Monday, May 6, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 8

Sebelumnya : Gu Family Book Episode 7

“aku akan memberimu satu kesempatan, bekerjalah padaku” kata gwan wong “jika kau berjanji setia padaku aku akan membuatmu menjadi kaya” katanya lagi
“siapa yang mau kekayaan kotor, semacam itu?aku tak butuh appaun selain nyawamu” jawab kang chi, tatapannya penuh kebencian

“sayang sekali..tunggu apalagi, lakukan eksekusinya!” teriak gwan wong, beberapa pengawal siap membawa kang chi, yeo wol cemas melihatnya

“hentikan!” suara Lee soon shin, semua orang menoleh

“siapa kau?” tanya gwan wong

“aku jenderal Lee soon shin, dari angkatan laut” jawab lee soon shin, kepala polisi terperangah, ia buru-buru mendekat

“kenapa anda kesini?” tanya kepala polisi

“kudengar anak buahku ditangkap disini, jadi aku segera kesini” jawab lee soon shin

“apa? Anak buah anda? Siapa dia?” tanya kepala polisi

“bagaimana kabarmu kang chi? Aku kesini untuk membebaskanmu” kata lee soon shin ke kangchi

Episode 8
Jenderal lee menatap kang chi, begitu juga kang chi, semua orang menatap bingung. Jenderal lee ingat pernyataan Tuan park, mengenai asal usul kang chi, walau dia bukan anaknya sendiri tapi dia sudah menganggap sebagai putra kandungnya sendiri. 

Tuan park juga menjelaskan pribadi kang chi selain bertanggung jawab ia juga baik hati, dan tuan park meminta jenderal lee mengajaknya sebagai anak buahnya kelak. Jenderal lee juga ingat perkataan Dam pyung jon, bagaimana jika kang chi berbahaya, dan membunuh orang-orang yang tak bersalah, saat itu jenderal Lee menjawab kalau dia sendiri yang akan membunuh kang chi.

Kembali ke mereka berdua yang saling memandang sengan rasa percaya, dan terlihat kang chi tersentuh. Bong chul datang melihat, ia merangsek kebarisan paling depan. 

“dengar jenderal, maksudmu kau akan membebaskan pembunuh ini?” tanya gwan wong

Dengan tenang jenderal Lee menjawab “siapa kau? Sampai menanyaiku seperti itu?”

Gwan wong terlihat kesal, karena merasa diremehkan dengan perkataan jenderal lee, kepala polisi gugup dan menjawab pertanyaan Jenderal lee, kalau gwan wong adalah assiten menteri di hanyang yang baru-baru ini pensiun.

“benarkah, tapi kenapa kau melakukan penyelidikan padahal kau sudah pensiun?” tanya jenderal Lee, tatapan gwan wong semakin menghunus, kepala polisi semakin grogi 

“aku disini sebagai saksi” jawab gwan wong “aku sendiri menyaksikan choi kang chi membunuh pemilik penginapan seribu tahun?” fitnah gwan wong *bener-bener pengen q bejek2 ni orang

“hentikan omong kosongmu!!” teriak kang chi, kembali emosi “kaulah yang membunuh tuan park!” kata kang chi lagi, ia meronta, para pengawal membuat kang chi berlutut

“dasar anak tak tahu terimakasih! Kau membalas kebaikannya dengan kejahatan. Dan sekarang, kau mencoba menjebakku sebagai pembunuhnya?” kata gwan wong lagi, kang chi semakin emosi ia akan berdiri, tapi segera ditahan jenderal lee, tangan jenderal menahan pundak kang chi, kang chi melihat tangan jenderal lalu wajah jenderal, ia sedikit tenang.

“apa kau baru saja bilang pembunuhan?” tanya jenderal

“ini pasti pembunuhan, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri” jawab gwan wong

“aku tanya sekali lagi, apa pemilik penginapan seribu tahun orang yang tak bersalah?” tanya jenderal lee, gwan wong terdiam

“tidak, kami mengetahui kalau dia mendanai pengkhianatan, dia dinyatakan bersalah” jawab kepala polisi

“lalu kenapa kau menangkap choi kang chi sebagai pembunuh?” tanya jenderal lee, “jika dia membunuh seorang penjahat seharusnya ia mendapatkan penghargaan” lanjut jenderal lee, kepala polisi sampai tak bisa ngomong, “benar, seharusnya kau memberi penghargaan, tapi mengapa kau memberikan hukuman yang salah” kata jenderal lagi lebih keras

Kepala polisi sampai terbata-bata menjawabnya, sedangkan gwan wong hanya bisa menatap sinis, “begini, walaupun begitu Tuan park adalah orang yang dihormati masyarakat disini,kami pikir ini mungkin akan membingungkan masyarakat” jelasnya

“kau khawatir dengan kebingungan masyarakat saat kau berurusan dengan pengkhianat?” tanya jenderal lagi “apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan, dengan mengkambinghitamkan dia?” bentak jenderal lee, kepala polisi semakin ketakutan dia menyangkalnya

“atau kau membuat seorang pria yang tak bersalah sebagai pengkhianat?” tanya Jenderal lee lagi *yes skak mak

“jaga ucapanmu!” teriak gwan wong, merasa tersudut, jenderal lee tak gentar, ia terus menyudutkan gwan wong dengan menanyakan kembali status tuan park apakah ia seorang pengkhianat atau bukan, dan ia juga bertanya jika kang chi dinyatakan bersalah sebagai pembunuh, berarti tuan park bukan seorang pengkhianat, dan sebaliknya jika tuan park dinyatakan sebagai pengkhianat berarti seharusnya kang chi diberi penghargaan karen telah membunuh seorang pengkhianat, dan jenderal menyutuh mereka memilih yang mana. Pernyataan jenderal menbuat mereka berdua mati kutu. Masyarakat juga bong chul cs,ikut kebingungan mendengarnya.

Yeo wol tersenyum, gon mengajak yeo wol pergi, karena jenderal Leetelah  berhasil membebaskan kang chi. Sepeninggal gon, yeo wol mengepala tangan sambil berkata yea, ia tersenyum senang melihatnya, tapi hanya sesaat senyum itu menghilang, ia lalu menatap kang chi.

Kang chi, sedikit terharu, ia melihati lengan jenderal lee yang ada dipundaknya, ia teringat kembali Tuan park, saat ia kecil dan diejek teman-temannya, tuan park juga menyentuh pundaknya sama yang dilakukan jenderal lee. Ia lalu mendongak menatap wajahnya, jenderal lee melihat kang chi juga dengan perasaan haru. Tapi kang chi segera memalingkan wajahnya

Kepala polisi dan gwan wong masuk keruangan mereka, dan seperti kebakaran jenggot, mendengar pertanyaan jenderal lee. Kepala polisi ketakutan, ia ingin membebaskan kang chi, gwan wong marah dan membentak kepala polisi, dia mempertanyakan pengawalnya yang hilang. Gwan wong juga menakuti kepala polisi, bagaimana jika jenderal lee mengambil kang chi, lalu kang chi membunuh kepala polisi. Mendengar hal itu membuat kepala polisi semakin keatkuutan ia memutar otaknya dan mendapat ide, untuk meminta jenderal lee membuat surat pertanggung jawaban atas kang chi. Gwan wong seperti mendapat angin segar  mendengarnya.

Kang chi dikurung didalam penjaran, ia duduk termenung, seorang penjaga membuka pintu penjara, Jenderal lee masuk mendekati kang chi, ia meminta kang chi keluar, karena ia telah dibebaskan . kang chi menatap marah ke jenderal lee, ia bertanya mengapa ia membuat kang chi sebagai tersangka pembunuh, jenderal menjelaskan itu untuk menyelamatkannya. Kang chi berdiri, ia tetap tidak terima, karena itu menyangkut tuan park moo sol yang sudah dianggap ayah dan guru oleh kang chi, kenapa jenderal lee tega membuatnya dikenal sebagai pembunuh tuan park meskipun itu untuk menyelamatkannya. Kang chi lebih baik memilih membunuh semua orang tadi, ia lalu bunuh diri. 

Jenderal dengan tenang menjawab apa mati itu semudah itu. Kang chi menjawab itu lebih baik, daripada hidup dikenal sebagai pembunuh dan juga kang chi merasa hidupnya sudah tak ada artinya lagi, karena sekarang ini ia juga bukan seorang manusia. Jenderal menghela nafas, ia lalu mengeluarkan 3 koin uang dan memberikannya ke kang chi yang keheranan.  

Jenderal menjelaskan, ia memberi waktu kang chi sehari, anggap saja sebagai hari terakhir bagi kang chi, dan ia harus memberikan satu koin kepada setiap orang yang ingin dia ucapkan selamat tinggal. Setelah kang chi memberikan semua koin itu, maka ia harus menemui jenderal di markas angkatan laut sore hari, maka jenderal tidak akan mengganggu kang chi lagi. Kang chi bertanya mengapa ia harus menuruti perkataan jenderal, jenderal menjawab karena  park moo sol memintanay untuk menjaga kang chi.
Kang chi keluar dari kantor polisi, didepan warga masih berkumpul. Kang chi menatap tajam kearah mereka. Bong chul melihat ketakutan lalu ia menyuruh teman-temanya untuk menyingkir begitupun warga lain ikut menyingkir memberi jalan. Sebelum pergi, kang chi berbalik memandang tajam gwan wong juga kepala polisi kang chi menggepal tangannya. Saat itu jenderal lee keluar, menatap kang chi penuh harap, kang chi menpati janjinya antara pria dengan pria. Kang chi tersadar, ia lalu memilih pergi dari tempat itu.
Sepeninggal kang chi, bong chul marah-marah kenapa mereka melepas kang chi, ia bertanya-tanya bagaimana nasibnya yang telah menemukan kang chi. Kepala polisi masih ketakutan membiarkan kang chi berkeliaran diluar. Dengan tenang gwan wong menjawab, karena itu mereka meminta surat pertanggung jawaban dari jenderal.  Kini giliranjenderal yangs aling menatap dengan gwan wong.

Kembali, saat jenderal diminta gwan wong membuat surat pertanggung jawaban dengan alasan demi keselamatan dirinya juga kepala polisi. Mereka takut kang chi akan melukai orang yang tak bersalah, jika hal itu terjadi dengan surat itu maka jenderal harus mempertanggung jawabkannya dan rela melepas jabatannya sebagai jenderal. Jika jenderal melakukan hal itu, maka mereka akan melepaskan kang chi. Dan akhrinya jenderal lee, membuat surat pertanggung jawaban dan mencapnya dengan darahnya. Gwan wong dan kepala polisi puas melihat hal itu.

Jenderal lee sudah berada dimarkasnya, bersama dam pyung jon yang mencemaskan keputusan yang dibuat jenderal, ia mencemaskan apa yang akan dilakukan kang chi bisa mencelaki jenderal.  Jenderal lee tersenyum, dia merasa yakin apa yang dia lakukan dan sisanya dia serahkan pada yang di langit, dia hanya berusaha dan langit yang menilai. Dam pyung jon mengehla nafas, jenderal lee lalu mengajak dam pyung jon memanah bersamanya sambil menunggu waktu.

Gwan wong sudah kembali ke penginapan, dan berada di kamarnya bekas kamar tuan park. Dan sedang bebricara dengan pengawal setianya. Ia bertanya kenapa jenderal sangat ingin memilik kang chi, ia menduga ada sesuatu pada diri kang chi. Gwan wong meminta pengawalnya untuk mengawasi terus kang chi dan melaporkan padanya, tanpa menyentuhnya jika bukan perintanya. 

Si pengawal protes, bagaimana kalau kang chi berbahya, dengan tenang gwan wong menjawab, itu saatnya ia berkesempatan mendapatkan kang chi sekaligus jenderal walau beresiko tinggi. Gwan wong khawatir jika ia tak bisa menghentikan jenderal sekarang ia takut akan menjadi lawan tanggung dimasa depan, dan jika ia juga tak bisa mendapatkan kang chi, maka ia harus membunuh kang chi. Pengawal mulai merasa tenang mendengar perjelasan itu. Gwan wong lalu bertanya tentang hal yang dimintanya, yaitu untuk menghipnotis tae seo.

Tae seo berada di markas dam pyung jon, dia masih terbaring lemah. Dalam mimpi dia gelisah mengingat hipnotis pengawal gwan wong.  Saat ia diintrograsi, pengawal memberinya seperti wewangian, dan menanamkan dalam pikiran tae seo, kalau yang membunuh ayahnya adalah kang chi.  Setelah itu, tae seo teringat kembali pada saat ayahnya terbunuh tapi yang menusuk ayahnya adalah kang chi.  “begitu kau melihatnya, langsung bunuh dia” kata-kata itu terngiang dikepala tae seo, ia terbangun dari tidurnya. 

Ia berjalan terhuyung-huyung keluar ruangan. Di luar ia melihat seorang sedang menyapu halaman. Tapi pikirannya kembali teirngat peristiwa di penjara, saat chung jo dibawa untuk dijadikan gisaeng, ia juga ibunya. Suara itu muncul lagi, mengacaukan pikirannya, wajahnya berubah begitu murka,perlahan ia terjatuh karena kondisinya masih belum pulih, ia berteriak memanggil kang chi.
Kang chi berjalan ketengah kota, orang-orang memandangi dan sambil bebrisik-bisik. Kang chi tahu itu, ia terus berjalan hanya saja ia merasa dia diikuti, tenryata yeo wol mengikutinya. Tahu itu kang chi bersembunyi, yeo wol segera berlari mencarinya dan kang chi tiba-tiba muncul mengagetkannya. Kang chi bertanya mengapa yeo wol mengikutinya, ia berkata kalau ia hanya mengawasinya, ia takut kang chi melakukna hal bodoh terhadap gwan wong. Kang chi tersenyum getir, jika ia melakukannya apa yeo wol bisa menghentikan tanya kang chi. 
Yeo wol merasa diremehkan, dia menjawab tentu mampu, yeo wol juga mengingatkna tentang jani yang dibuat kang chi dengan jenderal. Tapi kang chi, menangkisnya dengan menjawab janji dibuat diantara manusia dengan manusia sedangkan dirinya bukan manusia tepatnya setengah manusia karena ibunya manusia. Yeo wol mendekati kang chi, ia cemas orang-orang akan mendengar perkataan kang chi, tapi kang chi tak perduli. Kang chi menyarankan yeo wol berhati-hati, karena ia masih belum bisa mengendalikan tubuhnya.

Masyarakat telah kumpul, mendekati kang chi, mereka melempari kang chi dengan macam-macam sayuran, dan memaki-maki kang chi, sebagai anak tak tahu terimakasih.  Dna mengusir kang chi dari desa mereka, kang chi hanya terdiam, yeo wol mencemaskan itu, ia lalu berlari kedepan kang chi mengehalangi kemarahan warga dan mengatakan kalau semua itu salah paham. Tapi warga tak ada yang percaya, malah menuduh yeo wol sekongkol dengan kang chi, mereka terus melempari mereka berdua.
Kang chi menarik lengan yeo wol pergi dari tempat itu. Yeo wol menyemangati kang chi, kalau kang chi harus bisa membuktikan dia dan tuan park tidak bersalah. Kang chi sepertinya pasrah, dia menjawab jika itu tka berhasil, maka seumur hidupnya maka dia akna menerima perlakuan seperti itu, kang chi lalu bebralik pergi dan meminta yeo wol pergi. Yeo wol berdiam memperhatikan kang chi, yeo wol lalu memberi tahu tempat chung jo berada, kang chi menoleh.

Ditempat chung jo, wol san dan beberap gisaeng, sedang mengajari para gadis calon gisaeng cara menuangkan minuman, dengan takut-takut para gadis menurut perintah wol san, kecuali chung jo. Wol san kesal melihat itu, ia menghardik chung jo, dengan asal-asalan chung jo mau menuangkan minuman. Selanjutnya wol san menyuruh mereka untuk meminum tanpa mengkerutkan kening mereka.  
Para gadis saling menoleh dan cemas, tapi mereka tak bisa bebruat apa, dan meminumnya. Para gisaeng tertawa melihatnya, chung jo berdiam saja, membuat wol san semakin kesal, ia bertanya apa chung jo tak mau meminumnya, karena rasanya yang terlalu keras, ia lalu menyuruh para gisaeng membantunya, dengan cara meludahi minuman itu secara bergantian, membuat chung jo ngeri. Wol san mendekat dan meminta chung jo meminumnya, tapi chung jo malah menyiramnya ke muka wol san *wuih make upnya waterprof
Wol san dan para gisaeng mengadu ke ketua chun, dan akhirnya ketua chun menghukum chung jo dengan menyabet betis chung jo dengan kayu pemukul. Chung jo menahan sakit itu, gisaeng lain tersenyum puas melihatnya. Kang chi datang, seorang pelayan menghadang tapi langsung disingkirkan kang chi, pelayan itu berteriak memanggil penjaga, tapi kang chi tetap berlalu, sampai tempat chung jo, dia kaget melihat chung jo, begitu juga chung jo yang lalu menurunkan roknya, para gisaeng juga ketua chun heran juga. Kang chi lalu menarik chung jo pergi, ketua chun menanyai siapa kang chi, ia juga meminta melepaskan chungjo, kang chi hanya menjawab kalau ia tka pantas berada disini, ia lalu mengajak chung jo pergi. Sampai diluar halaman, para penjaga chunhwagwan sudah mengepung mereka berdua.

“berhenti, jangan berani-beraninya kau melangkah pergi?” kata ketua chun, diatas balkon ruangannya, kang chi dan juga menoleh.

“begitu kami menangkapmu, kau akan dipukul smapai mati” ancam ketua chun

Chung jo kelihatan takut, kang chi menenangkannya agr ia tak khawatir

“meskipun kau beruntung dan melarikan diri, kau tetap saja buronan. Kau akan terus hidup bersembunyi sebagai penjahat, menanggung malu seperti makhluk rendahan, kau takkan mampu bertahan hanya makan tumbuhan, ini masih belum terlambat, lepaskan gadis itu” tambah ketua chun, chung jo mulai terpengaruh perkataan ketua chun

“tidak akan, akau takkan pernah melepaskannya!” jawab kang chi, ia memperat pegangannya, lalu berbalik siap menghadapi penjaga,  “jika kalian berani menyentuhku, akan kubunuh kalian semua” kata kang chi lagi
Chung jo berfikir sesuatu, ia bimbang “jangan cemas chung jo, aku takkan membiarkanmu tinggal disini sendirian, percayalah” kata kang chi, chung jo melihat tangannya yang dipegang kang chi arimatanya mulai menetes, dan sesaat akhirnya ia memutuskan menarik lengannya, membuat kang chi kaget juga yang lainnya.
Kang chi melihat chung jo, ia mencoba meraih tangan chung jo kembali, tapi chung jo menyembunyikan tangannya dan mundur menjauhi kang chi

“pergilah!” teriak chung jo, 

“aku kesini untuk menemuimu, aku ingin membebaskanmu” kata kang chi

“sebelum kau melakukannya, buktikan dahulu ayahku tak bersalah, biarkan dunia ini tahu ayahku tak bersalah, dan kembalilah untuk menjemputku. Sebelum itu terjadi, aku takkan pergi kemana-mana” kata chung jo membulatkan tekad

“chung jo” panggil kang chi

“pergilah!kumohon” usir chung jo, ia lalu berlari pergi, meninggalkan kang chi, ketua chun tersenyum ia menasehati kang chi untuk melakukan hal yang harus ia lakukan sebelum membawa chung jo pergi. Semuanya lalu pergi meninggalkan kang chi yang merenungi perkataan chung jo.

Dibelakang chung jo berhenti didekat pohon, dia tak sanggup menahan lagi. Kang chi diluar chunhwagwan, terlihat sedih ia berbalik menatap rumah itu lagi. Chung jo terjatuh dan menangis. Diluar yeo wol ikut sedih melihat kang chi. Kang chi menatap koin yang dipegangnya ia meremas sembari airmatanya menitik. 

Yeo wol teringat perintah ayahnya, dia harus membunuh kang chi tanpa ragu jika melihatnya bebrbuat hal yang membahayakan. Jika yeo wol ragu, maka jenderal dalam bahaya, gon datang dan meminta ijin dia saja yang melakukannya, gon seperti tak mempercayai yeo wol. Tapi yeo wol segera menolaknya dan meminta dia saja yang melakukannya, akhirnya dam pyung jon mengijinkan yeo wol dengan sekali lagi mengingatkan ini demi keselamatan jenderal beserta pasukannya, yeo wol mengerti hal itu.

Selama melamun, yeo wol tanpa sadar kang chi sudah pergi dari depan chunhwagwan. Ia kaget dan segera mencari kang chi. Ia lalu berfikiran kang chi pasti pergi ketempat itu. Seorang anak buah dam pyung jon melapor ke gon kalau yeo wol kehilangan jejak kang chi, gon mengerti dan segera bersiap-siap menunggu kang chi, kemana lagi kang chi pergi kalau tidak ketempat jo gwan wong berada yaitu penginapan seribu tahun.
Dan benar, kang chi melangkah dengan keyakinan, tak perduli omongan ornag sepanjang jalan. Dia terus melangkah, tak memerhatikan sekitar,sedangkan gon sudah siap merentangkan panahnya mengarah kang chi. Yeo wol berlari-lari ketempat itu, ia kaget melihat gon yang sudah siap membidik, ia kebingungan melihat kearah gon dan kang chi, ia berfikir sesuatu dan mengeluarkan panahnya dan siap mengarahkannya ke kang chi. Kang chi mulai memasuki penginapan, gon siap melepas panahnya tetapi kaget anak panahnya patah terkena panah yang ternyata yeo wol memanahnya, keduanya hanya bisa saling menatap tajam. Gon cemas, ia melihat kearah kang chi kembali.

Kang chi masuk ke penginapan, para pelayan berlari mendekati, seorang pelayan mendekatinya, kang chi mengambil sapu yang dipegangnya dan mematahkannya. Semua pelayan ketakutan apa yang akan kang chi lakukan. 
Diluar gon marah mendekati yeo wol, dan bertanya apa yang yeo wol lakukan. Yeo wol menjawab hal yang ia lakukan benar, gon mencemaskan jenderal, yeo wol menenangkan kalau jenderal tak akan apa-apa, gon belum percaya, bagaimana bisa kang chi tak melakukan apa-apa dilihat dari raut wajahnya yang penuh amarah. Yeo wol berteriak menjelaskan ke gon, kalau kang chi telah berjanji, yeo wol meminta gon mempercayainya juga mempercayai janji kang chi.

Pelayan itu berlari-lari mencari, pelayan choi, dan menceritakan semuanya, pelayan choi cemas mendengarnya. Kang chi sampai diruangan, gwan wong terlihat santai, pengawal setianya juga ada disana. Gwan wong beranya kenapa kang chi datang, kang chi menjawab dia akan menjawab pertanyaan gwan wong untuk bergabung dengannya. 
Kang chi menggenggam erat tongkat ditangannya dan berjalan maju, pengawal siap mengeluarkan pedang, tapi ditahan gwan wong. Kang chi memutar tongkat mendekati gwanw ong, pengawal refleks siap mengayunkan pedangnya, gwan wong mundur.  Tapi kang chi menancapkan tongkatnya ke meja, hingga terbelah dua, dan ruangan rahasia dibawahnya ikut bergetar tanah-tanah menutupi peti-peti.

kang chi berkata, kalau jawabannya adalah, ia akan kembali lagi mengambil penginapan dan juga nyawa gwan wong, membuat gwan wong emosi. Sepeninggal kang chi, gwan wong marah ia berteriak meneriaki nama kang chi.
Diluar ternyata pelayan choi dan pelayan lainnya sedang menunggunya dengan wajah penuh harap. Kang chi tersadar melihat mereka, ia semakin yakin. Ia berjalan mendekati ayahnya, pelayan choi meniliti kang chi apa terluka, ia dengan haru menggenggam erat tangan kang chi, kang chi berkata akan kembali bersam tae seo juga chung jo, sampai saat itu ia meminta mereka mengurus penginapan dengan baik, pelayan choi dan lain-lain menyanggupi dengan rasa penuh harap dna haru. Dengan berat hati, kang chi pergi meninggalkan tempat itu.

Dimarkas Jenderal lee, ia sedang memanah, dan selalu tepat sasaran. Dam pyung jon masih mencemaskan kang chi akan datang atau tidak, jenderal yakin klaua kang chi akan datang. Dam bertanya lagi, kalau kang chi datang apa yang akan dilakukan jenderal.  Dengan tenang ia menjawab itu tergantung jawaban kang chi. Saat itu pengawal melapor ada orang dari kantor polisi yang melaporkan kalau kang chi menyerbu penginapan gwan wong, keduanya langsung cemas.
Jenderal sampai ke penginapan, dan melihat tongkat kang chi masih tertancap dimeja. Gwan wong meminta pertanggung jawaban jenderal, jenderal lee meminta saksi, gwan wong menjelaskan saksinya dia dan seorang pengawalnya juga para pelayan melihatnya. Jenderal lee meminta saksi dari para pelayan, mereka lalu dikumpulkan semua. Jenderal lee hanya meminta 3 orang saksi dari mereka, gwan wong dengan matanya mengancam mereka. Perlahan pelayan choi maju, tapi dia mengatakan hal sebaliknya, dia berkata dia tak melihat kang chi, gwan wong marah, tapi sepertinya para pelayan tidak takut, dan semua menyangkal kalau mereka tak melihat kang chi sama sekali. 

Jenderal tersenyum ia lalu pergi, meninggalkan gwan wong yang penuh amarah. Dan memerintahkan pelayan choi dan dua pelayan lain dipukul dan disekap selama 5 hari dan juga tidka diberi makan sebagai hukuman.
Gwan wong masuk keruangannya, dan marah ia mencabut tongkat itu, dan melemparkannya dengan kesal. Pengawalnya masuk dan menenangkannya kalau mereka masih punya senjata rahasia, gwan wong bertanya apa pengawalnya yakin, pengawal itu yakin ia berhasil menghipnotisnya.

Di tempat dam pyung jon, tae seo berjalan keruangan persimpanan senjata, ia mengambil sebuah pedang. Dengan tatapan penuh amarah, yang ia dengar hanya suara untuk membunuh choi kang chi.
 Kang chi tiba di markas pada malam hari, jenderal lee datang menemuinya ia bertanya bagaimana dengan 3 koin yang ia berikan. Kang chi lemas, ia mengeluarkan 3 koin itu dan meletakkannya dimeja. Jenderal Lee bertanya apa maksudnya, kang chi menjawab ia ingin hidup. 

Jenderal bertanya lagi, apa yang membuatnya berubah pikiran. Kang chi menjawab, pertama ia ingin membuktikan tuan park tidak bersalah. Kedua dia ingin mengambil penginapan dan mengembalikannya pada tae seo dan chung jo. Dan alasan terakhir, agak ragu kang chi berkata, kalau mungkin ia ingin menjadi manusia. 
Jenderal terheran, kang chi menjelaskan jatdirinya, yang setengah manusia. Jenderal berkata sebuah nasehat, ia banyak melihat orang terlahir sebagai manusia, tapi tingkah laku mereka seperti hewan. Dan hal yang membuat seorang menjadi manusia bukan bagaimana ia terlahir, tapi dari apa yang ia sayang dihatinya. Tapi kang chi tetap ingin menjadi manusia, agar ia bisa mengambil penginapan dan kembali ke keluarganya.Jenderal bertanya apa kang chi tahu caranya, kang chi menjelaskan tentang buku keluarga gu. 

Kembali saat kang chi merenung di gua, so jung menjelaskan cara menjadi manusia dengan menemukan buku keluarga gu. Kang chi bersemangat dan bertanya bagaimana menemukannya. So jung tak mau mengatakannya, karena ayah kang chi yang selama 1000 tahun berusaha mengendalikan kekuatannya tanpa gelang tidak berhasil bagaimana dengan kang chi yang mudah kepancing emosinya, so jung ragu kang chi bisa berdoa selama 100 hari dengan sabar. 
Tapi kang chi tetap bersekukuh ingin mencarinya. So jung meminta kang chi melupakannya saja dna akan pergi, tpai ditahan kang chi ia berlutut memegangi baju so jung, ia memohon ia akan melakukan apa saja agar so jung mau membantunya. So jung ikut berjongkok ia mengehal nafas, dan mengatakan kalau kang chi harus membangun mentalnya, agar ia bisa mengendalikan kekuatannya tanpa menggunakan gelang. 

Tapi so jung ragu hal itu, kang chi berjanji ia kan melkaukannya. So jung mengangguk-anggukan kepala, ia menambahi lagi agar tidak ada seorang wanita siapapun mendekati kang chi, dan jangan pernah memberikan hati kepada siapapun atau terpengaruh rasa sayang darinya. Tekad Kang chi mulai kendur mendengarnya *kayaknya Cuma akal-akalan so jung yang terlalu mencemaskan nasib. Benar so jung mengatakan kalau ada seornag wnaita yang sudah ditakdirkan untuk kang chi, apa kang chi bisa melakukan hal itu, tantang so jung yang langsung diiyakan kang chi, jika ia tak melakukan hal itu maka ia mati cemas kang chi. So jung menasehati lagi, selama kang chi tak berubah jadi manusia ia tidak akan mati dan hidup abadi. Tapi kang chi tak butuh kehidupan abadi, ia hanya meminta so jung memabntunya menjadi manusia.
Dimarkas, dam pyung jon menghadap. Jenderal lee memintanya membawa kang chi dan mengajarinya. Dam pyung jon kaget, ia melihat rgau kearah kang chi. Kang chi lalu berlutut, dan memohon ke dam pyung jon, untuk mengajarinya bersabar dan membangun mental, sehingga tanpa gelangpun ia dapat mengendalikan dirinya.  Dam pyung jon mengehla nafas, jenderal menambahkan kalau kang chi sudah memihak mereka, itu hal yang bagus katanya. Jenderal meminta dam mau menerimanya sebagai muridnya. Dam pyung jon tak bisa menolak lagi.
Yeo wol tersenyum melihat mereka dari jauh. Ia bebralik dan gon sudha berdiri dibelakangnya, yeo wol berlalu, tapi ditahan gon. Dia bilang mungkin saja mereka kehilangan jenderal. Yeo wol berbalik menatap gon , dan bilang kalau gon terlalu meremehkan jenderal, gon heran. Yeo wol menjelaskan, saat ia mematahkan anak panah gon, bukan kang chi yang ia percayai, tetapi jenderal. Jika jenderal tidak yakin denagn janjinya, maka sejak awal, ia tak membiarkan kang chi pergi sendirian. Yeo wol menambankan, kalau ia mengajari cara mempercayai orang lain, ia lalu pergi meninggalkan gon.

Esok harinya, kang chi menghadap jenderal lee untuk berpamitan. Sebelum pergi, kang chi bertanya. Jika ia menggunakan 3 koin yang ia berikan dan pergi membunuh gwanw ong. Apa yang akan jenderal lakukan, jenderal menjawab kalau ia akan membunuh kang chi. Mendengar itu membuat kang chi heran, jenderal mendekatinya dan berkata serius, kalau ia tidak butuh orang yang tak bisa mempertahankan orang yang disayang, karena orang seperti itu tak pantas mendapatkan penghargaan apapun. 

Kang chi tertawa mendengar perkataan jenderal, sedikit takut berkata kalau lelucon jenderal terlihat serius, jenderal ikut tertawa mendengar dan menepuk-nepuk pundak kang chi. Saat itu yeo wol datang memanggil kang chi karena mereka akan segera berangkat, kang chi langsung mengiyakan dan mereka berdua membungkuk memberi hormat dan pamit ke jenderal. Dibawah mereka sudah ditunggu dam pyung jon juga gon, lalu keempatnya mengarah kejenderal membungkuk dna pamit. Jenderal melihat mereka pergi.sesaat ia berfikir dan melihat kearah pedang yang tergeletak disampingnya.

Di chunhwagwan, seorang gisaeng, memberi obat ke chung jo, ia mengatakan pria yang dtaang menemui chung jo memberikannya sebelum ia pergi, ia menjelaskan untuk dioleskan kebagian yang luka. Sepeninggal gisaeng, chung jo membukanya dan melihat obat yang bertanda anak panah, ia memandanginya dan menggenggam obat itu.

Diperjalan keempat orang itu, mereka melintasi hutan.  Yeo wol berjalan menjejeri kang chi

“jadi, mulai sekarang kita akan sering bertemu?” tanya yeo wol

“kenapa? Kau senangkan?” goda kang chi

“sama sekali tidak” sangkal yeo wol

“tenang saja, setelah aku menyelesaikan tujuanku, aku akan segera pergi” kata kang chi lagi

“tujuanmu, tujuan apa?” tanay yeo wol

Kang chi berhenti ia menatap ywo wol, dengan senyum nakal “anak kecil sepertimu tidak perlu tahu” katanya sambil mengacak-ngacak rambut yeo wol, yang langsung kesal begitu juga gon ikut kesal.
 “apa? Anak kecil” yeo wol marah, ia mengejar kang chi, dan keduanya akhirnya bercanda. Gon menghela nafas melihat keduanya. Dari atas, so jung melihati mereka. Dalam hatinya, ia berdoa  untuk kebahagian kang chi. Ia melihat kearha yeo wol, ia berkata dalam hatinya, ia juga berdoa untuk kebahagian nona yeo wol. Sepertinya ia mencemaskan nasib keduanya. Sedangkan kedua orang yang sedang diperhatikan, masih asyik saling bercanda.

Ditempat chung jo, ia berjalan kearah wol san, semua ornag heran melihatinya. Wol san juga ia bertanya ada apa, chung jo membawa meja kecil, yang diatasnya ada botol minuman, dan juga cawan. Ia lalu duduk dihadapan wol san, dan menuangkan minuman dan meminumnya, wol san tak mengerti dia bertanya kenapa lagi, tanpa menjawab chung jo menuangkan minumannya lagi dan meminum. Para gisaeng datang melihatnya, wol san kesal, chung jo lalu memperkenalkan dirinya park chung jo, lalu keduanya saling menatap penuh arti. Dari jauh ketua chun melihat mereka, ia sedikit tersenyum lalu pergi.
Mereka berempat sudah sampai dimarkas dam pyung jon. Kang chi keheranan karena tempat itu begitu luas. Anak buah dam pyung jon sudah bebraris menyambut mereka, kang chi berhenti sebentar, yeo wol memukulnya dan memintanya segera berjalan. Sampai didepan, anak buah tadi langsung menghadap kemerak dan membungkuk memberi salam. Kang chi keheranan, yeo wol tersenyum saja. 

Dam pyung jon lalu memperkenalkan kang chi dan meminta kang chi memperkenalkan diri. Kang chi kebingungan maksudnya, ia cengengesan malah menanyakan kabar mereka, yeo wol mengkerutkan keningnya dan meminta kang chi serius. Kang chi lalu memperkenalkan dirinya, sebagai choi kang chi putra choi mae reum dari penginapan seribu tahun. Tapi tak ada yang merespon, kang chi semakin kebingungan. 
Yeo wol paham, ia lalu menggunakan tangannya memaksa kang chi membungkuk, dan meminta anak buah lainnya merespon, mereka lalu membungkuk membalas perkenalan kang chi.  Kang chi keheranan, dan memuji yeo wol pasti berpengaruh, yeo wol bangga mendengarnya. 
Tae seo keluar, ia menyeret pedang ditangannya. Dam pyung jon membubarkan barisan, dan mereka semua bergerak pergi. Tinggal yeo wol dan kang chi, yang masih kagum dengan tempat itu, yeo wol menjelaskan kalau ayahnya yang membangun tempat ini dengan tenaga dan banyak uang. Yeo wol juga menjelaskan, kalau bukan demi jenderal mereka takkan menerima kang chi di tempat itu. Kang chi hanya bisa mengangguk-angguk. 

Kang chi menoleh dan melihat tae seo berjalan dengan tatapan kosong. Kang chi senang ia lalu berteriak memanggilnya dan berlari mendekati tae seo. 
Tapi saat mendekat, tae seo mengayunkan pedang yang ia bawa ke perut kang chi, semua orang terkejut melihatnya, kang chi juga ia menatap tae seo tak percaya, perutnya tertusuk pedang, dan ia mengeluarkan darah dari mulutnya. 
Ditempat gwan wong, ia masih memandangi mejanya yang terbelah, sembari berkata “jika aku tak bisa memilikinya, maka aku akan mencurinya. Jika aku tat bisa mencurinya, maka aku akan menghancurkannya. Itulah aku” katanya

Kembali ke kang chi, dengan sekuat tenaga meraih pundak tae seo, menyadarkannya “tae seo” panggilnya, tae seo semakin marah, ia lalu berteriak “matilah, mati kau” dan semakin menusukan pedangnya, yeo wol terpaku tak bisa bergerak, semua orang semakin terkejut dan hanya bisa melihat. 


No comments:

Post a Comment