Thursday, May 2, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 5

Sebelumnya: Gu Family Book Ep.4

Gwan wong bermain catur dengan seorang wanita, dengan pikiran licik. Dia mengatakan permainanan segera dimulai, wanita itu tak mengerti. Yeo wol dan kang chi bersiap melawan ninja ilusi. Tuan park masih dipaksa bercerita mengenai kang chi dan gelangnya.

Episode 5
Yeo wol dan kang chi bertarung melawan ninja-ninja ilusi yang bila ditebas mereka menjadi gumpalan asap hitam, kang chi heran dia lengah dan lenganya terkena pedang. Yeo wol memberi tahu walau mereka hanya ilusi tapi tetap saja bisa melukainya, jadi kang chi harus berhati-hati.
Tuan park terus ditanya mengenai kang chi, pengawal tuan park datang tepat waktu dan menghadang ninja tersebut, akhirnya mereka melawan seorang ninja itu sampia keluar ruangan tuan park.
Yeo wol dan kang chi kelelahan karena mereka tidak habis-habis, merek berdua tersudut, yeo wol menerangkan sebenarnya mereka hanya melawan satu orang saja, dan mereka harus bisa menemukannya.

Pertarungan berlanjut begitu juga ditempat para pengawal tuan park, yeo wol juga terluka di lengan atasnya terkena pedang. Kang chi mengamati semua ninja tersebut mencari yang asli. Saat itu ditempat tuan park, ketua pengawal berhasil menusukan pedang ke leher ninja, hal tersebut juga terjadi di tempat kang chi dan yeo wol, seorang ninja mengarahkan pedangnya ke yeo wol, tapi kang chi segera menahan pedang itu menggunakan sikunya, yeo wol hanya bisa menatap dan dia ingat kejadian waktu kecil.
#flashback
Yeo wol kecil, tersudut dikejar seekor serigala. Dia ketakutan, datang kang chi yang berkata akan melindunginya jadi yeo wol tak perlu takut. Kang chi perlahan mendekati yeo wol begitu juga serigal yang siap menggigit, yeo wol menjerit ket kutan sembari menutup mata. Tapi kang chi sudah menghalanginya dengan tangannya yang digigit serigala, yeo wol hanya memandanginya keheranan. Dia melihat lengan kang chi yang berdarah kena gigitan serigala.
#Endflash

“choi kang chi” panggil yeo wol
Kang chi berteriak lalu memegangi pedang yang menusuknya gelangnya bersinar lagi, sepertinya dia tahu itu yang asli, ia lalu menendanya hingga terpental. Dan ninja ilusi lainnya menghilang, begitu juga ditempat tuan park ninja itu menghilang, tapi menggunakan asap untuk kabur. (wkk, kayak anime ninja jepang).

“jangan cemas, tak apa” kata kang chi menenangkan yeo wol, yeo wol ingat perkataan kang chi waktu kecil sama persis. Yeo wol marah “apa kau punya dua nyawa ha?” tanyanya yeo wol kesal karena kang chi bertindak bodoh, dan bisa membahayakan nyawanya sendiri, kang chi heran mereka malah adu mulut, kang chi meminta yeo wol cukup berterimakasih karena telah menyelamatkan nyawanya, yeo wol tak meminta kang chi menyelamatkannya,yeo wol juga memukul kepala kang chi, yeo wol melanjutkan perkataanya kalau dia tak butuh diselamatkan kang chi karena dia tak lemah ataupun tak berdaya, ia lalu pergi meninggalkan kang chi yang keheranan sekaligus merasakan tangannya sakit.


Yeo wol berjalan pergi, sampai didekat pohon sakura dia menenangkan diri, dan kembali mengingat masa kecilnya.

#Flashback
Kang chi kecil yang lengannya digigit serigala, mencoba menaklukan si serigala. Yeo wol kecil terus berteriak ketakutan, kang chi menyuruhnya diam. Lama- kelamaan kang chi berhasil menenangkan si serigala dan memebelai kepalanya. Serigala itu akhirnya melepaskan gigitanya, yeo wol tecengang. Dengan tersenyum kang chi menyuruh serigala kembali ke kelompoknya.
 “kau baik-baik saja?” tanya kang chi sambil cengengesan
Yeo wol sudah sangat ketakutan dan mencemaskan lengan kang chi yang berdarah
“jangan cemas, tak apa” kata kang chi menenangkan, eh yeo wol malah menangis. Kang chi keheranan, ia lalu mengambil air untuk yeo wol, menggunakan daun. Setelah minum, yeo wol tenang.
“apa tak sakit?” tanya yeo wol “tenang, ini tak sakit” jawab kang chi sambil menggerakan tangannya, tetapi dia segera meringis kesakitan. Kang chi segera tersenyum dan mengatakan baik-baik saja.
“aku baik-baik saja, o ya, kau tinggal dimana? Aku belum pernah melihatmu?” tanya kang chi
“aku menginap di penginapan seribu tahun” jawab yeo wol
“oh, berarti kau tamu di penginapan kami?” kata kang chi
“kau tinggal disana?” tanya yeo wol
“iya, tapi sepanjang hari aku suka  bermain di hutan” jawab kang chi
“hutan? Kau tak takut?” tanya yeo wol heran
“tak ada yang perlu aku takuti dihutan, kata ayahku hal yang harus ditakuti adalah manusia, tapi aku juga tak takut manusia, jadi kesimpulannya tak ada satupun yang aku takuti didunia ini” jawab kang chi menyombongkan diri, saat itu seekor lab-lab turun dihadapan mereka, kang chi melihat itu langsung menjerit dan bergegas berdiri, yeo wol yang keheranan malah mengambil laba-laba itu
“hei, apa yang kau lakukan?” tanya kang chi
“ini laba-laba, kenapa?” tanya balik yeo wol sambil menunjukan ke kang chi, yang langsung lari kearah pohon, sampai kepalanya terkena pohon, yeo wol tersenyum melihatnya
“kupikir, tak ada satupun hal yang kau takuti?” ejek yeo wol
“siapa bilang takut, aku tidak takut sama sekali” elak kang chi
“benarkah? Lihat ada laba-laba?” tunjuk yeo wol jahil, kang chi langsung heboh dan mengindari pohon dan terjatuh menubruk yeo wol, sehingga keduanya jatuh bersama wajah mereka berdekatan. 
 Sesaat kemudian kang chi berdiri, dan duduk begitu juga yeo wol yang tersenyum.
“kau takut pada banyak hal?” ejek yeo wol
“jangan bilang siapa-siapa ya” ancam kang chi
“emangnya kenapa? Kau akan apa?” tantang yeo wol
“aku akan... aku akan menikahimu” jawab kang chi *wkk. Lalu keduanya tersenyum malu-malu.
 #Endflash

Kembali ke yeo wol, yang kesal mengingat hal itu. Ia lalu menendangi pohon sakura meluapkan perasaanya. Gon datang heran melihatnya nonanya marah-marah sendiri. Yeo wol kaget, dia akan pergi, tapi ditahan gon, yang kaget melihat luka dilengan yeo wol, sepertinya dia tak tahu apa yang terjadi. Yeo wol lalu menjelaskan apa yang terjadi, dengan sedikit sedih yeo wol juga menceritakan kang chi menyelamatkannya, dan gon terlihat tidak suka mendengar itu.

Dikamar chung jo, pelayannya memberi tahu apa yang terjadi. Chung jo kaget mendengar kang chi terluka, dia mencemaskan keadaan kang chi tapi pelayannya tidak tahu seberapa parah luka kang chi. 
Sedangkan kang chi sedang berteriak-teriak kesakitan, lengannya yang terluka sedang diobati oleh ayah angkatnya,ada beberapa pelayan lain yang melihat. Ayahnya marah, kenapa kang chi tidak minta tolong malah melawannya sendirian, kang chi menjelaskan kalau dia tak sendirian tapi bersama seseorang, tapi ia tidak tahu siapa namanya. Saat itu datang gon memberitahu nama yaitu “tuan dam”, kang chi mengiyakan dan menoleh heran kenapa gon ada disini.

Gon memberikan obat dari yeo wol, obat itu cepat untuk menyembuhkan luka. Kang chi heran, kenapa yeo wol memberikan dia obat padahal dia tadi marah-marah, dia berfikir apa dia juga mengkhawatirkan dirinya, kang chi tersenyum karena dam seperti seorang gadis memberinya obat. Gon kesal mendengar itu dan akan mengambil kembali obat itu, tapi dicegah kang chi. Kang chi dengan mimik setengah meremehkan dia mengucapkan terima kasih.

Gon yang keburu kesal, langsung masuk kekamar yeo wol begitu saja. Dia kaget karena yeo wol membuka bajunya dan sedang mengoleskan obat dilengannya yang terluka. Gon langsung membalikan badan tak berani melihat, sedangkan yeo wol cuek saja. Yeo wol bertanya apa gon sudah memberikan obatnya dan juga memberitahu penggunaanya, gon hanya menjawab iya dan akan pergi, tapi yeo wol menahannya dengan bertanya apa gon juga menyampaikan ucapan terimakasihnya. Gon mengiyakannya dengan agak sulit, sepertinya tidak seperti itu. Yeo wol bertanya lagi apa jawaban kang chi, gon berfikir.
Dan hal yang sebenarnya terjadi, gon tidak mengucapkan terimakasih melainkan, perkataan yang mengutuk kang chi, dan hal itu menyulut amarah kang chi dan akan melawan gon, ayah kang chi dan para pelayan mencoba menenangkan kang chi.
Yeo wol heran, gon diam saja dia mengulang pertanyaanya, gon kaget dan menjawab kang chi tak bilang apa-apa. Yeo wol kesal, dia mengatai-ngatai kang chi. Gon lalu keluar kamar, dia menoleh sebentar lalu pergi. *wkk kenapa kau berbohong gon

Tuan park, memanggil ketua pengawal juga tae seo, ia menanyakan apa yang terjadi. Ketua pengawal menjelaskan, kalau dia tak berhasil menangkap orang yang mengancam tuan park, tapi kang chi berhasil menangkap seorang lain, tuan park kaget dia berfikir sesuatu.

Tuan park bertanya siapa yang mengirim mereka, sebelum itu kang chi dan para pengawal sudah mengintrogasi ninja yang berhasil ditangkap, walau dia tak mau buka mulut, tapi kang chi ingat kalau orang itu salah satu dari pengawal jo gwan wong.

Tuan park terkejut, pengawal gwan wong bisa menggunakan ilusi. Tae seo kesal, dan meminta ayahnya melakukan sesuatu untuk mencari tahu rencana gwan wong agar mereka bisa menangkap gwan wong. Tuan park diam saja mendengar perkataan tae seo, pengawalnya melanjutkan laporan, kalau pada saat itu ada seorang pertapa yang mengunjunginya, pertapa itu bernama so jung, tuan park kaget lagi.

Malam itu sojung menghampiri pengawal dan meminta melihat keadaan tuan park. Pengawal bertanya apa tuan park mengenalnya, tae seo juga terlihat heran. Tuan park ingat waktunya tinggal 10 hari lagi, ia diam memikirkan semua ini.

So jung diluar, menatap langit, bulan hampir purnama. Dia berkata sendiri, tak banyak waktu yang tersisa untuk kang chi, sambil mengehel nafas.
Kang chi sepertinya banyak pikiran, dia duduk diluar sendirian, sesaat dia mengeluarkan obat dari bajunya dan memandanginya dia tersenyum. Saat itu chung jo datang dengan cemas, dia mendekati kang chi dan meraih lengan kang chi yang terluka.

Kang chi berkata tak apa-apa, tapi chung jo tak percaya, dia malah membuka perban dilengan kang chi untuk melihat luka kang chi yang menurutnya parah,dia membulatkan matanya kaget. Chung jo meminta kang chi pergi ke tabib, kang chi menolak dengan alasan ayahnya sudah mengobati lukanya. Chung jo marah-marah kenapa kang chi selalu bersikap baik-baik saja, kang chi tersenyum mendengarnya dia menunjuk dahi chung jo.
Kang chi lalu berkata, hanya melihat chung jo saja dia sudah merasa baik, chung jo yang mendengarnya, tiba-tiba memeluk kang chi erat. Kang chi terhenyak sesaat sebelum akhirnya dia membalas pelukan chung jo. Dan trala, yeo wol melihatnya dari jauh, dia merasa sesuatu dan bergegas berpaling tak mau melihat mereka.

Pagi hari, Dam pyung jon mendapat surat dari seekor merpati, isinya mengenai kekuatan ghaib anak buah bi joo. Di tempat gwan wong, tae seo sudah ada disana dengan kesal *iuh ni anak gegabah, ga tau siapa yang dihadapi. Tae seo menanyakan mengenai anak buahnya yang dikirm untuk membunuh tuan park, jelas gwan wong menyangkal. Tae seo tak mau tahu, dia meminta gwan wong datang menjelaskan juga minta maaf ke tuan park, gwan wong semakin kesal merasa diremehkan juga rencananya gagal.

Dirumah Tuan park, semua orang sedang bersiap-siap menyambut mahar untuk pernikahan chung jo. Pelayan choi memasang hiasan dipintu depan rumah, pelayan lain sibuk menyiapkan makanan yang diawasi langsung Ny Yoon, pelayan chung jo sedang menyiapkan kue untuk nonanya, tapi dia malah memakan sebuah sebelum menyerahkannya.

Sedangkan chung jo terlihat tidak enak hati, pelayannya ketakutan, chung jo memintanya ditinggal sendirian pelayannya mengerti dan pergi. Chung jo mengingat kejadian semalam, saat dia memluk kang chi, dia mengutarakn semua yang dia rasa, dia ingin mati seperti itu bersama kang chi, atau menghilang seperti debu. Kang chi sedih mendengar pernyataan chung jo.

Kang chi lalu melepas pelukan, dan meminta chung jo mengatakan apa yang dia inginkan, kang chi akan melakukan. Chung jo menjawab, apa kang chi berani mengkhianati ayahnya, juga kakaknya. Kang chi berdiam diri, chung jo meminta kang chi melupakannya saja, karena ia tahu kang chi tak sanggup melakukan hal itu. Kang chi terdiam, chung jo meyakinkan diri, kalau dia hanya bimbang menjelang hari pernikahannya, ia lalu pergi meninggalkan kang chi.

Kang chi juga sedang murung, mengingat kejadian semalam, ia menghela nafas. So jung mendengar itu dan mendekati kang chi, so jung duduk disamping kang chi yang keheranan dan bertanya siapa dia. So jung menjawab kalau dia tamu dipenginapan, dan beralasan ingin mencoba makanan di penginapan yang terkenal enak, so jung juga bertanya apa kang chi pegawai di penginapan, kang chi mengangguk.

So jung memperhatikan gelang kang chi, sedangkan kang chi kelihatan tak nyaman dia menutupi gelang dengan tangannya dan beranjak akan pergi.
“kurang 10 hari lagi” kata so jung, kang chi menoleh heran
“sampai umurmu 20 tahun, sejak kau tinggal disini, apa ya kurang 10 hari” lanjut so jung
“sebenarnya kurang 11 hari lagi tepatnya” jawab kang chi bingung, so jung teringat wol ryung yang juga mengatakan hal yang sama.
“tapi, bagaimana anda tahu? Apa anda mengenalku?” tanya kang chi
“jangan tinggal dipenginapan malam ini” kata so jung
“apa?” kang chi tak mengerti
“saat banyak hal yang akan berakhir, ada saja hal yang mengganggu. Sama seperti 20 tahun lalu, ada kekuatan yang sama dilangit, semuanya akan berantakan, kekuatan itu menyebabkan kekacauan” terang so jung serius
“apa maksud anda?” kang chi heran
“kau harus pergi dari penginapan sebelum matahari tenggelam, dan jangan kembali sebelum matahri terbit esok hari, apa kau mengerti?” nasehat so jung
“tuan..” tanya kang chi, so jung meraih lengan kang chi yang ada gelangnya
“lakukan saja sesuai perkataanku” kata so jung, lalu pergi meninggalkan kang chi yang terpaku memikirkan perkataan so jung, saat berbalik kang chi kaget karena so jung tak terlihat lagi.

Tae seo baru pulang sepertinya, dia bergegas ke kediaman ayahnya, disana sudah ada para pengawal. Tae seo heran kenapa ayahnya mencarinya, pengawal itu mengatkan ada tamu, tae seo menoleh dan melihat yeo wol dan gon membungkuk memberi hormat.

Semula tae seo tak mengenal, yeo wol tersenyum menyapanya, tae seo segera ingat dia tersenyum dan bergegas menghampiri yeo wol, wajahnya sumringah sekali. Dia menanyakan kedatangan yeo wol yang tiba-tiba, sepertinya mereka saling kenal. Yeo wol juga terlihat akrab menerangkannya, dia juga menjelaskan ayahnya sedang berbincang dengan tuan park sekarang. Lihat wajah gon yang terlihat tidak suka *wkk

Diruangan tuan park, dam pyung jon sedang berbicara dengan tuan park. Mereka berbincang mengenai Jo gwan wong dan anak buahnya yang menggunakan ilmu ghaib, dam pyung jon menjelaskan itu ilmu ninja, ia mengetahui karena beberapa bulan ini dia pergi keluar negeri dan melihat jurus yang sama, tuan park amat terkejut.

Dam pyung jon, menerangkan maksud kedatangannya, dia menjelaskan Gurbenur yang baru diangkat, juga sedang menyelidiki hal yang sama, tuan park tak mengerti. Dam pyung jon menjelaskan lebih dalam, dia sudah meminta bantuan ke pemerintah tapi selalu ditolak, karena itu dia meminta bantuan Tuan park. Tuan park terheran, mengapa meminta bantuan padanya, dam pyung jon meminta tuan park menanyai sendiri. Lalu gurbenur itu masuk dengan seorang pengawal, dam pyung jon memperkenalkan mereka, gurbenur baru itu bernama Lee Soon Shin (*ha, Lee soon shin, Oh baru ngeh aku, ini ya jenderal besar Lee Soon Shin)
Kang chi masih sibuk mencari so jung kesana kesini, dia bertemu seorang pelayan dan bertanya kepadanya, tapi dia juga tak meliihat. Dia bertanya kenapa kang chi mencarinya, kang chi menjawab karena dia tahu sesuatu tentagnya, pelayan itu heran. Tapi kang chi tak meneruskan perkataanya, dia akan pergi tapi ditahan pelayan itu dan mengatakan ada tamu hari ini dipenginapan dengan jabatan tinggi, dia membisikan ke telinga kang chi, yaitu gurbenur. Kang chi heran, kenapa gurbenur datang kesini?

Ditempat Tuan park, gurbenur itu langsung terus terang maksudnya, yaitu dia butuh dana militer. Tuan park kaget, dia bertanya untuk apa dana itu, dam pyung jon heran mendengar jawaban tuan park dan meminta tuan park menghormati sedikit, tuan park beralasan dia seorang pengusaha, jadi dia harus teliti mengenai pengeluaran uangnya.

Gurbenur itu mengerti, ia lalu menjelaskan jika terjadi peperangan, dia butuh kapal perang karena pihak lawan pasti telah memiliki banyak kapal perang. Sebelum pengangkatan gurbenur, militer tidak ada apa-apanya, sepertinya pasukan sudah distel sedimekian, karena itu dia butuh dana lain non pemerintah untuk melindungi bangsa dan lautan dari orang-orang seperti bi joo yang bekerjasama dengan orang asing.
“kapal seperti apa?” tanya tuan park, dam pyung jon menghentikan tuan park dengan alasan itu rahasia milter, gurbenur dan tuan park saling menatap penuh arti, gurbenur itu mengalah dan memerintah pengawal tadi mengeluarkan gulungan kertas.
Ketiganya saling menatap, gurbenur itu perlahan membuka gulungan kertas yang berisi, sketsa gambar kapal perang yang besar dilengkapi meriam dikanan-kiri lambung kapal perang tersebut. Bersamaan dibukanya gulungan kertas itu, seperti ada bayangan nyata mengenai kapal juga para militer menggunakan meriam kapal tersebut. Tuan park tercengang,
“apa anda berniat membangun kapal seperti ini?” tanyanya
“karena itu, aku datang menemuimu?”
“kami sudah memberikan rencana pembangunan kapal ini tapi pemerintah menolak,” sambung dam pyung jon “ini akan menyelamatkan negara dan laut negara” lanjut gubernur, tuan park ternganga, “apa itu sudah cukup menjawab pertanyaanmu?” tanya gubernur.
“tae seo, apa kau diluar?” panggil tuan park, tae seo segera masuk memberi hormat, tuan park meminta semua pintu dan jendela ditutup, tae seo menurut, yeo wol dan gon melihat aneh. Saat itu kang chi datang, dengan wajah meremehkan dia masuk menggoda yeo wol dan gon. Sepertinya yeo wol malas menghadapi, dia tak mau melihat bahkan berbicara langsung dengan kang chi yang terus mengoceh. Yeo wol meminta gon menyampaikan perkataanya, kang chi semakin kesal, dia mendekati yeo wol tapi dihalangi gon, dan akhirnya keduany saling adu mulut dan saling tarik menarik kerah baju. Saat itu datang ketua pengawal melerai keduanya. Oh ya nama ketua pengawal itu Han wo.

Pengawal han wo memperingatkan jika mereka tak berhenti, dia akan menggantung keduanya terbalik dipohon, han wo memanggil pengawal lainnya dan mengurung mereka. Keduanya mengalah dan saling melepaskan diri sesekali melirik, yeo wol hanya melihiati keduanya, juga melihat kearah han wo.

Diruangan tuan park, dam pyung jon dan gurbenur tak mengerti. Tuan park berdiri, tae seo menggulung tirai dibelakang tuan park, terlihat tembok dan ada lukisan. Tae seo lalu membuka lukisan itu, dan dibaliknya terdapat pintu rahasia, saat tae seo membuka pintu angin berhembus dari dalam.keduan tamu itu berdiri keheranan,lalu Tuan park mempersilahkan tamunya masuk, keduanya saling bertatap tak mengerti. Keempat orang itu masuk keruangan rahasia tersebut.

Didalam tuan park menunjukan sebuah peti, dan membukanya terlihat didalamnya terdapat banyak uang, “mulai sekarang semua ini, akan menjadi dana militer anda” kata tuan park mengagetkan kedua orang tamunya. Tuan park memberikan lilin yang dibawanya ke tae seo, yang lalu menyalakan lilin dikeempat sisi ruangan tersebut, sehingga ruangan itu terang dan memperlihatkan jejeran peti-peti yang sama, kedua orang itu ternganga, tuan park mempersilahkan uangnya untuk mendanai militer dan semua orang membungkuk ke gurbenur itu.

Gwan wong mendapat laporan dari pengawal setianya, mengenai kegiatan gurbenur yang menemui Tuan park, gwan wong berfikir dia harus memulai rencananya.

Gwan wong pergi ke kepolisian, kepala polisi menyambutnya, gwan wong melaporkan seorang anak buahnya hilang, kepala polisi bertanya dimana dia bisa bantu mencari, gwan wong menceritakan tentang pengkhianatan beberapa puluh tahun lalu yang menyebabkan kekacauan negeri, dan sampai sekarang sepertinya pelakunya masih melakukan secara diam-diam, karena itu dia mengutus seorang anak buahnya untuk menyelidiki suatu tempat.

Kepala polisi itu bertanya dimana tempat itu, gwan wong menjawab ‘penginapan seribu tahun’ kepala polisi kaget medengarnya *huft, ini orang lidahnya terbuat dari apa pintar banget muter balikan fakta.

Dirumah tuan park, sepertinya si pembawa mahar sudah mendekati rumah mereka. Pelayan mempersiapkan tempat untuk meletakan mahar tersebut, seperti dari sebuah bejana bundar yang ditutup kain merah atasnya. Ny Yoon memerintahkan pelayan choi, memanggil tuan park segera. Dia juga meminta pelayannya juga pelayan chung jo menyambut mereka diluar.

Ditempat tuan park, sepertinya mereka sudah selesai, mereka berpamitan. Kubu tuan park dengan tae seo, kang chi dan para pengawal, sedangkan kubu gubernur, dam pyung jon, yeo wol, gon dan pengawal, mereka saling membungkuk memberi hormat.

Gubernur melihat kang chi dia mengingat kejadian dipasar waktu itu. Gurbenur bertanya apa dia putra tuan park, tuan park mebenarkan, semuanya kaget. Tuan park menjelaskan dia sudah menganggap anaknya sendiri setelah dia dibuang, tuan park juga menjelaskan selain gigih dan bertanggung jawab, dia juga baik hati. Tuan park meminta jika ada kesempatan dia ingin kang chi suatu saat menjadi anak buah gurbenur. Tapi kang chi langsung menolaknya *wkk. 
Dia beralasan hanya tuan park dan penginapan kang chi mengabdi, tuan park sampai tak enak hati ke gubernur, tetapi mereka mengerti. Gubernur menanyakan nama kang chi, kang chi memperkenalkan diri sebagai putera pelayan choi, choi kang chi.
Pelayan choi datang memberi tahu tuan park mengenai mahar, gurbenur baru tahu kalau tuan park sedang ada acara. Gurbenur memberi selamat dan doa semoga sukses, tuan park berterima kasih, lalu mereka berpamitan.
Dijalan, dam pyung jon diantar yeo wol dan gon. Dam pyung jon bertanya mengenai kang chi, yeo wol menjelaskan kang chi itu anak yang selalu merasa hebat, tapi dia segera meralat kalau kang chi bukan anak nakal, dan hatinya juga baik, ayahnya tersenyum dan bertanya apa yeo wol dekat dengan kang chi yang langsung dielak yeo wol, gon tersenyum saja mendengarnya.

Yeo wol heran kenapa ayahnya bertanya mengenai hal itu, ayahnya menjawab hanya ada suatu hal yang mengganggunya, keduanya heran. Dam pyung joon lalu meminta mereka berdua untuk tinggal disini dan berhati-hati, dia menepuk pundak yeo wol, lalu pergi dikuti gon sampai diluar penginapan.

Selepas ayah dan gon, yeo wol keheranan dengan dirinya sendiri kenapa dia bisa berbicara seperti itu ke ayahnya. Diluar dam pyung jon meminta gon mengawasi kang chi, jika ada sesuatu hal mencurigakan dia harus memberitahunya, yang diiyakan oleh gon.

Di kepolisian, kepala polisi mengumpulkan anak buahnya, siap memberi perintah. Rombongan pembawa mahar sudah tiba, didepan rumah, dia disambut pelayan Ny Yoon juga pelayan chung jo dengan penuh kegembiraan. Kang chi melihatnya dengan sedih, begitu juga chung jo yang tidak senang, dia menutup telinganya.

Acara dimulai, kedua belah pihak berhadapan, rombongan mahar menyerahkan barang bawaannya diatas bejana yang ditutup kain merah tadi, tiba-tiba meja itu rubuh, mengagetkan semua orang *pertanda buruk. saat itu pasukan polisi masuk, menambah kekagetan mereka.
Kepala polisi, memerintahkan anak buahnya mencari orang jo gwan wong yang hilang sekaligus bukti pemberontakan, tuan park juga tae seo terkejut mendengar hal itu, begitu juga Ny Yoon yang tak mengerti apa-apa ia bertanya ke suaminya. Tuan park akan menjelaskan semuanya, ketika seorang pasukan menemukan orangnya gwan wong.
pelayan choi mencari kang chi, dia lalu mengajak kang chi segera ke tempat tuan park ada masalah disana. kang chi lalu mengikuti ayahnya tetapi, dia mendengar suara so jung memanggilnya, dia berhenti dan menoleh tetapi tak ada siapa-siapa disana. Pelayan choi heran, dia meminta kang chi cepat, kang chi mengingat perkataan so jung dia menoleh ke langit yang mulai senja. Di luar, so jung melihat ke arah penginapan dengan cemas.
Para pasukan polisi, menggeledah semua ruangan tuan park, mereka mengobrak-abrik seluruh isi ruangan, untungnya mereka tidak mengetahui ada kamar rahasia dibalik dinding. Tapi mereka menemukan surat dengan tanda anak panah, surat yang dikirim dam pyung jon. Saat itu gwan wong, sampai dipenginapan, kepala polisi langsung bertanya apa benar itu orangnya, gwan wong membenarkan dia orangnya yang dia kirim untuk menyelidiki kawanan pemberontak *huah, gregetan ma ni orang.
"bohong, dia pembunuh yang kau kirim, untuk membunuh ayahku" tae seo kesal
"pembunuh, apalagi ini?" kepala polisi bingung
"aku ingin bertanya sesuatu, jika ia pembunuh mengapa kalian tak melaporkan kepihak berwajib?" balik gwan wong, "apa?" tae seo kaget
"kau berusaha menyembunyikan sesuatu, jadi kau terus mengurungnya" lanjut gwan wong
"dengarkan dulu.." tae seo kalah bicara, "tae seo, hentikan.." cegah Tuan park
"apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan?" tanya tuan park
"Aku menyingkirkan pemberontak untuk membantu Raja" jawab gwan wong *hadewh
"Aku bertanya, apa kau berencana untuk berkhianat, dengan menyewa ninja yang melakukan ilmu ghaib?" tanya tuan park lagi menusuk, Gwan wong tersudut dengan pertanyaan tuan park, tetapi keberuntungan belum berpihak ke tuan park, saat itu salah seorang polisi menyerahkan surat bertanda panah, membuat syok tuan park juga tae seo. Gwan wong mengambil surat itu dan membacanya, kepala polisi heran "Bi joo?" tanyanya
"itulah yang digunakan pemberontak rendahan untuk memanggilku, dan tanda panah ini adalah kode rahasia untuk mereka saling mengirim pesan" jawab gwan wong penuh kemenangan.
"ayah" tae seo cemas, tuan park terdiam
"kaulah pemimpin kelompok pemberontak ini, tangkap penjahat ini sekarang!" perintah gwan wong
"ha, apa?" kepala polisi ragu-ragu akan menangkap tuan park
"apa kau juga ingin dituduh sebagai pengkhianat?" ancam gwan wong, *hidih polisi kq diancam begitu takut
"tunggu apa lagi, tangkap mereka" perintah gwan wong, kepala polisi ketakutan dan menyuruh anak buahnya menangkap tuan park jugua tae seo, mereka lalu mengikat tuan park juga tae seo dengan tali. pengawal Han wo siap bergerak, tpai ditahan tuan park, yang kelihatan tegar menghadapi situasi.
"ayah!" panggil chung jo, semua menoleh begitu juga gwan wong *dasar. Tuan park memandang sedih kearah chung jo, Gwan wong lalu berjalan mendekati tuan park dan berkata
"jangan mengkhawatirkan putrimu, aku akan menjualnya kerumah gisaeng istana, dan aku akan sering mengunjunginya" ujar gwan wong sambil tersenyum licik, membuat tuan park juga tae seo geram
"kata siapa?" ucap kang chi, semua orang menoleh, kang chi lalu mendekati tuan park dan tae seo, menyingkirkan polisi yang menangkap mereka, dan melepas ikatan tuan park dan tae seo.
"jika kau tak ingin mati, tinggalkan tempat ini" kata kang chi tajam, membuat gwan wong emosi
"kang chi..." panggil tuan park
"aku tak akan banyak bicara, sebelum hitungan ketiga sebaiknya kalian pergi dari sini, satu, dua,.." ucap kang chi
"dengar kang chi, jangan ikut campur, ini pengkhianatan" tegur kepala polisi
"pengkhianatan? Apa kau bercanda? Dia sudah bekerja keras dan membayar semua pajaknya. Dia bahkan membantu orang miskin dan kelaparan. Jika dia bersalah karena pengkhianatan...Lalu bagaimana denganmu? Kau hidup dari hasil pajak. Kau bertingkah seperti orang hebat padahal, kau sering menyia-yiakan waktumu di rumah-rumah gisaeng. Dan karena kau bosan, kau mengganggu orang tak bersalah. Kau bersalah karena
bosan dan malas?" tuduh kang chi,

pandangannya mengarah tajam ke gwan wong, yang langsung murka
"tangkap dia!" teriak gwan wong, pengawal setia gwan wong maju dengan pedangnya, tetapi kang chi berhasil menangkap tangannya hingga ia terpaksa menjatuhkan pedang, lalu kang chi mencekik leher pengawal. Gwan wong mulai cemas melihat itu.
"kau kalah omongan, jadi kau mengeluarkan pedangmu.." kang chi masih bicara,  aku sudah menunjukan padamu, kalau ini takkan berhasil" lanjut kang chi, dia melepaskan cekikannya, ninja ilusa itu segera mengambil pedang yang dia jatuhkan tadi dan siap menusuk kang chi, tuan park melihat "tidak.. kang chi" teriak tuan park, dan arggh tuan park yang tertusuk pedang. 
Semua orang kaget melihatnya, kang chi tertegun melihatnya "tuan.." panggil kang chi.Sesaat kang chi maju memukul ninja ilusi dan menanhan tubuh tuan park smabil menitikan airmata, "tuan, tuan.. tuan anda baik-baik saja?" tanya kang chi
Tuan park berjuang menahan sakit, dia mengangkat tangannya menyentuh wajah kang chi, sambil menangis ia berkata susah payah "jangan lupa, kau sudah aku anggap sebagai anakku sendiri,Tolong awasi dan lindungi tae seo juga chung jo" kata tuan park, sesudah itu tuan park tak sanggup lagi, dan ia meninggal.
"tuan..tuan.." panggil kang chi tak percaya
"ayah..ayah.." teriak tae seo, semua orang syok tak percaya, chung jo hanya bisa terdiam terpaku, Ny yoon tak kuat ia pingsan, pelayannya lalu menahan tubuh Ny Yoon.
"Tidak, tuan, bangun, kumohon jangan mati, Tuan!!" teriak kang chi marah, tiba-tiba angin bertiup kencang dna bulan tertutup awan hitam. So jung menatap langit, merasakan sesuatu pertanda, ia cemas. Begitu juga yeo wol yang sedang berlatih, dia menghentikan latihan dan merasa aneh.
Semua orang menahan diri, sambil menutupi wajah mereka dari tiupan angin kencang. gwan wong berusaha melihat kearah kang chi, kang chi menatap penuh amarah kearah gwan wong, matanya beribah kehijauan dan bersinar membuat gwan wong kaget.
"Aku akan membunuhmu.." ujar kang chi.

No comments:

Post a Comment