Wednesday, July 3, 2013

Recap Sinopsis When A Man Love Episode 1



7 tahun lalu
Han tae sang dan 3 orang lainnya keluar dari mobil, menuju sebuah toko  buku, temannya akan masuk tapi ditahan tae sang, ia lalu melepas dasinya dan mengikatkan ke tangannya. Ia lalu maju ke pintu dan meninju-ninju pintu yang dari kaca mengangetkan orang-orang didalam termasuk si pemilik toko.
Tae sang berdiam sebentar lalu memecahkan pintu itu hingga berkeping-keping tangannya terluka tapi ia tak perduli lalu masuk kedalam, semua pengunjung lari keluara ketakutan. Tae sang memilih sebuah buku dan mengambilnya.

Si pemilik bertanya siapa mereka, seorang berkata sambil mengambil buku kenapa si pemilik toko mengingkari janji sehingga manajer mereka datang sendiri.  Pemilik ketakutan dan meminta waktu seminggu lagi, seorang lain memebrantakan buku dan berkata kalau pemilik sudah menundanya selama 2 bulan.
Pemilik memohon sehari lagi, karena putrinya akan segera tiba ia tak mau putrinya melihat hal ini. Orang tadi menjawab kalau mereka juga tak mau menunjukan pada putri pemilik toko. Pemilik toko mendekati tae sang yang sedang membaca buku yang tentu terkena bercakan darah dari tangannya, tae sang menjawab kalau pemilik harus menyiapkan uangnya sampai ia selesai membaca buku.

Didepan sebuah gedung, sedang ada pembagian untuk kalangan pendapatan rendah, orang-orang sedang berbaris menerima pembagian yang acara itu diliput, bibi yang membawa beras pembagian itu tak sengaja menjatuhkannya, lalu seorang pemuda membantunya.

Seorang wanita tiba gilirannya ia menyebutkan nomor urut, petugas bertanya atas nama siapa dan wanita itu mewakili ayahnya dan menerima 2 karung per karung 10 kg, wanita itu menjawab ia akan membawa satu dulu dan kembali untuk satunya. Saat menerima satu karung, seorang reporter mendekatinya, tapi wanita itu menolak, reporter itu terus memaksa pada akhirnya wanita itu mendorong reporter beserta berasanya hingga jatuh.
Pemuda penolong tadi memperhatikan kejadian itu, wanita tadi lalu pergi dari sana dengan mata berkaca-kaca, dari belakang pemuda tadi memanggilnya.  Akhirnya wanita tadi menoleh ke pemuda yang ternyata membawakan berasnya tadi. 

Wanita tadi meminta berasnya, tapi pemuda terus berjalan dan akan membawakannya. Pemuda tadi ternyata membawa dua karung dan ia juga sudah memeriksa nomor rumah wanita tadi, ia minta wanita itu berjalan cepat karena ia juga harus membawa beras miliknya sendiri.

Di toko buku tae sang masih membaca buku, buku yang bersampul putih kini penuh bercak-bercak darah, sedangkan ketiga temannya ikut membaca buku. Pemilik hanya bisa duduk terdiam, tae sang bertanya apa pemilik sudah mendapatkan uangnya. Pemilik menjawab kalau besok ia akan membayarnya.

Pemuda itu sampai dan meletakkan dua karung berasnya didepan toko buku, wanita tadi bertrimakasih. Wanita tadi akan masuk, tapi ditahan pemuda dengan berkata kalau ia tadi keren, ia lalu pamit pergi sebelumnya ia mengacungkan jempol.

Didalam tae sang melempar korek api ke temannya dan berkata “bakar” pemilik kebingungan mendengarnya, orang yang menerima korek tadi memilih mana yang harus dibakar, ia mengambil buku sejarah nasional dan siap dibakar, tapi pemilik segera menahannya dan memohon. Terdengan panggilan wanita tadi memanggilnya ayah, pemilik semakin memohon karena putrinya sudah datang.

Wanita tadi sampai depan pintu dan bingung melihat keadaanya, wanita itu bertanya siapa yang memecahkan kaca. Pemilik memohon ke tae sang, kalau besok ia akan membayarnya.  Wanita itu masuk dan heran, tae sang berdiri dan berbisik kalau pemilik harus membayar besuk karena ia akan kembali dijam yang sama dan juga tambah bunga sehari, tae sang lalu pergi melewati wanita tadi yang keheranan.

Orang terakhir menendang kaca tersisa hinga pecah lalu pergi. Wanita tadi bertanya siapa mereka, ayahnya menjawab kalau ia tak perlu menghiraukannya, wanita tadi bertanya lalu kacanya, ayahnya berbohong kalau anak-anak memainkan bola dan mengenai kaca, wanita tadi tahu kalau ayahnya berbohong mana ada anak bermain bola.
Wanita tadi bertanya apa ayahnya meminjam pada renternir, ayahnya menyangkal. Ayahnya bertanya bagaimana ujian putrinya, dan meminta putrinya segera naik keatas untuk makan.

Han tae sang sudah ada dikantornya duduk sambil membaca buku tadi, seorang memanggilnya kakak masuk sambil menyerhakan surat dari seseorang. Tae sang segera mmebuka dan membacanya, tae sang marah dan menyuruh semua segera mencari orang itu.

Wanita tadi seo mi do putri pemilik toko buku, sedang melihat hasil ujiannya ia tersenyum, lalu ada telepon, ternyata dari ibunya yang memberi kabar kalau ayahnya pergi dan meninggalkan surat, mi do kaget mendengarnya.

Tae sang mengendarai mobilnya, ia mendapat laporan kalau anak buahnya tadi berhasil menangkap ayah mido. Dan mereka sudah membawanya kembali ke toko buku. Orang-orang itu melempar ayah mido ketanah, ibunya mido berlari keluar ke arah suaminya yang sudah babak belur.

Ibu mido membantu suaminya bangun, orang yang melemparnya tadi memaki-makinya, ibunya mido membalas memaki preman-preman itu. Mido datang dan segera berlari ke ayahnya yang hanya bisa minta maaf, mido meminta ibunya segera membawa ayahnya masuk. Sepeninggal ayah dan ibu mido, tinggal mido dan preman-preman tadi yang masih memanggil ayah mido karena mereka belum selesai bicara.
Seorang preman akan masuk, tapi mido segera memukulnya dengan tasnya, preman itu marah dna mendorong mido sampai jatuh. Tae sang sampai ditempat itu, ibu mido keluar dan marah-marah kenapa mereka juga melakukan ini pada anak-anak, mido meminta ibunya segera masuk dan melapor ke polisi.

Preman itu membalas perkataan ibunya mido, ibu mido lalu meludhainya hingga preman tadi mendorong ibu mido sampai jatuh. Mido mengamuk ia memukul preman itu dengan tasnya walau jelas ia kalah, ibu mido segera masuk telepon polisi. Mido jadi bulan-bulanan mereka ia jatuh beberapa kali tapi ia tak menyerah.

Tae sang berdiri melihat kejadian itu ia ingat waktu ia kecil hal itu juga terjadi pada dirinya. Tae sang berjalan dan mengambil kertas hasil ujian milik mido yang keluar dari tas yang isinya berserakan, ia membacanya mido dapat peringkat pertama. 

Mido kelelahan, kerah bajunya ditarik lee chang he (preman yang memanggil kakak tadi) chang he akan memukul mido tapi tangannya ditahan tae sang. Mido mengatur nafasnya ia bertanya apa tae sang bossnya, tae sang menjawab ia ingin bicara dengan ayah mido bukan mido.

Mido berkata lagi kalau sabtu jam 3, ia akan membawa uangnya. Mido berkaca-kaca dan mengulang perkataannya, tae sang bertanya apa wanita itu seo mido sambil menunjukan kertas hasil ujian tadi, mido segera merampasnya dan marah.
Tae sang mengeluarkan kartu namanya untuk lokasi kantornya, chang hee berkata jika mereka kabur malamnya bagiamana. Seorang preman lagi memegangi lengan mido sambil berkata kalau mereka harus membawanya, jika ayahnya membawa uang baru mereka melepaskannya. Tae sang melihat mido lalu meminta mereka melepaskannya, anak buahnya protes tapi tae sang tetap meminta mereka melepaskannya.

Tae sang berkata lagi ke mido, kalau mereka orang-orang tak berpendidikan jadi jangan coba-coba untuk kabur. Mido menjawab kalau mereka tak perlu khawatir, tae sang menjawab sabtu jam 2 sore sambil melempar kartu namanya kearah mido. Tae sang lalu pergi, diikuti preman-preman lainnya. Sepeninggal mereka mido menangis, mobil tae sang melintas melewati mido.

Keesokan harinya, tae sang memainkan korek api di kantornya, jam terus berdentang. Chang hee yang duduk tak jauh disana melihat jam, dan berkata kalau mido takkan datang. Tae sang menjawab mungkin ia kena macet, chang hee resah ia berkata kalau bosa besar akan merasa aneh.

Tae sang memanggil chang hee, lalu bertanya pergi keluar mengumpulkan uang dengan kekerasan bukan itu menyenangkan, chang hee menjawab apa yang menyenangkan ia melakukan itu untuk bertahan hidup. Tae sang lalu meminta chang hee pulang, chang hee menurut ia lalu pamit pergi.

Tae sang melihat jam yang sudah menunjukan setengah empat lebih, ia melihat pintu dan seseornag masuk ternyata bukan mido, tapi seorang pria dan tae sang memanggilnya kakak. Pria tadi bertanya apa tae sang tak punya rencana di akhir pekan sambil mengambil stik golf. 
Tae sang berkata kalau mungkin mereka harus sedikit toleran dengan seo kyung wook. Pria tadi bertanya siapa seo kyung wook. Tae sang menjelaskan dia pemilik toko buku, pria tadi mengerti. Tae sang berkata kalau mereka terlalu banyak mengambil keuntungan darinya selama 2 tahun ini.

Pria tadi memtuara tsik golfnya tae sang menghindar, pria tadi marah dan bertanya apa nyali tae sang semakin besar ia juga memerintahkan tae sang melakukan hal biasam tae sang mengerti, pria tadi lalu pergi dengan membawa stik golf.

Sampai diluar, pria tadi menelpon presdir goo dan meminta mencarikan orang yang berguna yang presdir kenal untuk mengawasi han tae sang. Jam 5 lebih tae sang masih dikantor membaca buku, pintu terbuka dan ternyata itu mido.
Tae sang berkata kalau mido terlambat 2 jam 5 menit, mido menjawab kalau ia akan membayar bungan 2 jam itu, tae sang bertanya uangnya. Mido meminta semua total yang harus ia bayar, tae sang melihat buku catatan lalu mentotalnya sebesar $27,995.

Tae sang bertanya apa mido membawa uang, mido meremas tali tasnya. Ia lalu menjawab bagaimana kalau tae sang membelinya, tae sang tersentak ia melihat mido. Mido berkata lagi dengan sejumlah uang itu maka mido meminta ia membelinya. Mata mido berkaca-kaca, tae sang melihatnya lalu menjawab iya.

Lalu keduanya pergi ke hotel, sampai dalam hotel tae sang berkata kalau pertama-tama mereka harus makan dulu yang diiyakan mido. Tae sang makan dengan lahap sementara mido tidak nafsu.
Tae sang bertanya kenapa mido tidak makan, mido balik bertanya apa tae sang senang hidup seperti itu. Tae sang menjawab kalau hari ini mido adalah gadis yang dijual demi uang jadi jangan terlalu pintar dan bersiaplah. Mido meletakan sendoknya dan mengajaknya naik, tae sang bertanya apa mido pelajar, mido menjawab kalau ia calon mahasiswi jadi ia sudha cukup umur dan tak apa.

Tae sang tak menanggapinya, ia malah bertanya tentang nilai mido yang bagus ia bertanya mido mo ambil jurusan apa. Mido menjawab dengan dingin kalau level pertanyaany terlalu mendasar. Tae sang selsai makan, ia bertanya apa mido sekarang ketakutan dan gemetaran sambil melempar kunci hotel dan meminta mido naik dulu, dan juga mido boleh kabur jika ia mau, tae sang lalu pergi.

Mido menatap kunci itu dan meyakinkan dirinya, tae sang berjalan ke kamar hotel sambil membawa sekantung tas. Didalam mido duduk menunggu tangannya mulai tak tenang ia menoleh kearah tempat tidur. Pintu terbuak tae sang masuk membuat takut mido. Tae sang berjalan ke dekat tempat tidur meletakkan bawaannya tadi dan membuka jasnya.
Tae sang berjalan mendekati mido dan berkata kalau ia pikir mido sudah kabur, mido menjawab untuk apa, sambil memberikan kertas dan bolpen ia minta mereka membuat kontrak terlebih dahulu dan setelah itu terserah, tapi dengan hari ini semua hutang diantara mereka selesai, tae snag tersenyum saja mendengarnya.

Tae sang berjalan kedepan mido dan berkata, kalau berkorban untuk ayah ituhal kuno. Mido menjawab kalau keluarganya tak ingin menjadi tontontan tetangga lagi. Tae sang bertanya apa setelah mido menjual diri apa ia akan terus menjadi nomor satu dalam pelajaran. Mido tak mau melihat ke arah tae sang dan menjawab kalau ia akan berusaha walau berat.

Tae sang berkata lagi, kalau mido benar-benar mengorbankan dirinya, yang dibenarkan mido, dan menganggap kalau hari ini adalah hari terakhir hidupnya. Tae sang berfikir ini menyedihkan dan apa yang harus ia lakukan. Mido mengambil kertas tadi dna meminta tae sang menulis dan selesaikan dengan cepat.

Tae sang berjalan ketempat tidur dan mengajak mido, tapi mido meminta menulis kontrak dulu. Tae sang mengambil tas berisi makanan tadi dan memberikannya ke mido ia meminta mido makan itu dirumah dan tak perlu bermanis-manis padanya membuat mido keheranan.

Tae sang berkata lagi kalau ia akan menghapus bunganya, tapi mido harus berbicara dengan ayahnya dan meminta membayarnya pelan-pelan. Mido bertanya apa maksudnya, tae sang menjawab ia memberi pengecualian. Ia memerintahkan mido membawa makanan itu dan pulang sekarang. 

Mido bertanya kenapa ia diberi pengecualian, tae sang mendekat dan bertanya apa mido tak mau dan benar-benar ingin tidur dengannya malam ini. Mido berteriak bertanya kenapa ia diberi pengecualian. Tae sang pergi dalm mengambil jasnya kembali dan memakainya.

Tae sang berkata kalau hidup bisa terjadi seperti ini sekali waktu, ketiak mengira semua ini telah berakhir jalan kecil juga bisa muncul. Dan sepertinya mido emosional karena mido masih muda, tapi jangan seperti itu. Jangan jual diri begitu mudah katanya lalau pergi meninggalkan mido yang berkaca-kaca, tae sang meminta mido pulang dengan hati-hati dan belajar giat.
Mido menghela nafas, tapi tae sang kembali lagi dia berdiri didepan pintu dan bertanya berapa kali mido melakukan itu. Mido bertanya apa, tae sang menjelaskan tentang perkataan “beli aku” mido menjawab kalau itu pertama kalinya. Tae sang menasehati agar mido tak mengatakan itu lagi pada siapapun, tak peduli apapun yang terjadi.

Tae sang benar-benar pergi meninggalkan mido yang mengatur nafasnya karena lega. Tae sang menyetir mobilnya, chang hee menelpon untuk menanyakan mido datang atau tidak. Tae sang menjawab kalau ia sudah mengurusnya, chang hee ketakutan dna berkata kalau bukan hal itu maksudnya.

Tae sang berjalan disuatu tempat ia ingat perkataan chang hee tadi kalau ada seorang yang dirawat dirumah jompo bernama yoon hong ja. Tae sang berjalan masuk kerumah jompo itu, dan perkataan chang hee terngiang lagi kalau orang itu agak tidak stabil tapi umurnya sama.
Chang hee penasaran apa orang itu ibunya tae sang, sementara tae sang melihat wanita tua tidur di sofa membelakanginya, saat wanita itu membalikan badan tae sang melihat seperti ibunya, tapi ternyata bukan. Tae sang berbalik pergi, dalam hatinya ia minta maaf,akan tiba hari dimana ia akan mengerti dirinya.

Rumah gelap hanya nampak foto sebuah keluarga, ternyata itu rumah tae sang sedangkan orangnya berdiri menatap keluar jendela. Ia ingat pertanyaam mido, apa ia suka hidup seperti itu? Tae snag menjawab tidak, ia tidak suka sama sekali.

Mido sampai rumahnya, ibu dan adiknya sedang makan malam. Ibunya bertanya darimana mido dan makan malam mido sudah ia makan. Mido duduk dan meletakan bawaanya, ibunya lalu membuka dan mengeluarkan isinya, adiknya bertanya darimana kakaknya mendapatkannya. Mido menjwab kalau ia mendapatkannya, adiknya masih bertanya karena itu semua terlihat mahal, mido menjawab kalau tidak suka tak usah makan.

Adiknya lalu mengambil macaron dan memakannya dan meminta ibunya mencoba, mido melihatinya lalu ia bertanya apa ada telepon dari preman-preman, ibunya terdiam dan menjawab tidak ada, lalu telepon berdering ibunya lalu mengangkatnya.
Tangannya gemetar dan ia langsung marah-marah tapi sesaat terdiam kaget karena mendengar jawaban kalau mereka menghapus bunganya. Keesokan harinya keluarga mido membuka kembali toko mereka, mereka bersih-bersih dan menyiapkan toko dengan bahagia.mido tersenyum lega sambil melihat kalimat kutipan yang ia tempel didinding depan toko. Tae sang melihat mereka dari dalam mobilnya sesaat ia lalu menjalankan mobilnya pergi.

Dikantor boss (pria yang tadi mengambil stik golf) marah melihat berkas laporan ia memanggil seseorang chang hee masuk, boss bertanya dimana tae sang, chang hee menjawab kalau tae sang sedang ada bisnis diluar, boss mengerti dan meminta chang hee keluar, chang hee berkata lagi malam ini jam 6.30, boss menjawab mengerti sambil marah menendang kursi, chang hee membungkuk lalu keluar.

Sementara tae sang berada di tempat fitnes sedang angkat besi ia meletakkannya karena ponselnya berdiring. Dan ternyata itu dari baek seung jo dan meminta bantuan tae sang karena ia terkurung sekarang.
Tae sang lalu pergi ke sebuah butik dan mencari seseorang, seung jo keluar memakai gaun putih menyambut tae sang. 
Tae sang bertanya apa yang seung jo lakukan, seung jo memperlihatkan bajunya dan bertanya menurut tae sang mana yang bagus yang ia pakai atau gaun hitam. Ia tak bisa memutuskannya jadi ia terkurung selama 3 jam disini. Ia ingin tahu apa yang harus ia pakai untuk makan malam ulang tahun boss-nya tae sang.

Tae sang menjawab dingin kalau lain kali janga membuat lelucon seperti ini,seung jo hanya bisa tersenyum saja. Lalu malamnya semua anggota gangster berkumpul menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk bos kim, seorang membawa kue dan bos kim bangun dan meniup lilinya.

Lalu yang membawa kue tadi menyuarakan bersulang untuk panjang umur, semuanya lalu minum. Bos kim kelihatan tidak suka karena ia semakin tua, yong gap berkata mungkin anak-anak iri dengan kekasih bos kim yang cantik. Seung jo menjawab siapa yang mengundangnya, yong gap menjawab kalau ia teman lama bos kim.

Seung jo menjawab bukanah ia kemari untuk menerima kontrak kerja bangunan dan memintanya duduk diam saja. Bos kim hanya tersenyum, yong gap berterimaasih karena tidak diusir, seung jo bertanya ke anak-anak apa tidak ada pertunjuan. Lalu beberapa ana buahnya bernyanyi dipanggung yang sudah disediakan.
Semua menikmati pertunjuannya, tae sang tersenyum melihat asi teman-temannya, begitu juga bos kim ia menoleh kekasihnya tapi senyumnya lenyap melihat seung jo senyum-senyum menatap tae sang, bos kim lalu minum, begitu juga yong gap menyempatan diri melihat seung jo tapi ia melihat seung jo hanya melihat tae sang.

Selesai pertunjuan, chang hee lalu menunjuk tae sang untuk maju, tae sang langsung menolaknya. Anak-anak meneriaki nama tae sang, yong gap lalu memanggil dong goo (pembawa roti) dia berteriak ulang tahun siapa ini, semuanya lalu terdiam. Tae sang minta maaf dan meminta rekan-rekannya kembali duduk, bos kim berata kenapa go merusak kesenangan anak-anak.

Bos kim lalu meminta tae sang bernyanyi, tae sang menolak karena ia tak bisa bernyanyi. Bos kim meninggikan suaranya kalau tidak bisa bernyanyi maka menarilah. Semua orang kaget, tae sang meminta maaf ia akan menuangkan minum. Tae sang lalu mengambil botol dan bersiap menuangkan, bos kim hanya melihat lalu mengambil gelasnya.

Tae sang menuangkan minuman, bos kim berkata sudah 15 tahun mereka bertemu bukan saat ini sudah waktunya tae sang untuk menikah, tae sang menjawab bukan waktunya membicarakan pernikahan. Bos kim bertanya tentang ibu tae sang, tae sang menjawab ia tak perduli, bos kim menjawab bagaimanpun ia ibunya, dan seharusnya tae sang mengerti ibunya karena wanita, dan memaafkannya.

Dan mereka bisa bertemu karena ibunya tae sang,dia bersyukur pada ibu tae sang yang telah mengirim orang seperti tae sang ia lalu tertawa tak perduli perasaan tae sang. Semua orang melihat tae sang yang hanya bisa diam dan kembali duduk, bos kim masih tertawa dan berkata lagi kalau lebih baik tae sang mencari adiknya dulu sebelum ibunya.
Seung jo berteriak apa ta ada pertunjukan lagi, bos kim mengangkat kedua kakinya di meja dan terus berkata apa mereka tak penasaran dengan tae sang waktu 17 tahun. Seung jo berkata kalau ia tak penasaran, bos kim merentangkan tangannya ke kursi seung jo dan bercerita tentang masa lalu tae sang, waktu itu iaberumur 17 tahun dan hanya seorang pelajar yang juara pertama disekolahnya.

Tapi setelah kejadian itu, mata dan tinju penuh kebencian, karena itu ia yang membawa dan membesarkannya. Yong gap bertanya kejadian apa, sementara tae sang hanya terdiam mendengarnya. Bos kim terus bercerita mungkin karena kecantikan ibunya, tae sang berdiri sedikit menggebrak meja ia berkata kalau mereka membicarakan hal ini sebaiknya jika tidak ada dirinya, ia lalu pergi keluar.

Bos kim marah, ia berdiri dan mengambil botol lalu melemparkannya tepat didinding pintu keluar, tae sang berhenti. Bos kim bertanya siapa yang mengijinkannya pergi, dan siapa tae sang beraninya bertingkah seperti itu, dan apa yang ada diotak tae sang akhir-akhir ini. Tae sang hanya menoleh menjawab, kalau ia berharap bos kim tidak tua menjadi bandit atau renternir, membuat bos kim tertawa kesal.

Tae sang berbalik, dan bertanya apa bosnya tak membaca berita kalau hal semacam itu tak diijinkan oleh hukum, kenapa bosnya tidak membaca rencana bisnis yang ia beri. Tae sang berbalik lagi tapi bos kim melemparnya dengan gelas dan mengenai punggungnya.

Tae sang marah berbalik, bos kim memaki tae sang dan bertanya sejak kapan mereka menelpon orang dan berkata menghapus bunganya. Bos menuduh tae sang berapa banyak uang yang ia ambil, tae sang menjawab berapa banyak bunga yang mereka ambil dari beberapa keluarga sehingga mereka hampir bunuh diri.

Bos marah, jadi apa tae sang akan menjadi pahlawan untuk mereka, dan membawa putri mereka masuk hotel. Tae sang menjawab seharusnya ia memberikan tugas pada orang yang tepat, dan apa bos suka hidup seperti ini. Bos menjawab harus hidup seperti ini dan mati, tae sang berkata sebeginilah kemurahan hatinya.
Bos semakin kesal ia mengambil gelas dan melemparnya lagi tapi kali ini tae sang menangkapnya dan meremasnya sampai hancur, semua orang kaget, yong gap tersenyum melihatnya. Darah menetes dari tangan tae sang, seung jo cemas melihatnya. Tae sang melempar gelas itu sambil berkata walaupun bukan seperti ini hidup yang diinginkannya tapi ia melakukan terbaik yang ia lakukan.
Tae sang menunduk sambil menguncapkan selamat tinggal, karena mulai sekarang ia akan meninggalkan bos kim. Chang hee menyusul tae sang perlahan semua orang juga ikut pergi, tinggal bos kim, seung jo dan yong gap yang bertepuk tangan melihat hal itu, seung jo tidak tahan ia juga ikut pergi.
Sementara di toko buku, mi joon adik mi do sedang menjaga toko sambil mendengarkan musik dari headphone dan menari-nari. Sedangkan mido membereskan buku-buku, ia mengambi setumpuk buku yang sudah diikat dan meminta adiknya mengemasnya, tapi adiknya tak mendengar membuat mido melepas headphone adiknya.

Adiknya mengerti, mido minta adiknya serius belajar, mi joon menjawab kalau saat bukan belajar yang dipentingkan. Ia ingin membantu keluarganya, mido bertanya bagaimana caranya, mi joon menjawab kalau ia akan mendaftar audisi untuk pelatihan. Setelah itu ia akan membayarkan biaya kuliah mido dan juga membyar hutang keluarganya.

Mido tersenyum mendengarnya, tapi mereka kaget karena chang hee tiba-tiba masuk dan mengobrak-abrik semua buku sambil marah-marah sendiri. Mi joon bertanya siapa ia, chang hee bertanya apa mido masuk universitas, mido menjawab iya. Chang he berjalan kearahnya dan melempar buku tabungan beserta stampel dan berkata kalau itu uang kuliahnya.

Mata chang hee berkaca-kaca, ia memberitahu kalau manajer han tae sang memberi untuk uang sekolah dan uang buku dan memintanya untuk memberikannya pada mido. Mido malah bertanya berapa persen bunganya, menyulut amarah chang hee ia menarik kerah baju mido siap memukul tapi mi joon menahannya.

Chang hee sadar, ia menjawab kalau mido penasaran tanyakan sendiri. Mido bertanya dimana tae sang, tae sang berada disuatu tempat. Ia lalu berendam dikolam renang pribadi, ia teringat perkataan mido dan ia tersenyum mengingatnya. Tiba-tiba seseorang memanggilnya, ia menoleh dan kaget itu mido, tae sang langsung menceburkan diri ketengah kolam yang lebih dalam dan menahan mido mendekat.
Tapi mido tak perduli ia ingin mereka bicara, tae sang bertanya apa yang membawa mido datang. Mido menunjukan buku tabungan, tae sang bertanya apa chang hee tak memberitahunya. Mido bertanya kenapa ia memberinya itu. 

Tae sang berkata apa mido tak bisa melihatnya, ia sedang mandi sekarang, mido menjawab ia tak punya waktu. Pegawai datang dan meminta mido untuk melepas pakaian sebelum masuk ketempat itu, tae sang menambahi mido bisa melepas pakaian dan masuk kekolam untuk berbicara dengannya. Mido meminta tae sang cepat, lalu ia pergi diikuti pegawai tadi, tae sang menghela nafas.

Mido menunggu diaula teater, tae sang masuk sambil membawa dua cup coffe ia memberikan satu untuk mido, tapi mido tak mau menerimanya. Tae sang duduk disamping mido dan bertanya apa yang ia ingin bicarakan. 
Mido menunjukan buku tabungan dan bertanya untuk apa, tae sang menjawab kalau itu anggap saja sebagai bea siswa, ia akan menyetorkan uang ke bank itu setiap semester. Mido menatap tae sang dan menjawab kalau ia tak mau menerima uang dari bandit dan meletakkan buku tabungan.

Tae sang menjawab, saat mido bertanya waktu itu, jika ia diberi bantuan saat seumur mido mungkin hidupnya akan berbeda saat ini. Karena itulah sebabnya ia memberi buku tabungan itu, dengan niat menolong dirinya yang tak tertolong dimasa lalu.

Mido menjawab ia bisa bekerja paruh waktu, ia tak nyaman meneriam uang itu. Tae sang memaksa mido bisa memberi teman mido yang mau jika ia tak mau menerimanya, ia hanya ingin menolong seseorang. Mido meminta tae sang mencari orang lain dan membantunya secara pribadi.

Tae sang malah bertanya kenapa mido bicara formal dengannya hari ini, mido tak bisa menjawab. Tae sang tersenyum dan berkata kalau waktu berat seseorang sudah berakhir situasi mereka bertambah parah dan mereka akan menyerah pada mimpi mereka, dan ia berharap mido tak seperti itu. Karena itu ia ingin membantunya membayar biaya sekolah, tak perlu membayarnya ataupun bunganya. Tae sang merasa cukup ia lalu berdiri akan pergi, mido ikut berdiri dan memanggil tae sang.

Tae sang memotong ia berkata ia tidak mempunyai temperamental baik, anggap saja itu uang yang diberi uang dewasa. Tae sang lalu pergi, tapi mido berteriak memanggil nama tae sang, tae sang kaget dan meminta mido diam karena anak-anak sedang latihan diteater. Mido sadar ia tak bisa berkata lagi, tae sang pergi sambil tersenyum.
Chang hee sampai disebuah proyek pembangunan, para pekerja sedang bekerja, dan seorang pekerja menaikan helmnya dan melihat chang hee, ia langsung berlari chang hee segera mengejarnya. Dan chang hee berhasil menangkapnya, yang ternyata itu lee jae hee adiknya, chang hee mempersiapkan makan.

Chang hee bertanya kenapa adiknya tidak belajar, jae hee menjawab ia bekerja untuk latihan. Chang hee meminta adiknya belajar ektra dan pergi keluar negeri. Chang hee memukul kepala adiknya, dan meminta adiknya pergi keluar negeri karena ia sudah menyiapkan uangnya. Adiknya tetap tak mau untuk apa ia pergi jika situasinya tidak mengijinkan.
Chang hee lalu cerita kakak yang ia sukai berkata, Keberanian sejati adalah jika kau tidak kehilangan harapan meskipun jatuh dalam selokan. Lalu keduanya makan, jae hee bertanya sebenarnya kakaknya bekerja sebagai apa, kakaknya menjawab ia bekerja dirumah sakit.

Adiknya tak percaya, chang hee membenarkan, jae hee berkata lagi jika sesuatu terjadi padanya ia juga akan mati. Jae he berkata kalau chang hee adalah teman, ayah dan kakak juga keluarga satu-satunya. Jae hee termenung, ia lalu berkata karena itu ia meminta adiknya pergi keluar negeri dan menjadi terkenal.

3 orang preman berada disamping sebuah mobil yang ternyata ada bos kim, ia memberi ketiga preman itu sekotak uang dan meminta mereka menyelesaikannya malam ini. 

Tae sang mendirikan kemah dihutan, chang hee ada disana dia bertanya kalau tae sang bisa mennyewa hotel. Tae sang menjawab tidak apa-apa, chang hee mengerti ia lalu berdiri dan berkata kalau akan membawa bir. Tae sang tinggal sendiri, ia lalu membaca buku didalam tenda, seorang berjalan dibelakang tenda, tae sang mengira itu chang hee tapi tak ada jawaban.
Tae sang lalu keluar dari tenda, tapi tak ada siapa-siapa, telepon tae sang berdering dari suaranya ia memperingatkan tae sang tentang bos kim yang mengirim orang untuk sementara tae sang menghindar. Tapi terlambat orang-orang suruhan datang dan menyobek tenda, dan akhirnya mereka berkelahi. Ditengah perkelahian tae sang bertanya apa bos kim yang menyuruh mereka.
 Bos kim sedang main dengan yong gap, ia setengah mabuk, yong gap memanfaatkannya untuk menanda tangani kontrak. Teleponnya berdering, bos kim bertanya apa semuanya selesai, tapi dari raut wajahnya sepertinya tidak. Tae sang mengendarai mobilnya dengan penuh amarah.

Di toko buku beberapa orang membeli buku, mido membawakannya ke mobil ia bertanya dimana ia harus meletakannya, orang itu menjawab dibelakang mido menurut tapi saat memasukan buku orang dibelakangnya mendorongnya masuk dan mengunci mobilnya mido berteriak-teriak. 
Yong gap mendapat telepon tentang transaksinya dengan bos kim ia tersenyum mendengarnya ia lalu meminta bos kim minum. Tapi bos kim hanya terdiam, pintu terbuka dan tae sang masuk dengan penuh kemarahan, bos kim malah menawarinya minuman.

Tae sang bertanya apa itu hal terbaik yang ia lakukan, bos menjawab bukan ia menyesali membawa tae sang masuk ke dalam gang, ia bertanya lagi apa yang tae sang pelajari dari ibunya yang genit. Menyulut amarah tae sang yang langsung memukul bos kim yang tengah mabuk.

Tae sang terus memukuli bos kim dan meminta mereka tidak bertemu lagi, karena hari dimana mereka bertemu salah satu dari mereka akan mati. Tae sang akan pergi tapi dari luar dua orang menyeret mido dan melemparkannya kelantai. Mido kebingungan ia menaikan kepalanya dan melihat tae sang.

Bos kim tertawa sambil berkata kalau ia tahu hubungan diantara keduanya, ia memberitahu yong gap kalau gadis itu kekasih tae sang. Bos kim berteriak memberitahu ke mido kalau ia yang membesarakan tae sang tapi tae sang malah membiayai mido dan mengantongi uangnya.

Bos kim berkata inilah terjadi jika tae sang mengkhianatinya, ia mengeluarkan kertas dan meminta  menanda tangani kontrak. Mido ditarik berdiri dua orang tadi, tae sang bingung ia minta mereka melepaskan mido karena hal itu masalah mereka berdua. 

Bos kim minta mido menanda tangani kontrak, mido dipaksa ia meronta tapi dua orang tadi melempar mido ke meja, membuat tae sang marah dan akhirnya memukul dua orang tadi. Ia membantu mido berdiri dan menyuruhnya cepat pergi, tae sang berkelahi dengan satunya, satunya mengejar mido tapi tae sang berhasil menghadangnya.
Mido mencoba membuka pintu, tapi sepertinya tertahan meja dibelakangnya. Tae sang berhasil melumpuhkan keduanya, dan membantu mido membuka pintu. Bos kim mengambil pisau lalu menancapkannya ke punggung tae sang yang langsung ambruk menindih mido yang kaget. Tapi tae sang menahannya dan berusaha membuka pintu.

Darah mengucur dari balik bajunya, pintu berhasil terbuka dan mido cepat berlari, ditengah jalan mido berbalik t api tae sang meminta mido cepat pergi sambil menahan sakit. Akhirnya tae sang ambruk tak kuasa menahan sakit, ia memandang anak tangga.

Ia teringat waktu kejadian itu, ia pulang sekolah dan memanggil ibunya dan juga tae min adiknya. Tapi dirumah itu sepi tak ada siapa-siapa, ia terus memanggil ibunya sambil meletakan kertas hasil ujiannya di kulkas, dimeja sudah terhidang makanan tae sang memakannya sambil tersenyum.

Dimeja itu ada secarik kertas, ia membacanya tulisannya “maafkan aku, akan tiba hari dimana tae sang akan mengerti dirinya” tae sang tak mengerti tapi beberapa orang masuk kerumahnya.  Tae sang bertanya siapa mereka, seorang wanita bertanya dimana ibu tae sang. Sebuah bingkai foto jatuh kelantai, wanita itu berteriak bagaimana bisa ibunya melakukan itu sementara suaminya berkerja ditimur tengah.

Tae sang sedang sekarat menahan sakit, ia ingat waktu ia tinggal berdua dengan ayahnya. Ia meminta ayahnya makan, tapi ayahnya hanya diam. Tae sang muda membalikan tubuh ayahnya yang sudah tak bernyawa, akhirnya ia tinggal seorang diri memegangi foto ayahnya.

Preman-preman datang dan meminta membayar uang yang dipinjam ibunya, tae sang meminta mereka pergi. Preman-preman itu lalu menarik tae sang pergi keluar sambil menginjak foto ayah tae sang.

Kembali ke saat ini, tae sang datang dan kaget melihat keadaan tae sang. Tae sang masih terkapar ia setengah sadar mendengar perkelahian dibelakangnya. Ia teringat saat ia muda memukuli para preman-preman penagih hutang. 
Tetap saja ia akhirnya kalah dan terkapar penuh luka ia menangis, lalu datang bos kim berkata orang seperti tae sang yang terlahir yatim piatu akan menjadi petarung baik jika memberinya daging perut babi.Tae sang mengingat hal itu, perlahan ia menutup mata dengan luka dipungguhnya yang mengeluarkan banyak darah.
 Hari berlalu, hari dimulai, terlihat seseorang sedang latihan dan terlihat bekas luka dipunggungnya siapa lagi kalau bukan han tae sang.  ~7 tahun kemudian~ tae sang selesai olahrag ia menyeka keringatnya dan berjalan menuju depan tv yang sedang menyiarkan berita tentang perusahaan nasional pemijam uang golden tree yang berhasil membeli navi capital. 

Ini pertama kalinya perusahaan peminjam uang membeli perusahaan keuangan, sehingga menjadi perhatian semua orang karena efek apa yang akan terjadi.Sedangkan tae sang minum jusnya sambil mendengar berita itu.
Selanjutnya: When A Man Loves Episode 2

No comments:

Post a Comment