Saturday, May 25, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 14



Wol ryung menemui so jung di pondoknya, so jung tak percaya kalau wol ryung kembali. So jung bertanya apa wol ryung menjadi iblis 100 tahun. sebelum menjawab, wol ryung bertanya mengenai seseorang yang dilihatnya, ia bukan manusia tapi juga bukan makhluk seperti dirinya, ia juga memakai gelang.

Kang chi didesa, sedang berlari mencari yeo wol. yeo wol yang duduk kesal, berubah senang melihat kang chi. Yeo wol segera berdiri, tetapi kang chi malah menabraknya, kang chi mneoleh sesaat dan meminta maaf terus akan pergi, tapi yeo wol memanggil kang chi.

Kang chi menoleh keheranan, ia tak percaya kalau itu yeo wol. sedangkan yeo wol senyum-senyum malu. Di penginapan, diadakan pesta untuk pedagang jepang, ketua chun memainkan tarian 5 genderang.

Episode 14
Perlahan kang chi mendekati yeo wol, ia bertanya tentang pakaian yeo wol membuat yeo wol agak kecewa. Yeo wol bertanya apa kelihatan aneh, dengan polosnya kang chi menjawab iya, dan membuat yeo wol kesal ia lalu pergi, kang chi mengejarnya.


Kang chi mencoba menjelaskan maksudnya, yeo wol mendekatkan wajah ke akng chi yang langsung gugup. Kang chi menjelaskan kalau yeo wol seperti orang lain, bukan seperti yang ia kenal. Yeo wol marah ia menjawab kalau itu juga dirinya, kang chi mengangguk dan meminta yeo wol tidak marah.

Yeo wol akan pergi lagi, tapi kang chi menarik baju dipundak yeo wol menahannya, sambil bertanya yeo wol akan kemana, yeo wol berkata ia akan membeli lampion dna menggantungkan harapan sambil menarik bajunya.

Kang shi masih terheran-heran, ia mengikuti yeo wol pergi. Yeo wol menggantungkna harapannya, dan menanyakan pendapat kang chi. Kang chi heran apa sebenarnya harapan yeo wol kenapa namanya juga ditulis.

Yeo wol menjawab sambil melihat harapannya, kalau kang chi harus menemukan buku keluarga gu dna menjadi manusia itulah harapan yeo wol. Kang chi tertegun, ia memandangi wajah yeo wol terus, sampai yeo wol menyadarkannya kalau kang chi bisa membuat lubang diwajahnya. Kang chi sadar ia hanya bisa berkata ya *wkk. Lalu keduanya saling melihat sambil tersenyum.


Dari jauh wol ryung mengamati keduanya, sesaat kang chi merasakannya ia menoleh tetapi wol ryung sudah tak ada.

Di penginapan, ketua chun akhirnya selesai bermain, smeua orang memujinya dan bertepuk tangan. Gwan wong bertanya pendapat wanita jepang.

Wanita itu berkata dalam bahasa jepang, kalau ia kecewa dahulu pertunjukannya sangat bagus. Anak buahnya akan mentransletkan, tapi ia bilang tidak perlu dan akan pergi. Ketua chun meotong dan berkata minta maaf.

Gwan wong heran ap itu benar, penerjemah mengatakan kalau ekpresinya sudah menunjukan. Semua orang terkejut, wol san kesenangan dengan itu, chng jo yang maju dan mengatakan kalau ketua chun sudah 10 tahun tidak bermain, dan dia sudah berusaha jadi bagian mana yang mengecewakan.

Ketua chun minta maaf, karena ucapan chung jo yang kurang sopan. Wanita jepang itu mengagetkan semua orang, ia bisa bahasa korea, ia berkata kalau suara drumnya pecah-pecah dan juga yang memainkannya sepertinya tidak sepenuh hati.

Gwan wong marah ke ketua chun, chung jo menatap sinis wol san yang tersenyum mengejek. Ketua chun hanya bisa menghela nafas.

Gwan wong mengejar pedagang jepang itu, dan meminta maaf. Penerjemah mengatakan kalau wanita jepang itu menikmatinya, gwan wong berkata lagi kalau ia terkejut mendengarnya bahasa korea. Penerjemah mengatakan kalau, nyonyanya pasti belajar dengan pedagang miyamoto. Gwan wong mengangguk-angguk sembari berkata kalau, ia mengira wanita itu berasal dari korea juga.

Ketua chun menghadap gwan wong, untuk berminta maaf. Gwan wong menyindirnya untuk mundur dari posisi kepala gisaeng, karena ia tak bisa mengendalikan gisaeng lain dna juga tak bisa menampilkan pertunjukan terbaik. Ketua chun hanya meminta maaf, gwan wong menyuruh ketua chun untuk meminta maaf ke wanita jepang tersebut.

Chung jo jalan-jalan didesa dengan kepala pelayan chunhwagwan. Kepala pelayan itu menikmati lampion-lampion yang digantung, chung jo teringat festival tahun sebelumnya.

#Flasback
Tae seo menggantung harapan di lampion, kang chi chung jo dan gob dan dibelakangnya meledek tae seo yang setiap tahuan harapannya selalu sama yaitu "orangtua dan keluarganya sehat selalu, dan penginapan sukses selalu" keempatnya tertawa.

Kang chi, meledek kalau seharusnya ia menulis keinginan yang berbeda semisal, bertemu dengan gadis cantik dan menikah, yang ditambahai chung jo dan diiyakan gob dan keempatnya lalu bercanda sembari tertawa bersama.
#Endflash

Chung jo sedih mengingatnya, saat menoleh ia melihat kang chi berjalan kearahnya. Kang chi juga menoleh dan melihat chung jo ia berhenti. Chung jo tak percaya, saat orang-orang disamping kang chi pergi, terlihatlah yeo wol disamping kang chi.


Chung jo, segera berbalik akan pergi tapi ia menabrak paman yang mabuk dan menahannya. Chung jo meminta melepasnya tapi paman itu tka mau, sheingga kang chi jalan mendekat dan memaksa si paman pergi. Chung jo memalingkan wajah tak mau melihat kang chi, Yeo wol sedih melihat mereka.

Kang chi mengikuti chung jo sampai ke chunhwagwan, kepala pelayan pamit masuk tinggal mereka berdua. Chung jo akan masuk tapi ditahan kang chi dengan mengatakan apa ia masih takut dengan wujud aslinya, kang chi juga meminta maaf karena tidak memberitahunya.

Chung jo bertanya, apa yeo wol juga tahu. Kang chi mengangguk ya, chung jo lalu berterimakasih dan menawarkan minuman jika kang chi datang ke chunhwagwan. Kang chi tersentak mendnegarnya ia meinta chung jo tak bersikap seperti itu, baginya bagaimanapun chung jo tetap chung jo.

Chung jo ketus berkata kalau bagaimanapun ia tetap seorang gisaeng, ia harus menjalaninya. Seperti seorang monster yang bersikap bukan monster dan hidup layaknya manusia, baginya sekarang seperti itu mnerima takdirnya dan menjalaninya daripada berpura-pura.Chung jo lalu masuk meninggalakn akng chi, yang sedih.

kang chi kembali ke desa pagi hari sekali, ia melihat yeo wol yang sudah memakai pakaina seperti biasa sedang menunggunya sambil memain-mainkan kakinya. Yeo wol menoleh dan melihat kang chi, keduanya saling menatap, dan akhirnya yeo wol mencoba tersenyum dan mendekati kang chi.

Ia bertanya apa chung jo selamat sampai tempat, kangc hi mengangguk dan berkata kalau yeo wol kembali pada ornag yang kang chi kenal, keduanya lalu mencoba tersenyum. Kang chi mengajak pergi, yeo wol tiba-tiba bertanya, apa chung jo sangat berarti bagi kang chi, seseorang yang tak bisa diubah posisinya dalam hati kang chi.

Kang chi terdiam, membuat yeo wol sadar ia minta maaf dengan pertanyaannya lalu pergi. Kang chi mengejar yeo wol dan menarik tangannya, keduanya hanya saling melihat dengan perasaan masing-masing. Yeo wol menunggu kang chi yang sepertinya akan mengatakan sesuatu, dan ternyata kang chi hanya berkata kalau dia lapar.

Di perguruan sung melapor ke gon dan guru gong dal tentang kang chi dan yeo wol pergi berduaan semalam. Gon yang sudah terbakar amarah, akan pergi membunuh kang chi, tapi ditahan guru juga sung yang ikut memegangi gon. Guru gong dal menenangkan gon, jika dam pyung jon tahu bukan hanya kang chi yang bermasalah tetapi yeo wol juga.

Dan orang yang dikhawatirkan muncul mengagetkan ketiganya, dam pyung jon bertanya apa yeo wol sudah bangun, guru gong dal menjawab kalau ia meminta yeo wol pergi kesuatu tempat, ia lalu bertanya kang chi, guru yang menjawab lagi kalau ia memerintahkan keduanya pergi bersama, gon hanya mengiyakan dengan wajah terpaksa.

Dam pyung jon berpesan setelah yeo wol kembali ia ingin bicara dengannya, ia lalu pergi membuat ketiganya lega. Tiba-tiba seorang murid memanggil gon dan memberitahu sesuatu.

Lalu mereka meunju suatu tempat didekat perguruan, di pohon murid kim sudah meninggal dengan kondisi yang sama dengan ketiga mayat yang ditemukan dihutan. Tae seo datang dan kaget juga melihatnya, dam pyung jon lalu bertanya kemana kang chi dan yeo wol pergi, guru gong dal kebingungan.

Sedang dua orang itu sedang sarapan disebuah kedai didesa, tak jauh dari sana 2 orang preman pasar juga sedang makan, dan menyinggung kang chi dengan mengatakan sampah. Yeo wol kesal ia menghardik keduanya, kang chi menahan yeo wol tapi yeo wol malah menampar seorang preman dengan kakiknya.

Preman itu marah dan akan melawan yeo wol tapi ditahan kang chi dan menyuruh mereka minggir. Di tengah keributan itu, bong chul cs datang. Dan ternyata bong chul membela kang chi dan memarahi 2 preman tadi semuanya keheranan. Bong chul juga pakai panggil adik ke kang chi, bong chul juga bersikap manis ke kang chi.

Semua heran apa bong chul sakit, begitu juga kang chi, bong chul mengatakan walau ia hidup seperti itu, tapi ia tahu namanya balas budi, kang chi lalu memintanya menjaga rahasia, yeo wol heran. Bong chul mengiyakan sambil kedip-kedip mata ke akng chi, membuat kang chi dan yeo wol bergidik geli melihatnya.

Dijalan, keduanya bertemu gon yang memang mencarinya. Gon mengatakan kalau keduanya dicari dam pyung jon, yeo wol ketakutan apa ayahnya tahu mereka pergi bersama, gon tak menjawab ia hanya bercerita tentang murid kim yang ditemukan tewas.

Di perguruan, jenazah murid kim dibawa ke kamarnya dan ditutupi kain, murid-murid sedih dan kesal mereka semakin yakin kang chi yang melakukan. Kang chi datang untuk melihat tetapi mereka teramat kesal dan menanyakan apa yang kang chi lakukan semalam, tae seo mencoba membela kang chi tapi sepertinya sia-sia.

Yeo wol menghadap ayahnya, ia menceritakan sebenarnya kalau ia dan kang chi pergi semalaman melihat festival lampion. Dam pyung jon memarahi  yeo wol, yeo wol beralasan kalau kang chi tidak punya teman disini, dam pyung jon bertanya kenapa yeo wol selalu baik pada kang chi?*(apa harus ditanyakan, wkk) yeo wol tak bisa menjawab, dam pyung jon keburu marah, ia kecewa dengan tindakan yeo wol akhir-akhir ini.

Diluar, tae seo memanggil dam pyung jon, ia mengatakan kalau ia siap melakukan perintah dam pyung jon. Karena ia mengira jo gwan wong yang melakukan teror pembunuhan ini, karena ia tahu siapa kang chi sebenarnya.

Di penginapan, ketua chun menemui wanita jepang. Ia datang untuk meminta maaf kejadian semalam, wanita jepang itu menyakan berapa lama ketua chun menjadi gisaeng, ia juga mengtakan kalau sebenarnya penampilan ketua chun semalam begitu indah, hanya saja seorang gisaeng tidak diijinkan menerima tamu pribadi.

Hal itu membuat ketua chun kesal, ia akan beranjak pergi tapi ditahan oleh wnaita jepang. Ia bertanya apa ia bisa mengunjunginya di chunhwagwan, ketu chun menjawab tidak ada wanita yang boleh masuk ke chunhwagwan kecuali mereka menjadi gisaeng atau pemilik chuhwagwan.

Wanita jepang mengulang perkataan ketua chun sambil tersenyum. Diluar ketua chun menoleh dan sepertinya penasaran juga.

Seperti gwan wong yang merasa pernah bertemu dengan wanita jepang itu. Pengawal seo menawarkan diri untuk mencari tahunya, gwan wong memintanya melakukan secara diam-diam.


Wanita jepang itu sedang mandi, dibantu para pelayan penginapan. Dan saat mereka membuka baju luar dan nampaklah dipundak wanita itu terdapat tatto gisaeng dan dipundak sebelahnya ada bekas cengkeraman. Pelayan yang membantunya keheranan melihatnya.

Di perguruan, dam pyung jon dan guru gong dal masuk ke aula yang disana sudah berbaris kang chi, yeo wol, gon dna tae seo. Keenamnya lalu duduk, mendengarkan perintah dam pyung jon,  yang memberitahu mereka kalau tae seo akan pergi ke penginapan.

Semuanya kaget, tae seo menjelaskan kalau harus ada seseorang yang mengawasi gwan wong dari dekat. Karena mereka pasti berfikir tae seo masih dibawah hipnotis, kang chi tetap saja khawatir, dam pyung jon tak mengijinkan kang chi pergi, dan memerintahkan kang chi menyelesaikan tugas yang diberikan guru gong dal.

Kang chi lalu bertanya tentang orang-orang yang meninggal, dam pyung jon mengatakan itu tugas gon. Lalu untuk yeo wol,  setelah tae seo sukse melakukan misinya mereka akan mengadakan acara pernikahan antaranya dna tae seo. Pernyataan itu mengagetkan semua orang, tae seo sepertinya sudah tahu.
Yeo wol kaget kenapa tiba-tiba, dam pyung jon menjelaskan kalau itu bukan tiba-tiba, sebenarnya dirinya dan mendiang park moo sol sudah berjanji tentang hal itu. Dam pyung jon memerintahkan yeo wol tidak pergi keman-mana dan juga tidak mengiktui latihan apapun,dan belajar menjadi seorang istri.

Sebelum pergi, dam pyung jon meminta mereka berdoa untuk keselamatan tae seo, tapi sepertinya keempat anak itu tak perduli, mereka memikirkan perasaan mereka masing-masing. Yeo wol hanya bisa menatap kang chi, begitupun kang chi, tae seo melirik kearah kang chi bingung dan gon paling kasihan *wkk

Guru gong dal mengejar dam pyung jon dan bertanya kenapa ia melakukan hal itu, pyung jon menjawab jika ia tak melakukan hal itu, mungkin nanti semakin tak terkendali.


Yeo wol berlari keluar diikuti gon, didalam kang chi dan tae seo berdiaman hanya sesekali melirik. (*sepertinya mereka bicara sesuatu sebelum yeo wol keluar, maybe) Yeo wol masuk kekamarnya dan duduk didepan meja yang ada bungkusan hanboknya, gon mencoba masuk tapi yeo wol berkata ia ingin sendirian, akhirnya gon keluar dan mendengar yeo wol menangis didalam.

Sepertinya semua menjadi galau, begitu juga chung jo yang berlatih keras tarian 5 genderang. tetapi ingatan tentang kang chi mengalir, saat ia melepas pegangan kang chi, saat ia melempari kang chi dengan batu setelah melihat wujud asli kang chi dna terakhir saat festival malam kang chinya jalan bersama yeo wol. Membuatnya hilang konsetrasi hingga stik yang dia pegang terjatuh, ia sendiri jatuh terduduk. Ia lalu bergumam meyakinkan diri kalau ia sendiri yang menginginkan kang chi pergi.

Saat itu, seorang gisaeng masuk dan memberitahu ada tamu yang ingin bertemu chung jon. Dan orang itu, gwan wong, ia meminta chung jo masuk, dan disana ada gob dan. Gwan wong mengatakan kalau itu hadiah yang dia katakan, mulai sekarang gob dan akan melayani chung jo.

Tapi sebagai gantinya, chung jo juga harus memberinya sesuatu. Chung jo menjawab itu bukan hadiah, karena pada awalnya itu memang milik chung jo dan gwan wong mencurinya. Wol san ikut kesal, ia mengatakan kalau tidak ada gunanya bicara dengan chung jo.

Gwan wong menjawab apa jika ia mengembalikannya maka hati chung jo akan senang. Chung jo menjawab penginapan juga apa bisa ia mengembalikannya, wol san kesal membentak chung jo. Tapi chung jo malah meminta mengusir wol san, dan gwan wong menurut membentak wol san keluar. *hhaaha


gwan wong meminta chung jo menuangkan minuman, chung jo menurut. gwan wong berkata kalau chung jo cepat sadar, chung jo mengatakan kalau gwan wong sendiri yang mengajarinya. Untuk menikmati semua yang bisa ia lakukan sampai ia bisa menikam jantung gwan wong, semua orang disana tersentak. Gwan wong tersenyum, dan mengatakan ia akan menunggu.

Di perguruan, kang chi mengitung kacang kembali, ia dikagetkan dengan guru gong dal. Guru menenbak apa karena yeo wol akan menikah jadi kang chi melamun. Kang chi menyangkalnya, guru bertanya berapa banyak yang sudah ia hitung, kang chi menjawab sekitar 6000an.

Lalu guru gong dal, bertanya lagi berapa kali kang chi mengitung jika ia tanpa gelang. Kang chi kaget ia segera menyangkalnya ia tak mungkin melepas gelang ia sudah berjanji ke guru dam, tetapi guru tersenyum geli, sepertinya ia tahu.

Guru akan pergi, tapi berbalik ia bertanya sekali lagi, apa karena yeo wol alasan kang chi tak berubah saat melepas gelangnya. Kang chi terdiam kaget guru gong dal tahu, sepeninggal guru kang chi teringat. Saat yeo wol tertidur dipundaknya, ia melepas gelang dan tak terjadi apa-apa pada tubuhnya.

Lalu saat mereka menggantungkan lampion, pelan-pelan tanpa sepengetahuan yeo wol, kang chi juga melepas gelangnya, walau angin berhembus tapi kang chi tak berubah.Kang chi berkata dalam hati, jujur ia juga tak tahu kenapa saat yeo wol didekatnya itu terjadi, kang chi ingat pertama kali ia berubah normal setelah dipegang yeo wol.

Kang chi memegangi gelangnya, tiba-tiba ia merasakan aneh dan menoleh. Dibawah wol ryung berdiri menatap kang chi, kang chi bertanya siapa tapi wol ryung tak menjawab dan hanya senyum misterius. Dan saat berdiri, kang chi menyenggol tempat menghitung kacang hingga jatuh dna terbelah, dan saat menoleh ke arah wol ryung ternyata sudah menghilang.

Di markas, angkatan laut. Dam pyung jon dan Jenderal masuk keruangan dan disana sudah ada empat orang menunggunya. Dan pjung jon lalu memperkenalkan mereka yang akan membantunya mulai saat ini. Mereka memperkenalkan satu persatu, dari gon, park tae seo, guru gong dal dan terakhir ketua chun.

Jenderal tersentuh dengan kebulatan tekad mereka membantunya, walau mereka tahu jalan seperti apa yang akan ditempuh.

Tae seo menjalankan misinya pergi ke penginapan bertemu dengan gwan wong, ia memberitahukan rencana jenderal yaitu membuat kapal perang.

Sebelumnya tae seo sudah diberi arahan oleh jenderal untuk melakukan rencana ini. Tae seo khawatir tentang itu, tetapi jenderal berkata tidak apa-apa, dan tugas tae seo adalah mencari tahu tindakannya setelah itu.

Gwan wong bertanya kapal seperti apa, tae seo menunjukan sketsa kapal. Gwan wong mengamati sketsa tersebut.

Di penyimpanan buku, pondok so jung. So jung terkapar dilantai ia berusaha bnagun memgangi perutnya, ia mengingat percakapannya dengan wol ryung.

Ia menceritakan tentang kang chi, anak seo hwa yang berarti anak wol ryung juga. Wol ryung bertanya dimana seo hwa, so jung menjawab seo hwa telah mati, wol ryung tersenyum mendengarnya, ia berencana mematahkan leher seo hwa dengan tangannya sendiri.

So jung tersentak kaget, wol ryung menjawab alasannya kembali adalah untuk menghancurkan semuanya. Ia lalu mencekik leher wol ryung dan melemparnya ke rak-rak buku.So jung tersadar, ia lalu mencemaskan kang chi, ia berusaha bangun.

Di perguruan yeo wol mendapat laporan dari sung dan seorang murid, kalau mereka tak menemukan kang chi. Murid satunya berkata mungkin kang chi dihutan sedang berburu.

Yeo wol menjawab, seperti yang dikatakan guru gong dal, sebelum mereka menemukan buktinya jangan mencurigai orang lain. Murid itu marah merasa dibedakan, karena guru gong dal dan yeo wol membela kang chi bukan mereka, yeo wol menjawab kenapa mereka juga sangat membenci kang chi. Murid itu menjawab kalau kang chi bukan manusia.

Yeo wol menghela nafas, ia berkata sama seperti kang chi yang datang ke perguruan karena ingin menjadi manusia begitupun murid itu. Yeo wol lalu bergegas pergi mencari kang chi.

Malam hari murid itu melapor, melihat yeo wol pergi kehutan sendirian. Dam pyung jon menahan marah, ia memanggil gon, yang langsung mengerti dan bergegas mencarinya diikuti murid yang melapor tadi.

Yeo wol dihutan sendirian, memanggil-manggil kang chi. Sedangkan kang chi ternyata pergi ke pondok so jung, ia memanggil tetapi tak ada jawaban, kang chi akhirnya masuk dan tak terlihat siapa-siapa. Ia akn pergi sebelum mendengar suara.

Kang chi pergi keruangan penyimpanan buku, dan kaget melihat so jung bersandar dirak-rak buku, ia segera mendekat, dan bertanya apa yang terjadi. So jung berusaha berkata, agar kang chi pergi dari sini, pergi ketempat jauh, kang chi terheran.

Sedangkan yeo wol masih terus mencari kang chi, kang chi tak mengerti dengan ucapan so jung. So jung berkata kalau ia sudah ada disini utnuk membunuh kang chi, kang chi bertanya siapa?. So jung menjawab wol ryung, ayah kang chi.

Di hutan yeo wol melihat seseorang, ia bertanya apa itu kang chi dna ternyata itu wol ryung. Yeo wol lalu mengeluarkan pedangnya dan  meminta wol ryung keluar menunjukan diri. Wol ryung malah berlari dengan cepat mengelilingin yeo wol.

Yeo wol lalu berlari menjauh, dan wol ryung berlari mengejarnya. Di pondok kang chi keluar dan merasakan sesuatu, ia lalu bergegas berlari ke hutan. yeo wol tersandung dan terjatuh, ia akan berdiri tetapi kakinya terluka, wol ryung datang mendekat menunjukan dirinya.

Yeo wol berkata dalam hati meminta tolong pada kang chi yang tengah berlari, seperti merasakan yeo wol memanggilnya. Wol ryung mendekati yeo wol dan menaikan wajah yeo wol untuk melihatnya dan ia tersenyum misterius lagi. Sedangkan kang chi memanggil yeo wol dan terlihat cemas.

Selanjutnya: Gu Family Book Episode 15 Bagian Pertama
                   Gu Family Book Episode 15 Bagian Kedua

No comments:

Post a Comment