Saturday, May 25, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 13

Sebelumnya: Gu Family Book Episode 12 



Diulangi percakapan antara Jenderal Lee dengan kang chi, jenderal bertanya sekarang kang chi ingin menjadi apa?.

Kang chi berkata sambil mengingat percakapannya dengan yeo wol juga pada saat yeo wol menggandeng tangan kang chi, saat kang chi bertanya kenapa yeo wol sangat baik padanya, lalu yeo wol menjawab karena ia ingin melakukan apa yang ia bisa lakukan karena itu keinginan yeo wol saat ini.

Mendengar jawaban yeo wol, kang chi menangis sambil menjawab pertanyaan Jenderal Lee kalau ia ingin menjadi manusia untuk sekali lagi ia ingin menjadi manusia.

Episode 13
Yeo wol menghadap ayahnya, ia ingin melatih kang chi lebih keras. Tapi ayahnya tidak mengijinkan dan meminta gon yang mengurus kang chi. Yeo wol terlihat sedih, gon lalu membela yeo wol kalau pernyataan yeo wol bahwa ia dan kang chi tidak akan cocok, setidaknya jika ada yeo wol kang chi mau menurut.
Yeo wol memberi kang chi sekarung kacang, kang chi bertanya  apa itu. Yeo wol dengan senang menjelaskan kalau dirinya akan mengawasi kang chi mulai saat ini, dan gon juga. Kang chi lalu bertanya apa yang harus ia lakukan, yeo wol menjawab kalau kang chi harus menghitung semua kacang dalam karung, kang chi tersentak kaget sedang yeo wol dan gon tersenyum senang.

Dam pyung jon berbincang dengan jenderal lee, jenderal bertanya bagaimana dam pyung jon bisa menghalangi perasaan seseorang. Dam pyung jon beralasan jika kang chi tahu kalau ia yang membunuh ayahnya, ia takut perasaan sakit mereka berdua yang rasakan.

Jenderal menasehati, rasa cemas membuat masa depan itu menjadi tak pasti. Ia menambahkan bukan seharusnya kita ikut campur urusan anak muda, tetapi mengarahkan mereka ke arah yang baik.

Kembali ke kang chi yang serius menghitung kacang, yeo wol yang menungguinya bertanya tentang kematian orangtua kang chi. Tapi kang chi tak menjawab ia konsen menghitung, yeo wol terus menanyainya sampai kang chi sedikit kesal merasa diganggu dan lupa berapa hitungannya, dan akhirnya ia mengulangnya lagi.

Yeo wol masih terus penasaran, setidaknya kang chi bisa mencari tahu tentang ibunya berasal dari keluarga mana. Tapi kang chi menjawab tanpa menoleh kalau ibunya membuang ia disungai saat ia lahir, jadi ia tak perlu mencari orang seperti itu.

Di penginapan wanita jepang berada diruangan disana juga ada gwan wong yang tengah bebricara dengan anak buahnya. Anak buahnya bertanya tentang usaha gwan wong, gwan wong berkata kalau usahanya tak hanya penginapan ini tetapi tentara dan pemerintahan juga berada dibawah kendalinya.

Wanita itu berkata dengan bahsa jepang, seorang mentransletkannya. Anak buahnya bertanya tentang suatu hal yang belum didapatakn gwan wong, yang langsung ditanggapi gwan wong yaitu markas angkatan laut, dengan sombong gwan wong menjawab kalau segera ia akan menguasainya.

Diluar, gwan wong meminta pengawal seo untuk mengawasi pedagang jepang tamunya itu. Gwan wong merasa orang-orang jepang itu tahu banyak tentangnya, dan ia merasa aneh tentang itu.

Didalam, si jubir anak buah tadi bertanya apa wanita jepang itu baik-baik saja. Tapi wanita jepang itu hanya tersenyum. Dan saat itu dihutan angin berhembus kencang, dan kang chi juga merasakan aneh.
 Dihutan dedaunan yang hijau perlahan mengering diiringi wanita jepang itu yang mulai menaikan wajahnya sembari sesekali tersenyum. Dedaunan mengering sampai makam wol ryung, wanita jepang itu membuka matanya begitu juga wol ryung membuka matanya yang berwarna merah.

Kang chi merasakan hawa itu, ia terperanjat aneh dan tangan yang memegang sumpit gemetaran. Yeo wol ikut berdiri keheranan dan bertanya ada apa, atau kang chi sakit. Kang chi menjawab tidak tahu, hanya tiba-tiba ia merasa takut.

Yeo wol membawa kang chi ke guru gong dal yang lalu memberinya obat gingseng merah. Kang chi heran dan bertanya apa guru gong dal sedang berjualan obat.

Guru menjawan kalau itu juga impiannya, ia ingin berkeliling sambil berjualan obat, ia juga ingin mendapatkan seorang wanita. Kang chi meremehkan tentang wanita, guru gongdal menjawab kalau dalam hatinya lebih muda daripada kang chi.yeo wol dan kang chi tertawa mendengarnya.

Kang chi juga mengatakan seekor anjing yang lewatpun bisa tertawa mendengarnya, guru kesal dan akan meminta obatnya lagi, tapi kang chi segera meminumnya. Yeo wol memancing guru gong dal dengan bertanya siapa yang bisa menggantikan posisi guru gong dal.

Guru menjawab, sebenarnya ada seseorang yang ia pikirkan tapi orang itu mudah marah. Yeo wol mulai mengerti yang dimaksud, tapi kang chi malah menjawab kalau berurusan dengan orang yang cepat marah sebaiknya dipukul saja agar mereka menurut. 

Yeo wol keheranan karena kng chi tak menegrti, akhirnya guru gong dal memukul kang chi, dan meminta akng chi menghitung kacangnya lagi, kang chi marah-marah karena dipukul guru, yeo wol hanya bisa tertawa.

Di luar, kang chi bertemu dengan sung yang kelihatan terkejut melihat kang chi, sung juga beralasan mengambil kayu untuk menghindar. Setlah sung pergi, beberap murid lewat, kang chi sopan menyapa tetapi mereka melihat sinis dan akan pergi, kang chi menahan seseorang dan minta maaf, karena kejadian semalam ia kehilangan kendali. Murid itu menjawab dengan ketus kalau ia yang menyerang dulu, ia juga menambahkan itu karena ia belum pernah melihat monster menjijikan sebelumnya. Kang chi sedikit tersinggung, tapi ia mencoba menahan diri.

Tae seo dipanggil dam pyun jon, setelah duduk. Dam pyung jon memberi sesuatu ke tae seo, dan menjelaskan itu perintah ayahnya tae seo. Tae seo heran ia mengambil benda itu, diruangan itu juga terdapat gon dan guru gong dal.

#Flashback
Saat Tuan park pertama kali mengunjungi dam pyung jon membicarakan tentang bi joo. Tuan park memberikan benda itu dan menitip pesan jika sesuatu terjadi padanya ia meminta dam untuk memberikannya ke tae seo. Dan menyampaikan pesan-pesannya pada tae seo, dan mengatakan kalau dirinya begitu peduli dan sayang padanya. Tuan park sangat bersyukur jika tae seo menjadi pria hebat dan memajukan penginapan.
#Endflash
Tae seo memegang benda itu, dan membukanya yang isinya seperti sebuah lambang. Guru gong dal menjelaskan kalau park moo sol melambangkan bunga krisan.

Karena dengan kekayaannya, tuan park membantu rakyat yang kelaparan juga mendanai orang yang mengabdi pada negara.  Tae seo menangis mendengarnya, dam pyung jon memberikan benda itu agar tae seo mewariskan wasiat ayahnya dan juga karena tugas yang akan diberikan pada tae seo.

Dam pyung jon memberi tugas untuk tae seo, tetapi mau atau tidak itu keputusan tae seo. Tae seo bertanya tugas apa, dam pyung jon menjawab yaitu menjadi anak buah jo gwan wong.

Kang chi masih semangat menghitung kacang sampai 6000an tetapi ia ingat saat bertemu dengan sung juga murid-murid lain yang  menghindarinya. Kang chi menoleh kearah yeo wol yang tertidur dalam posisi duduk, kang chi tersenyum geli melihatnya.
Perlahan yeo wol akan terjatuh kang chi menahannya dengan dua jari, dan ia tersenyum lagi dan perlahan meletakan kepala yeo wol ke pundaknya.

Kang chi lalu berkata, kalau sebenarnya ia juga penasaran dengan orangtuanya. Kang chi ingin tahu wajah dan kenapa ia dibuang, tapi ia tak melakukannya karena ia takut jika ia tahu ia akan membenci orangtuanya, itulah alasana kenapa ia tak mau mencari tahu.

Kang chi menoleh kerah yeo wol dan berkata manis, ia terimakasih karena yeo wol mau menanyakan hal itu. Ternyata yeo wol tidak tidur ia membuka matanya dan tersenyum tapi kang chi tak tahu, yeo wol lalu kembali memejamkan matanya. Kang chi menoleh kearah hutan dan masih penasaran dengan kejadian yang ia rasakan tadi.

Malam hari, wol ryung berjalan ke arah taman sinar rembulan, dan berhenti menatap kedepan. Di perguruan tae seo memandangi lambang milik ayahnya tadi.
Ternyata disampingnya ada kang chi,yang menyadarkan lamunan tae seo. Tae seo menoleh ia menanyakan apa ayahnya tahu keadaan kang chi sebenarnya. Kang chi menjawab kalau tuan park tak pernah mengatakan apapun.

Tae seo juga bertanya, apa yang kang chi rasakan saat berubah. Kang chi menjawab kalau tubuhnya terasa terbakar, dan juga jadi peka. Ia bisa melihat banyak pemandangan dan mendengar banyak suara sekaligus, mungkin karena itu ia merasa sangat kelaparan keduanya lalu tersenyum.

Tae seo tanya lagi, apa saat kang chi berubah, kang chi akan ingat kalau itu dirinya. Mulanya kang chi tak ingat, tapi perlahan ia tahu kalau itu dirinya. Kang chi tanpa sadar menceritakan tentang yeo wol, yang tidak merasa jijik melihatnya berubah, bahkan ia terus memanggil namanya choi kang chi sehingga kang chi cepat sadar kalau dirinya choi kang chi. Kang chi berkata lagi kalau hatinya terasa nyaman berada didekat yeo wol.

Tae seo bertanya apa kang chi menyukai yeo wol, pertama kang chi mengangguk sambil berkata ya. Tapi ia sadar dan menyangkalnya, tapi sepertinya tae seo tahu perasaan kang chi.

Tae seo lalu berkata, kalau kang chi tidak perlu mengkhawatirkan chung jo. Karena saat ini chung jo yang hanya orang dimasa lalu kang chi, kang chi terkejut ia tidak bisa menganggap tae seo dan chung jo orang dimasa lalunya, baginya mereka adalah satu-satunya keluarga dan orang yang harus ia lindungi.

Tae seo menggeleng sembari berkata,dirinya chung jo dan kang chi setelah kematiannya ayahnya takdir mereka juga sudah terpisah, dan nasib mereka juga tak bisa dirubah. Kang chi menjawab walau mereka tak bisa merubah nasib tapi setidaknya bisa merebut kembali. Penginapan juga orang-orang disana.

Tae seo bersekeras, kalau itu tanggung jawabnya sekarang. Kang chi berkata kembali kalau tuan park meninggal karenanya, tae seo menjawab kalau itupun bukan kang chi ayahnya tetap akan menolong. Tae seo menambahkan lagi kalau kematian ayahnya bukan kesalahan kang chi.
Tae seo sangat berterimakasih atas pengorbanan dan pertolongan kang chi terhadap keluarganya. Tapi saat ini tae seo ingin kang chi juga menjalani kehidupannya sendiri, karena chung jo dan dirinya sekarang punya impian yang akan mereka tuju dengan kekuatan sendiri.karena seperti penginapan yang sangat penting bagi tae seo, begitu juga persahabatanya dengan kang chi. Keduanya saling melihat dan diatas mereka sebuah bintang jatuh melintas.

Yeo wol perlahan kekamar kang chi dan mencarinya tetapi tak ada. Yeo wol lalu mencari kekamar lain, ia tak sengaja mendengar murid-murid seperguruan berkumpul dan membicarakn kang chi. Mereka ketakutan jika mereka harus sepeguruan dengan makhluk seperti kang chi, mereka juga berniat bagaimana caranya mereka akan mengusir kang chi.

Di aula perguruan, gon sedang bermeditasi ia merasakan ada seseorang ia lalu berbalik dan menarik pedangnya, ternyata itu kang chi.

Dihutan seorang sedang berjalan melintasi hutan, tiba-tiba pohon-pohon bergoyang. Orang itu menoleh dan merasa ada sesuatu, dan sesosok makhluk muncul dengan mata merah, yap itu wol ryung. 
Orang itu ketakutan dan segera berlari, wol ryung mengejarnya. Orang itu bersembunyi dibalik pohon tetapi wol ryung menemukannya dan mendekati orang itu yang ketakutan. Wol ryung mencengkeram lehernya ddan menghisap energi orang itu. Sehingga wol ryung perlahan berubah kewujud manusia.

Di chun hwagwan, chung jo sedang berlatih tarian 5 genderang dengan ketua chun. Wol san cs masuk, wol san bertanya kenapa ketua chun melakukan ini, kenapa ia lebih memilih mengajari chung jo dibanding dirinya.
Wolsan marah karena tak digubris ketua chun, ia mengambil stik drum chung jo dan melemparnya kebawah. Wol san marah kenapa bukan dirinya padahal dia gisaeng terbaik di chunhwagwan. Ketua chun marah, apa yang menilai dirinya terbaik, apa kemampuan tersenyum dan wajah cantik, jika memang begitu wol san memang terbaik.

Wol san merasa direndahkan, ia bertanya apa kesalahannya. Ketua chun menjawab, sejak awal wol san memang tak tertarik dengan seni, ia lebih suka menuangkan minuman dan duduk dengan para pria. Karena itu ketua chun tak mau mengajari wol san yang mungkin hanya ingin menyenangkan para pria dengan tarian genderang. Karena bagi ketua chun tarian 5 genderang berbeda dengan hiasan belaka.

Ketua chun lalu meminta chung jo meneruskan latiahannya, lalu pergi. Chung jo mengambil stik dan mengusir wol san, wol san marah merasa chung jo mendapat perlindungan ketua chun. Ia lalu menampar chung jo, chung jo membalas menampar wol san dan mendekat kan diri mengancamnya. Wol san kesal ia lalu keluar dari ruangan.

Dikamar ketua chun, berbincang dengan kepala pelayannya yang membicarakan perubahan sikap chung jo, kepala pelayan ingin menanyakan apa yang terjadi pada chung jo. Tapi ketua chun melarangnya.
 Sedangkan yang dibicarakn sedang berlatih memukul genderang. Perguruan kang chi menghitung kacang sampai mengantuk-ngantuk. Yeo wol mengintip dari bali tiang, ia tersenyum melihat kang chi, perlahan ia mendekati kang chi, dna mengeceknya tapi sepertinya kang chi tertidur.

Yeo wol lalu akan memukul kang chi, tapi tangan kang chi tahu, refleks dan menjatuhkan yeo wol. Yeo wol kesal karena merasa diganggu yeo wol terus, yeo wol menjawab kalau kang chi ketiduran, kang chi bertanya lalu apa yang ia lakukan. Yeo wol berkata kalau ia hanya bermain-main.

Kang chi menahan yeo wol yang akan bangun, dan berkata apa yeo wol bisa dibilang pelatih kalau pekerjaanya hanay bermain-main. Kang chi menekan yeo wol, dan mengatakannya lemah, yeo wol kesal ia menarik tangan kang chi dan menggigitnya, kang chi melepaskan yeo wol berteriak kesakitan.

Yeo wol, lalu bertanya kemana saja kang chi saat malam sudah 2 hari ini. Kang chi menjawab ia hanya mencari udara segar. Yeo wol mengatakan kalau murid-murid lain mencemaskannya, kang chi tak percaya ia menjawab kalau mereka bosan dengannya.

Yeo wol menasehati, seperti dirinya yang butuh waktu untuk menerima kang chi, begitupun dengan mereka.  Kang chi mendekatkan diri ke yeo wol dan mengatakan kalau akhir-akhir ini yeo wol sangat mengganggunya, yeo wol minta maaf tentang itu.


Kang chi semakin mendekatkan wajahnya ke yeo wol, dan berkata kalau akhir-akhir ini sisi kewanitaan yeo wol muncul. Yeo wol hanya terdiam, kang chi tertawa kenapa yeo wol tak memukulnya seperti biasa, yeo wol tersadar ia bersiap memukul kang chi, tapi sung datang memanggil.

Sung melapor, kalau mereka menerima pesan penting, yeo wol bertanya apa itu. Sung berkata kalau mereka menemukan mayat dihutan, kang chi berdiri kaget begitu juga yeo wol. Sung meneruskan kalau ada 3 mayat dan kondisinya seperti bukan dibunuh oleh manusia.


Dihutan ketiga mayat dengan kondisi yang sama, mereka mengering seperti terhisap jiwanya, sedang diseldiiki oleh para polisi, dan menjadi tontonan warga. So jung juga melihatnya ia terheran.
 
Berita itu juga sampai ketelinga gwan wong, yang disampaikan pengawal seo. Gwan wong mengira itu perbuatan kang chi, pengawal seo memberi saran untuk melaporkannya ke pemerintah segera. Tapi gwan wong memilih membiarkannya, dan membiarakn menyebar ke rakyat dan membuat mereka ketakutan. Karena seperti bagi gwan wong akan mempermudahnya mengalahkan jenderal lee.

Ditempat jenderal juga sudah mendengar berita tersebut. Ia memerintahkan anak buahnya menyampaikan pesannya kepada polisi,  kalau ia menawarkan bantuan menyelidiki kasus ini. Ia juga meminta agar siapa saja yang menakut-nakuti rakyat untuk menutup mulut mereka. Jika mereka tak mau, maka jenderal sendiri yang akan turun tangan.

 
Di perguruan kang chi dihadang murid-murid lain, mereka ingin menanyakan sesuatu. Yeo wol menghadap ayahnya, meminta menghentikan murid yang lain, dam pyung jon menjawab kalau kang chi harus bisa mendapatkan kepercayaan mereka dengan caranya sendiri.

Jin sung ketua murid,menanyakan kemana kang chi 2 malam ini, kang chi tak mau menjawab, seorang murid bernama kim bertanya bukankah kang chi sudah mendengar kalau mereka menemukan mayat, dan sepertinya bukan dibunuh oleh manusia. 

Kang chi merasa mereka menuduhnya, jin sung mengatakan itu belum tentu, tetapi kang chi keburu emosi dan mengatakan mereka datang berkelompok karena mereka menuduhnya. Jin sung  Menanyakan kembali kemana kang chi pergi agar mereka tahu, tapi kang chi menjawab tak akan, karena apa yang ia katakan tak mungkin mereka mempercayainya.

Murid yang lain maju dan mengatakan, kalau makhluk yang bukan manusia ingin menjadi manusia itu menjijikan, kang chi marah dan menarik lehernya, murid yang lain bersiap menarik pedang mereka.

Saat itu guru gong dal datang menengahi, guru gong dal mereka menyarungkan kembali pedangnya begitu juga kang chi untuk melepaskan, ia juga memarahai jin sung yang sebagai ketua bukan menengahi mereka tetapi ikutan.

Murid kim membela jin sung kalau itu bukan salahnya. Murid lain menambahkan kalau mereka merasa tidak adil, dan merasa aneh harus tinggal dengan kang chi. Guru gong dal lalu meminta bukti kalau kang chi yang melakukan, murid-murid terdiam.

Guru gongdal meminta murid untuk memberikan bukti jika kang chi yang melakukan itu, jika mereka menemukannya maka guru sendiri yang akan mengusir kang chi, tapi jika tidak mereka harus berlutu dan meminta maaf ke kang chi.

Kang chi mengejar guru gong dal sampai ke dapur, dan bertanya kenapa guru melakukan hal itu. Guru bertanya kang chi yang melakukan, jika tidak kenapa kang chi harus khawatir. Kang chi menjawab kalau mulai saat ini mereka akan mengawasi setiap langkahnya. Guru bertanya kembali jika ia tak mau diganggu, kenapa ia tak mengatakan kemana ia pergi, kang chi akan jawab tapi tak jadi, ia lalu pamitan pergi.

Guru bertanya, apa kang chi ingin lebih lama tinggal disini bersama yeo wol. Kang chi menoleh, guru meneruskan kalau ia, kang chi harus belajar bagaimana cara bergaul dengan orang-orang disini.

 
Diluar, gon sudah menunggu kang chi dan bertanya kenapa ia tak bilang saja pada mereka. Kang chi mendekat dan meminta gon untuk tidak memberi tahu kepada siapa saja, termasuk yeo wol. Gon mengerti, kang chi pergi dan saat berbalik gon kaget yeo wol muncul tiba-tiba.

Yeo wol mengintrograsi gon, pertama ia tak mengaku tetapi gon tak bisa menolak karena didesak yeo wol terus.

Ketua chun dan kedua pelayannya berkunjung ke penginapan, ia disambut pelayan choi. Ternyata ketua chun dipanggil gwan wong.

Ketua chun duduk menghadap gwan wong, gwan wong melihat boridran anggrek di hiasan baju ketua chun ia memujinya seperti nyata. Ketua chun lalu menyingkiran hiasan itu. (apa bunga anggrek simbol ketua chun)
Ketua chun bertanya kenapa ia diundang kesini, gwan wong ingin membicarakan tentang festival lampion, dan juga ada tamu penting yang sedang menginap, ia ingin mengadakan pesta. Ketua chun berkata, ia mendengar ada pedagang asing yang baru-baru ini datang, apa itu yang sedang dibicarakan.

Gwan wong menyadari kalau ketua chun, cepat sekali mengetahuai berita yang beredar. Ketua chun menjawab, kalau banyak sekali yang datang ke chun hwagwan jadi ia tak sengaja mendengar berita itu.

Gwan wong, meminta ketua chun memainkan tarian 5 genderang. Ketua chun heran, karena sudah hampir 10 tahun ia tak memainkannya, gwan wong berkata lagi kalau kepala pedagangnya sendiri yang memintanya.
Gwan wong ingat, saat jubir pedagang jepang berkata kalau pedagang miyamoto sering memuji permainan 5 genderang ketua chun. Karena itu ia memintanya untuk melihatnya. Ketua chun terdiam, gwan wong memaksa ketua chun melakukannya, dan sedikit mengancam.

Wanita jepang itu sedang minum teh sesekali tersenyum. Di perguruan malam hari, kang chi mengendap keluar, dua orang murid mengawasinya. Dan seorang murid kim yang akhirnay mengikuti kang chi sampai dihutan, kang chi tahu itu ia lalu menoleh, murid itu bersembunyi dan saat menengok kembali tak ia dapati kang chi.

 
Saat itu sekelebat bayangan, menakuti murid kim. Ia menoleh dan melihat wol tyung sudah berdiri dibalik semak-semak dengan mata merah, murid kim ketakutan ia segera berlari sekuat tenaga. Ia terjatuh dan pundaknya dipegang seseorang yang ternyat akng chi, ia berteriak ketakuutan kang chi memintanya diam.

Wol ryung muncul, membuat keduanya takut. Kang chi meminta wol ryung keluar menunjukan diri, wol ryung akan keluar tapi tertahan ia melihat gelang kang chi yang menyala, ia malah memilih pergi. Murid kim lega, kang chi kesal dan bertanya kenapa ia mengikutinya. Murid beralasan karena tingkah laku kang chi aneh.

Yeo wol dan gon muncul, yeo wol berkata kalau tidak ada yang aneg. Setiap malam gon dan kang chi berjaga malam, karena kang chi mendengar suara aneh. Kang chi mengatai gon tukang gosip, gon mengelak. Yeo wol yang menjawab kalau ia yang pandai mencari berita.

Yeo wol heran kenapa kang chi tak memberitahu yang lainnya, kang chi meminta tak ada yang memebritahu semuanya sampai mereka tahu makhluk apa sebenarnya yang ada dihutan. Ia khawatir semua orang akan takut, yeo wol mengerti, ia lalu meminta murid kim melakukan itu juga.

 
Dipondoknya, so jung merasa aneh melihat  nyala lilinya bergerak tak beraturan. Ia lalu pergi ke penyimpanan buku, ia merasa ada seseorang, lalu muncul wol ryung. So jung terkejut  melihatnya, ia terlihat tak percaya. 

Pagi harinya, diperguruan semua murid sedang makan seperti biasa. Kang chi datang semua melihatnya. Kang chi melihat mejanya dipisahkan didepan sendiri, kang chi menerima dan tetap duduk untuk makan. Murid yang disampingnya menggeser tempat duduknya, lalu murid didepannya kesal dan memilih keluar.

Murid kim, yang tahu kejadian sebenarnya memilih memindahkan mejanya kedepan kang chi dan duduk makan, sedangkan yang lainnya keheran. Kang chi tersenyum melihatnya. Ditempat kang chi mengitung kacang, guru gongdal menatap hutan sembari berkata, walau kelihatanya ribuan tetapi jika dimasukan mereka akan menjadi satu.
Yeo wol dikamarnya, membuka sebuah kotak yang berisi hanbok. Ia tersenyum melihatnya, dan memgangi pipinya karena malu memikirkan ia akan memakainya.

Yeo wol lalu ketempat kang chi menghitung kacang, ia mengajak kang chi menonton festival lampion didesa, kang chi mau. Yeo wol senang, ia meminta akngc hi datang sore nanti di restoran depan desa, kang chi heran kenapa mereka tak berangkat bersama. Yeo wol beralasan ada sesuatu hal yang harus ia lakukan terlebih dahulu.

Kang chi tersenyum sepeninggal yeo wol, ia mulai menghitung lagi tetapi lupa ia mengulang awal lagi. Ia dipanggil sung, kangchi sedikit kesal, ia bertanya ada apa. Sung mengatakan ada tamu, dan ternyata gob dan pelayan chung jo.

Di chun hwagwan, para gisaeng sedang bersiap-siap mereka membicarakn tentang chung jo yang terpilih menjadi gisaeng tercantik untuk festival lampion, wol san kelihatan kesal mendengarnya.

Chung jo sedang didandani untuk menjadi gisaeng, ia lalu melakukan upacara pengangkatan menjadi gisaeng, ia menuliskan namanya kebuku, dahulu namanya ‘chung’ berarti bersih dan ‘jo’ berarti fajar, sekarang nama gisaengnya ‘chung’ berarti biru dan ‘jo’ berarti baru.

Gob dan bercerita tentang chung jo yang sekarang resmi menjadi gisaeng istana. Kang chi terpaku mendengarnya, gon dan juga bercerita tentang chung jo yang akan menghadiri pesta di penginapan, dan meminta kang chi untuk menemuinya.

 
Didesa, rombongan gisaeng lewat. Seorang meneriaki meminta warga minggir karena gisaeng tercantik akan lewat. Semua warga terkejut dan bergunjing melihat chung jo yang naik kuda menjadi gisaeng sekarang, begitu juga kang chi yang berada ditengah-tengah warga.

Semua pelayan penginapan juga tak percaya, nonanya sekarang menjadi gisaeng. Chung jo turun, dan melihat sedih kearah penginapan. Ketua chun keluar dari tandu, dan melihat ekpresi chung jo, ia meminta chung jo untuk menyingkirkan amarahnya dan semua perasaannya dan hanya senyuman yang menghiasai wajahnya.

Saat akan melangkah, kang chi memanggilnya. Chung jo menoleh mencari asal suara. Kang chi perlahan keluar dari kumpulan warga yang menonton. Kang chi mendekat dan memanggil lagi, chung jo menata perasaannya dan berbalik meliihat kang chi.

Chung jo mengatakan jika kang chi ingin bertemu dengannya, ia bisa mengunjungi di chun hwagwan. Chung jo lalu masuk ke penginapan diikuti gisaeng dan lainnya. Meninggalkan kang chi yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
 


Didesa, orang-orang mulai ramai, ada yang mulai memasang lampion. Yeo wol sudah sampai ia mengenakan penutup, dan menengok kesana kemari mencari kang chi. Sedangkan orangnya sedang duduk termenung didepan penginapan.

Sampai malam hari yeo wol menunggu kang chi didepan restauran desa. Kang chi berjalan meninggalkan penginapan, dijalan ia berpapasan dengan rombongan anak-anak yang membawa lampion ia teringat ucapan yeo wol, ia lalu bergegas berlari.
 

Yeo wol masih sabar menunggu kang chi, ia sampai jongkok. Sedangkan kang chi berusaha berlari ditengah-tengah warga mencari yeo wol. Yeo wol menoleh kesana kemari tak dilihatnya kang chi, ia kesal berdiri dan menendang keranjang didekatnya sampai mengenai orang yang lewat, ia minta maaf dan jongkok kembali.

Ia menoleh dan tak jadi marah, ia tersenyum senang saat melihat kang chi mendekat. Ia lalu berdiri tetapi kang chi tak melihat dan malah menabraknya, sampai kain penutupnya lepas, kang chi kaget ia melihat orang yang dihadapnya sesaat dan ia malah meminta maaf dan akan pergi. Yeo wol memanggil kang chi, kang chi menoleh dan melongo tak percaya dengan yang dilihatnya.
Kang chi melihati yeo wol saja, yeo wol tersenyum manis sambil mengatakan kalau kang chi terlambat. Dan terdengar suara jenderal lee, bagaimana bisa menghentikan perasaan seseorang, seperti bagaimana cara menahan angin yang berhembus.

No comments:

Post a Comment