Sunday, June 23, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 21

Sebelumnya: Gu Family Book Episode 20


Seo hwa duduk tertegun saat wol ryung muncul dihadapannya, sedangkan wol ryung menatap heran seo hwa, dalam hatinya bertanya siapa wanita didepannya itu, dan begitu menyakitkan hanya melihatnya.
Seo hwa memanggil nama wol ryung, dan ingatan wol ryung kembali saat seo hwa muda didepan gua sedang mencium harum bunga dan tersenyum sambil memanggil namanya.

Seo hwa memanggil wol ryung lagi, para pemgawal gwan wong berlari dihutan. Seo hwa berdiri dan memanggilnya wol ryung lagi dan bertanya apa benar itu dia.

Wol ryung malah bertanya siapa seo hwa dan apakah ia mengenalnya, seo hwa menangis mendengar itu. Lalu muncul kang chi diantara mereka, kang chi meminta wol ryung jangan membunuh lagi. Karena kang chi takkan membiarkannya, ia juga akan menghentikan wol ryung.

Lalu kang chi maju dan menyerang wol ryung, ia mencekik dan memojokan wol ryung ke pohon. Wol ryung membalas mencekik dan mendorong kang chi, seo hwa tercekat melihat keduanya.  Kang chi berkata, kalau ia tahu kalau wol ryung menderita dan tak mau seperti ini. Kang chi juga tahu kalau hanya dia yang mampu menghentikan wol ryung.

Kang chi beteriak kalau dia akan menghentikan wol ryung, membuat wol ryung marah dan keduanya lalu bertarung lagi, kang chi terpojok ke pohon, wol ryung siap mencakar kang chi. Seo hwa berteriak, membuat wol ryung berhenti.
Seo hwa, meminta wol ryung jangan melakukan itu, karena dia anak wol ryung dan berarti anak mereka berdua. Waktu itu digunakan untuk kang chi melepaskan diri dari wol ryung. Wol ryung tak melepaskan kang chi begitu saja, ia berhasli menahan kang chi mereka berdua terdorong sampai didekat seo hwa berdiri.
Keduanya tak mau mengalah, saat itu dibelakang wol ryung para pengawal gwan wong siap menembakan anak panah kearah mereka, kang chi berteriak dan membalikan tubuh wol ryung sehingga ia yang berada di posisi wol ryung.

Duorr, suara senapan bebarengan dengan sebuah kendi berisi air yang pecah terkena peluru senapan gwan wong. Jae ryung yang berdiri disampingnya memjui kemampuan gwan wong,  gwan wong menjawab kalau dia dulu petugas militer sembari tersenyum senang memandangi senapannya.
Sementara kang chi meringis kesakitan, karena empat anak panah menancap punggungnya. Wol ryung tercengang melihatnya dan juga seo hwa. Sementara para pengawal siap menarik anak panah mereka lagi, wol ryung melihatnya lalu melepas kang chi dan menuju mereka, wol ryung membabi buta menckar dan menghisap jiwa mereka.

Kang chi terjatuh menahan sakit, seo hwa ikut terduduk memegang tubuh anaknya. Ketiak seo hwa menoleh ke arah wol ryung ia tak melihat siapa-siapa disana. 

Sementara ditempat yeo wol, gon dan tae seo para ninja bertambah lagi. Tae seo berpendapat kalau ini takkan berakhir jadi lebih baik mereka kabur saja yang disetujui semuanya, lalu ketiganya berlari dari para ninja, para ninja hendak mengejar tapi dihentikan kageshima.

Kang chi semakain kesakitan, seo hwa cemas melihatnya ia bertanya apa kang chi tidak apa-apa. Kang chi mengiyakan agar ibunya tidak cemas. 

Ketiga orang yang kabur tadi sampai ke tempat kang chi dan kaget melihat keadaan kang chi. Ketiganya berlari mendekat, yeo wol bertanya bagaimana ini bisa terjadi. Ia lalu memeluk kang chi dan meminta gon melakukan sesuatu.
Gon mengerti ia lalu melihat luka kang chi dan meminta kang chi menahannya sebentar, gon lalu berhati-hati mencabut anak panah yang menancap ketubuh kang chi. Kang chi berteriak saat gon mencabutnya ia menggeanggam erat tubuh yeo wol menahan sakit, yeo wol berkata tidak apa-ap hanya sebentar, tae seo ikut memegangi tubuh kang chi iya juga cemas melihatnya, sementara seo hwa ketakutan melihatnya.

Satu persatu anak panah itu berhasil dicabut, seo hwa terlihat agak lega, begitu juga tae seo dan yeo wol. Kang chi perlahan pingsan dipelukan yeo wol, dari jauh wol ryung melihat mereka dari raut wajahnya sepertinya ia kebingungan. Seo hwa perlahan seperti merasakan kehadiran wol ryung tapi saat menoleh lagi-lagi tak ada siapa-siapa.

Lalu keempatnya plus seo hwa kembali ke perguruan, di halaman mereka disambut guru dam, guru gong dal, dan para murid. Keempatnya lalu membungkuk memberi hormat. Dam pyung jon melihat ke seo hwa dan memberi hormat yang dibalas seo hwa.Kang chi menoleh begitu juga yeo wol keduanya lalu tersenyum.

Dihutan, pengawal seo dan dua anak buahnya terperanjat mendapati empat pengawal tergeletak tak bernyawa dengan kondisi menghitam. Gwan wong kaget mendengar laporan pengawal seo dikediamannya, gwan wong bertanya bagaimana dengan wol ryung dia menebak apa pengawal seo kehilangannya.

Pengawal seo berasalasan kalau ia sudah memerintahkan anak buahnya mengikuti mereka, gwan wong menggebrak meja marah mendengarnya. Saat itu jae ryung datang, ia melaporkan kalau anak buahnya kehilangan kepala pedagang, gwan wong tambah emosi mendengarnya, dia bertanya bukankah jae ryung sudah berjanji akan mengurusnya.

Jae ryung menjelaskan, sepertinya kang chi dan teman-temannya menghadang dan membawa seo hwa. Gwan wong kaget ia tak menduga kang chi mengikuti seo hwa, pengawal seo berpendapat kalau ada hubungannya dengan perguruan.

Gwan wong semakin darah tinggi, karena bukan masalah perguruan tapi dibalik perguruan itu ada jenderal Lee soon shin. Sedangkan jenderal berjalan ke perguruan dengan seorang bawahannya, disana mereka disambut yeo wol, tae seo, gon dan para murid. Jenderal bertanya tentang kepala pedagang, tae seo menjelaskan kalau kepala pedagang didalam bersama guru dam.

Jenderal masuk bersama guru dam, didalam kang chi dan ibunya langsung berdiri. Kang chi membungkuk dan memperkenalkan seo hwa sebagai ibunya. Seo hwa membungkuk dan memperkenalkan diri sebagai kepala dagang goonbon ja hong myeong.

Jenderal membalas perkenalan, ia lalu bertanya apa yang ingin seo hwa bicarakan dengannya. Seo hwa meminta kang chi untuk meninggalkan mereka, kang chi menoleh ke ibunya ia lalu menoleh ka jenderal yang menggangguk, akhirnya kang chi menurut keluar.

Diluar, kang chi sudah ditunggu gon, tae seo dan yeo wol, yeo wol bertanya apa mereka selesai bicara tapi kenapa kang chi keluar sendirian dimana ibu kang chi. Kang chi menjawab sepertinya ibunya ingin membicarakan hal penting dengan jenderal, dan memintanya keluar. Semua menoleh kedalam dengan cemas.
Dan krukkruk, semua orang menoleh ke arah yeo wol yang menganga kebingungan menyembunyikan rasa malunya, semua semakin menatap yeo wol. Yeo wol pura-pura tenang dan mengatakan kalau itu bukan dia, kang chi menjawab kalau bukannya lalu siapa, dengan malu-malu yeo wol menjawab kalau itu perutnya sembari memegangi perutnya,Ketiga cowok itu spontan tertawa melihat tingkah yeo wol.
Mereka berempat sudah sampai didapur, guru gong dal meletakan gerabah yang berisi daging ayam yang baru matang dimasak dan saat dibukan keempat orang itu langsung senang melihatnya. Mereka berkata kalau mereka akan memakannya, guru gong dal lalu mempersilahkan mereka makan.

Kang chi mengambil bagian paha ayam, dan diletakkan ke piring yeo wol karena orang yang paling lapar diantara mereka. Tapi yeo wol mendorong dan memberikan ke kang chi, karena kang chi baru saja mengalami pendarahan yang banyak, yeo wol juga mengambil gingseng dan meletakkan ke atas paha ayam tadi, gon dan tae seo menahan senyum melihatnya, dan akhirnya kedua orang itu saling mendorong untuk siapa yang akan memakannya dulu.

Akhirnya tae seo mengambil piring itu dan memakannya karena ia juga lapar, begitu juga gon ia mengambil paha lain dan memakannya *wkk. Tinggal dua orang tadi yang rebutan, kini hanya bisa menelan ludah melihatnya , yeo wol lalu mengambil sayap karena sayap juga enak tapi diambil kang chi yang beralasan bagaimana bisa wanita memakan sayap ayam, tapi yeo wol tidak mau karena ia suka sayap ayam akhirnya keduanya rebutan lagi, tae seo dan gon tertawa lagi begitu juga guru gong dal dan begitu menyenangkan kembali ke masa muda.

Didalam, seo hwa memberitahu kalau mungkin Toyotomi Hideyoshi  akan memulai peperangan, jenderal menjawab kalau ia memikirkannya. Tapi yang jadi pikirannya saat ini bukan yang terjadi diluar tapi yang terjadi diantara mereka.

Seo hwa lalu menjelaskan, kalau selama 20 tahun ini gwan wong didanai gonbon untuk memperluas hubungan politiknya di joseon. Jangkauan dana goonbon juga sudah sampai ke pejabat-pejabat penting di pengadilan dan lain-lain. Selain gwan wong masih lebih dalam dan luas dari yang jenderal pikirkan.

Jenderal bertanya, apa yang sebenarnya seo hwa ingin katakan. Seo hwa menjawab kalau ada sebanyaka 11 pejabat di proopinsi selatan yang menerima dana dari goongbon, dan seo hwa tahu semua namanya. Jenderal tersentak mendengarnya, karena seperti yang dibutuhkan jenderal karena ia sendiri ingin tahu nama-nama mereka.

Begitu juga dam, seo hwa melanjutkan perkataannya kalau ia akan memberitahu semua nama-nama itu tetapi seo hwa punya permintaan. Tae seo akan kembali, diluar ia melihat kang chi duduk didepan ruangan melihat surat tugas dari ketua chun. Kang chi berdiri dan bertanya apa tae seo akan kembali ke penginapan, tae seo mengiyakan. 
Kang chi khawatir dan meminta tae seo tak usah kembali karena kondisi yang seperti ini. Tapi tae seo menolak, ia harus kembali karena masih ada pedagang goonbon disana ia harus mengawasi. Kang chi mengerti, ia meminta jika terjadi apa-apa tae seo bisa memerintahkan ayah kang chi untuk memberitahuanya, tae seo mengerti.

Tae seo bertanya apa yang sedang kang chi lakukan, kang chi menjelaskan kalau itu tugas dari kepala gisaeng chun. Kang chi memperlihatakannya ke tae seo, sambil berkata kalau ia harus menebang pohon itu dan membuat rumah dari pohon itu, kang chi bertanya apa tae seo tahu maksudnya.

Tae seo melingkarkan tangannya, dan menjelaskan kalau untuk mengubah kayu menjadi rumah, pertama-tama yang harus dilakukan adalah memotong bagian bawahnya. Kang chi tak mengerti, tae seo mengeluarkan pedangnya dan membeset kertas tugas pas bagian bawah huruf, tae seo meminta apa yang dilihat kang chi sekarang.

Kang chi mengamatinya, dan sekarang karakter akar itu dibaca bon, kang chi mengeluh apa itu mengenai soal inti lagi. Tae seo tersenyum, tae seo menjelaskan karena seseorang tak tahu inti dia sebenar-benarnya, maka orang itu tidak akan tahu dia sebenarnya, setelah seseorang itu tahu inti mereka, orang itu bisa menghargai siapa dirinya sebenarnya. Mungkin itulah tujuan utama dari tantangan itu, kang chi melihat kertas itu lagi dan bertanya intinya apa.
Lalu terlihat seo hwa berdiri tersenyum, melihat kang chi mempersiapkan tempat tidur untuknya. Kang chi lalu berdiri dan meminta ibunya jangan tidur sambil duduk, mulai saat ini ibunya bisa tidur dengan berbaring dan nyaman saat malam. 

Seo hwa tersenyum, ia bertanya bagaimana luka kang chi. Kang chi menjawab berkata tubuh setengah makhluk mitos  jadinya lukanya cepat sembuh.

Seo hwa meraih dan mengusap punggung tangan kang chi, ia bersyukur kang chi bisa hidup dengan baik walau tanpa dirinya, kang chi menjawab apa terlihat seperti itu. Seo hwa terharu, ia sangat bangga pada kang chi. Kang chipun begitu, ia senang akhirnya ia dapat pujian dari ibu.

Seo hwa, menjelaskan kalau sejujurnya ia mencari kang chi, saat ia sadar pertama kali yang ia lakukan adalah mencari kang chi, ia pergi ke taman sinar rembulan tempat ia meninggalkan kang chi, tapi jalan digung tidak mamu membukakan jalan untuknya, selama sebulan lebih ia mencari jalan itu terus-menerus, tapi tetap saja ia tak menemukan jalan mendapatkan kang chi lagi.

Seo hwa tak pernah bermaksud membuang kang chi, selama ia hidup sampai saat ini tak seharipun hatinya melupakan kang chi. Kang chi terhari ia mengerti, lalu ia membalas menggenggam erat tangan ibunya dan mengelus-ngelus punggung ibunya, keduanya tersenyum dalam haru.

Yeo wol ternyata diluar ia mendengarnya dan ikut tersenyum, ia lalu bercerita ke gon didepan perguruan mereka berdua duduk, yeo wol bertanya kalau ternyata mempunyai ibu itu menyenangkan. Gon menoleh, yeo wol meneruskan kalau hubungan orang tua dan anak itu aneh, tak seorangpun bisa melukai perasaan orangtua melebihi anaknya sendiri, begitu pula sebaliknya. 

Gon bertanya apa guru dam pernah melukai perasaan yeo wol,  yeo wol menghela nafas dan menjawab kapapun ayahnya bermaksud jahat pada kang chi hatinya merasa sakit, gon mengerti karena guru tahu karena mereka berdua seharusnya tak bersama.
Yeo wol menoleh, gon meneruskan karena mungkin takdir membunuh salah satu dari mereka, tak heran kalau guru takut.  Yeo wol menjawab, kalau ia tak takut dengan masa depan yang belum terjadi, lagipula apa itu masa depan, bukankah itu hanya saat-saat sekarang ini berubah. Dan jika sekarang yeo wol berubah karena masa depannya, apa gunanya hidup dimasa sekarang. Gon tersenyum saja, yeo wol lalu merentangkan tangannya dan melingkarkan ke bahu gon dan mengajaknya latihan bersama.

Dimarkas, bawahan jenderal melapor ada kabar penting, seluruh warga desa daerah Goonjeong, dekat lembah yong dam tewas. Jenderal berdiri terkejut, belum berkata seorang lagi datang melapor, banyak orang di Hakbongri dan Youngdaeri tewas.

Didesa seseorang ketakutan memohon untuk mengampuninya, ternyata wol ryung mendekatinya lalu mencekik lehernya dan menghisap jiwa warga desa itu. Wol ryung melempar orang itu dan berbalik menahan hawa nafsunya ia menoleh dan ternyata banya warga yang tergeletak tanpa nyawa karena ulahnya.
Berita itu juga sampai ke telinga gwan wong, siapa lagi kalau bukan pengawal seo yang melapor tentang perbuatan wol ryung menyapu bersih warga dibeberapa desa terdekat. Gwan wong kaget plus ketakutan karena sudah sampai ke youngdaeri berarti tempat berikutnya...

Penginapan, itu perkataan jenderal , dia mengkirakan wol ryung bisa sampai ke penginapan dalam hitungan jam saja. Jenderal menugaskan seorang anak buahnya untuk pergi melapor ke hakim, dan mengungsikan semua warga disekitar penginapan ke markas, dan bawa 10 pasukan untuk menghadapi makhluk mitos. Lalu seorang lagi ditugaskan memberitahu kabar ini ke perguruan.

“siapapun hentikan aku” teriak bathin wol ryung, tapi tubuhnya terus merasa haus membunuh dan setiap orang yang ditemuinya ia ingin membunuhnya.wol ryung lalu berteriak, ia memohon agar siapapun untuk menghentikannya.
Sementara kang chi tertidur dipangkuan ibunya sambil dibelai,  seo hwa tersenyum lalu menepuk-nepuk pundak kang chi senyumnya perlahan memudar ia mengambil sesuatu dari bajunya dan membukanya ternyata itu pisau kayu yang ia gunakan dulu.

Dihalaman perguruan yeo wol dan gon sedang latihan dengan tongkat kayu, yeo wol meminta gon serius, Gon beralasan jika ia serius yeo wol bisa kalah dan yeo wol benci kalah. Yeo wol menjawab dia lebih benci kemenangan palsu, ia lalu menyerang gon lagi yang kini serius membuat yeo wol kena beberapa kali, dan gon berhasil menghentikan yeo wol ia melepaskan pegangannya, yeo wol merasa dia kurang cepat, gon menjawab karena akhir ini yeo wol dikurung dan jarang latihan.
Yeo wol mengerti ia akan rajin latihan, yeo wol melihat ibu kang chi dibelakang mereka ia langsung menoleh dan begitu juga gon, seo hwa tersenyum pada keduanya. Petugas kim anak buah Jenderal sampai ke perguruan, Dam langsung membaca surat dari jenderal. Dam pyung jon meletakan surat itu dna menoleh ke ibu kang chi yang mengangguk.
Yeo wol masuk ke kamar kang chi yang sedang tertidur pulas, yeo wol duduk disamping kang chi dan membelai rambutnya, yeo wol ingat percakapannya dengan seo hwa yang memintanya menjaga kang chi. Yeo wol heran kenapa seo hwa tiba-tiba bertanya seperti itu, seo hwa menjawab kalau ia akan menghentikan dia (wol ryung).

Yeo wol tak mengerti, seo hwa berkata kalau sebagai ibu ia tak bisa membebani putranya karena itu ia akan menghentikannya. Yeo wol menjawab bukankah ingatan wol ryung sudah hilang, dan ia hanya ingin memusnahkan semua orang. Dan lagipula seo hwa baru bertemu dengan kang chi, bagaimana ia bisa meninggalkannya, tambah yeo wol.

Seo hwa menjawab, melihat yeo wol dengan kang chi ia merasa yeo wol bisa lebih membuat kang chi bahagia dibanding dirinya, itulah sebabnya ia mengambil keputusan ini. Anak-anak yang dibesarkan sendiri, ketika mereka sudah cukup umur maka akan direlakan untuk pergi juga, kang chi juga sudah menjadi pria hebat dan bertemu seorang wanita cantik, keinginan seo hwa sudah terkabul.

Yeo wol masih belum terima, seo hwa meraih tangan yeo wol dan berkata, cintanya dulu yang tidak bisa ia lindungi karena kebodohannya. Seo hwa meminta yeo wol melindungi milik yeo wol, mata seo hwa berkaca-kaca tapi tetap memaksakan senyum, yeo wol merunduk menatap tangannya.

Kembali kekamar kang chi, yeo wol memanggil kang chi mencoba membangunkannya. Kang chi perlahan membuka matanya ia kaget melihat yeo wol ia langsung berdiri dan bertanya kenapa yeo wol kekamarnya. kang chi menoleh mencari ibunya, ia bertanya apa ibunya pergi, yeo wol menjawab ibu kang chi pergi ke desa untuk menghentikan wol ryung, kang chi kaget mendengarnya, yeo wol menjelaskan sebenarnya dia diminta merahasiakannya dari kang chi tapi ia tak bisa.

Didesa para warga berbondong-bondong begegas mengungsing yang dibantu beberapa petugas kepolisian. Kepala polisi ke penginapan, ia bertanya kenapa gwan wong tak mengungsi. gwan wong menjawab apa ia pikir diirnya ketakutan dengan makhluk mitos, kepala polisi bukan bermaksud seperti itu, gwan wong menyela walau wol ryung abadi, tapi ia takkan hidup tanpa kepala, kata gwan wong lalu pergi meninggalkan kepala polisi diikuti pengaal seo yang menenteng senapannya.

Jae ryung dan seorang kaghesima mengawasi dari jauh, jae ryung merasa masalah ini berkembang menjadi sangat menarik dan mungkin bisa membantu mereka. Jae ryung mendengar kalau markas angkatan laut mengirim pasukannya, itu berarti markas itu hampir kosong. Kaghesima daijyu mengerti, ia akan kesana dan mengambil peta mereka kembali.

Dari jauh tae seo yang memakai cadar dna baju hitam-hitam mengawasi mereka, tae seo juga memata-matai pergerakan para ninja, tapi seorang ninja melihatnya ia bergegas pergi tapi sebuah pedang mengarah padanya daan jae ryung juga ada dibelakangnya.
Kang chi membuka pintu berjalan keluar diikuti yeo wol tapi mereka dihadang gon dan bertanya akan kemana. Kang chi bertanya apa yang gon sembunyikan, gonterdiam, kang chi berteriak apa yang terjadi pada ibunya kang chi minta gon cepat cerita, gon melihat ke yeo wol yang mengangguk padanya.

Gon lalu cerita tentang wol ryung yang menyerang warga, beberapa desa semua penduduknya tewas. Kang chi lalu bertanya dimana ibunya, gon menjawab kalau ia pergi ke desa untuk menghentikan wol ryung sendirian. kang chi kaget, ia bertanya ke desa mana ibunya pergi, yeo wol mengurutkan nama-nama desa, ia lalu menduga penginapan tujuan selanjutnya.
Kang chi akan pergi, tapi ditahan yeo wol ia minta mereka pergi bersama-sama, yeo wol akan mengambil pedang sebentar. Yeo wol ditahan kang chi, tapi yeo wol melepas pegangan kang chi lalau meminta kang chi menunggu sebentar ia lalu berlari kekamarnya, kang chi melihat yeo wol berlari, kang chi menoleh ke gon dan meminta gon menjaga yeo wol, gon mengangguk.

Di kamar, bibi yeo joo heran apa yang akan dilakukan nonanya. Yeo wol menjawab ada masalah gawat, bibi bertanya masalah gawat apa sampai harus membawa panah dan pedang, yeo wol menjawab untuk melindungi seseorang, ia lalu membuka pintu kamarnya, tapi ada gon.
Yeo wol melangkah tapi dihalangi, yeo wol minta gon minggir. Gon berkata kalau ia mendapat perintah dari kang chi dan menyampaikannya ke yeo wol. Saat yeo wol berlari masuk tadi, kang chi berkata kalau ia akan kembali.

Gon berkata ke yeo wol, bukankah kang chi orang yang berpegang teguh pada ucapannya. Jadi, gon meminta yeo wol mendengar ucapannya dan tunggu kang chi, karena ini bukan pertarungan antara manusia. Yeo wol menjawab ia tidak bisa membiarkan kang chi sendirian, jika terjadi sesuatu kang chi akan berubah karena itu yeo wol harus disisinya.

Gon menjawab tidak perlu, karena kang chi melakukannya dengan kekuatannya sendiri, yeo wol tak mengerti, gon meneruskan kalau tanpa gelang dan yeo wol kang chi mampu mengendalikan perubahannya, yeo wol masih tak percaya, gon meminta yeo wol tak mengkhawatirkannya lagi, dan lagipula mungkin kang chi lebih kuat daripada yang mereka pikirkan atau yang kang chi sendiri ketahui.
Kang chi berlari keluar perguruan sambil melepas gelang ia lalu melesat terbang dan sampai ke desa. Dijalan desa, para pasukan dan gwan wong juga pengawal seo menanti kedatangan Wol ryung. Bola-bola hitam bermunculan bersamaan dengan kabut tebal, lalu setapak demi setapak wol ryung muncul, kepala polisi dna pasukan dan laiinya ketakutan mereka mundur beberapa langkah.

Wol ryung berdiri menatap tajam mereka, begitu juga gwan wong, pasukan angkatan laut memerintahakan bawahannya menggenggam tombak erat-erat ia sendiri mengeluarkan pedangnya. Gwan wong minta senapannya dan melangkah maju diikuti pengawal seo. Gwan wong mulai membidikan senapannya ke arha wol ryung pengawal seo menyulut sumbu senapan, sementara wol ryung berjalan mendekat semakin mendekat muncul seo hwa didepan wol ryung.
Gwan wong menurunkan senapannya, seo hwa meminta wol ryung berhenti, seo hwa memohon ke wol ryung untuk berhenti. Tapi wol ryung melesat maju dan mencekik leher seo hwa. Seo hwa menangis sambil memanggil wol ryung, airmata seo hwa membuat wol ryung tersentak.
Gwan wong mengarahkan kembali senapannya, sementara wol ryung masih terdiam, gwan wong akhrinya menembak ke arah mereka berdua, wol ryung langsung memutar melindungi seo hwa jadi ia yang terkena.
Sementara kang chi masih terus berlari, tiba-tiba ia berhenti karena didepannya ternyata ada jenderal. lengan seo hwa terkena darah wol ryung yang tertembak, seo hwa menjerit melihat luka di bahu wol ryung, tangannya gemetar segera menutup luka itu, gwan wong menurunkan senapannya, wol ryung terus memandangi seo hwa, perlahan tubuh wol ryung normal, dan ia juga ingat nama seo hwa.

Seo hwa terharu melihat wol ryung ingat dirinya, wol ryung menangis ia lalu berkata kalau ia merindukan seo hwa dna keduanya lalu berpelukan. gwan wong kesal melihat itu, lalu terdengar suara mereka akan kembali ke taman sinar rembulan, lalu angin bertiup sangat kencang, orang-orang berusaha menahan dan menutupi wajah mereka, kedua orang tadi masih berpelukan dalam haru sesaat mereka menghilang dan angin pun berhenti.

orang-orang kaget saat melihat kearah depan, keduanya tadi sudah tak ada ditempat. Kang chi berbicara dengan jenderal, ia tak bisa membiarkan ibunya pergi begitu saja, jenderal meminta kang chi membiarkan ibunya pergi. Jenderal menjelaskan kalau ini semua demi kang chi, dan pilihan terakhir ibu kang chi.

Kembali percakapan diawal, saat seo hwa punya satu permintaan, seo hwa berdiri dan berlutut didepan jenderal ia minta jenderal membimbing dan menjaga kang chi menghadapi keinginan yang ingin dijalani kang chi. Dan juga seo hwa tak ingin kang chi melihatnya pergi, karena mungkin jalan yang ia pilih menyakitinya.

Kang chi berkaca-kaca mendengar cerita jenderal, dia tak bisa menerimanya karena dia baru saja bertemu dengannya, dna juga bisa melihat wajah ibunya, dan juga bisa membuka hatinya memanggil ibu, karena itu kang chi merasa tidak bisa membiarkan ibunya pergi. Kang chi menangis, ia meminta jenderal mengijinkannya pergi.
Jenderal meminta kang chi jangan menyia-nyiakan niat baik ibunya, hati orangtua yang ingin melindungi anaknya, jenderal meminta kang chi mengerti. Kang chi terduduk lemas, ia menepuk-nepuk dadanya menangis, jenderal ikut berjongkok didepan kang chi dan meraih tangan kang chi dan juga mengusap airmata kang chi menenangkan, kang chi menangis dipelukan jenderal yang mencoba menenangkan kang chi. Jenderal juga ikut menangis.

Pagi hari, gwan wong berjalan gontai menuju tempat dimana dulu seo hwa menginap, dia teringat saat seo hwa akan kembali ke jepang, ia berkata tentang pembalasan dendam selama 20 tahun seo hwa yang berakhir sia-sia. Seo hwa tak mau menanggapi ia akan pergi, tapi ditahan gwan wong, ia memberi kesempatan pada seo hwa untuk kembali padanya.
Seo hwa menoleh, gwan wong menambahkan kalau ia akan melupakan segalanya dan menerima seo hwa apa adanya. Tapi seo hwa malah menjawab itulah hukuman untuk gwan wong, bahkan setelah memiliki kekuasaan, uang, dan hak pemerintahan di propinsi selatan, gwan wong masih saja belum merasa puas, jadi gwan wong akan lebi putus asa,lebih haus, lebih lapar, tapi gwan wong takkan mendapat apapun yang ia inginkan.
Gwan wong hanya terdiam menahan marah, seo hwa lalu berlalu, gwan wong geram ia meneriaki nama seo hwa. Sedangkan seo hwa pinsan dan berbaring didalam gua, sesaat ia sadar dan segeri bangun ia melihat sekeliling dan terharu melihatnya.
 Seo hwa keluar gua, ia teringat pertama kali ia ke gua ini waktu dulu, ia terus berjalan dan ingatannya bergantian muncul, sampai depan gua seseorang bertanya, seo hwa langsung menoleh, disana berdiri wol ryung memakai baju putih tersenyum padanya waktu dulu.
Tapi kini, wol ryung yang jalan mendekat masih wol ryung yang tadi. Seo hwa melihat luka wol ryung, ia cemas apa wol ryung baik-baik saja. Wol ryung menjawab, akhirnya bukan hanya nama seo hwa yang ingat, akhirnya ia bisa mengingat wajah seo hwa. Tapi, wol ryung meminta seo hwa kembali ketempat manusia, karena ia sendiri tak tahu kapan ingatannya akan menghilang, wol ryung lalu berbalik dan jalan pergi.

Seo hwa berseru, ia minta wol ryung memaafkannya, wol ryung berhenti. Seo hwa melanjutkan berkata, kalau waktu itu ia masih terlalu muda, hatinya tak cukup kuat memikul cinta wol ryung padanya, seo hwa minta maaf karena sudah melukai wol ryung, minta maaf menyakitinya, lalu seo hwa mengeluarkan pisau kayu dari balik bajunya.

Wol ryung merasakan sesuatu, ia menoleh dan melihat seo hwa membawa pisau kayu. Seo hwa berkata kalau ia selalu membawanya seperti benda paling berharga, suatu hari jika bertemu agar wol ryung berubah seperti dulu, jika semua itu mungkin seo hwa rela meninggalkan semuanya agar terwujud.
Wol ryung tak mengerti apa maksudnya, seo hwa berkata lagi mungkin dalam hidup abadi wol ryung dirinya tak berarti dibandingkan angin berhembus, tapi seo hwa meminta wol ryung mengingatnya karena bagi seo hwa wol ryung adalah segalanya. Wol ryung tak mengerti, seo hwa sudah mantab ia lalu mengarahkan pisaunya ke dadanya, wol ryung berteriak "jangan" tapi terlambat seo hwa sudah menancapkan pisau itu ke jantungnya, wol ryung berlari menopang tubuh seo hwa yang terjatuh ketanah.

Wol ryung memanggil seo hwa, seo hwa masih membuka matanya tapi keduanya tangannya masih memegangi pisau itu, lalu kembali ketubuh seo hwa muda. Wol ryung menggoyang-goyangkan tubuh seo hwa dan memanggilnya, ia juga mencoba meminta seo hwa melepaskan pisau itu, tapi seo hwa tidak mau.
Seo hwa menangis, ia berusaha berbicara ia mengatakan kalau ia mencintai wol ryung, dan juga minta maaf. Karena semua ini ia lakukan karena ia sangat mencintai wol ryung, seo hwa mengulurkan tangannya menyentuh pipi wol ryung, wol ryung menggenggam tangan seo hwa sembari menangis, seo hwa tersenyum dan menutup matanya, wol ryung tidak percaya ia masih berteriak memanggil seo hwa, tangan seo hwa terjatuh ketubuhnya, wol ryung memeluk seo hwa masih teriak histeris, perlahan bola-bola biru bermunculan.
Lalu kenangan bersama keduanya bermunculan, saat seo hwa kehutan dan berniat bunuh diri, ia jatuh pingsan dan di tolong wol ryung. Lalu saat wol ryung memberi bunga, membawakan kupu-kupu, dan saat keduanya menikah. Lalu kenangan pahit, saat para polisi menangkap seo hwa, lalu kenangan berubah cepat, saat seo hwa berjuang melahirkan, saat wol ryung ditahan para polisi, saat seo hwa menangisi anaknya, saat wol ryung ditebas pedang oleh dam pyung jon.
Bersama kenangan itu tubuh wol ryung kembali normal, ia masih memeluk seo hwa dewasa dan meraung memanggil seo hwa. Wol ryung meminta seo hwa tidak pergi, karena ia tak membenci seo hwa, hanya dia sangat merindukannya, dia juga tak menyalahkan seo hwa dan juga wol ryung juga sangat mencintai seo hwa. Jadi wol ryung memohon seo hwa membuka matanya kembali.

Hujan mulai turun membasahi daun-daun dihutan, so jung diruang bukunya sedang membereskan buku-buku ia menoleh ke vnetilasi melihat hujan turun, ia mengerti sesuatu.

Di chun hwagwan, kepala pelayan memberikan kertas ke ketua chun dan berkata kalau itu kang chi meninggalkannya tadi, dan mengatakan kalau itu jawaban dari tantangan dari ketua chun. Ketua chun membukanya dan disana ada kata [ibu] lalu terdengar kata-kata kang chi "saat aku menebang pohon ini, aku melihat karakter dari akarnya, bon. Rumah yang merupakan akarnya bagiku, adalah orang yang melahirkanku ibuku".

Ketua chun meletakkan kertas itu dimeja, ia menoleh keluar dan berkata sepertinya hujan turun, chung jo yang sedari mengamatinya menjawab mungkin sudah mulai musim hujan, lalu ketiganya menatap keluar, menatap hujan turun.

Hujan turun dengan deras, membasahi sebuah payung ungu, kang chi jalan pelan-pelan ke arah perguruan ia berhenti melihat yeo wol jongkok dibawah payung menunggunya. Yeo wol sendiri duduk melamun tak menyadari kedatangan kang chi, kang chi terdiam melihat yeo wol. Yeo wol berdiri dan berbalik, baru ia melihat kang chi berdiri disana.

Keduanya saling berpandangan, yeo wol memanggil kang chi dna disahut kang chi. Yeo wol melihat tangan kang chi tanpa gelang ia ingat perkataan gon. Yeo wol ingat percakapannya dengan ayahnya, untuk membiarkan kang chi pergi mencari buku keluarga gu, ayahnya meminta yeo wol merelakannya agar kang chi bisa pergi.
Kembali, Yeo wol berjalan mendekati kang chi dan memayunginya, ia bertanya kang chi sudah pulang. Kang chi menjawab iya, yeo wol lalu bertanya ibu kang chi, kang chi menjawab ibunya, tapi ia terus mengulang kata-kata itu, dan meraih yeo wol dan memeluknya.
Kang chi menangis dan berkata kalau ibunya pergi, dan memanggil ibunya terus dan terus. Yeo wol berkaca-kaca dan menjawab kalau ia mengerti, yeo wol menepuk-nepuk pundak kang chi. Ia sendiri menangis, ingat perkataan ayahnya untuk merelakan kang chi pergi, keduanya berpelukan dan menangis dalam kesedihan masing-masing.

Selanjutnya: Gu Family Book Episode 22

No comments:

Post a Comment