Friday, May 10, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 9


Tae seo dibawah pengaruh hipnotis, berjalan keluar dengan menyeret pedang ditangannya. Kang chi dan yeo wol sedang berbincang, kang chi menoleh dan melihat tae seo, ia tersenyum senang lalu berlari kearahnya tetapi saat dekat, tae seo malah menghunus pedangnya dan menancap ke perut kang chi, semua orang syok melihatnya.

Episode 9
Kang chi menatap heran tae seo, ia menanyakan kenapa?, tae seo menjawab ia juga ingin tahu kenapa kang chi membunuh ayahnya, matanya berkaca-kaca, kang chi kebingungan mendengarnya. tae seo, semakin tak terkendali, dan semakin menancapkan pedangnya sampai tembus, dengan tangan gemetar kang chi mencoba meraih pundak tae seo mencoba menyadarkannya, tapi tae seo menarik pedangnya, kang chi jatuh terduduk, tae seo mengayunkan pedangnya tetapi ditahan pedang yeo wol.
Tae Seo marah, ia menyuruh yeo wol minggir, tapi yeo wol meminta tae seo juga menyingkirkan pedangnya. Tae seo gelap mata, ia mengayunkan pedangnya kearah yeo wol, gon datang memukul tae seo, melumpuhkannya.

Yeo wol berlari kearah kang chi, dia syok melihat darah diperut kang chi, ia membantu kang chi menahan darah yang keluar dari perut kang chi dengan tangannya. ketakutan kang chi menatap yeo wol, yeo wol menenangkan kang chi kalau dia tidak akan apa-apa. Kang chi tak kuat lagi dia jatuh pinsan, yeo wol memeganginya, semua ornag segera mendekat menolong. Gon masih menahan tae seo yang masih penuh amarah.

Ditempat Chung jo, dia berhadapan dengan wol san dengan minum minuman didepannya. Wol san merasa ditantang, chung jo berkata, apa wol san gisaeng terbaik di chunhwagwan, dengan sikap yang memaksa gadis dibawahnya minum-minuman keras.
Wol san marah ia melemparkan isi sebotol minuman ke muka chung jo, wol san marah apa chung jo mau mati, kenapa ia tak takut pada apapun, chung jo menjawab harga dirinya telah hancur karena semangkuk bubur, karena itu ia tak takut pada apapun lagi. 

Wol san berdiri ia membuka baju luarnya, dan melemparkan ke chung jo, gisaeng lain yang menonton ikut-ikutan membuka baju mereka dan melemparkan ke chungjo, hanya seorang gisaeng yang menahan bajunya, ia tak tega ikut melempar ke arah chungjo yang terdiam penuh kekesalan. 
 Wol san meminta chung jo mencuci semua baju-baju itu dan harus selesai esok pagi, ia lalu pergi meninggalkan chung jo diikuti gisaeng lain. Seornag gisaeng tadi perlahan mendekati chung jo dan meletakkan bajunya perlahan, dna menasehati chung jo untuk menyerah saja.

Di aula, Dam pyung jon mengintrograsi tae seo, kenapa ia melakukan hal itu. Tae seo berlutut didepannya dan menjawab kalau kang chi adalah ornag jahat yang membunuh ayahnya, ia juga bertanya kenapa mereka melindunginya. dam pyung jo heran, dia bertanya ke gon apa maksudnya, gon menjawab mungkin tae seo salah paham, karena yang membunuh tuan park adalah pengawal gwan wong. 

Tae seo protes dia yakin bahwa yang membunuh ayahnya kang chi, dan nampaknya tae seo mulai kebingungan. Dam dan gon melihatinya heran, dam pyung jon meminat tae seo melihatnya dna jawab pertanyaan, ditempat kejadian selain tuan park dan kang chi siapa lagi yang ia lihat, tae seo tak bisa menjawab dia benar-benar kebingungan, ia hanya menjawab ayahnya dan kang chi saja, ia lalu berkeyakinan bahwa ayahnya mati karena kang chi. Dam pyung jon, sadar kalau tae seo sedang dihipnotis, keduanya kaget mendengarnya.

Dam pyung jon memberi tahu yeo wol tentang tae seo, yeo wol kaget. Ayahnya menambahkan, hipnotis yang mereka lakukan secara sadar, itu berarti hanya orang yang menghipnotisnya yang bisa menghilangkannya. Jika mereka tak berhasil menangkap orang itu, maka selamanya tae seo akan terus berusaha membunuh kang chi sampai mati, yeo wol syok mendengarnya.
Kang chi, sedang dalam perawatan. Ia mengeluarkan banyak darah, seorang anak buah dam pyung jon berusaha menghentikan pendarahan itu. Ia memerintahkan seorang, untuk mengambil obat-obatan herbal. Dalam alam bawah sadarnya kang chi teringat ia dan tae seo dulu, mereka duduk berdua dibawah pohon.
Tae soe bertanya apa mimpi kang chi, kang chi berfikir smabil menjawab keinginanan hanya melihat tuan park, chung jo, tae seo juga ayahnya dna ornag-ornag penginapan, hidup bahagia selamanya. Kang chi berbalik bertanya apa mimpi tae seo, ia menjawab dia ingin seperti ayahnya dan mendapat pengakuan ayahnya, kang chi menenangkan tae seo, kalau tae seo sudah diakui ayahnya dengan bekerja di penginapan. 

Hal yang harus tae seo lakukan hanya menikah, kang chi heran kenapa tae seo selalu menolah perjodohan, apa benar yang dikatakan chung jo kalau tae seo takut dengan wanita. 

Tae seo menyangkalnya, kang chi bertanya lagi apa ada seorang yang disukai tae seo, tae seo terperanjat ia hanya bisa terdiam sembari tersenyum, kang chi ikut tersenyum melihatnya, dia jadi penasaran dan terus bertanya siapa orang itu dan dari keluarga mana. Tapi tae seo tak mau memberitahu, akhirnya mereka saling bercanda. *apa yeo wol yg disukai tae seo?

Tae seo, masih bersimpuh di aula tadi, ia merenung apa yang terjadi, perlahan ia mulai menitikan ari mata.

Chung jo, mencuci semua baju-baju dibawah terik matahari. Sepertinya ia baru pertama kali mencuci,ia mengusap keringatnya, dan saat cucianya selesai dijemur, rombongan gisaeng datang, dan mengatakan kalau baju-baju itu masih kotor, dan ia menjatuhkan satu-persatu baju itu ketanah, chung jo marah dan meminta mereka menghentikan itu, tetapi gisaeng lain ikut-ikutan menjatuhkan semuanya ke tanah. 

Chung jo hanya bisa menahan amarah, menatap semua itu. Merekapun berlalu sambil menginjak-injak baju tadi, chung jo menoleh, nun jauh disana ia melihat dalangnya, wol san yang berdiri menatap dengan penuh kemenangan.

Dikamar, ketua chun sedang melukis, ia mendapat laporan dari kepala pelayan tentang apa yang dilakukan wol san, sepertinya ia tak suka dengan wal san. Ketua chun terus menggambar, ia meminta pelayan mengabaikannya, agar chung jo belajar cara menghadapi kehidupan.

Chung jo menahan airmatanya, sambil menatap baju-baju yang berserakan ditanah. Perlahan ia mengambil baju-baju tersebut, dan mencoba menegarkan dirinya.
Malam hari, yeo wol cemas mondar-mandir didepan kamar kang chi. Orang yang mengobatinay keluar, yeo wol menghampirinya dan menanyakan keadaan kang chi, ia menjawab kalau salah satu pembuluh darah kang chi luka terlalu parah, dan sulit mengehntikan pendarahannya, ia cemas kang chi tka mampu bertahan semalam ini, yeo wol syok mendengarnya.

Yeo wol masuk kekamar kang chi, ia menatap kang chi sedih, ia mengulurkan tangannya mneyentuh kening kang chi, dan dia melihat luka-luka goresan dilengan kang chi. yeo wol teringat saat kang chi menyelamtkannya dari ninja ilusi, ia juga ingat waktu kecil diselamatkan kang chi juga dari serangan serigala. 
Ia mengehela nafas, dan melihat kearah gelang kang chi, ia ingat kejadian dihutan waktu itu, saat gelang kang chi ditebas, luka-luka kang chi sembuh sendiri. Perlahan yeo wol menyentuh gelang itu, akan melepaskannya tapi tertahan, ia ingat perkataan so jung, yang memintanya untuk tidak ikut campur masalah kang chi, entah kang chi itu manusia atau bukan, so jung meminta yeo wol mengabaikannya. 
Yeo wol protes bagaimana itu terjadi, padahal saat ini mereka akan tinggal satu tempat, yeo wol juga menenangkan so jung kalau kang chi tahunya dia adalah laki-laki, lagipula yeo wol hanya ingin membantunya menjadi manusia dalam bentuk sebagai teman. So jung menghela nafas, dan meminta yeo wol berjanji, hanya sebatas pertemanan saja, dan tidak ikut cmapur masalah hidup dna mati kang chi, yeo wol tertegun.
Dalam hati, yeo wol berperang, ia tak bisa melihat kang chi sekarat didepan matanya, dan akhirnya mati. Yeo wol minta maaf, akhirnya ia menarik gelang itu, sambil memejamkana mata, perlahan ia membuka mata tak ada reaksi apapun. 
Ia memanggil kang chi tapi tidak ada respon, ia mulai cemas perlahan ia membuka luka kang chi, dan melihatnya masih menganga, ia menghela nafas pasrah. Tapi bola-bola biru datang, yeo wol tertegun melihatinya, bola-bola itu masuk ke luka-luka kang chi, perlahan luka itu menutup.
Antara heran dan senang, yeo wol hanya bisa menatap, ia menyentuh bekas luka itu memastikan dengan tersenyum lega. Saat itu kang chi tersadar, matanya kehijauan, ia mengamuk dan mendorong yeo wol sampai terjatuh lengannya terkena tempat lilin, kang chi tak sadar ia mencengkeram leher yeo wol.

Gon yang menunggui tae seo di aula, seperti mendengar ia bergegas berlari.

"apa yang kau lakukan padaku?" tanya kang chi

yeo wol menunjukan gelangnya, kang chi menatapnya

"tenanglah, aku mencoba mengobatimu" jawab yeo wol, kesulitan bernafas

Kang chi ingat saat dirinya ditusuk pedang, ia segera menyingkir dari yeo wol, dan melihat luka diperutnya. Yeo wol berdiri, ia memegangi lengannya yang terluka.

Keduanya saling menatap, yeo wol berusaha tenang, mengatur nafasnya

"tak apa, ini" katanya sambil menunjukan gelang ke kang chi
"pakai lagi, berikan tanganmu, kang chi" kata yeo wol, kang chi perlahan mengulurkan tangannya, yeo wol menggeser duduknya dan memakaikan gelang ke kang chi, ia tersenyum senang. Perlahan mata kang chi normal, ia mulai kehilangan kesadaran dan jatuh menubruk yeo wol. *jiahh jatuhnya milih
Gon masuk, dan berlari mendekat, ia kesal melihatnya. Yeo wol senang, dan meminta gon membantunya. Tae seo, yang masih di aula beranjak keluar. 
Yeo wol dengan wajah senang, menutup luka kang chi dengan kain lagi, gon memegangi tubuh kang chi, kelihatan sangat dongkol. Ia protes kenapa yeo wol masih menutup lukanya, padahal sudah sembuh, yeo wol beralasan agar orang tidak curiga, gon berkata sudah ada beberapa orang yang tahu siapa kang chi sebenarnya. 

Yeo wol menjawab, mereka tak perlu memberi tahu orang-orang yang belum tahu. Gon diam, tapi ia kaget melihat tangan yeo wol berdarah. Gon kesal, ia melempar tubuh kang chi begitu saja, yeo wol heran melihatnya.
Yeo wol mengejar gon, diluar mereka berdebat.
"tunggu gon, kau takkan memberi tahu ayah kan?" tanya yeo wol

"soal apa? soal kau melepas gelang kang chi untuk menyelamatkan nyawanya, atau soal dia yang hampir membunuhmu karena kau melepas gelang itu?" tanya gon emosi

"apa maksumu hampir mati? siapa?" tanya yeo wol heran
gon menarik paksa lengan yeo wol yang terluka, menatapnya marah
"bukan apa-apa, tanganku tergores tempat lilin" jawab yeo wol menenangkan
"jika terjadi sesuatu padamu, karena dia, maka aku akan membunuh choi kang chi" kata gon tegas, ia melepas lengan yeo wol, lalu pergi, yeo wol menghela nafas, ia terduduk melihat lukanya juga merenungi ucapan gon. Dari jauh tae seo memperhatikannya dan berfikir sesuatu.
Kang chi mulai membaik ia sudah tidur pulas dikamarnya.

Ketua chun berjalan, melihat jemuran baju tadi yang sudha berjejer rapi. Tak jauh disana chung jo terlihat kelelahan ia tertidur menyender tiang.

Ketua chun mendekat, chn gjo terbangun, ia segera berdiri melihat ketua chun.
"kau pasti sangat lelah?" tanya ketua chun

"tidak, sama sekali tidak" sangkal chung jo, sambil menurunkan lengan bajunya
"ikutlah denganku" ajak ketua chun

Lalu keduanya berjalan melewati lorong, ke suatu tempat. sampai sebuah ruangan, ketua chun membukanya dna meminat chung jo masuk. Ruangan itu tempat, lima gendang yang digunakan ketua chun untuk menari waktu itu (di episode 1). 

Ketua chun mengatakan bahwa, banyak orang yang menganggap gisaeng adalah wanita rendahan yang mnejula tubuhnya juga minuman keras, tapi bagi ketua chun lebih dari itu, karena ia bisa belajar hal-hal lain. Ia juga menasehati chung jo, bukan berarti impian chung jo hancur setelah keluarganya hancur. 

Chung jo terheran mendengarnya, ketua chun lalu meminta chung jo menjadi seniman gisaeng, dan memulai kehidupan dari awal lagi. Ia terperangah mendengarnya, seperti ada secercah harapan dimata chung jo, ia melihat tajam ke arah lima gendang tersebut.
Pagi hari, anak buah dam yang mengobati kang chi, berlari dari kamar kang chi, dan melapor ke dam pyung jon  kalau kang chi menghilang, Dam juga yeo wol terkejut mendengarnya. 

Dam pung jon heran, kemana pergi kang chi dengan tubuh terluka seperti itu, yeo wol berfikir sesuatu, ia lalu bergegas pergi.
Orangnya sedang asyik makan kentang didapur, seorang yang membawa sayuran kaget melihatnya. Orang itu mengenali kang chi, kang chi heran, orang itu menjawab kalau kang chi terkenal disini, kang chi merasa bangga, orang itu meneruskan karena kang chi satu-satunya orang yang ditusuk pedang setibanya ditempat ini, kang chi murung mendengarnya. ia lalu menanyai luka kang chi, kang chi menjawab sudha tak apa, ia lalu menanyia namanya, ia menjawab sung. (selanjutnya panggil sung saja)

Kang chi bertanya, apa sung punya makanan lebih enak dari kentang. Sung menjawab masih ada nasi hangus sisa kemarin *wkk. 
Kang chi menolak ia meminta yang lebih enak, yang kenyal, terserah kaki dua atau empat yang penting daging yang enak dan empuk, sung melongo mendengarnya.

Sung meminta maaf, karena ia tak berani menyentuh makanan didapur tanpa perintah Guru Gong Dal (kakek yang menyapu dihalaman). 

Kang chi bertanya siapa dia, sung menjawab beliau yang bertanggung jawab masalah rumah tangga ditempat ini. 

Kang chi berfikir, ia lalu mengatakan kalau orang itu pasti pelit dan miskin. Sung tertawa mendengarnya tapi ia segera berhenti, melihat orangnya datang dibelakang kang chi,  sung ketakutan. Kang chi meminta sung menunjukan dapurnya, karena ia yang akan mengurus masalah gong dal.

Gong dal bertanya bagaimana kang chi mengurusnya, kang chi menoleh dan kaget dan bertanya siapa dia. Sung membungkuk memberi hormat, dan memberi tahu kang chi. 
Kang chi meremehkan gong dal, dan menyebutnya pria tua. Gong dal memukul kepala kang chi dengan tongkat sapu. dan memarhi kang chi yang bersikap tidak sopan.

Kang chi berdiri marah, gong dal memukul kang chi dengan tongkat sapu, kang chi tak dapat berkutit, gong dal meminta selama kang chi berada ditempatnya, ia harus menghormatinya, dan pertama ia harus berlutut, dan menahan kang chi supaya berlutut. 

Dan mengajari cara bicara jika bertemu dengan orang yang lebih tua, kang chi tak mau melakukannya, yeo wol datang dan memukul  pundak kang chi.
Gong dal bertanya apa yeo wol mengenalnya, pertama yeo wol menyapanya dulu. Kang chi memanggilnya tuan dam *wkk, yeo wol menjelaskan kang chi anggota baru, yang baru datang kemarin, gong dal bertanya darimana yeo wol mendapatkan bocah tengil seperti itu. 

Yeo wol meminta maaf, dan berjanji akan mengurus kang chi, gong dal lalu pergi tapi ia mengeluh punggungnya sakit.
Kang chi, dijewer telinganya dan dipaksa keluar oleh yeo wol. Sung dan gong dal melihati mereka berdua. Sung heran, kenapa kang chi bisa sembuh secepat itu.

Diluar yeo wol memarahi kang chi, kenapa kang chi melakukan hal itu, yang mereka tahu kang chi itu sedang sekarat. 
Kang chi protes, karena ia kelaparan sejak semalam ia tak makan, yeo wol tak terima apa kang chi akan mati jika tidak makan, terlebih saat kang chi tak menghormati guru gong dal, karena gong dal tak suka melihat orang tidak hormat kepada yang lebih tua, jika kang chi seperti itu maka sulit bagi kang chi untuk tinggal ditempat ini.

Kang chi masih protes, ia hanya pria tua yang tinggal didapur. Yeo wol marah dan menceritakan, kalau ia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kang chi, kang chi terhenyak  ia tanya apa yeo wol melepaskan gelangnya. Yeo wol menjawab apa karena lapar, jadi kang chi melupakan hal itu.

Kang chi bertanya kenapa yeo wol melakukan hal itu. Yeo wol pikir karena kang chi akan mati, melihat pendarahan seperti itu. 

Terimakasih kata kang chi, yeo wol menyahut tentu saja, kang chi harus berterima kasih. yeo wol sadar, kang chi mengulang perkataanya, terima kasih karena menyelamatkannya kata kang chi lagi, yeo wol menatap heran. 
Kang chi menambahi agar yeo wol tidak melakukan hal itu lagi, melepas gelangnya saat ia tak sadar. Karena ia tak akan mengenali orang lain, ia juga tak ingin melukai yeo wol, yeo wol terenyuh mendengarnya, Yeo wol jadi salting.

Gon datang, dan mengatakan kalau yeo wol dicari ayahnya juga kang chi, dia mengatakan anak menjijikan, kang chi marah mendengarnya. Yeo wol menjewer kang chi lagi, dan menariknya pergi, meninggalkan gon yang hanya bisa menahan kesal.
Sampai ruangan dam pyung jon, aula kemarin. Kang chi melihat papa didepan dan membacanya.
"Moo berarti kebajikan, Ji berarti kebenaran"
"Seni bela diri dikuasai melalui kebajikan, dan kebijaksanaan dikuasai melalui kebenaran" kata dam pyung jon, kedunaya serempak menoleh

"itulah semboyan paling dasar, diperguruan kami" kata dam pyung jon lagi

"Selamat pagi tuan" salam kang chi, yeo wol mendekatkan diri "guru" katanya

"kau harus memanggilnya guru disini" perintah yeo wol, kang chi mengerti "guru" panggilnya ulang

"aku khawatir lukamu, apa kau sudah baikan?" tanya dam pyung jon

‘tentu saja” jawab kang chi, sambil cengengesan, yeo wol menyikut kang chi, 

“agak membaik, aku bisa menahannya” kata kang chi pelan

“dia cukup kuat, untuk memakan baja. Dia juga pasti mengalami penyembuhan yang cepat” imbuh yeo wol menutupi, keduanya tertawa bersama, tapi malah kelihatan mencurigakan.

Gon datang, ia melapor tae seo juga datang, senyum keduanya lenyap. Tae seo masuk memakai penutup mata, kang chi melihatinya.

Mereka semua duduk diruangan tersebut. Kang chi melihati kesamping kearah tae seo, sedangkan yeo wol melihat kearah kang chi.

“aku memutuskan untuk menampung kalian berdua, mengingat hubunganku dengan moo sol” kata dam pyung jon “tapi, jika kalian masih ingin tinggal disini, kalian harus berusaha keras” tambahnya “jika aku memutuskan salah satu, tidak layak tinggal disini, aku akan mengusir kalian, tanpa ragu sedikitpun” katanya tegas

“maaf menyela, siapa yang akan membuat keputusan itu?” tanya kang chi “apa anda guru, yang membuat keputusannya?”

“keempat guru yang akan memutuskannya?” jawab dam pyung jon

“keempat guru?” tanya kang chi

“selain aku, ada empat guru lain diperguruan ini” jelas dam pyung jon “keempat guru itulah yang akan mengawasi kalian dan memutuskan menerima kalian sebagai murid disini”

Kang chi terdiam, “tae seo” panggil dam pyung jon

“ya, guru” jawabnya

“kau harus memenangkan hipnotis yang sedang kau hadapi” kata dam pyung jon, ia juga menambahkan agar tae seo bisa menahan keinginanya, untuk kang chi dma pyung memintanya berhati-hati saat menemui tae seo, karena itu akan membahayakan kang chi, dam pyung jon meminta agar kang chi tak menemuinya.
Kang chi menoleh kearah tae seo, dia tak menghiraukan perkataan dam pyung jon. Ia kelihatan marah, dan menanyai tae seo, jadi itu alasan kenapa ia menyerangnya. Tapi kang chi, tak mau menghindari tae seo. Tae seo meminta kang chi melakukan perintah dam pyung jon, kang chi berteriak dan mengatakan bahwa han wo dan chung jo takkan melihat betapa lemahnya tae seo karena hipnotis, semua orang menoleh kearahnya.
Kang chi menambahi, tae seo harus bisa menghadapi hipnotis tersebut. Ia tak peduli walau tae seo akan membunuhnya, entah karena hipnotis atau maksud lain, tapi ia tak akan menghindari tae seo. Itu jawaban kang chi, semua orang hanya bisa melihatnya dan mengehla nafas, dari raut wajahnya terlihat  tae seo marah.
Kang chi masih kesal, ia keluar ruangan dan marah-marah sambil berjalan, tapi ia kaget ada guru gong dal duduk disana. Kang chi bertanya sedang apa ia disana, ia hanya menjawab kalau kang chi harus makan, ia lalu loncat, dan mengeluh punggungnya. Kang chi memegangi perutnya.

Didalam, tae seo membuka penutup matanya. Guru dam tak percaya kang chi akan seperti itu, tae seo menjawab memang sepeti itu kang chi. Tae seo bertanya apa karena itu juga, dam pyung jon meminta agar kang chi tak terlibat dalam rencana mereka. Mendengar itu yeo wol langsung tersentak. Dam pyung jon, meminat membecirakan didalam saja, gon juga yeo wol ikut mereka.

Didalam, tae seo mengeluarkan kertas peta penginapan,yang digambar tae seo. Tae seo lalu menjelaskan tentang peta tersebut. Terakhir dia menunjukan tempat rahasia, yeo wol tanya tempat rahasia apa, tae seo menjelaskan tempat dimana ayahnya menyimpan hartanya, yang totalnya 5.000 hyang, yeo wol dan gon kaget mendengarnya.
Dam pyung jon, menjelaskan permasalahannya, harta itu bersam gwan wong sekarang. Yeo wol tanya rencana ayahnya, dam pyung jon menjelaskan mereka harus mendapatkan semua harta itu tanpa sepengetahuan gwan wong.

Ditempat gwan wong, seorang sedang memperbaiki lantai yang bolong. Sedangkan gwan wong sedang menatap lukisan didinding. Tukang itu mengatakan butuh satu sampai dua hari untuk memperbaikinya. Ia menyarankan gwan wong, merubah semuanya saja. 
Itu membutuhkan waktu antara tiga sampai empat hari, dan menyelesaikannya sekitar tujuh hari, gwan wong meminta menyelesaikan selama empat hari saja. 

Pengawal gwan wong, masuk mengatakan ia membawa pelayan choi. Gwan wong mengamati lukisan itu, dan mengatakan kalau ia tertarik dengannya. Gwan wong duduk, pelayan choi diseret masuk, ia jatuh tangannya gemetaran. 

Gwan wong bertanya tentang kekayaan tuan park, pelayan choi ketakutan tidak mengerti. Gwan wong melempar buku catatan, ia bertanya tentang jumlahnya yang tak masuk akal, orang terkaya di propinsi selatan, kenapa dalam catatan hanya sejumlah itu. Ia bertanya apa tuan park menyembunyikan sebgaian harta dan buku catatannya.

Pelayan choi menjawab tidak tahu, gwan wong marah dan mengancam membunuh. Ia meminta pelayan choi memikirkan jawabannya baik-baik. Gwan wong bertanya apa ada ruangan rahasia di penginapan, ia berteriak membuat pelayan choi semakin gemetaran.

Pelayan choi, membungkuk dan meminat ia dibunuh saja, karena ia benar-benar tidak thau apa-apa. *salut sama pelayan jaman dulu begitu setia sama majikan, walau nyawa taruhannya. Ga kayak jaman sekarang demi uang apapun tak dipedulikan.

Tae seo menjelaskan lagi, satu-satunya jalan masuk keruangan tersebut, melalui ruangan ayahnya. Yeo wol mengehla nafas,karena  mereka harus mengambil semuanya tanpa sepengetahuan gwan wong. 

Ayah yeo wol, menjelaskan tanpa uang itu. Rencana jenderal lee akan gagal, begitu juga dengan angkatan laut. Yeo wol tanya rencana ayahnya.

Saat itu tukang chun datang, orang yang membetulkan ruangan gwan wong tadi. Tae seo hendak menyembunyikan gambarnya, tapi ditahan dam pyung jon, dan mengatakan tak apa-apa. 

Tukang chun masuk memberi hormat. Lalu kembali saat jenderal lee, memberi tahu dam pyung jon kalau gwan wong akan memperbaiki lantainya. Karena itu, jenderal memintanya mencari tukang terbaik didaerah itu.

Ternyata benar, gwan wong memanggil tukang itu. Tukang chun, menjelaskan semau rencana gwan wong untuk menghancurkan dan membangun kembali lantai. Dan proses pengerjaannya malam ini, dan mereka hanya memilik waktu empat hari saja.

Tae seo, menanyai tukang kayu tersebut, apa mereka bisa mempercayainya. Tukang chun menjawab kalau tuan park telah membantunya selama 10 tahun ini. Walau ia tak berpendidikan, tapi ia tahu cara membalas budi kebaikan. Tae seo puas dengan jawabannya. Yeo wol bertanya bagaimana ayahnnya tahu, kalau gwan wong akan memperbaiki lantainya.

#flashback
Jenderal lee, mengatakan kalau itu semua berkat kang chi, yang membuat lubang dilantai. dam pyung jon bertanya apa jenderal percaya kang chi, Jenderal lee mempercayai hal itu. 

Jenderal menjawab kalau kang chi ingin menjadi manusia, ia juga menjelaskan kalau didunia ini banyak manusia yang menyerah menjadi manusia, karena dipenuhi kebohongan yang sudah menjadi adat. Juga fitnah dan moral yang sudah rusak, dan didunia yang tka bermoral ini, dialah yang bercita-cita ingin menjadi manusia.

Jenderal bertanya, jika kang chi menjadi manusia, siapa yang ia impikan, dam pyung jon menghela nafas mendengarnya. *aku tau, Tuan Park hahaa
#end

Kang chi, membuka ruangan didalamnya berjejer meja dan makanan. Ia tersenyum karena sudah merasa sangat lapar, saat itu juga para murid perguruan masuk dan duduk ditempat masing-masing. Kang chi hanya bisa melihati, orang yang merawatnya, bertanya apa kang chi sudah sehat, sbelumnya kang chi berterima kasih, sambil tertawa ia mengatakan kalau ia baik-baik saja. Tapi orang itu melihatinya tka percaya, kang chi merubah cara bicaranya dan mengatakan kalau dia masih sedikit kurang sehat.
Orang itu, memberi tahu meja kang chi yang paling ujung, karena ia yang terakhir. Kang chi mengerti, ia tersenyum lalu buru-buru ke mejanya, dan trala dimejanya hanya ada semangkuk bubur. 

Sedangkan yang lainnya lengkap, mereka mulai makan dengan lahap, sedangkan kang chi menahan marah, sung datang dia duduk sebelum kang chi. Dia bertanya apa kang chi sakit lagi, kenapa ia tak makan. Kang chi menatapnya marah, apa itu yang disebut makanan. 
Sung menjelaskan kalau bubur baik bagi kang chi. Kang chi marah siapa yang mengatakan itu, sung takut menjawab guru gong dal, kang chi menggebrak meja mengagetkan semua orang.
Guru gong dal, sedang makan ayam didapur. Kang chi menatap marah, ia melemparkan mangkuk buburnya, mengagetkan gong dal, ia lalu memarahi kang chi yang memang tak sopan pada orang lain dan juuga tak menghormati makanan.

Kang chi marah, karena hanya diberi bubur dan kecap, sedang dia makan ayam sendirian. Gon dal menanyakan apa kang chi manusia, kenapa ia bisa sembuh secepat itu. Ia lalu menantang kang chi, dengan sapunya, kang chi berkelakar kalau ia akan mematahkannya menjadi dua.

Gong dal, memegangi sapunya, dan kang chi siap meraihnya, tapi tak semudah itu, dan nyatanya kang chi harus berguling-gulingan melawan sapu itu. Dan akhirnya ia terjatuh, tak mampu melawan guru gong dal, kang chi heran ia bertanya siapa sebenarnya ia, gong dal menjawab ia hanya kepala pelayan, kang chi tak percaya. Gong dal menjelaskan kalau sebenarnya ia salah satu dari keempat guru di perguruan ini.

Yeo wol, dikamarnya sedang mengobati lukanya. Gon memanggilnya, ia segera keluar. Diluar ia tak melihat kang chi, dan bertanya mengenainya. Gon langsung cemberut, tae seo yang menjawab kalau ia dan guru dam setuju kalau kang chi tak ikut rencana mereka. 

Tae seo, takut kalau kang chi akan merusak rencananya. Tae seo juga tidak enak melihat yeo wol juga ikut, tapi yeo wol mengatakan walau dirinya seorang wanita, tetapi bukan berarti dia tak bisa melakukan apa-apa untuk jenderal. 

Gon tersenyum mendengarnya, tae seo merasa bersalah mengatakan itu, yeo wol menambahkan lagi kalau kang chi juga akan merasa hal yang sama, ia berharap tae seo bisa melawan hipnotis itu. Lalu mereka pergi, meninggalkan tae seo.
 
Sedangkan kang chi, didapur sedang membersihkan peralatan dapur, yang dikomentari guru gong dal yang masih menikmati ayamnya. Guru gong da mendekati kang chi, dan mengajaknya taruhan. Yaitu membuktikan kalau kang chi dekat dengan jenderal lee, tapi kang chi juga meminta gong dal melakukan sesuatu untuknya.

Gwan wong pergi ke chunhwagwan. Wol san dkk, buru-buru berlari mendekatinya. Mereka bertanya kenapa gwan wong datang, ia menjelaskan kalau penginapan sedang dibongkar, karena itu ia akan menginap beberapa hari di chunhwagwan, para gisaeng tersenyum kesenangan. Ia lalu memerintahkan menyiapkan minuman dan musik.
Saat berjalan, ia melihat chung jo sedang membersihkan lantai. Selesai membersihkan lantai, chung jo kaget melihat gwan wong, ia akan pergi, tpai dihentikan gwan wong yang mendekatinya. Ia lalu mengulurkan tangannya membuat chung jo melihatnya, tapi sorot mata chung jo tak mau melihatnya. Dari jauh ketua chun, cemas melihatnya.
Ternyata kang chi, ikut diam-diam menyelinap sebagai tukang. Saat akan masuk ruangan, para pengawal gwan wong datang, ia terpaku. Tukang chun datang mendekat, pengawal protes karena mereka menutup ruangan tersebut dengan kain, tukang chun beralasan debunya terlalu banyak, ia lalu batuk-batuk. 

Yeo wol, dan gon masuk mereka juga memakai kain penutup. Pengawal yang sudah pergi berhenti, ia merasakan sesuatu. Didalam yeo wol dan gon membuka kain penutup wajah. Dan kaget melihat kang chi sudah berada disana. 
Yeo wol, heran apa ayahnya yang menyuruhnya, tapi kang chi menjawab ada alasan sendiri ia datang kesini. Yeo wol meminta kang chi pergi saja, kang chi melihat kening yeo wol yang berkeringat dingin, ia mengusapnya. Gon kaget, ia buru-buru menyingkirkan lengan kang chi.
Kang chi marah, ia mengatakan kalau yeo wol sepertinya sakit. Ia menyentuh keningnya lagi, tapi yeo wol segera menyingkirkan tangannya. Kang chi yakin yeo wol demam, ia nekad menyentuh kening yeo wol untuk memastikan, tapi gon kembali menyingkirkan lengannya, akhirnya keduanya bertengkar. 
Yeo wol, menghalangi keduanya, yang saling tarik menarik baju. Yeo wol cemas, ia mengingatkan keduanya kalau mereka sedang berada dimana. Ketiganya kaget, suara tukang chun sedang menghalangi pengawal yang merasa curiga, ia ingin masuk. Tukang chun berusaha keras menghalanginya.

Pengawal, itu masuk dan didalam hanya ada seorang petugas yaitu gon, yang sudah memakai kain penutup wajah.  Pengawal melihat ke arah lukisan, ia meminta segera menyingkirkan lukisan itu, tukang chun kaget, ia berlasan tuan gwan wong menyukainya, dan tak mau lukisan itu rusak.
Yeo wol dan kang chi yang ada dibalik dinding, kaget mendengarnya, mereka lalu pelan-pelan pergi dari balik pintu, tapi yeo wol tersandung dan hampir jatuh, kang chi segera menolongnya, hal itu terdengar, dan membuat pengawal semakin curiga. Tukang chun mengelak dan mengatakan ia tak mendengar apa-apa, gon pun menggeleng.
Sedangkan didalam, yeo wol dan kang chi saling menantap. Kang chi perlahan menurunkan pandangan ketangannya yang tak sengaja memegang dada yeo wol. Kang chi menyadari sesuatu, diluar pengawal gwan wong meminta gon  minggir, teriakannya mengagetkan dua orang didalam.

Selanjutnya: Gu Family Book Episode 10

♥Bonus♥
Dam pyung jon: Apa yg kau lakukan pada putriku
Kang chi: miane *memelas
Yeo wol : Ayah...


No comments:

Post a Comment