Sunday, June 2, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 15 Bagian Kedua


Kang chi buru-buru kembali ke perguruan, disana murid-murid sedang berlatih. Kang chi mendekati sung dan bertanya dimana yeo wol, sung tak bisa menjawab gon datang. Kang chi langsung cerita ke gon tentang hal yang baru saja dialami, murid-murid heran mendengarnya begitu juga gon, kang chi sadar ia seharusnya tak cerita dengan gon.

Kang chi bertanya dimana yeo wol, gon menjelaskan kalau mulai hari yeo wol dikurung, mendengar hal itu kang chi heran.

Yeo wol dikamarnya berhadapan dengan bibi yang akan mengajarkannya cara menjahit, Yeo wol bertanya apa maksudnya. Bibi itu mnjeleaskan dan meminta yeo wol ganti baju dan memakai hanbok. Yeo wol kesal mendengarnya ia lalu keluar, disana seorang murid sednag menjaga, yeo wol menjelaskan kalau ia akan bicara dengan ayahnya.
Sampai ditempat ayahnya yang sedang memebaca buku, yeo wol kesal ia menggebrak meja dna bertanya apa maksudnya. Ayahnya dengan santai menjelaskan kalau yeo wol harus belajar cara-cara menjadi ibu rumah tangga.

Yeo wol protes bukankah ayahnya sendiri yang mengajarkan tentang beratnya pedang, untuk melindungi orang. Dam pyung jon menjawab kalau sekarang yeo wol harus hidup sebagai wanita dan bahagia dengan menjadi seorang istri.

Dam pyung jon berdiri dan akan pergi, yeo wol berkata kalau tidak kang chi ia tidak mau, membuat ayahnya berbalik. Dam pyung jon marah, dan berkata kalau ayah mana yang mau menikahkan putrinya dengan makhluk setengah manusia, dan jika kang chi tahu kalau ayahnya yang membunuh dam pyung jon bagaimana reaksinya. Ayahnya meminta ke ywo wol agar ia tak mengayunkan pedang ke ornag yang tak bersalah untuk kedia kalinya. Mendengar hal itu yeo wol syok ia lemas terduduk.
Kang chi berada diruangan dengan gon, ia bertanya kenapa yeo wol dikurung. Gon menjawab dengan kesal kalau itu semua karena kang chi, karena itu guru dam melakukan itu pada yeo wol, gon juga meminta agr kang chi tidak menemui yeo wol lagi.

Kang chi menjawab, apa dengan mengurungnya akan mengunci hatinya, apa dengan mengikat kakinya juga akan mengikat hatinya. Gon kesal dan menyuruh kang chi diam, kang chi protes ia merasa gon ingin mengusirnya, gon mengiyakan ia berencana mengusir kang chi, sambil melempar ikat pinggang yang terdapat 10 lonceng.

Kang chi heran, gon menyuruh mengikatkan ke pinggang, walau protes akhirnya kang chi menurut setelah diikat gon dengan cepat menebaskan pedangnya lalu sebuah lonceng terputus, kang chi melongo kaget. Gon menjelaskan kalau selama 3 hari kedepan kang chi harus menjaga lonceng itu dari tebasan pedang gon, jika lonceng itu tak tersisa sampai 3 hari kang chi akan diusir dari perguruan.

Kang chi heran mendengarnya, ia tertawa kecil meremehkan gon dia bertanya siapa gon apa dia punya hak mengusirnya. Gon menarik pedangnya menunjukan lambang bunga, dan menjelaskan kalau dirinya salah satu dari keempat guru yang melambangkan bunga sakura
Kang chi tak percaya gon salah satu guru itu, gon menegasakan lagi waktu kang chi lalu pergi meninggalkan kang chi. Yeo wol juga sedang tak percaya ia menggebrak mejanya protes, karena bibi itu memintanya menjahit.

Kang chi mondar-mandir di dapur, guru gong dal sedang membuat obat sambil mendengar curhatan kang chi tentang gon. Guru gong dal menasehati kang chi agar tidak meremehkan gon, karena ia terbaik dalam pedang setelah guru dam. Kang chi tertawa ia mengira kalau gon hanya pengawal yeo wol, saat itu sbeuah lonceng terputus lagi, kang chi kaget menoleh gon tersenyum sambil mengatakan sisa lonceng.

Kang chi berteriak-teriak protes kenapa gon curang dari belakang, guru gong dal tersenyum saja ia menawari obat yang sedang dibuatnya. Saat itu kang chi merasa ada seseorang ia secepat berbalik dan mengacungkan sendok kayu yang dipegang, ternyata itu sung yang tak kalah kaget. Kang chi sadar ia lalu memberikan sendok itu ke sung lalu pergi.

Hari-hari berat kang chi dimulai, kang chi berlari-lari akan ke kamar kecil tapi sampai didepan pintu gon keluar langsung menebas sebuah lonceng lagi membuat kang chi hanya bisa menahan kesal. Lalu saat kang chi mencuci muka, gon juga menebas sebuah lagi dari belakang, kali ini kang chi kesal dan menyerang gon mereka berkelahi dan hasilnya sebuah lonceng tertebas lagi.
 Begitu juga yeo wol yang tersiksa karena tertusuk jarum terus saat menjahit ia sampai melempar kain ke meja. Yeo wol menyerah, bibi menasehati bukannya yeo wol pintar menggunakan pedang, ia seharusnya bisa menggunakan jarum, dan tak semuanya berhasil dalam satu hari. yeo wol hanya bisa manyun sambil mengambil jarum dan kain lagi tetapi saat mulai menjahit ia tertusuk lagi.

Kang chi berjalan-jalan dibelakang perguruan dengan cemas, sesakali ia menoleh dengan gerakan siap takut gon datang tiba-tiba. Saat menoleh ke pepohonan merambat ditembok, kang chi ingat saat kakinya dililit tumbuhan itu, ia lalu mendekati tumbuhan itu dan mengulurkan tangannya sambil berkata tumbuh tapi tak ada yang berubah.
Kang chi lalu berfikir, ia melihat gelangnya walau ragu akhirnya ia melepas gelangnya sambil menutup mata, angin berhembus dan saat membuka mata, matanya beurbah hijau ia lalu mencobanya lagi dan secara sendiri tumbuhan itu tumbuh, kang chi tertawa kagum melihatnya.
Di belakang tumbuhan wol ryung melihati kang chi, wol ryung menyentuh tumbuhan didepannya matanya berubah merah dan tumbuhan itu mati. (*ada mistake, saat shot kembali ke kang chi terlihat tumbuhan yang dipegang wol ryung tadi masih hijau weuw :D)

Di pasar, seorang preman melapor ke bong chul tentang kabar yang beredar bahwa choi kang chi keturunan Gumiho yang dibunuh 20 tahun yang lalu. Dan semua pembunuhan dihutan dilakukan oleh kang chi, bong chul marah mendengarnya, Ia membentak anak buahnya karena berbicara omong kosong.

Anak buahnya masih protes, membuat bong chul berteriak semua orang kaget dan melihat kearah mereka. Sekalian bong chul berkata ke warga, jika ada yang menyebarkan berita palsu itu lagi, maka dia sendiri yang menghadapinya, warga mengiyakan ketakutan. Bong chul heran darimana berita itu menyebar.

Siapa lagi kalau bukan gwan wong, kepala polisi menghadap jenderal lee di markasnya. jenderal menanyakan perkembangan kasus pembunuhan, kepala polisi itu menjawab kalau ada orang yang melapor tentang kasus itu.

Jenderal tak paham, kepala polisi menjelaskan tentang gumiho 20 tahun lalu yang dibunuh dam pyung jon, dan gumiho itu mempunyai keturunan. Dan keturunannya adalah kang chi, dan ia menambahkan kalau yang membunuh orang-orang dihutan adalah kang chi. Jenderal menanyakan siapa yang melapor, dengan takut kepala polisi menjawab Jo gwan wong.
Lalu scene berbalik ke gwan wong yang sepertinya sedang memberi perinta ke kepala polisi agar menyampaikan pesannya ke jenderal lee, tentang perjanjian yang telah jenderal buat. Jika jenderal tidak mau dipersalahkan maka ia harus menyerahkan kang chi ke kantor polisi. Dan dijawab oleh Jenderal, ia tak menyangkan gwan wong menggunakan perjanjian itu untuk menekannya.

Gwan wong sedang berbicara dengan tae seo yang bertanya kenapa gwan wong mau melawan jenderal, gwan wong menjawab kalau jenderal takkan pernah memihaknya.

Saat itu seornag pedagang jepang (pedagang ini namanya jae ryang) datang, gwan wong lalu meminta tae seo pergi. Dijalan mereka berpapasan, pedagang itu memberi salam sebelum duduk didepan gwan wong, tae seo keluar tapi malihat pedagang jepang itu tapi dihalangi pengawal seo.

Di perguruan empat guru berkumpul, membicarakan tentang gwan wong yang mengancam jenderal dengan perjanjian yang dibuatnya. Ketua chun bertanya apa mereka tak membuat rencana sesuatu melihat Jenderal lee dalam bahaya. Semua orang menatap dam pyung jon yang sedang berfikir sesuatu.

Di jendela kamarnya, yeo wol meregangkan tangannya dan menghirup udara luar. kang chi melihat dari luar ia tersenyum dan berjalan mendekat, yeo wol yang sedang berpangku tangan jadi ceria kembali melihat kang chi, yeo wol juga menunjukan jari-jarinya yang terluka tertusuk jarum, kang chi kasihan melihatnya.

Tapi kang chi merasa lega yeo wol dikurung, karena ia tak akan melihatnya berjalan sendirian lagi dihutan. Dan juga membahayakan diri karena kang chi, yeo wol sedikit tersentuh tapi ia kembali mengeluh karena dikurung.

Kang chi lalu naik dan mendekat ke jendela yeo wol, sambil mengeluarkan rumput dari balik bajunya. yeo wol bertanya apa itu, kang chi meminta yeo wol mengamati baik-baik. Dan perlahan bola-bola biru bermunculan dan bunga yang kucup itu perlahan mekar, yeo wol heran melihatnya ia bertanya bagaimana kang chi melakukannya.
Kang menjawab tak tahu, yeo wol masih penasaran. Kang chi berkata kalau ia hanya mengatakan tumbuh itu saja, yeo wol lalu memuji kang chi hebat. Kang chi hanya bisa tersenyum lalu ia memberikan bunga itu, yeo wol perlahan mengambil bunga dan saat tangan mereka bersentuhan keduanya merasakan sesuatu.

Keduanya saling menatap, sesaat kemudian kang chi menarik tangannya kebelakang, yeo wol memegang bunga itu sambil tersenyum ke arah kang chi sambil berterimakasih yang membalasnya dengan anggukan dan senyuman. ternyata kang chi melepas gelangnya untuk membuat bunga itu mekar.

Chung jo berjalan dihalaman perguruan, gob dan datang dan bertanya apa nonanya itu ingin bertemu tae seo, chung jo menjawab tidak ia tahu kakaknya sudha tidak di perguruan. gob dan dan bertanya lagi, bagaimana kang chi apa ia juga tak disini lagi, mendengar itu chung jo menoleh tapi ketua chun datang dengan pelayannya dan bertanya apa urusan chung jo sudah selesai.
Chung jo berterimakasih karena ketua chun mengajaknya kesini, ketua chun mengangguk dan mengajaknya segera pulang. Chung jo berjalan pelan tapi ia kembali menoleh, ternyata ia melihat saat kang chi-nya memberikan bunga ke yeo wol.

Sampai kamarnya di chunhwagwan, chung jo berjalan masuk dan mengambil tempat obat milik perguruan, ia lalu melemparnya ke lantai.
Kebalikan dengan chung jo, yeo wol sedang berbunga-bunga, dan bunga pemberian kang chi tadi ia masukan ke pot dan meletakkan ke mejanya, ia memandanginya sambil senyum-senyum. Tapi senyum itu hilang saat ia ingat percakapannya dengan wol ryung dan juga dengan ayahnya. Ia lalu menghela nafas dan bergumam bertanya bagaimana jika kang chi tahu siapa pembunuh ayahnya, lalu mereka akan bagaimana.

Sedangkan kang chi yang bersemangat, membawa sekarung kacang ke dapur dan mengatakan kalau ia sudha menghitung semua jumlak kacang. Guru gong dal ikut tertawa dan bertanya jumlahnya, dengan lantang kang chi menjawab kalau jumlahnya 13786, guru gong dal tak percaya begitu juga kang chi ia juga tertawa keheranan bagaimana bisa ia menghitung jumlahnya.

Dan tadaa, hasilnya masih salah, membuat kang chi syok ia terus mencoba dengan membolak-balikan jumlahnya tetap saja salah. Guru berkata bahkan jawabannya tidak mendekati hasilnya, kang chi tak percaya ia tetatp ngeyel kalau ia menghitungnya satu persatu sampai matanya berubah menjadi kacang.

Guru gong dal marah, apa bagusnya mata kang chi berubah jadi kacang tapi jawabannya tetap salah. Kang chi minta petunjuk, lalu guru menunjukan sapu yang dipegangnya dan meminta kang chi mengambilnya lagi, tapi tetap saja kang chi tak bisa mengambil.

Guru bertanya kenapa kang chi tak bisa mengambilnya, kang chi menjawab kalau gerakana guru lebih cepat darinya, tapi jawaban kang chi salah. Guru menjelaskan kalau tujuan kang chi hanya sapu bukan pada intinya, guru lalu pergi meninggalkan kang chi yang kebingungan memikirkan perkataan guru gong dal.

Guru gong dal menoleh ia tersenyum melihat tingkah kang chi, tapi senyum itu menghilang ketika ia mengingat saat berkumpul dengan keempat guru, dan rencana dam pyung jon yang akan menyingkirkan kang chi jika membahayakan jenderal, semua orang terperanjat mendengarnya termasuk guru gong dal.

Dibelakang perguruan seorang berjalan perlahan, dan orang itu wolryugn yang melihat kang chi berjalan melintas halaman perguruan.

Kang chi berhenti dan masih memikirkan perkataan guru gong dal tentang sapu tadi, wol ryung pergi dari tempatnya melihat. Kang chi merasa ada orang dan bertanya siapa itu tapi tak ada jawaban. Guru gong dal yang berada didapur juga merasa ada seseorang.

Tae seo berjalan mengendap melihat kamar penginapan pedagang jepang, dan saat berbalik ia berpapasan dengan jae ryung dan seornag pedagang jepang lain. 

Kang chi mengejar bayangan sampai kebelakang perguruan, dan saat berbalik ia melihat seseorang berdiri disana, Kang chi lalu bertanya siapa dia.

Tae seo akhirnya masuk ke ruangan wanita jepang, wanita itu bertanya kenapa tae seo menemuinya malam-malam. tae seo tak menjawab, wanita itu bertanya lagi apa tae seo penasaran dengannya, tae seo tak menjawab lagi.

Wanita itu menganggap iya, lalu ia membuka topi yang selama ini ia kenakan, semua ornag melihat kearahnya, perlahan ia menunjukan wajahnya.
Bulan menampakan sinarnya ketika awan yang menutup berlalu, dan nampaklah wajah wol ryung membuat kang chi semakin penasaran. Angin berhembus, kang chi bertanya lagi, tapi wol ryung malah berbalik bertanya apa itu choi kang chi, kang chi tak menjawab ia terus bertanya siapa. Dan akhirnya wol ryung memperkenalkan namanya Gu Wol Ryung, membuat kang chi terperanjat.

Miano sangat terlambat menulis, karena pekerjaan yang padat beberapa hari dan juga lappi sedang dipinjam.

No comments:

Post a Comment