Saturday, June 29, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 24 Final

Sebelumnya: Gu FamilyBook Episode 23

gomawo
Apa yang kau inginkan dariku, tanya jenderal. Kang chi menjawab seberapa besar jenderal mempercayainya. Kang chi ingin melepaskan semua takdir jahatnya, permainan gwan wong ia tak bisa memaafkannya.  Jenderal bertanya ap itu keinginan kang chi, kang chi mengiyakan.

Lalu jenderal meminta kang chi berjanji padanya, apapun yang terjadi kang chi takkan membunuh siapapun untuk membalas dendam. Jenderal akan menghumu gwan wong dengan hukum yang beraluku juga anak buahnya. Jangan kotori tangan kang chi, karena jika itu terjadi kang chi sama saja dengan gwan wong.Jika kang chi bisa menepati janji itu, maka apa bisa ia mempercayainya, kang chi mengiyakan.

Kembali ke lorong, gon, tae seo dan bong chul dan temannya sedang bertarung melawan para ninja untuk menyelamatkan yeo wol.  Dan kang chi berhasil menyelamatkan yeo wol dari bola bergerigi itu. Tae seo dkk terus melawan para ninja, kang chi melepas ikatan choi ma reum dan okman. Kang chi bertanya apa ayahnya baik-baik saja, begitu juga ok man.

Gon, tae seo, bong chul dan temannya berhasil mengalahkan para ninja dan datang ke tempat yeo wol, mereka lega melihat semuanya selamat. Bong chul dan temannya ebrlari ke bola itu dan ternganga melihatnya.  Tae seo bertanya apa yeo wol baik-baik saja, yeo wol mengiyakan dan tersenyum juga pada gon yang tenang sekarang.

Kang chi berkata kalau mereka tak punya waktu, karena mungkin sekarang jenderal sudah datang. Yeo wol bertanya apa jenderal juga datang, kang chi menjelaskan kalau hari ini, mereka akan mengakhiri gwan wong, semuanya akan kesana dan kang chi meminta yeo wol kembali ke perguruan.

Tapi yeo wol memaksa ikut, ia ingin mengeluarkan tendangannya, ia juga ingin berada didekat kang chi. Lagipula hari ini akan menjadi hari kekalahan gwan wong ia ingin ada disana. Yeo wol minta ijin agar kang chi membolehkannya, semua orang melihat kang chi yang berat menganbil keputusan. 

Sementara jenderal sedang berhadapan dengan gwan wong dan para pengawalnya. Gwan wong mengatakan kalau ini cukup menghibur tapi selamat tinggal jenderal, katanya lalu berbalik pergi. Kang chi datang dan berkata kalau ini belum berakhir.

Lalu kang chi dkk datang mengelilingi jenderal,kang chi berkata apa gwan wong tidak ingat ucapannya saat datang dan merusak lantai dengan sapu, ia mengatakan akan mengambil alih penginapan dan inilah saatnya.
Semua orang fokus ke gwan wong, sementar pengawal seo menyalakan sumbu senapan dan siap mengarahkannya, gwan wong berkata selamat tinggal choi kang chi.

Episode 24
Yeo wol merasakan sesuatu ia menoleh dan melihat pengawal seo, tapi saat memanggil kang chi, tarr senapan itu mengenai punggung yeo wol, semua orang menoleh dan kaget melihatanya.  Sepertinya pengawal seo juga tak menduga kalau mengenai yeo wol, yeo wol menahan sakit dalam hatinya memanggil kang chi, yeo wol terpaku dan memanggil yeo wol yang terjatuh tak kuat menahan sakit, kang chi segera menangkapnya.  

Kang chi melihat tangannya yang berlumuran darah yeo wol, yeo wol benar-benar kesakitan ia menangis, dan mengulurkan tangannya menarik lengan baju kang chi dan meminta kang chi tidak kemana-mana, lalu ia memejamkan matanya, membuat gon dan tae seo berteriak dan lari mendekat.

Kang chi terpaku, wajahnya penuh amarah matanya berubah hijau kembali hitam dan menangis, ia perlahan berdiri menatap tajam ke arah pengawal seo, kang chi melangkah maju dan menyingkirkan pengawal yang berusaha menghalanginya.

Sementara pengawal seo gemetaran melihat kang chi datang, ia memasukan bubuk misiu dengan terburu-buru, pengawal seo mengarahkan senapannya dan menarik pelatuknya tapi senapan itu tak berfungsi, ia semakin gemetaran dan menepuk-nepuk senapan sementara kang chi semakin dekat dan berhasil menghentikan senapan pengawal seo matanya berubah hijau berubah hitam lagi.

Kang chi melempar senapan itu, pengawal seo gemetaran mengambil sesuatu tapi kang chi cepat melemparnya ke tumpukan jerami dan memukulinya, semua orang melihatnya begitu juga jenderal. Kang chi memukulinya dan melemparnya ke dinding dan mencekiknya matanya kembali hijau, dan berkata kalau mereka orang tak berguna, dan semuanya mati saja.

Jenderal memanggi kang chi ia berteriak, kang chi menoleh dalam hati jenderal meminta kang chi untuk tidak mengotori tangannya karen ia akan menjadi orang jahat. Apapun yang terjadi berjanjilah padanya untuk tidak membunuh siapapun, untuk balas dendam.

Kang chi menjawab, kalau orang ini harus mati karena tak ada alasannya untuk hidup, kang chi harus membunuh dengan tangannya sendiri. Jenderal meminta kang chi untuk tidak mengotorinya tangannya, karena kang chi akan terus melakukannya. 

Kang chi tak peduli ia terus mencekik pengawal seo, sampai terdengar yeo wol memanggil kang chi, ternyata yeo wol pinsan tadi, yeo wol memanggil kang chi lagi sehingga kang chi melepas cekikannya dan matanya kembali normal.

Kang chi langsung berlari kearah yeo wol, gon berkata kalau mereka harus cepat pergi dari sini. Kang chi mengerti ia akan membawa yeo wol, tapi gwan wong menahan dan berkata kalau tak ada seorangpun yang bisa pergi dari tempat itu.

Pengawal lalu mengarahkan pedangnya ke arah mereka, tae seo dan gon langsung berdiri. Gwan wong mengulang perkataanya, tak seorangpun bisa pergi dengan hidup-hidup. Gwan wong memerintahkan untuk memenggal mereka, jenderal berteriak memeringatkan gwan wong untuk tidak berani melakukannya.

Jenderal maju kedepan mendekati gwan wong, lalu berkata kalau ia tak tahan lagi melihat tindakan gwan wong. Jenderal berteriak memanggil jeong moo, lalu masuklah para prajurit dari depan samping kiri kanan dan atas penginapan yang sudah siap mengarahkan panah kearah gwan wong. Pengaal seo juga dijaga prajurit.

Pengawal gwan wong terdesak mundur, jenderal segera memberi perintah untuk menangkap gwan wong, yang mencoba membunuh orang tak bersalah dan mengambil harta mereka. Bukan hanya itu, ia juga mencuir harta negara dan menjualnya, serta berusaha membunuh jenderal lee soon shin. Semua kesalahannya adalah kejahatan dan kekejaman. Jenderal akan menangkap gwan wong ditempat itu sekarang.

Gwan wong geram, ia masih mengelak dan berkata apa jenderal sedang ingin bermain-main dengannya. Jenderal menjawab, kalau ia ingin memenggal kepala musuh-musuhnya, maka ia juga harus menyerang dengan seluruh kekuatannya. Begitu juga gwan wong yang mengarahkan pedangnya untuk tujuan yang sama.

Jenderal bertanya, apa yang akan gwan wong lakukan, menyerahkan nyawanya disini, atau akan menyarungkan pedang dan menderita. Para prajurit semua mengarahkan senjatanya, gwan wong menoleh kearah pedagang goonbon.

Jae ryung bertanya ke kageshima, tentang waktu yang diberikan jenderal padanya bukankah 3 hari. Kageshima membenarkan, jae ryung lalu berkata lagi kalau mereka akan bersiap-siap dan pergi besuk. Jae ryung lalu pergi meninggalkan tempat itu, kageshima juga tapi sebelum pergi ia menghormat ke jenderal dulu.

Pengawal seo yang diseret berteriak meminta pengawal lain melindungi gwan wong. Lalu pengawal gwan wong melemparkan bom asap dan kabur bersama gwan wong. Jenderal melihat gwan wong kabur, jenderal segera memerintahkan prajuritnya untuk segera menangkapnya.

Kang chi melindungi yeo wol dari asap, tapi yeo wol semakin melemah kang chi hanya bisa menangisisnya, jenderal dan lain hanya bisa melihat sedih. Di chunhwagwan, ketua chun kaget mendenagr kabar yeo wol tertembak.

Pelayan yang melapor membenarkan menurut berita yang ia terima, benar yeo wol tertembak dan lukanya sangat parah. Kepala pelayan ikut sedih mendenagrnya, chung jo bertanya apa yang dimaksud senapan. 

Ketua chun menjawab, sebenarnya ia sendiri belum pernah melihatnya, tapi setaunya benda itu menggunakan mesiu dan menembakan besi ke tubuh manusia dan membuat tubuh dan tulang bisa terluka parah. Siapapun yang tertembak peluru itu pada akhirnya akan mati.

Chung jo amat terkejut, dia bertanya apa mungkin yeo wol akan mati. Ketua chun menghela nafas dan kebingungan bagaimana ini bisa terjadi.

Sementara yeo wol sudah berbaring dikamarnya, disana ada dam pyung jon, guru gong dal dan bibi yeo joo. Guru gong dal berkata, menurut tabib waktunya tak lama lagi, dam pyung jon terdiam melihati putrinya.

Ia ingat waktu yeo wol kecil, ia ingin belajar pedang. Dam bertanya kenapa, yeo wol kecil menjawab karena seorang anak terluka karenanya,dan yeo wol tak bisa melakukan apa-apa dan hanya menangis. Dam tersenyum berkata lalu, yeo wol kecil menjawab, karena dirinya demi melindungi orang yang terluka satu-satunya cara adalah menjadi kuat. Karena itu ia ingin belajar menggunakan pedang.

Kembali saat ini, tangan dam mengepal memendam amarah ia tak bicara apa-apa langsung berdiri dan pergi meninggalkan dua orang tadi yang hanya terdiam mengerti.

So jung terduduk lemas, mendengar cerita dari kang chi ia tak percaya pada akhirnya seperti ini. Kang chi meminta so jung memberitahu cara untuk menyelamatkan yeo wol.  Kang chi memohon, ia mau melakukan apa saja untuk menyelamatkan yeo wol.

So jung menjawab apa ada cara untuk menghadapi nasib, karena yeo wol tak menghindari nasibnya maka ia menanggung akibatnya.  Kang chi masih ngotot pasti ada yang bisa ia lakukan karena ia mahkluk mitos.

So jung berkata, bukankah ia pernah bilang kalau darah kang chi hanya bisa menyelamatkan nyawa seseorang sekali saja. Kang chi menahan tangis dan berteriak yeo wol sekarat, so jung melihat ke kang chi dan bertanya bagaimana jika itu nasib kang chi, tak ada pilihan lain selain menerimanya.

Kang chi bertanya lagi, sungguh tak ada cara lain. So jung menjawab, berada disisi yeo wol, hanya itu yang bisa kang chi lakukan. Kang chi berjalan lemas kembali ke perguruan, sampai halaman ia berhenti dan hanya melihat kearah kamar yeo wol yang didalam yeo wol masih sekarat.

Sung datang mendekati kang chi, sung bertanya apa kang chi baru datang, tapi ia tak bisa masuk kamar yeo wol. Kang chi bertanya kenapa, sung bercerita kalau guru dam membawa semua murid masuk kedalam hutan untuk membunuh jo gwan wong.

Di hutan, gwan wong berlari dengan para pengawalnya. Sementara dam pyung jon dengan gon dan beberapa murid berlari mengejar mereka, begitu juga tae seo berlari dari arah lain bersama beberapa murid. Pengawal seo melihat mereka dan meminta mereka bersembunyi dan berkata ke gwan wong, kalau murid perguruan ada disekitar hutan.

Gwan wong mulai blank, ia malah bertanya dimana pengawal seo ia akan melakukan semua sesuai perkataan pengawal seo, membuat pengawalnya kebingungan. Seorang murid melihat mereka, ia lalu memahan ke awan untuk memberi tanda lokasi mereka.

Rombongan guru dam melihatnya begitu juga rombongan tae seo. Kelompok tae seo berhasil menghadang rombongan gwan wong dari depan, dari belakang kelompok guru dam juga sudah sampai, tinggal kelompok gwan wong ditengah-tengah.

Guru dam berteriak memaki gwan wong sambil mengeluarkan pedangnya, pengawal gwan wong memerintahkan lainnya melindungi gwan wong. Lalu mereka bertarung, sementara gwan wong dan dua pengawal berlari kesamping tapi langkah mereka terhenti karena disamping kang chi sudah berdiri menghadangnya.

Gwan wong bertanya sedang apa kang chi, minggir atau akan ia bunuh, ia lalu memerintahkan pengawalnya untuk membunuh kang chi. Kedua pengawalnya ketakutan, kang chi berkata jika mereka ingin hidup ia minta sarungkan pedangnya dan lari. Mata kang chi berubah hijau dan kembali normal lagi, membuat kedua pengawal itu memilih melempar pedangnya dan melarikan diri.

Tinggal gwan wong ia lalu mengambil pedang, dan menyuruh kang chi mendekat karena ia yang akan memenggal kepala kang chi. Kang chi berjalan mendekatinya, gwan wong bersiap-siap tapi ia mundur-mundur, tapi kang chi lebih cepat gerakannya dan sampai didekat gwan wong ia langsung mencakar tangan gwan wong yang langsung melepaskan pedangnya dan darahnya berceceran, ia berteriak kesakitan membuat semua orang menoleh.
Gwan wong berteriak merasakan sakit dan memegangin tangannya yang terluka parah. Kang chi bertanya apa itu sakit, dibandingkan rasa sakit yang gwan wong berikan pada mereka semua itu belum apa-apa. Kang chi lalu berlalu melewati gwan wong yang terjatuh masih berteriak.

Di chun hwagwan, wol san tak percaya gwan wong tertangkap, dua gisaeng lain membenarkannya, karena gwan wong menjual rahasia joseon ke orang-orang jepang, dan ia ditangkap dan dibawa ke markas angkatan laut, dan juga mereka dengar tangannya dipotong.

Wol san lemas ia berbalik, tepat chung jo jalan mendekati mereka. Chung jo bertanya apa mereka sudah mendengar berita kalau bi joo sudah ditangkap, chung jo berkata lagi kalau ia sedang dalam perjalan ke kamar ketua chun jadi lebih baik mereka beri jalan.

Wol san dan kedua gisaeng tadi menyingkir, chung jo lalu jalan dengan penuh kemenangan, gob dan jalan mengikutinya nonanya dengan senang. 

Pagi harinya, yeo wol mulai sadar, kang chi yang menungguinya memanggilnya untuk memastikan. Yeo wol berusaha melihat kang chi dan memanggilnya, kang chi bertanya apa tidur yeo wol nyenyak, yeo wol mengiyakan.

Kang chi cemas dan bertanya apa ada yang sakit, apa sakit sekali, yeo wol berusaha tersenyum. Yeo wol meminta kang chi membantunya bangun, tapi kang chi meminta yeo wol berbaring, tapi yeo wol mengulurkan tangan dan meminta kang chi membantunya bangun.

Akhirnya kang chi membantu yeo wol bangun,saat duduk yeo wol merasa sakit, kang chi cemas ia bertanya apa yeo wol baik-baik saja. Yeo wol malah menyandarkan kepalanya ke kang chi, kang chi cemas, yeo wol menjawab kalau ia baik-baik saja.

Kang chi hanya bisa memeluk yeo wol, yeo wol bertanya tentang ayahnya yang pasti sangat mengkhawatirkannya. Kang chi menjawab kalau guru dam datang melihat yeo wol beberapa waktu lalu. 

Yeo wol meminta kang chi menyampaikan maafnya ke ayahnya, kang chi meminta yeo wol untuk cepat sembuh. Yeo wol lalu bangun dan melihat kang chi, ia berkata kalau ia punya 3 permintaan, apa kang chi mau mengabulkannya. 

Lalu malam harinya terdengar tawa, dan suara kang chi yang berkata kalau yeo wol ingin makan bersama dengan semua orang. Asal tawa itu berasal dari dapur, semua orang berkumpul untuk makan bersama, dam pyung jon, yeo wol, kang chi, gon dan tae seo, lalu sebelah kiri guru gong dal, sung dan bibi yeo joo.

Guru gong dal tertawa mengolok-olok gon yang saat pertama kali datang ke perguruan ia sangat lamban, sung tertawa tak mempercayainya. Tae seo tersenyum melirik ke gon, yeo wol menambahi kalau gon lebih pendek darinya saat mereka berumur 10 tahun,guru gong dal tertawa, sementara yeo wol merasa sakit tapi ia menahannya kang chi dan dam  tahu itu.

Gon menjawab kalau ia lebih tinggi dari yeo wol saat usinya 11 tahun, yeo wol mencoba tersenyum, ia berkata lagi kalau gon itu pilih-pilih makanan, gon mencegah yeo wol. Tapi bibi yeo joo terkejut dan tak percaya kalau gon pilih-pilih makanan, bibi bertanya apa yang tidak disukai gon.

Yeo wol tersenyum menjawab woortel, bibi tak percaya gon tak menyukai wortel, kang chi berkata ke tae seo kalau itu wortel, tae seo lalu menoleh yeo wol menebak apa tae seo juga tak suka wortel, tae seo menyangkalnya kalau ia tak membencinya.

Guru gong dal mengatakan kalau dilihat-lihat sekarang tae seo dan gon itu mirip tak punya pemikiran luas. Tae seo bertanya apa maksudnya tak punya pemikiran luas, tapi yeo wol mulai merasakan sakit ia menahannya.

Sementara tae seo dan gon berbicara mungkin yang dimaksud guru gong dal adalah gon, tae seo bertanya kenapa gon berpikiran sempit, saat itu yeo wol menggenggam sumpitnya menahan sakit, kang chi dan guru dam melihat yeo wol sedih.

Bibi yeo jo menjawab orang yang berfikiran luas tak pilih-pilih makanan, seorang menjawab sebaikanya mereka tak membicarakan hal itu gara-gara wortel. Yeo wol menjatuhkan sumpitnya, semua orang menoleh melihat kearah yeo wol, senyum canda diwajah mereka memudar.

Kang chi memanggil yeo wol yang terdiam, kang chi melihat darah yang menetes begitu juga guru dam (siap-siap tissu). Kang chi meminta yeo wol segera kembali karena akan semakin buruk, tapi yeo wol menggeleng dia ingin disini sebentar lagi, kini semua orang mulai berkaca-kaca.

Dam pyung jon, lalu meminta yeo wol kembali dan beristirahat, yeo wol menoleh memanggil ayahnya, dam mengulang perkatannya dan menghela nafas menahan tangis. Yeo wol lalu meminta maaf ke ayahnya sambil menangis, ia mengulang-ulang berkata minta maaf. 

Dam pyung jon menunduk dan mengambuk tangan putrinya lalu menggenggam erat dan akhirnya ia menangis juga. Dam pyung jon berkata kalau baginya, yeo wol adalah hadiah paling menakjubkan, keduanya saling memandang dan menangis.

Kang chi juga menangis, tae seo juga menangis, gon juga teramat sedih, begitu juga guru gong dal, sung dan bibi yeo joo juga ikut menangis. Dam lalau memanggil kang chi, dan menyerahkan yeo wol padanya, yang diiyakan kang chi.

Dam pyung jon menggenggam erat tangan putrinya lalu mencoba tersenyum walau itu sangat berat. Akhirnya kang chi menggendong yeo wol membawanya kembali kekamarnya, tapi ditengah perjalan, yeo wol meminta permintaan keduanya apa kang chi mau mendengarnya.

Kang chi bertanya apa itu, yeo wol menjawab kalau ia ingin jalan-jalan, kang chi bertanya jalan-jalan malam-malam begini, yeo wol mengiyakan. Jalan-jalan bersama kang chi, hanya berdua yeo wol lalu tersenyum.

Keduanya sudah sampai dipinggir sungai, yeo wol meletakan kepalanya dibahu kang chi. Tangan keduanya berpegangan erat, pikiran kang chi kosong. Yeo wol bertanya, ia penasaran tentang sesuatu, kang chi bertanya apa itu.

Yeo wol bertanya kenapa kang chi takut dengan laba-laba, kang chi menjawab karena binatang itu mempunyai banyak kaki. Yeo wol bangun heran benarkah hanya karena itu sebabnya kang chi takut. 

Kang chi mengiyakan dan bertanya kenapa tidak boleh, yeo wol tersenyum dan menggeleng. Kang chi juga bertanya karena ia juga penasaran sesuatu, saat mereka kecil kang chi pernah berkata akan menjadikan yeo wol pengantinnya.

Yeo wol sedih mendengarnya, kang chi bertanya jika sekarang ia menanyakan hal yang sama apa jawaban yeo wol. Yeo wol malah balik bertanya sejak kapan kang chi ingat, kang chi menjawab sejak ia tahu kalau itu dam yeo wol. 

Yeo wol bertanya, tapi kenapa kang chi tak mengatakan apa-apa, kang chi menjawab karena yeo wol mulai berarti bagi kang chi. Keduanya terdiam sesaat, lalu kang chi bertanya lagi apa yeo wol mau menikah dengannya, yeo wol terdiam.

Kang chi menangis, yeo wol menjawab kalau ia tak bisa memasak nasi yang enak. Kang chi mengulang pertanyaannya, yeo wol menjawab sambil menangis kalau ia tak bisa menjahit dengan baik. Kang chi mengulang pertanyaan lagi lebih menekankan perasaannya, ia menangis.

Yeo wol berusaha tegar, ia mencoba tersenyum dan mengulurkan tangannya kewajah kang chi menghapus airmata kang chi. Yeo wol meminta kang chi tidak menangis, dia demi kang chi tidak ingin menjadi kenangan buruk tapi kenangan terindah.

Juga tak ingin menjadi tangis kang chi, lebih baik jika kang chi tersenyum. Yeo wol sesenggukan, dan berkata setiap kang chi mengingatnya ia berharap kang chi akan bahagia, itulah permintaan ketiganya.

Kang chi menggenggam tangan yeo wol, airmatanya terus mengalir ia menjawab, pasti mereka akan bertemu lagi. Yeo wol mengangguk walau ia tersenyum tapi airmatanya terus mengalir, kang chi berkata lagi kalau ia akan menunggu yeo wol, dan mereka pasti akan bertemu lagi.

Kang chi sesenggukan dan berkata “aku mencintaimu”, yeo wol juga menangis dan menjawab “aku mencintaimu” bola-bola biru bermunculan keduanya menangis, dan kang chi mencium yeo wol. Dalam hatinya ia berkata saat kang chi bertemu lagi dengan yeo wol, saat itu, ia akan mengenali yeo wol lebih dahulu. Dan saat mereka bertemu lagi, maka kang chi akan mencintai yeo wol dahulu.

Tangan yeo wol yang digenggam kang chi perlahan melemah dan jatuh perlahan bersamaan dengan kepala yeo wol yang jatuh ke pelukan kang chi matanya sudah menutup. Kang chi blank ia memanggil-manggil yeo wol tapi tak ada jawaban, akhirnya kang chi hanya bisa memeluk yeo wol sambil berteriak memanggil yeo wol dan menangis keras.
Dalam hati kang chi berkata seperti ini nafas yeo wol berhenti, seperti ini pula waktunya berhenti.

Dam pyung jon berdiri diruangannya sepertinya ia merasakan apa yang terjadi, begitu pula guru gong dal duduk menghadap lilin yang menyela di meja makan. Ketua chun juga duduk termenung menghela nafas,chung jo berjalan menatap sedih jendela luar.

Gon berdiri dihalaman termenung menatap pintu masuk, menunggu berharap kedatangan seorang, tapi tak ada siapapun disana akhirnya ia hanya bisa memanggil yeo wol dan menangis tangannya mengepal.

Pagi hari, kang chi duduk termenung dikamar yeo wol yang kosong dimejanya bunga ungu yang ada divas sudah layu. Tae seo masuk dan berkata ia tahu kalau kang chi ada disini, ia lalu duduk menjejeri kang chi mencoba tersenyum.

Kang chi menatap meja kosong dan berkata kalau ia masih tak percaya, kalau yeo wol sudah tak disini lagi. Tae seo mengiyakan, kang chi berkata lagi, orang yang tersenyum dan menangis bersamanya beberapa waktu lalu menghilang.kemana perginya, dan kenapa ia menghilang, ia tak bisa mencari maupun menemuinya.
Tae seo menjawab dengan sedih, kalau kematian lebih menyakitkan dari yang mereka duga. Kang chi bertanya jika yeo wol tanpa dirinya, apa ia masih tetap hidup. Apa dia akan tetap menjalani hidupnya,dengan senyum bahagianya.

Tae seo melihat kang chi dan berkata,jika orang lain bertanya padanya ia akan hidup sendirian selama 100 tahun atau hidup 100 tahun dengan orang yang dicintainya. Maka ia akan memilih hidup 100 tahun dengan orang yang ia cintai.

Kang chi menoleh, tae seo berkata lagi kalau yeo wol lebih bahagia dibandingkan siapapun karena kang chi, itu sudah cukup kan tanya tae seo, kang chi mencoba tersenyum lalu melihat ke meja itu lagi.

Tae seo tersenyum dan berkata mereka harus keluar karena semua sudah menunggu, kang chi mengiyakan mereka lalu berdiri kang chi mengambil tasnya dan melihat sekali lagi kearah meja itu sebelum benar-benar pergi, dan terlihat bunga yang sudah layu didalam vas.

Dihalaman semua orang sudah menunggu kang chi, kecuali gon yang tak terlihat disana. Tae seo masuk kedalam barisan, sementara kang chi didepan. Kang chi melihat semuanya ia lalu membungkuk menghormat.

Kang chi berkata kalau ia sangat berhutang budi pada guru dam, dam menjawab apa kang chi akan pergi mencari buku keluarga gu. Kang chi menggeleng, ia berkata kalau ia sedang berfikir akan mennjadi mahluk mitos untuk beberapa waktu, sampai ia menemukan orang yang mau menerima apa adanya, ia akan menunggu.

Guru dam menghela nafas, guru gong dal maju dan berkata kalau perjalanan kang chi mungkin panjang dan jika kang chi merasa kurang sehat maka ia bisa meminumnya, sambil memberikan ramuan obatnya ke kang chi.

Kang chi tersenyum melihat botol obat, ia lalu berterimakasih. Guru gong dal juga melepaskan cincinya dan memasangkan ke kang chi sebagai bukti kalau kang chi muridnya, ia berharap kang chi menyimpannya, kang chi mengiyakan.

Choi mae reum mendekat dan memeluk kang chi sesaat dan melepaskannya, kang chi memanggil ayah, choi memberi pesan agar kang chi menjaga diri. Ok man bertanya, kang chi pasti sering-sering mampir kan, yang dijawab anggukan kang chi.

Dam pyung jon, lalu mengeluarkan pedang milik yeo wol dan menyerahkan ke kang chi. Kang chi menatap pedang itu penuh haru, sambil mengambilnya. Dam pyung jon meminta kang chi menyimpannya dan tidak mematahkan menjadi dua dan berhati-hati, mata kang chi berkaca-kaca dan menjawab iya.

Sung berkata agar kang chi menjaga diri sambil menangis, kang chi mengiyakan ia melihat tae seo yang berkata sampai jumpa. Kang chi melihat mereka dan mengucapakan sampai jumpa lalu membungkuk menghormat sekali lagi lalu berbalik dan berjalan pergi.

Semuanya sedih melepas kepergian kang chi, sampai anak tangga depan perguruan kang chi melihat pedang yeo wol. Dari balik tiang muncul gon, dan berkata hati-hati choi kang chi. Kang chi berhenti melangkah tapi ia tak berbalik, dan hanya mengangkat pedang yeo wol sambil tersenyum dalam hatinya menjawab hiduplah dengan baik, kawan.

Di chunhwagwan, gob dan meletakakn bungkusan dimeja chung jo yang lalu membukanya, ternyata isinya baju yang chung jo buat untuk kang chi. Chung jo lalu berkata sesuatu yang artinya, cinta pertama membuat orang ini tumbuh dan cinta terakhir melengkapi orang ini.dan tampaknya kang chi sudah memiliki hati yang lengkap sekarang, katanya sambil mengusap baju tersebut.

Lalu chung jo berjalan ke penjara bersama gob dan membawa bungkusan. Ia memberi uang ke penjaga agar ia bisa masuk. Didalam penjara gwan wong duduk terdiam mengenakan baju putih, dan tangan kanannya terpotong. 

Chung jo masuk dan berdiri didepan penjara, gwan wong bertanya siapa itu, chung jo menjawab kalau itu dia, gwan wong heran. Chung jo lalu membuka pintu dan masuk kedalam meletakan bungkusan dan duduk didepan gwan wong.

Chung jo membuka bungkusan itu yang isinya minuman dan makanan kecil, chung jo berkata untuk saat-saat terakhir, kurasa ini waktu yang tepat untuk menuangkan minum. Gwan wong bertanya apa maksudnya, chung jo lalau mengambil gelas dan mengenggamkan ke tangan gwan wong, ia lalu menuangkan arak ke gelas itu. Sambil berkata, inilah saatnya gwan wong mengakhiri hidup kotornya.

Gwan wong bertanya, kenapa chung jo mengasihaninya, chung jo menjawab kalau ia tak mengasihaninya, hanya saja chung jo ingin hidup gwan wong berakhir. Gwan wong tersenyum, dan lalu menaikan gelas itu dan meminumnya.

Dan meminta chung jo terus menuangkan araknya, chung jo menurut menuangkan minuman lagi ke gelas. Gwan wong berkata kalau hidupnya benar-benar membosankan membuat chung jo berhenti menuangkan minuman.

Gwan wong melanjutkan ucapannya, hidupnya benar-benar melelahkan dan membosankan. Ini bukanlah keserakahan, ia hanya ingin merasakan kalau ia hidup. Ia lalu batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya, ia menatap chun jo.

Lalu dia sendirian berada dipenjara, dan terus mengeluarkan darah dari mulutnya. Tangan yang masih memegang gelas terjatuh dan kepalanya menunduk, mati? (*hah, matinya Cuma gitu)

Sementara kang chi masih berjalan terus melewati hutan sampai malam mejelang. Ia bertemu dengan jenderal yang dikawal beberapa prajurit. Kang chi memanggil jenderal begitu juga jenderal memanggil kang chi sambil bertanya apa kang chi akan pergi, lalu keduanya berjalan bersama-sama.

Jenderal cerita setelah kejadian di penginapan, para bawahannya tak mengijinkan ia pergi sendirian, walau sebentar. Kang chi menjawab jika itu ia, maka kang chi juga akan melakukannya. 
Jenderal bertanya kang chi akan pergi kemana, kang chi menjawab tidak tahu. Jenderal heran kang chi akan pergi tanpa tujuan, jenderal lalu berhenti dan melihat kang chi. Ia berkata kalau tak ada jawaban benar tentang hidup sebagai manusia. Tapi , menjadi manusia yang lebih baik  harus bekerja keras dan kalah dengan rasa takut.

Dan ketahuilah kalau kang chi menjalani kehidupan dengan baik,akan membuat kang chi kuat. Kang chi mengiyakan, jenderal berkata lagi kalau dari semua orang yang ia temui kang chi adalah orang yang lengkap dan baik hati.

Kang chi berkata jika terjadi sesuatu pada jenderal, nyalakan api diutara maka ia akan datang membantu jenderal. Lalu kang chi ingin bertanya satu hal, jenderal menjawab apa itu. Kang chi bertanya, menurut jenderal, apa buku keluarga gu benar-benar ada.

Jenderal menjawab, jika kang chi percaya untuk menjadi manusia, mungkin buku itu benar-benar ada. Lalu kang chi tersenyum dan membungkuk menghormat pada jenderal, lalu ia berjalan pergi, jenderal melihat kepergian kang chi.

Dilangit bulan sabit bersinar, dan dikamar yeo wol bunga yang lau didalam vas menjadi segar kembali setelah bola-bola biru bermunculan disekitarnya. 

Dan 422 tahun kemudian, seoul 2013 

Sebuah ruangan mewah, terpampang disalah satu sudutnya, botol obat guru gong dal, lalu pedang gon karena terlihat tanda bunga sakura disana, lalu lambang milik Tuan park, lalu bunga dan juga hiasan hanbok gambar bunga anggrek milik ketua chun, dan diatas semua benda itu terpajang pedang milik yeo wol.

Dan dikejauhan nampak vas bunga lengkap dengan bunga ungu yang segar, dibawah vas itu sebuah ponsel berdering. Sedangkan si empunya rumah sedang mandi sambil membaca majalah. Pemilik itu mandi keramas mengeringkan rambut tanpa menghiraukan hpnya yang terus berbunyi.

Ia membuka lemarinya dan memilih baju yang akan dipakai ia memilih dan segera mengenakannya, ia lalu memilih jas hampir akhir dan setelah jas yang dia pilih terlihat rompi merah milik kang chi. Ia lalu berjalan mendekati ponsel dan menekan tombol loudspeaker dan terdengar suara seseorang menanyakannya, karena dia bintang pesta dan memintanya segera datang, jika tidak.. pemilik hp itu langsung mematikannya.

Orang itu berjalan ke jendela melihat langit yang terdapat bulan sabit, ia berkata kalau 5221 kali bulan sabit ia sendirian, bertemu... lalu langkah kaki seorang yang tengah terburu-buru berlari dikerumunan banyak orang, ia hampir menabrak orang dan segera minta maaf.
Kembali ke orang tadi , menatap pedang milik yeo wol. Dia berkata lagi, dia sendirian selam 422 tahun. Lalu seorang memanggilnya direktur, dan orang itu berbalik dan ternyata itu kang chi. Ia tersenyum dan memanggil orang itu pelayan choi, pelayan choi tersenyum dan memberi kang chi gelas berisi minuman.
Pelayan berkata kalau mobilnya sudah ia siapkan dilantai bawah, kang chi tersenyum dan mengajak pergi ia lalu mengenakan jasnya. Dibawah sebuah lamborghini putih meluncur berhenti didepan kang chi. Lalu keluar seorang dan memberi hormat ke kang chi, kang chi menepuk bahunya dan berkata kerja bagus ok man, pelayan itu mengeluh dan berkata namanya ki bang bukan ok man.

kang chi menoleh, kang chi mengiyakan, ia lupa karena ia hidup sudah cukup lama. Kang chi lalu berjalan ke mobilnya dan masuk lalu pergi, meninggalkan pelayan tadi yang menggerutu berkata apa presidennya itu bercanda, padahal umurnya lebih muda darinya. Pelayan tadi memasang earphone lalu dance sambil jalan.
Terlihat kegiatan dan orang-orang masa kini, terdengar suara kang chi berkata kalau dunia berubah dengan cepat dan kehidupan manusia berubah drastis, dijalan kang chi melihat patung besar berdiri gagah ditengah-tengah patung siapa lagi kalau bukan Jenderal Lee soon shin, kang chi berkata, begitu juga kenangan masa lalu, kang chi tersenyum lalu ia berhenti saat lampu merah.

kang chi mengambil ponselnya, tapi sat itu seorang wanita berlari melintas didepannya mencuri perhatian kang chi. Ia tersadar saat klakson dibelakangnya berbunyi lampu sudah hijau, kang chi segera menjalankan mobilnya. 

Kang chi sampai tempat tujuan, ia lalu turun tapi tiba-tiba terdengar orang minta tolong diselamatkan. Kang chi mengeluh, ia menggeleng dan berkata kalau ia tak mendengar apapun. Tapi kata itu terdengar lagi menghentikan langkahnya, akhirnya kang chi menoleh.

Terlihat disana seorang minta dikerumuni beberapa preman, ia minta selamatkan dirinya, dan meminta mereka melepasnya. Dan pimpinan preman itu bong chul, ia berkata tidak bisa ia melepaskan wanita itu. Bong chul bertanya apa ia akan membunuhnya, kenapa wanita itu terus minta menyelamatkannya. Wanita itu menggunakan tasnya untuk menghalau preman-preman.

Bong chul berkata ia juga akan pergi, tapi uang yang ia pinjamkan ke kakak wanita itu harus di bayar 2 kali lipat. Wanita itu menjawab kenapa mereka menemuinya, jika yang meminjam kakaknya. Bong chul menuduh bukankah mereka bersaudara, ia lalu merampas tas wanita itu, dna melihat isinya berupa ponsel mahal dan alat make-up.

Bong chul melihat tas dan menebak kalau tas itu merk terkenal, wanita itu meminta tasnya dikembalikan.  Bong chul menjawab ambil saja jika ia bisa, sambil mengangkat tinggi-tinggi tas itu, sementara wanita itu loncat-loncat mencoba meraih tasnya.
Tapi dari belakang seorang mengambil tas dengan cepat, membuat bong chul marah dan membalikan badan ternyata itu kang chi yang langsung tersentak kaget, bong chul bertanya siapa orang itu. Kang chi balik bertanya, ma bong chol lalu ia melihat ke wanita tadi dan kang chi berkata kalau ia nyonya pengasuh (bibi yeo joo, ommo beda banget), tapi bong chul dan wanita itu keheranan tidak mengerti siapa yang dimaksud.

Kang chi tertawa, dan berkata apa bong chul tetap sama saja meminta uang dari orang lain, meski terlahir kembali. Bong chul tertawa mendengar perkataan kang chi, ia tak peduli dan meminta tas yang dibawa kang chi. Kang chi meminta bong chul mundur sebelum ia menghitung sampai 3.
Kang chi mulai menghitung, bong chul tambah tak mengerti, sampai hitungan ketiga kang chi tersenyum matanya berubah hijau sebentar, lalu ia menendang bong chul dna berkelahilah mereka.  kang chi berhasil melumpuhkan mereka, dan mengembalikan tas ke bibi pengaush yang tersenyum menerima tasnya kembali.

Tiba-tiba seorang berteriak, meminta mereka tidak bergerak dan angkat tangan, bong chul ketakutan dan angkat tangan tapi ia langsung memerintahkan anak buahnya lari sambil mengambil tas itu lagi, bibi pengasuh berteriak meminta tasnya kembali sambil lari mengejar mereka.

Kang chi akan berlari mengejar, tapi tertahan karena orang tadi meminta kang chi untuk tidak lari, kang chi mengeluh akhirnya ia menurut angkat tangan, dan perlahan ia membalikan badannya sambil menerangkan kalau ini salah paham.
Saat berbalik, kang chi melihat seorang wanita mengarahkan pistolnya pada kang chi perlahan berjalan mendekat semakin dekat wajahnya terlihat, membuat kang chi terpaku perlahan kang chi menurunkan tangannya.
Ternyata wanita tadi yeo wol, ia meminta kang chi agar tidak bergerak. Mata kang chi berkaca-kaca ia lalu memanggil nama yeo wol, membuat yeo wol heran, ia bertanya bagaimana kang chi bisa tahu namanya. Kang chi diam saja, membuat yeo wol menurunkan pistolnya, ia bertanya lagi apa kang chi mengenalnya.

Lalu kata hati kang chi, saat aku bertemu denganmu lagi..aku akan mengenalimu lebih dulu, saat aku bertemu dneganmu lagi, aku akan mencintaimu lebih dulu. Yeo wol heran ia bertanya lagi, apa kang chi mengenalinya, kang chi tersenyum dan menjawab mungkin.
Kang chi berkaca-kaca, sambil berkata ia sendiri tak yakin, ia seperti mengenalinya. yeo wol terdiam tak mengerti, kang chi melihat yeo wol lalu ia melihat dibelakang yeo wol pohon persik berdiri dibawah sinar bulan sabit. Kang chi lalu melihat ke arah yeo wol yang masih menatap kang chi dengan heran. Kang chi tersenyum, dalam hatinya berkata lagi dan waktu yang sudah berhenti bagiku, sudah dimulai kembali.

Selesai?

Seseorang menekan bel, lalu pemilik rumah itu membuka pintu ternyata kang chi, ia kaget siapa yang datang, seorang memakai kacamata lalu membukanya, menunjukan identitasnya Bang Sung Jun ia bertanya bolehkan ia masuk, belum hilang kekagetan kang chi seorang berjalan dibelakang pria tadi juga memakai kacamata hitam, dan saat membukanya kang chi terbelalak itu Jenderal lee soon shin.
♥Goodbye♥

5 comments:

  1. apa ada season 2 nya...
    pasti ada kan...
    karna endingnya gag happy ending..
    tolong dipostkan ya...
    tankyu...

    ReplyDelete
  2. saya sangat sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa drama ini...
    bilang ama penulisnya pakek season 2 nya..
    ato perlu berseason2, sampek happy ending..
    makasih..

    ReplyDelete
  3. keknya Drakor jarang ada yang berseason2, klupun da mesti dh ganti pemain or ganti cerita

    ReplyDelete
  4. klo ad season 2 nya moga2 pemain nya tetap dan jngn sampai ganti cerita. ngelanjutin cerita yg ini aja.

    ReplyDelete