Monday, April 29, 2013

Recap Sinopsis Gu Family Book Episode 3

Sebelumnya: Gu Family Book Ep.2

Kembali Seo Hwa berjuang melahirkan, bola-bola biru bermunculan dan so jung yang berada ditempat tinggalnya merasa kalau itu wolryung bergegas berlari ke gua. Sampainya disana dia melihat seorang dan bertanya "siapa?" seo hwa menoleh. So jung melihat sebentar lalu membuatkan sup untuk Seo Hwa, so jung melihat bayi itu dna mengatakan matanya mirip wol ryung. Seo hwa menjawab dia tak bisa mengatakan apa wajahnya mirip atau matanya mirip, bahkan senyuman wol ryung pun dia tidak mengingatnya.

So jung kesal mendengar jawaban seo hwa, ia lalu mengeluarkan pisau kayu dan meletakan disamping bayi. Sembari berkata "seharusnya wol ryung menusuk jantungmu, agar dia bisa selamat" seo hwa tercengang dia menjawab kenapa dia tidak melakukan itu, so jung menjawab karena seo hwa membuat dada wolryung berdebar setelah seribu tahun, dia tak bisa melakukan hal itu walau demi untuk dirinya sendiri. So jung menghela nafas dan menyuruh seo hwa menyimpan pisau peninggalan terakhir wol ryung yang tulus mencintai dan memepercayai seo hwa. Seo hwa meraih pisau itu dan mendekapnya sambil menangis sedih.

Seo hwa berjalan dengan pandangan penuh benci. Diiringi suaranya, "aku berencana membunuh bayi itu setelah lahir, karena aku pikir itu bayi monster"
Seo hwa berjalan ketempat tinggal Jo gwan wong, dirumhanya sedang ada tamu dari jepang, terlihat dari pakainya. orang-orang mengkerumuni untuk melihat. Seo hwa menerobos orang-orang dna terus berjalan kearah gwan wong dengan tatapan penuh kebencian, dia mengenggam erat pisau kayu.
"manusia itu lemah sekali, mahkluk bodoh yang merasa menyesal setelah kehilangan hal yang berharga"

Orang jepang melihat seo hwa heran, gwan wong menoleh dan melihat seo hwa siap mengayunkan pisaunya kearahnya, dan mengenai pipinya. Orang-orang kaget, gwan wong hanya bisa menatap seo hwa sambil memegangi pipinya yang berdarah.
"jangan memaafkan gadis sepertiku, menahan cintaku sampai mati bahkan berniat membunuh puteranya, tolong jangan maafkan aku. Aku akan membawa semua kesalahan ini bersamaku"
Seo hwa kembali bersiap mengayunkan pisaunya, tetapi pengawal gwan wong segera mengayunkan pedangnya dan mengenai perut seo hwa. Perlahan seo hwa lemah pandangannya masih menatap penuh kebencian kearah gwan wong
"Tolong lindungi anak ini, jangan biarkan hidupnya menyedihkan dan kesepian seperti wol ryung. Bantu dia hidup layaknya manusia pada umumnya. Ini keinginan terakhir dari seorang ibu yang hina ini"
Seo hwa terjatuh ketanah, pandangannya masih menatap tajam gwan wong sampai akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir. Semua ucapan seo hwa adalah surat yang dia tinggal digoa dan dibaca so jung.
Episode 3
Di pinggir sungai sedang ada pesta jamuan yang di adakan oleh Tuan Park Mo Sool, dia sebenarnya tak menyukai minum-minuman. Tuan park berjalan ke pinggir sungai disana pelayannya sedang mengambilkan air sungai. saat itu tuan park mendengar tangisan bayi dan mencarinya dia juga menyuruh para gadis berhenti memainkan alat musik. Dia melihat kerangjang mengapung disungai, tuan park segera mengambilnya ternyata berisi bayi.

Orang-orang segera berkerumun dan heran mengapa ada yang tega membuang bayi disungai. Saat itu So jung muncul dan mendekat sembari mengatakan kalau Tuan park itu beruntung. Tuan park heran dan bertanya siapa dia, sojung memperkenalkan diri, sambil melihat bayi itu
"namaku sojung, karena banyak berkelana, aku mempelajari pertanda langit. Jika kau membesarkan anak ini, kau akan selalu mendapat keberuntungan, dilihat dari wajahnya, sepertinya dia akan memberikan kekayaan yang melimpah, tapi sepertinya saat ini, semua itu belum berpihak kepada anda" ucapnya
"jika aku membesarkan anak ini, semua masalahku akan berakhir?" tanya tuan park
So jung mengeluarkan gelang dengan butiran warna merah sama seperti yang diapakaikan ke wolryung. Ia lalu memakaikan ke bayi tersebut.
"Apa tuan berjanji tidak akan melepaskan gelang ini sampai dia berusia 20 tahun?" tanya so jung
"gelang apa ini?" tanya tuan park
"gelang pengusir setan" jawab sojung
"pengusir setan?" tuan park heran
"jika tuan berjanji membesarkannya sampai 20 tahun tanpa melepas gelang ini, maka tuan akan mendapat balasannya. Semua yang anda kerjakan akan berhasil" kata sojung lagi
"kau berharap aku mempercayai ucapanmu?" tuan park masih tak percaya
"Hutan, pepohonan dan angin... akan jadi saksi ucapanku" kat sojung, yang disertai angin yang berhembus kencang, tuan park tercengang.
Lalu ornag-orang mulai ribut, ada yang mengusulkan namanya yaitu kang chi, kang berarti sungai chi berarti dibuang, lalu nama marganya diambil dari marga pelayan tuan park yaitu choi, jadi namanya Choi Kang Chi.
Tuan park melihat bayi yang digendongnya lama-kelamaan tuan park tersenyum dna memanggil nama kang chi, so jung terlihat tersenyum puas.
"Ini adalah gunung yang misterius.Gunung berbahaya yang belum pernah dijamah oleh manusia.Legenda lainnya baru saja dimulai"

Tahun-tahun berlalu, seorang dipasar sedang menceritakan kisah tuan park yang menemukan bayi. Anak-anak kecil antusias mendengarkan ceritanya. "bahwa tuan yang mengambil bayi disungai itu sekarang benar-benar menjadi kaya raya, sekarang dia memiliki penginapan terbaik di provinsi selatan namanya penginapan seribu tahun, didalamnya terdapat seribu pelayan, ada 10 lebih rumah tamu, dan sekitar 50 kamar tamu. Ada juga kandang sapi dan kuda selain itu ada juga kamar mandi dan dapur untuk setiap tamunya. Makanan terbaik untuk memuaskan tamunya. Bukan hanya dari 8 provinsi, tapi seluruh tamu dari penjuru dunia" ceritanya, orang-orang dan anak-anak kagum. ada yang bertanya tentang kekayaannya, pendongeng itu berlanjut cerita

"tidak hanya emas dan perak, seluruh tempat penyimpanannya berisi perhiasan, karena itu juga banyak mengundang pencuri. Setelah tuan park memiliki pasukan pengawal sendiri tak ada yang berani mencuri. Suatu hari ada seornag pencuri yang tertangkap, dia meminta ampunan karena alasannya mencuri dia harus menghidupi, ibunya yang sudah tua, istri dan ketujuh anaknya yang sudah 5 hari belum makan"
lalu tuan park melemparkan 2 karung beras, dan menyuruh pencuri itu memakai satu karung untuk makan dan satunya untuk benih ditanam, pria itu sangat berterimakasih ketuan park dan tidak tahu bagaimana membalasnya. Hiduplah dengan baik, jawab tuan park. Pria itu terharu dan berjanji akan hidup dengan baik. Kemurahan hati dan kebaikan tuan park, membuat sedikit demi sedikit orang yang kelaparan berkurang, dan orang-orang mulai menghormati tuan park" ceritanya lagi, lalu anak-anak pun bercita-cita ingin jadi seperti tuan park.
So jung yang mendengar tersenyum puas, lalu seseorang mengangkat tangan, sambil membuka topi ia bertanya "apa yang terjadi dengan bayi yang dibuang disungai? aku penasaran?" tanyanya, orang itu Dam yeo Wool (*Yeaa Suzy). So jung melihat kearah yeo wool lekat-lekat, pendongeng tersebut heran dan kebingungan menjawab pertanyaan yeo wool.

Di penginapan "Kang chi! kang chi" bapak angkat kang chi pelayan choi, berlari mencari kang chi tapi tak ditemukan. Ditengah halaman penginapan, seorang preman beserta rombongannya berteriak-teriak mencari kangchi, karena dua anak buahnya dipukuli kang chi. Seorang keluar menemui mereka yaitu Putera Tuan Park, Park Tae Seo dan bertanya ada apa, preman itu bong chul menunjukan perbuatan kang chi dan dia ingin menyelesaikan masalahnya saat ini juga dia tak mau pergi sebelum bertemu kang chi.
Sedangkan Kang chi ternyata sedang bersembunyi dibalik pohon, dia sedang mengintip kesebuah kamar, kamar Chung Jo puteri Tuan Park yang sedang merias diri ditemani pelayannya, chung jo akan bertemu nyonya oh istri dari assisten menteri, itu berarti chung jo akan dijodohkan dengan putera ny.oh. Kang chi mengendap-endap masuk kekamar akan mengagetkan chung jo, tapi belum sampai chung jo sudah tahu dan menoleh membuat kang chi kaget.
Chung jo meminta kang chi agar tidak bersikap kekananakan, dia juga bercerita sebentar lagi dia akan jadi menantu pejabat. Hal itu membuat kang chi sedih, pelayan chung jo ketakutan kalau ibu chung jo datang dan hal itu kejadian, dia melihat ibu chung jo dan Ny.Gong datang dia segera menutup pintu dan panik. Ny Yoon ibu chung jo meminta putrinya keluar, tetapi yang keluar pelayan chung jo dan mengatakan chung jo sedang mempersiapkan diri dan sebentar lagi selesai.

Ny Yoon tak percaya ia lalu masuk sendiri kekamar chung jo, sedangkan chung jo meminta kang shi segera pergi lewat jendela. Ny yoon menengok keluar jendela, chung jo beralasan dia memang ingin menikmati angin, Ny Yoon memarahi chung jo, dia mengatakan bahwa pernikahan ini sangat penting, walau chung jo dan kang chi tumbuh besar bersama tetapi kelas mereka berbeda. Chung jo tersenyum mengerti, ibunya lalu menyuruh menemui Ny.Gong dan menuangkan teh untuknya.

Sebelum pergi chung jo menutup jendela dia tidak tahu kang chi ada diatas atap kamarnya dan mendengar semua itu dengan sedih. Kang chi lalu turun dan dia sudah dihadang tae seo yang heran karena ibunya sudah menyuruh kang chi tidak datang ketempat ini. Kang chi beralasan dia hanya lewat, ia lalu akan pergi tapi lengannya ditahan tae seo, kang chi heran " ma bong chul mencarimu" kata tae seo.
kang chi menemui mereka, tae seo memberi tahu agar kang chi menyelesaikan masalah ini dengan tenang bukan keributan karena ada tamu penting dipenginapan. Tetapi kang chi malah mendekati mereka dan bertanya tempat apa ini dan siapa dia, jadi siapa saja yang membuat keributan ditempat ini maka dia harus berurusan dengannya. Bong chul tersenyum meremehkan siap kang chi dia hanya orang yang tidak tahu asal usulnya membuat kang chi marah dan menendang dada bong chul.

Tae seo mendekat dan memperingatkan kang chi, tapi dia tetap nekat begitu pula bong chul karena merasa dia yang dilukai. Tae seo menawarkan 10 koin, tapi bong chul meminta 20 koin, kang chi marah dan menarik baju bong chul, ia malah menaikannya lagi menjadi 30, tae seo langsung menyutujui tapi kang chi protes keduanya malah ribut. Akhirnya kang chi menawarkan 50 koin membuat semuanya heran. Kang chi mengambil sapu dan menancapkan tongkat sapu ke lantai, saat menancapkan sapu gelang kang chi bersinar. kang chi mengatakan jika mereka berhasil menangkapnya dan mengembalikan dirinya kesapu itu maka dia akan memberi 50 koin dia juga akan berlutut dan meminta maaf. Bong chul dan kawan-kawannya merasa senang lalu segera mengejar kang chi yang segera berlari, tae seo hanya bisa pasrah.

Sesaat kemudian keributan dimulai dengan aksi kejar-kejaran kawanan bong chul dengan kang chi. Ditempat chung jo, ia sedang menyiapkan teh untuk Ny.Gong. Mereka hanya bisa saling tersenyum, dan Ny Gong juga memuji chung jo, tetapi suasana itu terusik dengan suara keributan. Ny yoon menenangkan Ny Gong, kalau kadang-kadang ada keributan dipenginapan tetapi Ny Gong tak perlu kwatir karena penginapan dan rumah terpisah.

Lalu mereka melanjutkannya lagi tapi belum sempat berlankut, pintu rumah terbuka dan kang chi juga rombongan bong chul mengejar kang chi berusaha menangkapnya, seorang dilempar kang chi sampai ke tempat chung jo, ketiganya lalu berdiri kaget. Ny yoon nampak amat kesal, akhirnya kang chi tertangkap dan dilempar ke arah chungjo membuat suasana kacau, kang chi berusaha berdiri tetapi terjatuh lagi karena lantai licin. Ny yoon marah-marah, dari luar masuk tae seo dan para pengawal lalu Tuan Park dan pelayan choi, bong chul dan lainnya ketakutan dna memberi hormat ke tuan park. 
Kembali kehalaman depan, bong chul dkk diberi 50 koin sesuai janji kang chi juga sudah berlutut minta maaf, bong chul dkk merasa puas lalu pamit pergi. kang chi ngomel melihat itu, pelayan choi menghampiri kang chi dan memukuli kepalanya dan menyuruh kang chi minta maaf ke tuan park.

Tuan park bertanya alasan kang chi berkelahi 
"sekarang kau pilih, dia merusak penginapan atau kau melihat dia mengganggu orang yang lemah?" tanya tuan park, 
"aku tidak bisa mengatakan kesalahanku, semua ini karena sifatku yang tak bisa mengendalikan diri, maafkan aku" jawab kang chi
"perkelahian dimasa mudamu bukan masalah besar, tapi sekarang kau sudah dewasa. Tak lama lagi kau akan membantu tae seo mengurus penginapan ini, kau harus lebih bertanggung jawab. Tetaplah berlutut dan renungi apa yang kau perbuat hari ini" nasehat tuan park.
Ny.Yoon menemui suaminya dan berkeluh kesah tentang kang chi, tuan park malah bertanya bagaimana Ny Gong, istrinya menjawab kalau dirinya malu karena itu dia juga harus memberi beberapa sutera ke Ny Gong. Ny Yoon terus meminta mengusir kang chi, tuan park berkata kurang 1 bulan lagi dari waktu itu, Ny Yoon bertanya lagi apa setelah 1 bulan tuan park akan mengusirnya, Tuan park menatap istrinya tak bisa bicara.

#Flasback
Saat tuan park membawa kang chi kerumahnya, istrinya sedang hamil. Ny yoon menentang suaminya, yang berniat membesarkan bayi yang tidak jelas asal usulnya, apalagi sebentar lagi dirinya akan melahirkan. Ny yoon masih menolak, dia berkata "bagaimana kalau bayi itu membawa kesialan, sudah beberapa bulan kapal yang kita kirim ke cina belum ada kabarnya" kat ny yoon. Saat itu pelayan choi berteriak mereka segera bergegas melihat bayi itu yang keningnya terluka, karena pelayan choi tak sengaja menjatuhkan lilin dan melukainya. Tuan park segera menggendong bayi itu dan gelang yang dipakainya terjatuh sesaat itu lukan dikeningya sembuh sendiri.

Semua orang terkejut, Ny yoon sampai terjatuh dan merasakan sakit diperutnya. Ny yoon berjuang melahirkan dan sepertinya sulit, pelayan choi cemas, mungkin akan berakibat buruk salah satu dari keduanya tidak selamat bayi atau ibunya, tuan park bingung. Dia kembali kekamar bayi itu, dan teringat ucapan so jung, ia bergegas memakaikan gelang ke lengan bayi dan ajaib angin berhembus kencang dan suara tangisan bayi baru lahir. Tuan park bergegas keluar, pelayan choi menghampiri tuannya dan memberi ucapan selamata bayi dan ibunya selamat, tuan park lega ditambah pelayannya yang lain datang dan memberi kabar tentang kapalnya dari cina selamat, menambah kegembiraan tuan park, dia lalu menoleh ke arah kamar bayi tersebut.
#Endflash

Kembali saat ini Kang chi masih berlutut ditempat itu sampai malam, dia memegangi perutnya yang lapar. chung jo datang mengulurkan sebuah apel, kang chi menoleh maunya dia tak mau mengambil dan bertanya mengapa chung jo bisa kemari, chung jo memaksa kang chi dan akhirnya kang chi mengambil apel dia bertanya lagi kenapa chung jo tidak membawakannya ayam saja. Chung jo duduk didepan kang chi dan berkata
"tak ada gunanya kau melakukan hal itu, rencana pernikahannya akan tetap berlangsung. Dalam hidup ada hal-hal yang harus kau lakukan walau kau tak menyukainya, termasuk pernikahan ini" ucap chung jo
"kenapa kau harus melakukan hal yang tak kau sukai?" tanya kang chi
"kau harus rela berkorban untuk melindungi hal yang kau sayangi" jawab chung jo
"apa yang ingin kau lindungi?" tanya kang chi
chung jo sesaat berdiam "keluargaku,. aku hanya wanita biasa tetapi jika pernikahan ini berlangsung ini akan bermanafaat bagi ayahku juga keluargaku" jawab chung jo
"aku bisa melakukannya, melindungin Tuan park, penginapan ini juga seluruh keluargamu aku ini kuat' kat akng chi, "ya aku tahu, tapi kekuatan saja tak cukup, hubungan dan politik juga dibutuhkan" ucap chung jo
"diluar semua itu apa yang kau inginkan? apa kau menyukaiku?" tanya kangchi, chung jo hanya bisa menatap, kang chi mulai menghitung 1, 2, 3 chung jo masih diam kang chi mengulangnya lagi 1, 2, 3.. chung jo malah mencium pipi kang chi, kang chi hanya bisa tertegun terdiam.


Chung jo berdiri dan mengajak kang chi masuk karena udara dingin, dia lalu tersenyum sebelum pergi. Kang chi menyentuh pipinya lalu berdiri kesenangan. Mereka tak tahu Ny Yoon melihat semua itu.
Ny yoon ingat , saat percakapan dengan suaminya dan meminta mengusir kang chi, dia bertanya jika dalam 1 bulan terjadi sesuatu hal. Misal kang chi menyukai chungjo, suaminya menjawab kalau mereka berdua dibesarkan bersama mereka sudah seperti kakak adik sendiri, tuan park meminta istrinya tak perlu merisaukan hal itu. Dan sekarang kecemasannya terjadi, dia bertekad dia sendiri yang akan mengusir kang chi jika suaminya tidak mau.

Dipasar Yeo wool sedang diramal, peramal wanita itu mengatakan kalau ia akan sulit mencari jodoh dengan melihat wajahnya, dia mengira yeo wol laki-laki. Yeo wol memberi tahu kalau dia wanita peramal itu tambah terkejut dan berteriak-teriak kesal "bagaimana ada pria yang menyukainya, kalau dia memakai pakaian seperti ini kemana-mana, Seorang gadis itu harus lembut dan feminim" yeo wol kaget, gon pengawal yeo wol yang juga murid ayahnya yeo wol tersenyum mendengarnya.

Yeo wol meletakan kepalanya dimeja di sebuah kedai, dia cemberut memikirkan perkataan peramal tersebut, gon memintanya tak usah terlalu memikirkannya. Yeo wol bertanya "apa seorang gadis yang mahir menggunakan pedang dan panah tidak menarik bagi pria" tanyanya, gon mengalihkan pandangannya sambil berdehem dia menjawab tidak tahu, yeo wol menghela nafas dan meminta gon tak usah menghiburnya, dia mengeluh lagi "kurasa aku akan mati sendirian, jangan kwatirkan aku" kata yeo wol. "bahkan sepatu tua punya pasangan yang cocok, bagaimana manusia tidak punya" sahut seseorang ternyata itu so jung, yeo wol menoleh dan segera ke meja pertapa itu dan meminta diramal, gon melarang tapi tka dihiraukan yeo wol. So jung mulai membaca garis tangan yeo wol dia terkejut melihatnya, yeo wol jadi kecewa dan merasa ramalannya benar.
"apa itu benar, aku tak memiliki jodoh dan akan mati sendirian?" tanya yeo wol, "itu tidak benar, kau akan segera menemui jodohmu" ucap so jung agak ragu. Yeo wol kesenangan "benarkah, kapan, dimana, bagaimana orangnya?" tanya yeo wol, "jika bisa, kau harus menghindarinya" jawan so jung, membuat yeo wol heran "kau bilang jodohku, bukankan langit telah memutuskannya. Jika aku menghindarinya, mengapa dia ditakdirkan untukku?" tanya yeo wol "jika kau bertemu, mungkin itu tidak bisa dihindari.

Tapi kau bisa memilih takdirmu, jika kau bisa menghindar takdir itu, nasibmu akan berubah" kata so jung lagi, "apa tak ada yang bisa menyangkalnya, seperti jimat penangkal nasib buruk misalnya?" tanya yeo wol, "seorang teman baikku seharusnya dia tak menemui seseorang yang harus dia temui, dna pada akhirnya dia meninggal" cerita so jung, yeo wol kecewa "jadi maksudmu aku harus hidup sendirian sampai aku mati nanti" keluh yeo wol,so jung tertawa  mendengarnya "kau ini benar-benar gadis yang baik, jika kau mau menunggu lebih lama, aku yakin kau akan bertemu dengan orang yang baik" kata so jung lagi, "sudahlah jangan menghiburku" jawab yeo wol. So jung berdiri hendak pergi dia berkata lagi "Saat bulan sabit muncul tepat diatas pohon persik, itulah pertanda buruk bagimu.Jika kau bertemu seseorang disana, kau harus menghindarinya bagaimanapun caranya." ucap so jung, membuat yeo wol keheranan.

Dirumah tuan park, seorang membawa surat untuknya dari seseorang. Tuan park kaget membaca surat itu dan bergegas akan pergi memerintahkan pelayannya mempersiapkan kuda. Ny Yoon datang dan bertanya hendaka kemana suaminya pergi, tapi tuan park tak memberi tahu, Ny Yoon tak mempermasalahkan hal itu, sepertinya ia mempunyai rencana.
Tae seo memberi kang chi bertumpuk-tumpuk buku pembukuan pemasukan penginapan selama 3 bulan dan meminta kang chi memeriksanya, kang chi cemberut dan meminta hukuman lain saja, daripada harus meneliti tumpukan buku-buku, tapi tae seo tetap memaksa kang chi duduk tenang disana dan kerjakan tugasnya. Kang chi ditinggal sendiri dan mengeluh dia memukul meja dan kaki mejanya patah membuat kang chi kaget. Saat itu pelayan chung jo datang dan memberi kang chi sebuah surat. 

Tuan park pergi kesebuah tempat, sepertinya sebuah pondok pelatihan. Tempat itu ternyata milik Dam pyung Joon ayah Dam yeo wol, masih ingat kepala polisi yang mencari seo hwa dihutan dia juga yang menyelamatkan seo hwa dan mengatakan pada gwan wong telah membunuhnya. Nasib memang seperti itu kemana-mana kita pergi bertemu dengan orang baru, pasti ujung-ujungnya seseorang yang baru itu kenal dengan seorang yang kita kenal juga ^^.
Tae seo dan pelayannya kembali memeriksa kang chi, dan ternyata orangnya sudah tak ada ditempat. Kang chi pergi kesebuah penggilingan atau apa ya. Dia melihat sekelebat bayangan, dan dari dalam penggilingan keluar pelayan chung jo ketakutan, dia menyuruh kang chi masuk, chung jo sudah menunggunya. Kang chi heran tapi dia tetap masuk, dan sampai disisi lain dia keluar dan ternyata Ny Yoon sudah menunggunya dengan pandangan penuh amarah.

"Pepatah lama bilang seharusnya kau tak pernah membesarkan anak yang bukan anakmu sendiri." kata Ny yoon "apa maksud anda" kang chi tak mengerti "beraninya kau menyukai putriku, padahal kau tak tahu asal usulmu, bagaimana kau bisa mendekati chung jo dengan maksud buruk" tanya ny yoon. 
"Tolong maafkan aku, tapi aku tulus menyukainya, tanpa maksud apa-apa" jawab kang chi
Ny Yoon semakin marah, dan memanggil pengawal, kang chi kaget melihatnya.
Kembali ke Tuan park yang sedang berdiskusi dengan Dam pyung jon mengenai bi joo (Sebutan Jo Gwan wong) yang dua bulan terakhir ini melakukan serangkaian pembunuhan dimulai dari daerah jinju berlanjur ke propinsi selatan. Orang-orang yang menyelidiki hal inipun ditemukan mati, dan mayatnya ditemukan didekat penginapan Tuan park.
Orang-orang gwan wong juga telah mengambil alih bisnis di propinsi selatan, setiap orang yang menentang akan dilenyapkan.Tuan park mulai mengerti, Dam pyung joon lalu mengtakan kemungkinan target selanjutnya dalah Tuan park, penginapan seribu tahun milik tuan park, Tuan park kaget mendengar hal itu.
Sesuai dugaan Dam pyung joon, rombongan gwan won bergerak kearah penginapan seribu tahun. Yeo wol dan gon mengawasi mereka, gon mengirim surat rahasia lewat burung merpati.

Kembali ke kang chi yang diberi pilihan oleh Ny Yoon "tinggalakan penginapan seribu tahun dan jangan pernah kembali atau..." belum selesaia ny yoon berkata kang chi memotong "penginapan seribu tahun adalah rumah dan keluargaku, kemana akau harus pergi, aku mohon tarik kembali perintah anda" pinta kang chi.
"aku tak punya pilihan jika kau tak mau pergi, aku yang akan membuatmu tak kembali lagi" lalu ny yoon memerintahkan pengawal untuk memukul kang chi, pengawal menolak berasalasan bagaimana kalau tuan park tahu, ny yoon yang akan mengurus dan mengatakan kalau kang chi berani menyukai putrinya. Ny yoon lalu pergi, pengawal tidak punya pilihan karena ini perintah mereka tak tega karena merasa kenal dan berteman dengan kang chi.
kang chi yang diikat meronta dan berhasil melepaskan diri, dia lalu lari kabur. para pengawal mengejarnya, yeo wol merasa ada sesuatu lalu mereka berdua berpisah, gon lari kearah lain. Para pengawal menaburkan serbuk putih kearah kang chi, tapi dia masih bisa bertahan, mereka keheranan apa benar kang chi itu monster. Saat itu yeo wol datang menolong, yeo wol mengira mereka orang-orang bi joo. para pengawala tak mengerti akhirnya mereka bertarung. Kang chi setengah sadar melihat ke arah yeo wol, yeo wol merasa kalah jumlah, ia lalu menarik kang chi untuk kabur, seorang dari pengawal itu mengikuti mereka dan yang lain sudah dihadang gon.
Saat berlari, kang chi terus melihat yeo wol dia kira itu chung jo. Saat itu topi yang yeo wol kenakan terlepas, rambutnya juga teurai, kang chi masih samar-samar melihat ke arah yeo wol obat biusnya mulai berpengaruh. Pengawal yang mengejarnya sudah sampai didepan mereka, dan menghadangnya segera kangchi memutar badang dan menusukkan sarung pedang milik yeo wol kearah pengawal tersebut yang langsung roboh.

Kang chi lalu mengulurkan tangannya menyentuh pipi yeo wol sembari berkata
"jangan takut, aku kang chi akan melindungimu" ucapnya yeo wol terpana dia merasa pernah mendengar kata-kat itu. Sesaat kemudian kang chi jatuh dan tertidur dipundak yeo wol. yeo wol masih melamun, dan tersadar saat bola-bola biru muncul dan dia sadar ditempat apa dia, dan dia melihat ke arah langit, bulan sabit muncul diatas pohon persik. Yeo wol ingat ucapan pertapa itu. lalu dia berkata "Jika aku tak menghindari nasibku ini, apa yang akan terjadi?"...

Selanjutnya: Gu Family Book Ep.4

No comments:

Post a Comment