Saturday, May 4, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 7

Sebelumnya : Gu Family Book Episode 6


Yeo wol yang melarikan diri bersama kang chi, memutuskan untuk berpencar. Tetapi para pengawal memilih mengejar kang chi, dan berhasil mengepungnya, seorang pengawal berhasil memotong gelang, sehingga butiran-butiran gelang itu berjatuhan ke tanah. Saat tertegun melihat gelangnya, para pengewal menggunakan kesempatan itu untuk menebas kang chi. Kang chi terluka dan terjatuh, tetapi sesaat setelah itu kang chi berubah menjadi monster, alampun merasakan kekuatan itu dan berubah menjadi gelap. yeo wol juga merasa hal itu, ia berbalik dan mencari kang chi, dan melihat sendiri perubahan kang chi. Saat akan menolong kang chi ia tertahan bola-bola biru, ia teringat dengan perkataan so jung, tentang Bulan Sabit diatas pohon persik. Ia menyangkal perkataan so jung tentang nasibnya, dan salah satu diantara mereka berdua mati. Yeo wol semakin ketakutan melihat monster yang didepannya.Kang chi lalu menerkam dan menghabisi para pengawal, saat itu yeo wol memilih kabur dari tempat itu.
Ia terus berlari ketakutan, sampai seorang menahan lengannya, ia teriak histeris. Ternyata gon yang kaget melihat yeo wol, ia mencoba menenangkan.
"nona yeo wol, ini aku" kata gon "ada apa? apa yang terjadi?" tanya gon
"Gon..ada yang salah, ada yang benar-benar salah" jawab yeo wol
Gon masih belum mengerti maksud yeo wol, saat itu mereka berdua kaget mendengar suara raungan.
Kang chi, selesai menghabisi semua pengawal gwan wong. Ia bergegas pergi, tapi tubuhnya seperti lemah, ia memaksa pergi karena dalam pikirannya ingin segera menyelamatkan chung jo. Tapi belum jauh dari sana, tubuhnya lemas dan ia terjatuh ketanah, hujan rintik-rintik mulai berjatuhan.

Malam hari, chung jo sampai di ChunHwagwan, rumah para gisaeng. Chung jo kaget mendengar nama tempat itu, kepala pelayan berlari-lari kekamar Ketua chun, dia melapor seorang gadis telah datang, ketuan chun bertanya siapa, kepala pelayan mengatakan putri Park moo sol, Ketua chun kaget mendengarnya. Diluar chung jo berontak, ia tak mau masuk.

"aku tidak mau masuk" tolak chung jo
"kalau kau tak mau masuk, kau mau apa?" tanya pelayan
"aku tak akan pernah melangkahi pintu itu,sekalipun aku mati aku tak mau menjadi gisaeng" jawab chung jo
Ketua chun keluar

"jika kau tak mau jadi gisaeng, apa yang akan kau lakukan?" tanyanya, chung jo terdiam
"jawab aku, sebagai putri seorang penjahat yang dijual kesini, apalagi yang bisa kau lakukan selain menjadi gisaeng?" tanya ketua chun

"ayahku bukan seorang penjahat, ia hanya dijebak" jawab chung jo
"Aku disini bukan untuk mendengerkan ketidakadilan yang kau alami,tugasku adalah membuatmu menjadi seorang gisaeng, di chunhwagwan" jawab ketua chun

"lebih baik bunuh saja aku, lebih baik mati daripada menjadi gisaeng" jawab chung jo
Ketua chun terdiam, dia ingat perkataan seo hwa 20 tahun yang lalu. ketua chun lalu memerintahkan mengikat chung jo ke pohon rasa malu, pelayannya keheranan. Tapi mereka menurut, lalu chung jo dibuka baju dan diikat ke pohon sama dengan seo hwa. *tapi tak sedramatis seo hwa
Chung jo kaget, dan meronta-ronta "apa yang kalian lakukan, lepaskan aku!" teriaknya
"semakin cepat kau menyerah, semakin sedikit rasa sakit yang kau terima" jawab ketua chun, berbalik pergi
"dasar kejam!" maki chungjo, membuat semua orang menoleh
"setelah memperlakukan aku secara tak hormat seperti ini,apa pikir kalian akan selamat. Aku park chung jo, putri Tuan park dari penginapa seribu tahun" teriak chung jo lagi, ketua chun berfikir sejenak

"Ayahmu sudah mati, nama Park Moo Sol, sudah tak bisa lama lagi melindungi maupun menyelamatkanmu. Jadi, berhenti menyebut nama ayahmu, mulai sekarang jika kau tak melindungi dirimu sendiri, kau tak akan mampu bertahan" nasehat ketua chun
"aku takkan melupakannya,aku akan memastikan kau membayar perlakuan tak terhormat ini" kata chung jo penuh amarah kebencian

ketua chun menatap chung jo, ia lalu memerintahkan pelayannya tak memberi setetes air minum sampai ia memerintahkan. Lalu ketua chun dan para pelayan masuk kedalam meninggalakan chung jo, yang kebingungan dan berteriak-teriak lagi, tapi tak ada yang perduli.

Didalam, para pelayan keheranan, kenapa ketua chun melakukan hal itu, padahal sejak kejadian seo hwa, ia tak pernah mengikat seorangpun di pohon rasa malu itu. Sedangkan diluar chung jo, masih berteriak-teriak ia lalu menangis memanggil-manggil ayahnya, dan hujan rintik-rintik mulai turun.

Dihutan sojung, melihat kondisi mayat-mayat para pengawal gwan wong yang penuh luka cengkraman dimana-mana. Ia mengambil butiran gelang kang chi yang bertaburan di tanah.
Yeo wol dan gon sudah sampai dirumah, Dam pyung jon bertanya ke yeo wol, yang terlihat masih syok
"apa semua itu benar?" tanyanya
"ya" jawab yeo wol
"kau yakin, dia bukan manusia?" tanya ayahnya lagi
"ya, ayah" jawab yeo wol
"Aku kehutan untuk memeriksa semua mayatnya, mereka semua mati, seperti dicabik-cabik dengan cakar yang tajam" jelas gon
Mendengar hal itu, dam pyung jon teringat wol ryung, ia juga memiliki cakar tajam. Ia ingat menebas wol ryung, ia juga ingat saat mengetahui seo hwa sedang mengandung.
"kenapa anak itu tinggal dengan Moo sol?" gumam dam pyung jon, yang menduga kang chi anak wol ryung dan seo hwa

"Jika anda memberiku tambahan tiga orang lagi, aku akan menyelesaikan semua ini. Jika kita membiarkannya, mungkin ini akan berubah menjadi hal yang lebih buruk. Sebelum itu aku akan pergi menyingkirkannya" kata gon

"gon.." yeo wol tak percaya, gon bisa berkata seperti itu
"ijinkan aku melakukan ini, guru.." pinta gon, yeo wol cemas, ia menatap ayahnya
"bagaimana kalau mengajak dia kesini dahulu" potong Lee soon shin yang sedari tadi juga ada disitu.
"Dia orang yang sudah dianggap, seperti anak kandungnya sendiri oleh tuan park. Pertama kita membawa dia kesini dahulu, selanjutnya kita bicarakan apa yang akan kita lakukan setelahnya" pendapat lee son shin
"aku setuju ayah" sahut yeo wol

"bagaimana kalau dia menyerang lagi?orang-orang kita sendiri yang akan terluka" protes gon
"dia orang yang disayang park moo sol, kita bicara soal kehidupan dan kematian" sahut yeo wol "kita tak bisa menilainya secara gegabah" tambah yeo wol, lee son shin memperhatikan yeo wol
"pergilah, tunggu diluar!" perintah dam pyung jon "ayah" yeo wol kesal, ia lalu pergi diikuti gon
Diluar yeo wol memprotes gon, ia bicara tanpa menghiraukan hujan turun.
"Aku tak tahu kau orang,yang sangat tak punya belas kasihan.Bunuh, dan menyingkirkannya? Kenapa kau bisa mengatakannya semudah itu?" ungkapnya
"Dia bukan lagi seorang manusia. Kau lihat mayat-mayat di hutan itu." jawab gon
"Tapi, pertama, kita harus mencari tahu lebih banyak.bagaiamana, apa yang terjadi sekarang, itulah manusia yang punya rasa khawatir" terang yeo wol

"yang ku khawatrikan hanyalah kau dan guru, aku tak peduli apa yang terjadi pada yang lain" jawab gon
"benar, itulah kau, kau hanya peduli dengan tugas dan tanggung jawabmu" jawab yeo wol penuh rasa kecewa ia melanjutkan perkataanya "kau hanya perduli pada perintah ayah, kau tak bisa diganggu gugat, benarkan? tapi, gon..itulah sebabnya terkadang aku merasa kau itu seperti dinding, dinding yang dingin tanpa hati dan perasaan" tambah yeo wol, lalu ia berbalik akan pergi *dia punya perasaan, nona hahaa
" apa kau menyukainya? apa kau punya perasaan pada anak itu?" tanya gon, yeo wol terdiam
"apa kau bodoh?sudah kubilang dia pernah menyelamatkan nyawaku" jawan yeo wol.

Didalam, dam pyung jon, menceritakan kejadian 20 tahun lalu, saat ia membunuh makhluk jadi-jadian bernama wol ryung, dan ia baru tahu kalau wanitanya melahirkan seorang anak. Lee soon shin, bisa menebak bayi itu choi kang chi, dam pyung jon mengiyakan. Dam pyung jon cemas, jika kang chi tertangkap ia yakin kang chi pasti tak akan selamat. Lee soon shin dengan tenang menjawab itu lebih baik, membuat dam pyung jon tak mengerti, Lee soon shin menjelaskan, kalau yang sedang mereka hadapi adalah setengan manusia setengah monster, mereka juga belum tahu seberapa kekuatannya. 

Tapi pastinya kekuatan itu melebihi kekuatan manusia. Jika jo gwan wong mengetahuinya, ia mungkin berusaha menjadikan kang chi anak buahnya dan memanfaatkan kekuatannya. Dan jika hal itu terjadi maka mereka tak dapat menghentikan gwan wong lagi. Dam pyung joon masih tak mengerti, lee son shin melanjutkan pendapatnya, dia ingin membawa kang chi kepihak mereka. Itu membuat dam pyung jon kaget, ia cemas kalau kang chi berbahaya seperti yang dijelaskan gon, lee soon shin berfikir lalu berkata jika kang chi melukai orang yang tak bersalah maka dengan tangannya sendiri, ia akan membunuh kang chi.
Pagi hari, sedikit ragu gon kekamar yeo wol, dia memanggil yeo wol, tapi tak ada jawaban. Pintu kamarnya terbuka sedikit, gon melihat dan membukanya, ternyata yeo wol tidak ada ditempat. Kang chi tersadar, dia segera berdiri tapi merasakan perutnya masih sakit. ia ingat kejadian semalam, ia lalu bergegas kembali ketempat semalam, tapi tempat itu sudah bersih tak ada mayat-mayat, dia kebingungan apa dia hanya bermimpi.

Ditempat gwan wong, ia mendapat laporan dari pengawal setianya kalau mereka tidak berhasil menangkap kang chi ataupun menemukan tae seo, dan juga para pengawal yang mengejarnyapun menghilang tanpa bekas. Gwan wong tercengang mendengarnya, kenapa bisa ketujuh orang menghilang tanpa jejak, pengawal itu menduga jejaknya hilang karena hujan, dan gwan terlihat marah mendengar alasan itu. pengawalnya itu sedikit ketakutan, dan akan berusaha mencarinya, tapi gwan wong berfikir hal lain, ia anggap ini hal mengasyikan, pengawal itu tak mengerti, gwan wong menjelaskan berarti kang chi bukan orang biasa, menghilangkan beberap orang tanpa jejak itu hal yang menarik, dan gwan wong ingin membawa kang chi kepihaknya.

Ditempat kang chi, ternyata so jung berada disana, ia lalu mendekati kang chi dan menceritakan siapa kang chi sesungguhnya.
"apa maksudmu? aku tidak mengerti?" tanya kang chi tak percaya "ayah kandungku makhluk mitos?"
"jaga ucapanmu, dialah yang mengawasi gunung ini selama 1000 tahun lalu" jelas sojung
"apa kau membicarkan soal legenda, omong kosong macam apa ini?" kang chi masih tak percaya
" jadi menurutmu aku bukan manusia?" tanya kang chi emosi
"dengar ibumu adalah manusia, jadi kau setengah manusia" jawab so jung
"kau bercanda kan, keterlaluan... kau pikir kau ini siapa? bisa mempermainkan orang seperti ini?" kang chi tak bisa menerima penjelasan so jung
"aku yakin kau tahu lebih banyak, dibanding orang lain, apa kau tak merasakan sakit saat kau berubah, aku yakin kau masih merasakan rasa sakit itu dalam tubuhmu" so jung meyakinkan kang chi "bukankah sudah kubilang, kau seharusnya diam selama 10 hari saja" so jung marah
"kau sudah 20 tahun, dan selam itu kau sudah menjalani hidupmu sebagai manusia" lanjut so jung
"tidak mungkin, jadi maksudmu aku bukan lagi manusia?" tanya kang chi
"untuk saat ini tinggalah di gua, sampai kau bisa mengendalikan kekuatanmu" perintah so jung
Kang chi marah, ia hendak memukul so jung tapi tiba-tiba matanya berubah menjadi kehijauan lagi dan kuku-kuku tangannya memanjang "apa ini?" kang chi keheranan melihat kondisinya
"bagaimana ini, tolong kembalikan tubuhku semula?" kang chi memohon
"terima saja, ini kau lah yang sebenarnya kang chi" jawab so jung
"tidak, tidak mungkin, aku tidak mau menjadi monster" teriak kang chi, ia lalu mencari butiran-butiran gelangnya dan mengambil menunjukan ke sojung "apa bisa dengan ini? apa aku bisa menjadi seperti dulu?" pinta kang chi memelas. "kang chi.." panggil so jung
"kumohon, kumohon kembalikan aku menjadi manusia" pinta kang chi sambil berlutut
So jung hanya bisa menghela nafas, kang chi terus memohon kepadanya, dia tak bisa pergi dengan kondisi seperti itu, ia juga tak bisa menolong chung jo dan lainnya.


Tak jauh dari sana, yeo wol semakin syok mendengar percakapan keduanya, ia gemetar memegangi pohon dan terjatuh tak mempercayai apa yang didengarnya. Sedangkan ditempat chung jo, hari mulai pagi, orang-orang melihatinya dan saling berbisik membicarakannya, chung jo melihat hal itu hanya bisa menangis sambil memanggil, kakaknya juga kang chi dalam hatinya.

Kang chi sendiri, sedang berada di sungai dekat gua ia melihat bayangannya sendiri, ia juga memikirkan chung jo. Tiga hari berlalu, chung jo semakin lemah, ia menangis merenungi nasibnya kenapa tak ada yang datang sama sekali, padahal ia sudah menunggu seperti ini. Akhirnya chung jo tak sanggup lagi, ia jatuh pingsan, dari dalam Ketua chun melihatnya dan hanya bisa menghela nafas.
Chung jo tersadar, ia sudah berada dalam kamar, saat menoleh ia melihat semangkuk bubur, ia langsung bergegas bangun dan memakan bubur itu dengan lahap. Ketua pelayan mengingatkan chung jo untuk makan pelan-pelan saja.
 "sekarang, kau punya keinginan untuk hidup?" tanya seseorang yang ternyata ketua chun yang sedari tadi disana memperhatikan chung jo, chung jo menoleh dan menghentikan makan.
"harga dirimu masih tersisa? kau pikir kau masih punya kehormatan?" tanya ketua chun
"kalau begitu aku perlu mengingaktmu dipohon rasa malu lagi" tanya ketua chun, melihat chung jo yang hanya terdiam, penuh amarah
"kenapa? kau tak mau kembali ketempat itu bukan?" tantang ketua chun "maka lupakan soal harga diri, dan sikap keras kepalamu?" nasehat ketua chun "jika kau siap melepaskan semuanya itu, maka kau bisa makan bubur itu?" kata ketua chun lagi, perlahan chung jo memakan buburnya lagi, sembari airmatanya mengalir, ketua chun hanya bisa menghela nafas melihatnya, semakin lama chung jo semakin cepat memakan bubur itu, membuat kepala pelayan mengingatkannya lagi untuk makan perlahan. Ketua chun beranjak dari tempat itu, sebelum pergi, ia memerintahkan kepala pelayan memandikan dan mengganti pakaian chung jo setelah ia selesai makan.
Yeo wol sampai ditempat kang chi, ia melihat sekeliling, dan melihat so jung, ia bergegas mendekat. So jung membawakan makanan untuk kang chi, karena beberapa hari ini kang chi tak mau makan, dan lebih memilih merenung berdiam diri. Kang chi menolak, so jung mencoba bersabar, yeo wol yang melihat hal itu ikut kesal tanpa babibu ia mendekati kang chi dan memukul kepalanya. Membuat kang chi juga so jung kaget melihatnya, kang chi menoleh, saat melihat kang chi gantian yeo wol yang kaget melihat mata kang chi. Akhirnya keduanya adu mulut.

"apa kau mau mati kelaparan sendirian, kenapa kau menolak makanan yang ia bawa, seharusnya kau berterimakasih dan memakannya?" celoteh yeo wol, sembari mengambil makanan yang sojung bawa
"ini" menunjukan ke kang chi yang hanya berdiam, "apa? kau belum makan selama 3 hari, apa kau tak lapar?" tanya yeo wol lagi
"kenapa kau bisa ada disini?" tanya kang chi heran
"aku mengikutimu dari hutan" jawab yeo wol
"apa?" kang chi kaget
"jangan kaget, aku sudah mendengar semua yang terjadi padamu" jelas yeo wol lagi
"dan kau masih mengikutiku kesini?" tanya kang chi tak percaya
"ya" jawab yeo wol, "kenapa? bukankah menurutmu aku ini aneh?" tanya kang chi

"tentu saja kau aneh, lalu apa? kau selalu berpenampilan aneh, hanya saja warna matamu berubah, lalu kenapa? apa itu yang membuatmu marah, seperti hidupmu sudah berakhir? kenapa kau ingin kelaparan, ini" paksa yeo wol, sesaat kang chi tersentuh ucapan yeo wol, tapi ia tetap menolak makanan dan menyruuh yeo wol pergi, ia lebih baik mati daripada berwujud seperti itu. jawaban kang chi Membuat yeo wol kesal, ia lagi-lagi memukul kepala kang chi.

"kenapa kau sangat lemah? kenapa kau sangat marah terhadap hal sekecil ini?" yeo wol marah
"hal kecil? apa kau pikir ini masalah kecil?" kang chi tak mau kalah sengit, ia bangun dari duduknya
"aku berubah menjadi monster, aku bukan lagi manusia" kata kang chi lagi
"tapi, kau hidup" sahut yeo wol "kupikir kau sudah mati, tapi kau masih hidup seperti ini, itu hal yang bagus" jelas yeo wol lagi

"kau pikir ini hal bagus, aku harus hidup seperti ini?" tanya kang chi, sambil duduk kembali
"apa kau pikir, semuanya dapat terselesaikan dengan hanya duduk merenung disini? jika berhasil, maka merenunglah sampai 100 atau 1000 tahun, maka aku akan disisimu untuk mendukungmu?" kata yeo wol, kang chi tak tahu lagi apa yang harus ia katakan ia malah teriak sendiri "sial !"
"benar, sial" yeo wol menimpali, "terlalu" kata kang chi lagi, "iya benar terlalu" sahut yeo wol lagi "sulit bagiku untuk mempercayai, aku yakin kau merasa putus asa, aku mengerti, tapi..." kata yeo wol lagi
"tapi apa?" tanya kang chi berdiri menatap yeo wol

"tapi, kau adalah choi kang chi" kata yeo wol, "bagaimanapun penampilanmu dari luar, dari dalam kau tetap choi kang chi" lanjut yeo wol, kang chi terdiam "apa aku salah?" tanya yeo wol
"aku tidak tahu, aku tak bisa ingat kenapa aku berubah tadi malam, aku tidak ingat caraku berkelahi, bahkan aku tidak berapa banyak ornag yang telah aku bunuh, hanya saja tubuhku panas seperti terbakar api, tulangku sakit seperti patah semua. Dan mataku sudah seperti ini, sejak hari ini. Aku bisa mencium semua bau, dan mendengar semuanya, semua keramaian dunia ini masuk kekepalaku. Aku tidak tahu apa aku masih choi kang chi atau monster" kata kang chi
"kau...masih choi kang chi" jawab yeo wol "jika kau benar-benar seekor monster, tentu kau tak akan merasa kesakitan, benarkan?" tanya yeo wol lagi, tiba-tiba mata kang chi berubah normal, yeo wol dan so jung kaget, tapi itu hanya sesaat, matanya kembali kehijauan
"terserah, ucapanmu tak merubah apapun, pergilah" usir kang chi, kembali duduk membelakangi yeo wol
"kang chi.." panggil yeo wol tangannya hendak menyentuh pundak kang chi tapi tertahan, ia tak jadi melanjutkan. Dari jauh so jung melihat yeo wol, ia ingat pernah betrmu dengannya dan meramalkan nasibnya so jung mulai cemas, dia bergumam “apa mereka... mereka berdua”


Gwan wong, kepala polisi dan para pengawalnya berjalan masuk ke penginapan seribu tahun. Para pelayan yang tersisa berbaris, kebingungan melihatnya. Sampai didepan mereka, kepala polisi menjelaskan kalau pemilik penginapan sekarang adalah jo gwan wong sebagai balas jasa telah menangkap seorang pengkhianat, semua terkejut mendengarnya, mereka hanya bisa saling berbisik. Kepala polisi menambahkan mereka dihukum sebagai budaknya, dan harus setia kepada pemilik baru. Semua pelayan mengiyakan dengan terpaksa.
Gwan wong lalu memerintahkan membawa masuk, Ny yoon dan para pelayan yang dipenjara, para pelayan yang berbaris memanggil-manggil Ny yoon, Ny yoon sudah terlihat lemah, tapi dari raut wajahnya tersirat amarah kebencian. Kepala polisi memberitahu, kalau gwan wong memerintahkan ny yoon sebagai pekerjanya, dan ia harus mengormati dan melayani pemilik penginapan yang baru. Ny yoon dengan sisa-sisa kekuatannya, menatap gwan wong tajam sembari berkata.

“berapa lama anda akan bertahan hanya dengan mengandalkan nama besar penginapan ini?” kata Ny yoon, semua pelayannya tercengang, ketakutan terjadi apa-apa dengan nyonyanya.
“mengandalkan nama besarnya?” tanya gwan wong, sambil mendekati Ny yoon
“anda mungkin bisa mencuri gelar sebagai pemilik penginapan. Tapi, anda tak akan pernah bisa
mencuri Penginapan Seribu tahun secara menyeluruh. Darah kebencian keluarga kami akan tetap ada di sini, dan menghancurkanmu! Anda akan menangis darah melebihi tangisanmu pada orang lain. Anda akan mengalami penderitaan besar melebihi jeritan siapapun yang pernah kau dengar.” Kata Ny yoon sengit, menyulut amarah gwan wong
“tutup mulutmu!” teriak gwan wong, sambil menarik pedang milik pengawalnya, mengacungkan pedang keleher Ny yoon, semua orang berteriak terkejut, mencemaskan nyonya, tapi Ny yoon tak gentar,
“Kau memperoleh kekuasaan melalui darah-darah yang tak berdosa. Kau pikir kau bisa membersihkan keturunanmu yang kotor dan rendah dengan melakukan ini? Meskipun kau mencuri semua kekuatan ini dunia ini..kau tak akan pernah bisa merubah darahmu yang kotor.. Dasar pria rendahan dan menyedihkan!” Ny yoon terus menyumpahi gwan wong,
“kubilang tutup mulutmu..!” teriak gwan wong, Ny yoon malah menarik pedang yang menjulur kelehernya dan menusuk perutnya sendiri, semua orang semakin syok, begitu juga gwan wong dan kepala polisi. Tangannya Ny yoon berlumuran darah, ia menatap tajam gwan wong “jo gwan wong, kau..ini akan jadi kuburanmu” ucap ny yoon, gwan wong terbakar amarah ia tak tahan lagi, ia lalu menarik pedangnya dan menebas dada Ny yoon, semuanya semakin histeris melihatnya. 
Ny yoon jatuh ketanah, para pelayan segera menolong nyonyanya. Gwan wong merasa puas, ia lalu mengembalikan pedang kepengawalnya. Gwan wong lalu pergi meninggalkan tempat diikuti para pengawal, dan kepala polisi yang terlihat tidak enak, semua pelayan lalu mengrubuti ny yoon sambil menangis. Tangan ny yoon mencengkeram roknya yang penuh darah, menahan sakit dan amarah, pandangan mulai melemah ia teringat anak-anaknya, ia memanggil tae seo, terlihat tae seo masig berbaring ditempat tidur. Ia lalu memanggil chung jo, terlihat chung jo sedang duduk dikamar berada dirumah gisaeng. Perlahan mata ny yoon tertutup, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Pelayan choi juga pelayannya chung jo, teriak histeris, diikuti pelayan lainnya.
 Gwan wong, masuk keruangan yang dulunya milik tuan park. Kepala polisi bermulut manis, mempersilahkan gwan wong menempati dengan nyaman, ia juga  berkata kalau tempat itu khusus disiapkan untuk gwan wong, yang masih kesal dia tersinggung apa maksud kepala polisi menyindirnya, kepala polisi ketakutan dan meralat perkataanya. Gwan wong masih memikirkan arti perkataan Ny yoon, kenapa ia tak bisa memiliki keseluruhan penginapan, apa ada rahasia dalam penginapan ini tanyanya, yang langsung disangkal kepal polisi. Dan kita bisa melihat dibelakang gwan wong, tembok rahasia masih utuh beserta isinya.

Kita lihat juga sketsa kapal perang, yang sedang dipandangi Lee soon shin, yang hanya bisa memandang penuh harap. Kembali ke gua, yeo wol terkejut mendengar erangan kang chi, ia beranjak akan masuk tapi ditahan so jung yang sedang memperbaiki gelang kang chi. Yeo wol bertanya apa yang terjadi, so jung menjelaskan kangchi sedang berkelahi, yeo wol heran, so jung berkata lagi, kalau kang chi sedang berkelahi dengan dirinya sendiri, antara monster yang ada dalam diri kang chi dengan manusia kang chi. Dia menyuruh yeo wol tidak ikut campur, biarkan kang chi berusaha sendiri karena itu nasibnya, nasibnya yang menetukan ia bisa menerima atau menolak tubuh monster yang ada dalam dirinya. Yeo wol bertanya seberapa tahu so jung mengenai  nasib manusia, so jung menjawab ia tahu dan ia kembali mengingatkan yeo wol tak perlu menunjukan kasih sayang kepada kang chi, yeo wol menyangkal dan mengtakan kalau kang chi sudah memilik seorang gadis yang ia sukai. So jung menatap yeo wol dan seperti paham perasaan yeo wol, ia lalu meminta yeo wol tak ikut campur dan memintanya pergi.

Didalam gua, kang chi mengerang kesakitan, sambil memegangi lengan dan tubuhnya, ia berguling kesana-kemari menahan sakit. Ia memegangi kepalanya yang penuh kebencian dan kenangan yang menyakitkan tentang kematian tuan park. Ia juga mengingat chung jo yang ketakutan di kurungan, dan terakhir ua mengingat tatapan gwan wong, kepalanya semakin sakit. Dia berteriak meminta tolong, “siapaun tolong selamatkan aku, sakit sekali, aku seperti mau mati” teriaknya
“kang chi” namanya dipanggil, kang chi tertegun, dan bertahan dari rasa sakit, ternyata yang berbicara itu yeo wol dari luar gua
“kumohon, bertahanlah, kau adalah choi kang chi, jangan lupa namamu” kata yeo wol, tapi sesaat ia teringat chung jo lagi yang meminta tolong, ia juga ingat tatapan gwan wong, hal itu membuat emosinya bergejolak lagi, dia memegangi perutnya yang sakit, dan berteriak
“aku ingin membunuh..aku ingin membunuh semua orang!” teriaknya sambil meraung, diluar yeo wol kaget mendengarnya, so jung juga ia cemas dan meminta yeo wol segera pergi, yeo wol bertanya apa yang terjadi, bagaimana kang chi yeo wol cemas. So jung berkata kang chi kalah, dan terdengar auman kang chi lagi, yeo wol tertegun ketakutan, ia segera mengambil panahnya dan pergi lari dari tempat itu.

Ditempat dam pyung jon, gon menghadap, dan melaporkan kalau dia belum menemukan yeo wol. Dam pyung jon mengehla nafas, dia mengkhawatirkan putrinya, kemana dana pa saja yang dilakukannya selama 3 hari terakhir. Gon merasa bersalah, ia meminta maaf karena tak selalu mendampinginya. Dan saat itu, seorang anak buah dam pyung jon berteriak, menunjuk ke gerbang, kedunya menoleh dan melihat yeo wol yang terhuyung-huyung memegangi pagar. Gon berlari kearahnya, begitu juga dam pyung jon dan seorang anak buah. Gon bertanya apa yang terjadi, juga apa yeo wol terluka, tapi yeo wol masih mengatur nafasnya yang terengah-engah. Dam pyung jon bertanya kenapa yeo wol pergi tanpa mengatakan apapun. Tapi yang keluar dari mulut yeo wol hanya kata tolong, membuat semuanya heran. Setelah agak tenang, yeo wol meminta bantuan ayahnya untuk mengehntikan kang chi karena ia dalam bahaya, ayahnya menghela nafas lagi.
Di gua, so jung menahan kang chi dengan tongkatnya, tapi sia-sia tenaga kang chi yang sudah menjadi monster lebih kuat, ia berhasil mencengkeram leher so jung dan menyingkirkannya, sampai so jung jatuh tersungkur ketanah.

Di chunhwagwan, wol san gisaeng yang bersama gwan wong, datang kekamar chung jo, dan memintanya mengikutinya. Perlahan chung jo berjalan keluar mengikuti wol san. Diluar ia melihat para gisaeng beraksi dengan pria-pria hidung belang, chung jo merasa jijik melihat semua itu. Wol san melirik dan memintanya terus mengikuti arah jalannya. Dikejauhan kepala pelayan melihatnya.
Sampai sebuah kamar, wol san membuka pintu tersebut dan terlihatlah siapa yang ada didalam, jo gwan wong menatap kearah keduanya. Chung jo tertegun melihatnya, dia langsung menatapnya dengan penuh kemarahan.


Sedangkan kang chi sudah berada ditengah-tengah perkotaan, ia melihat selembaran gambarnya, dengan kesal ia merobek kertas-kertas itu. Dia melanjutkan langkahnya tetapi dihalangi gon. Kang chi menyuruh gon minggir, gon menjawab sebenarnya ia juga tak ingin menghadapi kang chi, tapi ini perintah gurunya, kang chi pergi melewati gon, tetapi gon mengeluarkan pedangnya dan berkelahi dengan kang chi, ia berhasil menyabet lengan kang chi, ia tersenyum meremehkan tapi senyum itu lenyap saat melihat luka itu langsung sembuh. Dan kang chi melompat kearahnya dan mereka bertarung. So jung sampai ditempat mereka bertarung, ia mengeluarkan gelang yang sudah selesai diperbaiki, ia menggenggamnya penuh keyakinan.

Datang tiga pasukan tambahan dari dam pyung jon, mengikat tangan kang chi dengan tali, tapi itu sia-sia kang chi berhasil melepaskan diri dan menjatuhkan mereka, gon juga tak berdaya, ia hampir dicabik kang chi, tapi so jung meneriaki kang chi, hingga ia menoleh dan kang chi segera melempar gelang itu yang langsung melingkat dilengan kang chi, kekuatan kang chi menurun, dan tubuhnya kembali normal, gon menggunakan kesempatan itu untuk melumpuhkan kang chi. Kang chi terjatuh ia mencoba melepaskan gelangnya, so jung mendekat dan mengancam kang chi, jika ia melepaskan gelang itu, maka selamanya ia tak bisa kembali seperti semula. Kang chi mengurungkan niatnya melepas gelang iu, saat sudah tenang, yeo wol muncul dan menatap kang chi yang menoleh kepadanya, dam pyung jon juga muncul dan menatap kang chi tajam.

Di chunhwagwan, kepala pelayan melapor ke ketuan chun apa yang dilihatnya walau agak ragu kamar siapa yang mereka tuju, tapi ketua chun merasa yakin, ia sedikit cemas. Dutempat chungjo, ia masih berdiri terpaku menatap gwan wong, wol san merasa tidak enak, ia memarahi cnung jo dan memintanya masuk, tapi chung jo tidak bergeming. Gwan wong berkata tidak apa-apa, ia senang walau hanya melihatnya dari sana, chung jo semakin terbakar marah, dia meminta kembali kekamarnya tapi wol san marah dan malah menamparnya. Ia memarahi chung jo habis-habisan, chung jo manatap sinis ke wol san, membuatnya semakin kesal, dan akan menampar chung jo lagi, tapi ketua chun segera datang menghentikan.

Ketua chun bertanya kenapa gisaeng yang belum terlatih bisa ada disini, wol san kebingungan menjawab. Dan gwan wong yang menjawab kalau mungkin ia tersesat, dan menyalahkan ketua chun yang tak bisa mengawasi gisaeng baru.Ketua chun meminta kepala pelayan membawa chung jo pergi, ia menunduk meminta maaf ke gwan wong. Gwan wong menambahi lagi, dan mengatakan kalau ketua chun sudah semakin tua, hal itu membuat wol san tersenyum senang, sepertinya wol san tidak menyukai ketua chun. Gwan wong mengingatkan ketua chun tentang seo hwa, yang mirip dengan chung jo, dia memperingatkan ketuan chun agar kali ini ia tak membuat kesalahan lagi. 
Sampai kamarnya, chung jo memerams roknya menahan amarah, ia kesal karena hanya bisa menahan marah tanpa bisa berbuat apa-apa.

Ditempat kang chi, ia diikat dan dipaksa berlutut, yeo wol menenangkan kang chi yang berontak mengapa ia diikat seperti penjahat, yeo wol mengatakan kalau mereka membantunya. Kang chi tak peduli, dia terus meminta mereka melepas ikatannya. Dam pyung jon menghela nafas, gon bertanya apa yang mereka lakukan, dam pyung jo terdiam lalu berkata untuk membawa kang chi ke pemerintah, semua orang kaget mendengarnya. Yeo wol langsung protes, kenapa ayahnya melakukannya, padahal ia sudha berjanji akan membantu kang chi, ayahnya berkata itulah caranya membantu karena hal itu yang diinginkan jenderal Lee soon shin, mendengar itu yeo wol sedikit tenang.

Keesokan harinya, warga berbondong-bondong pergi kekantor polisi, melihat kang chi. Disana juga ada yeo wol dan gon. Para polisi mengelilinginya, kepala polisi bertindak sebagai penanya yang sebenarnya perintah gwan wong yang seperti biasa berada dibalik layar.

"apa kau sadar apa kejahatanmu?" tanya kepala polisi
"tidak, aku tidak tahu, kejahatan apa maksudmu?" jawab kang chi
"dasar.. apa kau benar-benar tidak tahu apa yang kau lakukan?" tanyanya lagi
"tidak, itulah sebabnya aku bertanya, apa kejahatanku?" jawab kang chi
"kau membunuh Tuan Park Moo Sol, pemilik penginapan seribu tahun. kau juga datang ke penjara dan membebaskan putra penjahat. Selain itu kau membunuh pengawal kami. Untuk kejahatan seperti ini, kau pantas dihukum mati" jelas kepala polisi

para warga yang menonton saling berbisik mendengarnya

"dihukum mati? Baiklah aku dengan senang hati akan menyerahkan nyawaku, tapi aku takkan semudah itu menyerahkan nyawaku. Ijinkan aku membunuh seorang lagi" kata kang chi dengan tatapan tajam
"apa?" tanya kepala polisi, semua kaget mendengarnya
"orang yang menjebak Tuan park sebagai pengkhianat dan menghancurkan keluarganya, dan juga mengambil alih penginapan seribu tahun. Jo gwan wong! dialah orangnya!" teriak kang chi

kepala polisi mendelik mendengarnya, ia ketakutan dan melirik kearah gwan wong, ia lalu mengambil keputusan untuk segera mengeksekusi kang chi ditempat, ia memerintahkan anak buahnya untuk segera memanggil eksekutor. Yeo wol yang mendengarnya refleks akan maju, tapi ditahan gon. Yeo wol cemas karena mereka akan membunuh kang chi, tapi gon tetap menahan yeo wol.

"kau bilang akan memberikan sesuatu yang lebih berharga dibanding nyawamu?" kata gwan wong keluar dari tempatnya, melihatnya membuat kang chi langsung berlari kearahnya, para polisi segera menahan kang chi.
"jadi, apa hal yang berharga dibanding nyawamu sendiri?" tanyanya lagi sembari mendekati kang chi
"keinginanku untuk membunuhmu?" jawan kang chi sengit


"keinginanmu.. menyentuh sekali?" kata gwan wong sambil tersenyum meremehkan, "hanya itu saja...apa itu sebabnya kau sangat lucu bagiku, atau..ada sesuatu yang lain bagimu?" tanyanya sambil melirik ke gelang kang chi, ia menggunakan kipasnya untuk menyentuh gelang kang chi.
"aku akan memberi satu kesempatan untukmu, bekerjalah untukku, makan aku akan menyelematkan nyawamu" ujar gwan wong lagi, membuat kang chi semakin emosi

"omong kosong macam apa ini?" teriak kang chi
"jika kau berjanji, setia padaku, aku akan membuatmu kaya?" pancing gwan wong
"Siapa yang mau kekayaan kotor seperti itu,aku tka butuh apapun selain nyawamu" jawab kang chi
"sayang sekali...tunggu apa lag, lakukan eksekusinya!" perintah gwan wong

Mendengar hal itu yeo wol gelisah, kang chi memegangi gelangnyna ia ingin melepas gelang itu dan segera membunuh gwan wong, tpai ia teringat ucapan so jung, jika ia melepasnya maka ia tak akan bisa kembali seperti semula, saat-saat genting tersebut, tiba-tiba muncul Lee soon shin "Hentikan!" teriaknya, semua menoleh, yeo wol terlihat lega melihatnya. Ia perlahan berjalan mendekat.

"siapa kau?" tanya gwan wong
"aku jenderal Lee soon shin" jawab lee soon shin, kepala polisi memperhatikannya dan buru-buru mendekat
"kenapa anda kesini?" tanya kepala polisi sopan
"kudengar anak buahku ditangkap disini, jadi aku segera kesini" jawabnya tenang
"apa? anak buah anda? siapa dia?" kepala polisi kebingungan
"namanya choi kang chi, anak itu ada disini" jawab lee soon shin, semua orang terkejut lagi, begitu juga kang chi ia menoleh ke lee soon shin, begitu juga lee soon shin melihat kang chi seraya berkata
"bagaimana kabarmu kang chi? aku kesini untuk membebaskanmu" kata lee soon shin lagi.

Selanjutnya: Gu Family Book Ep.8

No comments:

Post a Comment