnya mido mau mengikuti gerakan mijoon.
Ia melepas sepatu haknya, dan mulai menari gila-gilaan lagi. Dalam hatinya mido ingat percakapannya dulu dengan adiknya, jika ayahnya tidak bangkrut apa yang mi joon lakukan, mijoon menjawab ia akan tetap menari. Lalu mido ia ingin belajar keluar negeri dan menjadi orang yang ceria dan lebih percaya diri.

Tae sang sedang minum dengan jae hee di sebuah caffe di hongkong. Ia bertanya apa rencana selanjutnya jika mau jae hee bisa belajar lagi, jae hee menolak, ia ingin bekerja mencari uang. Ia akan kembali kekorea dan melamar disebuah perusahaan, tae sang bertanya perusahaan apa, jae hee menjawab golden tree, membuat tae sang kaget.
Tae sang tersenyum sambil menjelaskan kalau ia membiayai jae hee bukan untuk membuatnya bekerja padanya. Jae hee hanya ingin membuat kakaknya bangga, jae hee juga berjanji akan mengembangkan perusahaan golden tree tiga kali lipat, agar kakaknya merasa tak berhutang.

Tae sang menjelaskan kalu bukan seperti itu hubungannya dengan kakak jae ha, tapi jae ha sudah bertekad akan menjaga baik nama kakaknya dengan mengembangkan perusahaan golden tree. Tae sang tersenyum sambil berkata kalau jae ha sama keras kepalanya dengan kakaknya, jae ha tersenyum saja dan bertanya apa tae sang sendiri yang akan mewawancarinya.

Tae sang mengiyakan tapi ia akan langsung menolak jae ha, candanya. Jae ha menanggapi apa 3x lipat tidak cukup, kalau begitu 5x lipat. Lalu keduanya bersulang sambil tertawa, jae ha bertanya tentang kakaknya, tae sang menjawab kalau ia baik-baik saja, tapi jae hee sedikit tak percaya, tae sang berkata lagi jika jae hee mencemaskan kakaknya berarti ia tak mempercayainya.
Tae sang teringat kejadian waktu ia ditusuk pisau oleh bos kim saat menyelamatkan mido. Chang hee datang dan langsung menendang bos kim, ia mencoba membangunkan tae sang tapi kaget melihat darah ditangannya. Ia menoleh ke bos kim dan bertanya kenapa bosnya itu melukai tae sang.

Bos kim meminta chang he membawa tae sang pergi, tapi chang hee terlanjur marah ia malah memukuli bos kim, dibelakang goo yong gap melihat saja dari tempat duduknya. Keduanya saling memukul, bos kim masih bisa melawan akhirnya chang hee terjatuh kena pukulan bos kim. Tae sang berteriak meminta bos kim tidak meluakai chang hee.

Bos kim marah, ia mendekati tae sang dan akan menusukan pisau lagi, chang hee bangun dan memukulkan guci tepat dikepala bos kim yang langsung terkapar, yong gap melihat sambil tersenyum. Sementara chang hee langsung membantu tae sang berdiri dan menggendongnya pergi dari tempat itu.

Diruang operasi, chang hee menunggu walau tangannya sendiri terluka. Dua orang perawat keluar tapi hanya melewati chang hee, 2 orang preman datang dan bertanya ke chang hee apa yang terjadi, chang hee menjawab tidak apa-apa, tapi preman tadi berteriak tidak apa-apa bagaimana bos besar mati.

Setelah tae sang sadar, chang hee menceritakan semuanya kalau ia yang membunuh bos kim dan Tn goo yong gap menyaksikannya jadi mungkin polisi akan mencarinya. Chang hee menyerahkan adiknya ke tae sang untuk dijadikan yang terbaik. 

Tae sang memanggil chang hee dan berkata kalau ia yang membunuh bos kim, jadi tae sang meminta chang hee kembali ke adiknya. Mungkin Tn Gu mabuk dan bingung, jadi tae sang akan mengaku kalau ia yang membunuhnya, jadi chang hee bisa kembali ke adiknya dan tidak menyakitinya, biar dia saja yang masuk penjara karena ia tak memiliki siapa-siapa untuk disakiti.

Mata chang hee berkaca-kaca, tae sang meminta chang hee untuk bersembunyi. Chang hee berkata kalau ada dua hal yang terpenting dalam hidupnya ia menghapus airmatanya, yaitu saudaranya dan tae sang. Chang hee meminta tae sang menjaga jae hee ia lalu pergi meninggalkan tae sang yang hanya bisa berteriak memanggil namanya.
Keesokan harinnya, chang hee makan berdua dengan jae hee. Chang hee memulai pembicaraan, ia berbohong kalau ia mempunyai kesempatan bekerja diluar negeri, dan teman dekatnya akan menghubingi jae hee untuk membantu biaya sekolah jae hee. Jae hee tak mengerti apa yang dikatakan kakaknya. Chang hee berkata lagi kalau ia akan membantu bisnis temannya diluar negeri dan akan sering menelpon jae hee.

Jae hee melihat darah dibaju kakaknya, ia bertanya apa itu darah. Chang hee kaget, ia langsung mengambil tissue untuk membersihkan darah dibajunya. Jae hee menebak apa chang hee sedang melarikan diri, chang hee mengalaknya itu hanya demi bisnis. Tapi jae hee emosi ia menarik baju kakaknya dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Keduanya saling menatap, chang hee berkata tidak bisakah adiknya mempercayainya walau bagaimanapun dia kakaknya.ia meminta adiknya menjalani takdir dan menunggunya. Lalu keduanya kembali makan sambil menangis.

Chang hee berjalan dari berbelanja, 3 orang mengikutinya lalu menangkap chang hee yang sudah pasrah. Sebuah mobil polisi datang, dan 3 orang tadi membawa chang hee masuk, dalam mobil chang hee melihat tempat tinggalnya sekali lagi.

Didalam rumah jae hee duduk termenung dan akhirnya hanya bisa menangis. Tae sang sudah sembuh, ia sedang berganti pakaian. Goo yong gap masuk memberi ucapan selamat atas kesembuhan tae sang sambil membawa rangkaian bunga melingkar dan mengalungkan ke leher tae sang.

Tae sang kelihatan tak suka ia mengambil karangan bunga dan melemparkannya smabil bertanya kenapa yong gap datang. Yong gap menawari tae sang bergabung dengannya, tae sang menolak ia mempunyai rencana sendiri. Yong gap bertanya rencana apa itu, tapi tae sang hanya bertrimakasih atas bunga dan kunjungannya, ia lalu pergi.

Tapi langkahnya terhenti, dengan perkataan yong gap kalau darah bos kim ada ditangan tae sang. Tae sang tak mengerti, yong gap menjelaskan kalau karena dia tak membeberkannya ke polisi dan seharusnya tae sang bertrimakasih. Tapi tae sang memotongnya ia bertanya bukankah bosnya adalah teman Tn Gu, jadi kenapa Tn Gu hanya duduk melihatnya saja. Yong gap kalah bicara dia hanya bisa senyum kesal sepeninggal tae sang.

Jae hee berjalan pulang dari sekolahnya, dibelakangnya mobil tae sang mengarah mendekatinya, tae sang keluar dari mobil, jae hee melihatnya heran. Tae sang datang ke penjaran, chang hee bertanya kenapa tae sang datang mengunjunginya seperti ini.

Tae sang mengeluarkan foto dan menempelkannya ke kaca pembatas, chang hee menyentuh foto itu. Ternyata itu foto jae hee membawa koper di bandara, tae sang bercerita kalau jae hee sudah memutuskan untuk pergi kemarin dan tae sang juga sudah mencarikan tempat bagus untuk ia tinggali.

Chang hee menangis ia bertrimakasih sambil mengusap airmatanya, tae sang mencoba menghibur ia bertanya apa mereka bersaudara karena keduanya tidak mirip, chang hee manjawab sambil mencoba tersenyum kalau ia lebih tampan dari adiknya. Tae sang tersenyum dan berkata kalau perusahaan baik-baik saja, jadi ia meminta chang hee fokus untuk segera kembali pada mereka.

Chang hee mangangguk ia juga berharap tae sang segera menemukan ibunya dan adiknya, tae sang menunduk ia berharap adiknya tae min tumbuh baik seperti jae hee. 

2013 

Diperusahaan golden tree semua karyawan sedang bekerja, tae sang masuk keruangannya yang ternyata seung jo sudah menunggunya. Seung jo berkata kalau tae sang ingkar janji, tae sang bertanya janji apa. Seung jo menjelaskan tentang makan malam dan datang ke konser sampai ia mendapatkan pacar.

Tae sang punya waktu untuk makan malam tapi tidak untuk konser, seung jo senang ia menagih hadiah ulang tahunnya, tae sang mengajak makan malam. Lalu keduanya makan malam disebuah restaurant, seung jo bertanya diaman mejanya, pegawai restaurant menunjukan meja untuk acara ulang tahun pernikahan, tae sang tak suka mendengarnya, seung jo ngeles dan berkata kalau ini ulang tahunnya.

Mereka lalu duduk, seung jo tanya apa bonus untuk mereka, pelayan tadi menjelaskan kalau mereka mendapat bonus cocktail, kue dan bunga. Seung jo senang ia bertanya pendapat tae sang pakai kata suamiku, tapi tae sang tak menanggapinya, seung jo lalu meminta pelayan itu membawakan anggur.

Tae sang menuangkan anggur untuk seung jo dan dirinya, seung jo berterimakasih masih pakai kata suamiku, tae sang merasa risih ia meminta seung jo berhenti memanggilnya seperti itu. Seung jo manja itu karena dia kesepian. 
Tae sang diam saja, ia sekilas seperti melihat mido, ia lalu menoleh untuk memastikan ternyata benar itu mido sedang melayani pelanggan, seung jo melihat tae sang ia bertanya apa tae sang kenal seseorang. Tae sang menyangkalnya, sementara mido terus melayani pelanggan.

Lalu pewaris gwang hee datang dengan ketiga temannya, setelah duduk ia sengaja mencari mido. Pewaris gwang hee tadi menunjukan kebenarannnya ke teman-temannya, ia lalu memanggil manajer dan meminta ia memanggil mido untuk melayani mereka.

Mido datang dengan empat buku menu, tapi sampai tempatnya mido terkejut, dengan sombong pewaris gwang hee memannggil mido dengan jarinya. Mido walau kesal ia menahannya dan meletakan buku menu dan menunggu pesanan mereka, ia tak perduli pewaris gwang hee mencemoohnya.

Mido mencoba profesional ia menjalankan tugasnya, dan akan pergi, jika mereka selesai memilih bisa memanggilnya kembali. Tapi pewaris gwang hee menahannya karena mereka segera memilih, lalu ia bicara dalam bahasa inggris, teman-temannya langsung memesan dengan bahasa inggris, mido langsung mencatat semua pesanan mereka.

Seung jo tersenyum melihat mereka sambil berkata kalau mereka akan balas dendam, sementara tae sang hanya menunduk terdiam. Seung jo menjelaskan kalau ia melihat mereka semalam dipesta, mereka menghina sigadis pelayan karena datang tak diundang.

Makanan siap dihidangkan dimeja mereka masing-masing, tapi pewaris gwang hee meminta bertemu manager, membuat mido gondok. Gadis itu berkata lagi kalau mido tak tahu bhs inggris kenapa ia tak minta bantuan, karena mereka tak memesan ini semua.

Manager datang, gadis tadi berkata kalau mido membawa pesanan salah, mido menyangkal ia membawa pesanan dengan benar. Gadis tadi bertanya keteman-temannya apa mereka memesan itu, tentu teman-temannya menggeleng, membuat mido senyum kesal begitu juga seung jo tersenyum melihat mereka.

Gadis tadi meminta mido berlutut dan minta maaf atau membayar semua makanan itu.  Gadis itu terus mendesak mido untuk memilih, mido menjawab kalau ia tak akan membayar makanan untuk orang seperti mereka. Gadis itu tersenyum dan berkata berarti mido memilih untuk berlutut dan minta maaf. Mido tersudut, para gadis menyiapkan hape mereka, tangan mido geregetan tapi ia tak bisa melakukan apa-apa, ia siap akan berlutut walau batinnya memberontak. Tiba-tiba tangannya ditahan oleh tae sang, tae sang lalu mengeluarkan sejumlah uang sambil berkata kalau ia yang akan membyara makanan mereka sambil melemparkan uangnya.

Seung jo berdiri dan menatap heran, tae sang menarik tangan mido pergi keluar, manajer hanya bisa kebingungan. Sampai diluar, tae sang bertanya apa yang dilakukan mido disini, apa uang yang ia kirim kurang. Mido menjawab apa ia tak boleh menjadi pelayan, tae sang marah ia mengirim uang semester dua kali lipat apa itu tidak cukup untuk mido tetap fokus belajar.

Mido menahan amarah, tae sang bertanya lagi apa tidak cukup. Mido menjawab tidak cukup, ia berusaha menjaga kehormatannya untuk tidak menyentuh uang yang diberi tae sang, tapi ia harus membayar uang tagihan rs ayahnya, membuat tae sang heran.

Mido meminta seharusnya tae sang tak melihatnya, tae sang menjawab ia berusaha tak melihat tapi ia tak bisa melihat mido dihina oleh mereka. Mido bertanya kenapa, kenapa tae sang tak bisa mengacuhkannya, tae sang hanya diam, mido meminta tae sang lain kali berpura-pura tak mengenalnya, ia lalu pergi tapi tae sang menarik lengan mido.
Ia bertanya apa mido ingin tahu kenapa, tapi belum sempat bicara, seung jo datang dan terus memanggil tae sang suaminya, mido segera melepas tangannya dan keduanya berdiam diri. Seung jo bertanya apa mido baik-baik saja, ia melihat mido dipesta waktu itu, ia terus berkata walau tak ada yang menjawab.

Seung jo mengajak tae sang pergi sambil menggandeng tangan tae sang yang langsung dilepas tae sang yang pergi duluan diikuti seung jo. Mido menangis sambil melihat kepergian tae sang, tae sang berdiam diri sambil mengendari mobil, seung jo bertanya apa gadis tadi yang ada didalam hati tae sang.

Flashback#
Saat tae sang keluar dari RS ia lalu mebereskan barang-barangnya dimeja kantor lamanya. Seung jo datang dan bertanya bagaimana luka tae sang, ia tak punya maksud apa-apa mengunjinginya, hanya saja ia terlalu takut mengungkapkan perasaanya.

Tae sang menjawab dengan dingin, kalau mereka bertemu lagi ia akan berpura-pura tak mengenalnya. Tae sang pergi, seung jo berteriak, kalau tae sang tahu ia menyukainya, tae sang menjawab kalau seung jo kekasih bosnya dan selamanya begitu.

Setelah itu malamnya, seung jo datang kerumah tae sang dalam keadaan mabuk, ia memohon menginap sebentar, seung jo lalu merebahkan diri ditempat tidur, lalu perlahan mulai tidur. Setelah sadar, seung jo melihat tae sang duduk dilantai, seung jo berkata kalau ia ingin pulang setiap hari kerumah tae sang, bukankah mereka berdua mirip.

Kesepian, bangga, dan tak punya keluarga, lalu seung jo mengajak tae sang menikah. Tae sang berdiri mengambilkan air putih, dan meminta seung jo pulang jika ia sudah pulih. Seung jo bertanya apa ada orang lain, lalu kenapa tae sang selalu sendiri. Tae sang menjawab kalau dia jauh dari jangkauannya, seung jo menawarkan diri untuk melupakan gadis itu. Tae sang hanya berdiam diri menatap jendela keluar, seung jo bertanya lagi apa dirinya tak cukup pantas, ia lalu berdiri meletakan gelas dan mengambil tasnya akan pergi, seung jo menawarkan diri untuk menjadi teman dan tae sang menyanggupinya.
Endflash#

Kembali kemobil, seung jo membenarkan perkataan tae sang kalau gadis itu jauh dari jangkauannya. Tae sang diam tak menjawab, sampai rumah tae sang mandi tapi pikirannya kacau, tiba-tiba ia merasakan sakit dibelas lukanya.

Ia langsung memeriksakan diri ke RS, kata dokter tidak terjadi infeksi dan tidak apa-apa. Tae sang bertanya kalau ia merasakan sakit ditulangnya, dokter menjawab kalau itu bisa terjadi disaat tae sang stress dan kelelahan, dokter menyarankan tae sang untuk beristirahat.

Disuatu kedai, seorang sedang memasaka, lalu mengidangkannya ke pelanggan ternyata wanita itu ibu tae sang. Ia membereskan meja lain, seorang pelajar masuk, ibu tae seo menyambutnya tapi ia terkejut karena yang terlihat mirip putranya dulu. 

Ternyata itu hanya ilusi ibu tae sang, pelajar itu meminta sup beras lalu duduk,tapi ibu tae sang membawakan banyak makanan untuk pelajar tadi membuat pelajar itu keherana. Ibu tae sang meminta jika pelajar itu mau nambah katakan saja, pelajar itu sangat berterimakasih dan langsung makan lahap.
Saat sedang membereskan piring kotor, ibu tae sang melihat berita di tv yang menyiarkan tentang golden tree. Saat menoleh ibu tae sang kaget ia sampai menjatuhkan piring-piring tadi, pelajar tadi kaget dan menoleh ia langsung mendakit dan bertanya apa ibunya tae sang baik-baik saja. Ibu tae sang meminta pelajar itu kembali makan, sedangkan dia sendiri masih berdiri mematung melihat wajah anaknya di tv.

Pelajar tadi selesai makan sampai habis semuanya, ia menoleh ke ibu tae sang yang sedang duduk melamun. Perlahan pelajar keluar dan lalu lari tidak bayar, tapi sepertinya ibu tae sang tak memperdulikan hal itu. 

Seung jo sedang main golf, ia memukul bola bebrapa kali. Lalu datang yong gap memuji permainan seung jo. Seung jo tak menoleh ia terus bermain golf, sambil mengusir yong gap dengan sinis. Yong gap terus bicara, ia berhasil menemukan tabungan rahasia milik bos kim dan ia ingin membaginya dengan seung jo.

Seung jo tertawa, apa yong gap pikir seung jo akan percaya, yong gap berkata lagi kalau pengacara sudha menunggu dikantornya, dan sebaiknya seung jo datang. Lalu keduanya ke kantor, yong gap mengambil penutup kursi untuk membersihkan sbeuah kursi dna mempersilahkan seung jo duduk, tapi sueng jo malah duudk dikursi lain.

Seung jo bertanya dimana pengacaranya, tapi yong ggap berlari ke meja kerjanya dan mengambil sebuah kotak. Yong gap berjalan dan berlutut didepan seung jo membuka kotak berisi cincin, ia mengajak seung jo menikah. 

Tapi seung jo langsung berdiri dan berjalan ke pintu keluar, yong gap menghalanginya, ia berkata kalau seung jo tahu ia menyukainya.  Seung jo menjawab, pria mana yang tak menyukainya. Yong gap menjawab ada 1 yaitu han tae sang, ia tak mengerti kenapa tae sang tak menyukai wanita seperti seung jo.  Seung jo tersinggung ia minta yong gap membuka pintu, tapi yong gap terus bicara, tentang latar belakang seung jo yang seorang lulusan sebuah universitas dari keluarga kaya tapi setelah ibu seung jo mati, semua harta keluarganya dikuasai saudara tiri seung jo, perkataanya membuat seung jo semakin kesal.

Dan jika seung jo memiliki warisan itu, mungkin han tae sang akan menyukainya. Seung jo langsung menampar yong gap, yong gap marah dia mendorong seung jo sampai ke kursi yang ia lap tadi dna mengancamnya, denga pilihan memakian cincin yang ia pakai atau mati kelaparan.

Yong gap pergi dan mengunci pintu, seung jo menggedor pintu tapi ia tahu kalau itu takkan berhasil, ia memutar mencari cara, ia dapat ide saat melihat jendela kaca. Seung jo langusng menghancurkan kaca itu dan loncat dari jendela, ia jatuh diatas mobil dan berguling ke bawah, semua orang melihatinya. Ia tak peduli dan langsung berdiri dan masuk kemobilnya lalu pergi, yong gap berlari keluar tapi terlambat, ia hanya bergumam, ia lupa kalau seung jo adalah lulusan ilmu pertahan fisik.

Didepan toko buku ada tulisan dipapan tulis, ternyata didepan ada tae sang ia lalu menelpon italy kitchen bertanya apa seo mido masuk kerja, dari sebrang telepon seorang menjawab kalau mido berhenti kerja. Tae sang bertanya lagi, apa mereka tahu di RS mana ayah mido dirawat.

Dirumah sakit, ibu mido memijit smabil mengeluh kenapa kaki suaminya sakit. Kaki suaminya menendang tangan ibu mido dan meminta ibu mido pulang saja. Mi joon meminta ibunya pulangm dan ia yang akan memijit ayahnya. Ayahnya menolak dan meminta mereka pulang saja, ibu mido marah kenapa suaminya mengusir mereka.

Ayah mido marah, dan meminta mereka pergi agar ia merasa tak terbebani, sebelahnya mereka marah dan meminta mereka mengecilkan suara karena itu bukan kamar pribadi mereka. Ibu mido kesal ia duduk dan menonton tv, dan saat itu ada berita tentang golden tree yang mengembangkan perusahaannya ke luar negeri. Ibu mido langsung minta agar tidak diganti chanelnya, ibu mido tak percaya melihatnya, ia meminta mi joon melihatnya, tapi saat mijoon melihat berita sudah selesai.

Ibunya tidak percaya kalau tae sang memiliki perusahaan sekarang, mi joon bertanya siapa. Ibu mido menjelaskan kalau akhir-akhir ini berita tentang perusahaan tae sang menyebar dimana-mana. Mi joon masih tak paham, ibunya memberi kode pria yang menolong mido. Sementara ayah mido perlahan membuka mata mendengar percakapan mereka.

Seorang perawat dan seorang lainnya membawa kursi roda, perawat tadi bertanya apa Tn Seo siap pindah ke kamar pribadi, seluruh keluarga seo kaget mendengarnya. Mereka sudah pindah ke kamar pribadi, mi joon menjelaskan ke mido kalau tae sang pergi setelah membayar kamar dan semua tagihan RS.

Mido bertanya apa ia tak meninggal no hp, mijoon menjawab tidak sama sekali karena ia pergi ebgitu saja. Ibu mido berdiri dan memberitahu kalau tae sang pemilik golden tree sekarang, ia menyarankan mido pergi kesana dan bertrimakasih. Mi joon takut kalau tae sang meminta mereka membayar kembali, mido langsung menyahut mereka harus membayarnya kembali.

Ibu berkata lagi, kalau tae sang sekarang sukses dan mempunyai masa depan cerah. Ia mengira-ngira apa tae sang sudah menikah atau belum, tapi kenapa tae sang terus menerus menolong mereka. Di kantor tae sang sedang bekerja, karyawannya memberitahu kalau Nn seo mido datang ingin bertemu, tae sang mengijinkannya mido masuk.

Tae sang sedikit tegang ia melonggarkan kerahnya, mido masuk membawa bingkisan. Tae sang berdiri menyambutnya, mido menunjukan bawaannya tae sang bertrimakasih. Mido langusng bicara, ia bertanya kenapa tae sang begitu baik padanya. Jujur saja, mido tak merasa nyaman. Tae sang balik bertanya apa yang diinginkan mido, mido akan menjawab tapi dipotong tae sang.

Jika itu merepotkan, mido bisa membayarnya kembali, mido menjawab ia mengerti. Tae sang kembali kekursinya sambil berkata kalau mido bisa mulai bekerja besuk dan isi surat lamarannya segera. Mido tak mengerti, tae sang menjelaskan kalau mido bisa membayarnya dengan cara bekerja padanya, mido menolaknya. Tapi tae sang memakasa mido bekerja saja diperusahaanya didekatnya.

Mido berfikir kalau itu bukan ide bagus, tae sang bertanya kenapa. Mido sedikit ragu, tapi ia menebak kalau tae sang tertarik padanya. Tae sang santai menjawab apa itu tidak boleh, mido langsung berkata kalau tae sang sudah menikah.

Tae sang berfikir sambil berkata kalau ia belum menikah, ia memanggil direktur kim yang sesaat langsung datang. Tae sang bertanya apa dirinya sudah menikah, direktur kim menjawab setahunya presdir belum menikah karena belum ada surat resmi, membuat mido heran.

Tae sang tersenyum, ia lalu meminta direktur kim membantu mido mengisi lamarannya, ia juga menjelaskan kalau mido pintar berbahasa inggris dan perancis (semakin lama kok mirip dengan CDDA) tae sang ingin mido bekerja besuk, direktur kim mengiyakan dan mengajak mido pergi mlihat-lihat kantor.

Mido menatap heran ke tae sang, tae sang mengusir mido dan membalikan kurisnya membelakangi mido, tae sang tersenyum senang.

Keesokan harinya mido memakai setelan hitam dan berjalan ke kantor, sementara di rumah tae sang sedang memilih dasi, berulang kali ia merasa tak cocok dan akhirnya ia memilih yang warna biru. Sampai dikantor, direktur kim menjelaskan tugas mido, jika mido ada pertanyaan ia bisa bertanya ke manajer jeong.
Manajer jeong mengerti, ia melihat tae sang berdiri dibelakang ia langsung berdiri mengormat semau ornag menoleh dan menghormat juga ke tae sang begitu juga mido. Dalam ruangannya, tae sang menoleh ke arah mido lagi dari balik sekat kaca dan ia tersenyum lagi.
Siang hari mido membawa dua kotak kardus berisi berkas ia kelihatan keberatan tapi ia tetap berusaha membawanya sambil berjalan. Sampai depan lift ia meminat seseornag menahan pintu lift ternyata didalam ada tae sang, mido langsung masuk tapi berdiri agak jauh. Keduanya agak canggung, tae sang melirik bawaan mido ia lalu mengambil kotak pertama.

Mido meminta tae sang mengembalikannya karena ia bisa membawanya, tae sang menolaknya. Tapi mido terus memaksa dab berkata kalu itu semua tak berat, akhirnya tae sang mengembalikannya, membuat mido sedikit keberatan dan melihati bosnya itu. Tae sang tersenyum, pintu lift terbuka ia keluar duluan.

Malam hari tinggal mido lembur dialam ruangan rapat, tae sang masuk dan bertanya mido belum pulang. Mido menjawab kalau kerjaannya masih banyak, tae sang mengajak mido makan malam. Mido menjawab ia belum lapar, tae sang menyenderkan badannya dan berkata kalau ia lapar. Mido asal menjawab meminta bosnya pergi makan.

Tae sang mengarang, kalau pegawai diwajibkan menjaga presdir mereka saat makan, apa mido tak punya kemampuan sosial. Mido sedikit kesal tapi ia tak bisa berbuat apa kecualia menurut. Mido segera membereskan pekerjaanya dan mematikan lampu ruangan.

Diluar dia meletakkan beberapa berkas dimeja kerjanya, dan keluar mengikuti tae sang pergi. Tae sang mengajak mido bekerja, mido heran bukankah ia lapar, tae sang menjawab mereka akan makan sambil bekerja.

Ternyata mereka ke toko buku, mido duduk sambil makan kue beras pedas (hadeh pingin kue beras pedasnya..) ia melihati tae sang yang sibuk mondar-mandir menata deretan buku-buku kedalam rak-rak.
Mido bertanya kenapa tae sang tak makan, tae sang menjawab pekerjaannya masih banyak. Mido meminta tae sang meninggalkan pekerjaanya karena ia yang akan meneruskan. Tae sang menolak, akhirnya mido mengambil kue beras milik tae sang dan membawakannya kedekat tae sang memintanya makan.
Tae sang menolak, tapi mido memaksa akhirnya tae sang memakannya juga. Ia makan satu dan mengunyahnya tapi ia mulai kepedasan dan panik mengambil sebotol air dan meminumnya. Mido bertanya apa tae sang tak bisa makan pedas, tae sang ngeles kalau ia haus karena bekerja begitu berat.

Tae snag minum lagi dan meminta mido minggir, mido heran apa makannya sudah selesai. Tae sang alasan lagi kalau pekerjaannya masih banyak,  mido sedikit senyum ia memaksa tae sang makan karena dia yang akan membereskan buku.

Tapi tae sang menolak dan pergi sambil bertanya apa mido tidak bisa membeli selain kue beras peda, mido tersenyum mendengarnya. Tae sang selesai membereskan buku-buku, ia lalu mengambil sebuah buku dan membacanya, sementara mido tidur sambil duduk menyender dirak-rak buku.

Tae sang memanggil mido, perlahan mido membuka matanya. Tae sang mengajak mido tinggal bersama, refleks mido langsung memutar kepalanya melihat kearah tae sang yang sibuk membaca buku. Tae sang melihat mido, dan berkata kalau ia bisa memberi mido hidup nyaman.

Mido tak mengerti maksudnya, tae sang mengulang perkataanya dan ia juga mengaja mido menikah, membuat mido terhenyak.

Selanjutnya: When A Man Loves Episode 3

No comments:

Post a Comment