Tuesday, March 6, 2012

Hidup ku Kapal ku

Entah mengapa dan mengapa,
Terus aku bertanya kepada siapa,
Kepada karang kepada laut, sepanjang kumendayung
Semilir angin bahkan badai sekalipun,
Ku tetap bertanya, dan mereka menjadi saksi,
Perjalanan hidupku, yang penuh liku
Mereka tau, mereka mengerti
terkadang aku terdampar di pulau nan jauh
mereka mengerti
Terkadang kapalku karam dan aku terapung
mereka tahu
Terkadang kapalku bisa aku perbaiki dan aku berteriak HORE
mereka mendengar
Aku berjalan terus melawan arus,
Penuh luka hampir,
mereka menangis
Tapi aku tak pernah mengeluh
Aku selalu berjalan maju
Tak ada airmata yang kembali
Terkadang senyum menghampiri
Kini kuhapuskan airmata yang telah mengering
Dengan senyum, canda dan tawa
Dengan kapal yang kumiliki, ingin kuraih
Semua mimpi, senyum dan kebahagian
Akan kukalahkan penghalang
akan kujadikan kawan
dan akhirnya aku kan mengalahkan hangatnya sang mentari
Jadi jangan kau usik diriku
Sudahkah punya apa
Kalian berani mengatur hidupku
Sejak kapan kalian ada
Kenapa sekarang kalian datang dengan kapal kalian
Mencoba mengubah arah haluanku
Apa hak kalian
Aku bodoh, aku pengecut, kata kalian
Terserah caci saja aku, maki saja aku
Tuhan pemilik semua
Tuhan maha tahu
Pantaskah mana?
Ku atau Kau
memang semua mata memandangmu dengan senyum
Dan hanya sipit mata terarah kepadaku
tapi jika mereka melihat dengan hati, mungkin mereka akan
menangis terharu,
Aku tak peduli, dengan kapal kecilku
aku akan bisa membuatnya lebih baik
Aku bisa memberi dengan upaya yang kecil
setiap hari setiap saat bahkan setiap detik
Bedaku denganmu, aku selalau ada dengan pertolongan kecil
dengan kapal kecil dengan senyum kecil
Setiap detik, setiap nafas terhembus
mereka yang kini membandingkanku dengan kau
Sedangkan kau, kau datang dengan kapal mewah
dengan seyum menawan, kebahagian
pujian sanjungan dari mereka
tapi apakah setiap saat kau ada
setiap detik kau dengar keluh kesah mereka
Setiap detik kau ulurkan tangan memberi, membantu
jawabannya TIDAK
Hahha, tapi kenapa kau sanggup berdiri dan mengaturku
seolah kau lebih hebat dari kapalku
Aku menangis aku kecewa aku terluka
dengan Semua kata-katamu, bahkan
aku semakin terluka, orang yang kusayang kubantu
dengan tulus ikhlas, tak pernah setitik pun
aku tak ikhlas tak terbesit sedikitpun aku menyesal
tapi baru kali ini aku karam
dengan banyak luka dihatiku, aku tak mau membenci
Aku kecewa, kenapa kau membentakku
dan mengatakan-ngatkan aku,
Aku terluka, hatiku sakit-sakit sekali
Tapi tak perlu berkata lagi, aku tetap sayang kalian Selamanya

No comments:

Post a Comment