Saturday, April 27, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 2

Sebelumnya: Gu Family Book Ep.1


Kelanjutan percakapan wolryung dan so jung, wol ryung mengutarakan niatnya ingin menjadi manusia. So jung mengatakan untuk mengembalikan seo hwa, karena dia sedang dicari seorang yang mempunyai kemampuan, dia adalah kepala polisi. So jung juga memperingatkan bahwa menyayangi manusia dari lubuk hati akan membahayakan bagi wol ryung.

Di tempat kejadian, kepala polisi memperintahkan ke anak buahnya mencari lebih dalam mengenai gumiho. Kepala polisi menemukan tusuk konde seo hwa. Wol ryung bimbang, seo hwa datang mendekat, dan berbicara kepada wol ryung.
Seo hwa ingin pergi dari goa itu, wol ryung heran dan bertanya kenapa, seo hwa menjelaskan dirinya adalah putri seorang pengkhianat negara juga seorang budak. Jika dia tetap tinggal disitu, seo hwa kawatir akan membahayakan tuan penolongnya yaitu wol ryung.
Wol ryung tertawa dan mengatakan bahwa takkan ada yang bisa membahayakannya, juga selama seo hwa tinggal disana bersamanya tak ada yang bisa mengganggunya. Wol ryung menunjukan karung penuh makanan, lalu dia memperlihatkan isinya ada bermacam-macam hewan dan buah. Seo hwa memilih buah peach, wol ryung lalu memetikan lebih banyak buah peach.
Seo hwa keluar gua dia melihat bunga lalu dia mendekat dan menghirup wanginya. Wol ryung membawakan banyak bunga untuk seo hwa keduanya tertawa. Lalu seo hwa melihat kupu-kupu, wal ryung diam-diam mendekat dengan sekarung penuh kupu-kupu untuk seo hwa.  Keduanya tersenyum, tapi seo hwa kelihatan sedih, wol ryung lalu mengajak seo hwa ke sebuah bukit yang dibawahnya sungai pemandangan yang begitu indah.

Malam hari, keduanya bercakap-cakap. Wol ryung menjawab pertanyaan seo hwa, tentang dirinya yang sudah lama tinggal di hutan dan dia tak memiliki keluarga. Seo hwa lalu menceritakan adik lelakinya juga pelayannya dam. Wol ryung menawarkan diri mencari tahu keadaan mereka berdua. Sesampai di kota wol ryung sedih melihat adik seo hwa sudah meninggal dan mayatnya digantung.
Di kediaman Jo gwang wong, ketua chun meminta mayat adik seo hwa untuk dibakar karena mayat itu sudah 4 hari digantung tempat itu, jo gwang wong tidak mau dan menuduh ketua chun ada hubungan dengan bangsaawan yoon.
Anak buah gwang wong datang melapor bahwa mayat adik seo hwa menghilang. Dan ternyata telah diambil wol ryung dan dikuburkan dan diberi tanda. Wol ryung kembali dengan sedih, seo hwa cemas melihat ekpresi wol ryung dan terus bertanya, apa wol ryung mendengar kabar buruk. Wol ryung tidak tega mengatakan hal sebenarnya karena itu dia memilih berbohong dan mengatakan mereka baik-baik saja, wolryung juga mengatakan agar seo hwa tenang karena dirinya juga akan melindungi seo hwa.
Seo hwa senang mendengar kabar itu, ia lalu memeluk wol ryung. Wol ryung ragu membalas pelukan seo hwa, sesaat kemudia seo hwa tersadar dan melepas pelukannya, dan akan pergi tetapi ditahan wol ryung, dia menyentuh pipi seo hwa dan pergi lalu kembali lagi dan mencium seo hwa, setelah itu wol ryung mengajak seo hwa menikah dengannya.
Seo hwa : aku putri seorang pengkhianat negara
Wol ryung : apa kau mau menikah denganku?
Seo hwa : selain itu,  aku ini seorang budak yang kabur
Wl ryung : apa kau mau menikah denganku ?
Lalu keduanya berpelukan lagi, kali ini wol ryung membalasnya sepenuh hati, seo hwa juga tersenyum senang. 

Wol ryung ketempat so jung mengatakan rencana pernikahannya, so jung kaget dan menganggap wol ryung bercanda. Wol ryung menanyakan kembali tentang Gu Family Book karena dia ingin menjadi manusia. Lalu kedunya pergi keruangan yang penuh dengan buku-buku, mereka mencari buku yang menunjukan cara menemukan Gu Family Book , wol ryung kesal karena so jung tak merawat buku itu dengan baik, so jung terlihat tak perduli dia mencemaskan rencana pernikahan wol ryung.
So jung menanyakan apakah wol ryung bercerita siapa dirinya sebenarnnya ke seo hwa, wol ryung menjawab tidak, dan dia berkata seo hwa tidak akan tahu karena dia akan menjadi manusia.  Wol ryung menemukan buku itu, so jung melihatnya dan benar, wol ryung meminta so jung membacakan isi buku itu. So jung menyarankan wol ryung menyerah saja, karena itu sulit.
Wol ryung tetap bertanya bagaimana caranya, so jung membacakan syartanya yaitu:
Wol ryung harus berdoa selama 100 hari, selam 100 hari itu ada 3 pantangan yang tidak boleh dilanggar salah satunya:
      1.       Tidak boleh membunuh makhluk hidup apapun
      2.       Saat manusia meminta bantuan, tidak boleh menolaknya
      3.       Tidak boleh menunjukan siapa dia sebenarnya kepada manusia
Wol ryung merasa itu sulit, so jung menyuruhnya menyerah saja. Wol ryung bertanya jika dia berhasil melakukan tiga pantangan itu dalm waktu 100 hari apa dia dapat menemukan Gu family book? So jung menjawab, menurut buku itu saat wol ryung menyelesaikan doa, pada hari ke-100 buku itu akan muncul dihadapan wol ryung, buku itu berisi janji Hwan Woong. Selain itu jika, selama 100 hari itu wol ryung melanggar  salah satu pantangan maka akibatnya bukan hanya kesempatannya menjadi manusia hilang selamanya tetapi dirinya juga akan menjadi iblis seribu tahun.
So jung juga menambahkan tak seorangpun melihat buku tersebut, jadi kemungkinannya sangat kecil. Tapi wol ryung bertekad dan mengatakan kalau dia akan mencatatkan dirinya orang kedua yang menjadi manusia setelah Woong Nyeo. So jung meminta wol ryung mempertimbangkannya lagi, wol ryung tersenyum dan mengatakan kalau ini pertama kalinya setelah 1000 tahun, jantungnya berdebar  karena seorang wanita.


Wol ryung dan seo hwa akhirnya melaksanakan upacara pernikahan, berdua saja.  Gwan wong dan anak buahnya menemukan kuburan adik seo hwa, mereka berfikir kalau seo hwa masih hidup. Tiga bulan berlalu, sepertinya keduanya menikmati hidup sebagai sepasang suami istri. Seo hwa akan pergi mencari sayuran dihutan, walau dilarang wol ryung tetapi dia meyakinkan suaminya kalau dia akan baik-baik saja.
So jung datang dan melihat keduanya,  dan waktu tinggal 11 hari lagi untuk dia menyelesaikan waktu 100 harinya. Wol ryung bertanya untuk apa so jung datang? So jung mengeluarkan seperti pedang kecil dari kayu, untuk menghilangkan hukuman jika wol ryung gagal.
Seo hwa dihutan mencari sayuran, dua orang pengawal melihat seo hwa. Di tempat tinggal gwan wong, kepala polisi meminta menghentikan pencarian karena sudah 3 bulan, pengawal gwan wong datang melapor, lalu mereka segera kehutan mencari seo hwa. Seo hwa ketakutan saat dia tahu diikuti, dia mulai lari. Wol ryung kembali ke gua, dan tak melihat seo hwa dia bergegas mencari seo hwa ke hutan. Di hutan pengawal semakin banyak mengepung seo hwa, seo hwa ketakutan dan meminta tolong wol ryung, wol ryung datang dan memluk seo hwa menenangkan, rombongan pengawal mendekat, wol ryung menggunakan kekuatannya dengan menutupi tubuh keduanya dengan pepohonan merambat.


Ternyata kepala polisi melihat dan tanya mahkluh apa sebenarnya wol ryung itu. Wol ryung menggunakan kekuatanya untuk mempengaruhi kuda yang dinaiki kepala polisi agar dia bisa kabur. Kepala polisi memberi tanda ke anak buahnya dan berhasil menghadang wol ryung dan seo hwa. Wol ryung berhasil dirantai dan seo hwa ditangkap pengawal. Saat itu wol ryung memilih melanggar pantangan dan berubah wujud menjadi siluman dan membunuh para pengawal, kepala polisi dan pengawal yang menangkap seo hwa tercengang melihatnya, begitu juga dengan seo hwa.
Akhirnya wol ryung dapat mengalahkan semua, walau sebagian jatuh pinsan. Seo hwa ketakutan saat wol ryung mendekat dia juga ikut pinsan. Wol ryung lemas dia membawa seo hwa kembali ke gua, dan dia terjatuh ke tanah. Seo hwa sadar dia ketakutan dan memilih kabur dari gua meninggalakan wol ryung.
So jung datang dan sudah menduga ini akan terjadi, dia segera menolong wol ryung, tetapi wol ryung meminta membawa kembali seo hwa, dengan berat hati so jung menuruti kemauan wol ryung, sebelum pergi so jung mengingatkan agar wol ryung menggunakan pisau itu. Ternyata seo hwa menuju perkemahan pengawal, disaat itu gwan wong dan pasukannya datang dan segera mengintrogasi seo hwa, gwan wong juga menceritakan kematian adik seo hwa dan dam. Membuat seo hwa kaget, ternyata wol ryung membohonginya, disaat itu seo hwa juga merasa mual.

Keesokan harinya, wol ryung tersadar dia keluar gua dan mencuci muka. Saat berdiri ternyata dia sudah dikepung para pengawal. Wol ryung heran kenapa mereka bisa menemukan tempat itu, lalu seo hwa keluar, wol ryung antara senang dan heran. Seo hwa dengan tatapan benci mengatkan kenapa wol ryung membohonginya tentang adiknya juga dam. Wol ryung menjawab karena dia tak mau melihat seo hwa sedih.
Gwan wong muncul, dan mengatakan kalau wol ryung hanya berpura-pura dan hanya ingin mengambil ahti seo hwa. Wol ryung tak mengira kalau seo hwa akan sebenci itu dengan dirinya dan lebih memilih mengkhianatinya. Wol ryung ingat perkataan so jung jika gadis yang kau cintai mengkhianatimu, cara untuk menyelamatmu adalah dengan membunuh gadis itu.


Wol ryung berlari kearah seo hwa, dan sampai kepadanya dengan halangan para pengawal dia mencengkeram pundak seo hwa. Tetapi dia tak tega membunuh seo hwa. Kepala polisi berhasil menancapkan pedang ke dada wol ryung.  Wol ryung bertanya ke seo hwa, kenapa dia melakukan hal ini, padahal dia mencintai seo hwa tulus. Wol ryung terus bertanya seo hwa hanya bisa menangis. Gwan wong , menyuruh kepala polisi segera memenggal kepalanya. Kepala polisi mengayunkan pedangnya dan akan memenggal kepala wol ryung, yang segera terhempas ke udara dan berubah menjadi butiran bola-bola biru dan  menghilang.

 
Gwan wong merasa puas ia lalu pergi, tinggal seo hwa yang berdiri terpaku. Dan kepala pengawal juga beberapa anak buahnya. So jung merasakan hal buruk, bergegas ke gua dia berteriak memanggil wol ryung, dan melihat seo hwa juga para pengawal, dia melihat darah diarea tersebut, dia terjatuh lemas dan berteriak mengapa mereka melakukan itu, kepala polisi berkata separuh dari anak buahnya dibunuh wol ryung, so jung berkata wol ryung tidak akan bertindak seperti hal itu jika tidak ada yang memulainya. Itu juga karena cinta wol ryung kepada seo hwa, demi seo hwa dia rela menjadi manusia yang tinggal 10 hari lagi.
Seo hwa mual lagi dan pergi, dia terjatuh sambil menangis antara menyesal dan bingung. Kepala polisi merasa kasihan melihat keadaan seo hwa. Kepala polisi mengirim tusuk konde yang berlumuran darah dan memberi pesan kalau dia telah menyelesaikan urusannya.
Tubuh wol ryung terbaring diantara rerumputan, lalu rumput-rumput menyelimuti tubuhnya sampai tak terlihat.

Seo hwa berada dirumah gisaeng, perutnya sudah membesar. Dia berusaha meminum racun untuk membunuh bayi yang dikandungnya. Ketua chun geram kenapa seo hwa melakukan itu, seharusnya saat ini dia harus menerima nasibnya. Seo hwa menjawab kenapa nasibnya begitu buruk, harus menjadi gisaeng, menikah dengan monster dan sekarang harus menjadi ibu dari monster juga.
Seo hwa bertekad sesuatu, dia pergi ke gua dengan membawa parang. Sesampai didepan gua dia melihat bunga-bunga dia ingat dengan kenangan bersama wol ryung. Saat itu dia juga berjuang melahirkan anaknya seorang diri. Setelah lahir, seo hwa berniat membunuh anaknya dia siap mengayunkan parangnya. Saat itu muncul bola-bola biru kembali menghentikan niat seo hwa, lalu suara tangisan menyadarkan seo hwa, dia melihat wajah anaknya yang ternyata manusia bukan monster, dia lalu menangis dan memanggil anaknya.


Di pinggir sungai, ada pesta seorang bangsawan dengan beberapa gisaeng. Seorang bangsawan berjalan ke pinggir sungai, meminta pelayannya mengambilkan air untuk diminum, saat itu dia mendengar suara tangis bayi, dia mencari asala suara tersebut dan melihat keranjang mengapung disungai, dia segera berlari kesungai untuk melihat kerangjang tersebut yang ternyata berisi bayi. Dia segera membawanya ke pinggir, orang-orang segera mengkerumuninya. Lalu muncul so jung, yang memperkenalkan diri sebagia pertapa yang kebetulan lewat dia juga bisa membaca pertanda baik, dan mengatakan jika Tuan Park membesarkan anak tersebut maka ia akan mendapatkan keberuntungan besar.
Orang-orang memberi selamat kepada tuan park, dan memberi nama anak itu karena dia dibuang disungai maka nama anak itu adalah Kang Chi, dan diberi marga Choi, marga pelayan Tuan Park, jadi namanya Choi Kang Chi.
Selanjutnya: Gu Family Book Ep.3

No comments:

Post a Comment