Monday, June 10, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 18

Sebelumnya: Gu Family Book Episode 17

Kang chi dikejar para ninja jepang,  gon menahan yeo wol yang melihat kang chi agar tidak diketahui para ninja. Kang chi berhasil melarikan diri ia melompat kebalik tembok, dan memakai gelangnya kembali juga menyembunyikan peta dibalik bajunya.

Kang chi masuk ke ruangan penginapan dan masuk ke sebuah kamar, dan ternyata kamar itu kamar seo hwa yang sudah membawa lilin dan bertanya siapa yang masuk kekamarnya. Kang chi perlahan menoleh dan menjawab masih pakai ‘ano’ *wkk.

Episode 18
Di ruang perjamuan, jae ryung bertanya apa gwan wong puas sudah melihat wajah kepala pedagang. Saat itu seorang ninja masuk dan membisikan sesuatu ke jae ryung. Jae ryung lalu pamit, gwan wong menahan dan berkata kalau perjamuannya baru dimulai. Tapi mereka beranggap pestanya sudah berakhir dan beranjak pergi.

Ketua chun berdiri, dan berkata kalau ia sudah menyeiapkan banyak makanan, dan perjamuan ini diadakan untuk meminta maaaf atas kejadian waktu itu. Ketua chun meminta lebih lama tinggal, tapi jae ryung mengatakan kalau mereka tak bisa tinggal lebih lama, lalu mereka pergi.

Ketua chun memberi kode kepada dua orang gisaeng yang berdiri dibelakangnya, saat wanita jepang itu keluar, seorang gisaeng sengaja menumpahkan minuman ke bahu wanta itu, dan seorang lain segera membersihkan baju itu dan menarik bajunya hingga bahunya kelihatan, ketua chun segera datang dan mengecek, ia berpura-pura meminta maaf atas kecerobohan para gisaeng, wanita itu membetulkan bajunya lalu berlalu pergi.

Lalu ketua chun melapor ke gwan wong kalau kepala pedagang itu palsu. Gwan wong tak percaya, bagaimana ketua chun tahu, apa ketua chun mau bersumpah. Ketua chun bertenya jika ia bersumpah apa gwan wong mempercayainya.

Ketua chun bertanya lagi, menurutnya aneh bukankah gwan wong dan para pedagang  Gon Bon sudah bekerja sama lebih dari 20 tahun, lalu kenapa mereka melakukan hal ini pada gwan wong. Gwan wong terlihat murka ia juga tidak tahu kenapa.
Kembali ke kang chi, seo hwa masih bertanya siapa kang chi. Kang chi dengan polosnya jawab hai’ seo hwa kebingungan, ia bertanya lagi apa kang chi pencuri masih dalam bahasa jepang kang chi jawab hai’ lagi *wkk.

Seo hwa lalu bicara bahasa korea,  kang chi senang ternyata orang itu bisa bicara korea. Kang chi menjelaskan kalau lilinya mati, dia kira tak ada orang. Seorang ninja bertanya apa kepala pedagang tidak apa-apa.  Seo hwa bertanya apa kang chi sedang dikerjar, kang chi mendekat dan berkata kalau dia bukan orang jahat, yang jahat adalah yang mengejarnya.
Seo hwa lalu mengatakan kalau dirinya aman dan meminta ninja itu pergi. Kang chi bernafas lega, ia juga berterimakasih karena sudah mempercayainya. Kang chi heran padahal wanita itu orang jepang tetapi lancar bahasa korea, wanita itu menjawab dia orang joseon hanya saja sedang membantu pedagang jepang.

Kang chi mendekat, ia menyebutkan beberapa makanan dan meminta wnaita itu mencicipinya, karena ketiga makanan itu makan terlezat dipenginapan. Seo hwa bertanya, sepertinya kang chi sangat mengenal penginapan ini. Kang chi sedikit sedih dan berkata kalau dulu ia bekerja saat penginapan masih milik Tuan park moo sol. Seo hwa sedikit sedih juga mendengarnya, kang chi lalu berpamitan tapi seo hwa bertanya siapa nama kang chi.
Kang chi lalu menjelaskan kalau namanya choi kang chi, kang artinya sungai dan chi dibuang karena dia dibuang dikali. Seo hwa merasakan sesuatu mendengar nama kang chi, dan kang chi benar-benar pergi, seo hwa berbalik tapi ia melihat sesuatu terjatuh didepan pintu, ia mendekat untuk melihat.

Yeo wol mengintip menunggu kang chi, tapi orangnya sudah berdiri dibelakangnya. Yeo wol tersenyum melihatnya, kang chi menarik yeo wol kebelakang. Yeo wol bertanya apa kang chi sedang bermain-main, kang chi tersenyum dan berkata nanti ia akan menjelaskan, terpenting mereka harus keluar dulu, saat akan melewati jalan tadi, seorang berkata kalau mereka tak bisa lewat sana.
Dan ternyata itu tae seo bersama gon, didalam kamar seo hwa ia mengambil kertas itu dan terperanjat melihatnya ia marah lalu memanggil jae ryung. Pengawal gwan wong melapor kalau sepertinya ada masalah di pedagang Goon bon, gwan wong tak mengerti. Pegawal itu menjelaskan kalau sepertinya ada pencuri dan seorang yang memata-matai para pedagang.
Tae seo menjelaskan mereka tak  bisa lewat jalan depan karena penjagaan diperketat, tae seo melihat tangan kang chi yang menggandeng yeo wol, yeo wol sadar itu ia agak tidak enak tapi bingung juga. Tapi kang chi tak sadar ia bertanya mereka bisa lewat pintu samping, tae seo menjelaskan kalau pintu samping mungkin juga sudah dijaga.

Kang chi menjelaskan mereka bertiga, mereka bisa melewatinya, bahkan meminta pendapat yeo wol yang dibenarkan yeo wol, tae seo kesal melihatnya, gon juga ikut kesal. Tae seo menjelaskan kalau itu adalah misi rahasia, mereka tak bisa berbuat seenaknya dan meminta mereka mengikutinya.

Gwan wong menemui para pedagang jepang, dan bertanya ada keributan apa. Jae ryung menjelaskan kalau pencuri itu mencuri sesuatu yang penting milik mereka. Gwan wong bertanya apa itu, gwan wong bertanya apa benda itu ada hubungannya dengan perjanjian antara mereka.  Jika memang begitu, itu juga penting bagi gwan wong.

Rombongan ketua chun dan gisaeng berjalan akan meninggalakan penginapan.  Didepan sudah ada tae seo dan ok man yang akan menunjukan jalan, tapi gwan wong datang menghentikan mereka. Ketua chun bertanya ada apa, gwan wong berkata kalau ada pencuri di penginapan. Ketua chun heran lalu ada hubungannya dengan mereka, gwan wong menjelaskan kalau kejadian itu seperti kebetulan saat ketua chun mengadakan perjamuan, barang berharga milik pedagang jepang hilang, demi keamanan ia akan memeriksa mereka juga.

Ketua chun mengerti, ia memint para gisaeng melepas penutup kepala. Lalu para pengawl gwan wong memeriksa mereka saat para pengawal memeriksan, tae seo melirik kebelakang disana ada choi mae reum yang sedang bersembunyi, dan selesai penggeledahan, hasilnya tidak ditemukan apa-apa, ketua chun meminta ijin untuk pergi.

Gwan wong berkata ke anak buahnya untuk melaporkan pencurian ke kepala polisi jung, dan menangkap siapa saja yang mencurigakan dan juga memeriksa di desa mungkin saja ada seorang murid perguruan, kata gwan wong curiga.

Gwan wong lalu pergi, begitu juga rombongan gisaeng, tae seo memberi kode ke choi mae reum yang dibelakangnya gon, yeo wol dan kang chi sudah menyamar memakai pakaian dan penutup kepala seperti gisaeng lain dan buru-buru bergabung dengan rombongan keluar dari penginapan, kang chi berhenti dan berpamitan dengan tae seo.
Gwan wong belum sepenuhnnya pergi, ia berbalik lagi dan melihat kearah tae seo berdiri. Di chun hwagwan ketiaganya dibimbing kepala pelayan masuk  keruangan chung jo yang sedang menjahit. Tetapi gelagat mereka diketahui wol san, didalam chung bertanya siapa mereka, kang chi lalu mengatakan kalau itu mereka, lalu ketiganya melepaskan penutup kepala. 
Chung jo heran melihat ketiganya, dan bertanya apa yang terjadi sebenarnya. Kepala pelayan berkata nanti ia menjelaskan sekarang mereka bertiga akan menginap di kamar chung jo malam ini. Lalu meninggalkan mereka berempat yang saling berpandangan, chung jo tersenyum melihat mereka yang sadar lalu melepaskan rok yang mereka pakai.

Setelah itu, ketua chun datang dan mengatakan para tetua sudah datang, dan meminta gon juga kang chi ikut dengan mereka. Jenderal juga dam pyung jon datang, ketua chun meminta maaf karena meminta mereka datang ditempat seperti itu.

Jenderal mengatakan tidak apa-apa disaat genting, tempat tak jadi masalah.  Lalu mereka masuk, dam pyung jon kaget melihat ad akang chi, dan bertanya kang chi tak bisa menjawab, gon berbohong dan berkata kalau ia yang mengajaknya. Dam pyung jon bertanya apa yeo wol juga ikut, tapi sepertinya tanpa dijawab ia sudah tahu.

Jenderal bertanya barang penting apa yang ingin mereka tunjukan, kang chi menjawab peta. Lalu mereka duduk ,mengitari meja kang chi mengeluarkan potongan peta dan menyusun diatas meja. Tetua terperangah melihat peta yang digambar secara teliti, mereka menduga-duga kalau mereka membuatnya cukup lama dan ada tanda saat daerah yang telah diserang. Sedangkan kang chi masih kebingungan karena ada satu bagian yang hilang.

Dam pyung jon mengusulkan untuk menangkap gwan wong dan menanyai keaslian peta dan kegunaanya dengan pedagang jepang. Jenderal menjawab kalau peta saja tak cukup untuk menangkap gwan wong.
Ketua chun menambahkan kalau mereka gegabah menangkap kang chi mereka bisa diserang partai timur  sekutu gwan wong.  Jenderal menjelaskan kalau partai timur sudah menipu raha, sehingga mengganti saran hwang young kill dengan saran kim sung il.
Disaat para tetua serius berbicara, kang chi menyela dan mengatakan kalau ia mengambil 8 bagian tetapi ia tak tahu dimana satunya, tiba-tiba kang chi ingat.

Di penginapan digudang itu lagi, seo hwa datang dan bertanya ada apa. Mereka hanya bisa minta maaf, seo hwa bertanya apa peta yang mereka persiapkan beberap bulan hilang begitu saja.  Semuanya terdiam, seo hwa lalu meletakkan sisa potongan peta dan meminta anak buahnya mencari orang yang bernama choi kang chi karena ialah yang sudah mencurinya. 

Sepertinya peta itu penting bagi mereka, seo hwa berkata kalau tak ada kata ampun mereka harus berhasil mengambil sisa peta bagaimanapun caranya. 
Didalam kamar kang chi disidang gon dan yeo wol kenapa kang chi bisa kehilangan satu bagian peta. Yeo wol bertanya, kang chi tidak menunjukan wajahnya, kang chi sambil tertawa menjawab kalau mereka hanya menatap muka saja. Gon menenangkan dan berkata tidak apa-apa selama ia tak tahu nama kang chi. Tapi kang chi langsung terdiam, dan keduanya syok kenapa kang chi juga memberitahu namanya.

Kang chi tak menunduk dan berkata kalau ia tak bisa diam saat ditanya karena wanita itu sudah mau mempercayainya dan menyembunyikannya jadi ia merasa berterima kasih sekali. Gon memanas-manasi dan bertanya apa wanita itu cantik, yeo wol kepancing dan manyun bertanya apa dia cantik. Kang chi langsung menyangkal dan berkata kalau hanya saja wajahnya tidak asing.

Yeo wol cemburu dan terus bertanya apa dia cantik *hihii. Gon marah dan berkata kalau gwan wong sudah mencurigai perguruan, lalu kang chi memberitahu namanya itu bagus sekali. Kang chi mengelak ia masih kekeh karena wanita itu menyelamatkannya. Yeo wol masih kesal karena wanita itu juga mereka harus menginapa disini malam ini, gon mengangguk, kang chi merasa tidak digapai dia masih menjelaskan kalau bukan masalah wanita itu cantik, tapi yeo wol memalingkan wajahnya tak mau mendengar lagi.
Di ruangan tempat berlatih tarian 5 genderang sepertinya, dam pyung jon berbicara dengan ketua chun yang menjelaskan tentang perkiraan kalau Jang hong myung adalah seo hwa. Dam pyung jon terperanjat mendengarnya,  ketua chun masih ragu juga, dia lalu berfikir tentang seorang yang mereka kira sudah mati ternyata masih hidup, lalau iblis 1000 tahun wol ryung juga kembali.

Dengan semua kejadian menakutkan muncul secara beruntun, ketua chun merasa itu pertanda buruk bagi negara mereka. Dam pyung jon menjawab jika itu benar ia mengkhawatirkan kang chi, tapi ketua chun mengkhawatirkan ja hong myung, kenapa ia kembali dan malah berpihak ke gwan wong.
Diluar chung jo mendengar mereka bicara, ia kembali kedapur. Kepala pelayan kaget kenapa chung jo membawa baki berisi makanan kembali. Chun jo malah balik bertanya tentang seo hwa, dan apa hubungannya dengan kang chi dan kenapa ketua chun dan guru dam juga tahu. Kepala pelayan heran bagaimana chung jo bisa tahu, tapi chung jo mendesak untuk menceritakannya.

Di penginapan esok harinya, gwan wong marah-marah dengan kepala pedagang. Dia bertanya apa yang mereka sembunyikan darinya,  seo hwa marah dan meminta gwan wong menjaga ucapannya. Gwan wong terlalu murka dan meminta seo hwa segera membuat keputusan.

Gwan wong meminta seo hwa menunjukan wajahnya dan melanjutkan perjanjian mereka atau berhenti. Gwan wong juga menjelaskan kalau peta itu ditangan lee soon shin, mereka berdua terancam.  Gwan wong mendesak seo hwa untuk memilih terus melanjutkan hubungan mereka dengan menunjukan wajah seo hwa, atau berhenti.

Gwan wong pamit pergi sampai didekat pintu, seo hwa memintanya menunggu, gwan wong tersenyum licik ia berbalik lagi, seo hwa bertanya apa gwan wong bisa membantunya menemukan peta. 
Gwan wong akan menjawab setelah melihat wajah seo hwa, akhirnya seo hwa meminta membuka tirainya, jae ryung dan seorang pengawalnya menolak tetapi seo hwa tegas meminta dibuka. Akhirnya jae ryung membuka tirainya, dan akhirnya gwan wong melihat wajahnya dan dia terperangah., ia berjalan mendekat tetapi pengawal segera berdiri menghalangi dan meminta gwan wong tak terlalu dekat.
Gwan wong kembali kekamarnya dengan langkah gontai, tangannya gemetar tak percaya dengan yang dilihatnya.  Kembali saat ia melihat wajah seo hwa, ia bertanya apa itu seo hwa, tetapi seo hwa menyangkal ia berkata kalau ia ja hong myung kepala pedagang goon bon. Seo hwa meminta gwan wong mencarikan petanya, karena ia sudah menunjukan wajahnya.

Gwan wong memanggil pengawal seo, tetapi yang datang bukan pengawal seo dan menjelaskan kalau pengawal seo belum kembali, gwan wong murka ia membanting benda-benda dikamarnya. Tae seo tersenyum melihatnya, choi mae reum ke markas jenderal mengirim surat, jenderal membacanya lalu ia mengamati peta.
Di chun hwagwan, kang chi berbicara dengan ketua chun yang memuji cara kerja kang chi, ketua chun juga berkata kalau mata kang chi mirip ibunya. Kang chi kaget dan bertanya apa ketua chun mengenal ibunya. Tapi ketua chun tak menjawab ia malah menulis sebuah kata, kang chi heran melihatnya.

Ketua chun menjelaskan kalau dirinya salah satu dari keempat guru dan menunjukan lambangnya bunga anggrek.  Kang chi kaget mendengarnya, ketua chun bertanya apa kang chi tak percaya karena ia seorang wanita juga seorang gisaeng.
Kang chi menyangkalnya, ketua chun tersenyum dan menjelaskan dalam keempat guru tak ada tingkatan,  entah itu orang biasa atau bangsawan, pria atau wanita itu hanyalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan sama.

Kang chi mengerti, lalu ia bertanya tugas apa yang ia berikan dengan memberi tulisan itu. Ketua chun menjelaskan kang chi  harus menebang pohon yang tertulis disana dan buatkan rumah dari kayu itu, kang chi heran mendengar tugasnya.

Yeo wol mondar-mandri dikamar chung jo yang sedang menjahit, chung jo membuka percakapan dan bertanya apa yeo wol tahu seo hwa. Yeo wol menoleh, chung jo melanjutkan kalau ia dengar itu ibu kang chi, chung jo bertanya apa yeo wol tahu, yeo wol menjawab ia tidak tahu.

Chung jo lalu bercerita kalau seo hwa dulu putri bangsawan dan menjadi gisaeng setelah keluarganya dihancurkan, dan lalu jatuh cinta ke ayah kang chi yang makhluk mitos. 

Chung jo memancing bertanya apa yeo wol tahu siapa yang membunuh ayah kang chi. Yeo wol tersentak, chung jo melanjutkan kalau orang itu seorang polisi waktu itu. Saat itu kang chi berjalan kearah kamar chung jo sambil melihat tulisan dia bergumam apa artinya membuat rumah dari kayu yang ditebang dari pohon itu.

Yeo wol menoleh, chung jo bertanya tentang dam pyung jon ayah yeo wol, karena yang ia dengar ayah yeo wol yang membunuh ayah kang chi. Yeo wol tak bisa menyangkal, chung jo terus mencecarnya dia menganggap yeo wol sudah tahu, ia lalu bertanya apa kang chi juga tahu.

Chung jo bertanya apa yeo wol menyembunyikannya dari kang chi, chung jo terus menuduh yeo wol menutupi dan terus tersenyum seolah tak terjadi apa-apa, yeo wol terdiam.  Yeo wol berusaha membela diri, tapi chung jo memotong dan mengatakan berbohong sama saja dengan pengkhianatan.
Yeo wol mulai berkaca-kaca, ia merasa mereka tak perlu membicarakan hal itu lalu ia pamit pergi, dan saat membuka pintu keduanya terkejut kang chi sudah berdiri didepan pintu, kang chi terkejut ia menatap yeo wol dan bertanya apa maksudnya, yeo wol tak kalah kaget tapi ia tak bisa berkata dan memilih pergi meninggalkan kang chi.

Yeo wol sampai diluar ia kebingungan harus bagaimana, gon saat itu datang entah memang mencari yeo wol, ia kaget melihat yeo wol yang kebingungan. Gon bertanya apa yeo wol sakit, yeo wol hanya berkata bagaimana, ia lalu menangis khawatir kang chi takkan mau bicara dengannya lagi, yeo wol lalau menangis menutup wajahnya dengan tangan, gon tak berani bebruat sesuatu ia hanya bisa melihat yeo wol menangis didepannya.
Kang chi masih terdiam, chung jo mendekat dan bertanya apa kang chi mendengar semuanya, kang chi menjawab ia mendengar sejak awal, chung jo merasa bersalah ia minta maaf. Kang chi bertanya apa semua itu benar, chung jo membenarkan. Kang chi lunglai ia bersandar ke dinding, chung jo hanya bisa melihat kang chi terluka seperti itu.

Seo hwa dikamar menatap potongan peta tersisa, sedangkan wol ryung diruang perpustakaan sepertinya merasakan sesuatu dalam tubuhnya. So jung datang membawa obat, wol ryung seperti kebingungan dan bertanya ia dimana. So jung menjawab wol ryung diperpustakaannya, wol ryung seperti linglung ia malah mencekik so jung dan mendorongnya ke rak-rak buku.
Wol ryung bertanya siapa so jung, so jung menjelaskan namanya dan dialah satu-satunya teman manusia wol ryung. Wol ryung tersadar ia melepas cekikannya. Wol ryung lalu mengusir so jung dan memintanya untuk tidak mendekat, so jung sedih melihat temannya seperti itu.
Di perguruan, murid melapor ada yang ingin bertemu dengan dam pyung jon. Dan saat masuk ternyata itu so jung. 

Gon bertanya ke chung jo yang meneruskan menjahit baju, dibelakangnya yeo wol berdiri. Chung jo memberitahu kalau kang chi sudah pergi, mungkin menemui orang yang membunuh ayahnya. Mendengar hal itu yeo wol langusng berlari pergi diikuti gon.

Kang chi sudah sampai diperguruan, sung sedang menyapu menyapanya tapi kang chi terus berjalan. Di ruangannya guru dam duduk didepannya tergeletak sebuah pedang. Kang chi masuk keruangan, yeo wol dan gon berlari sekuat tenaga, dalam hati yeo wol berharap kang chi tak melakukan sesuatu.
Kembali ke kang chi, dam pyung jon mengambil pedang didepannya lalu melemparkan ke kang chi sembari berkata pedang itulah yang membunuh ayah kang chi. Kang chi bertanya kenapa, dam pyung jon menjawab kalau ayah kang chi membunuh beberapa anak buahnya waktu itu. Dan juga menyerang ibu kang chi karena itu ia tak punya pilihan.

Kang chi menurunkan pedang, dan bertanya apa ayahnya sejahat itu sehingga tega membunuh istri yang dicintainya. Dam pyung jon menjawab kalau ayah kang chilah yang dikhianati, ayah kang chi juga ingin menjadi manusi, demi mendapatkan buku ia berdoa selama 100 hari. 

Tapi ibu kang chi tahu ayah kang chi makhluk mitos, dan ketakutan jadi, tapi kang chi memotong karena itu dam pyung jon membunuh ayahnya, demi menyelamatkan ibunya.

Kang chi menangis dan menarik pedang, ia bertanya penyebab keluarganya seperti ini dimulai dari pedang yang ia bawa. 

Gon dan yeo wol sampai,  yeo wol bertanya apa kang chi sudah pulang. Sung mengiyakan dan memberitahu kalau kang chi menemui guru dam beberapa saat lalu dan mereka sedang bersama saat ini, mendengar itu yeo wol dan gon cemas.
Saat itu kang chi keluar, yeo wol dan kang chi saling menatap. Tapi gon dan yeo wol melihat tangan kang chi yang berdarah. Gon langsung berlari keruangan dam pyung jon,kang chi memanggil yeo wol,tapi yeo wol bergerak tak percaya mendekati kang chi, semakin dekat keduanya saling menatap tapi yeo wol memilih melewati kang chi begitu saja membuat kang chi terluka.
Terngiang ditelinga kang chi perkataan ayahnya, kalau manusia itu tak bisa dipercaya, dan mereka mudah sekali berubah dan berkhianat. 

Gon sampai dulu disusul yeo wol, keduanya kaget, gon bertanya apa gurunya baik-baik saja. Dam pyung jon berdiam diri menatap pedangnya terbelah dua didepannya. Ternyata kang chi yang mematahkan pedang tersebut, dan berkata kalau yang terjadi 20 tahun lalu adalah masalah dimana mereka belum lahir (kang chi dan yeo wol) jadi itu adalah masalah mereka para orangtua. Kang chi memohon masalah itu berakhir, dan masalah mereka harus diselesaikan mereka sendiri, kang chi lalu meletakkan pedang itu kemeja.

Yeo wol yang mendengarnya merasa bersalah ia lalu berlari keluar, gon hanya bisa melihatnya pergi. Diluar kang chi sudah tak ada, yeo wol segera berlari mencari kang chi sambil memanggilnya, sampai diluar yeo wol melihat kang chi sedang mengobati lukanya dengan melepas gelangnya.

Yeo wol perlahan mendekat, kang chi tahu tapi ia hanya melirik. Kang chi menoleh, yeo wol berusaha keras berbicara tapi kata-katanya seperti tak keluar, dan akhirnya ia memanggil kang chi dan akan menjelaskannya, tapi kang chi berjalan mendekatinya dan berlalu, membuat yeo wol syok.
Yeo wol berdiri terpaku beberapa saat, tapi dari belakang kang chi datang memeluknya. Kang chi meminta yeo wol untuk tidak merahasiakan apapun lagi dari kangc hi dan juga tidak menghindarinya seperti orang asing.
Yeo wol menjawab, kalau ia melakukannya karena ia merasa bersalah. Dan ia juga tidak tahu bagaimana caranya memberitahu kang chi, yeo wol benar-benar minta maaf. Kang chi melepas pelukannya dan membalik yeo wol tapi yeo wol tak mau melihat kang chi, kang chi menangis dan meminta yeo wol melihatnya.
Yeo wol masih menunduk, kang chi menyentuh pipi yeo wol dan meminta yeo wol menatapnya. Yeo wol perlahan menatap kang chi, lalu kang chi mengatakan kalau dirinya menyukai yeo wol, membuat yeo wol tersentak, kang chi mengulang perkataanya membuat yeo wol senang bercampur haru ia lalu memeluk kang chi.

Lalu keduanya berpelukan dalam haru, dalam hati kang chi ia menjawab perkataan ayahnya, wol ryung meminta kang chi tak mempercayai manusia, kang chi menjawab kalau ia ingin mempercayainya. Lalu wol ryung berkata kalau mereka tak bisa hidup bersama, kang chi menjawab kalau ia ingin bersamanya sampai mati
Ditempat wol ryung, ia duduk bersandar lalu bola-bola hitam mengelilinginya. Perlahan tubuh wol ryung berubah menjadi monster, perlahan ia membuka mata dan nampak raut wajahnya dipenuhi kebencian.
Ditempat seo hwa, ia sedang duduk tertidur tiba-tiba ia tersentak dan terbangun ia seperti merasakan sesuatu. 

Gwan wong duduk didepan jae ryung, ia berkata kalau ia seperti mengenal kepala pedagang. Gwan wong bertanya apa benar namanya bukan seo hwa, jae ryung meyakinkan kalau itu bukan seo hwa.

Gwan wong lalu memeberikan amplop surat atas tae seo dan juga gwan wong mengembalikan peti berisi uang. Jae ryung heran, dan berkata kalau kepala pedagang ingin membayarnya. Gwan wong berkata kalau uang itu untuk jae ryung, tapi jae ryung hanya berterimakasih dan mengambil amplop surat itu.

Gwan wong membujuk jae ryung, mengatakan kalau bakat jae ryung sia-sia, gwan wong mengatakan jika kepala pedagang tak memperlakukannya baik, jae ryung bisa berpihak kepadanya. Jae ryung menolaknya dengan halus, dan pamit pergi.

Gwan wong bertanya lagi, apa benar choi kang chi yang mencuri peta itu, jae ryung membenarkan lalu pergi. Gwan wong bertanya apa benar kang chi menginap di chunhwagwan semalam, ternyata dibalik tirai dibelakangnya keluar wol san dan membenarkan kalau ia melihat sendiri kang chi menginap di kamar chung jo. 

Diperguruan, kang chi menemui gob dan dan bertanya ada apa. Gob dan ragu berkata kalau chung jo ingin bertemu kang chi ada hal penting yang ingin ia bicarakan, kang chi berfikir sesuatu dan mau. Sampai  di chun hwagwan gob dan mengantar kang chi kekamar chung jo .

Di perguruan, gon bertanya siapa yang datang ke bibi yeo joo, bibi menjelaskan kalau yang datang seorang gisaeng bernama chung jo. Bibi mengatakan kalau ia mengenal yeo wol jadi bibi mengijinkannya masuk, bibi bertanya apa ia salah. 

Gon ingat, kang chi pamit akan ke chun hwagwan karena chung jo ingin bertemu dengannya. Yeo wol berdiri, chung jo masuk dan mendekatinya keduanya saling menatap.

Sedangkan kang chi masuk kekamar, gob dan menutup pintu. Didalam memang yang dilihat kang chi itu chung jo, sedangkan chung jo yang asli masih saling bertatapan dengan yeo wol. 

Chung jo palsu menuangkan minum untuk kang chi, kang chi sedikit sesak dengan aroma dari alat penghipnotis diruangan itu tapi kangc hi tak menyadari itu.  Kang chi heran kenapa tiba-tiba mereka minum, chung jo menjawab kalau mereka telah berteman baik lama jadi tidak mengapa kalau mereka minum. Kang chi seperti enggan, chung jo memaksa dia bertanya apa karena saat ia gisaeng jadi kang chi tak mau minum dengannya. chung jo yang akan meminum tapi kang chi mencegahnya dan ia yang minum.
Chung jo palsu menuangkan minuman lagi. Sedangkan yeo wol bertanya kenapa chung jo datang menemuinya selarut ini, chung jo menjawab kalau ada seusatu yang ingin ia bicarakan, yeo wol menebak apa itu kang chi, chung jo membenarkan.

Chung jo palsu meminta kang chi minum satu kali lagi, tapi kang chi menjawab kalau ia sudah minum empat kali. chung jo merayu jika satu klai lagi ia akan mengatakan kenapa ia mengajak kang chi kesini, akhirnya kang chi menurut.

Gob dan diluar ketakutan, ketua chun datang dengan kepala pelayan ia bertanya apa chung jo ada didalam, gob dan tak bisa menjawab, membuat ketua chun curiga.

Di perguruan gon masuk kekamar yeo wol dan bertanya kenapa chung jo ada disini. yeo wol memarahi gon yang masuk tanpa permisi, gon terus bertanya bukankah seharusnya chung jo menemui kang chi di chun hwagwan. Chung jo tak mengerti maksud gon, ketiganya langsung kebingungan.

Kang chi mulai mabuk, saat ketua chun masuk dan mereka tak bisa bernafas karena baunya terlalu menusuk hidung, ketua chun meminta kepala pelayan membuka jendela. Ketua chun heran kenapa kang chi ada disini, ia juga heran kenapa wolsan juga ada disini. Kang chi menoleh dan ia kaget melihat wol san, wol san tersenyum dan menjawab kalau ia sedang minum chihon dengan kang chi.

Ketua chun kaget, belum hilang kaget masuk pengawal gwan wong dan gwan wong muncul memuji kerja wol san. Kang chi akan berdiri tapi ia terjatuh, ketua chun memberitahu jika kang chi mabuk chihon jika ia bergerak maka ia semakin mabuk.

Wol san memberitahu kalau kang chi minum 5 gelas, ketua chun kaget bukankah itu sudah cukup untuk membunuh seseorang, wol san menjawab karena kang chi tidak mabuk-mabuk, gwan wong menyela dan mengatakan kalau kang chi itu monster.

Ketua chun minta penjelasan ke gwan wong, gwan wong marah dan mengatakan kalau ia sedang menangkap pencuri yang masuk ke penginapan semalam. Jika ketua chun tidak mau terlibat lebih baik ia diam, gwan wong lalu memerintahkan anak buhanya membawa kang chi.

Jae ryung melapor kalau gwan wong berhasil menagkap choi kang chi dan meminta kepala pedagang datang memastikan. Lalu kepala pedagang, jae ryung dan seorang datang ke gudang tempat kang chi dan gwan wong berada.

Gwan wong meminta kepala pedagang memastikan sendiri, seo hwa lalu jalan mendekat melihat kang chi yang diikat rantai. Seo hwa bertanya tentang petanya, gwan wong menjawab kalau ia belum menanyainya karena kang chi mabuk. Seo hwa heran kenapa gwan wong mengikat orang yang mabuk, gwan wong menjelaskan kalau kang chi itu bukan manusia.

Seo hwa heran, gwan wong berkata kalau kang chi setengah monster dan setengah manusia dari ibunya, membuat seo hwa tersentak. gwan wong menjelaskan kalau dia sendiri belum melihat wujudnya, karena itu ia meminta seo hwa datang untuk melihat bersama-sama.

Gwan wong memerintahkan anak buahnya melepas gelangnya, kang chi memohon agar tidak dilepaskan tapi pengawal itu tetap melepas gelang kang chi dan membuangnya ke tanah. Seketika tubuh kang chi merasakan sesuatu, kang chi mengerang kesakitan, seo hwa melihat ke arah kang chi begitu juga dengan yang lain, sedangkan gwan wong melihat seo hwa untuk memastikan dia seo hwa atau bukan.
kang chi berteriak kesakitan sesaat lalu ia menaikan kepalanya dan semua kaget melihat mata kangc hi berubah hijau, gwan wong dan anak buahnya mundur, soe hwa semakin syok melihat kang chi, jae ryung juga tak percaya.

Gwan wong menekan seo hwa dan bertanya apa monster itu yang dicari seo hwa, soe hwa menahan amarah menatap gwan wong. Kang chi berteriak kesakitan dan akhirnya ia pingsan membuat seo hwa semakin tka berkutik.
Cr: Gambar dari Fb Gu Family Book

No comments:

Post a Comment