Sunday, June 16, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 19

Dimulai saat seo hwa yang membawan pisau kayu datang ke gwan wong yang sedang bertemu dengan para pedagang jepang. Seo hwa mengayunkan pisau itu dan mengenai pipi gwan wong. Semua orang kaget melihatnya, juga pedagang jepang itu. 
Seo hwa akan mengayunkan pisaunya lagi, tapi seorang polisi segera menebas seo hwa sehingga seo hwapun terjatuh dan menutup matanya.

Anak buah gwan wong segera membawa gwan wong masuk, sementara pedagang jepang itu memeriksan denyut nadi seo hwa, dan ia terkejut sepertinya seo hwa masih hidup. Pedagang jepang itu lalu mengeluarkan sapu tangan menutupi wajah seo hwa.

Polisi yang menebas seo hwa tadi mendekat dan bertanya apa seo hwa sudhaa mati, pedagang mengiyakan. Dan polisi meminta orang-orang segera membawa tubuh seo hwa, orang-orang menutupi seo hwa dan membawanya pergi.

Malam hari, orang pedagang jepang memberi uang ke polisi penjaga seo hwa, lalau mereka membawa gerobak seo hwa. Pedagang jepang tadi segera memeriksan seo hwa lagi yang ternyata masih bernafas.
Kembali ke gua saat seo hwa ketakutan melihat bayinya yang dia kira monster, dan ternyata salah, seo hwa menangis dan memanggil anaknya.

Episode 19
Kang chi menahan sakit karena racun arak chihon sambil tubuhnya dirantai. Gwan wong memberi tahu kepala pedagang kalau kang chi bukan manusia, is setengah manusia dan setengah monster.  Pengawal gwan wong melepas gelang kang chi, perlahan kang chi mengerang kesakitan, bola-bola biru muncul dan saat kang chi memperlihatakan matanya yang berubah hijau semua orang terkejut.
Seo hwa ingat saat melihatnya bayinya yang bukan monster, ia syok mungkin saat melihat kang chi sekarang. Gwan wong bertanya apa monster itu orang yang dicari seo hwa. Seo hwa terdiam, kang chi menegrang tubuhnya takkuasa menahan racun akhirnya ia pingsan.

Di chun hwagwan, ketua chun bertanya ke gob dan apa yang terjadi, gob dan dan ketakutan menjelaskan kalau  ia diancam akan terjadi sesuatu pada chung jo yang ketahuan menyembunyikan seorang pencuri. Karena itu wol san memintanya membawa kang chi untuk menyelamatkan chung jo.

Di perguruan dam pyung jon menerima sebuah surat, yeo wol diberithau gon kalau kang chi mungkin dijebak dan ditangkap, mungkin isi surat tadi dari ketua chun. Yeo wol melangkah mengambil pedang tapi ditahan gon dan mengatakan kalau guru dam ingin mereka melihat dan memantau keadaan dahulu.
Yeo wol berserikeras pergi, tapi ditahan gon dengan mengatakan kalau kang chi takkan apa-apa ia tak dapat mati. Yeo wol marah walau kang chi tak bisa mati, tapi ia juga bisa merasakan sakit. Chung jo melihat keduanya, gon menahan yeo wol tapi disingkirkan yeo wol ia marah dan tetap pergi.

Gon tak bisa mencegah lagi, tapi chung jo menahan yeo wol dengan mengatakan kalau ia ingin berbicara dengan yeo wol tentang ibu kang chi.

Kang chi tersadar tapi tubuhnya lemas, gwan bertanya apa yang harus mereka lakukan pada monster itu. Seo hwa hanya meminta petanya kembali ia tak peduli pada apa yang gwan wong lakukan. Gwan wong bertanya meyakinkan lagi, seo hwa meninggikan suaranya ia berkata ia tak perduli apapun yanga akan gwan wong lakukan, yang dia inginkan hanya petanya kembali.
Seo hwa melihat kang chi sebentar lalu pergi, kang chi melihat kepergian seo hwa samar-samar. Seo hwa kembali ke kamar, tubuhnya syok ia ingat saat pertemuannya dengan kang chi tentang arti nama kang chi.Seo hwa menahan tangis ia terduduk tangannya gemetar.
Gwan wong berbalik melihat kang chi ia lalu bertanya dimana peta itu, tapi akng ci tak menjawab ia berdiri dan berontak membuat gwan wong mundur dan heran dari maka kekuatan kang chi padahal kangc hi sudah meminum 5 gelas, ia ingat karena kang chi itu monster jadi ibunya membuang kang chi. 

Kang chi bertanya siapa ibunya, gwan wong pun masih penasaran wanita jepang tadi ibu kang chi atau bukan. Kang chi meronta tapi racunnya menyebar kang chi mengeluarkan darah dari mulut, gwan memeringatkana kang chi untuk diam jika ia masih ingin hidup.
Suara teriakan kang chi sampai terdengar seo hwa di kamar. Ketua chun memberi obat penawat ke tae seo, ia meminta bagaimanapun caranya tae seo harus memberikannya sebelum matahari terbenam, kalau tidak nyawa kang chi mungkin dalam bahaya.
Di penginapan, ok man dan choi mae reum datang melapor keadaan gudang tempat kang chi disekap.  Tae seo meminta choi mae reum pergi ke bagian dapur untuk membuat nasi kepal, tae seo mengeluarkan obat penwar, choi mae reum langsung mengambil obat itu dan mantab ia akan melakukannya, bagaimanapun juga ia ayah kang chi.

Di perguruan, bibi yeo joo bertanya apa yeo wol sudah bangun ia lalu masuk dan kaget melihat yeo wol memakai baju pria lagi lengkap dengan busur dan anak panah juga pedang di punggungnya.

Bibi yeo jo tidak mengijinkan yeo wol pergi sampai ada ijin dari guru dam. Yeo wol lalu bertanya apa bibi yeo joo pernah menyukai seseorang, yeo wol lalu berkata kalau ia bisa tersenyum dan menangis bersamanya maksudnya kang chi, bibi tertegun mendengarnya.

Bibi yeo jo keluar kamar masih memikirkan perkataan yeo wol, dan gon datang bertanya apa yeo wol sudah bangun. Bibi yeo jo gugup menjawab, gon akan masuk bibi berbalik malah mainan jarinya ke pintu *wkk. Gon masuk dan tidak melihat yeo wol, ia bertanya kemana yeo wol, bibi malah bertanya apa gon pernah menyukai seseorang, hahaa membuat gon heran.
Yeo wol berjalan di pasar, ia melihat bong chul cs, rupanya ia mencarinya. Bong chul sedang main tebak-tebakan dan yeo wol memberitahu kalau itu salah, bong chul merasa dirinya benar dan berbalik ia bertanya siapa yeo wol. Yeo wol mengingatkan kalau dirinya yang bersama kang chi waktu itu.
Bong chul ingat, ia bertanya kenapa yeo wol kemari. Yeo wol meminta bantuan bong chul, ia tersenyum dan mengajak bong chul merampok penginapan. Bong chul heran untuk apa, yeo wol mengatakan untuk choi kang chi.

Choi mae reum mengintip gudang, ia melihat kang chi disekap. Ia meyakinkan diri dan masuk. Para pengawal menahannya, choi mae reum memperlihatakan nasi kepal yangd ibawanya. Pengawal bertanya siapa yang menyuruhnya, choi ma reum ingat perktaan tae seo, ia lalu menjawab kalau kepala pedagangnya yang menyuruhnya.

Pengawal lalu mengambil satu, dan choi ma reum membaginya dengan pengawal lain. Sisa satu choi ma reum bertanya apa boleh ia memberi kang chi  juga, pengawal itu mengambil sisa nasi dan melemparnya ke tanah didepan kang chi.
Choi ma reum lalu mendekat mengambil nasi dan mendekati kang chi. Pelayan choi kaget melihat wujud kang chi, ia menahan haru dan membersihkan nasi itu dan meminta kang chi segera memakannya, kang chi berkata kalau ia kesakitan, choi menegrti dan meminta kang chi segera makan sambil menunjukan obat yang ada ditengah nasi itu.

Kang chi mengerti dan ketika akan menggigitnya, pengawal tadi datang dan menendang nasi itu sampai tergelincir, choi segera mengambil tapi ditendang lagi menjauh dan ia juga ditangkap dan dikeluarkan dari gudang.

Choi ma reum melapor ke tae seo kalau ia belum sempat melihat kang chi memakan obatnya karena keburu diusir.  Sementara kang chi masih berusaha bagaimana caranya ia mengambil obat itu yang berada jauh dan dilewati para pengawal.
Gwan wong memberitahu seo hwa, kalau ia akan menggantung kang chi dipasar agar rakyat tahu dan melemparinya dengan batu. Dan juga ia menggunakannya untuk menekan jenderal karena telah melindungi kang chi selama ini.

Seo hwa gemetar menahan marah, disana ada jae ryung seo hwa meminta agar mereka segera membunuh gwan wong, tapi jae ryung menolak karena mereka masih membutuhkannya.  Jae ryung mengingatkan seo hwa yang sudah bersumpah setia pada keluarga miyamoto.

Bong chul datang dengan beberapa preman, gwan wong datang dengan dua pengawal dan bertanya ada apa. Bong chul meminta imbalan karena waktu itu ia membantunya, sampai ia diberi ia takkan pergi. Bong chul memerintahkan anak buahnya untuk tidur dihalaman sampai ia mendapatkan yang mereka mau.

Seorang pengawal datang ke gudang dan meminta tiga orang tetap tinggal dan sisanya ikut dengannya. Dan ssat itu yeo wol memanah seorang pengawal dari atas, (kapan masuknya??) ia lalu turun dan menggunakan pedangnya melawan dua pengawal sisanya.

Dan nasi kepal yang ada obatnya tertendang-tendang oleh yeo wol dan para pengawal. Sedangkan pengawal tadi ke halaman dan mengeluarkan pedang mereka untuk mengancam bong chul cs, anak buah bong chul ketakutan dan berdiri, tapi bong chul meyakinkan mereak untuk kembali tidur. Tapi mata bong chul terus saja melihat ke gudang, jadi gwan wong menyadari rencana mereka.
Yeo wol masih bertarung dia berhasil menusuk seorang, sisa satu kang chi mulai lemah tapi ia tersadar saat nasi kepal itu menggelinding kearahnya. 
Tapi saat itu gwan wong datang mengagetkan yeo wol, saat itu kang chi sudah bisa memakan obat penawarnya. Pengawal melepas pedang yeo wol dan mengarahkan pedang mereka ke arah yeo wol. Bong chul masuk dibawa dua orang pengawal, wajahnya penuh luka ia minta maaf lalu pingsan.

Gwan wong bertanya kenapa mereka berani melakukan itu padanya, yeo wol meminta gwan wong melepas kang chi, ia juga bertanya kenapa gwan wong melakukan itu pada orang tak bersalah.
Gwan wong memberitahu kalau kang chi itu bukan manusia ia itu monster, yeo wol menjawab kalau yang monster itu gwan wong membuat gwan wong marah dan menampar yeo wol. Kang chi yang melihatnya marah dan berusaha berontak, gwan wong  lalu meminta mengikat yeo wol dan bong chul.

Ok man gemetaran melapor ke tae seo, kalau gwan wong akan menggantung kang chi dipasar. Tae seo ingat percakapan ketua chun, jika gwan wong memanfaatkan kangc hi untuk mengancam jenderal, bagaimanapun caranya mereka harus menghentikannya, tae seo lalu berdiri mengambil pedangnya.

Kang chi dibawa keluar halaman masih dirantai, orang-orang kaget melihat wujud kang chi. Gwan wong meminta mereka segera membawa kang chi ke pasar, choi ma reum kaget, ia segera berlutut memohon pengampunan untuk kang chi.
Tapi choi mae reum ditarik dan dipukuli pengawal gwan wong, melihat itu membuat kang chi marah emosinya naik dan membuatnya berhasil melepaskan rantai dan mencakar para pengawal membuat gwan wong ketakutan, tapi saat akan menyerang gwan wong seorang samurai jepang datang menghalangi kang chi dan membuanya terjatuh.

Saat itu seseorang datang, dan ternyata itu seo hwa yang memakai hanbok korea, kang chi juga melihatnya dan ingat perkataan gwan wong ia lalu jatuh pingsan. Gwan wong kaget melihat seo hwa, ia berkata seperti melihat orang yang dikenalnya, gwan wong lalu memerintahkan anak buahnya untuk segera membawa kang chi kepasar, ok man dan choi mae reum melindungi kang chi.
Seo hwa meminta hentikan semua itu, akhirnya ia mengaku kalau ia seo hwa, dan ia bertanya apa yang akan gwan wong lakukan setelah tahu siapa dirinya sebenarnya.kilatan kemarahan keluar dari keduanya, tae seo melihat dari jauh dia menggenggam erat pedangnya.

Dam pyung jon bertemu jenderal membicarakan untuk menangkap jo gwan wong, jenderal menjawab kalau mereka tak bisa terburu-buru hanya karena seorang, pertama mereka harus mempunyai daftar petuugas di propinsi selatan yang memihak ke pedagang jepang.

Jenderal bertanya apa yang membuat dam pyung jon datang dan terlihat gelisah, dam pyung jon memebritahu kalau beberapa hari ini ia dikunjungi pertapa so jung.

Flashback
So jung memberitahu kalau mereka harus menghentikan wol ryung, jika ingatan wol ryung terhapus maka itu akan menimbulkan kekacauan didunia manusia. Dam pyung jon bertanya apa yang ia lakukan untuk menghentikannya.

So jung menjawab kalau dam tak bisa berbuata apa-apa, karena hanya ada satu orang yang bisa menghentikannya, dam pyung jon menebak apa itu kang chi, so jung membenarkan.

Wol ryung bersandar di antara rak-rak buku bola-bola hitam mengelilinginya yang perlahan berubah menjadi ibils, so jung kembali keruangan buku dan mencari wol ryung yang sudah tak ada ditempat.

Wol ryung sedang menghisap hawa manusia desa untuk mengembalikan wujud manusianya, ternyata ia menghisap beberapa orang warga.
End

Kembali ke dam dan jenderal yang berkata bagaiamanpun ia tetap ayah kang chi, membunuh ayah kandungnya sendiri itu merupanakn nasib buruk bagi kang chi.

Kang chi tertidur disana ada seo hwa dan choi ma reum, seo hwa bertanya tentang kang chi yang hanyut di sungai yang diiyakan choi ma reum. Seo hwa juga bertanya tentang pelayan choi yang menjadi ayah kang chi selama ini.
Pelayan choi menjawab ia hanya memberi makan dan pakaian, dan ayah sebenarnya adalah Tuan park moo sol, membuat tangan seo hwa gemetaran. Choi ma reum juga menceritakan kebaikaan kang chi juga kesetiaanya pada orang-orang disekitarnya, seo hwa tak tahan mendengarnya ia berdir, choi ma reum ikut berdiri.

Seo hwa meminta choi ma reum merahasiakannya, karena ia suka begitu ia lalu keluar diikuti choi ma reum. Sepeninggal mereka ternyata kang chi sudah sadar ia lalu bangun dan sepertinya ia mendengar percakapan mereka berdua.
Seo hwa keluar ia lalu memikirkan sesuatu, ternyata ia ke kamar tae seo yang kaget melihatanya tae seo lalu berdiri. Seo hwa bertanya apa tae seo masih ingat dengan penawarannya untuk menjadi anaknya.

Tae seo mengiyakan, seo hwa meminta tae seo menyingkirkan semuanya dan berpihak ke keluar goon bon, tae seo tak mengerti maksudnya. Seo hwa menjelaskan kalau ia tahu tae seo berpihak pada perguruan dan juga ia mengirim informasi ke jenderal, seo hwa meminta ate seo menyingkirkannya dan berpihak ke goon bon dan mengambil alih pekerjaan gwan wong.
Tae seo bertanya apa seo hwa memintanya untuk berkhianat, seo hwa menjelaskan kenyataan bahwa negara yang dilindungi tae seo tidak membantunya disaat ayah tae seo mati begitu saja, dan juga saat adiknya dijual menjadi gisaeng. Dan di negara seperti itu orang seperti jo gwan wong lah yang berkuasa, jadi seo hwa meminta tae seo melupakan semuanya dan bergabung ke goon bon jika itu terjadi maka ia akan membunuh jo gwan wong.

Sementara diruangannya gwan wong menggebrak meja memarahi jae ryung. Gwan wong merasa ditipu oleh para pedagang, bahkan ia menekan jae ryung dan akan membatalkan kontrak perjanjian mereka, gwan wong meminta memilih dirinya atau yoon seo hwa, jae ryung terdiam.

Choi mae reum terhuyung-huyung membawa obat masuk kekamar kang chi tapi orangnya sudah tak ada disana. Kang chi berada diluar ruangan, saat menoleh ia melihat seo hwa berdiri melamun, kang chi melihatnya dan teirngat perkataan gwan wong lagi, ia juga ingat saat ia pingsan kang chi menahan sedih ia akan pergi saat seo hwa berbalik dan melihatnya.
keduanya saling memandang, seo hwa mencoba tersenyum dan menyapa kang chi ramah, ia juga bertanya kang chi akan pergi kang chi mengiyakan dan akan pergi tapi ia bebralik lagi dan bertanya walau ragu akhirnya ia bertanya, apa seo hwa sangat membencinya sehingga ia dibuang begitu saja ketika ia lahir, mendengar itu membuat senyum seo hwa lenyap.
Seo hwa terdiam gemetaran menahan emosinya, kang chi memaksakan sneyum juga menahan emosinya ia berkata hanya ingin bertanya saja lalu ia pamit pergi. Sepeninggal kang chi, soe hwa terduduk dan memukul-mukul dadanya menahan sesak yang dirasanya. Dari jauh jae ryung menghela nafas melihat seo hwa.

Di chun hwa gwan, chung jo menuangkan minuman untuk wol san disana juga ada beberapa gisaeng. Wol san heran ada apa, chung jo berkata kalau ia ingin berhenti bertengkar dengan wol san, wol san merasa menang karena gwan wong berpihak padanya.

Chung jo memberi hadiah, wol san membuka kotak itu dan ia kelihatan senang dengan isinya. Wol san lalu minum arak yang dituangkan tadi, dan akan memaafkan chung jo tapi chung jo jangan membuatnya marah lagi. Chung jo senyum dan menjawab seharusnya wol san yang tidak membuatnya marah, semua orang terkejut mendengarnya.
Tiba-tiba wol san merasakan sesuatu di tenggorokannya ia bertanya apa yang chung jo masukan diminumannya, chung jo menjawab itu arak chi hon dan ia akan memberi penawarnya besuk malam. Sampai saat itu wol san harus merasakan rasa sakit yang kang chi rasakan. Chung jo mengancam wol san jika ia melakukannya lagi maka ia akan meracunnya sampai mati.
Chung jo lalu berdiri dan pergi keluar diikuti gob dan, chung jo memberi tahu gob dan kalau takkan ada yang berani mengancamnya jadi ia meminta jangan melakukannya lagi, gob dan mengerti. Didalam terdengar teriakan wol san yang memaki-maki chung jo.

Di ruang penyimpanan, yeo wol dan bong chul masih diikat ditiang yeo wol membangunkan bong chul yang kaget dan bertanya mereka dimana. Yeo wol mengingatkannya, lalu bertanya apa ia bisa melepaskan talinya, bong chul mencoba tetapi sepertinya tali itu terlalu kuat.

Yeo wol berusaha melepaskan diri, tiba-tiba terdengar keributan diluar ternyata itu kang chi. Keduanya langsung tersneyum dan memanggilnya, tpai kang chi langsung berlari kearah yeo wol dan melepaskan ikatannya tak menggubris bong chul yang berbicara.

Yeo wol cemas ia bertanya keadaan kang chi, kang chi menengkan kalau dia sudah memakan obat penawarnya. Tapi yeo wol heran melihat raut wajah kang chi dan bertanya apa ia sakit, kang chi terdiam lalu ia memeluk yeo wol yang masih bingung.
Yeo wol bertanya ada apa, tapi kang chi menjawab tidak apa-apa hanya saja tapi ia tak bisa melanjutkan perkataanya. yeo wol mengerti ia lalu mengulurkan tangannya menepuk-nepuk pundak kang chi menenangkan.

Bong chul memanggil-manggil kang chi, ia berusaha memutar badannya dan kaget melihat mereka berdua berpelukan, ia terheran-heran dan seperti berfikir sesuatu dan tak percaya.

Di perguruan sung dan gon menunggu di halaman, sung senang saat melihat kang chi dan yeo wol datang. Keduanya mendekat, kang chi bertanya sedang apa sung selarut ini, sung menjelaskan kalau ia sedang menunggu dengan gon.

Kang chi tersenyum dan menggoda apa gon mengkhawatirkannya, yang jelas dielak gon tapi sung jujur dna berkata kalau gon seharian ini khawatir yang langsung disergah gon, ia lalu bertanya bagaiamana keadaan yeo wol, yeo wol tersenyum dan menjawab ia baik-baik saja.

Yeo wol bertanya tentang ayahnya, gon menjawab kalau dam pyung jon pergi ke markas angkatan laut. Yeo wol lega ia tak ketahuan kabur, sung bertanya apa mereka sudah makan, kang chi menjawab belum. Sung senang karena ia juga belum makan karena menunggu mereka, kang chi tersenyum ia lalu merangkul yeo wol dan sung jalan pergi gon tersenyum saja dan ikut jalan pergi.
Didapur guru gongdal sudah menyiapkan makanan dan juga sup kacang hangat, mereka kelihatan asyik bercanda dan mengobrol, kang chi tiba-tiba sedih melihat keceriaan mereka, semua orang sadar dan berhenti makan,mereka melihat ke arah kang chi, yeo wol menepuk kaki kang chi.

Gon bertanya apa supnya enak sampai kang chi menangis, kang chi mengiyakan dengan mata berkaca-kaca. Guru akan memasakannya lagi jika kang chi suka, kang chi mengiyakan dan tersenyum semua orang kembali makan tetapi dengan perasaan ikut sedih juga. 

Saat itu bibi yeo jo muncul dan menawarkan sebotol arak, guru mengiyakan dna memintanya masuk. Ia lalu memberi botol itu ke guru gong dal dan duduk disamping gon :D. Guru menawarkan ke kang chi tapi kang chi tolak ia lalu menawarkan ke gon yang menerimanya guru menggodanya karena mungkin gon takut ia memberikan ke yeo wol semua lalu tertawa mendengarnya.

Di restoran desa, bong chul sedang minum dengan temannya yang heran melihat tingkah laku bong chul yang aneh. Ternyata bong chul memikirkan kang chi yang ia kira jatuh cinta dengan seorang pria *wkk. temannya tak mengerti maksudnya, tapi bong chul menyuruhnya tutup mulut dan memesan minuman lagi.

Kang chi berada dikamar ia melihat kertas yang ditulis ketua chun sebagia tugasnya waktu itu, ia teringat percakapannya dengan seorang murid yang memberitahunya kalau jumlah mayat semakin banyak ditemukan semakin dekat dengan desa.

Gon sedang berlatih pedang seorang diri dibelakang perguruan. Kang chi datang bertepuk tangan dan memuji gon dan bertanya bagaimana caranya.

Gon menjawab kalau walaupun ia memberitahu kang chi tak bisa mempelajarinya, kang chi lalu bertanya lagi bagaiaman caranya agar lebih kuat, gon bertanya untuk apa. Kang chi menjawab kalau mulai saat ini banyak hal yang harus ia lindungi.
Gon ingat ucapan so jung tentang orang yang mampu membunuh wol ryung. Gon menjelaskan menjadi lebih kuat artinya harus menghadapi tantangan lebih berat. Kang chi minta contoh, gon akan mengatakannya tapi ia sepertinya masih punya perasaan, kang chi tahu ia yang menjawab kalau ia harus membunuh ayah kandungnya sendiri.

Gon bertanya apa kang chi tahu tentang itu, kang chi mengiyakan, gon bertanya apa kang chi setuju. Kang chi menjawab apa yang bisa ia lakukan kalau ia tak setuju, karena hanya ia yang bisa membunuh wol ryung. Gon berfikir sesuatu lalu mengajak kang chi mengikutinya.

Wol ryung berjalan di desa ia terus melangkah, dipenginapan seo hwa bertanya tentang keputusan tae seo untuk memihaknya, tae sebrtanya apa keuntungannya, seo hwa menjelaskan kalau tae seo bisa mengambil penginapan dan juga adiknya.
Tae seo bertanya apa yang harus ia lakukan, seo hwa meminta tae seo menemui jenderal dan mengambil peta mereka kembali, tae seo bertanya kembali kapan gwan wong akan mati, jae ryung terperanjat mendengarnya, seo hwa yakin menjawab kalau malam ini gwan wong akan mati.

Gwan wong berada dikamarnya merenung, tiba-tiba ia mendengar sesuatu diluar dan memanggil pengawalnya tetapi tak ada jawaban. Ia lalu keluar dan kaget melihat pengawalnya tergeletak mati, ia berteriak memanggil orang tapi sebuah pedang mengarah ke lehernya, gwan wong menoleh dan bertanya apa seo hwa yang mengirimnya, ninja itu mengangkat pedangnya tapi darah menciprat ke arah gwan wong. (*kalau bukan film ni ye, dah langsung tusuk aja dari belakang wkk)
Gon dan kang chi berjalan ke halaman perguruan, disana sudah ditunggu dam pyung jon sipa dengan pedang ditangannya. Sedangkan wol ryung sampai didepan penginapan, ia bertanya sendiri siapa yang menyuruhnya datang ketempat itu.
Sedangkan seo hwa sedang menerima tamu dikamarnya yaitu yeo wol yang memperkenalkan diri. Seo hwa langsung tahu kalau yeo wol putri dam pyung jon. Seo hwa bertanya ada apa ia datang selarut ini menemuinya, yeo wol ingin berbicara tentang kang chi membuat seo hwa kaget. 

Di halaman, kang chi tak mengerti maksud gurunya, dam pyung jon meminta kang chi melepas gelangnya dan mengambil pedangnya. Dam pyung jon mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan ke kenag chi yang masih belum mengerti maksudnya.

Yeo wol masih berhadapan dengan seo hwa dalam diam, diluar wol ryung masih melihat kearah penginapan. Sedangkan kang chi masih memikirkan maksud gurunya.


2 comments: