Sunday, May 12, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 10


dimulai saat pengawal gwan wong masuk, dan meminta mereka menyingkirkan lukisan, karena gwan wong menyukai lukisan itu dan ia tak ingin lukisan itu rusak. Di balik dinging, yeo wol dna kang chi, perlahan akan pergi, tapi yeo wol tersandung dan ditangkap kang chi. Dan gak sengaja kang chi menyentuh dada yeo wol. Keduanya saling terkejut, dan menatap membeku. Sesaat mereka sadar, dan saling melepaskan diri.

Episode 10
Keduanya berdiri berjauhan, kang chi melihati tangannya saja, mereka saling melirik tapi kembali ke pandangan kedepan. Diruangan, pengawal merasa ada orang, ia memaksa gon menyingkir dari situ, para pengawal lain segera datang ke ruangan dan membantu membuka lukisan.

Ketua pengawal, melihati lukisan dan dibawah ada seperti kuncinya. Dan akhirnya ia berhasil menggeser lukisan tersebut. Gon dan tukang chun cemas melihatnya, yeo wol dan kang chi kembali ke balik pintu rahasia, pengawal mencoba mendorong pintu tapi ditahan oleh kang chi dan yeo wol.
Ketua pengawal menyerah, ia memberi perintah untuk menjaga dinding tersebut selama ia melapor ke gwan wong, ia juga memerintahkan memberhentikan pembangunan.

Kedua orang didalam lega, tapi mereka menjadi canggung dan tak berani melihat, kang chi masih melihati tangannya, dan akhirnya ia memukul tangannya sendiri *lol, wkk
Anak buah dam pyung jon melapor, kang chi dan yeo wol terkurung, sedangkan gon menunggu perintah dam pyung jon, tae seo ikut kaget mendengarnya. Dam pyung jon menulis surat yang akan dikirim ke suatu tempat.

Di chunhwagwan, gwan wong sedang bersantai, dengan para gisaeng. Disana juga ada chung jo yang duduk mematung. Wolsan yang terus cari perhatiannya, tak dihiraukan sedikitpun. Ia malah meminta chung jo mendekat, dengan sinis chung jo menolak dan mengancam akan bunuh diri.

Ketua chun datang, akan mengajak chung jo pergi. Gwan wong memerintahkan selama ia tinggal disini agar ketua chun, mengijinkan dia memandangi chung jo, dia berjanji sebelum chung jo terlatih ia takkan menyentuhnya.
Dikamar, ketua chun, chung jo protes ia tak mau ia lebih baik mati. Ketua chun menasehati chung jo untuk bersabar dan mau melakukannya. Chung jo marah, dia lalu pergi keluar kamar. Jang so, pelayan chunhwagwan datang membawa surat.

Ia membaca surat itu dan menghela nafas, ia lalu memerintahkan kepala pelayan menambahkan Myoanjoo (minuman keras) ke setiap minuman gwan wong. Para pelayan itu heran, ketua chun lalu menunjukan amplop yang terdapat lambang panah (milik dam pyung jon, *penasaran apa hubungan dam pyung jon dengan ketua chun). Ia juga menambahkan agar gwan wong, selama empat hari ini tidka pergi dari chunhwagwan bagaimanapun caranya.

Gwan wong, masih bersenang-senang dengan gisaeng. Kepala pelayan membawa minuman itu, wolsan menuangkannya. Gwan wong menyukai minumannya dan meminta lagi. Seorang gisaeng membisikan sesuatu ke wol san.
Gwan wong menatap chung jo yang duduk diam, tak jauh dari sana. Gisaeng tadi ternyata ke pengawal gwan wong, ia berkata kalau gwan wong masih ingin bersenang-senang. Kepala pengawal kesal, gisaeng memintanya untuk menunggu sampai gwan wong selesai minum.

Gon mengendap ke kamar tuan park, kedua pengawal itu masih berdiri menjaga dinding tersebut. 
Di ruangan rahasia, mereka berdua duduk berjauhan, masih canggung sesekali keduanya hanya melirik. Yeo wol sepertinya benar-benar sakit, Kang chi cemas, ia bertanya kondisi yeo wol, yeo wol menjawab kalau ia baik-baik saja.

keduanya diam lagi, sebelum suasana semakin cnaggung mereka berkata bersamaan, kang chi berdiri mengayunkan-ayunkan tangannya mengurangi ketegangan. Ia mencoba mencairkan suasan, dna bertanya berapa banyak uang didalam sini.

yeo wol menjawab, 5.000 hyang. Kang chi terkejut mendengarnya, ia lalu bertanya kira-kira berap kapal yang bisa dibuat, yeo wol menjawab sekitar 10-12 kapal. Kang chi melihati kearah yeo wol, yang sepertinya kedinginan, ia lalu melepas baju luarnya, dan memakaikan ke yeo wol.

Tanpa sengaja, kang chi menyenggol luka di lengan yeo wol, ia bertanya apa yeo wol luka, yeo wol menyangkalnya. Kang chi tak percaya, ia memaksa melihatnya dan merobek lengan baju yeo wol dan kaget melihat luka yeo wol.
Kang chi bertanya, bagaimana yeo wol bisa terluka. Tapi yeo wol tak mau menjelaskan, kang chi ingat saat kejadian malam itu, ia mendorong yeo wol sampai terjatuh. kang chi merasa bersalah, ia lalu mengajak yeo wol keluar, tapi yeo wol menolaknya.

Yeo wol, emminta kang chi tidak mengacaukan rencana. Kang chi marah, ia lebih mengkhawatirkan kondisi yeo wol, yeo wol tak perduli ia memikirkan nasib 5000 hyang, kang chi masih ngotot kalau nyawa yeo wol lebih penting. Yeo wol menjelaskan lagi, bukan hanya 5000 hyang, tapi 12 kapal, jika itu gagal hanya karena dirinya, ia akan merasa bersalah seumur hidup.
Kang chi terdiam, dia bingung harus bagaimana. Pengawal gwan wong menunggu sampai malam mereka tak sabar lagi, gwan wong masih bersenang-senang, ia mulai mabuk dan berjalan gentayangan ke arah chung jo. Ia lalu mengulurkan tangannya menyentuh wajah chung jo, ia mabuk dan menyebut nama seo hwa, membuat chung jo heran.

Gwan wong mendekatkan diri akan mencium chung jo, tapi chung jo segera memalingkan wajahnya. Wol san kesla melihatnya, ia mendekat dan mengajak gwan wong masuk kedalam. Gwan wong tak mau, ia tertidur di kaki chung jo yang gemetaran menahan marah.

Pengawal seo (pengawal setianya gwan wong) datang dan meminta wol san membangunkan gwan wong. Ketua chun datang, dan meminta pengawal kembali besuk saja, ia lalu memerintahkan beberapa orang membawa gwan wong masuk kekamar.

Pengawal seo hendak mengikuti, tapi ditahan ketua chun. Dan meminta ia tak mengganggunya, selama gwan wong menginap disini. ketua chun lalu meminta para gisaeng beristirahat, juga chung jo yang masih gemetaran, ia melangkah gontai, ketua chun hanya bisa memandanginya.
Chung jo sampai dibelakang rumah, ia melihat bunga musim semi berjatuhan. Ia ingat saat ia mencium pipi kang chi, di bawah terbangan bunga-bunga sakura di penginapan. Ia mulai menangis, mengingat apa yang terjadi tadi, ia terjatuh terduduk sambil menangis.

Soundtrack : Don't forget me by Suzy 'Miss A

Di aula, tae seo masih duduk merenung, mencoba melawan pengaruh hipnotis. Ia membuka mata, dna beranjak mengambil sebuah pedang, dan pergi dari tempat itu.

Kang chi melihat suasana dibalik pintu, sepertinya orang-orang itu belum pergi. kang chi mengatakan hal itu, dan dia memanggil yeo wol, masih dengan tuan dam.
yeo wol memberi tahu namanya, Dam yeo wool. yeo wol tak kuat lagi ia jatuh pingsan, kang chi berlari menahannya.

Kang chi mengingat kejadian masa kecilnya saat ia menolong yeo wol. Ia juga ingat saat ada laba-lab, juga saat mereka bertemu lagi, yeo wol menakutinya dengan laba-laba. Dan saat malam, kang chi bertanya apa mereka saling kenal, yeo wol menjawab jika kang chi tidak mengingatnya berarti itu bukan hal penting.
Kelanjutan waktu kecil, saat yeo wol akan pergi, kang chi bertanya namanya. Ia menjawab yeo wol, namanya dam yeo wol, keduanya lalu tersenyum. Kang chi ingat semua pertemuannya, bahkan ia mengingat pertama kali mereka bertemu, saat bulan sabit diatas pohon sakura sampai seterusnya.

Yeo wol semakin lemas, ia terjatuh, kang chi mencoba menahannya. Rambut yeo wol tergerai, kang chi menatapnya cemas, ia membangunkan yeo wol, tapi sia-sia, ia menyentuh kening yeo wol dan semakin cemas.
Dam pyung jon mencari tae seo dimarkas, tapi sepertinya ia sudah tidak ada disana. Sedangkan tae seo dengan tekad melangkah ke penginapan, didalam ok man, pelayan penginapan mengenalnya. Tae seo memintanya pergi kerunagan dan mencari gon, ia akan mengalihkan perhatian, dan gon dapat menyelamatkan seorang yang terkurung. *why cuma seorang?

Para pengawal datang menghadang tae seo, mereka kahirnya berkelahi dengan pedang *we tae seo juga bisa berkelahi to. Ok man datang ke ruangan, dan memberi tahu mereka, kedua pengawal itu lalu berlari keluar.

Gon heran, ok man menjelaskannya, gon langsung masuk kedalam ruangan rahasia. Gon kaget melihat kondisi yeo wol, kang chi menenangkan tapi gon tak perduli, ia lalu menggendong yeo wol pergi dari situ. Kang chi hanya bisa menatap, ia lalu melihat telapak tangannya yang luka.

Tae seo bertarung mati-matin, tapi jumlah mereka lebih banyak. Gon meletakan yeo wol kegerobak yang sudah menunggunya, sebelum pergi ia menyentuh yeo wol sebentar.
Ok man mengendap-endap masuk kekamar dan membuka dinding tembok, dan dibalik ternyata kang chi sedang mengintip keduanya berteriak karena terkejut. Kang chi lalu meminta sesuatu kepada ok man.

Diluar, tukang chun dan beberepa tukang kebingungan, ok man pelan-pelan mencopot tirai yang menutupi ruangan itu. Tukang chun heran, tapi ok man meminta tutup mulut.
Tae seo terjatuh, gon datang tepat waktu membantunya melawan mereka.Tae seo bertanya tentang yeo wol, gon menjelaskan kalau yeo wol pergi dengan selamat. Gon akan mengantar tae seo juga, tapi ia menolak, dengan alasan ia ada sesuatu yang harus dikerjakan, dan meminta gon pergi lebih dahulu.

Gon khawatir, tapi tae seo berserikeras, karena jika identitas gon terungkap itu akan lebih bahaya. Dengan berat akhirnya gon pergi dahulu meninggalkan tae se. Pengawal seo datang, ia memanggil tae seo, tiba-tiba kepala tae seo sakit, ia ingat saat dihipnotis, ia terjatuh memegangi kepalanya.

Ternyata tae seo datang ingin membunuh orang yang menghipnotisnya. Ia menghunuskan pedang ke pengawal seo, tpai sayang kekuatan hipnotisnya tak mampu tae seo lawan, ia tak dapat menggerakan pedangnya, dan saat pengawal seo memerintahkan menjatuhkan pedangnya, ia lalu menurut. Pengawal seo menanyai alasan sesungguhnya ate seo datang, tangan tae seo bergerak sendiri mengarang ke ruangan ayahnya.
pengawal seo dan lainnya segera bergerak ke ruangan. Ia mengambil palu dna menghancurkan tembok, saat dinding itu bolong, ia lalu mendobrak sampai pintu itu terbuka. Ia lalu masuk kedalam, dan melihat peti-peti yang nerisi uang, matanya berbinar-binar melihat semua itu.

Tae seo jatuh lemas, ia meremas bajunya. Di markas, gon dan lainnya melapor, kalau pengawal menemukan ruangan tersebut, dan mengusir semua pekerja. Dam pyung jon bertanya tentang tae soen, gon minta maaf tidak bisa membantunya.
Dam pyung jon menghela nafas, kenapa mereka bisa gagal.  Tukang chun menyela, dan mengatkan kalau masih ada seorang tertinggal disana.

Siapa lagi, kang chi bersembunyi dibalik peti-peti uang diruangan rahasia.

Yeo wol sedang diperiksa guru gong dal. Dam pyung jon datang dan bertanya apa guru gong dal yang mengirim kang chi kesana, tapi guru gong dal malah menjelakan tentang kondisi yeo wol yang sudah membaik. Dam pyung jon terus menanyakan kang chi, gong dal menjawab kalau ia tak menyuruhnya kesana, ia hanya bertaruh dengannya.
Diruangan rahasia, kang chi dengan rencananya, ia merenggangkan tubuhnya bersiap melaksanakan misinya.

Pagi hari, pengawal seo mencari gwan wong. Ketua chun menghalangi tapi pengawal seo mengatakan itu penting, dan memaksakan menunjukan ruangannya. Sedangkan gwan wong masih enak tidur dengan seorang gisaeng.

Pengawal seo, berteriak, dan mengatakan tentang ruangan rahasia park moo sol, gwan wong langsung terbangun mendengarnya. Ketua chun terlihat cemas.

Gwan wong dan para pengawalnya melangkah pulang. Gwan wong bertanya kenapa, pengawal seo tak segera datang melapor, pengawal soe menjelaskan kalau ia datang tapi gwan wong sudah tertidur.

Didepan penginapan, pelayan choi sedang mengecek karung-karung beras, yang siap disumbangkan ke militer. gwanw ong bertanya apa itu, pelayan choi menjelakan kalau semua kaya wajib menyumbangkan untuk keperluan militer.

Gwan wong mengerutu, lalu pergi kedalam. Pengawal seo memeprhatikan mereka sebentar sebelum pergi. Pelayan choi dna ok man menghela nafas, sambil mengangguk.

Sampai kamar, pengawal seo membuka lukisan terbukalah jalan keruangan rahasia. gwan wong tak mau diantar, ia akan menikmati sendirian. Perlahan ia masuk dan terkejut melihatnya, bukan senang ia malah berteriak memanggil pengawalnya yang segera masuk, dan terkejut juga melihatnya.

Ruangan itu sudah berantakan, peti-peti kosong berserakan. Gwan wong, marah-marah, pengawal seo mengingat dengan jelas kalau semalam ia melihat banya uang disana, dan ia juga memerintahkan anak buahnay untuk berjaga semalan. Gwan wong tak mau tahu, ia lalu melihat setumpuk karung disana, ia ingat karung beras yang akan disumbangkan.

pelayan choi, dan ok man diintrograsi gwan wong yang murka, pelayan choi tetap berkata kalau isinya jatah makan untuk milter. Gwan wong tak percaya, jika ia menemukan sesuatu yang lain maka naywa pelayan choi akan jadi taruhannya.

Ia lalu memerintahkan semua pengawalnya ikut dia menemui jenderal.  Sepeninggal gwan wong, pelayan choi memberi kode ke ok man yang langsung berlari pergi. Ia membetulkan topinya yang miring.

Dimarkas, jenderal lee sedang memimpin rapat. Diluar gwan wong siap dengan pasukannya, jenderal lee menemuinya dan bertanya maksud kedatangannya.
Gwan wong, mengatakan kalau selain jatah makan ad abarang yang terbawa dan bukan milik jenderal. Jenderal tak mengerti apa yang dicari gwan wong, agar ia bisa mencarikannya. Gwan wong menolak, dan memerintahkan pengawalnya mencarinya.

Para pengawal itu mulai mengobrak-abrik isi karung-karung yang masih tersusun di gerobak. Senyum gwan wong perlahan melenyap, melihat isi karung-karung tersebut hanya padi-padi tak ada lainnya.

Pelayan choi masuk keruangan rahasia memanggil kang chi. Kang chi keluar dan menanyakan situasi, sesuai dugaan mereka mengejar karung beras. Pelayan choi bertnaya uangnya, kang chi menarik kain yang menutupi sebuah sudut, dan terlihatlah tumpukan peti lengkap dengan isinya.

Di markas, para pengawal gwan wong keheranan dengan isinya tak sesuai dugaan mereka. Jenderal lee marah melihat beras untuk persedian sebulan hancur berserakan, gwan wong menjawab dinegeri yang tka pernah perang untuk apa ada militer. Jenderal menjawab guna militer untuk menjaga jika terjadi peperangan, gwan wong berkata sinis, kalau mereka hanya kumpulan pecundang, ia tak meneruskan perdebatan dan akan mengganti beras-beras yang rusak.

Jenderal lee memerintahkan anak buhanya untuk membersihkan beras-beras yang kotor untuk jatah makan mereka. Ia juga menambahkan untuk menolak jatah makanan dari penginapan seribu tahun. Dan juga ia tak mengijinkan siapapun orang penginapan untuk menginjak markas angkatan laut lagi.

Para pengawal mengepung mereka, dan akan mengusir. tapi mereka kelihatan masih tak percaya dengan isi karung. saat itu kang chi datang dna mencibir mereka, dia datang dengan beberapa gerobak berisi peti-peti.
Membuat syok, gwan wong dan pengawalnya.  Kang chi berlalu didepan gwan wong, begitu juga gerobak-gerobak tersebut seperti membodohi gwan wong yang sudah sangat marah. Begitu juga pengawal seo, merasa dibodohi.

pengawal seo geram, ia melangkah maju tapi ditahan pedang seorang angkatan laut, dan yang lainnya berjaga-jaga. Kang chi berhenti tersenyum, pengawal seo berteriak bagaimana, kang chi bisa mengambil uang itu padahal ia sudah menjaganya ketat, dengan santai kang chi menjawab kalau ia bukan manusia, kang chi menoleh kearah gwan wong, ia tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka.

Gwan melangkah keruangan rahasia lagi, ia lalu menendang dan melempar-lemnparkan semua benda disana. Ia lalu berteriak-teriak, meluapkan kekesalannya.

Di markas, semua peti aman sekarang. Jenderal berterimakasih kang chi menepati janjinya. Kang chi menjawab ini semua amanta tuan park, ia harus menepatinya. Jenderal menanyakan keadaanya di perguruan, kang chi menjawab tidak terlalu buruk, kecuali kakek tua pelit. Keduanya tertawa, kang chi lalu meminta bukti yang sudah ia janjikan sebelumnya, jenderal lee berkata janji adalah janji ia akan menepatinya.

Di perguruan, guru gong dal melihat bukti kang chi, yaitu topi kebesaran jenderal. kang chi membagakan diri tentang hubungan dekatnya dengan jenderal, guru gong dal senang sekali, ia lalu akna memakainya, tpai ditahan kang chi, ia mengingatkan ahrus berhati-hati karena ia akan mengembalikannya besuk. *wkk cuma pinjam ternyata
Guru gong dal mengerti, ia lalu memakai topi dan menanyakan penampilannya.Kang chi merasa, guru gong dal tidak cocok, ia berjanji lain kali akan membelikannya yang cocok. Guru gong dal lalu menanyai apa keinginan kang chi. Ternyata kang chi mau makan ayam, di balkon luar keduanya saling menikmati hadiah masing-masing, guru gong dal masih sibuk dengan topi jenderal, sedangkan kang chi menikmati ayamnya. Dari jauh Dam pyung jon dan gon melihati keduanya.
Di markas, jenderal sedang menulis dengan seorang bawahannya, ia menanyakan tentang topi jenderal, ia menjawab topi itu akan kembali esok. Di meja tersebut juga terdapat gambar sketsa perahu.

Di penginapan, tae seo diikat dan dibawa beberap apengawal gwan wong, menghadap gwan wong. Sepertinya mereka mengintrograsi tae seo, dan mendapat informasi kalau mereka berdua tinggal di perguruan dam, gwan wong melepaskan tae seo, dengan catatan tae seo sebagai mata-mata, dan melaporkan apa rencana guru dam dan untuk apa uang itu digunakan.

Tae seo tidak mau, lebih baik ia diserahkan ke kantor polisi dan dihukum mati. Tapi gwan wong mengancam, jika ia tak mau melaporkannya sampai matahari terbit esok, maka chung jo yang dijual sebagai gisaeng akan menanggung akibatnya.
Di chunhwagwan, chung jo mengantarkan minuman, dua orang pria setengah mabuk menbraknya, hingga baki dan isi yang dibawa chung jo berjatuhan, dna mengenai baju salah seorang. Pria itu marah-marah, dan mengatai chung jo, chung jo hanya minta maaf, sembari memmbereskan barang-barang yang dibawanya, tae seo yang melihat keadaan adiknya menangis melihatnya.

Pagi hari diperguruan yeo wol terbangun, dia segera berdiri kaget kenapa ia bisa berada dikamarnya, sesaat ia ingat dengan uangnya dan berlari keluar kamar.
Dihalaman ia melihat kang chi sedang menyapu, ia akan memanggilnya tapi ia ingat kejadian waktu itu. Ia tak jadi memanggil dan berbalik sambil menutupi dadanya dengan tangan. Kang chi melihat yeo wol ia segera mendekatinya, dan bertanya keadaan yeo wol.
Kang chi memegang kening yeo wol dan menyamakan suhu badan dengannya. Yeo wol segera berbalik dan menepis tangan kang chi, ia bertanya tentang uangnya, kang chi heran kenapa yeo wol bisa memikirkan hal itu disaat seperti ini, pantas ia tertipu kalau yeo wol wanita.

Tapi yeo wol tak menggubris, ia terus bertanya apa rencananya gagal karena dirinya. kang chi menenangkan kalau semuanya aman di markas jenderal, yeo wol tak percaya, kang chi memintanya menanyakan sendiri ke guru. Yeo wol senang mendengarnya, ia meraih kedua tangan kang chi, dan mengusap kepala kang chi, tapi sesaat ia sadar, dan melepaskannya.
Keduanya berdiam diri, dalam hati kang chi ingat perkataan "jika aku ingat maka, itu akan menjadi pertemuan penting, benarkah begitu?" yeo wol merasa kang chi akan menanyakan sesuatu, tapi kang chi mengelaknya.

Yeo wol melihat telapak tangan kang chi yang luka, yeo wol bertana kenapa, apa karena dirinya. Kang chi hanya diam, tak menjawab. Kembali saat keduanya terkurung diruang rahasia, dan yeo wol pinsan. Kang chi kebingungan apa yang harus ia perbuat, tiba-tiba beberap bola-bola biru bermunculan dan masuk ke luka yeo wol.
Kang chi menemukan ide, ia lalu mengambil pisau kecil milik yeo wol dan melukai telapak tanganya dan mengucurkan darahnya ke luka yeo wol, dan benar saja, bola-bola biru itu semakin banyak dan menyembuhkan luka yeo wol.
Yeo wol sadar, karena kang chi diam saja itu pasti karenanya. Kang chi segera menarik tangannya dan menyembunyikan dibelakang ia bilang tidak apa-apa. Yeo wol meminta kang chi tidak melakukan hal itu lagi, ia tak mau kang chi terluka karena dirinya, keduanya hanya bisa berdiam diri saling menatap. Sebelum tae seo datang dengan penutup mata memanggil kang chi.

Di chunhwagwan, ketua chun kaget mendengar pernyataan gwan wong yang memintanya membawa chung jo kekamarnya malam ini. Chung jo yang mendengarnya langusng menjatuhkan nampan yang dibawanya.
Tae seo dan kang chi lalu berbicara di aula, yeo wol mendengar dari balik sebuah tiang. Tae seo memohon ke kang chi untuk mengeluarkan chung jo dari chunhwagwan, kang chi kebingungan, tae seo berlutut memohon supaya menyelamatkan chung jo malam ini karena tak ada waktu lagi. Kang chi bingung mendengarnya. Chung jo terjatuh mendengarnya.

No comments:

Post a Comment